INCEPTION 2014 Hadirkan Kreativitas Mahasiswa dalam Alat Keselamatan Bencana

Innovation On Product Design Competition (INCEPTION) 2014 yaitu lomba nasional desain produk yang diadakan oleh Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri UII yang diadakan di kampus terpadu UII, Rabu (17/12). Lomba desain produk nasional yang telah ketiga kali diselenggarakan tersebut, pada tahun ini mengangkat tema “Sustainable Product Design – Protection Tools”. Tema ini diambil mengingat bahwa Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negara yang kaya dengan sumberdaya alam, namun juga negara yang sarat dengan potensi bencana. Berbagai bencana alam mulai dari tsunami, gunung meletus, gempa bumi, banjir, maupun tanah longsor tercatat pernah terjadi di negeri ini. Bencana tersebut seakan silih berganti mengintai untuk menghantam Indonesia. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika Indonesia pernah dikenal sebagai laboratorium bencana. Namun demikian, kondisi tersebut ternyata tidak sepenuhnya dipandang negatif oleh masyarakat.

Potensi bencana yang ada di Indonesia justru menjadi pemantik untuk membangkitkan kreativitas dan daya berpikir segelintir anak bangsa yang berniat untuk menyiasatinya. Mereka saling berlomba menciptakan alat yang dapat berguna mengurangi atau meminimalisir bahkan meniadakan korban dan kerugian yang mungkin timbul akibat bencana.

Tidak hanya itu, mereka juga mencipta alat lain yang secara khusus terspesifikasi untuk melindungi penggunanya dari bahaya kecelakaan kerja. Alat tersebut sangat berguna bagi para petugas kemanusiaan yang diterjunkan di lokasi bencana alam.

Disampaikan oleh salah seorang panitia kegiatan, Faddli Bil Iman bahwa dipilihnya tema tersebut sangat relevan dengan kondisi bangsa Indonesia yang rutin menghadapi ancaman bencana alam. “Sebagai bagian dari kaum intelektual, kami ingin turut berkontribusi dalam upaya mitigasi bencana dengan menciptakan desain produk berbagai alat yang cocok untuk digunakan pada situasi bencana alam”, ujarnya. Kriteria alat juga harus memuat prinsip sustainable atau alat tersebut harus memiliki ketahanan dan dapat didaur ulang.

Sebanyak 20 tim yang berasal dari berbagai universitas di seluruh Indonesia berusaha mempresentasikan alat temuan mereka di hadapan dewan juri. “Kami mendapat pendaftaran dari 48 tim namun yang lolos seleksi hanya 20 tim. Selanjutnya akan dipilih 5 tim terbaik untuk babak grand final nantinya”, tambah Faddli. Berbagai alat mitigasi bencana ini ditampilkan di Auditorium Kahar Muzakkir UII yang dapat dilihat oleh pengunjung. 

20 Besar Tim yang lolos seleksi:

1. Earlock (UGM) 11. OptimUMM (UMM)
2. RPM (ITS) 12. Boltz (Atmajaya)
3. IndEn-Pro (UII) 13. Innovantes (ITS)
4. Zafir (UII)
14. Ergo Tim 1 (UNDIP)
5. Inceptor (UII)
15. Ergo Tim 1(UNDIP)
6. Datmin Fighters (UII)
16. ARA (Telkom)
7. Afford (UIN SUSKA Riau)
17. Anak Gadih (Andalas)
8. Palapa (ITS)
18. Indone (USM)
9. Sang Pujangga (UII)
19. Ergo Team (Andalas)
10. Ar-Rangers UGM)
20. PPE (ITS)