, ,

Mengenal PPK Ormawa di Desa Ngawis: Mengembangkan Potensi Kakao

Bagi sebagian mahasiswa, organisasi kemahasiswaan mungkin identik dengan kegiatan di lingkungan kampus. Namun, melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), mahasiswa memiliki kesempatan untuk terjun langsung ke masyarakat dan ikut berkontribusi dalam mengembangkan potensi yang ada di desa.

PPK Ormawa merupakan program yang bertujuan meningkatkan kapasitas mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui program pemberdayaan desa. Salah satu program yang dijalankan tahun ini adalah Program Desa Cerdas di Desa Ngawis, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul

Mengembangkan Potensi Kakao Desa Ngawis

Desa Ngawis dipilih karena memiliki potensi kakao yang cukup besar. Melalui program ini, tim berupaya mengolah kakao menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan nilai ekonomi. Harapannya, pengembangan tersebut dapat membuka peluang baru sekaligus membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Melalui konsep Desa Cerdas, masyarakat didorong untuk mengembangkan potensi tersebut menjadi berbagai produk yang dapat terus dikembangkan setelah program selesai.

Sasaran utama program meliputi kepala desa dan kepala dusun, kelompok tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta karang taruna. Kelompok-kelompok tersebut diharapkan dapat menjadi pihak yang melanjutkan dan mengembangkan program secara berkelanjutan.

Belajar dari Teori hingga Praktik

Pelaksanaan diawali dengan survei dan identifikasi potensi serta kebutuhan masyarakat. Setelah itu, tim memberikan edukasi melalui empat pojok literasi, yaitu Pojok Literasi Hilir, Digital, Sirkular, dan Entrepreneur Family. Masyarakat tidak hanya menerima teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pengolahan dan pengembangan produk.

Hasilnya, masyarakat mulai mampu mengolah kakao menjadi cokelat pasta dan cokelat bubuk, serta memanfaatkan kulit kakao menjadi teh kulit kakao. Limbah juga dimanfaatkan melalui pembuatan mineral block untuk mendukung kebutuhan protein ternak. Dari sisi digital, masyarakat mulai mampu membuat dan mengelola akun Shopee dan TikTok untuk memasarkan produk, sehingga pengembangan kakao tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pemanfaatan limbah dan pemasaran.

Pengalaman Terjun ke Masyarakat

Dalam pelaksanaannya, program ini tidak hanya menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menjalankan kegiatan, tetapi juga untuk belajar dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Masyarakat Desa Ngawis yang ramah, terbuka, dan menyambut program dengan hangat turut memberikan pengalaman berharga bagi tim selama berada di lapangan.

Seperti yang disampaikan salah satu mahasiswa Teknik Industri UII Muhammad Imam Baihaqi, selaku ketua tim PPK Ormawa Ngawis,

“keberhasilan sebuah program bukan hanya tentang bagaimana kita menjalankannya, tetapi juga bagaimana kita membangun komunikasi, memahami kebutuhan masyarakat, dan bekerja bersama mereka.” 

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa komunikasi dan pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan program pemberdayaan.

Dampak Program bagi Masyarakat 

Masyarakat Desa Ngawis mulai mampu mengolah kakao menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti cokelat pasta, cokelat bubuk, dan teh kulit kakao. Selain itu, pemanfaatan limbah melalui mineral block serta pengelolaan pemasaran melalui Shopee dan TikTok menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat dan potensi ekonomi dari program yang dijalankan.

Ke depannya, program ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas serta berkelanjutan bagi masyarakat. PPK Ormawa juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat dan menerapkan ilmu yang diperoleh. Seperti pesan Haqi,

 “jangan ragu untuk mencoba dan ikut terlibat,” 

karena melalui program ini mahasiswa dapat membangun pengalaman sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi desa.

Albin M Wiryawan