INCO 2025 Antarkan Mahasiswa Teknik Industri UII Raih Juara 1
Yogyakarta, 30 November 2025 – Sang Adji Paco Labib, Afiana Saputri, dan Pradita Nur Maulidina merupakan Mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia yang mengikuti Industrial National Competition (INCO) 2025 yaitu sebuah perlombaan berskala nasional. Himpunan Mahasiswa Teknik Industri FTI Universitas Muslim Indonesia (UMI) menyelenggarakan kegiatan ini pada 28-30 November 2025 dan melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. INCO 2025 mengusung tema “Sustainable Product Design Innovation for Human Well-Being and Optimal Ergonomics.” Melalui kompetisi ini, mahasiswa menampilkan gagasan desain produk yang ramah lingkungan dan ergonomis. Kegiatan ini bertujuan mendorong lahirnya inovasi yang memperhatikan keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan nilai ekonomi.
Ajang INCO 2025 Perkuat Peran Mahasiswa dalam Inovasi Desain Industri
Untuk mendukung tujuan kompetisi tersebut, panitia INCO 2025 menyusun tahapan lomba secara terstruktur dan sistematis. Peserta mengawali rangkaian kegiatan dengan pendaftaran dan pengumpulan abstrak karya ilmiah. Setelah lolos seleksi abstrak, peserta melanjutkan ke tahap penyusunan dan pengumpulan full karya yang mencakup proposal lengkap, desain produk, dan poster. Panitia kemudian menetapkan finalis dan mengadakan technical meeting sebagai persiapan tahap akhir. Pada tahap final, para finalis mempresentasikan ide produk mereka secara langsung di hadapan dewan juri. Proses penilaian menitikberatkan pada aspek inovasi, keberlanjutan, dan kesesuaian desain dengan prinsip ergonomi.
“Jangan ragu untuk mencoba dan mengikuti lomba, meskipun merasa belum sepenuhnya siap. Proses persiapan dan pengalaman yang didapat jauh lebih berharga dibandingkan hasil akhir. Dengan kemauan untuk belajar, bekerja sama, dan berani keluar dari zona nyaman, dengan mengikuti lomba dapat menjadi sarana pengembangan diri yang sangat bermanfaat,”ujar Dita.
Selama mengikuti rangkaian lomba tersebut, peserta melakukan persiapan melalui diskusi tim, studi literatur, dan pembagian tugas yang jelas. Tim mengatur waktu secara disiplin agar persiapan lomba tetap berjalan seiring dengan kegiatan akademik. Komunikasi terbuka menjadi kunci dalam menyatukan berbagai gagasan dan sudut pandang antaranggota. Melalui proses ini, peserta memperoleh pengalaman berharga dalam kompetisi tingkat nasional. Selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, keikutsertaan dalam INCO 2025 juga memperluas jejaring serta menumbuhkan motivasi untuk terus berinovasi.
Kaila Bilbina M.S







