Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan kuliah umum pada (8/6). Gelaran itu terlaksana dalam rangka untuk menyelami ilmu mengenai analisis biaya manfaat dalam penerapan K3. Sebanyak 200 mahasiswa yang mengambil mata kuliah Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) dan Keselamatan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) mengikuti acara yang berlangsung via Zoom Meeting tersebut. Acara bertemakan “Cost Benefit Analysis of Occupational Health and Safety (OHS) Implementation” itu mengundang narasumber, yakni Azjar Jhon Raghozt yang merupakan PJK3 PT. Mawi Sarana Samawi dengan moderator Atyanti Dyah Prabaswari, S.T., M.Sc.

Narasumber memulai sesi materi dengan membahas ulang mengenai definisi K3. Selanjutnya, beliau menjelaskan apa saja biaya apabila menerapkan K3 dalam suatu perusahaan. Contoh biaya penerapan K3 antara lain biaya penyiapan rencana Keselamatan & Kesehatan Kerja, biaya pembelian Alat Pelindung Kerja (APK) dan Alat Pelindung Diri (APD), dan biaya pemasangan rambu-rambu K3. “Alat Pelindung Diri itu ada safety helmet, ada pelindung mata, ada pelindung mata, ada SCBA itu untuk kegiatan penyelaman, ya. Ada ear plug dan ear muff, pelindung pernapasan, ada sarung tangan, safety shoes, full body harness. Ada life vest (pelampung), ada safety vest, dan ada apron ataupun baju, ya, teman-teman. Itu salah satu analisis biaya yang harus kita anggarkan juga.” ucapnya.

Kemudian, beliau juga menerangkan bahwa, “Ketika kita tidak menerapkan K3, ada beberapa biaya yang benar-benar sangat merugikan perusahaan, teman-teman. Mungkin perusahaan hanya tahu, oh, ada kecelakaan, yasudah, sudah ada asuransinya kok. Padahal dalam teori gunung es kalau kita nggak menganalisis biaya ketiga itu, benar-benar terjadi kerugian yang sangat besar bahkan sampai penutupan perusahaan.” jelasnya. Pada umumnya, biaya yang terlihat hanyalah biaya kecelakaan dan penyakit. Pada kenyataannya, ada banyak biaya lain yang dapat menyebabkan kerusakan, keterlambatan, maupun kerugian waktu apabila perusahaan tidak menganggarkan biaya K3. Lebih lanjut, terdapat sesi tanya jawab sebagai penutup dari kuliah umum pada pagi hari itu.

Audiamara Vinka

Foto bersama Kunjungan industri

Pada Jumat (07/06), Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia mengadakan kunjungan industri ke Sukoharjo dan Tawamangu, Jawa Tengah. Kunjungan ini berupa Company and Educational Visit dan diikuti oleh sekitar 250 mahasiswa Teknik Industri angkatan 2022. Mahasiswa mengunjungi dua perusahaan, yaitu PT. Sri Rejeki Isman Tbk (PT. Sritex) yang berfokus pada produksi tekstil terpadu dan Rumah Atsiri Indonesia yang memproduksi essential oil.

Kunjungan industri ini didampingi oleh beberapa dosen pembimbing, antara lain Ir. Hartomo, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng, Yuli Agusti Rochman, S.T., M.Eng, Dr. Dwi Adi Purnama, S.T, Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc, Sayyidah Maulidatul Afraah, S.T., M.T, dan Zelania In Haryanto, S.T., M.T.

Kunjungan PT. Sri Rejeki Isman Tbk

Pada kunjungan pertama di PT. Sri Rejeki Isman Tbk (PT. Sritex), peserta mendengarkan penjelasan mengenai sistem produksi mulai dari proses pemintalan benang hingga pakaian jadi serta pemberdayaan karyawan yang disampaikan oleh Sugi dari Human Resource Department (HRD) PT. Sri Rejeki Isman Tbk (PT. Sritex) cabang Sukoharjo. Kemudian, dilakukan sesi tanya-jawab dan kunjungan langsung ke proses produksi baju.

Dalam sambutannya, Sugi menyatakan harapannya, “Menjadi tantangan adik-adik calon intelektual, bagaimana mempertahankan industri manufaktur Indonesia tetap eksis. Jangan sampai diselip oleh Bangladesh, nanti Kamboja muncul selip lagi. Nah, ini tantangan panjenengan semua”.

Ir. Hartomo, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng., sebagai perwakilan dari UII, juga menyampaikan bahwa tujuan kunjungan industri ini adalah sebagai pembelajaran praktis mengenai aktivitas manufaktur dan pengendalian kualitas, agar mahasiswa dapat mendalami ilmu industri manufaktur.

Kunjungan PT. Sritex. Visit PT. Sritex

Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi diskusi, di mana mereka aktif bertanya mengenai proses produksi dan pemberdayaan karyawan PT. Sri Rejeki Isman Tbk (PT. Sritex) dalam industri seragam kemiliteran hingga produk fashion.

Kunjungan Rumah Atsiri

Kunjungan Rumah Atsiri Indoneisa. Visit

Selanjutnya, dalam kunjungan ke Rumah Atsiri Indonesia, peserta terbagi menjadi beberapa kelompok kecil dengan pendampingan pemandu dari Rumah Atsiri. Peserta diajak mengenal berbagai jenis tanaman aromaterapi, mempelajari sejarah berdirinya Rumah Atsiri Indonesia, serta menyaksikan proses penyulingan minyak aroma.

Dalam pendampingan, peserta tidak hanya diperkenalkan dengan jenis tanaman yang dibudidaya tetapi juga dipersilahkan mencium aroma tanaman hingga mencoba mengecap tanaman tertentu. Kemudian, peserta juga diperkenalkan dengan asal mula berkembangnya essential oil dalam peradaban dunia. Dari educational visit ini, peserta mendapatkan banyak wawasan terkait asal mula essential oil, kegunaan, proses penyulingan, juga produk yang dapat dihasilkan dari tanaman aromatik.

Program Company & Educational Visit ini berjalan lancar, dan peserta merasa puas serta bertambah wawasannya mengenai industri manufaktur dan industri essential oil.

Rani Novalentina

Monthly Webinar 2 tentang Social Commerce oleh Agus Mansur

National Monthly Webinar Teknik Industri UII kembali terlaksana untuk kali kedua. Acara pada Jumat (7/6) ini mengangkat tema “Social Commerce: A New Era For Digital-Based Business and Supply Chain Management Challenges”. Kegiatan berlangsung secara online via Zoom Meeting dan diikuti oleh 92 peserta.

Akmal Faiq selaku MC membuka kegiatan pada siang hari tersebut dengan melafazkan basmalah dan membacakan susunan acara. Selanjutnya, Didin Dwi Novianto, S.T., M.LSCM., sebagai moderator memberi sedikit pengantar dengan membacakan CV dari narasumber.

Social commerce telah mengubah paradigma konvensional tentang berbelanja secara online, masyarakat tidak hanya sebagai konsumen pasif tetapi juga menjadi bagian dari proses penjualan dengan berinteraksi secara aktif,” ucap beliau sebagai pembuka.

Monthly Webinar Social Commerce

Lebih lanjut, acara masuk ke sesi utama yaitu penyampaian materi oleh Dr. Ir. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc IPU, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FTI UII. Social commerce sendiri memiliki dua kata kunci utama, yaitu social interactions dan user contributions. Kedua hal tersebut yang membedakan antara social commerce dengan e-commerce. Media sosial adalah platform yang dapat membuat customer lebih “dekat” dengan produk. Hal ini dilakukan melalui fitur-fitur mereka, seperti komentar, review, rekomendasi, dan berbagi konten. Selain itu, fitur toko online seperti “Buy Now” dan iklan yang muncul akan sesuai dengan preferensi masing-masing customer.

Maraknya social commerce tentunya berdampak kepada supply chain dan distribusi produk. “Bisa saja peminat dari social commerce sangat banyak, tetapi karena tidak bisa memenuhi demand malah akan menjadi boomerang,” terang beliau. Oleh karena itu, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu bagaimana fluktuasi demand dari pengaruh komentar positif atau negatif di media sosial serta supply chain harus memiliki kemampuan agile dan responsive.

Setelah penyampaian materi selesai, moderator memandu sesi diskusi dan tanya jawab dengan para peserta. Terakhir, acara tersebut dirampungkan dengan foto bersama sebagai dokumentasi.

Salwa Nur Rahma

Sosialisasi

Dalam rangka mengajak mahasiswa untuk mengeksplor aktivitas selama kuliah, Teknik Industri UII mengadakan sosialisasi kegiatan mahasiswa di luar kampus. Agenda ini berlangsung pada (4/6) secara online melalui Zoom Meeting.

Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc. membuka dan memandu acara sore hari tersebut sebagai MC. Selanjutnya, terdapat sambutan dari Sekretaris Program Studi Program Sarjana, Annisa Uswatun Khasanah, S.T., M.Sc.

“Jalur lulus itu ada banyak. Syarat kelulusan 144 SKS tidak hanya bisa ditempuh melalui bangku kampus, tetapi juga melalui beberapa kegiatan, seperti magang, studi independen, student exchange, dan lain-lain,” ujar beliau.

Beliau mengungkapkan bahwa prodi memberikan kesempatan dan sangat memfasilitasi bagi teman-teman mahasiswa yang tertarik mengikuti berbagai program tersebut. Beberapa program yang prodi rekomendasikan antara lain adalah magang, pertukaran pelajar, kegiatan wirausaha, dan studi independen. Akan tetapi, perlu diingat juga terdapat beberapa persyaratan yang harus mahasiswa penuhi terlebih dahulu. Beliau menjelaskan secara umum beberapa hal tersebut. Semua persyaratan, alur, sistem konversi, dan informasi-informasi penting lainnya ini tertera dalam Buku Panduan MBKM Prodi Teknik Industri UII.

Lebih lanjut, sosialisasi masuk ke sesi penjelasan magang oleh Danang Setiawan, S.T., M.T. Beliau menerangkan berbagai peluang magang yang bisa mahasiswa ikuti, mulai dari MBKM, magang mitra prodi, dan magenta. Selanjutnya, terdapat sesi penjelasan lomba oleh Dr. Dwi Adi Purnama, S.T. dan Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc. Mereka menginformasikan berbagai perlombaan dalam lingkup Teknik Industri yang menarik untuk mahasiswa ikuti, baik itu yang sedang berlangsung ataupun akan berlangsung. Perlombaan tersebut antara lain adalah PKM, PMC, Gemastik, berbagai lomba desain produk, dan lainnya. Seiring penyampaian informasi, mahasiswa yang terkendala atau bingung mengajukan pertanyaan mereka secara langsung.

Berikut merupakan informasi dan panduan yang dapat mahasiswa akses.

Anggota kelompok tim berprestasi

Sekelompok mahasiswa Teknik Industri UII berhasil menorehkan prestasi dalam Administratio Creative Writing Competition 2024. Lomba bertemakan “Ideas with Action to Face the Future” ini merupakan event tahunan dari Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Kompetisi berlangsung pada (8-31/5) dan diikuti oleh mahasiswa/i aktif seluruh Indonesia.

Tim beranggotakan Zahid Anugrah Muzaffar Rana, Inggil Tahta Haritza, Rangga Pamungkas Putradharma, dan Azhar Anargya Aryasatya. Mereka semua merupakan mahasiswa Teknik Industri UII angkatan 2022. Penghargaan yang berhasil mereka raih yaitu 1st Winner dalam cabang Opinion Competition dengan essay “SAFETO: Solusi Peningkatan Data Keamanan Data Storage Berbasis Artificial Intelligence Melalui Tiga Rangkaian Proses yang Terintegrasi”.

Dalam kompetisi ini, mereka ditantang untuk mencari solusi dari masalah yang timbul atas berkembangnya Artificial Intelligence sebagai data storage. Adapun studi kasus yang harus mereka selesaikan adalah mengenai kebocoran data yang dialami Bank Syariah Indonesia. Perlombaan berlangsung secara online, kemudian untuk solusi yang mereka ajukan nantinya akan dikumpulkan untuk dinilai oleh para dewan juri terkait orisinalitas, kesesuaian isi, kualitas essay, dan lainnya.

Zahid menceritakan proses lomba yang mereka lalui, mulai dari melakukan riset mendalam mengenai permasalahan sampai mengumpulkan informasi dari berbagai jurnal internasional. Tak hanya itu, sebagai persiapan, mereka juga sudah melakukan berbagai riset terkait Artificial Intelligence bahkan sebelum studi kasus mereka diumumkan dalam Technical Meeting. Selanjutnya, berdasarkan penelitian studi kasus yang sudah dilakukan, mereka mengajukan solusi berupa peningkatan keamanan data storage dengan memanfaatkan Artificial Intelligence berdasarkan tiga proses terintegrasi, mulai dari pre-processing, on-going, dan post-processing.

“Seru banget karena lombanya berkaitan dengan Artificial Intelligence yang sekarang sedang banyak dibahas oleh masyarakat,” ujar mereka. Mereka juga berpesan untuk mahasiswa yang ingin mengikuti lomba sejenis untuk tetap semangat dan tidak pernah berhenti mencoba, serta berdoa kepada Allah SWT agar selalu diberi kemudahan atau kelancaran. Semangat untuk selalu berusaha dan mencari pengalaman baru adalah kunci keberhasilan dalam setiap kompetisi.

Salwa Nur Rahma

Akmal Faiq Fadhillah Hidayat, salah satu mahasiswa Teknik Industri UII memenangkan kompetisi desain twibbon pada acara La Fête 2024. La Fête 2024 merupakan salah satu acara tahunan dalam rangka memperingati ulang tahun Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis (HIPER) FBSB UNY. Perolehan juara 3 dalam lomba twibbon nasional tersebut menuai penghargaan berupa sertifikat dan uang pembinaan. Ajang yang terlaksana pada (31/05) itu diikuti oleh seluruh siswa/i SMA/SMK, mahasiswa/i dan masyarakat umum di Indonesia. Acara tersebut mengangkat tema “Une Odyssée Fantastique : Sebuah perjalanan menuju keajaiban”. Keberhasilan ini merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa Teknik Industri UII juga unggul dalam unjuk kreativitas dan inovasi.

Akmal menyampaikan bahwa jalan menuju kemenangan dalam lomba twibbon itu Ia mulai dengan mempersiapkan konsep yang berhubungan dengan petualangan, fantasi, serta keajaiban. Oleh karena itu, perlu upaya yang kuat untuk menggali imajinasi secara mendalam. Setelahnya, Ia mulai bermain-main dengan berbagai aplikasi editing untuk menciptakan visual yang menakjubkan. Meskipun demikian, Akmal tetap mendapatkan beberapa perbaikan agar karyanya semakin memukau.

Lingkungan pertemanan yang suportif membantu Akmal selama proses perlombaan berlangsung. Terdapat beberapa teman yang Ia minta untuk memberikan saran terhadap desain sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan. Sementara itu, banyak lika-liku yang terjadi selama proses kompetisi desain twibbon itu. Namun, hal tersebut lantas tak membuatnya putus semangat. Ia dengan sigap berimajinasi untuk melanjutkan desain yang ada sesuai konsep sebelumnya. “Desain sempat hilang ketika ada revisi penulisan tema, tapi Alhamdulillah sudah ter-back up, sehingga desain tidak hilang sepenuhnya.” tuturnya.

Mahasiswa angkatan 2023 itu mengaku bersyukur karena segudang manfaat dari mengikuti kompetisi desain twibbon ini. “Sangat senang karena pertama kali menang lomba selama kuliah di UII, mendapat teman baru di UNY, meningkatkan skill editing, dan masih banyak lagi.” ucapnya. Ia juga berpesan kepada yang ingin mengikuti jejaknya, “Yakin sama apa yang sudah dikerjakan dan jangan terpaku dengan perkataan negatif orang lain.” ujarnya.

Audiamara Vinka

Program Studi Teknik Industri Universitas Islam Indonesia (UII) melaksanakan program rutin tahunan, yakni temu wali mahasiswa angkatan 2023. Program ini terlaksana dalam rangka mengenalkan wali mahasiswa terhadap lingkungan akademik dan kegiatan yang ada pada Teknik Industri UII. Acara yang berlangsung pada (1/06) ini bertempat di Ruang 04.16 dan 04.17 Gedung KH Mas Mansyur. Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc., Ketua Jurusan Teknik Industri, Dr. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Fakultas Teknologi Industri, Ir. Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D., IPM., Ketua Program Studi Program Magister Teknik Industri, Ir. Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., Ketua Program Studi Program Sarjana Teknik Industri, serta Ir. Ira Promasanti Rachmadewi, M.Eng., IPU., Sekretaris Program Studi Program Internasional Teknik Industri tampak hadir mengisi kegiatan tersebut.

Pembacaan kalam illahi oleh Ridho Muzaik Ramadhan mengawali agenda pada siang hari tersebut. Selanjutnya, terdapat sesi sambutan oleh Ketua Program Studi Program Sarjana Teknik Industri, Ir. Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM. Beliau menyambut dengan menyampaikan model perkuliahan saat ini. “Bapak Ibu sekalian, kita sampaikan bahwa sekarang ini kita ada program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) sehingga aktivitas belajar putra-putri Bapak Ibu sekalian nanti ada di kampus dan ada di luar kampus. Sehingga nanti ketika putra-putri Bapak Ibu sekalian memberitahukan bahwa ada aktivitas kuliah di luar kampus, itu memang kita dorong untuk bisa belajar di luar kampus dalam rangka mendapatkan pengalaman lebih.” jelasnya.

Profilisasi Teknik Industri UII

Lebih lanjut, dalam acara temu wali tersebut, Sekretaris Program Studi Program Internasional Teknik Industri, Ir. Ira Promasanti Rachmadewi, M.Eng., IPU., menjelaskan mengenai profilisasi Teknik Industri UII mulai dari dosen, tendik, skema perkuliahan, program beasiswa, dan juga berbagai prestasi mahasiswa Teknik Industri UII. Selain itu, beliau juga menguraikan penjelasan mengenai aktivitas-aktivitas yang terdapat pada program internasional. Salah satu aktivitasnya adalah international intership yang bekerja sama dengan Universiti Teknikal Malaysia Malaka (UTeM). “Ini nanti ada program baru lagi, kita bisa 6 bulan di Malaysia untuk menyelesaikan tugas akhir dengan nama Teaching Factory dan ini fully funded by International Program.” paparnya.

Pada kesempatan ini, Ketua Program Studi Program Magister Teknik Industri, Ir. Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D., IPM., juga menyampaikan terkait kegiatan pada program magister. Beliau menuturkan bahwa terdapat beberapa skema berupa program percepatan (fast track), dual degree, maupun fast track – dual degree. “Bapak Ibu kalau putra-putrinya mau ikut fast track – double degree bisa. Lima tahun lulus gelarnya tiga, jadi bisa dapat S.T., dari S1, M.T., dari S2, M.B.A dari NTUST.” sampainya. Terakhir, terdapat sesi tanya-jawab dengan wali mahasiswa sebagai penutup dari kegiatan tersebut.

Audiamara Vinka

Kuliah Tamu TU/e oleh Prof. Turetken

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia menggelar kuliah umum pada Kamis (30/5). Kuliah bertemakan “Business Process Maturity and Productivity Improvement” tersebut berlangsung secara daring menggunakan Zoom Meeting. Pada kesempatan kali ini, Teknik Industri UII menghadirkan narasumber spesial, Prof. Dr. Oktay Turetken. Beliau merupakan Ketua Program Sarjana Teknik Industri dan Profesor bidang Sistem Informasi dari Eindhoven University of Technology (TU/e), Belanda.

Anggun Galuh selaku MC membuka rangkaian kegiatan dengan melafazkan basmalah dan menyambut ramah semua peserta. Selanjutnya, acara masuk ke sesi penyampaian materi oleh narasumber dengan dipandu oleh moderator, yaitu Bambang Suratno,  S.T., M.T., Ph.D. yang juga merupakan dosen Teknik Industri UII.

“Tujuan utama dari Business Process Management adalah untuk menanamkan pola pikir process thinking dalam organisasi untuk perbaikan dan inovasi proses yang berkelanjutan. BPM tidak boleh dianggap sebagai proyek sekali jadi, tetapi harus ditetapkan sebagai praktik permanen,” ucap Prof. Turetken sebagai pembuka. Organisasi yang matang dalam pengelolaan proses bisnisnya akan lebih meningkatkan produktivitasnya.

Business Process Maturity Model (BPMM) mendefinisikan jalur evolusi yang membawa organisasi dari proses yang belum matang dan tidak konsisten menjadi proses yang matang dan disiplin. Jalur evolusi tersebut terdiri dari lima level yang berurutan. Pertama, level 1: Initial, tahap manajemen yang tidak konsisten yang perlu adanya praktik yang berulang-ulang. Selanjutnya, level 2: Managed, tahap manajemen unit kerja yang perlu adanya praktik terstandarisasi. Kemudian, level 3: Standardized, tahap manajemen proses yang perlu adanya praktik pengoptimalan. Lalu, level 4: Predictable, tahap manajemen kapabilitas yang perlu praktik inovatif. Terakhir, level 5: Innovating, tahap manajemen inovasi.

Sesi kuis kuliah tamu TU/e

Setelah penyampaian materi selesai, moderator memandu sesi diskusi dan tanya jawab dengan para peserta. Selanjutnya, terdapat sesi kuis untuk mengevaluasi pemahaman peserta terkait materi kuliah tamu. Sesi kuis ini dikemas dalam bentuk permainan dimana para peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat mendapatkan poin. Suasana kompetitif tetapi menyenangkan ini membuat kegiatan pada siang hari tersebut lebih hidup. Terakhir, acara tersebut dirampungkan dengan foto bersama sebagai dokumentasi.

Salwa Nur Rahma

Coaching Career merupakan sebuah program yang menuntun langkah seorang lulusan agar dapat mempersiapkan dirinya lebih matang untuk menghadapi dunia kerja. Oleh karena itu, Program Studi Teknik Industri UII berkolaborasi dengan Direktorat Pengembangan Karier & Alumni UII menyelenggarakan Coaching Career Clinic #1 pada (28/05). Kegiatan yang bertempat di Ruang 04.05A Gedung KH Mas Mansyur FTI UII tersebut dihadiri mahasiswa yang sudah lulus. Bahkan, mahasiswa yang baru akan wisuda juga bersemangat mengikuti kegiatan tersebut guna mencuri start untuk melawan tantangan pekerjaan nanti. Acara yang mengundang Dian Ayu Amalia, S.Psi., M.Psi., Psikolog., ini bertujuan untuk menunjang kesuksesan dengan kemampuan adaptasi yang baik.

Ibu Dian menyampaikan pengantarnya dengan menguraikan, “Jadi, berlakunya sistem WFH, work from home, bekerja dari rumah, ini semakin menunjukkan bahwa dunia yang kita tinggali itu berubah dengan sangat cepat. Kita sebagai manusia yang tinggal di dunia ini atau di bumi yang kita tinggali ini harus bisa meresponnya dengan menjadi pribadi yang adaptable. Adaptable itu apa? Mampu untuk menyesuaikan diri. ” ujarnya.

Buatlah Curriculum Vitae (CV) yang Menjual

Kemampuan adaptasi sangat penting dalam proses mengasah keterampilan agar dapat memenuhi kriteria perusahaan. Hal tersebut dapat dimulai dengan membuat outstanding CV. Beliau memaparkan, “Recruiter hanya akan memandang CV yang benar-benar menjual, sesuai dengan value yang akan dia terima. Bagaimana seorang calon recruiter melihat kandidat ini punya value? Punya karakter yang mewakili perusahaan? Dari pengalaman-pengalamannya, dari kebiasaan-kebiasaannya. Ternyata dia sering ikut kegiatan ini, dia pernah terlibat dalam sebuah kegiatan penting ini. Itu contoh aspek yang menjual dalam CV kita.” jelasnya.

Selanjutnya, kegiatan berakhir dengan sesi konseling bersama Dian Ayu Amalia, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Ayuza Amalia, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Sesi ini bertujuan untuk memberikan konsultasi mengenai persiapan dalam melamar pekerjaan. Kemudian, para lulusan maupun mahasiswa dapat berbagi cerita pengalaman mengenai kendala-kendala yang mereka hadapi selama proses persiapan tersebut. Selain itu, dalam sesi tersebut para peserta juga dapat melakukan roleplay wawancara kerja.

Salah satu peserta, Safira, mengungkapkan, “Career Coaching sangat bermanfaat untuk persiapan apply kerja, terutama untuk buat CV terus untuk persiapan wawancara kerja.” Kemudian, Ridho menambahkan dengan adanya program ini dapat memberi wawasan supaya wawancara dapat berjalan dengan lancar. “Harapannya lebih menguasai lagi tentang gimana interview ke recruiter.”

Audiamara Vinka

Sesi dokumentasi atau foto bersama BKSTI DIY

Pada Selasa (7/5), BKSTI Korwil Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan pertemuan offline perdana mereka. Dalam kegiatan ini, hadir beberapa perwakilan dosen dari universitas se-DIY. Universitas tersebut antara lain UII, UST, UPY, UTY, UAD, UAJY, ITDA, UPNVY, AKPRIND, dan UNJAYA. Teknik Industri UII berkesempatan untuk menjadi tuan rumah pada pertemuan “Syawalan dan Rapat Kerja” ini yang bertempat di Auditorium FTI UII.

Ketua BKSTI Korwil DIY, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. membuka sekaligus memberi sambutan kegiatan siang hari tersebut. “Pertemuan hari ini akan membahas terkait rencana untuk kegiatan kita. Sudah ada beberapa hal yang kita sepakati, tetapi kita akan sederhanakan lagi, sehingga dapat berjalan dan bermanfaat.”

Lebih lanjut, terdapat sambutan oleh perwakilan BKSTI Pusat oleh Ketua Bidang Penelitian dan Pengabdian, Dr. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc. “Kerjasama antar perguruan tinggi adalah sesuatu yang mutlak. Dalam mengerjakan sesuatu, antara secara sendiri atau kolaborasi pasti hasilnya sangat berbeda,” pesan beliau. Beliau juga menambahkan mengenai salah satu program yang sedang mereka rencanakan. “Dalam bidang yang saya amanahi, kita akan mendata jurnal-jurnal yang telah diterbitkan oleh kampus bapak ibu. Kemudian masing-masing bisa saling mengisi dan mendapat akreditasi. Dengan begitu, kita akan tahu pemetaan kompetensi masing-masing pihak atau peneliti.”

Sesi diskusi para hadirin BKSTI DIY

Kemudian, untuk lebih mengenal satu sama lain dalam pertemuan perdana ini, terdapat sesi perkenalan masing-masing perwakilan dosen yang datang. Selanjutnya, acara berlanjut ke sesi diskusi untuk membahas program atau kegiatan ke depannya. Terakhir, sesi dokumentasi bersama memungkasi rangkaian kegiatan hari tersebut.

Salwa Nur Rahma