Expo Big Project 2026

Yogyakarta, 13-17 Juli 2026 — Laboratorium Desain Sistem Kerja dan Ergonomi (DSKE), Program Studi Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia (UII), sukses menyelenggarakan rangkaian Big Project PPSK 2026. Kegiatan ini menjadi puncak pembelajaran mata kuliah PPSK yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempresentasikan dan mengembangkan hasil proyek yang telah dikerjakan selama satu semester.

Mengusung tema “Ergonomic Innovation for Human Technology System in the Era of Society 5.0”, rangkaian Big Project PPSK 2026 terdiri atas Presentasi , Expo, hingga Final Presentation. Selain menjadi bagian dari proses penilaian, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa Teknik Industri UII untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreativitas, serta pemecahan masalah melalui penerapan prinsip ergonomi dan teknologi.

Presentasi Big Project Menjadi Tahap Penilaian Awal

Presentasi BIg Project 2026

Rangkaian Big Project PPSK 2026 diawali dengan presentasi yang melibatkan 38 tim dari seluruh kelas yang dilaksanakan pada 13-15 Juli 2026. Pada tahap ini, setiap tim mempresentasikan hasil proyek yang telah dikembangkan selama satu semester di hadapan dosen juri.

Mahasiswa memaparkan berbagai aspek proyek, mulai dari latar belakang permasalahan, proses perancangan, metode yang digunakan, hingga solusi yang dihasilkan. Setiap proyek juga diarahkan untuk menjawab permasalahan yang berkaitan dengan ergonomi dan sistem manusia-teknologi sesuai dengan tema Big Project PPSK 2026.

Sesi presentasi kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan, masukan, dan evaluasi dari dosen. Tahap ini menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus penilaian awal sebelum mahasiswa melanjutkan ke tahap expo dan final presentation.

Big Project Expo Tampilkan Inovasi Mahasiswa di Hall FTI UII

Produk Expo

Memasuki hari keempat, pada 16 Juli 2026, seluruh tim mengikuti Expo Big Project yang diselenggarakan di Hall Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII. Pada kegiatan ini, mahasiswa menampilkan berbagai hasil inovasi dalam bentuk produk, prototipe, maupun media pendukung yang telah dikembangkan selama proses pembelajaran.

Selama expo berlangsung, pengunjung dapat mengunjungi berbagai stan dan berdiskusi secara langsung dengan peserta mengenai konsep, manfaat, serta implementasi dari inovasi yang dipamerkan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk memperkenalkan hasil proyek, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dalam menjelaskan dan mempertahankan ide yang telah mereka kembangkan.

Selain sebagai wadah berbagi ide dan pengalaman, Expo Big Project juga menjadi bagian dari proses penilaian. Dosen melakukan evaluasi terhadap proyek berdasarkan berbagai aspek, seperti inovasi, penerapan prinsip ergonomi, kualitas penyajian, serta relevansi solusi yang ditawarkan terhadap kebutuhan di era Society 5.0.

Final Presentation dan Pengumuman Pemenang Tutup Big Project PPSK 2026

Final Presentation PPSK 2026

Rangkaian Big Project PPSK 2026 ditutup melalui Final Presentation yang diselenggarakan pada 17 Juli 2026 di Auditorium FTI UII. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen, asisten laboratorium, serta seluruh praktikan mata kuliah PPSK sebagai bentuk apresiasi terhadap proses dan hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan selama satu semester.

Pada tahap final presentation, tujuh tim terbaik atau Top 7 Finalists mempresentasikan proyek unggulan mereka di hadapan dosen juri. Setiap tim menyampaikan inovasi yang dikembangkan, mulai dari permasalahan yang diangkat, proses perancangan, hingga manfaat dan potensi implementasi solusi yang ditawarkan. Presentasi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sebagai bagian dari penilaian akhir.

Setelah seluruh finalis menyelesaikan presentasi, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan kepada tim terbaik. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas, inovasi, dan dedikasi mahasiswa dalam menghasilkan solusi yang mengintegrasikan prinsip ergonomi dan teknologi untuk menjawab tantangan di era Society 5.0.

Fathan, perwakilan tim peraih Grand Champion Big Project PPSK 2026, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini memberikan pengalaman pembelajaran yang berharga, khususnya dalam proses berinovasi dan merancang solusi berbasis ergonomika.

“Alhamdulillah, Big Project PPSK 2026 menjadi salah satu fase pembelajaran yang berharga bagi saya untuk berinovasi dan merancang solusi terhadap permasalahan ergonomika dalam kehidupan sehari-hari. Proses ini tentunya tidak terlepas dari bimbingan para asisten khususnya asisten E-183 dan E-186 yang selalu mendukung timkami untuk terus berkarya dan berinovasi. Semoga Big Project PPSK 2027 dapat menghadirkan ide dan inovasi yang semakin keren, serta menjadi pengalaman yang berkesan bagi teman-teman yang akan menjalaninya.”

Rangkaian Big Project PPSK 2026 menjadi gambaran bagaimana proses pembelajaran dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide menjadi sebuah inovasi yang mampu menjawab permasalahan nyata. Melalui presentasi, expo, dan final presentation, mahasiswa tidak hanya ditantang untuk menghasilkan solusi, tetapi juga belajar menyampaikan, mempertahankan, dan mengembangkan ide secara kolaboratif.

Dengan berakhirnya Big Project PPSK 2026, diharapkan pengalaman dan inovasi yang telah dihasilkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaksanaan Big Project PPSK 2027 serta mendorong mahasiswa untuk terus menghadirkan solusi ergonomi yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi.

#HumanizeYourself

ACHIEVEMENTKODE KELOMPOKNAMANIMNAMA PRODUK
Grand ChampionD1Fathan Rasikh Abudh24522060Smarthelm 2.0
Hana Alyadhia Loso24522058
Muhammad Ababil Al Murtadlo24522080
Natasya Dyah Anggraini24522227
1st Runner UpA1Willdan Adinata24522014Smart Medicine Box
Aqila Marzaqah Putri Sidharta24522025
Rizqy Noor Hakim24522062
Nasywa Salsabila24522063
Marcella Aulia P.24522221
2nd Runner UpB2Rajab Bullah Anggara Nasution24522254Archipop
Atsaal Zacky Zainurrahman24522128
Naufal Hanif Caesarian24522152
Adhana Khanahara Susanto24522194
Iqra Azzahra Ibrahim24522165
3rd Runner UpIP1Kynan Khairan Ramadhan24522254Devisia
Ednaya Avarielle S.24522128
Septiana Ayu A.24522152
4th Runner UpD6Acmad Chavid Nurdien24522057Smart Gas Cabinet
Akhtar Faiz Gibran24522033
Praba Aryasuta Nugraha24522017
Prabawa Satriyajati Wiyoto24522026
Final PresentationB4Nayla Aninda Kirana24522003Smart Bag
Sakura Holly Oceania Wibowo24522160
Rana Amirah Haidar Amru24522167
Jingga Larissa Praharsini24522209
Final PresentationA3Hanif Ramadhani Hauzan24522099Carevia
Rafeyfa Shaula Asyla24522200
Sekar Hutami Melati Giri24522204
Nisrina Kaysa Ramadhani24522212

Kaila Bilbina M.S

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), menyelenggarakan EXPO Perancangan Sistem Industri Terpadu (PSIT) pada Jumat (17/7). Acara ini berlangsung di Hall FTI UII mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Dua orang MC yang membuka dan membersamai acara ini yaitu Akmal Faiq Fadhillah Hidayat dan Bintang Nairah Yuan. Dalam rangkaian acaranya, sambutan turut disampaikan oleh Sekretaris Program Studi yaitu, Dr. Sri Indrawati, S.T., M.Eng., dan Koordinator EXPO PSIT 2026 yaitu Sayyidah Maulidatul Afraah, S.T., M.T. Matakuliah EXPO PSIT pada tahun ini memiliki tema terkait transportasi, dengan mengangkat judul “Transportasi sebagai Sistem Industri: Integrasi Operasi, Infrastruktur, dan Layanan”.

Dari Proses Pembelajaran hingga Karya: Pandangan Dosen tentang EXPO PSIT

Rangkaian mata kuliah PSIT ini diampu oleh delapan dosen Teknik Industri FTI UII. Dosen-dosen tersebut ialah Dr. Joko Sulistio, S.T., M.T., M.Sc.; Dr. Harwati, S.T., M.T.; Ratih Dianingtyas, S.T., Ph.D.; Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc.; Wahyudi Sutrisno, S.T., M.M.; Dr. Ir. Yuli Agusti Rochman, S.T., M.Eng., IPU.; Dr. Dwi Adi Purnama, S.T.; serta Sayyidah Maulidatul Afraah, S.T., M.T. Kedelapan dosen ini secara bersama-sama membimbing mahasiswa mulai dari tahap perancangan hingga proses akhir dalam EXPO PSIT. 

Salah satu dosen pengampu yaitu Ratih Dianingtyas Kurnia, S.T., Ph.D., turut membagikan pandangannya mengenai pelaksanaan pembelajaran hingga EXPO PSIT ini. Beliau menjelaskan bahwa PSIT secara umum dikenal sebagai Capstone Design, yaitu tahap puncak dari seluruh proses pembelajaran mahasiswa Teknik Industri. Menurutnya, istilah “Capstone” sendiri menggambarkan hasil akhir dari apa yang telah dipelajari mahasiswa selama menempuh perkuliahan, dan hasil dari proses belajar itu pada akhirnya ditunjukkan lewat karya yang dipamerkan di acara ini.

Capstone itu istilahnya, cap kan artinya topi, jadi ini semacam puncaknya. Selama beberapa semester teman-teman belajar, nah hasilnya nanti akan terlihat pada capstone ini,” jelasnya.

Terkait pemilihan tema, Ratih menerangkan bahwa topik Capstone Design memang berganti setiap tahunnya, seperti pengelolaan sampah dan pemberdayaan UMKM pada tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, transportasi terpilih karena merupakan isu yang krusial meski sering terlewat dari perhatian banyak orang. Padahal isu terkait transportasi sendiri memiliki kedekatan dengan keseharian semua orang. Oleh karenanya, penting bagi mahasiswa untuk peka terhadap kebutuhan dan kepentingan kruisial yang belum banyak terdapat pada sektor transportasi ini.

Dari sisi persiapan, Ratih mengakui adanya tantangan karena kemampuan dan pengalaman mahasiswa yang beragam. Meski hasil karya berbeda-beda, ia lebih mengapresiasi proses mahasiswa dalam memahami dan menerapkan ilmu yang telah mahasiswa pelajari. Menurutnya, EXPO PSIT menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana mahasiswa mampu menerapkan ilmu Teknik Industri sekaligus menjadi bekal dalam menghadapi tugas akhir. Selama pendampingan, Ratih juga merasa senang dapat berinteraksi dan mengenal setiap kelompok lebih dekat, serta terkesan melihat antusiasme mahasiswa saat menjelaskan prototype yang mereka buat. Meski cukup menantang, ia menilai pengalaman mendampingi mahasiswa dalam EXPO PSIT tetap menjadi pengalaman yang seru dan berkesan. 

Antusiasme dan Apresiasi Peserta

Peserta EXPO PSIT juga turut merasakan antusiasme itu sendiri. Salah satunya yaitu Chika Tri Anisa, mahasiswa dari kelompok D6, yang mengaku senang dapat menyaksikan langsung berbagai karya inovatif dari sesama mahasiswa. Menurutnya, banyak wawasan baru yang ia dapatkan, terutama mengenai potensi penerapan teknologi pada sistem transportasi, seperti sistem perparkiran maupun pengaturan lampu lalu lintas.

Pada kelompoknya sendiri turut memamerkan sistem parkir pintar untuk salah satu pusat perbelanjaan di Yogyakarta yang sering mengalami kepadatan pengunjung. Sistem tersebut memberikan rekomendasi slot parkir terdekat melalui dashboard dan dilengkapi indikator LED, dengan warna merah untuk slot terisi dan hijau untuk slot kosong, sehingga pengunjung tidak perlu berkeliling mencari tempat parkir. Dalam EXPO ini Ia juga melihat bahwa penerapan ilmu Teknik Industri ternyata tidak hanya berkaitan dengan manufaktur. Tetapi juga berperan pada sektor transportasi untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan kenyamanan pengguna.

“Saya jadi lebih tahu bahwa ilmu Teknik Industri tidak hanya berkaitan dengan manufaktur, tetapi juga memiliki penerapan pada berbagai bidang, termasuk transportasi.” Ujar Chika.

Untuk ke depannya, ia berharap EXPO serupa dapat terus terselenggara secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak industri. Menurutnya, keterlibatan industri dapat memberikan masukan langsung sekaligus membuka peluang bagi karya mahasiswa untuk penerapan dalam dunia nyata. Melalui EXPO PSIT 2026, mahasiswa Teknik Industri FTI UII menunjukkan kemampuan dalam menerapkan ilmu yang telah mahasiswa pelajari untuk menghasilkan berbagai solusi dalam bidang transportasi. 

Kehadiran Pakar dari Luar Universitas

EXPO PSIT tahun ini turut menghadirkan sejumlah pakar dari luar universitas untuk memberikan penilaian sekaligus wawasan tambahan bagi mahasiswa. Penilaian ini terlaksana pada ruang sidang FTI UII. Pakar yang hadir antara lain Hanna Pertiwi dari PT MRT Indonesia, serta Khansadinah Nahdah W. dan Evak Nurwakhid, A.Md., yang keduanya berasal dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II D.I. Yogyakarta.

Hanna Pertiwi menyampaikan apresiasinya atas kesempatan dari Teknik Industri UII untuk terlibat langsung dalam penilaian sekaligus berdiskusi dengan mahasiswa. Ia mengaku pengalaman ini sangat berkesan baginya, karena dapat berdiskusi dan mencoba langsung berbagai karya inovatif yang mahasiswa hasilkan. Menurutnya, ide-ide yang ada tidak hanya segar dan memiliki nilai jual, tetapi juga cukup relevan untuk mengimplementasikan dalam dunia nyata.

Hanna mengharapkan inovasi ini dapat terus berkembang dan meluas, termasuk melalui kolaborasi lintas program studi. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menambah wawasan mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga mendapat pengalaman praktis dalam mengembangkan dan menerapkan ide. Pengalaman tersebut menurutnya dapat menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja. Hanna berpesan agar mahasiswa terus berkarya, belajar, dan berkolaborasi untuk memberikan kontribusi nyata dalam dunia kerja dan Indonesia.

“Teruslah berkarya, tetap haus akan ilmu dan perkuat kolaborasi demi Indonesia yang lebih maju. Kami tunggu kontribusi rekan-rekan Mahasiswa dalam dunia kerja ya.” Pesan Hanna.

Momen Penghargaan Karya Terbaik

Salah satu agenda yang menarik perhatian dalam EXPO PSIT adalah dalam pengumuman kelompok terbaik. Pengumuman ini terlaksana pada Auditorium FTI UII setelah adanya kuliah umum pada hari yang sama. Termasuk predikat juara 2 pada tahun ini dengan kelompok D4 sebagai peraih juara tersebut. Khansa Safira Retyaputri merupakan salah satu anggota kelompok yang membagikan pengalaman dalam momen ini. Ia mengaku tidak menyangka timnya bisa meraih posisi tersebut, mengingat menurutnya inovasi dari kelompok-kelompok lain juga tidak kalah menarik. Meski begitu, ia bersyukur atas kesempatan yang ada sehingga kelompoknya dapat meraih juara 2.

“Tidak menyangka, karena jujur inovasi kelompok lain juga keren semua, jadi alhamdulillah sih mendapat kesempatan jadi juara 2” Ucap Khansa.

Pada kelompok D4 sendiri mengembangkan inovasi bernama Blind Spot Information System. Inovasi ini sistem pendukung keselamatan yang membantu pengemudi truk memantau area blind spot atau titik buta di sekitar kendaraan. Menurut Khansa, keberhasilan timnya meraih juara 2 didukung oleh relevansi solusi dengan permasalahan nyata serta kesiapan prototype dalam menunjukkan kinerja sensor ultrasonik. Ia berharap EXPO PSIT ke depan dapat terus berkembang dengan menghadirkan lebih banyak inovasi dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan dunia industri.

NoKategoriNama KelompokNama AnggotaNIM Anggota
1Juara ISIGAPBadr Aldeen Abdulrahman Yahya Ahmed Al-Khazan23522258
2Juara ISIGAPMuhammad Mahdy Fadhlullah23522282
3Juara ISIGAPPrabaswara Mahameru Wangid23522037
4Juara IID4Muhammad Yusuf Fadilah23522059
5Juara IID4Khansa Safira Retyaputri23522149
6Juara IID4Muh. Rizky Nabila Akbar23522151
7Juara IID4Alan Bayu Kusuma23522266
8Juara IIIC7Rif’at Fayyazhuda Putra23522212
9Juara IIIC7Muhammad Arief Dzikri23522231
10Juara IIIC7Rizky Arya Putra23522152
11Best PrototypeE8Alby Gifari23522232
12Best PrototypeE8Syawarani Gayatri23522122
13Best PrototypeE8Teuku M Rafi Prayogi23522005
14Best PresentationF7Yurcel Listya Artamevia Dewi23522215
15Best PresentationF7Azura Keisha Dzakia Atallah23522275
16Best PresentationF7Ahmad Ali Aji23522288
17Best IdeaA5Nisrina Nur Masrefa23522101
18Best IdeaA5Muhammad Faqih Al-Ikhsan23522111
19Best IdeaA5Rasendria Bhamakerti23522263
20Best IdeaA5Anindya Mayrela Ika Putri23522268
21Best PosterB4Bimi Wirabumi23522020
22Best PosterB4Silvi Andriyani23522194
23Best PosterB4Alim Hidayaturrohman23522296
24People’s Choice AwardF4Elviana Dewi Khusna23522092
25People’s Choice AwardF4Muhammad Revi Yuliansyah23522157
26People’s Choice AwardF4Zifa Aulia Ningrum23522264
27People’s Choice AwardF4Gerren Satrio Hariyudho23522262

Nisrina Nur Masrefa

International Competition: IDEATHON 2026 @UII

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) menghadirkan International Competition: IDEATHON 2026 @UII. Kegiatan ini merupakan sebuah kompetisi tingkat internasional yang menjadi wadah bagi mahasiswa dan recent graduates untuk menunjukkan ide serta hasil penelitian di bidang Teknik Industri ke panggung internasional.

Mengusung tema “Smart, Safe, and Sustainable Innovation”, IDEATHON 2026 mengajak peserta untuk menghadirkan berbagai gagasan inovatif yang dapat menjawab permasalahan di dunia industri melalui tiga pilihan subtema, yaitu Human Factors, Ergonomics, and Safety Engineering; Smart Manufacturing and Sustainable Supply Chain Systems; serta Industrial Operations, Systems, and Management. Kompetisi ini terbuka bagi mahasiswa aktif jenjang Bachelor, Master, dan Doctoral serta recent graduates yang menyelesaikan sidang dalam 12 bulan terakhir. 

IDEATHON 2026 hadir sebagai pengembangan dari konsep kompetisi presentasi penelitian yang sebelumnya telah diwujudkan melalui ajang 3MT (Three Minute Thesis) yang diselenggarakan pada tahun 2026. Jika 3MT menjadi wadah bagi peserta untuk menyampaikan penelitian secara singkat, padat, dan menarik, IDEATHON 2026 membawa semangat tersebut ke tingkat yang lebih luas melalui kompetisi berskala internasional. 

Poster IDEATHON 2026 @UII

 

3 MINUTES TO MAKE AN IMPACT!

Menariknya, dalam kompetisi ini peserta ditantang untuk mengemas penelitian dalam satu research infographic slide dan menyampaikannya melalui video presentasi maksimal 3 menit. Dalam waktu singkat tersebut, peserta perlu menyampaikan permasalahan, tujuan, metode, hasil, hingga dampak penelitian secara jelas, padat, dan menarik.  Lebih lanjut, bagi peserta yang lolos dan menjadi finalis akan mempresentasikan hasil penelitian secara langsung dihadapan dewan juri.

Tak hanya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan penelitian ke audiens yang lebih luas, IDEATHON 2026 juga menawarkan total prize pool sebesar IDR 20 MILLION untuk kategori Bachelor, Master, dan Doctoral. Terlebih lagi, pendaftaran kompetisi ini GRATIS!

SIAP MENUNJUKAN PENELITAN MU?

Bagi kamu yang punya penelitian atau gagasan inovatif, ini saatnya bawa penelitian mu ke panggung internasional! 

Registration: 31 July – 21 August 2026
Stage 1 Selection: 21 – 24 August 2026
Shortlisted Announcement: 24 August 2026

Final Presentation: 8 September 2026

 

Jangan lewatkan kesempatan ini! Mark your calendar and get ready to join!

Registration: s.id/IDEATHON2026 (FREE REGISTRATION!)
Guideline: s.id/IDEATHON2026Guideline
Contact Person: 0857-2594-4630 (Kak Devy)

Your research deserves to be seen. Your idea deserves to make an impact.
Bring your research to the international stage with IDEATHON 2026!

 

Syawarani Gayatri

10 Mahasiswa dan 2 Dosen Teknik Industri UII mengikuti kegiatan SAP ACC APAC 2026

Asisten Laboratorium ERP SAP, Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) berkesempatan mengikuti SAP Academic Community Conference APAC 2026: “SAP Students Engagement Event with Partner” yang diselenggarakan di Kampus BINUS Alam Sutera, pada Jumat (17/7). Kegiatan ini diikuti oleh 10 mahasiswa Teknik Industri UII dan 2 dosen Teknik Industri UII, yaitu Dr. Ir. Yuli Agusti Rochman, S.T., M.Eng., IPU dan Ir. Bambang Suratno, S.T., M.T., Ph.D., IPM. Selain menghadiri konferensi, para dosen juga mengikuti rangkaian pelatihan yang telah berlangsung sejak Senin (13/7).

Kesempatan tersebut hadir karena Teknik Industri UII merupakan bagian dari SAP University Alliance. Melalui kerja sama ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan akademik dan pengembangan kompetensi yang diselenggarakan oleh SAP dan mitra industrinya. Salah satunya adalah SAP ACC APAC 2026, yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, praktisi, dan mitra industri untuk mengenal lebih dekat perkembangan teknologi serta peluang karier di dalam ekosistem SAP

Hands-on Practice SAP S/4HANA Cloud

Sesi Hands-On S/4HANA Cloud (S4C) Sandbox

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti beberapa rangkaian agenda yang memberikan pengalaman langsung maupun wawasan mengenai penerapan SAP di dunia industri. Salah satu agenda yang diikuti adalah hands-on practice, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengeksplorasi Business Builders, SAP Learning Hub Student Edition, dan S/4HANA Cloud (S4C) Sandbox melalui akses training SAP

Bagi mahasiswa Teknik Industri UII, sesi ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan pengalaman praktik SAP yang telah diperoleh sebelumnya di kampus. Melalui praktik mata kuliah Enterprise Resource Planning (ERP) yang dinaungi oleh Laboratorium ERP SAP UII, mahasiswa telah mendapatkan pengalaman hands-on modul SAP. Oleh karena itu, kesempatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi lebih jauh berbagai platform dan fitur secara langsung. 

SAP Partner Panel Sessions dan Partner Booth & Networking 

Sesi Pengenalan Dari Senior Solution Advisor at SAP Asia Pasific

Tidak hanya memperoleh pengalaman praktik, peserta juga diajak mengenal penerapan SAP di dunia kerja melalui Partner Panel Sessions bersama perwakilan perusahaan mitra. Kemudian dilanjutkan dengan Partner Booth & Networking. Pada sesi ini, mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan mitra industri sekaligus menggali informasi mengenai peluang karier di bidang SAP.

Merupakan Privilege bagi Mahasiswa Teknik Industri UII

Mahasiswa Teknik Industri Menyampaikan Kesan dan Pesan Mengikuti Kegiatan

Berbagai pengalaman yang diperoleh selama kegiatan tersebut menjadi hal yang berkesan bagi asisten Laboratorium ERP UII. Salah satu asisten yang mengikuti kegiatan, Siti Ramadhani, menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan yang diperoleh 

“Saya merasa sangat grateful karena Teknik Industri UII merupakan bagian dari SAP University Alliances, sehingga kami bisa mendapatkan kesempatan seperti ini. Melalui kegiatan ini kami bisa mengeksplorasi SAP lebih jauh dengan akses training yang eksklusif.”

Sejalan dengan pengalaman tersebut, asisten lainnya, Rafif Fadilah, turut menyampaikan kesan dan harapannya setelah mengikuti kegiatan.

“Kegiatannya sangat seru karena mendapatkan banyak insight baru, terutama mengenai dunia kerja dan perkembangan SAP di industri. Semoga ke depannya mahasiswa dan laboratorium bisa lebih banyak mengikuti kegiatan seperti ini. Sehingga, kami mendapatkan ilmu dan pengalaman yang lebih banyak.”

Pengalaman ini menjadi salah satu langkah bagi mahasiswa untuk memperluas kompetensi sekaligus memahami penerapannya di dunia industri. Harapannya, hal ini dapat menjadi bekal bagi lulusan Teknik Industri UII untuk siap berkontribusi dalam ekosistem industri berbasis teknologi digital. 

Syawarani Gayatri

Jumat (26/06/2026) – Program Studi Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kegiatan kunjungan industri TI UII ke PT Marifood di Kawasan Industri Candi, Semarang. Mahasiswa angkatan 2024 mengikuti agenda tahunan untuk memperdalam pemahaman praktis yang berkaitan erat dengan mata kuliah Pengendalian dan Penjaminan Mutu. Para Dosen mendampingi seluruh peserta agar mereka dapat mengorelasikan teori perkuliahan dengan realitas di pabrik secara langsung. Pihak manajemen perusahaan menyambut hangat kedatangan rombongan akademisi ini di aula utama sebelum tur fasilitas dimulai. Kunjungan industri ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa agar mengetahui proses kerja di industri manufaktur dari pengolahan bahan mentah hingga menjadi barang jadi. 

Eksplorasi Produksi dalam Kunjungan Industri TI UII

Kegiatan dimulai dengan melakukan tur ke area pabrik untuk melihat langsung proses pengemasan produk menggunakan mesin otomatis. Setelah selesai melihat lantai produksi, para mahasiswa kembali ke aula utama dan seluruh peserta dipersilakan mencoba berbagai produk PT Marifood, mulai dari minuman hingga makanannya. Kunjungan industri TI UII ini terasa semakin berkesan karena beberapa peserta berkesempatan langsung mengikuti sesi testing produk yang belum rilis. 

“Ini menjadi pengalaman baru yang sangat berbeda dan berharga selama masa perkuliahan, semoga kegiatan seperti ini semakin banyak ke depannya,” ucap Sekar.

Agenda edukatif ini diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan berupa figura foto bersama mahasiswa dari pihak manajemen Marifood. 

Keseruan Rekreasi di Saloka Theme Park

Mahasiswa Teknik Industri di Saloka Theme Park

Setelah seluruh rangkaian agenda formal di pabrik selesai, para mahasiswa melanjutkan perjalanan ke Saloka Theme Park Semarang. Momen ini menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk melepas penat sejenak setelah seharian belajar di lapangan. Suasana di taman rekreasi terbesar di Jawa Tengah tersebut berlangsung sangat seru dan menjadi wadah yang pas untuk mempererat kebersamaan serta keakraban dengan teman seangkatan sebelum akhirnya harus kembali ke Yogyakarta. Para mahasiswa berharap kegiatan edukatif sekaligus rekreatif seperti ini dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya. 

“Suasananya seru banget dan jadi momen yang pas untuk refreshing sekaligus menambah kebersamaan dengan teman-teman seangkatan. Semoga ke depannya kegiatan seperti ini bisa terus diadakan karena memberikan pengalaman yang nggak terlupakan “, ungkap Salsa.

Melalui kombinasi kegiatan akademik di PT Marifood dan momen kebersamaan di Saloka, kunjungan industri TI UII kali ini sukses membekali mahasiswa angkatan 2024 dengan wawasan industri yang nyata sekaligus kenangan masa kuliah yang berkesan. 

 

Kaila Bilbina M.S

Students from the Industrial Engineering Study Program, Faculty of Industrial Technology, Universitas Islam Indonesia, namely Ahmad Arro’uf Sulfuadi, Rajab Bullah Anggara Nasution, Najma Tsakiba, and Ferdian Anugrah Pratama, successfully won First Place in the Undergraduate Student Competition category at the 10th National Conference on Industrial Engineering (NCIE) 2026. The competition, held on May 22, 2026, carried the theme “Sustainable and Lean Strategy for Efficient Product Design” with a focus on Human Factors and Ergonomics. Through their research on ergonomic solutions for traditional porters (buruh gendong) at Beringharjo Market, Yogyakarta, the team demonstrated how Industrial Engineering knowledge can contribute meaningful solutions to society while achieving recognition at the national level.

Research Inspired by the Challenges Faced by Traditional Porters

The research process began with team formation, idea development, and direct data collection at Beringharjo Market. To better understand the working conditions experienced by traditional porters, the team conducted field observations and engaged in direct discussions with the workers. The collected data were then analyzed using Quality Function Deployment (QFD), anthropometric methods, and working posture analysis to design solutions that met user needs.

Throughout the project, each team member took on specific responsibilities, ranging from concept development and product design to paper writing and data analysis. The entire research process was supervised by Dr. Dwi Adi Purnama, S.T., who served as the team’s academic advisor.

Time Constraints as the Main Challenge

One of the greatest challenges faced by the team was the limited time available before the paper submission deadline. In addition, the large amount of data to be analyzed and the complexity of the proposed design required a high level of accuracy and coordination. Several stages of the research process were interdependent and had to be completed sequentially.

To overcome these challenges, the team implemented a structured division of tasks, maintained intensive communication, and conducted regular evaluations of their progress. These strategies enabled the team to successfully complete all stages of the research and ultimately secure First Place in the Undergraduate Student Competition category.

A Valuable Experience on the Road to NCIE 2026 Victory

Beyond the achievement itself, the most memorable experience for the team was the opportunity to interact directly with traditional porters at Beringharjo Market. In addition to gathering research data, they listened to various stories about the workers’ struggles and daily lives. This experience provided a deeper understanding that research should not only produce academic outcomes but also create tangible benefits for society.

For Ahmad Arro’uf Sulfuadi, this achievement holds special significance as it marked his second participation in NCIE, following his involvement in the same competition in 2024. The experience gained from his previous participation became valuable capital in understanding the dynamics of the competition and improving the quality of the research developed together with the team.

“Sometimes, what we learn in class can be applied directly in real-life situations. Take these opportunities as a way to gain experience, build your portfolio, and expand your learning beyond the classroom. You never know you might get an extra reward from it,” said Arro’uf.

This achievement is expected to inspire other students to continue developing their skills, produce impactful work, and confidently take advantage of various opportunities for personal and professional growth through academic activities and competitions.

Albin M. Wiryawan

Mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia, yaitu Ahmad Arro’uf Sulfuadi, Rajab Bullah Anggara Nasution, Najma Tsakiba, dan Ferdian Anugrah Pratama, berhasil meraih Juara 1 pada kategori Undergraduate Student Competition dalam ajang 10th National Conference on Industrial Engineering (NCIE) 2026. Kompetisi yang berlangsung pada 22 Mei 2026 tersebut mengusung tema “Sustainable and Lean Strategy for Efficient Product Design” dengan fokus kajian Human Factors and Ergonomics. Melalui penelitian yang mengangkat solusi ergonomis bagi buruh gendong di Pasar Beringharjo Yogyakarta, tim berhasil menunjukkan bagaimana penerapan ilmu Teknik Industri dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus menghasilkan prestasi di tingkat nasional.

Penelitian Berangkat dari Permasalahan Buruh Gendong

Proses penelitian dimulai dari pembentukan tim, penyusunan ide penelitian, hingga pengambilan data secara langsung di Pasar Beringharjo. Untuk memahami kondisi kerja yang dihadapi buruh gendong, tim melakukan observasi lapangan dan berdialog langsung dengan para pekerja. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD), antropometri, dan analisis postur kerja untuk merancang solusi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dalam pelaksanaannya, setiap anggota tim memegang peran masing-masing, mulai dari pengembangan konsep, perancangan produk, penyusunan paper, hingga pengolahan data. Seluruh proses penelitian juga mendapat bimbingan dari Dr. Dwi Adi Purnama, S.T. selaku dosen pembimbing.

Keterbatasan Waktu Menjadi Tantangan Utama

Salah satu hambatan terbesar yang dihadapi tim adalah waktu pengerjaan yang relatif singkat menjelang tenggat pengumpulan paper. Selain itu, banyaknya data yang harus dianalisis serta kompleksitas desain yang dikembangkan menuntut tingkat ketelitian dan koordinasi yang tinggi. Beberapa tahapan penelitian juga saling berkaitan sehingga harus diselesaikan secara berurutan. Untuk mengatasinya, tim menerapkan pembagian tugas yang terstruktur, menjaga komunikasi secara intensif, serta melakukan evaluasi berkala terhadap progres pekerjaan. Strategi tersebut membantu tim menyelesaikan seluruh tahapan penelitian dengan baik hingga akhirnya berhasil meraih Juara 1 pada kategori Undergraduate Student Competition.

Pengalaman Berharga Menuju Juara 1 NCIE 2026

Di balik keberhasilan tersebut, pengalaman yang paling membekas bagi tim adalah kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para buruh gendong di Pasar Beringharjo. Selain memperoleh data penelitian, mereka juga mendengar berbagai kisah tentang perjuangan dan kehidupan para pekerja dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa penelitian tidak hanya bertujuan menghasilkan luaran akademik, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Bagi Ahmad Arro’uf Sulfuadi, pencapaian ini juga memiliki arti khusus karena merupakan partisipasinya yang kedua dalam ajang NCIE setelah sebelumnya mengikuti kompetisi serupa pada tahun 2024. Pengalaman yang diperoleh dari keikutsertaan sebelumnya menjadi modal penting dalam memahami dinamika kompetisi sekaligus meningkatkan kualitas penelitian yang dikembangkan bersama tim.

“Kadang apa yang kita dapat di perkuliahan bisa kita praktikkan secara langsung. Niatkan saja untuk pengalaman, portofolio, dan arena belajar di ruang kelas kuliah. Siapa tahu dapat bonusnya, ” ujar Arro’uf.

Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus mengasah kemampuan, menghasilkan karya yang berdampak, serta berani memanfaatkan berbagai peluang pengembangan diri melalui kegiatan akademik maupun kompetisi.

Albin M Wiryawan

Ahmad Arro’uf Sulfuadi merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) yang berhasil meraih Juara 3 dalam International Student Symposium 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh ASEAN School of Business Network (ASBN) pada Agustus 2025. Arro’uf mengikuti cabang lomba esai dengan sub-tema “Green Economy and AI: Opportunities and Challenges”. Arro’uf mengangkat gagasan tentang integrasi AI dalam manajemen energi terbarukan berskala kawasan ASEAN. Ia melakukan pendekatan benchmarking dari terobosan ASEAN Power Grid yang digagas oleh ACE (ASEAN Center for Energy). Ia juga memetakan bagaimana integrasi AI dapat membuka batas-batas antarnegara secara lebih efisien. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Industri UII mampu berkontribusi pada diskusi isu global pada tingkat internasional.

Dari Riset Mendalam hingga Kompetisi Final Internasional

Kompetisi ini terdiri dari dua tahap, yakni tahap penyisihan dan babak final yang melibatkan peserta dari berbagai negara pada tingkat internasional. Kompetisi ini bersifat individu sehingga Arro’uf mengerjakan seluruh prosesnya sendiri dengan ritme pelan dan terukur. Dalam prosesnya, ia menempatkan diri selayaknya seorang konsultan pengambil kebijakan. Ia menyajikan data riil terkait potensi energi terbarukan pada setiap negara pionir ASEAN. Ia juga merancang implementasi energy exchange dapat berjalan otomatis melalui AI yang terautorisasi oleh APC.

Arro’uf mendalami topik melalui kajian literatur terkait penerapan AI pada manajemen energi skala makro. Ia juga menonton berbagai podcast dan video tentang bagaimana kegunaan AI dalam manajemen energi pada tingkat perusahaan. Dari situ, ia mulai berpikir jika teknologi tersebut dapat dikembangkan untuk digunakan dalam skala yang lebih luas.

Tantangan terbesar Arro’uf dalam kompetisi ini ialah menyajikan gagasan yang inovatif tetapi tetap rasional. Ia harus menyeimbangkan antara potensi implementasi AI dalam energy exchange dengan realita resistensi kebijakan dan perbedaan keterbukaan masing-masing negara. Dengan kegigihannya, Arro’uf berhasil lolos sebagai finalis dari 10 peserta internasional dan meraih Juara 3 pada sesi final.

Esai sebagai Ruang Bersuara dan Bertukar Gagasan

Pada babak final, Arro’uf berkesempatan menyaksikan ide-ide menarik dari peserta negara lain. Peserta dari Vietnam mengangkat jalur distribusi ekonomi di Sungai Mekong, sementara peserta dari Thailand membahas kereta listrik sebagai solusi transportasi berkelanjutan. Pengalaman ini membuka wawasannya bahwa isu ini dapat didekati dari sudut pandang yang beragam di setiap negara.

Arro’uf menilai pencapaian ini sebagai pengalaman yang sangat berharga, terutama karena idenya sempat ia ragukan sendiri saat tahap awal. Ia mendorong mahasiswa lain untuk tidak ragu menuangkan gagasan mereka melalui esai. Arro’uf menilai esai sebagai tempat yang fleksibel karena memungkinkan siapa pun menuangkan ide seluas-luasnya selama terdapat dukungan data yang riil dan rasional.

“So, essay menurutku wadah yang bagus untuk bersuara tentang idemu!” ungkap Arro’uf.

Arro’uf juga menegaskan bahwa gagasan yang terasa terlalu jauh untuk diimplementasikan bisa jadi justru dibutuhkan oleh mereka yang sudah memiliki kapasitas untuk mewujudkannya. Langkah berani Arro’uf membuktikan bahwa keberanian menyampaikan ide besar dapat membawa mahasiswa Indonesia bersuara hingga ke kancah internasional.

Nisrina Nur Masrefa

Rajab Bullah Anggara Nasution, Akbar Muntaqo, Nugraheni Novita Hutami, dan Fathia Aqila Zatadini merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Mereka berhasil meraih Bronze Medal pada INDES 2025. International Invention, Innovation and Design Competition (INDES) 2025 merupakan ajang kompetisi inovasi dan desain yang mempertemukan berbagai ide kreatif dalam bentuk produk atau karya inovatif. Kegiatan ini berlangsung pada 26 Juni 2025 dan berfokus pada aspek inovasi, penemuan, serta desain produk.

Dalam kompetisi ini, tim mengembangkan ECOBARA STOVE, yaitu inovasi insinerator ramah lingkungan yang dirancang untuk mendukung pengelolaan limbah secara lebih efisien. Proyek ini berperan sebagai pengelolaan sampah dengan merancang alat pembakaran sampah yang lebih ramah lingkungan dan bermanfaat. Prestasi ini membuktikan mahasiswa Teknik Industri UII mampu menghadirkan solusi permasalahan lingkungan melalui inovasi.

Dari Diskusi Tim hingga Final Presentasi 

Tahapan lomba bermulai dari penyusunan ide dan konsep produk bersama seluruh anggota tim. Persiapan mencakup pencarian referensi tentang insinerator dan pengelolaan sampah. Selain itu, tim melakukan penyusunan konsep ECOBARA STOVE serta pembuatan materi presentasi dan media pendukung. Tahapan ini terlaksana dengan pembagian tugas sesuai kemampuan masing-masing anggota tim.

Tantangan terbesar tim adalah membagi waktu, menyatukan ide antaranggota, dan menjelaskan konsep insinerator agar juri mudah memahaminya. Tim mengatasinya melalui komunikasi yang baik, pembagian tugas yang jelas, serta evaluasi bersama sebelum hari pelaksanaan. Dengan kegigihan dan kekompakkan antar anggota, tim kemudian mepresentasikan karya ini. Juri menilai karya berdasarkan aspek inovasi, kreativitas, manfaat, dan kesesuaian tema hingga akhirnya tim berhasil meraih Bronze Medal.

Pengalaman Berharga Menuju Bronze Medal

Bagi Rajab yang merupakan salah satu anggota tim, INDES 2025 menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan ide inovatif, membangun kerja sama tim, dan melatih kepercayaan diri saat mempresentasikan karya. Proses yang telah terlalui bersama meninggalkan pesan pentingnya saling mendengarkan pendapat dan menyelesaikan kendala secara bersama. Kebersamaan tim menjadi kunci dari pencapaian kemenangan Bronze Medal yang mereka raih.

“Jangan takut mencoba mengikuti lomba. Dari lomba seperti ini, kita bisa mendapat pengalaman, menambah wawasan, melatih kerja sama, dan meningkatkan rasa percaya diri. Yang penting berani memulai, mau belajar, dan tetap semangat selama prosesnya,” ujar Rajab.

Rajab juga menegaskan bahwa ide sederhana dapat menjadi karya yang bermanfaat jika kita mengembangkannya dengan kesungguhan. Keberanian tim ini membuktikan bahwa inovasi yang berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan mampu bersaing pada ranah internasional.

Nisrina Nur Masrefa

Ahmad Arro’uf Sulfuadi, Ferdian Anugrah Pratama, dan Muhammad Imam Baihaqi merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Mereka berhasil meraih prestasi pada Sustainable Innovations Essay Competition (SINEC) 2025. Tim ini menjadi finalis, meraih penghargaan Most Implementative Idea (Bronze Medal) hingga publikasi karya dalam jurnal IASSF. SINEC merupakan kompetisi esai ilmiah tingkat nasional yang berfokus pada inovasi dan solusi berkelanjutan. Kompetisi ini mendorong mahasiswa dan pelajar menciptakan gagasan kreatif menghadapi tantangan lingkungan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan teknologi. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 9 dan 10 Agustus 2025 di Yogyakarta.

Pada kegiatan SINEC, tim mengambil isu lingkungan dan keberlanjutan melalui karya berjudul Development of NARA Biodegradable Journaling Books as a Circular Economy-Based Solution for Sustainable Lifestyle Transformation and Social Empowerment. Karya tersebut membahas pengembangan jurnal biodegradable yang terbuat dari limbah kulit jagung dan kertas daur ulang. Berbasis circular economy, produk ini dirancang sebagai solusi gaya hidup berkelanjutan yang mendukung pemberdayaan sosial petani lokal.

Riset Mendalam Jadi Fondasi Karya NARA

Rangkaian SINEC 2025 diawali dengan pendaftaran dan pengiriman esai pada 7 April–31 Mei 2025. Selanjutnya terdapat tahap penjurian, hingga puncaknya pada babak final di Yogyakarta. Persiapan untuk kompetisi ini membutuhkan usaha yang cukup besar. Tim menyusun riset mendalam terkait sustainable product development, circular economy, dan Voice of Customer (VoC). Tim juga melakukan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa di D.I.Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan guna memahami kebutuhan pengguna terhadap produk journaling berkelanjutan.

Proses persiapan juga mencakup pengembangan konsep produk NARA, pembuatan poster ilmiah, penyusunan artikel ilmiah, hingga latihan presentasi. Setiap anggota tim menjalankan peran sesuai keahliannya, dari penyusunan konsep dan metodologi hingga penyampaian presentasi saat lomba berlangsung. Selama proses ini, tim mendapat arahan dan masukan dari dosen pembimbing, yaitu Dr. Dwi Adi Purnama, S.T.,.

Integrasikan Keberlanjutan dan Kebutuhan Pengguna, Tantangan Terbesar Tim

Tantangan terbesar tim terletak pada upaya mempertemukan aspek keberlanjutan lingkungan dengan kebutuhan produk bagi penggunanya. Tim mempertimbangkan aspek agar NARA tidak sekadar ramah lingkungan. Akan tetapi juga benar-benar menarik dan sesuai kebutuhan mahasiswa sebagai target pengguna. Tantangan tim lainnya ada pada proses penyusunan artikel ilmiah. Prosesnya menuntut ketelitian ekstra dalam penelusuran referensi serta pembangunan argumen akademik.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim melakukan berbagai solusi yang memungkinkan. Seperti melakukan komunikasi terbuka, pembagian tugas, diskusi rutin, dan revisi berkala. Selain itu, konsultasi dengan dosen pembimbing dan mentor penelitian turut membantu penyempurnaan karya. Kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan tidak hanya meraih Bronze Medal, karya mereka pun lolos untuk diterbitkan pada jurnal IASSSF. Capaian tersebut menjadi pengalaman berharga bagi tim dalam mengasah kemampuan akademik dan penyusunan karya ilmiah.

Bangga Bertemu Ide-Ide Kreatif dari Berbagai Daerah

Bagi tim, SINEC 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang berkembang yang penuh pengalaman berharga. Bertemu dengan peserta dari berbagai daerah yang membawa ide baru menjadi salah satu momen paling berkesan selama kompetisi. Kompetisi ini juga memperluas wawasan akademik dan memperkuat kepercayaan diri mereka dalam menyampaikan gagasan ilmiah. Salah satu anggota tim, Ferdian, memberikan pesan yang mengalir dari pengalaman pribadinya.

“Jangan takut untuk mencoba ikut lomba, karena setiap proses yang dijalani akan selalu membawa pengalaman dan pelajaran baru. Tidak harus langsung hebat untuk memulai, tetapi harus berani memulai untuk bisa berkembang,” ungkap Ferdian.

Langkah berani tim ini menjadi bukti bahwa keberanian mencoba dapat membuka peluang yang sebelumnya tidak terpikirkan. Harapannya, perjalanan mereka di SINEC 2025 dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk tidak pernah ragu mengambil kesempatan.

Nisrina Nur Masrefa