Expo Big Project 2026

Yogyakarta, 13-17 Juli 2026 — Laboratorium Desain Sistem Kerja dan Ergonomi (DSKE), Program Studi Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia (UII), sukses menyelenggarakan rangkaian Big Project PPSK 2026. Kegiatan ini menjadi puncak pembelajaran mata kuliah PPSK yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempresentasikan dan mengembangkan hasil proyek yang telah dikerjakan selama satu semester.

Mengusung tema “Ergonomic Innovation for Human Technology System in the Era of Society 5.0”, rangkaian Big Project PPSK 2026 terdiri atas Presentasi , Expo, hingga Final Presentation. Selain menjadi bagian dari proses penilaian, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa Teknik Industri UII untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreativitas, serta pemecahan masalah melalui penerapan prinsip ergonomi dan teknologi.

Presentasi Big Project Menjadi Tahap Penilaian Awal

Presentasi BIg Project 2026

Rangkaian Big Project PPSK 2026 diawali dengan presentasi yang melibatkan 38 tim dari seluruh kelas yang dilaksanakan pada 13-15 Juli 2026. Pada tahap ini, setiap tim mempresentasikan hasil proyek yang telah dikembangkan selama satu semester di hadapan dosen juri.

Mahasiswa memaparkan berbagai aspek proyek, mulai dari latar belakang permasalahan, proses perancangan, metode yang digunakan, hingga solusi yang dihasilkan. Setiap proyek juga diarahkan untuk menjawab permasalahan yang berkaitan dengan ergonomi dan sistem manusia-teknologi sesuai dengan tema Big Project PPSK 2026.

Sesi presentasi kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan, masukan, dan evaluasi dari dosen. Tahap ini menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus penilaian awal sebelum mahasiswa melanjutkan ke tahap expo dan final presentation.

Big Project Expo Tampilkan Inovasi Mahasiswa di Hall FTI UII

Produk Expo

Memasuki hari keempat, pada 16 Juli 2026, seluruh tim mengikuti Expo Big Project yang diselenggarakan di Hall Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII. Pada kegiatan ini, mahasiswa menampilkan berbagai hasil inovasi dalam bentuk produk, prototipe, maupun media pendukung yang telah dikembangkan selama proses pembelajaran.

Selama expo berlangsung, pengunjung dapat mengunjungi berbagai stan dan berdiskusi secara langsung dengan peserta mengenai konsep, manfaat, serta implementasi dari inovasi yang dipamerkan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk memperkenalkan hasil proyek, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dalam menjelaskan dan mempertahankan ide yang telah mereka kembangkan.

Selain sebagai wadah berbagi ide dan pengalaman, Expo Big Project juga menjadi bagian dari proses penilaian. Dosen melakukan evaluasi terhadap proyek berdasarkan berbagai aspek, seperti inovasi, penerapan prinsip ergonomi, kualitas penyajian, serta relevansi solusi yang ditawarkan terhadap kebutuhan di era Society 5.0.

Final Presentation dan Pengumuman Pemenang Tutup Big Project PPSK 2026

Final Presentation PPSK 2026

Rangkaian Big Project PPSK 2026 ditutup melalui Final Presentation yang diselenggarakan pada 17 Juli 2026 di Auditorium FTI UII. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen, asisten laboratorium, serta seluruh praktikan mata kuliah PPSK sebagai bentuk apresiasi terhadap proses dan hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan selama satu semester.

Pada tahap final presentation, tujuh tim terbaik atau Top 7 Finalists mempresentasikan proyek unggulan mereka di hadapan dosen juri. Setiap tim menyampaikan inovasi yang dikembangkan, mulai dari permasalahan yang diangkat, proses perancangan, hingga manfaat dan potensi implementasi solusi yang ditawarkan. Presentasi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sebagai bagian dari penilaian akhir.

Setelah seluruh finalis menyelesaikan presentasi, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan kepada tim terbaik. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas, inovasi, dan dedikasi mahasiswa dalam menghasilkan solusi yang mengintegrasikan prinsip ergonomi dan teknologi untuk menjawab tantangan di era Society 5.0.

Fathan, perwakilan tim peraih Grand Champion Big Project PPSK 2026, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini memberikan pengalaman pembelajaran yang berharga, khususnya dalam proses berinovasi dan merancang solusi berbasis ergonomika.

“Alhamdulillah, Big Project PPSK 2026 menjadi salah satu fase pembelajaran yang berharga bagi saya untuk berinovasi dan merancang solusi terhadap permasalahan ergonomika dalam kehidupan sehari-hari. Proses ini tentunya tidak terlepas dari bimbingan para asisten khususnya asisten E-183 dan E-186 yang selalu mendukung timkami untuk terus berkarya dan berinovasi. Semoga Big Project PPSK 2027 dapat menghadirkan ide dan inovasi yang semakin keren, serta menjadi pengalaman yang berkesan bagi teman-teman yang akan menjalaninya.”

Rangkaian Big Project PPSK 2026 menjadi gambaran bagaimana proses pembelajaran dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide menjadi sebuah inovasi yang mampu menjawab permasalahan nyata. Melalui presentasi, expo, dan final presentation, mahasiswa tidak hanya ditantang untuk menghasilkan solusi, tetapi juga belajar menyampaikan, mempertahankan, dan mengembangkan ide secara kolaboratif.

Dengan berakhirnya Big Project PPSK 2026, diharapkan pengalaman dan inovasi yang telah dihasilkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaksanaan Big Project PPSK 2027 serta mendorong mahasiswa untuk terus menghadirkan solusi ergonomi yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi.

#HumanizeYourself

ACHIEVEMENTKODE KELOMPOKNAMANIMNAMA PRODUK
Grand ChampionD1Fathan Rasikh Abudh24522060Smarthelm 2.0
Hana Alyadhia Loso24522058
Muhammad Ababil Al Murtadlo24522080
Natasya Dyah Anggraini24522227
1st Runner UpA1Willdan Adinata24522014Smart Medicine Box
Aqila Marzaqah Putri Sidharta24522025
Rizqy Noor Hakim24522062
Nasywa Salsabila24522063
Marcella Aulia P.24522221
2nd Runner UpB2Rajab Bullah Anggara Nasution24522254Archipop
Atsaal Zacky Zainurrahman24522128
Naufal Hanif Caesarian24522152
Adhana Khanahara Susanto24522194
Iqra Azzahra Ibrahim24522165
3rd Runner UpIP1Kynan Khairan Ramadhan24522254Devisia
Ednaya Avarielle S.24522128
Septiana Ayu A.24522152
4th Runner UpD6Acmad Chavid Nurdien24522057Smart Gas Cabinet
Akhtar Faiz Gibran24522033
Praba Aryasuta Nugraha24522017
Prabawa Satriyajati Wiyoto24522026
Final PresentationB4Nayla Aninda Kirana24522003Smart Bag
Sakura Holly Oceania Wibowo24522160
Rana Amirah Haidar Amru24522167
Jingga Larissa Praharsini24522209
Final PresentationA3Hanif Ramadhani Hauzan24522099Carevia
Rafeyfa Shaula Asyla24522200
Sekar Hutami Melati Giri24522204
Nisrina Kaysa Ramadhani24522212

Kaila Bilbina M.S

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), menyelenggarakan EXPO Perancangan Sistem Industri Terpadu (PSIT) pada Jumat (17/7). Acara ini berlangsung di Hall FTI UII mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Dua orang MC yang membuka dan membersamai acara ini yaitu Akmal Faiq Fadhillah Hidayat dan Bintang Nairah Yuan. Dalam rangkaian acaranya, sambutan turut disampaikan oleh Sekretaris Program Studi yaitu, Dr. Sri Indrawati, S.T., M.Eng., dan Koordinator EXPO PSIT 2026 yaitu Sayyidah Maulidatul Afraah, S.T., M.T. Matakuliah EXPO PSIT pada tahun ini memiliki tema terkait transportasi, dengan mengangkat judul “Transportasi sebagai Sistem Industri: Integrasi Operasi, Infrastruktur, dan Layanan”.

Dari Proses Pembelajaran hingga Karya: Pandangan Dosen tentang EXPO PSIT

Rangkaian mata kuliah PSIT ini diampu oleh delapan dosen Teknik Industri FTI UII. Dosen-dosen tersebut ialah Dr. Joko Sulistio, S.T., M.T., M.Sc.; Dr. Harwati, S.T., M.T.; Ratih Dianingtyas, S.T., Ph.D.; Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc.; Wahyudi Sutrisno, S.T., M.M.; Dr. Ir. Yuli Agusti Rochman, S.T., M.Eng., IPU.; Dr. Dwi Adi Purnama, S.T.; serta Sayyidah Maulidatul Afraah, S.T., M.T. Kedelapan dosen ini secara bersama-sama membimbing mahasiswa mulai dari tahap perancangan hingga proses akhir dalam EXPO PSIT. 

Salah satu dosen pengampu yaitu Ratih Dianingtyas Kurnia, S.T., Ph.D., turut membagikan pandangannya mengenai pelaksanaan pembelajaran hingga EXPO PSIT ini. Beliau menjelaskan bahwa PSIT secara umum dikenal sebagai Capstone Design, yaitu tahap puncak dari seluruh proses pembelajaran mahasiswa Teknik Industri. Menurutnya, istilah “Capstone” sendiri menggambarkan hasil akhir dari apa yang telah dipelajari mahasiswa selama menempuh perkuliahan, dan hasil dari proses belajar itu pada akhirnya ditunjukkan lewat karya yang dipamerkan di acara ini.

Capstone itu istilahnya, cap kan artinya topi, jadi ini semacam puncaknya. Selama beberapa semester teman-teman belajar, nah hasilnya nanti akan terlihat pada capstone ini,” jelasnya.

Terkait pemilihan tema, Ratih menerangkan bahwa topik Capstone Design memang berganti setiap tahunnya, seperti pengelolaan sampah dan pemberdayaan UMKM pada tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, transportasi terpilih karena merupakan isu yang krusial meski sering terlewat dari perhatian banyak orang. Padahal isu terkait transportasi sendiri memiliki kedekatan dengan keseharian semua orang. Oleh karenanya, penting bagi mahasiswa untuk peka terhadap kebutuhan dan kepentingan kruisial yang belum banyak terdapat pada sektor transportasi ini.

Dari sisi persiapan, Ratih mengakui adanya tantangan karena kemampuan dan pengalaman mahasiswa yang beragam. Meski hasil karya berbeda-beda, ia lebih mengapresiasi proses mahasiswa dalam memahami dan menerapkan ilmu yang telah mahasiswa pelajari. Menurutnya, EXPO PSIT menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana mahasiswa mampu menerapkan ilmu Teknik Industri sekaligus menjadi bekal dalam menghadapi tugas akhir. Selama pendampingan, Ratih juga merasa senang dapat berinteraksi dan mengenal setiap kelompok lebih dekat, serta terkesan melihat antusiasme mahasiswa saat menjelaskan prototype yang mereka buat. Meski cukup menantang, ia menilai pengalaman mendampingi mahasiswa dalam EXPO PSIT tetap menjadi pengalaman yang seru dan berkesan. 

Antusiasme dan Apresiasi Peserta

Peserta EXPO PSIT juga turut merasakan antusiasme itu sendiri. Salah satunya yaitu Chika Tri Anisa, mahasiswa dari kelompok D6, yang mengaku senang dapat menyaksikan langsung berbagai karya inovatif dari sesama mahasiswa. Menurutnya, banyak wawasan baru yang ia dapatkan, terutama mengenai potensi penerapan teknologi pada sistem transportasi, seperti sistem perparkiran maupun pengaturan lampu lalu lintas.

Pada kelompoknya sendiri turut memamerkan sistem parkir pintar untuk salah satu pusat perbelanjaan di Yogyakarta yang sering mengalami kepadatan pengunjung. Sistem tersebut memberikan rekomendasi slot parkir terdekat melalui dashboard dan dilengkapi indikator LED, dengan warna merah untuk slot terisi dan hijau untuk slot kosong, sehingga pengunjung tidak perlu berkeliling mencari tempat parkir. Dalam EXPO ini Ia juga melihat bahwa penerapan ilmu Teknik Industri ternyata tidak hanya berkaitan dengan manufaktur. Tetapi juga berperan pada sektor transportasi untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan kenyamanan pengguna.

“Saya jadi lebih tahu bahwa ilmu Teknik Industri tidak hanya berkaitan dengan manufaktur, tetapi juga memiliki penerapan pada berbagai bidang, termasuk transportasi.” Ujar Chika.

Untuk ke depannya, ia berharap EXPO serupa dapat terus terselenggara secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak industri. Menurutnya, keterlibatan industri dapat memberikan masukan langsung sekaligus membuka peluang bagi karya mahasiswa untuk penerapan dalam dunia nyata. Melalui EXPO PSIT 2026, mahasiswa Teknik Industri FTI UII menunjukkan kemampuan dalam menerapkan ilmu yang telah mahasiswa pelajari untuk menghasilkan berbagai solusi dalam bidang transportasi. 

Kehadiran Pakar dari Luar Universitas

EXPO PSIT tahun ini turut menghadirkan sejumlah pakar dari luar universitas untuk memberikan penilaian sekaligus wawasan tambahan bagi mahasiswa. Penilaian ini terlaksana pada ruang sidang FTI UII. Pakar yang hadir antara lain Hanna Pertiwi dari PT MRT Indonesia, serta Khansadinah Nahdah W. dan Evak Nurwakhid, A.Md., yang keduanya berasal dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II D.I. Yogyakarta.

Hanna Pertiwi menyampaikan apresiasinya atas kesempatan dari Teknik Industri UII untuk terlibat langsung dalam penilaian sekaligus berdiskusi dengan mahasiswa. Ia mengaku pengalaman ini sangat berkesan baginya, karena dapat berdiskusi dan mencoba langsung berbagai karya inovatif yang mahasiswa hasilkan. Menurutnya, ide-ide yang ada tidak hanya segar dan memiliki nilai jual, tetapi juga cukup relevan untuk mengimplementasikan dalam dunia nyata.

Hanna mengharapkan inovasi ini dapat terus berkembang dan meluas, termasuk melalui kolaborasi lintas program studi. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menambah wawasan mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga mendapat pengalaman praktis dalam mengembangkan dan menerapkan ide. Pengalaman tersebut menurutnya dapat menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja. Hanna berpesan agar mahasiswa terus berkarya, belajar, dan berkolaborasi untuk memberikan kontribusi nyata dalam dunia kerja dan Indonesia.

“Teruslah berkarya, tetap haus akan ilmu dan perkuat kolaborasi demi Indonesia yang lebih maju. Kami tunggu kontribusi rekan-rekan Mahasiswa dalam dunia kerja ya.” Pesan Hanna.

Momen Penghargaan Karya Terbaik

Salah satu agenda yang menarik perhatian dalam EXPO PSIT adalah dalam pengumuman kelompok terbaik. Pengumuman ini terlaksana pada Auditorium FTI UII setelah adanya kuliah umum pada hari yang sama. Termasuk predikat juara 2 pada tahun ini dengan kelompok D4 sebagai peraih juara tersebut. Khansa Safira Retyaputri merupakan salah satu anggota kelompok yang membagikan pengalaman dalam momen ini. Ia mengaku tidak menyangka timnya bisa meraih posisi tersebut, mengingat menurutnya inovasi dari kelompok-kelompok lain juga tidak kalah menarik. Meski begitu, ia bersyukur atas kesempatan yang ada sehingga kelompoknya dapat meraih juara 2.

“Tidak menyangka, karena jujur inovasi kelompok lain juga keren semua, jadi alhamdulillah sih mendapat kesempatan jadi juara 2” Ucap Khansa.

Pada kelompok D4 sendiri mengembangkan inovasi bernama Blind Spot Information System. Inovasi ini sistem pendukung keselamatan yang membantu pengemudi truk memantau area blind spot atau titik buta di sekitar kendaraan. Menurut Khansa, keberhasilan timnya meraih juara 2 didukung oleh relevansi solusi dengan permasalahan nyata serta kesiapan prototype dalam menunjukkan kinerja sensor ultrasonik. Ia berharap EXPO PSIT ke depan dapat terus berkembang dengan menghadirkan lebih banyak inovasi dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan dunia industri.

NoKategoriNama KelompokNama AnggotaNIM Anggota
1Juara ISIGAPBadr Aldeen Abdulrahman Yahya Ahmed Al-Khazan23522258
2Juara ISIGAPMuhammad Mahdy Fadhlullah23522282
3Juara ISIGAPPrabaswara Mahameru Wangid23522037
4Juara IID4Muhammad Yusuf Fadilah23522059
5Juara IID4Khansa Safira Retyaputri23522149
6Juara IID4Muh. Rizky Nabila Akbar23522151
7Juara IID4Alan Bayu Kusuma23522266
8Juara IIIC7Rif’at Fayyazhuda Putra23522212
9Juara IIIC7Muhammad Arief Dzikri23522231
10Juara IIIC7Rizky Arya Putra23522152
11Best PrototypeE8Alby Gifari23522232
12Best PrototypeE8Syawarani Gayatri23522122
13Best PrototypeE8Teuku M Rafi Prayogi23522005
14Best PresentationF7Yurcel Listya Artamevia Dewi23522215
15Best PresentationF7Azura Keisha Dzakia Atallah23522275
16Best PresentationF7Ahmad Ali Aji23522288
17Best IdeaA5Nisrina Nur Masrefa23522101
18Best IdeaA5Muhammad Faqih Al-Ikhsan23522111
19Best IdeaA5Rasendria Bhamakerti23522263
20Best IdeaA5Anindya Mayrela Ika Putri23522268
21Best PosterB4Bimi Wirabumi23522020
22Best PosterB4Silvi Andriyani23522194
23Best PosterB4Alim Hidayaturrohman23522296
24People’s Choice AwardF4Elviana Dewi Khusna23522092
25People’s Choice AwardF4Muhammad Revi Yuliansyah23522157
26People’s Choice AwardF4Zifa Aulia Ningrum23522264
27People’s Choice AwardF4Gerren Satrio Hariyudho23522262

Nisrina Nur Masrefa

International Competition: IDEATHON 2026 @UII

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) menghadirkan International Competition: IDEATHON 2026 @UII. Kegiatan ini merupakan sebuah kompetisi tingkat internasional yang menjadi wadah bagi mahasiswa dan recent graduates untuk menunjukkan ide serta hasil penelitian di bidang Teknik Industri ke panggung internasional.

Mengusung tema “Smart, Safe, and Sustainable Innovation”, IDEATHON 2026 mengajak peserta untuk menghadirkan berbagai gagasan inovatif yang dapat menjawab permasalahan di dunia industri melalui tiga pilihan subtema, yaitu Human Factors, Ergonomics, and Safety Engineering; Smart Manufacturing and Sustainable Supply Chain Systems; serta Industrial Operations, Systems, and Management. Kompetisi ini terbuka bagi mahasiswa aktif jenjang Bachelor, Master, dan Doctoral serta recent graduates yang menyelesaikan sidang dalam 12 bulan terakhir. 

IDEATHON 2026 hadir sebagai pengembangan dari konsep kompetisi presentasi penelitian yang sebelumnya telah diwujudkan melalui ajang 3MT (Three Minute Thesis) yang diselenggarakan pada tahun 2026. Jika 3MT menjadi wadah bagi peserta untuk menyampaikan penelitian secara singkat, padat, dan menarik, IDEATHON 2026 membawa semangat tersebut ke tingkat yang lebih luas melalui kompetisi berskala internasional. 

Poster IDEATHON 2026 @UII

 

3 MINUTES TO MAKE AN IMPACT!

Menariknya, dalam kompetisi ini peserta ditantang untuk mengemas penelitian dalam satu research infographic slide dan menyampaikannya melalui video presentasi maksimal 3 menit. Dalam waktu singkat tersebut, peserta perlu menyampaikan permasalahan, tujuan, metode, hasil, hingga dampak penelitian secara jelas, padat, dan menarik.  Lebih lanjut, bagi peserta yang lolos dan menjadi finalis akan mempresentasikan hasil penelitian secara langsung dihadapan dewan juri.

Tak hanya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan penelitian ke audiens yang lebih luas, IDEATHON 2026 juga menawarkan total prize pool sebesar IDR 20 MILLION untuk kategori Bachelor, Master, dan Doctoral. Terlebih lagi, pendaftaran kompetisi ini GRATIS!

SIAP MENUNJUKAN PENELITAN MU?

Bagi kamu yang punya penelitian atau gagasan inovatif, ini saatnya bawa penelitian mu ke panggung internasional! 

Registration: 31 July – 21 August 2026
Stage 1 Selection: 21 – 24 August 2026
Shortlisted Announcement: 24 August 2026

Final Presentation: 8 September 2026

 

Jangan lewatkan kesempatan ini! Mark your calendar and get ready to join!

Registration: s.id/IDEATHON2026 (FREE REGISTRATION!)
Guideline: s.id/IDEATHON2026Guideline
Contact Person: 0857-2594-4630 (Kak Devy)

Your research deserves to be seen. Your idea deserves to make an impact.
Bring your research to the international stage with IDEATHON 2026!

 

Syawarani Gayatri

10 Mahasiswa dan 2 Dosen Teknik Industri UII mengikuti kegiatan SAP ACC APAC 2026

Asisten Laboratorium ERP SAP, Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) berkesempatan mengikuti SAP Academic Community Conference APAC 2026: “SAP Students Engagement Event with Partner” yang diselenggarakan di Kampus BINUS Alam Sutera, pada Jumat (17/7). Kegiatan ini diikuti oleh 10 mahasiswa Teknik Industri UII dan 2 dosen Teknik Industri UII, yaitu Dr. Ir. Yuli Agusti Rochman, S.T., M.Eng., IPU dan Ir. Bambang Suratno, S.T., M.T., Ph.D., IPM. Selain menghadiri konferensi, para dosen juga mengikuti rangkaian pelatihan yang telah berlangsung sejak Senin (13/7).

Kesempatan tersebut hadir karena Teknik Industri UII merupakan bagian dari SAP University Alliance. Melalui kerja sama ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan akademik dan pengembangan kompetensi yang diselenggarakan oleh SAP dan mitra industrinya. Salah satunya adalah SAP ACC APAC 2026, yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, praktisi, dan mitra industri untuk mengenal lebih dekat perkembangan teknologi serta peluang karier di dalam ekosistem SAP

Hands-on Practice SAP S/4HANA Cloud

Sesi Hands-On S/4HANA Cloud (S4C) Sandbox

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti beberapa rangkaian agenda yang memberikan pengalaman langsung maupun wawasan mengenai penerapan SAP di dunia industri. Salah satu agenda yang diikuti adalah hands-on practice, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengeksplorasi Business Builders, SAP Learning Hub Student Edition, dan S/4HANA Cloud (S4C) Sandbox melalui akses training SAP

Bagi mahasiswa Teknik Industri UII, sesi ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan pengalaman praktik SAP yang telah diperoleh sebelumnya di kampus. Melalui praktik mata kuliah Enterprise Resource Planning (ERP) yang dinaungi oleh Laboratorium ERP SAP UII, mahasiswa telah mendapatkan pengalaman hands-on modul SAP. Oleh karena itu, kesempatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi lebih jauh berbagai platform dan fitur secara langsung. 

SAP Partner Panel Sessions dan Partner Booth & Networking 

Sesi Pengenalan Dari Senior Solution Advisor at SAP Asia Pasific

Tidak hanya memperoleh pengalaman praktik, peserta juga diajak mengenal penerapan SAP di dunia kerja melalui Partner Panel Sessions bersama perwakilan perusahaan mitra. Kemudian dilanjutkan dengan Partner Booth & Networking. Pada sesi ini, mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan mitra industri sekaligus menggali informasi mengenai peluang karier di bidang SAP.

Merupakan Privilege bagi Mahasiswa Teknik Industri UII

Mahasiswa Teknik Industri Menyampaikan Kesan dan Pesan Mengikuti Kegiatan

Berbagai pengalaman yang diperoleh selama kegiatan tersebut menjadi hal yang berkesan bagi asisten Laboratorium ERP UII. Salah satu asisten yang mengikuti kegiatan, Siti Ramadhani, menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan yang diperoleh 

“Saya merasa sangat grateful karena Teknik Industri UII merupakan bagian dari SAP University Alliances, sehingga kami bisa mendapatkan kesempatan seperti ini. Melalui kegiatan ini kami bisa mengeksplorasi SAP lebih jauh dengan akses training yang eksklusif.”

Sejalan dengan pengalaman tersebut, asisten lainnya, Rafif Fadilah, turut menyampaikan kesan dan harapannya setelah mengikuti kegiatan.

“Kegiatannya sangat seru karena mendapatkan banyak insight baru, terutama mengenai dunia kerja dan perkembangan SAP di industri. Semoga ke depannya mahasiswa dan laboratorium bisa lebih banyak mengikuti kegiatan seperti ini. Sehingga, kami mendapatkan ilmu dan pengalaman yang lebih banyak.”

Pengalaman ini menjadi salah satu langkah bagi mahasiswa untuk memperluas kompetensi sekaligus memahami penerapannya di dunia industri. Harapannya, hal ini dapat menjadi bekal bagi lulusan Teknik Industri UII untuk siap berkontribusi dalam ekosistem industri berbasis teknologi digital. 

Syawarani Gayatri

Laboratorium Sistem Manufaktur (SIMAN), Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), menggelar EXPO Big Project Perancangan Fasilitas 2025 pada Kamis (18/12). Kegiatan ini merupakan bagian klimaks dari rangkaian praktikum mata kuliah Perancangan Fasilitas (PF). Sebanyak 63 tim mahasiswa Teknik Industri FTI UII memamerkan karya usulan terbaik mereka dalam acara ini. Para peserta menampilkan berbagai rancangan tata letak pabrik dan UMKM yang inovatif dan aplikatif. Mereka mengintegrasikan teori perancangan fasilitas dengan kondisi nyata di dunia industri. Usulan tersebut menghasilkan solusi yang efisien dan optimal untuk meningkatkan produktivitas.

Inovasi Mahasiswa

Acara mencangkup dengan sesi pameran dan penilaian karya inovasi mahasiswa berupa prototype layout. Asisten Laboratorium SIMAN memberikan penilaian secara langsung terhadap setiap karya. Salah satu karya yang menarik merupakan karya dari kelompok TD-9. Tim ini merancang ulang tata letak pabrik untuk proses produksi mesin pengekstrak jahe agar lebih efisien dan terstruktur. Tim tersebut melakukan perancangan ulang karena layout awal belum optimal. Hal ini berdampak pada jarak perpindahan menjadi lebih panjang, adanya peningkatan waktu, dan naiknya biaya material handling.

Inovasi ini berdasarkan analisis penelitian dan pengamatan yang mendalam terhadap kondisi nyata di lapangan pada pabrik tersebut. Tim TD-9 menyebutkan bahwa keterbatasan luas area, variasi ukuran komponen dan jumlah stasiun kerja menjadi tantangan utama dalam merancang layout yang efisien.

“Kami ingin memperbaiki aliran produksi mesin pengekstrak jahe agar lebih teratur dan linier. Fokus utamanya adalah mengurangi jarak perpindahan material, menekan ongkos material handling, serta mengoptimalkan hubungan kedekatan antar stasiun kerja,” jelas Helda Noor Prameswari, sebagai perwakilan tim.

Layout usulan yang dihasilkan mampu menciptakan alur produksi yang lebih rapi dan menurunkan ongkos material handling secara signifikan. Proses evaluasi layout juga didukung penggunaan software sehingga hasilnya lebih terukur dan objektif. Tim berharap usulan layout ini dapat menjadi acuan bagi pabrik dalam menata area produksi secara lebih rapi, efisien dan aman. Penerapan layout dapat dilakukan secara bertahap sesuai kondisi pabrik tanpa memerlukan perubahan besar pada fasilitas yang sudah ada.

Tanggapan dari Panitia Penyelenggara

Dari sisi panitia, Dinda Meilia Rhepon, asisten Laboratorium SIMAN sekaligus PIC kegiatan ini mengungkapkan antusiasme peserta terlihat sangat baik. Dinda juga membagikan kesannya dalam melakukan persiapan EXPO. Terlebih pada proses melengkapi detail-detail EXPO, mulai dari pemilihan vendor, memilih desain backdrop dan gate, hingga berkoordinasi bersama sesama asisten lab SIMAN.

“Walaupun lab SIMAN sudah sering melaksanakan EXPO Gamtek setiap tahunnya, tapi EXPO Perancangan Fasilitas adalah hal yang baru bagi asisten Lab SIMAN, jadi sebenernya punya tantangan sendiri.” Ujarnya.

Dinda menyampaikan harapan besar agar EXPO ini memberikan dampak jangka panjang bagi para praktikan. Dinda berharap para praktikan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama praktikum dan EXPO, baik saat menjalani kerja praktik maupun ketika terjun ke dunia pekerjaan. Ia juga mengharapkan agar expo dapat dijalankan secara lancar pada tahun berikutnya.

“Semoga EXPO tahun selanjutnya lebih meriah dan semangat terus buat asisten ke depannya serta praktikan!” pesannya.

Kesan dan Pesan dari Pengunjung

Expo Perancangan Fasilitas 2025 mendapat apresiasi yang positif dari para pengunjung. Salah satu pengunjung tersebut ialah Nilam Atika Sari mahasiswa Fakultas Teknologi Industri. Ia mengungkapkan kegembiraannya, karena merasa termotivasi melihat antusiasme dan ambisi peserta EXPO terlihat dari maket yang dibuat menarik.

Nilam juga menekankan acara EXPO ini sebagai pembelajaran untuk menjadi wadah belajar memvisualisasikan dan mempresentasikan analisis, perhitungan, serta rekomendasi kepada orang lain. Ia juga menilai acara ini sebagai kesempatan latihan untuk melakukan pitching atau meyakinkan client di masa mendatang. Akhir kata, Ia berharap agar EXPO di masa mendatang dapat lebih meriah.

“Harapannya, semoga lebih ramai lagi, bukan dari mahasiswa FTI saja bahkan sampai keluar” ujarnya.

Dengan demikian, EXPO Perancangan Fasilitas 2025 merupakan pembuktian kemampuan mahasiswa Teknik Industri FTI UII dalam penerapan teori tata letak di dunia nyata. Berbagai rancangan layout menggambarkan kemampuan menganalisis, kreativitas, serta kesiapan menghadirkan solusi perancangan fasilitas yang inovatif dan aplikatif bagi perkembangan di sektor industri.

Nisrina Nur Masrefa

Yogyakarta, 6-12 April 2026 – Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan EXPO FTI 2026 di Pakuwon Mall Yogyakarta sebagai ajang promosi akademik kepada masyarakat luas. Kegiatan ini menghadirkan berbagai program studi, dengan kontribusi aktif dari Teknik Industri dalam memperkenalkan keilmuan dan praktik pembelajarannya. Acara ini melibatkan mahasiswa serta pengunjung dari kalangan pelajar hingga umum. Rangkaian kegiatan berlangsung selama satu minggu dengan konsep interaktif melalui booth dan talkshow. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman menyeluruh mengenai Teknik Industri serta menarik minat calon mahasiswa melalui pendekatan yang aplikatif. 

Kegiatan Booth Teknik Industri di EXPO FTI

Pada area booth EXPO FTI, mahasiswa Teknik Industri berperan aktif dalam menyampaikan informasi kepada pengunjung mengenai keilmuan, fasilitas, serta prospek karier. Pengunjung dapat melihat berbagai media informasi serta berinteraksi langsung dengan mahasiswa untuk memahami penerapan Teknik Industri dalam kehidupan nyata. Interaksi ini membantu pengunjung memahami bahwa Teknik Industri memiliki cakupan luas dan relevan dengan kebutuhan industri modern.

Talkshow Interaktif 

Talkshow Teknik Industri UII dalam rangkaian EXPO FTI 2026

Dalam rangkaian talkshow, Teknik Industri UII menghadirkan perwakilan mahasiswa dari berbagai latar belakang, termasuk asisten laboratorium dan mahasiswa International Program. Mereka memperkenalkan kegiatan akademik, praktikum laboratorium, serta berbagai program yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa.

Selain membagikan pengalaman sebagai mahasiswa, para asisten laboratorium membahas berbagai aspek keilmuan dan fasilitas laboratorium sebagai bentuk pengenalan yang aplikatif dan informatif. Gerren Satrio Hariyudho menjelaskan mengenai Laboratorium DSKE, mulai dari kegiatan praktikum, fasilitas, hingga penerapan ergonomi dalam dunia kerja. Ia juga memaparkan penggunaan alat handgrip dynamometer sebagai salah satu instrumen analisis kemampuan fisik manusia. 

“Melalui pengenalan Laboratorium DSKE dan keilmuan ergonomi, kami ingin menunjukkan bahwa Teknik Industri tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Gerren. 

Ia menambahkan bahwa peran asisten laboratorium menjadi salah satu keunggulan dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa.

Sementara itu, Bimi Wirabumi menjelaskan mengenai peran laboratorium sistem manufaktur dalam menunjang pembelajaran praktis mahasiswa Teknik Industri. Ia menekankan bahwa fasilitas yang tersedia memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam memahami proses produksi dan sistem industri. 

“Tujuan kami hadir dalam EXPO ini adalah untuk memperkenalkan Teknik Industri UII kepada masyarakat luas, khususnya melalui fasilitas laboratorium yang lengkap dan mendukung pembelajaran praktis,” ujar Bimi.

Secara keseluruhan, EXPO FTI 2026 dinilai menjadi media yang efektif dalam memperkenalkan keunggulan akademik sekaligus meningkatkan minat calon mahasiswa terhadap Teknik Industri UII.

 

Kaila Bilbina M.S

Peserta berfoto bersama dalam rangkaian mata acara Jejak TI

Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Ajang Kreativitas dan Silaturahmi Teknik Industri (AKSI TI) 2025. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yakni pada 14 Desember 2025 serta 20–21 Desember 2025, bertempat di Auditorium FTI UII dan Bumi Perkemahan Girikaton.

AKSI TI 2025 mengusung tema “Berlayar dalam Harmoni Menuju Dermaga Mahardika” sebagai simbol kebersamaan dalam menyambut mahasiswa baru. Tahun ini, AKSI TI menghadirkan nuansa berbeda dengan keikutsertaan mahasiswa baru Program Studi Manajemen Rekayasa yang resmi berjalan pada tahun ajaran 2025/2026 dan masih berada dalam satu naungan jurusan dengan Teknik Industri.

Lebih dari 120 mahasiswa baru dari kedua program studi mengikuti kegiatan ini. Melalui AKSI TI 2025, panitia berupaya memperkenalkan lingkungan jurusan serta membangun solidaritas dan semangat kebersamaan sejak awal masa perkuliahan.

Udaya Day

Peserta sedang mengajukan pertanyaan

Auditorium FTI UII menjadi lokasi pelaksanaan hari pertama AKSI TI 2025. Opening Ceremony mengawali rangkaian kegiatan dengan sambutan dari Rasendria Bhamakerti selaku Ketua Organizing Committee AKSI TI 2025, Muhammad Arief Dzikri selaku Ketua Steering Committee AKSI TI 2025, Bayu Maulana selaku Ketua HMTI LEM FTI UII 2024/2025, Ir. Muhammad Ridwan Andi Purnomo, Ph.D., IPM., selaku Ketua Program Studi Teknik Industri, serta Elanjati Worldailmi, S.T., M.Sc. selaku Ketua Program Studi Manajemen Rekayasa. Kemudian, pembukaan secara resmi melalui pemukulan gong.

Kakak tingkat membagikan pengalamannya selama kuliah

Pada hari pertama, panitia juga memperkenalkan Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI LEM FTI UII) sebagai wadah organisasi mahasiswa. Selain itu, peserta mengikuti seminar bersama alumni Teknik Industri, Vicky Caneca, S.T., MBA, selaku Chief Executive Officer (CEO) MyMedica.id. Rangkaian kegiatan dilengkapi dengan sesi berbagi pengalaman dari kakak tingkat dan alumni, serta pengenalan laboratorium melalui mata acara Lab Show.

Madhya Day

Peserta ospek menunjukkan hasil prototypenya

Bumi Perkemahan Girikaton merupakan tempat berlangsungnya hari kedua AKSI TI 2025 selama dua hari satu malam. Peserta mengikuti kemah ceria dengan beragam mata acara yang mendorong kreativitas dan kebersamaan. Salah satu agenda utama menugaskan setiap kelompok untuk merancang prototipe inovasi, sementara perwakilan dari masing-masing laboratorium melakukan penilaian terhadap hasil karya tersebut pada hari terakhir.

Peserta berkumpul mengucapkan sumpah mahasiswa

Suasana sakral hadir melalui mata acara Inaugurasi, ketika mahasiswa baru mengikrarkan sumpah mahasiswa secara bersama-sama. Ketua HMTI LEM FTI UII memimpin ikrar sekaligus memasangkan seragam HMTI sebagai simbol penyambutan mahasiswa baru ke dalam keluarga HMTI LEM FTI UII. Rangkaian kegiatan hari kedua berakhir dengan penampilan Rhythm Stage oleh Imunity Band.

Wasana Day

Peserta duduk di pemberhentian pos dalam mata acara Jejak TI

 

Hari terakhir, peserta akan menjelajahi rintangan untuk mencapai tujuh pos yang tersedia. Mata acara  Ngolah Otot Santai (Ngosan) atau senam bersama mengawali hari untuk penjelajahan menyenangkan untuk melatih kekompakan antar anggota kelompok. Sebelum turun menjelajah pada mata acara Jelajah Asik Teknik Industri (Jejak TI), peserta akan sarapan pagi bersama terlebih dahulu.

Closing Ceremony menutup acara AKSI TI 2025 dari Ketua OC, SC, HMTI, LEM, DPM, dan Penanggung Jawab Kegiatan Dian Janari, S.T., M.T. menyampaikan pesan serta harapan mereka. Sebagai simbolik, pemukulan gong menjadi penanda berakhirnya AKSI TI 2025. Pemutaran After Movie sebagai penutup acara yang merangkum seluruh momen dari Udaya Day, Madhya Day, hingga Wasana Day.

Pemukulan gong penutup acara AKSI TI 2025Sebagai penutup rangkaian AKSI TI 2025, Ketua Steering Committee AKSI TI 2025, Muhammad Arief Dzikri, menyampaikan kesan dan pesan atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai AKSI TI 2025 menjadi pengalaman yang berkesan dan bermakna. Tidak hanya sebagai kegiatan orientasi jurusan, tetapi juga sebagai wadah penanaman nilai kebersamaan dan kekeluargaan.

“AKSI TI 2025 menjadi salah satu pengalaman yang sangat berkesan bagi hidup saya. Kegiatan ini bukan sekadar orientasi jurusan, tetapi juga menanamkan banyak nilai dalam setiap rangkaian acaranya. Alhamdulillah, seluruh kegiatan tersusun dengan baik, berjalan lancar, serta mampu membangun rasa solidaritas dan kekeluargaan antara mahasiswa baru maupun panitia,” ujar Arief.

Ia berharap AKSI TI dapat terus berkembang dan menghadirkan konsep yang lebih segar pada tahun-tahun berikutnya.

“Semoga AKSI TI ke depannya dapat terselenggara dengan lebih baik, lebih inovatif, dan kreatif, serta terwujud cerita yang berkesan pada masa mendatang. Karena Cerita Hebat, Kita yang Buat,” tutupnya.

Rani Novalentina

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kuliah praktisi mata kuliah Manajemen Proyek bertemakan “Project Quality Management” yang berlangsung secara daring pada Sabtu (06/12). Acara ini bertujuan untuk memberikan mahasiswa dan peserta mengenai praktik terbaik dalam mengelola kualitas proyek secara efektif dan profesional. Dengan menghadirkan narasumber praktisi yang merupakan akademisi berpengalaman, kuliah praktisi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih terkait dengan teori project management dengan implementasi nyata di dunia industri.

Nisrina Nur Masrefa selaku Master of Ceremony membuka acara tepat pada pukul 13.00 WIB yang selanjutnya merupakan sesi foto bersama. Moderator Sekar Hutami Melati Giri melanjutkan acara dengan memperkenalkan narasumber kuliah praktisi, Bintoro Wisnuputro. Beliau merupakan Senior Project Management Office (PMO) di Pertamina sejak 2020 dan tentunya memiliki pengetahuan mendalam tentang Project Quality Management yang akan dibahas.

Mengapa Produk Berkualitas Tinggi Belum Tentu Grade Tinggi?

Bintoro membuka sesi pemaparan dengan membahas perbedaan antara quality dan grade dalam project management. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kedua konsep memiliki makna berbeda meskipun sama-sama berkaitan dengan standar produk atau layanan. Quality berfokus pada pemenuhan ekspektasi pelanggan, sedangkan grade menunjukkan tingkatan atau klasifikasi produk.

“Sesuatu yang grade nya rendah, itu belum tentu tidak berkualitas. Sebaliknya, sesuatu yang kualitasnya rendah, itu belum tentu grade nya juga rendah. Bisa jadi grade nya tinggi.” Ungkapnya.

Bintoro melanjutkan dengan memberikan ilustrasi yang mudah dipahami menggunakan contoh kopi sachet dan kopi V60 di cafe. Kopi sachet ber-grade rendah tetap berkualitas tinggi karena menjaga konsistensi penyajian. Kopi V60 berbiji premium menjadi berkualitas rendah ketika barista mengabaikan SOP. Melalui ilustrasi ini, menunjukkan bahwa quality dalam project management bergantung pada pemenuhan ekspektasi pelanggan, bukan harga atau grade.

Bintoro menegaskan bahwa detail kecil yang terabaikan sering memicu kegagalan kualitas. Tragedi NASA membuktikan hal tersebut ketika tim gagal menguji O-ring pada suhu rendah hingga menyebabkan ledakan. Lebih lanjut, Bintoro mengulas berbagai teori dan filosofi quality management pada Pertamina dan perusahaan manufaktur Jepang. Pemaparan tersebut menekankan pentingnya pencegahan, analisis biaya kualitas, serta keterlibatan organisasi dalam peningkatan kualitas berkelanjutan.

Sesi Tanya Jawab

Pada sesi tanya jawab, peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi dari  project quality management dalam praktik industri. Para peserta menyampaikan berbagai pertanyaan, mulai dari punch list minor dan kondisi tanpa punch list pasca pre-mechanical completion hingga penanganan masalah major. Selain itu, peserta mengajukan pertanyaan terkait quality issue di lapangan serta mekanisme persetujuan change request pada proyek berskala besar.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Bintoro menjelaskan bahwa ketika tidak ada punch list, proyek langsung masuk tahap finishing. Tetapi tim akan memperbaiki punch list minor, sedangkan punch list major memerlukan perhitungan ulang dan pembongkaran. Beliau juga menegaskan bahwa quality management merupakan proses end-to-end yang saling berkaitan dari perencanaan hingga eksekusi, sehingga kegagalan di lapangan bisa berasal dari miss kalkukasi di tahap perencanaan. Terkait change request, beliau menyampaikan bahwa change request hanya berlaku untuk perubahan dalam proyek yang sedang berjalan dengan persetujuan pihak berwenang. Sedangkan proyek lama yang menghadapi kondisi baru termasuk new project atau upgrading project yang harus melalui siklus penuh.

Sesi dan kuliah praktik ini berakhir dengan pemberian insight yang reflektif oleh Bintoro terkait project management yang memiliki penerapan sangat luas di berbagai bidang. Dengan antusiasme yang ditunjukkan peserta selama berlangsungnya kuliah praktisi, diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dalam menerapkan quality management dan mempersiapkan diri berkontribusi dalam proyek industri.

Nisrina Nur Masrefa

Lab. Pemodelan dan Simulasi Industri (DELSIM), Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Seminar #2 yang berlangsung secara luring pada Jumat (05/12) dengan mengangkat topikThe Role of System Simulation in Modern Industrial Decision-Making. Sebanyak 62 peserta menghadiri kegiatan ini. Acara ini bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa dan peserta terkait penerapan simulasi sistem untuk menyelesaikan permasalahan industri yang kompleks serta mendukung pengambilan keputusan strategis di perusahaan.

Demas Rakha Freeporta dan Bintang Nairah Yuan bertugas sebagai Master of Ceremony (MC) dan membuka seminar tepat pukul 08.00 WIB. Setelah pembukaan, kedua MC memimpin peserta dalam menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Himne UII. Daffa Allamsyah menyampaikan sambutan sebagai Koordinator Asisten Lab. DELSIM. Selanjutnya, Didin Dwi Novianto, S.T., M.LSCM., menyampaikan sambutan sebagai perwakilan dosen UII. Sebelum memasuki sesi materi, MC memperkenalkan Amanda Trixie Alsyaviar sebagai moderator seminar.

Amanda kemudian memperkenalkan pembicara pada seminar kali ini yaitu Wahyu Kurniawan, S.T., MBA., M.Sc., CISCP.,. Wahyu aktif mengajar di Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta dan memiliki pengalaman hampir sepuluh tahun di industri dengan pertumbuhan CAGR periode 2016–2020 sekitar 78,9%. Pengalaman profesional tersebut dapat membentuk keahliannya dalam bidang logistik dan manajemen rantai pasok, pengembangan bisnis, analisis keuangan, studi kelayakan, serta pelaporan bisnis dan keuangan.

Kapan dan Mengapa Memilih Simulasi?

Wahyu membuka sesi pemaparan materi dengan menjelaskan pentingnya menentukan waktu yang tepat dalam menggunakan metode simulasi untuk menyelesaikan permasalahan industri. Beliau menekankan bahwa tidak semua permasalahan memerlukan simulasi, sehingga pemilihan metode harus menyesuaikan tingkat kompleksitas masalah. Dalam riset operasi, terdapat penggunaan tiga tingkatan metode. Metode tersebut yaitu exact method seperti simplex untuk masalah terstruktur, probabilistic method atau metaheuristik untuk masalah dengan kompleksitas sedang, dan simulasi untuk masalah dengan tingkat kompleksitas dan ketidakpastian tinggi.

“Ada hirarkinya bahwa sebuah problem itu bisa terselesaikan oleh berbagai pendekatan. Simulasi terpakai ketika kita berhadapan dengan problem kompleks.” Ungkapnya.

Wahyu melanjutkan dengan memberikan beberapa kriteria untuk mengenali problem kompleks seperti tingginya variabilitas data dan banyaknya variabel dalam suatu sistem. Beliau memberikan contoh sesuai dengan proyek yang sedang beliau kerjakan. Proyek dengan kasus pengangkutan limbah lumpur dari 451 titik sumur pengeboran minyak dengan tingkat produksi tidak stabil. Variasi data yang fluktuatif serta banyaknya titik pengangkutan menyulitkan penerapan pemodelan matematis dan menjadikan simulasi sebagai solusi pemecahan masalah tersebut.

Sesi Diskusi Interaktif

Pada sesi diskusi, peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan simulasi dalam dunia industri. Berbagai pertanyaan tersebut meliputi ketidakpastian biaya transportasi pada perusahaan yang dipengaruhi fluktuasi harga bahan bakar dan bagaimana proses validasi model dilakukan, mengenai penelitian bertema job shop yang memadukan discrete event simulation dan metode metaheuristik. Pertanyaan terkait ketidakstabilan penjadwalan produksi pada industri minuman dan pemilihan solusi terbaik. Peserta juga menanyakan metode yang tepat untuk mengidentifikasi akar permasalahan industri, menentukan prioritas, dan memilih pendekatan pemecahan masalah yang paling efektif.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Wahyu menjelaskan bahwa ketidakpastian dalam transportasi menggunakan shipping line simulasi menjadi solusi yang lebih fleksibel untuk mengevaluasi berbagai skenario operasional. Selain itu, Wahyu merespons pertanyaan terkait penelitian job shop dengan menjelaskan bahwa makespan dapat dijadikan parameter optimasi pada metaheuristik, kemudian diuji kembali melalui simulasi untuk memastikan efektivitasnya di kondisi sebenarnya, serta pentingnya mengidentifikasi akar masalah sebelum menentukan alternatif perbaikan.

Sesi diskusi ini menegaskan peran simulasi yang melampaui analisis teknis semata. Simulasi membantu memahami perilaku sistem secara menyeluruh dalam kondisi yang kompleks dan tidak pasti. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama sesi diskusi. Wawasan tersebut mendorong peserta terus mengembangkan kemampuan analitis dan memanfaatkan simulasi dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat dan efisien.

Nisrina Nur Masrefa

(Yogyakarta)—Kegiatan ERP TALKS kembali digelar pada Minggu (21/12) secara online melalui platform Zoom. Kegiatan ini merupakan agenda tahun yang diselenggarakan oleh Laboratorium Enterprise Resource Planning (ERP) Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia. Dalam kegiatan ini dihadirkan sesi sharing session bidang keilmuan ERP yang mengundang para alumni. Berbeda dari tahun sebelumnya, ERP TALKS 2025 mengangkat tema “The Essential Role of HCM Consultants in Supporting Business Value Creation”.

Melalui tema tersebut, kegiatan ini mengajak audiens mengenal lebih dekat profesi ERP Consultant, khususnya dalam penerapan Human Capital Management (HCM). Sejalan dengan fokus tersebut, Nur Abdillah Bagus Prakoso hadir sebagai narasumber. Ia merupakan alumni Teknik Industri UII yang saat ini berkarier sebagai Oracle HCM Functional Consultant di PT Tree Solutions.

Sesi sharing dibuka dengan pemaparan singkat perjalanan akademik dan profesional narasumber. Nur Abdillah Bagus membagikan pengalamannya sejak menjadi asisten Laboratorium ERP hingga terlibat langsung dalam implementasi sistem HCM di berbagai perusahaan.

Peran Konsultan HCM dalam penerapan HCIS

Memasuki sesi utama, narasumber mengajak audience memahami pergeseran trend pengelolaan sumber daya manusia. Nur Abdillah Bagus menekankan bahwa organisasi saat ini tidak lagi memandang karyawan sebagai sekadar biaya operasional, melainkan sebagai investasi strategis jangka panjang. 

Human capital saat ini menjadi aset utama perusahaan dalam menciptakan nilai bisnis jangka panjang. Hal ini melandasi pentingnya penerapan Human Capital Information System (HCIS) dalam perusahaan. ,” jelasnya.

Lebih lanjut beliau menjelaskan terkait integrasi proses bisnis yang ada dalam HCM. Yang mana, setiap proses tersebut menghasilkan data analisis untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen.

Sebagai penutup materi, narasumber menegaskan bahwa peran HCM Consultant tidak hanya terbatas pada konfigurasi sistem. Lebih dari itu, seorang konsultan bertanggung jawab untuk menerjemahkan kebutuhan bisnis ke dalam fitur HCIS serta memberikan rekomendasi perbaikan. Sehingga implementasi ERP benar-benar memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

“Seorang konsultan harus mampu memahami proses bisnis, menganalisis kebutuhan klien, dan mengomunikasikan solusi secara tepat, bukan hanya menguasai fitur sistem,” ujarnya.

Diskusi Interaktif

Suasana ERP TALKS semakin hidup saat sesi tanya jawab berlangsung. Para peserta aktif berdiskusi mengenai profesi ERP Consultant dan penerapan HCIS. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari indikator keberhasilan implementasi HCIS hingga keterampilan yang perlu dipersiapkan untuk berkarier di bidang ERP. Menanggapi hal tersebut, Nur Abdillah Bagus membagikan pandangannya, 

“Pemahaman proses bisnis, kemampuan analisis, serta keterampilan komunikasi menjadi hal yang jauh lebih penting dibandingkan sekadar menghafal fitur sistem.” 

ERP Talks ini tidak hanya memberikan wawasan teknis, tetapi juga membuka sudut pandang baru bagi mahasiswa mengenai bagaimana teknologi ERP, khususnya bidang HCM, dapat berkontribusi langsung dalam penciptaan nilai bisnis. 

Syawarani Gayatri