Laboratorium Sistem Manufaktur Terintegrasi (SIMAN) Program Studi Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan SIMAN CORNER. Acara tersebut terlaksana dalam rangka memberikan ruang diskusi dengan mahasiswa semester 6 ke atas terkait topik Tugas Akhir pada bidang Sistem Produksi. Kegiatan pada (14/6) itu bertempat di Smart Class Lab SIMAN dengan tema “FGD: Research topics in Production Engineering & Supply Chain Management”. Narasumber yang mengisi ialah Ir. Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., Suci Miranda, S.T., M.Sc., dan Ir. Abdullah ‘Azzam, S.T., M.T., IPM.

Ir. Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., menyampaikan materi pemantik mengenai Intelligent Supply Chain System. Intelligent Supply Chain System merupakan konsep yang mengintegrasikan teknologi canggih, misalnya Artificial Intelligent (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk mengoptimalkan setiap aspek dari rantai pasokan. Materi selanjutnya mengenai Sustainable Supply Chain Management di Industri Kecil Menengah (IKM) oleh Suci Miranda, S.T., M.Sc. Beliau memberi rekomendasi penelitian, seperti penerapan 5S pada IKM menggunakan Critical Success Factor, penentuan waktu baku, dan masih banyak topik cemerlang lainnya.

Lebih lanjut, Ir. Abdullah ‘Azzam, S.T., M.T., IPM., menjelaskan mengenai Product Development. Beliau mengawali sesinya dengan memberi penjelasan mengenai metode Quality Function Deployment (QFD). Implementasi dari pengembangan produk ini juga harus sesuai dengan preferensi konsumen. Selain itu, beliau juga menyampaikan bagaimana tahapan yang tepat dalam mengembangkan sebuah produk. Tak lupa, beliau memberi ide yang variatif apabila ingin mengambil topik mengenai Product Development.

Setelahnya, terdapat sesi diskusi dengan mahasiswa yang hadir terkait topik tugas akhir yang mungkin sudah terpikirkan. Anggun, salah satu mahasiswi yang mengikuti kegiatan tersebut menyatakan, “Menurutku acaranya sangat membantu mahasiswa terutama mahasiswa semester akhir, ya. Ada gambaran topik TA apa yang bakal diambil dan menggunakan metode apa saja. Lalu juga informasi mengenai proyek-proyek yang bisa untuk TA, itu membantu juga.” ucapnya.

Audiamara Vinka

Magang/ Internship

Dua mahasiswa Teknik Industri UII baru saja menyelesaikan program magang di PT Yamaha Electronic Manufacturing Indonesia (YEMI), salah satu perusahaan yang menjalin kerjasama dengan Teknik Industri UII. Mereka adalah Rona Sutra Dewangga Dyah Utami dan Azzahra Tiffany Rachmad. Rangkaian program magang ini diakhiri dengan adanya sesi monitoring dimana para mahasiswa mempresentasikan hasil project mereka di hadapan mentor, manajer, dan dosen pembimbing.

Pelaksanaan magang berlangsung selama 3 bulan, mulai tanggal 12 Maret – 12 Juni di PT YEMI yang berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur. Sebelum memulai magang, mereka mempersiapkan diri dengan menyiapkan seluruh keperluan berkas dan mencari referensi sebanyak mungkin. “Berhubung kerjasama dengan YEMI baru dilakukan pertama kali, jadi harus aktif untuk mencari referensinya. Selain itu, membuat beberapa target kegiatan yang mau dicapai selama magang,” ucap Tiffany.

Magang/ Internship

Selama magang, mereka terlibat dalam berbagai kegiatan penting di perusahaan. “Kebetulan CV-ku dan Tiffany terakhir terkait SAP ERP sebagai asisten Lab. ERP, jadi kami ditempatkan di Departemen Production Control dan Departemen Procurement. Di sana kami berkesempatan terjun langsung ke seluruh transaksi di perusahaan dengan mengaplikasikan sistem internal dan SAP,” ucap Rona. Selain itu, mereka juga ditugaskan untuk mencari improvement (kaizen) baik secara teknis maupun non teknis, yang mana hasilnya akan mereka presentasikan di akhir kegiatan. Rona dan Tiffany menekankan bahwa ilmu yang mereka peroleh selama kuliah sangat membantu dalam menjalani magang, terutama mata kuliah SCM, ERP, PPIC, dan Logika Pemrograman.

Meskipun mendapatkan banyak pengalaman berharga, mereka juga menghadapi beberapa tantangan selama magang. Mereka perlu melakukan penyesuaian dengan lingkungan baru, apalagi Yamaha dikenal sebagai perusahaan dengan kedisiplinan tinggi. Selain itu, banyak bahasa teknis yang belum pernah dipelajari di perkuliahan, serta implementasi yang berbeda dari teori perkuliahan dengan realita di lapangan.

Rona merasa sangat bersyukur bisa mengikuti program magang ini. “Walaupun kita ditempatkan di daerah timur yang merupakan angkatan pertama di sana, tetapi ilmu yang didapat bener-bener amazing banget. Kami bisa terjun di dalam office sesuai passion yang dimiliki, memang lebih challenging, tetapi pengalaman yang didapat sangat sebanding.” Tiffany menambahkan, “secara umum semuanya baik, tetapi ada beberapa hal yang menjadi keunikan YEMI, seperti penerapan 5S, kaizen, corei, dan horenso. Selain itu, lingkungan kerja di YEMI juga sangat positif. Mereka saling berkolaborasi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama.”

Bagi mahasiswa lain yang tertarik untuk mengikuti program magang, Rona memberikan beberapa pesan dan tips. Pertama, pastikan perusahaan, passion, dan tujuan karir kalian sedini mungkin. Kedua, cari tahu informasi sebanyak-banyaknya terkait perusahaan yang ditawarkan prodi. Ketiga, siapkan semua persyaratan dan berkas-berkas yang dibutuhkan. Terakhir, persiapkan mental agar siap apabila ditempatkan di perusahaan berbeda. Tiffany menambahkan, “siapkan CV dengan baik dan tunjukkan versi terbaik kalian saat wawancara, mulai dari sikap dan susunan bahasa dalam menjawab pertanyaan.”

Melalui program magang ini, Rona dan Tiffany tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja yang berharga, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan akademis dalam situasi nyata, yang tentunya akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan karir mereka di masa depan.

Salwa Nur Rahma

Kuliah Tamu/ Guest Lecture Colorant Industry

Teknik Industri UII mengadakan kuliah tamu pada Jumat (14/6). Kegiatan berlangsung secara daring dengan tajuk “Safe Materials For Packaging In Colorant Industry”. Sebanyak 160 mahasiswa yang mengambil mata kuliah Kimia Material mengikuti acara pada pagi hari tersebut.

Jantung Hilmy selaku MC membuka kuliah tamu dengan membacakan susunan acara. Ia kemudian memberi sedikit pengantar dengan membacakan CV narasumber, Daniar Rianawati S.T. Beliau merupakan Purchasing Department Head dari PT DIC Astra Chemicals. Sebelum masuk ke penyampaian materi, Daniar terlebih dahulu menampilkan video Company Profile PT DIC Astra Chemicals.

“Perusahaan kami merupakan manufaktur bahan pewarna, seperti untuk plastik, tekstil, dan aplikasi lainnya itu semua dari kami. Jadi, kurang lebih di mana ada warna, di situ ada PT DIC Astra,” ungkap beliau.

Colorant and Packaging

Colorant adalah suatu senyawa yang ditambahkan untuk mengubah warna suatu material atau permukaan. Berdasarkan bentuknya, colorant dikategorikan menjadi lima jenis, yaitu dry color, liquid color, paste dispersion, masterbatch, dan compounded color. Secara umum, color terdiri dari tiga material utama, yaitu pigmen, resin, dan aditif.

Packaging adalah sains, seni, dan teknologi untuk membungkus atau melindungi suatu produk dalam proses distribusi, penyimpanan, penjualan, dan penggunaan. “Packaging design tidak cuma sesimpel bungkusan, tetapi juga mempertimbangkan berbagai aspek, seperti fungsi, estetika, dan kebutuhannya. Pemilihan material adalah salah satu yang perlu dipertimbangkan matang-matang.”

Safe Materials in Colorant Industry

Kuliah Tamu/ Guest Lecture Colorant Industry

“Bagaimana kita mengetahui safe materials di colorant industry? Kita harus memilih material yang tidak mengandung bahan-bahan yang terlarang. Selain itu, memastikan bahwa dosis kontennya sesuai dengan regulasi,” paparnya. Pertama, sebelum approve material, cek terlebih dahulu hasil tes laboratorium terutama terkait dengan aplikasi yang mau digunakan. Kedua, cek konten aktual secara berkala karena kualitas tiap batch bisa jadi berubah. Selanjutnya, untuk beberapa pigmen yang aman, antara lain adalah Non/selected Azo Pigment, Non Diarylide Pigment, dan Non Heavy Metal Pigment.

Setelah pemaparan materi selesai, Daniar mengadakan sesi kuis interaktif. Bagi mahasiswa yang berhasil meraih poin tertinggi akan mendapatkan hadiah saldo e-wallet dari beliau. Terakhir, kuliah tamu dirampungkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab.

Salwa Nur Rahma

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan kuliah umum pada (8/6). Gelaran itu terlaksana dalam rangka untuk menyelami ilmu mengenai analisis biaya manfaat dalam penerapan K3. Sebanyak 200 mahasiswa yang mengambil mata kuliah Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) dan Keselamatan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) mengikuti acara yang berlangsung via Zoom Meeting tersebut. Acara bertemakan “Cost Benefit Analysis of Occupational Health and Safety (OHS) Implementation” itu mengundang narasumber, yakni Azjar Jhon Raghozt yang merupakan PJK3 PT. Mawi Sarana Samawi dengan moderator Atyanti Dyah Prabaswari, S.T., M.Sc.

Narasumber memulai sesi materi dengan membahas ulang mengenai definisi K3. Selanjutnya, beliau menjelaskan apa saja biaya apabila menerapkan K3 dalam suatu perusahaan. Contoh biaya penerapan K3 antara lain biaya penyiapan rencana Keselamatan & Kesehatan Kerja, biaya pembelian Alat Pelindung Kerja (APK) dan Alat Pelindung Diri (APD), dan biaya pemasangan rambu-rambu K3. “Alat Pelindung Diri itu ada safety helmet, ada pelindung mata, ada pelindung mata, ada SCBA itu untuk kegiatan penyelaman, ya. Ada ear plug dan ear muff, pelindung pernapasan, ada sarung tangan, safety shoes, full body harness. Ada life vest (pelampung), ada safety vest, dan ada apron ataupun baju, ya, teman-teman. Itu salah satu analisis biaya yang harus kita anggarkan juga.” ucapnya.

Kemudian, beliau juga menerangkan bahwa, “Ketika kita tidak menerapkan K3, ada beberapa biaya yang benar-benar sangat merugikan perusahaan, teman-teman. Mungkin perusahaan hanya tahu, oh, ada kecelakaan, yasudah, sudah ada asuransinya kok. Padahal dalam teori gunung es kalau kita nggak menganalisis biaya ketiga itu, benar-benar terjadi kerugian yang sangat besar bahkan sampai penutupan perusahaan.” jelasnya. Pada umumnya, biaya yang terlihat hanyalah biaya kecelakaan dan penyakit. Pada kenyataannya, ada banyak biaya lain yang dapat menyebabkan kerusakan, keterlambatan, maupun kerugian waktu apabila perusahaan tidak menganggarkan biaya K3. Lebih lanjut, terdapat sesi tanya jawab sebagai penutup dari kuliah umum pada pagi hari itu.

Audiamara Vinka

Foto bersama Kunjungan industri

Pada Jumat (07/06), Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia mengadakan kunjungan industri ke Sukoharjo dan Tawamangu, Jawa Tengah. Kunjungan ini berupa Company and Educational Visit dan diikuti oleh sekitar 250 mahasiswa Teknik Industri angkatan 2022. Mahasiswa mengunjungi dua perusahaan, yaitu PT. Sri Rejeki Isman Tbk (PT. Sritex) yang berfokus pada produksi tekstil terpadu dan Rumah Atsiri Indonesia yang memproduksi essential oil.

Kunjungan industri ini didampingi oleh beberapa dosen pembimbing, antara lain Ir. Hartomo, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng, Yuli Agusti Rochman, S.T., M.Eng, Dr. Dwi Adi Purnama, S.T, Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc, Sayyidah Maulidatul Afraah, S.T., M.T, dan Zelania In Haryanto, S.T., M.T.

Kunjungan PT. Sri Rejeki Isman Tbk

Pada kunjungan pertama di PT. Sri Rejeki Isman Tbk (PT. Sritex), peserta mendengarkan penjelasan mengenai sistem produksi mulai dari proses pemintalan benang hingga pakaian jadi serta pemberdayaan karyawan yang disampaikan oleh Sugi dari Human Resource Department (HRD) PT. Sri Rejeki Isman Tbk (PT. Sritex) cabang Sukoharjo. Kemudian, dilakukan sesi tanya-jawab dan kunjungan langsung ke proses produksi baju.

Dalam sambutannya, Sugi menyatakan harapannya, “Menjadi tantangan adik-adik calon intelektual, bagaimana mempertahankan industri manufaktur Indonesia tetap eksis. Jangan sampai diselip oleh Bangladesh, nanti Kamboja muncul selip lagi. Nah, ini tantangan panjenengan semua”.

Ir. Hartomo, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng., sebagai perwakilan dari UII, juga menyampaikan bahwa tujuan kunjungan industri ini adalah sebagai pembelajaran praktis mengenai aktivitas manufaktur dan pengendalian kualitas, agar mahasiswa dapat mendalami ilmu industri manufaktur.

Kunjungan PT. Sritex. Visit PT. Sritex

Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi diskusi, di mana mereka aktif bertanya mengenai proses produksi dan pemberdayaan karyawan PT. Sri Rejeki Isman Tbk (PT. Sritex) dalam industri seragam kemiliteran hingga produk fashion.

Kunjungan Rumah Atsiri

Kunjungan Rumah Atsiri Indoneisa. Visit

Selanjutnya, dalam kunjungan ke Rumah Atsiri Indonesia, peserta terbagi menjadi beberapa kelompok kecil dengan pendampingan pemandu dari Rumah Atsiri. Peserta diajak mengenal berbagai jenis tanaman aromaterapi, mempelajari sejarah berdirinya Rumah Atsiri Indonesia, serta menyaksikan proses penyulingan minyak aroma.

Dalam pendampingan, peserta tidak hanya diperkenalkan dengan jenis tanaman yang dibudidaya tetapi juga dipersilahkan mencium aroma tanaman hingga mencoba mengecap tanaman tertentu. Kemudian, peserta juga diperkenalkan dengan asal mula berkembangnya essential oil dalam peradaban dunia. Dari educational visit ini, peserta mendapatkan banyak wawasan terkait asal mula essential oil, kegunaan, proses penyulingan, juga produk yang dapat dihasilkan dari tanaman aromatik.

Program Company & Educational Visit ini berjalan lancar, dan peserta merasa puas serta bertambah wawasannya mengenai industri manufaktur dan industri essential oil.

Rani Novalentina

Monthly Webinar 2 tentang Social Commerce oleh Agus Mansur

National Monthly Webinar Teknik Industri UII kembali terlaksana untuk kali kedua. Acara pada Jumat (7/6) ini mengangkat tema “Social Commerce: A New Era For Digital-Based Business and Supply Chain Management Challenges”. Kegiatan berlangsung secara online via Zoom Meeting dan diikuti oleh 92 peserta.

Akmal Faiq selaku MC membuka kegiatan pada siang hari tersebut dengan melafazkan basmalah dan membacakan susunan acara. Selanjutnya, Didin Dwi Novianto, S.T., M.LSCM., sebagai moderator memberi sedikit pengantar dengan membacakan CV dari narasumber.

Social commerce telah mengubah paradigma konvensional tentang berbelanja secara online, masyarakat tidak hanya sebagai konsumen pasif tetapi juga menjadi bagian dari proses penjualan dengan berinteraksi secara aktif,” ucap beliau sebagai pembuka.

Monthly Webinar Social Commerce

Lebih lanjut, acara masuk ke sesi utama yaitu penyampaian materi oleh Dr. Ir. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc IPU, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FTI UII. Social commerce sendiri memiliki dua kata kunci utama, yaitu social interactions dan user contributions. Kedua hal tersebut yang membedakan antara social commerce dengan e-commerce. Media sosial adalah platform yang dapat membuat customer lebih “dekat” dengan produk. Hal ini dilakukan melalui fitur-fitur mereka, seperti komentar, review, rekomendasi, dan berbagi konten. Selain itu, fitur toko online seperti “Buy Now” dan iklan yang muncul akan sesuai dengan preferensi masing-masing customer.

Maraknya social commerce tentunya berdampak kepada supply chain dan distribusi produk. “Bisa saja peminat dari social commerce sangat banyak, tetapi karena tidak bisa memenuhi demand malah akan menjadi boomerang,” terang beliau. Oleh karena itu, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu bagaimana fluktuasi demand dari pengaruh komentar positif atau negatif di media sosial serta supply chain harus memiliki kemampuan agile dan responsive.

Setelah penyampaian materi selesai, moderator memandu sesi diskusi dan tanya jawab dengan para peserta. Terakhir, acara tersebut dirampungkan dengan foto bersama sebagai dokumentasi.

Salwa Nur Rahma

Sosialisasi

Dalam rangka mengajak mahasiswa untuk mengeksplor aktivitas selama kuliah, Teknik Industri UII mengadakan sosialisasi kegiatan mahasiswa di luar kampus. Agenda ini berlangsung pada (4/6) secara online melalui Zoom Meeting.

Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc. membuka dan memandu acara sore hari tersebut sebagai MC. Selanjutnya, terdapat sambutan dari Sekretaris Program Studi Program Sarjana, Annisa Uswatun Khasanah, S.T., M.Sc.

“Jalur lulus itu ada banyak. Syarat kelulusan 144 SKS tidak hanya bisa ditempuh melalui bangku kampus, tetapi juga melalui beberapa kegiatan, seperti magang, studi independen, student exchange, dan lain-lain,” ujar beliau.

Beliau mengungkapkan bahwa prodi memberikan kesempatan dan sangat memfasilitasi bagi teman-teman mahasiswa yang tertarik mengikuti berbagai program tersebut. Beberapa program yang prodi rekomendasikan antara lain adalah magang, pertukaran pelajar, kegiatan wirausaha, dan studi independen. Akan tetapi, perlu diingat juga terdapat beberapa persyaratan yang harus mahasiswa penuhi terlebih dahulu. Beliau menjelaskan secara umum beberapa hal tersebut. Semua persyaratan, alur, sistem konversi, dan informasi-informasi penting lainnya ini tertera dalam Buku Panduan MBKM Prodi Teknik Industri UII.

Lebih lanjut, sosialisasi masuk ke sesi penjelasan magang oleh Danang Setiawan, S.T., M.T. Beliau menerangkan berbagai peluang magang yang bisa mahasiswa ikuti, mulai dari MBKM, magang mitra prodi, dan magenta. Selanjutnya, terdapat sesi penjelasan lomba oleh Dr. Dwi Adi Purnama, S.T. dan Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc. Mereka menginformasikan berbagai perlombaan dalam lingkup Teknik Industri yang menarik untuk mahasiswa ikuti, baik itu yang sedang berlangsung ataupun akan berlangsung. Perlombaan tersebut antara lain adalah PKM, PMC, Gemastik, berbagai lomba desain produk, dan lainnya. Seiring penyampaian informasi, mahasiswa yang terkendala atau bingung mengajukan pertanyaan mereka secara langsung.

Berikut merupakan informasi dan panduan yang dapat mahasiswa akses.

Akmal Faiq Fadhillah Hidayat, salah satu mahasiswa Teknik Industri UII memenangkan kompetisi desain twibbon pada acara La Fête 2024. La Fête 2024 merupakan salah satu acara tahunan dalam rangka memperingati ulang tahun Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis (HIPER) FBSB UNY. Perolehan juara 3 dalam lomba twibbon nasional tersebut menuai penghargaan berupa sertifikat dan uang pembinaan. Ajang yang terlaksana pada (31/05) itu diikuti oleh seluruh siswa/i SMA/SMK, mahasiswa/i dan masyarakat umum di Indonesia. Acara tersebut mengangkat tema “Une Odyssée Fantastique : Sebuah perjalanan menuju keajaiban”. Keberhasilan ini merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa Teknik Industri UII juga unggul dalam unjuk kreativitas dan inovasi.

Akmal menyampaikan bahwa jalan menuju kemenangan dalam lomba twibbon itu Ia mulai dengan mempersiapkan konsep yang berhubungan dengan petualangan, fantasi, serta keajaiban. Oleh karena itu, perlu upaya yang kuat untuk menggali imajinasi secara mendalam. Setelahnya, Ia mulai bermain-main dengan berbagai aplikasi editing untuk menciptakan visual yang menakjubkan. Meskipun demikian, Akmal tetap mendapatkan beberapa perbaikan agar karyanya semakin memukau.

Lingkungan pertemanan yang suportif membantu Akmal selama proses perlombaan berlangsung. Terdapat beberapa teman yang Ia minta untuk memberikan saran terhadap desain sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan. Sementara itu, banyak lika-liku yang terjadi selama proses kompetisi desain twibbon itu. Namun, hal tersebut lantas tak membuatnya putus semangat. Ia dengan sigap berimajinasi untuk melanjutkan desain yang ada sesuai konsep sebelumnya. “Desain sempat hilang ketika ada revisi penulisan tema, tapi Alhamdulillah sudah ter-back up, sehingga desain tidak hilang sepenuhnya.” tuturnya.

Mahasiswa angkatan 2023 itu mengaku bersyukur karena segudang manfaat dari mengikuti kompetisi desain twibbon ini. “Sangat senang karena pertama kali menang lomba selama kuliah di UII, mendapat teman baru di UNY, meningkatkan skill editing, dan masih banyak lagi.” ucapnya. Ia juga berpesan kepada yang ingin mengikuti jejaknya, “Yakin sama apa yang sudah dikerjakan dan jangan terpaku dengan perkataan negatif orang lain.” ujarnya.

Audiamara Vinka

Program Studi Teknik Industri Universitas Islam Indonesia (UII) melaksanakan program rutin tahunan, yakni temu wali mahasiswa angkatan 2023. Program ini terlaksana dalam rangka mengenalkan wali mahasiswa terhadap lingkungan akademik dan kegiatan yang ada pada Teknik Industri UII. Acara yang berlangsung pada (1/06) ini bertempat di Ruang 04.16 dan 04.17 Gedung KH Mas Mansyur. Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc., Ketua Jurusan Teknik Industri, Dr. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Fakultas Teknologi Industri, Ir. Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D., IPM., Ketua Program Studi Program Magister Teknik Industri, Ir. Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., Ketua Program Studi Program Sarjana Teknik Industri, serta Ir. Ira Promasanti Rachmadewi, M.Eng., IPU., Sekretaris Program Studi Program Internasional Teknik Industri tampak hadir mengisi kegiatan tersebut.

Pembacaan kalam illahi oleh Ridho Muzaik Ramadhan mengawali agenda pada siang hari tersebut. Selanjutnya, terdapat sesi sambutan oleh Ketua Program Studi Program Sarjana Teknik Industri, Ir. Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM. Beliau menyambut dengan menyampaikan model perkuliahan saat ini. “Bapak Ibu sekalian, kita sampaikan bahwa sekarang ini kita ada program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) sehingga aktivitas belajar putra-putri Bapak Ibu sekalian nanti ada di kampus dan ada di luar kampus. Sehingga nanti ketika putra-putri Bapak Ibu sekalian memberitahukan bahwa ada aktivitas kuliah di luar kampus, itu memang kita dorong untuk bisa belajar di luar kampus dalam rangka mendapatkan pengalaman lebih.” jelasnya.

Profilisasi Teknik Industri UII

Lebih lanjut, dalam acara temu wali tersebut, Sekretaris Program Studi Program Internasional Teknik Industri, Ir. Ira Promasanti Rachmadewi, M.Eng., IPU., menjelaskan mengenai profilisasi Teknik Industri UII mulai dari dosen, tendik, skema perkuliahan, program beasiswa, dan juga berbagai prestasi mahasiswa Teknik Industri UII. Selain itu, beliau juga menguraikan penjelasan mengenai aktivitas-aktivitas yang terdapat pada program internasional. Salah satu aktivitasnya adalah international intership yang bekerja sama dengan Universiti Teknikal Malaysia Malaka (UTeM). “Ini nanti ada program baru lagi, kita bisa 6 bulan di Malaysia untuk menyelesaikan tugas akhir dengan nama Teaching Factory dan ini fully funded by International Program.” paparnya.

Pada kesempatan ini, Ketua Program Studi Program Magister Teknik Industri, Ir. Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D., IPM., juga menyampaikan terkait kegiatan pada program magister. Beliau menuturkan bahwa terdapat beberapa skema berupa program percepatan (fast track), dual degree, maupun fast track – dual degree. “Bapak Ibu kalau putra-putrinya mau ikut fast track – double degree bisa. Lima tahun lulus gelarnya tiga, jadi bisa dapat S.T., dari S1, M.T., dari S2, M.B.A dari NTUST.” sampainya. Terakhir, terdapat sesi tanya-jawab dengan wali mahasiswa sebagai penutup dari kegiatan tersebut.

Audiamara Vinka

Kuliah Tamu TU/e oleh Prof. Turetken

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia menggelar kuliah umum pada Kamis (30/5). Kuliah bertemakan “Business Process Maturity and Productivity Improvement” tersebut berlangsung secara daring menggunakan Zoom Meeting. Pada kesempatan kali ini, Teknik Industri UII menghadirkan narasumber spesial, Prof. Dr. Oktay Turetken. Beliau merupakan Ketua Program Sarjana Teknik Industri dan Profesor bidang Sistem Informasi dari Eindhoven University of Technology (TU/e), Belanda.

Anggun Galuh selaku MC membuka rangkaian kegiatan dengan melafazkan basmalah dan menyambut ramah semua peserta. Selanjutnya, acara masuk ke sesi penyampaian materi oleh narasumber dengan dipandu oleh moderator, yaitu Bambang Suratno,  S.T., M.T., Ph.D. yang juga merupakan dosen Teknik Industri UII.

“Tujuan utama dari Business Process Management adalah untuk menanamkan pola pikir process thinking dalam organisasi untuk perbaikan dan inovasi proses yang berkelanjutan. BPM tidak boleh dianggap sebagai proyek sekali jadi, tetapi harus ditetapkan sebagai praktik permanen,” ucap Prof. Turetken sebagai pembuka. Organisasi yang matang dalam pengelolaan proses bisnisnya akan lebih meningkatkan produktivitasnya.

Business Process Maturity Model (BPMM) mendefinisikan jalur evolusi yang membawa organisasi dari proses yang belum matang dan tidak konsisten menjadi proses yang matang dan disiplin. Jalur evolusi tersebut terdiri dari lima level yang berurutan. Pertama, level 1: Initial, tahap manajemen yang tidak konsisten yang perlu adanya praktik yang berulang-ulang. Selanjutnya, level 2: Managed, tahap manajemen unit kerja yang perlu adanya praktik terstandarisasi. Kemudian, level 3: Standardized, tahap manajemen proses yang perlu adanya praktik pengoptimalan. Lalu, level 4: Predictable, tahap manajemen kapabilitas yang perlu praktik inovatif. Terakhir, level 5: Innovating, tahap manajemen inovasi.

Sesi kuis kuliah tamu TU/e

Setelah penyampaian materi selesai, moderator memandu sesi diskusi dan tanya jawab dengan para peserta. Selanjutnya, terdapat sesi kuis untuk mengevaluasi pemahaman peserta terkait materi kuliah tamu. Sesi kuis ini dikemas dalam bentuk permainan dimana para peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat mendapatkan poin. Suasana kompetitif tetapi menyenangkan ini membuat kegiatan pada siang hari tersebut lebih hidup. Terakhir, acara tersebut dirampungkan dengan foto bersama sebagai dokumentasi.

Salwa Nur Rahma