Najma Tsakiba merupakan mahasiswi Teknik Industri angkatan 2025, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Selama satu tahun pertama perkuliahan, ia telah meraih berbagai prestasi pada tingkat internal maupun eksternal kampus. Salah satunya adalah Juara 1 ASTRANAUTS 2026 pada Idea Track Business Case FINATRA (FIFGROUP).

ASTRANAUTS merupakan kompetisi inovasi digital dan konferensi teknologi berskala nasional dari PT Astra International Tbk. Program tahunan ini menjadi wadah bagi peserta untuk menghadirkan ide dan solusi inovatif terhadap tantangan bisnis nyata. Pada kesempatan tersebut, Najma bergabung dalam Tim Yu Ai Ai bersama empat mahasiswa Informatika UII, yaitu Muhammad Lutfi Syarif, Rakha Dzikra Guevara, Afwan Aditya Saputra, dan Madina Nurbaiti. Dalam tim, Najma dipercaya sebagai Chief Marketing Officer (CMO), sementara anggota lainnya mengisi posisi CEO, COO, CTO, dan CFO.

Merancang FINATRA NEXUS hingga Menembus Babak Final

Tantangan yang dihadapi Tim Yu Ai Ai berasal dari FINATRA (FIFGROUP), layanan pembiayaan produktif bagi UMKM yang ingin memperluas jangkauan dan meningkatkan market share. Berangkat dari tantangan tersebut, kelima anggota tim menggagas FINATRA NEXUS, sebuah platform perangkat lunak yang dirancang untuk membantu memperluas jangkauan FINATRA kepada para pelaku UMKM. Setiap anggota menjalankan peran sesuai bidang masing-masing, termasuk Najma yang bertanggung jawab pada sisi marketing sebagai Chief Marketing Officer (CMO).

Sebagai satu-satunya anggota tim dari Teknik Industri, Najma menerapkan ilmu yang telah ia peroleh untuk mendukung proses pengembangan solusi. Ia juga berkolaborasi dengan rekan-rekan dari Informatika agar ide yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan business case sekaligus memiliki aspek teknis yang mendukung. Proses tersebut tidak berlangsung singkat. Tim Yu Ai Ai harus melewati serangkaian revisi dan persiapan sebelum berhasil menjadi salah satu dari 36 finalis dari lebih dari 500 proposal nasional.

Pencapaian tersebut membawa Tim Yu Ai Ai menuju babak final yang berlangsung pada Menara Astra, Jakarta. Pada kesempatan tersebut, mereka menyampaikan FINATRA NEXUS sebagai solusi atas tantangan para juri profesional. Perjalanan panjang tersebut akhirnya berbuah hasil ketika Tim Yu Ai Ai berhasil meraih Juara 1 dan membawa pulang piala kemenangan ke Yogyakarta.

Belajar Beradaptasi dari Kompetisi Pertama

Bagi Najma, perjalanan menuju kemenangan juga menjadi proses belajar yang tidak terlepas dari tantangan. ASTRANAUTS 2026 merupakan kompetisi Business Case pertama yang ia ikuti. Ia perlu beradaptasi dengan alur dan teknis kompetisi, sekaligus memahami pendekatan yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan bisnis. Ketika menghadapi kebingungan atau kesulitan, Najma memilih untuk berani bertanya dan berdiskusi dengan rekan satu tim agar permasalahan dapat segera teratasi.

“ASTRANAUTS ini merupakan kompetisi Business Case pertama saya, jadi saya harus cepat beradaptasi dengan alur kompetisi, teknis, dan pitfall yang ada. Kalau ada yang membuat saya bingung, saya berusaha berani bertanya kepada teman-teman satu tim supaya masalahnya bisa segera terselesaikan,” ujar Najma.

Pengalaman tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Najma untuk menerapkan ilmu Teknik Industri dalam situasi yang lebih nyata. Bagi Najma, optimisme, kemampuan adaptasi dengan cepat, dan kerja sama tim sebagai tiga hal yang paling utama dalam pencapaian tim. Di tengah persiapan kompetisi, ia juga tetap menempatkan akademik sebagai prioritas utama dan mengatur kegiatannya menggunakan Google Calendar agar seluruh agenda dapat berjalan secara teratur.

Membawa Pulang Pengalaman dan Inspirasi

Selain piala, ASTRANAUTS 2026 memberikan pengalaman berharga bagi Najma melalui kesempatan membangun koneksi dengan mahasiswa berbagai perguruan tinggi. Saat berada di Menara Astra, ia bertemu mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Pengalaman tersebut memperluas wawasannya sekaligus memperkuat keyakinannya bahwa setiap insan memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersinar.

Bagi Najma, pencapaian tersebut memiliki makna yang lebih dari sekadar memenangkan kompetisi. Ia memiliki dua motivasi utama dalam mengikuti kompetisi, salah satunya adalah keinginannya untuk terus berkembang dan menuntut ilmu. 

“Terdapat dua hal yang menjadi motivasi utama saya. Pertama, motivasi untuk menjadi muslimah yang dapat mengimplementasikan konsep insan ulil albab berupa dzikrullah dan fikr dengan menggunakan kemampuan yang saya miliki untuk terus berkembang dan menuntut ilmu,” ungkap Najma.

Pencapaian ini juga menjadi bagian dari upayanya mewujudkan target yang telah ia susun dalam vision board 2026. Ia mempersembahkan keberhasilan tersebut untuk kedua orang tuanya sekaligus menjadikannya sebagai pengingat untuk terus berkembang dan berani mencoba hal-hal baru.

“Kesempatan akan datang kepada mereka yang siap dan berani untuk mencoba melawan segala keterbatasannya,” pesan Najma.

Nisrina Nur Masrefa

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), mengirimkan dua mahasiswanya untuk mengikuti Student Exchange Program 2026 Ho Chi Minh City University of Technology (HCMUT), Vietnam. Kedua mahasiswa tersebut adalah Kynan Khairan Ramadhan dari International Program (IP) Teknik Industri UII angkatan 2024 dan Najma Tsakiba dari Teknik Industri UII angkatan 2025. Program ini merupakan hasil kerja sama baru antara Teknik Industri UII dengan HCMUT, salah satu universitas teknik terkemuka di Asia Tenggara.

Menangkap Peluang, Memperluas Pengalaman

Kesempatan mengikuti student exchange di HCMUT berawal dari dorongan yang berbeda namun sama besarnya bagi Kynan dan Najma. Kynan telah merencanakan mengikuti student exchange sejak awal. Ia langsung menangkap peluang begitu Teknik Industri UII menjalin kerja sama baru dengan HCMUT. Baginya, negara tujuan bukan menjadi pertimbangan utama karena ia lebih mengejar pengalaman dan proses belajar.  

“Yang terpenting bagi saya cuma pengalaman dan belajar.” Ucap Kynan.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Kynan memandang program exchange sebagai kesempatan untuk memperkaya pengalaman sekaligus memperluas proses belajarnya. Tidak berbeda jauh dengan Najma yang justru meyakini Teknik Industri UII sejak sebelum resmi menjadi mahasiswa. Ia percaya program studi ini bisa menjembatani mimpinya hingga panggung internasional. Dengan prinsip “Kesempatan akan datang kepada mereka yang siap dan pantas memilikinya.”, ia memberanikan diri untuk menjadi pendaftar satu-satunya di angkatan 2025. Najma juga memiliki pertimbangan khusus dalam memilih Vietnam. Ia melihat negara tersebut tengah mengalami pertumbuhan ekonomi dan industri manufaktur yang pesat di Asia, sehingga pengalaman belajar di sana dapat memberikan perspektif strategis bagi calon engineer.

“Belajar di pusat dinamika industri baru ini memberikan landasan perspektif strategis yang sangat berharga bagi seorang calon engineer.” Ucap Najma.

Menanti Pengalaman, Menghadapi Tantangan

Menjelang keberangkatan, Kynan dan Najma memiliki hal berbeda tentang keinginan yang ingin mereka rasakan selama berada di HCMUT. Kynan menantikan kesempatan untuk merasakan langsung tingkat kompetitivitas pendidikan di Vietnam. Di sisi lain, Najma ingin memanfaatkan lingkungan akademik HCMUT yang berfokus pada bidang engineering untuk berdiskusi dan bertukar wawasan dengan akademisi maupun mahasiswa internasional.

Di tengah antusiasme tersebut, keduanya juga berhadapan dengan tantangan masing-masing. Salah satunya yaitu Najma, yang harus membagi fokus antara persiapan keberangkatan dan tanggung jawab akademiknya di UII. Proses pengurusan visa dan kelengkapan administrasi yang berlangsung bersamaan dengan jadwal Ujian Akhir Semester membuatnya perlu mengatur waktu dengan cermat agar kedua tanggung jawab tersebut tetap berjalan dengan baik.

Situasi tersebut menuntut Najma untuk tetap fokus dan tenang di tengah padatnya agenda yang harus dijalani. Dukungan dan doa dari kedua orang tua serta fasilitas penuh dari Program Studi Teknik Industri UII turut membantunya melewati proses persiapan hingga keberangkatan.

Melanjutkan Langkah, Membagikan Inspirasi

Melalui program ini, Kynan berharap dapat memperoleh ilmu baru, memperluas relasi pertemanan, dan merasakan pengalaman hidup di luar negeri. Ia juga ingin menemukan ide serta peluang baru selama berada di Vietnam yang nantinya dapat dibawa pulang dan diterapkan di Indonesia. Bagi Kynan, kesempatan untuk belajar di luar negeri layak dikejar meskipun selalu ada kemungkinan gagal. 

“Lebih baik gagal saat mencoba daripada larut dalam perasaan menyesal karena gak pernah mencoba,” ungkap Kynan.

Harapan serupa juga dibawa Najma dengan perspektif yang lebih luas. Ia ingin mempertahankan konsistensi pencapaiannya sekaligus membuka peluang baru melalui pengalaman di HCMUT. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantunya menyerap standar keilmuan manufaktur internasional dan membawa pulang global mindset serta strategic network yang dapat mendukung langkahnya ke depan. Bagi Najma, keberanian untuk mengambil kesempatan menjadi langkah penting untuk membuka pengalaman baru.

“Lebih baik melangkah dan menghadapi kemungkinan gagal daripada terdiam dalam rasa penasaran dan penyesalan karena tidak pernah mencoba sama sekali. Dream big, pray bigger,” pesan Najma.

Perjalanan Kynan dan Najma di HCMUT menjadi langkah untuk memperluas pengalaman dan wawasan internasional. Semoga keduanya dapat memperoleh ilmu, pengalaman, dan relasi yang berharga selama mengikuti program. Bekal tersebut diharapkan dapat mendukung langkah mereka serta membawa perspektif baru bagi Teknik Industri UII. 

Nisrina Nur Masrefa

Menjadi mahasiswa berprestasi bukanlah sesuatu yang dapat dicapai dalam waktu singkat. Berbagai pengalaman, capaian, dan proses yang dibangun sejak awal masa perkuliahan menjadi bekal penting untuk mengikuti PILMAPRES UII 2026. Hal tersebut menjadi bagian dari perjalanan Ahmad Arro’uf Sulfuadi, mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) yang berhasil meraih Juara 3 PILMAPRES UII 2026.

Diselenggarakan pada Maret 2026, PILMAPRES UII merupakan bagian dari seleksi universitas untuk mengikuti kompetisi mahasiswa berprestasi yang diselenggarakan oleh Direktorat Belmawa Kemdiktisaintek. Dalam prosesnya, mahasiswa dinilai melalui beberapa aspek, yaitu 10 Capaian Unggulan, Gagasan Kreatif, dan kemampuan Bahasa Inggris.

Membangun Capaian Sejak Awal Perkuliahan

Bagi Ahmad, persiapan PILMAPRES tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Berbagai capaian yang dikumpulkan untuk mengikuti ajang tersebut telah dibangun sejak dirinya menjadi mahasiswa baru di UII.

Dari berbagai pengalaman yang dimiliki, Ahmad kemudian memilih 10 capaian terbaik dengan kategori yang beragam, mulai dari kejuaraan, publikasi, rekognisi, hingga pengalaman dalam organisasi dan karier.

Sementara itu, persiapan Gagasan Kreatif (GK) mulai dilakukan sejak awal Januari 2026. Gagasan tersebut disusun melalui refleksi terhadap perjalanan Ahmad sebagai mahasiswa sejak 2023.

“Persiapan PILMAPRES tidak bisa dilakukan dalam semalam. Proses mengumpulkan Capaian Unggulan sudah saya lakukan sejak menjadi mahasiswa baru di UII.”

Seleksi PILMAPRES diawali dari tingkat fakultas. Setelah melalui proses tersebut, tiga besar fakultas kemudian bersaing pada tingkat universitas untuk memperebutkan posisi tiga besar.

Menghadapi Tantangan dengan Waktu Terbatas

Salah satu tantangan yang dihadapi Ahmad adalah proses administrasi yang harus diselesaikan dalam waktu tiga hari. Setelah menunggu lebih dari dua bulan untuk mengetahui hasil seleksi fakultas, Ahmad kemudian melakukan komunikasi langsung dengan Wakil Dekan KKA FTI, Dr. Arif Hidayat, S.T., M.T.

Dari proses tersebut, Ahmad mendapatkan amanah untuk menjadi wakil FTI dalam ajang PILMAPRES tingkat universitas. Dengan tenggat waktu yang singkat, berbagai kebutuhan seleksi harus segera dipersiapkan.

Dengan waktu persiapan yang terbatas, Ahmad harus segera menjadwalkan tes CEPT CILACS tanpa persiapan khusus sekaligus menyelesaikan tantangan video berbahasa Inggris berdurasi lima menit.

Dalam proses persiapannya, Ahmad juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Dr. Arif Hidayat, S.T., M.T. membantunya mendapatkan HKI sebagai tambahan Capaian Unggulan, sedangkan Dr. Dwi Adi Purnama, S.T. selaku dosen pendamping Gagasan Kreatif memberikan masukan agar gagasan yang disusun menjadi lebih komprehensif dan realistis untuk diimplementasikan.

Dukungan juga datang dari teman-teman yang turut membantu Ahmad mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk mengikuti ajang tersebut.

Perjalanan dan Refleksi di PILMAPRES UII 2026

Daftar PILMAPRES UII 2026

Berbagai proses tersebut akhirnya membawa Ahmad meraih Juara 3 PILMAPRES UII 2026. Namun, pencapaian tersebut tidak hanya dimaknai sebagai sebuah penghargaan.

Bagi Ahmad, mengikuti PILMAPRES menjadi kesempatan untuk mengevaluasi diri sekaligus merefleksikan kembali berbagai pengalaman yang telah dilalui selama menjadi mahasiswa. Predikat sebagai mahasiswa berprestasi juga menjadi tanggung jawab moral untuk terus menunjukkan sikap yang baik tanpa kehilangan jati diri.

“Saya memaknainya sebagai bahan evaluasi untuk merefleksikan kembali perjalanan yang telah saya lalui. Selain itu, pencapaian ini juga menjadi tanggung jawab moral bagi saya untuk bersikap sebagai seorang mahasiswa berprestasi tanpa kehilangan jati diri.”

Ke depan, Ahmad berharap semakin banyak mahasiswa dari bidang Sains dan Teknologi (SAINTEK), khususnya FTI, yang berani mengikuti PILMAPRES. Menurutnya, mahasiswa berprestasi tidak harus selalu berasal dari bidang Sosial Humaniora (SOSHUM).

“Mahasiswa berprestasi tidak harus selalu berasal dari bidang Sosial Humaniora. Saya yakin FTI sebagai bagian dari SAINTEK memiliki potensi besar untuk berprestasi di ajang PILMAPRES.”

Menjelang PILMAPRES UII 2027, Ahmad juga mengajak mahasiswa FTI yang tertarik mengikuti ajang tersebut untuk tidak ragu berdiskusi dan mempersiapkan diri sejak dini.

Perjalanan di PILMAPRES UII 2026 menunjukkan bahwa prestasi tidak dibangun dalam semalam. Berbagai capaian, pengalaman, gagasan, dan proses pengembangan diri yang dibangun selama masa perkuliahan menjadi bekal penting untuk berani mengambil kesempatan dan menghadapi tantangan di tingkat universitas.

 

Kaila Bilbina M.S

Students from the Industrial Engineering Study Program, Faculty of Industrial Technology, Universitas Islam Indonesia, namely Ahmad Arro’uf Sulfuadi, Rajab Bullah Anggara Nasution, Najma Tsakiba, and Ferdian Anugrah Pratama, successfully won First Place in the Undergraduate Student Competition category at the 10th National Conference on Industrial Engineering (NCIE) 2026. The competition, held on May 22, 2026, carried the theme “Sustainable and Lean Strategy for Efficient Product Design” with a focus on Human Factors and Ergonomics. Through their research on ergonomic solutions for traditional porters (buruh gendong) at Beringharjo Market, Yogyakarta, the team demonstrated how Industrial Engineering knowledge can contribute meaningful solutions to society while achieving recognition at the national level.

Research Inspired by the Challenges Faced by Traditional Porters

The research process began with team formation, idea development, and direct data collection at Beringharjo Market. To better understand the working conditions experienced by traditional porters, the team conducted field observations and engaged in direct discussions with the workers. The collected data were then analyzed using Quality Function Deployment (QFD), anthropometric methods, and working posture analysis to design solutions that met user needs.

Throughout the project, each team member took on specific responsibilities, ranging from concept development and product design to paper writing and data analysis. The entire research process was supervised by Dr. Dwi Adi Purnama, S.T., who served as the team’s academic advisor.

Time Constraints as the Main Challenge

One of the greatest challenges faced by the team was the limited time available before the paper submission deadline. In addition, the large amount of data to be analyzed and the complexity of the proposed design required a high level of accuracy and coordination. Several stages of the research process were interdependent and had to be completed sequentially.

To overcome these challenges, the team implemented a structured division of tasks, maintained intensive communication, and conducted regular evaluations of their progress. These strategies enabled the team to successfully complete all stages of the research and ultimately secure First Place in the Undergraduate Student Competition category.

A Valuable Experience on the Road to NCIE 2026 Victory

Beyond the achievement itself, the most memorable experience for the team was the opportunity to interact directly with traditional porters at Beringharjo Market. In addition to gathering research data, they listened to various stories about the workers’ struggles and daily lives. This experience provided a deeper understanding that research should not only produce academic outcomes but also create tangible benefits for society.

For Ahmad Arro’uf Sulfuadi, this achievement holds special significance as it marked his second participation in NCIE, following his involvement in the same competition in 2024. The experience gained from his previous participation became valuable capital in understanding the dynamics of the competition and improving the quality of the research developed together with the team.

“Sometimes, what we learn in class can be applied directly in real-life situations. Take these opportunities as a way to gain experience, build your portfolio, and expand your learning beyond the classroom. You never know you might get an extra reward from it,” said Arro’uf.

This achievement is expected to inspire other students to continue developing their skills, produce impactful work, and confidently take advantage of various opportunities for personal and professional growth through academic activities and competitions.

Albin M. Wiryawan

Mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia, yaitu Ahmad Arro’uf Sulfuadi, Rajab Bullah Anggara Nasution, Najma Tsakiba, dan Ferdian Anugrah Pratama, berhasil meraih Juara 1 pada kategori Undergraduate Student Competition dalam ajang 10th National Conference on Industrial Engineering (NCIE) 2026. Kompetisi yang berlangsung pada 22 Mei 2026 tersebut mengusung tema “Sustainable and Lean Strategy for Efficient Product Design” dengan fokus kajian Human Factors and Ergonomics. Melalui penelitian yang mengangkat solusi ergonomis bagi buruh gendong di Pasar Beringharjo Yogyakarta, tim berhasil menunjukkan bagaimana penerapan ilmu Teknik Industri dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus menghasilkan prestasi di tingkat nasional.

Penelitian Berangkat dari Permasalahan Buruh Gendong

Proses penelitian dimulai dari pembentukan tim, penyusunan ide penelitian, hingga pengambilan data secara langsung di Pasar Beringharjo. Untuk memahami kondisi kerja yang dihadapi buruh gendong, tim melakukan observasi lapangan dan berdialog langsung dengan para pekerja. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD), antropometri, dan analisis postur kerja untuk merancang solusi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dalam pelaksanaannya, setiap anggota tim memegang peran masing-masing, mulai dari pengembangan konsep, perancangan produk, penyusunan paper, hingga pengolahan data. Seluruh proses penelitian juga mendapat bimbingan dari Dr. Dwi Adi Purnama, S.T. selaku dosen pembimbing.

Keterbatasan Waktu Menjadi Tantangan Utama

Salah satu hambatan terbesar yang dihadapi tim adalah waktu pengerjaan yang relatif singkat menjelang tenggat pengumpulan paper. Selain itu, banyaknya data yang harus dianalisis serta kompleksitas desain yang dikembangkan menuntut tingkat ketelitian dan koordinasi yang tinggi. Beberapa tahapan penelitian juga saling berkaitan sehingga harus diselesaikan secara berurutan. Untuk mengatasinya, tim menerapkan pembagian tugas yang terstruktur, menjaga komunikasi secara intensif, serta melakukan evaluasi berkala terhadap progres pekerjaan. Strategi tersebut membantu tim menyelesaikan seluruh tahapan penelitian dengan baik hingga akhirnya berhasil meraih Juara 1 pada kategori Undergraduate Student Competition.

Pengalaman Berharga Menuju Juara 1 NCIE 2026

Di balik keberhasilan tersebut, pengalaman yang paling membekas bagi tim adalah kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para buruh gendong di Pasar Beringharjo. Selain memperoleh data penelitian, mereka juga mendengar berbagai kisah tentang perjuangan dan kehidupan para pekerja dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa penelitian tidak hanya bertujuan menghasilkan luaran akademik, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Bagi Ahmad Arro’uf Sulfuadi, pencapaian ini juga memiliki arti khusus karena merupakan partisipasinya yang kedua dalam ajang NCIE setelah sebelumnya mengikuti kompetisi serupa pada tahun 2024. Pengalaman yang diperoleh dari keikutsertaan sebelumnya menjadi modal penting dalam memahami dinamika kompetisi sekaligus meningkatkan kualitas penelitian yang dikembangkan bersama tim.

“Kadang apa yang kita dapat di perkuliahan bisa kita praktikkan secara langsung. Niatkan saja untuk pengalaman, portofolio, dan arena belajar di ruang kelas kuliah. Siapa tahu dapat bonusnya, ” ujar Arro’uf.

Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus mengasah kemampuan, menghasilkan karya yang berdampak, serta berani memanfaatkan berbagai peluang pengembangan diri melalui kegiatan akademik maupun kompetisi.

Albin M Wiryawan

Ahmad Arro’uf Sulfuadi merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) yang berhasil meraih Juara 3 dalam International Student Symposium 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh ASEAN School of Business Network (ASBN) pada Agustus 2025. Arro’uf mengikuti cabang lomba esai dengan sub-tema “Green Economy and AI: Opportunities and Challenges”. Arro’uf mengangkat gagasan tentang integrasi AI dalam manajemen energi terbarukan berskala kawasan ASEAN. Ia melakukan pendekatan benchmarking dari terobosan ASEAN Power Grid yang digagas oleh ACE (ASEAN Center for Energy). Ia juga memetakan bagaimana integrasi AI dapat membuka batas-batas antarnegara secara lebih efisien. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Industri UII mampu berkontribusi pada diskusi isu global pada tingkat internasional.

Dari Riset Mendalam hingga Kompetisi Final Internasional

Kompetisi ini terdiri dari dua tahap, yakni tahap penyisihan dan babak final yang melibatkan peserta dari berbagai negara pada tingkat internasional. Kompetisi ini bersifat individu sehingga Arro’uf mengerjakan seluruh prosesnya sendiri dengan ritme pelan dan terukur. Dalam prosesnya, ia menempatkan diri selayaknya seorang konsultan pengambil kebijakan. Ia menyajikan data riil terkait potensi energi terbarukan pada setiap negara pionir ASEAN. Ia juga merancang implementasi energy exchange dapat berjalan otomatis melalui AI yang terautorisasi oleh APC.

Arro’uf mendalami topik melalui kajian literatur terkait penerapan AI pada manajemen energi skala makro. Ia juga menonton berbagai podcast dan video tentang bagaimana kegunaan AI dalam manajemen energi pada tingkat perusahaan. Dari situ, ia mulai berpikir jika teknologi tersebut dapat dikembangkan untuk digunakan dalam skala yang lebih luas.

Tantangan terbesar Arro’uf dalam kompetisi ini ialah menyajikan gagasan yang inovatif tetapi tetap rasional. Ia harus menyeimbangkan antara potensi implementasi AI dalam energy exchange dengan realita resistensi kebijakan dan perbedaan keterbukaan masing-masing negara. Dengan kegigihannya, Arro’uf berhasil lolos sebagai finalis dari 10 peserta internasional dan meraih Juara 3 pada sesi final.

Esai sebagai Ruang Bersuara dan Bertukar Gagasan

Pada babak final, Arro’uf berkesempatan menyaksikan ide-ide menarik dari peserta negara lain. Peserta dari Vietnam mengangkat jalur distribusi ekonomi di Sungai Mekong, sementara peserta dari Thailand membahas kereta listrik sebagai solusi transportasi berkelanjutan. Pengalaman ini membuka wawasannya bahwa isu ini dapat didekati dari sudut pandang yang beragam di setiap negara.

Arro’uf menilai pencapaian ini sebagai pengalaman yang sangat berharga, terutama karena idenya sempat ia ragukan sendiri saat tahap awal. Ia mendorong mahasiswa lain untuk tidak ragu menuangkan gagasan mereka melalui esai. Arro’uf menilai esai sebagai tempat yang fleksibel karena memungkinkan siapa pun menuangkan ide seluas-luasnya selama terdapat dukungan data yang riil dan rasional.

“So, essay menurutku wadah yang bagus untuk bersuara tentang idemu!” ungkap Arro’uf.

Arro’uf juga menegaskan bahwa gagasan yang terasa terlalu jauh untuk diimplementasikan bisa jadi justru dibutuhkan oleh mereka yang sudah memiliki kapasitas untuk mewujudkannya. Langkah berani Arro’uf membuktikan bahwa keberanian menyampaikan ide besar dapat membawa mahasiswa Indonesia bersuara hingga ke kancah internasional.

Nisrina Nur Masrefa

Rajab Bullah Anggara Nasution, Akbar Muntaqo, Nugraheni Novita Hutami, dan Fathia Aqila Zatadini merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Mereka berhasil meraih Bronze Medal pada INDES 2025. International Invention, Innovation and Design Competition (INDES) 2025 merupakan ajang kompetisi inovasi dan desain yang mempertemukan berbagai ide kreatif dalam bentuk produk atau karya inovatif. Kegiatan ini berlangsung pada 26 Juni 2025 dan berfokus pada aspek inovasi, penemuan, serta desain produk.

Dalam kompetisi ini, tim mengembangkan ECOBARA STOVE, yaitu inovasi insinerator ramah lingkungan yang dirancang untuk mendukung pengelolaan limbah secara lebih efisien. Proyek ini berperan sebagai pengelolaan sampah dengan merancang alat pembakaran sampah yang lebih ramah lingkungan dan bermanfaat. Prestasi ini membuktikan mahasiswa Teknik Industri UII mampu menghadirkan solusi permasalahan lingkungan melalui inovasi.

Dari Diskusi Tim hingga Final Presentasi 

Tahapan lomba bermulai dari penyusunan ide dan konsep produk bersama seluruh anggota tim. Persiapan mencakup pencarian referensi tentang insinerator dan pengelolaan sampah. Selain itu, tim melakukan penyusunan konsep ECOBARA STOVE serta pembuatan materi presentasi dan media pendukung. Tahapan ini terlaksana dengan pembagian tugas sesuai kemampuan masing-masing anggota tim.

Tantangan terbesar tim adalah membagi waktu, menyatukan ide antaranggota, dan menjelaskan konsep insinerator agar juri mudah memahaminya. Tim mengatasinya melalui komunikasi yang baik, pembagian tugas yang jelas, serta evaluasi bersama sebelum hari pelaksanaan. Dengan kegigihan dan kekompakkan antar anggota, tim kemudian mepresentasikan karya ini. Juri menilai karya berdasarkan aspek inovasi, kreativitas, manfaat, dan kesesuaian tema hingga akhirnya tim berhasil meraih Bronze Medal.

Pengalaman Berharga Menuju Bronze Medal

Bagi Rajab yang merupakan salah satu anggota tim, INDES 2025 menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan ide inovatif, membangun kerja sama tim, dan melatih kepercayaan diri saat mempresentasikan karya. Proses yang telah terlalui bersama meninggalkan pesan pentingnya saling mendengarkan pendapat dan menyelesaikan kendala secara bersama. Kebersamaan tim menjadi kunci dari pencapaian kemenangan Bronze Medal yang mereka raih.

“Jangan takut mencoba mengikuti lomba. Dari lomba seperti ini, kita bisa mendapat pengalaman, menambah wawasan, melatih kerja sama, dan meningkatkan rasa percaya diri. Yang penting berani memulai, mau belajar, dan tetap semangat selama prosesnya,” ujar Rajab.

Rajab juga menegaskan bahwa ide sederhana dapat menjadi karya yang bermanfaat jika kita mengembangkannya dengan kesungguhan. Keberanian tim ini membuktikan bahwa inovasi yang berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan mampu bersaing pada ranah internasional.

Nisrina Nur Masrefa

Ahmad Arro’uf Sulfuadi, Ferdian Anugrah Pratama, dan Muhammad Imam Baihaqi merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Mereka berhasil meraih prestasi pada Sustainable Innovations Essay Competition (SINEC) 2025. Tim ini menjadi finalis, meraih penghargaan Most Implementative Idea (Bronze Medal) hingga publikasi karya dalam jurnal IASSF. SINEC merupakan kompetisi esai ilmiah tingkat nasional yang berfokus pada inovasi dan solusi berkelanjutan. Kompetisi ini mendorong mahasiswa dan pelajar menciptakan gagasan kreatif menghadapi tantangan lingkungan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan teknologi. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 9 dan 10 Agustus 2025 di Yogyakarta.

Pada kegiatan SINEC, tim mengambil isu lingkungan dan keberlanjutan melalui karya berjudul “Development of NARA Biodegradable Journaling Books as a Circular Economy-Based Solution for Sustainable Lifestyle Transformation and Social Empowerment“. Karya tersebut membahas pengembangan jurnal biodegradable yang terbuat dari limbah kulit jagung dan kertas daur ulang. Berbasis circular economy, produk ini dirancang sebagai solusi gaya hidup berkelanjutan yang mendukung pemberdayaan sosial petani lokal.

Riset Mendalam Jadi Fondasi Karya NARA

Rangkaian SINEC 2025 diawali dengan pendaftaran dan pengiriman esai pada 7 April–31 Mei 2025. Selanjutnya terdapat tahap penjurian, hingga puncaknya pada babak final di Yogyakarta. Persiapan untuk kompetisi ini membutuhkan usaha yang cukup besar. Tim menyusun riset mendalam terkait sustainable product development, circular economy, dan Voice of Customer (VoC). Tim juga melakukan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa di D.I.Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan guna memahami kebutuhan pengguna terhadap produk journaling berkelanjutan.

Proses persiapan juga mencakup pengembangan konsep produk NARA, pembuatan poster ilmiah, penyusunan artikel ilmiah, hingga latihan presentasi. Setiap anggota tim menjalankan peran sesuai keahliannya, dari penyusunan konsep dan metodologi hingga penyampaian presentasi saat lomba berlangsung. Selama proses ini, tim mendapat arahan dan masukan dari dosen pembimbing, yaitu Dr. Dwi Adi Purnama, S.T.,.

Integrasikan Keberlanjutan dan Kebutuhan Pengguna, Tantangan Terbesar Tim

Tantangan terbesar tim terletak pada upaya mempertemukan aspek keberlanjutan lingkungan dengan kebutuhan produk bagi penggunanya. Tim mempertimbangkan aspek agar NARA tidak sekadar ramah lingkungan. Akan tetapi juga benar-benar menarik dan sesuai kebutuhan mahasiswa sebagai target pengguna. Tantangan tim lainnya ada pada proses penyusunan artikel ilmiah. Prosesnya menuntut ketelitian ekstra dalam penelusuran referensi serta pembangunan argumen akademik.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim melakukan berbagai solusi yang memungkinkan. Seperti melakukan komunikasi terbuka, pembagian tugas, diskusi rutin, dan revisi berkala. Selain itu, konsultasi dengan dosen pembimbing dan mentor penelitian turut membantu penyempurnaan karya. Kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan tidak hanya meraih Bronze Medal, karya mereka pun lolos untuk diterbitkan pada jurnal IASSSF. Capaian tersebut menjadi pengalaman berharga bagi tim dalam mengasah kemampuan akademik dan penyusunan karya ilmiah.

Bangga Bertemu Ide-Ide Kreatif dari Berbagai Daerah

Bagi tim, SINEC 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang berkembang yang penuh pengalaman berharga. Bertemu dengan peserta dari berbagai daerah yang membawa ide baru menjadi salah satu momen paling berkesan selama kompetisi. Kompetisi ini juga memperluas wawasan akademik dan memperkuat kepercayaan diri mereka dalam menyampaikan gagasan ilmiah. Salah satu anggota tim, Ferdian, memberikan pesan yang mengalir dari pengalaman pribadinya.

“Jangan takut untuk mencoba ikut lomba, karena setiap proses yang dijalani akan selalu membawa pengalaman dan pelajaran baru. Tidak harus langsung hebat untuk memulai, tetapi harus berani memulai untuk bisa berkembang,” ungkap Ferdian.

Langkah berani tim ini menjadi bukti bahwa keberanian mencoba dapat membuka peluang yang sebelumnya tidak terpikirkan. Harapannya, perjalanan mereka di SINEC 2025 dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk tidak pernah ragu mengambil kesempatan.

Nisrina Nur Masrefa

Ahmad Arro’uf Sulfuadi, a student of the Industrial Engineering Study Program at Universitas Islam Indonesia. He won 1st Place in the Undergraduate Student Paper Competition Sponsored by SIEMENS at the 7th Asia Pacific Conference on Industrial Engineering and Operations Management (APIEOM 2026). The conference was held on March 25–27, 2026, in Bangkok, Thailand.

APIEOM 2026 is an international conference that brings together students, academics, and industrial engineering practitioners from various countries. Furthermore, this achievement marks a proud milestone for the Industrial Engineering Study Program at UII and highlights its growing presence on the international stage.

Journey to APIEOM 2026

 Before participating in APIEOM 2026, Ahmad and his teammate, Muhamad Salimudin Paripurna, conducted research at a bakpia manufacturing facility. The facility is located in the Kraton area of Yogyakarta. Under the supervision of Dr. Dwi Adi Purnama, the research was developed into a scientific paper.

After going through several stages of writing, revision, and submission, the paper was successfully selected for presentation at APIEOM 2026. Moreover, one of the biggest challenges faced by the team was learning new concepts that had not yet been covered in their coursework while ensuring that the research offered sufficient novelty. In addition, due to budget limitations, Ahmad attended the conference in Bangkok as the team’s representative.

Valuable Experience and International Exposure

Participating in APIEOM 2026 provided Ahmad with valuable opportunities to enhance both his academic capabilities and international network. Through this experience, he met and exchanged ideas with students, researchers, and academics from different countries.

The experience also helped him improve his English communication skills and broaden his understanding of current developments in Industrial Engineering worldwide. Additionally, Ahmad hopes that more students will take advantage of opportunities to develop themselves through competitions and academic activities.

“Keep trying and seize every opportunity. While you are still a student, gain as much experience as possible because every opportunity can become a valuable lesson for the future,” Ahmad said.

It is hoped that Ahmad’s achievement at APIEOM 2026 will inspire other UII Industrial Engineering students to continue striving for excellence, develop their potential, and confidently pursue opportunities at both national and international levels.

Kaila Bilbina M.S

Mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia, Ahmad Arro’uf Sulfuadi, berhasil meraih Juara 1 kategori Undergraduate Student Paper Competition Sponsored by SIEMENS dalam ajang 7th Asia Pacific Conference on Industrial Engineering and Operational Management (APIEOM) 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 25- 27 Maret 2026 di Bangkok, Thailand. Kompetisi ini merupakan bagian dari konferensi internasional yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan praktisi Teknik Industri dari berbagai negara. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Teknik Industri UII di tingkat internasional.

Proses Menuju Kompetisi Internasional  

Sebelum mengikuti kompetisi, Ahmad bersama rekannya, Muhamad Salimudin Paripurna, melakukan penelitian di pabrik bakpia pathok kawasan Kraton Yogyakarta. Penelitian tersebut kemudian dikembangkan menjadi paper ilmiah dengan bimbingan Dr. Dwi Adi Purnama. Setelah melalui proses penyusunan, revisi, dan submisi paper, karya tersebut berhasil lolos hingga tahap presentasi kompetisi. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah mempelajari berbagai materi baru yang belum diperoleh di perkuliahan serta memastikan penelitian memiliki unsur kebaruan (novelty). Selain itu, keterbatasan anggaran membuat Ahmad menjadi perwakilan tim yang hadir secara langsung di Bangkok.

Pengalaman Berharga di APIEOM 2026

APIEOM 2026 memberikan pengalaman berharga bagi Ahmad, baik dalam mengembangkan kemampuan akademik maupun memperluas jaringan internasional. Melalui konferensi tersebut, ia berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan mahasiswa, peneliti, serta akademisi dari berbagai negara. Pengalaman tersebut juga menjadi sarana untuk melatih kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris dan menambah wawasan mengenai perkembangan ilmu Teknik Industri di tingkat global. Ahmad berharap semakin banyak mahasiswa yang berani memanfaatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan diri melalui kompetisi dan kegiatan akademik.

“Semangat untuk terus mencoba dan mengambil kesempatan. Selagi masih menjadi mahasiswa, perbanyak pengalaman karena setiap kesempatan yang datang dapat menjadi pembelajaran yang berharga untuk masa depan,” pesan Ahmad.

Prestasi yang diraih Ahmad diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Teknik Industri UII lainnya untuk terus berprestasi, mengembangkan potensi diri, serta berani mengambil peluang di tingkat nasional maupun internasional. 

Kaila Bilbina M.S