Ahmad Arro’uf Sulfuadi merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) yang berhasil meraih Juara 3 dalam International Student Symposium 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh ASEAN School of Business Network (ASBN) pada Agustus 2025. Arro’uf mengikuti cabang lomba esai dengan sub-tema “Green Economy and AI: Opportunities and Challenges”. Arro’uf mengangkat gagasan tentang integrasi AI dalam manajemen energi terbarukan berskala kawasan ASEAN. Ia melakukan pendekatan benchmarking dari terobosan ASEAN Power Grid yang digagas oleh ACE (ASEAN Center for Energy). Ia juga memetakan bagaimana integrasi AI dapat membuka batas-batas antarnegara secara lebih efisien. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Industri UII mampu berkontribusi pada diskusi isu global pada tingkat internasional.

Dari Riset Mendalam hingga Kompetisi Final Internasional

Kompetisi ini terdiri dari dua tahap, yakni tahap penyisihan dan babak final yang melibatkan peserta dari berbagai negara pada tingkat internasional. Kompetisi ini bersifat individu sehingga Arro’uf mengerjakan seluruh prosesnya sendiri dengan ritme pelan dan terukur. Dalam prosesnya, ia menempatkan diri selayaknya seorang konsultan pengambil kebijakan. Ia menyajikan data riil terkait potensi energi terbarukan pada setiap negara pionir ASEAN. Ia juga merancang implementasi energy exchange dapat berjalan otomatis melalui AI yang terautorisasi oleh APC.

Arro’uf mendalami topik melalui kajian literatur terkait penerapan AI pada manajemen energi skala makro. Ia juga menonton berbagai podcast dan video tentang bagaimana kegunaan AI dalam manajemen energi pada tingkat perusahaan. Dari situ, ia mulai berpikir jika teknologi tersebut dapat dikembangkan untuk digunakan dalam skala yang lebih luas.

Tantangan terbesar Arro’uf dalam kompetisi ini ialah menyajikan gagasan yang inovatif tetapi tetap rasional. Ia harus menyeimbangkan antara potensi implementasi AI dalam energy exchange dengan realita resistensi kebijakan dan perbedaan keterbukaan masing-masing negara. Dengan kegigihannya, Arro’uf berhasil lolos sebagai finalis dari 10 peserta internasional dan meraih Juara 3 pada sesi final.

Esai sebagai Ruang Bersuara dan Bertukar Gagasan

Pada babak final, Arro’uf berkesempatan menyaksikan ide-ide menarik dari peserta negara lain. Peserta dari Vietnam mengangkat jalur distribusi ekonomi di Sungai Mekong, sementara peserta dari Thailand membahas kereta listrik sebagai solusi transportasi berkelanjutan. Pengalaman ini membuka wawasannya bahwa isu ini dapat didekati dari sudut pandang yang beragam di setiap negara.

Arro’uf menilai pencapaian ini sebagai pengalaman yang sangat berharga, terutama karena idenya sempat ia ragukan sendiri saat tahap awal. Ia mendorong mahasiswa lain untuk tidak ragu menuangkan gagasan mereka melalui esai. Arro’uf menilai esai sebagai tempat yang fleksibel karena memungkinkan siapa pun menuangkan ide seluas-luasnya selama terdapat dukungan data yang riil dan rasional.

“So, essay menurutku wadah yang bagus untuk bersuara tentang idemu!” ungkap Arro’uf.

Arro’uf juga menegaskan bahwa gagasan yang terasa terlalu jauh untuk diimplementasikan bisa jadi justru dibutuhkan oleh mereka yang sudah memiliki kapasitas untuk mewujudkannya. Langkah berani Arro’uf membuktikan bahwa keberanian menyampaikan ide besar dapat membawa mahasiswa Indonesia bersuara hingga ke kancah internasional.

Nisrina Nur Masrefa

Rajab Bullah Anggara Nasution, Akbar Muntaqo, Nugraheni Novita Hutami, dan Fathia Aqila Zatadini merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Mereka berhasil meraih Bronze Medal pada INDES 2025. International Invention, Innovation and Design Competition (INDES) 2025 merupakan ajang kompetisi inovasi dan desain yang mempertemukan berbagai ide kreatif dalam bentuk produk atau karya inovatif. Kegiatan ini berlangsung pada 26 Juni 2025 dan berfokus pada aspek inovasi, penemuan, serta desain produk.

Dalam kompetisi ini, tim mengembangkan ECOBARA STOVE, yaitu inovasi insinerator ramah lingkungan yang dirancang untuk mendukung pengelolaan limbah secara lebih efisien. Proyek ini berperan sebagai pengelolaan sampah dengan merancang alat pembakaran sampah yang lebih ramah lingkungan dan bermanfaat. Prestasi ini membuktikan mahasiswa Teknik Industri UII mampu menghadirkan solusi permasalahan lingkungan melalui inovasi.

Dari Diskusi Tim hingga Final Presentasi 

Tahapan lomba bermulai dari penyusunan ide dan konsep produk bersama seluruh anggota tim. Persiapan mencakup pencarian referensi tentang insinerator dan pengelolaan sampah. Selain itu, tim melakukan penyusunan konsep ECOBARA STOVE serta pembuatan materi presentasi dan media pendukung. Tahapan ini terlaksana dengan pembagian tugas sesuai kemampuan masing-masing anggota tim.

Tantangan terbesar tim adalah membagi waktu, menyatukan ide antaranggota, dan menjelaskan konsep insinerator agar juri mudah memahaminya. Tim mengatasinya melalui komunikasi yang baik, pembagian tugas yang jelas, serta evaluasi bersama sebelum hari pelaksanaan. Dengan kegigihan dan kekompakkan antar anggota, tim kemudian mepresentasikan karya ini. Juri menilai karya berdasarkan aspek inovasi, kreativitas, manfaat, dan kesesuaian tema hingga akhirnya tim berhasil meraih Bronze Medal.

Pengalaman Berharga Menuju Bronze Medal

Bagi Rajab yang merupakan salah satu anggota tim, INDES 2025 menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan ide inovatif, membangun kerja sama tim, dan melatih kepercayaan diri saat mempresentasikan karya. Proses yang telah terlalui bersama meninggalkan pesan pentingnya saling mendengarkan pendapat dan menyelesaikan kendala secara bersama. Kebersamaan tim menjadi kunci dari pencapaian kemenangan Bronze Medal yang mereka raih.

“Jangan takut mencoba mengikuti lomba. Dari lomba seperti ini, kita bisa mendapat pengalaman, menambah wawasan, melatih kerja sama, dan meningkatkan rasa percaya diri. Yang penting berani memulai, mau belajar, dan tetap semangat selama prosesnya,” ujar Rajab.

Rajab juga menegaskan bahwa ide sederhana dapat menjadi karya yang bermanfaat jika kita mengembangkannya dengan kesungguhan. Keberanian tim ini membuktikan bahwa inovasi yang berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan mampu bersaing pada ranah internasional.

Nisrina Nur Masrefa

Ahmad Arro’uf Sulfuadi, Ferdian Anugrah Pratama, dan Muhammad Imam Baihaqi merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Mereka berhasil meraih prestasi pada Sustainable Innovations Essay Competition (SINEC) 2025. Tim ini menjadi finalis, meraih penghargaan Most Implementative Idea (Bronze Medal) hingga publikasi karya dalam jurnal IASSF. SINEC merupakan kompetisi esai ilmiah tingkat nasional yang berfokus pada inovasi dan solusi berkelanjutan. Kompetisi ini mendorong mahasiswa dan pelajar menciptakan gagasan kreatif menghadapi tantangan lingkungan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan teknologi. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 9 dan 10 Agustus 2025 di Yogyakarta.

Pada kegiatan SINEC, tim mengambil isu lingkungan dan keberlanjutan melalui karya berjudul Development of NARA Biodegradable Journaling Books as a Circular Economy-Based Solution for Sustainable Lifestyle Transformation and Social Empowerment. Karya tersebut membahas pengembangan jurnal biodegradable yang terbuat dari limbah kulit jagung dan kertas daur ulang. Berbasis circular economy, produk ini dirancang sebagai solusi gaya hidup berkelanjutan yang mendukung pemberdayaan sosial petani lokal.

Riset Mendalam Jadi Fondasi Karya NARA

Rangkaian SINEC 2025 diawali dengan pendaftaran dan pengiriman esai pada 7 April–31 Mei 2025. Selanjutnya terdapat tahap penjurian, hingga puncaknya pada babak final di Yogyakarta. Persiapan untuk kompetisi ini membutuhkan usaha yang cukup besar. Tim menyusun riset mendalam terkait sustainable product development, circular economy, dan Voice of Customer (VoC). Tim juga melakukan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa di D.I.Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan guna memahami kebutuhan pengguna terhadap produk journaling berkelanjutan.

Proses persiapan juga mencakup pengembangan konsep produk NARA, pembuatan poster ilmiah, penyusunan artikel ilmiah, hingga latihan presentasi. Setiap anggota tim menjalankan peran sesuai keahliannya, dari penyusunan konsep dan metodologi hingga penyampaian presentasi saat lomba berlangsung. Selama proses ini, tim mendapat arahan dan masukan dari dosen pembimbing, yaitu Dr. Dwi Adi Purnama, S.T.,.

Integrasikan Keberlanjutan dan Kebutuhan Pengguna, Tantangan Terbesar Tim

Tantangan terbesar tim terletak pada upaya mempertemukan aspek keberlanjutan lingkungan dengan kebutuhan produk bagi penggunanya. Tim mempertimbangkan aspek agar NARA tidak sekadar ramah lingkungan. Akan tetapi juga benar-benar menarik dan sesuai kebutuhan mahasiswa sebagai target pengguna. Tantangan tim lainnya ada pada proses penyusunan artikel ilmiah. Prosesnya menuntut ketelitian ekstra dalam penelusuran referensi serta pembangunan argumen akademik.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim melakukan berbagai solusi yang memungkinkan. Seperti melakukan komunikasi terbuka, pembagian tugas, diskusi rutin, dan revisi berkala. Selain itu, konsultasi dengan dosen pembimbing dan mentor penelitian turut membantu penyempurnaan karya. Kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan tidak hanya meraih Bronze Medal, karya mereka pun lolos untuk diterbitkan pada jurnal IASSSF. Capaian tersebut menjadi pengalaman berharga bagi tim dalam mengasah kemampuan akademik dan penyusunan karya ilmiah.

Bangga Bertemu Ide-Ide Kreatif dari Berbagai Daerah

Bagi tim, SINEC 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang berkembang yang penuh pengalaman berharga. Bertemu dengan peserta dari berbagai daerah yang membawa ide baru menjadi salah satu momen paling berkesan selama kompetisi. Kompetisi ini juga memperluas wawasan akademik dan memperkuat kepercayaan diri mereka dalam menyampaikan gagasan ilmiah. Salah satu anggota tim, Ferdian, memberikan pesan yang mengalir dari pengalaman pribadinya.

“Jangan takut untuk mencoba ikut lomba, karena setiap proses yang dijalani akan selalu membawa pengalaman dan pelajaran baru. Tidak harus langsung hebat untuk memulai, tetapi harus berani memulai untuk bisa berkembang,” ungkap Ferdian.

Langkah berani tim ini menjadi bukti bahwa keberanian mencoba dapat membuka peluang yang sebelumnya tidak terpikirkan. Harapannya, perjalanan mereka di SINEC 2025 dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk tidak pernah ragu mengambil kesempatan.

Nisrina Nur Masrefa

Ahmad Arro’uf Sulfuadi, a student of the Industrial Engineering Study Program at Universitas Islam Indonesia. He won 1st Place in the Undergraduate Student Paper Competition Sponsored by SIEMENS at the 7th Asia Pacific Conference on Industrial Engineering and Operations Management (APIEOM 2026). The conference was held on March 25–27, 2026, in Bangkok, Thailand.

APIEOM 2026 is an international conference that brings together students, academics, and industrial engineering practitioners from various countries. Furthermore, this achievement marks a proud milestone for the Industrial Engineering Study Program at UII and highlights its growing presence on the international stage.

Journey to APIEOM 2026

 Before participating in APIEOM 2026, Ahmad and his teammate, Muhamad Salimudin Paripurna, conducted research at a bakpia manufacturing facility. The facility is located in the Kraton area of Yogyakarta. Under the supervision of Dr. Dwi Adi Purnama, the research was developed into a scientific paper.

After going through several stages of writing, revision, and submission, the paper was successfully selected for presentation at APIEOM 2026. Moreover, one of the biggest challenges faced by the team was learning new concepts that had not yet been covered in their coursework while ensuring that the research offered sufficient novelty. In addition, due to budget limitations, Ahmad attended the conference in Bangkok as the team’s representative.

Valuable Experience and International Exposure

Participating in APIEOM 2026 provided Ahmad with valuable opportunities to enhance both his academic capabilities and international network. Through this experience, he met and exchanged ideas with students, researchers, and academics from different countries.

The experience also helped him improve his English communication skills and broaden his understanding of current developments in Industrial Engineering worldwide. Additionally, Ahmad hopes that more students will take advantage of opportunities to develop themselves through competitions and academic activities.

“Keep trying and seize every opportunity. While you are still a student, gain as much experience as possible because every opportunity can become a valuable lesson for the future,” Ahmad said.

It is hoped that Ahmad’s achievement at APIEOM 2026 will inspire other UII Industrial Engineering students to continue striving for excellence, develop their potential, and confidently pursue opportunities at both national and international levels.

Kaila Bilbina M.S

Mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia, Ahmad Arro’uf Sulfuadi, berhasil meraih Juara 1 kategori Undergraduate Student Paper Competition Sponsored by SIEMENS dalam ajang 7th Asia Pacific Conference on Industrial Engineering and Operational Management (APIEOM) 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 25- 27 Maret 2026 di Bangkok, Thailand. Kompetisi ini merupakan bagian dari konferensi internasional yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan praktisi Teknik Industri dari berbagai negara. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Teknik Industri UII di tingkat internasional.

Proses Menuju Kompetisi Internasional  

Sebelum mengikuti kompetisi, Ahmad bersama rekannya, Muhamad Salimudin Paripurna, melakukan penelitian di pabrik bakpia pathok kawasan Kraton Yogyakarta. Penelitian tersebut kemudian dikembangkan menjadi paper ilmiah dengan bimbingan Dr. Dwi Adi Purnama. Setelah melalui proses penyusunan, revisi, dan submisi paper, karya tersebut berhasil lolos hingga tahap presentasi kompetisi. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah mempelajari berbagai materi baru yang belum diperoleh di perkuliahan serta memastikan penelitian memiliki unsur kebaruan (novelty). Selain itu, keterbatasan anggaran membuat Ahmad menjadi perwakilan tim yang hadir secara langsung di Bangkok.

Pengalaman Berharga di APIEOM 2026

APIEOM 2026 memberikan pengalaman berharga bagi Ahmad, baik dalam mengembangkan kemampuan akademik maupun memperluas jaringan internasional. Melalui konferensi tersebut, ia berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan mahasiswa, peneliti, serta akademisi dari berbagai negara. Pengalaman tersebut juga menjadi sarana untuk melatih kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris dan menambah wawasan mengenai perkembangan ilmu Teknik Industri di tingkat global. Ahmad berharap semakin banyak mahasiswa yang berani memanfaatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan diri melalui kompetisi dan kegiatan akademik.

“Semangat untuk terus mencoba dan mengambil kesempatan. Selagi masih menjadi mahasiswa, perbanyak pengalaman karena setiap kesempatan yang datang dapat menjadi pembelajaran yang berharga untuk masa depan,” pesan Ahmad.

Prestasi yang diraih Ahmad diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Teknik Industri UII lainnya untuk terus berprestasi, mengembangkan potensi diri, serta berani mengambil peluang di tingkat nasional maupun internasional. 

Kaila Bilbina M.S

Zahid Anugrah Muzaffar Rana, a student of the Industrial Engineering Department, Faculty of Industrial Technology, Universitas Islam Indonesia , secured 4th place in the 2025 Outstanding Student Selection (PILMAPRES) at Universitas Islam Indonesia. The competition was held from February 2025 until the final round on March 17–18, 2025. More than 20 undergraduate students from various faculties across UII participated in the event. The selection process assessed students based on their outstanding achievements, SDG-based creative ideas, English presentation skills, and verification interviews. Zahid was the only representative from the Faculty of Industrial Technology in the competition. The final results were announced on May 10, 2025, and his achievement brought pride to the Faculty of Industrial Technology at UII.

UII Industrial Engineering Student Demonstrates Excellence in PILMAPRES

According to Zahid, the selection process provided him with many valuable experiences. Throughout the competition, he had to prepare various documents and complete several assessment stages simultaneously. He compiled a portfolio of achievements, developed an SDG-based creative idea, and practiced for presentations and interviews. He also received extensive guidance from his academic supervisors. Their support helped him face each stage of the selection process with greater confidence.

A Student’s Journey to PILMAPRES

Through this achievement, Zahid hopes that other students will be encouraged to seize opportunities for growth and embrace new challenges.

“Be brave enough to try anything and never delay opportunities to compete while learning new things,” Zahid said.

This achievement is expected to inspire other Industrial Engineering Student UII representatives to continuously improve their competencies, develop creative ideas, and participate in academic and non-academic competitions at both national and international levels. In addition to bringing pride to the Industrial Engineering Department, this accomplishment reflects UII students’ commitment to developing their potential and making positive contributions to society.

Kaila Bilbina M.S

Mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia Zahid Anugrah Muzaffar Rana berhasil meraih peringkat 4 dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Universitas Islam Indonesia Tahun 2025. Kompetisi yang diselenggarakan sejak Februari 2025 hingga babak final pada 17-18 Maret 2025 ini diikuti lebih dari 20 mahasiswa program sarjana dari berbagai fakultas di Universitas Islam Indonesia. Ajang tersebut berfokus pada seleksi mahasiswa berprestasi melalui penilaian capaian unggulan, gagasan kreatif berbasis SDGs, presentasi bahasa Inggris, serta wawancara verifikasi. Zahid menjadi satu-satunya perwakilan dari Fakultas Teknologi Industri dalam kompetisi tersebut. Hasil akhir diumumkan pada 10 Mei 2025 dengan Zahid berhasil menorehkan prestasi membanggakan bagi FTI UII.

Mahasiswa Teknik Industri UII Tunjukkan Prestasi di PILMAPRES 

Menurut Zahid, proses seleksi memberinya banyak pengalaman berharga. Selama kompetisi, ia harus mempersiapkan berbagai dokumen dan tahapan penilaian secara bersamaan. Ia menyusun formulir capaian unggulan, mengembangkan gagasan kreatif berbasis SDGs, serta berlatih presentasi dan wawancara.

Ia juga memperoleh banyak arahan dari dosen pembimbing. Dukungan tersebut membantunya menghadapi setiap tahapan seleksi dengan lebih percaya diri.

Perjalanan Mahasiswa Menuju PILMAPRES

Melalui pencapaian ini, Zahid berharap mahasiswa lainnya berani mengambil kesempatan untuk berkembang dan mencoba berbagai tantangan baru.

“Berani mencoba apa pun itu dan jangan pernah menunda kesempatan yang ada untuk bertanding bersamaan dengan belajar hal baru,” pesan Zahid.

Prestasi yang diraih oleh mahasiswa Teknik Industri UII ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, mengembangkan ide kreatif, serta berkontribusi dalam berbagai ajang prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Selain membawa kebanggaan bagi Program Studi Teknik Industri, capaian ini juga menunjukkan komitmen mahasiswa UII dalam mengembangkan potensi diri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. 

Kaila Bilbina M.S

Yogyakarta, May 11, 2026 – Four students from the Industrial Engineering Study Program, Faculty of Industrial Technology, Universitas Islam Indonesia, namely Zahid Anugrah Muzaffar Rana, Inggil Tahta Haritza, Azhar Anargya Aryasatya, and Atiqoh Fairuz Hamidah, achieved outstanding accomplishments in the Logistics National Competition (LNC) 2025. The national level competition carried the theme Humanitarian Logistics in Crisis: Youth Solutions for Emergency Response and Recovery”, focusing on disaster logistics solutions for Indonesia’s underdeveloped, frontier, and outermost regions (3T areas), such as Maluku, Papua, and East Nusa Tenggara. The organizers held the proposal selection stage from May 26 to June 26, 2025. Afterward, the finalists competed in the final round on July 7, 2025. The UII team secured 1st place in the proposal stage. In the national final round, the team achieved 4th place. Through their innovation, the students proposed a more effective aid distribution system. The solution supports disaster response and post-disaster recovery in remote areas of Indonesia.

Strategy and Teamwork Became the Key to Success

During Logistics National Competition (LNC) 2025, the team “Bentar Lagi Nyari” prepared intensively for every stage of the competition. They worked on proposal development and practiced presentations for the final round. Each member handled different responsibilities based on their expertise. Zahid managed the background analysis and program KPI section. Meanwhile, Inggil focused on developing the proposed solution in depth. Azhar handled scheduling and financial planning. Atiqoh focused on problem identification and supporting solutions. Although the team members were busy with sixth-semester classes, they managed their time effectively. As a result, they completed every stage of the competition successfully and earned national recognition.

Experience and Learning from Logistics National Competition 2025

 Throughout the competition, the team gained valuable experiences, particularly in humanitarian logistics and aid distribution management in 3T regions. In addition to expanding their knowledge, the competition also strengthened their communication, teamwork, and problem-solving skills. Zahid stated that the entire competition process provided valuable lessons for all team members. According to him, students should never hesitate to participate in competitions.

“Try every competition and never give up on joining various contests,” said Zahid. 

Through this achievement, the team hopes to inspire other students to be more confident in exploring opportunities and actively participating in national competitions 

Albin M Wiryawan

Yogyakarta, 11 Mei 2026 – Empat mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia, yaitu Zahid Anugrah Muzaffar Rana, Inggil Tahta Haritza, Azhar Anargya Aryasatya, dan Atiqoh Fairuz Hamidah berhasil meraih prestasi pada ajang Logistics National Competition (LNC) 2025. Kompetisi tingkat nasional tersebut mengangkat tema “Humanitarian Logistics in Crisis: Youth Solutions for Emergency Response and Recovery” yang berfokus pada solusi logistik kebencanaan di daerah 3T, seperti Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan seleksi proposal pada 26 Mei hingga 26 Juni 2025 dan dilanjutkan dengan babak final pada 7 Juli 2025. Dalam perlombaan tersebut, tim berhasil memperoleh peringkat 1 pada tahap proposal dan meraih peringkat 4 nasional pada tahap akhir kompetisi. Melalui ide yang dikembangkan, tim menawarkan inovasi distribusi bantuan yang lebih efektif guna mendukung proses penanganan dan pemulihan pasca bencana di wilayah terpencil Indonesia. 

Strategi dan Kerja Sama Tim Jadi Kunci Keberhasilan

Dalam mengikuti Logistics National Competition (LNC) 2025, tim “Bentar Lagi Nyari” melakukan berbagai persiapan. Tim mulai dari menyusun proposal hingga berlatih presentasi untuk babak final. Setiap anggota memiliki tugas sesuai kemampuan dan fokus masing-masing. Zahid bertanggung jawab pada bagian latar belakang, analisis, dan KPI program. Inggil berfokus pada pengembangan solusi secara mendalam. Azhar mengerjakan bagian penjadwalan dan finansial. Sementara itu, Atiqoh berfokus pada identifikasi masalah dan pengembangan solusi pendukung. Di tengah kesibukan perkuliahan semester enam, tim tetap mengatur waktu dengan baik. Mereka juga menyelesaikan setiap tahap lomba secara maksimal hingga berhasil meraih prestasi tingkat nasional.

Pengalaman dan Pembelajaran dari Logistics National Competition 2025

Selama mengikuti kompetisi tersebut, tim memperoleh banyak pengalaman baru, khususnya dalam bidang logistik kemanusiaan dan penanganan distribusi bantuan di daerah 3T. Selain menambah wawasan, kompetisi ini juga melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, dan pemecahan masalah dalam tim. Zahid menyampaikan bahwa proses yang dijalani selama lomba memberikan pelajaran berharga bagi seluruh anggota tim. Menurutnya, mahasiswa tidak perlu ragu untuk mencoba berbagai ajang perlombaan.  

“Coba semua lomba dan jangan menyerah untuk ikut berbagai kompetisi,” ujar Zahid. 

Melalui pencapaian ini, tim berharap mahasiswa lain semakin termotivasi untuk berani mencoba dan aktif mengikuti kompetisi tingkat nasional.

Albin M Wiryawan

Yogyakarta, 30 November 2025 – Sang Adji Paco Labib, Afiana Saputri, dan Pradita Nur Maulidina merupakan Mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia yang mengikuti Industrial National Competition (INCO) 2025 yaitu sebuah perlombaan berskala nasional. Himpunan Mahasiswa Teknik Industri FTI Universitas Muslim Indonesia (UMI) menyelenggarakan kegiatan ini pada 28-30 November 2025 dan melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. INCO 2025 mengusung tema “Sustainable Product Design Innovation for Human Well-Being and Optimal Ergonomics.” Melalui kompetisi ini, mahasiswa menampilkan gagasan desain produk yang ramah lingkungan dan ergonomis. Kegiatan ini bertujuan mendorong lahirnya inovasi yang memperhatikan keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan nilai ekonomi.

Ajang INCO 2025 Perkuat Peran Mahasiswa dalam Inovasi Desain Industri

Untuk mendukung tujuan kompetisi tersebut, panitia INCO 2025 menyusun tahapan lomba secara terstruktur dan sistematis. Peserta mengawali rangkaian kegiatan dengan pendaftaran dan pengumpulan abstrak karya ilmiah. Setelah lolos seleksi abstrak, peserta melanjutkan ke tahap penyusunan dan pengumpulan full karya yang mencakup proposal lengkap, desain produk, dan poster. Panitia kemudian menetapkan finalis dan mengadakan technical meeting sebagai persiapan tahap akhir. Pada tahap final, para finalis mempresentasikan ide produk mereka secara langsung di hadapan dewan juri. Proses penilaian menitikberatkan pada aspek inovasi, keberlanjutan, dan kesesuaian desain dengan prinsip ergonomi. 

“Jangan ragu untuk mencoba dan mengikuti lomba, meskipun merasa belum sepenuhnya siap. Proses persiapan dan pengalaman yang didapat jauh lebih berharga dibandingkan hasil akhir. Dengan kemauan untuk belajar, bekerja sama, dan berani keluar dari zona nyaman, dengan mengikuti lomba dapat menjadi sarana pengembangan diri yang sangat bermanfaat,”ujar Dita.

Selama mengikuti rangkaian lomba tersebut, peserta melakukan persiapan melalui diskusi tim, studi literatur, dan pembagian tugas yang jelas. Tim mengatur waktu secara disiplin agar persiapan lomba tetap berjalan seiring dengan kegiatan akademik. Komunikasi terbuka menjadi kunci dalam menyatukan berbagai gagasan dan sudut pandang antaranggota. Melalui proses ini, peserta memperoleh pengalaman berharga dalam kompetisi tingkat nasional. Selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, keikutsertaan dalam INCO 2025 juga memperluas jejaring serta menumbuhkan motivasi untuk terus berinovasi.

Kaila Bilbina M.S