Zahid Anugrah Muzaffar Rana, a student of the Industrial Engineering Department, Faculty of Industrial Technology, Universitas Islam Indonesia , secured 4th place in the 2025 Outstanding Student Selection (PILMAPRES) at Universitas Islam Indonesia. The competition was held from February 2025 until the final round on March 17–18, 2025. More than 20 undergraduate students from various faculties across UII participated in the event. The selection process assessed students based on their outstanding achievements, SDG-based creative ideas, English presentation skills, and verification interviews. Zahid was the only representative from the Faculty of Industrial Technology in the competition. The final results were announced on May 10, 2025, and his achievement brought pride to the Faculty of Industrial Technology at UII.

UII Industrial Engineering Student Demonstrates Excellence in PILMAPRES

According to Zahid, the selection process provided him with many valuable experiences. Throughout the competition, he had to prepare various documents and complete several assessment stages simultaneously. He compiled a portfolio of achievements, developed an SDG-based creative idea, and practiced for presentations and interviews. He also received extensive guidance from his academic supervisors. Their support helped him face each stage of the selection process with greater confidence.

A Student’s Journey to PILMAPRES

Through this achievement, Zahid hopes that other students will be encouraged to seize opportunities for growth and embrace new challenges.

“Be brave enough to try anything and never delay opportunities to compete while learning new things,” Zahid said.

This achievement is expected to inspire other Industrial Engineering Student UII representatives to continuously improve their competencies, develop creative ideas, and participate in academic and non-academic competitions at both national and international levels. In addition to bringing pride to the Industrial Engineering Department, this accomplishment reflects UII students’ commitment to developing their potential and making positive contributions to society.

Kaila Bilbina M.S

Mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia Zahid Anugrah Muzaffar Rana berhasil meraih peringkat 4 dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Universitas Islam Indonesia Tahun 2025. Kompetisi yang diselenggarakan sejak Februari 2025 hingga babak final pada 17-18 Maret 2025 ini diikuti lebih dari 20 mahasiswa program sarjana dari berbagai fakultas di Universitas Islam Indonesia. Ajang tersebut berfokus pada seleksi mahasiswa berprestasi melalui penilaian capaian unggulan, gagasan kreatif berbasis SDGs, presentasi bahasa Inggris, serta wawancara verifikasi. Zahid menjadi satu-satunya perwakilan dari Fakultas Teknologi Industri dalam kompetisi tersebut. Hasil akhir diumumkan pada 10 Mei 2025 dengan Zahid berhasil menorehkan prestasi membanggakan bagi FTI UII.

Mahasiswa Teknik Industri UII Tunjukkan Prestasi di PILMAPRES 

Menurut Zahid, proses seleksi memberinya banyak pengalaman berharga. Selama kompetisi, ia harus mempersiapkan berbagai dokumen dan tahapan penilaian secara bersamaan. Ia menyusun formulir capaian unggulan, mengembangkan gagasan kreatif berbasis SDGs, serta berlatih presentasi dan wawancara.

Ia juga memperoleh banyak arahan dari dosen pembimbing. Dukungan tersebut membantunya menghadapi setiap tahapan seleksi dengan lebih percaya diri.

Perjalanan Mahasiswa Menuju PILMAPRES

Melalui pencapaian ini, Zahid berharap mahasiswa lainnya berani mengambil kesempatan untuk berkembang dan mencoba berbagai tantangan baru.

“Berani mencoba apa pun itu dan jangan pernah menunda kesempatan yang ada untuk bertanding bersamaan dengan belajar hal baru,” pesan Zahid.

Prestasi yang diraih oleh mahasiswa Teknik Industri UII ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, mengembangkan ide kreatif, serta berkontribusi dalam berbagai ajang prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Selain membawa kebanggaan bagi Program Studi Teknik Industri, capaian ini juga menunjukkan komitmen mahasiswa UII dalam mengembangkan potensi diri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. 

Kaila Bilbina M.S

Yogyakarta, May 11, 2026 – Four students from the Industrial Engineering Study Program, Faculty of Industrial Technology, Universitas Islam Indonesia, namely Zahid Anugrah Muzaffar Rana, Inggil Tahta Haritza, Azhar Anargya Aryasatya, and Atiqoh Fairuz Hamidah, achieved outstanding accomplishments in the Logistics National Competition (LNC) 2025. The national level competition carried the theme “Humanitarian Logistics in Crisis: Youth Solutions for Emergency Response and Recovery”, focusing on disaster logistics solutions for Indonesia’s underdeveloped, frontier, and outermost regions (3T areas), such as Maluku, Papua, and East Nusa Tenggara. The organizers held the proposal selection stage from May 26 to June 26, 2025. Afterward, the finalists competed in the final round on July 7, 2025. The UII team secured 1st place in the proposal stage. In the national final round, the team achieved 4th place. Through their innovation, the students proposed a more effective aid distribution system. The solution supports disaster response and post-disaster recovery in remote areas of Indonesia.

Strategy and Teamwork Became the Key to Success

During Logistics National Competition (LNC) 2025, the team “Bentar Lagi Nyari” prepared intensively for every stage of the competition. They worked on proposal development and practiced presentations for the final round. Each member handled different responsibilities based on their expertise. Zahid managed the background analysis and program KPI section. Meanwhile, Inggil focused on developing the proposed solution in depth. Azhar handled scheduling and financial planning. Atiqoh focused on problem identification and supporting solutions. Although the team members were busy with sixth-semester classes, they managed their time effectively. As a result, they completed every stage of the competition successfully and earned national recognition.

Experience and Learning from Logistics National Competition 2025

 Throughout the competition, the team gained valuable experiences, particularly in humanitarian logistics and aid distribution management in 3T regions. In addition to expanding their knowledge, the competition also strengthened their communication, teamwork, and problem-solving skills. Zahid stated that the entire competition process provided valuable lessons for all team members. According to him, students should never hesitate to participate in competitions.

“Try every competition and never give up on joining various contests,” said Zahid. 

Through this achievement, the team hopes to inspire other students to be more confident in exploring opportunities and actively participating in national competitions 

Albin M Wiryawan

Yogyakarta, 11 Mei 2026 – Empat mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia, yaitu Zahid Anugrah Muzaffar Rana, Inggil Tahta Haritza, Azhar Anargya Aryasatya, dan Atiqoh Fairuz Hamidah berhasil meraih prestasi pada ajang Logistics National Competition (LNC) 2025. Kompetisi tingkat nasional tersebut mengangkat tema “Humanitarian Logistics in Crisis: Youth Solutions for Emergency Response and Recovery” yang berfokus pada solusi logistik kebencanaan di daerah 3T, seperti Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan seleksi proposal pada 26 Mei hingga 26 Juni 2025 dan dilanjutkan dengan babak final pada 7 Juli 2025. Dalam perlombaan tersebut, tim berhasil memperoleh peringkat 1 pada tahap proposal dan meraih peringkat 4 nasional pada tahap akhir kompetisi. Melalui ide yang dikembangkan, tim menawarkan inovasi distribusi bantuan yang lebih efektif guna mendukung proses penanganan dan pemulihan pasca bencana di wilayah terpencil Indonesia. 

Strategi dan Kerja Sama Tim Jadi Kunci Keberhasilan

Dalam mengikuti Logistics National Competition (LNC) 2025, tim “Bentar Lagi Nyari” melakukan berbagai persiapan. Tim mulai dari menyusun proposal hingga berlatih presentasi untuk babak final. Setiap anggota memiliki tugas sesuai kemampuan dan fokus masing-masing. Zahid bertanggung jawab pada bagian latar belakang, analisis, dan KPI program. Inggil berfokus pada pengembangan solusi secara mendalam. Azhar mengerjakan bagian penjadwalan dan finansial. Sementara itu, Atiqoh berfokus pada identifikasi masalah dan pengembangan solusi pendukung. Di tengah kesibukan perkuliahan semester enam, tim tetap mengatur waktu dengan baik. Mereka juga menyelesaikan setiap tahap lomba secara maksimal hingga berhasil meraih prestasi tingkat nasional.

Pengalaman dan Pembelajaran dari Logistics National Competition 2025

Selama mengikuti kompetisi tersebut, tim memperoleh banyak pengalaman baru, khususnya dalam bidang logistik kemanusiaan dan penanganan distribusi bantuan di daerah 3T. Selain menambah wawasan, kompetisi ini juga melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, dan pemecahan masalah dalam tim. Zahid menyampaikan bahwa proses yang dijalani selama lomba memberikan pelajaran berharga bagi seluruh anggota tim. Menurutnya, mahasiswa tidak perlu ragu untuk mencoba berbagai ajang perlombaan.  

“Coba semua lomba dan jangan menyerah untuk ikut berbagai kompetisi,” ujar Zahid. 

Melalui pencapaian ini, tim berharap mahasiswa lain semakin termotivasi untuk berani mencoba dan aktif mengikuti kompetisi tingkat nasional.

Albin M Wiryawan

Yogyakarta, 30 November 2025 – Sang Adji Paco Labib, Afiana Saputri, dan Pradita Nur Maulidina merupakan Mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia yang mengikuti Industrial National Competition (INCO) 2025 yaitu sebuah perlombaan berskala nasional. Himpunan Mahasiswa Teknik Industri FTI Universitas Muslim Indonesia (UMI) menyelenggarakan kegiatan ini pada 28-30 November 2025 dan melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. INCO 2025 mengusung tema “Sustainable Product Design Innovation for Human Well-Being and Optimal Ergonomics.” Melalui kompetisi ini, mahasiswa menampilkan gagasan desain produk yang ramah lingkungan dan ergonomis. Kegiatan ini bertujuan mendorong lahirnya inovasi yang memperhatikan keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan nilai ekonomi.

Ajang INCO 2025 Perkuat Peran Mahasiswa dalam Inovasi Desain Industri

Untuk mendukung tujuan kompetisi tersebut, panitia INCO 2025 menyusun tahapan lomba secara terstruktur dan sistematis. Peserta mengawali rangkaian kegiatan dengan pendaftaran dan pengumpulan abstrak karya ilmiah. Setelah lolos seleksi abstrak, peserta melanjutkan ke tahap penyusunan dan pengumpulan full karya yang mencakup proposal lengkap, desain produk, dan poster. Panitia kemudian menetapkan finalis dan mengadakan technical meeting sebagai persiapan tahap akhir. Pada tahap final, para finalis mempresentasikan ide produk mereka secara langsung di hadapan dewan juri. Proses penilaian menitikberatkan pada aspek inovasi, keberlanjutan, dan kesesuaian desain dengan prinsip ergonomi. 

“Jangan ragu untuk mencoba dan mengikuti lomba, meskipun merasa belum sepenuhnya siap. Proses persiapan dan pengalaman yang didapat jauh lebih berharga dibandingkan hasil akhir. Dengan kemauan untuk belajar, bekerja sama, dan berani keluar dari zona nyaman, dengan mengikuti lomba dapat menjadi sarana pengembangan diri yang sangat bermanfaat,”ujar Dita.

Selama mengikuti rangkaian lomba tersebut, peserta melakukan persiapan melalui diskusi tim, studi literatur, dan pembagian tugas yang jelas. Tim mengatur waktu secara disiplin agar persiapan lomba tetap berjalan seiring dengan kegiatan akademik. Komunikasi terbuka menjadi kunci dalam menyatukan berbagai gagasan dan sudut pandang antaranggota. Melalui proses ini, peserta memperoleh pengalaman berharga dalam kompetisi tingkat nasional. Selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, keikutsertaan dalam INCO 2025 juga memperluas jejaring serta menumbuhkan motivasi untuk terus berinovasi.

Kaila Bilbina M.S

Yogyakarta, 29 Oktober 2025 – Masayu Nafisa Sinanding Ndaru, bersama Rajab Bullah Anggara Nasution, Natasya Dyah Anggraini, dan Muhammad Faurel Keisya Zubair, mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia (UII), berhasil mengikuti Seminar Nasional Teknologi dan Informatika (SNATIF) 2025 secara offline yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik, Universitas Muria Kudus. Mahasiswa dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan ilmiah berskala nasional ini melalui SNATIF 2025 dengan mempresentasikan serta mendiskusikan karya ilmiah di bidang teknologi dan informatika. Dalam kegiatan tersebut, tim Masayu mengangkat topik analisis pengaruh kepuasan dan kepercayaan terhadap loyalitas pelanggan pada salah satu resto ayam nusantara. Penelitian tersebut menggunakan metode regresi linear dan berhasil dipublikasikan pada Jurnal SITECH: Sistem Informasi dan Teknologi, Universitas Muria Kudus yang terindeks SINTA 4. Publikasi tersebut dapat diakses pada link https://jurnal.umk.ac.id/index.php/sitech/article/view/16046

Proses Persiapan dan Pelaksanaan

Keikutsertaan dalam SNATIF 2025 berawal dari tugas mata kuliah Tata Tulis Ilmiah yang kemudian tim kembangkan menjadi naskah jurnal. Dengan arahan dosen pengampu, Sayyidah Maulidatul Afraah, S.T., M.T. dan Didin Novianto, S.T., M.LSCM., tim menyempurnakan tulisan tersebut sesuai kaidah penulisan ilmiah dan menyusun ulang makalah agar sesuai dengan kaidah penulisan jurnal ilmiah. Tahapan kegiatan meliputi penyusunan naskah, pembuatan bahan presentasi dalam bentuk power point, serta pengumpulan berkas kepada panitia. Para peserta melaksanakan presentasi karya ilmiah secara daring pada 29 Oktober 2025. Seluruh proses tersebut memberikan pengalaman akademik yang berharga bagi tim.

Tantangan, Kolaborasi, dan Capaian

Tim penulis menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan waktu serta minimnya pengalaman dalam penulisan jurnal ilmiah. Perbedaan kesibukan masing-masing anggota tim juga sempat menghambat proses pengerjaan. Untuk mengatasinya, tim memaksimalkan pertemuan tatap muka agar dapat berdiskusi dan mengerjakan naskah secara bersama-sama. Kekompakan tim menjadi faktor penting dalam penyelesaian naskah tepat waktu. Melalui SNATIF 2025 ini, tim memperoleh sertifikat serta kesempatan menerbitkan karya ilmiah terindeks SINTA 4.

“Kerjakan tugas dengan sungguh-sungguh, karena peluang besar bisa berawal dari sana. Kenali minat keilmuan dan ikuti kegiatan yang mendukungnya,” ujar Masayu.

Dengan mengikuti SNATIF 2025, mahasiswa Teknik Industri UII memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat komitmen dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang mampu bersaing secara nasional dan mendukung kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Kaila Bilbina M.S

Zahid Anugrah Muzaffar Rana merupakan mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknik Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Al-Azhar Islamic Centre (AIC) Essay Competition 2025. Kompetisi ini terselenggara secara regional di Daerah Istimewa Yogyakarta dan melibatkan peserta dari berbagai universitas. Kegiatan berlangsung pada 16–25 September 2025, dengan pengumuman pemenang pada 25 Oktober 2025. Dengan mengangkat tema mengenai tantangan “Eksploitasi Berlebihan Terhadap Sumber Daya Alam serta Urgensi Pengelolaan yang Berkelanjutan”, Zahid berfokus mengambil sub-tema “Evaluasi Kebijakan SDA di Indonesia”. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Industri UII mampu berkontribusi pada isu sosial dan kebijakan publik.

Perjalanan Kompetisi dari Ide hingga Raih Juara 1

Dalam Al-Azhar Islamic Centre (AIC) Essay Competition 2025, Zahid mengikuti seluruh alur kompetisi mulai dari pendaftaran hingga pengumpulan essay. Selanjutnya, juri menilai setiap essay yang terkumpul untuk menentukan karya terbaik berdasarkan kualitas penilaian tertinggi. Pada kesempatan ini, Zahid memilih mengangkat topik mengenai rekayasa ulang tata kelola sumber daya alam di Indonesia berdasarkan masalah yang ada dan mengubahnya ke dalam suatu framework kerja terstruktur bernama Eco-Justice Enforcement Model.   

Selama masa persiapan, Zahid terdesak oleh waktu karena padatnya aktivitas lain yang sedang dijalani. Pengambilan ide mulai ia rumuskan pada H-3 menjelang tenggat sehingga menyisakan waktu singkat untuk mengembangkan argumen dan membenarkan struktur tulisan. Adanya motivasi untuk mencoba yang terbaik membuat Zahid harus memanfaatkan waktu istirahat malam untuk menuntaskan tulisan. Di tengah kelelahan, dukungan orang tua membuat Zahid tetap fokus dan konsisten, disertai pesan dari kedua orang tuanya, “Kamu harus kerjakan dan selesaikan apa yang kamu mulai.”. Dengan dukungan orang tua dan konsistensi kuat, Zahid sukses menaklukkan AIC Essay Competition 2025 sebagai peraih Juara 1.

Pesan dan Kesan atas Peraihan Prestasinya

Zahid menilai pencapaian ini sebagai pengalaman yang sangat berharga dan membanggakan. Ia menekankan bahwa banyak peserta dari bidang ilmu yang secara akademik relevan mengikuti kompetisi tersebut, sehingga pencapaian terasa lebih istimewa. Melalui kompetisi ini, Zahid memperoleh wawasan baru terkait perubahan serta evaluasi kebijakan sosial di Indonesia yang masih memerlukan peningkatan. Ia juga mendorong mahasiswa lain untuk tidak ragu mencoba dan berani melangkah dalam setiap kesempatan.

“Jangan pernah takut untuk mencoba, mulai dahulu agar nanti bisa berkembang di kemudian hari.” ungkapnya. 

Langkah berani yang Zahid lalui menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba hal baru dapat membuka berbagai peluang yang sebelumnya sama sekali tidak terpikirkan. Harapan Zahid dalam perjalanannya ini dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk tidak pernah ragu dalam mengambil kesempatan.

Nisrina Nur Masrefa

Mahasiswa Industri Raih Juara 1 di LEVITASI FTI UII dengan inovasi Food Waste

Prestasi membanggakan kembali datang dari mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII). Kali ini, tim mahasiswa Teknik Industri berhasil meraih Juara 1 dalam ajang LEVITASI FTI UII 2025 (Lomba Teknologi dan Inovasi). Lembaga Mahasiswa Eksekutif FTI UII menyelenggarakan kegiatan ini sebagai lomba teknologi dan inovasi. Dengan capaian tersebut, mahasiswa Teknik Industri UII kembali menunjukkan eksistensinya dalam bidang inovasi dan teknologi.

BIOPELTER: Biomass Pellet Converter

Dalam konteks kompetisi tersebut, tim yang terdiri dari tiga mahasiswa ini memilih sub-tema Circular Economy & Waste Management. Melalui pendekatan tersebut, mereka menghadirkan inovasi bertajuk BIOPELTER. Secara sederhana, BIOPELTER berfungsi mengonversi limbah makanan menjadi pelet biomassa yang masyarakat manfaatkan sebagai pakan hewan.

Berangkat dari fakta lapangan, data menunjukkan bahwa food waste masih mendominasi sampah nasional. Oleh karena itu, tim menemukan celah besar dalam sistem pengelolaan limbah organik yang berbagai pihak belum menangani secara optimal. Kondisi inilah yang kemudian mendorong tim untuk mengembangkan inovasi BIOPELTER.

“Selama masyarakat sering membiarkan atau membakar foodwaste. Oleh karena itu, inovasi ini memberikan second life cycle bagi food waste dengan mengolahnya menjadi material pelet. Selanjutnya, masyarakat dapat menjual pelet tersebut ke Bank Sampah,” jelas Arrouf, salah satu anggota tim.

Tim merancang BIOPELTER dengan harapan mampu membantu penataan pengolahan food waste sekaligus memberi dampak ekonomi pada masyarakat.

Perjalanan di Balik BIOPELTER

Dibalik keberhasilan tersebut, Arrouf membagikan cerita di balik proses pengembangan inovasi BIOPELTER. Pada kenyataannya, perjalanan lomba tidak lepas dari berbagai tantangan teknis yang mengharuskan tim terus belajar dan beradaptasi.

“Dalam prosesnya, kami harus menyesuaikan dan mempelajari banyak hal teknis dari inovasi yang hendak dibangun. Tapi kami berhasil melewati seluruh tantangan tersebut dengan konsistensi, ketekunan, dan kerja sama tim yang solid,” ujar Arrouf.

Selain itu, tim menerapkan Agile Method untuk menyempurnakan produk. Melalui pendekatan tersebut, proses pengembangan menjadi lebih fleksibel dan adaptif. Tak hanya itu, selama proses pengerjaan, tim mendapatkan pendampingan langsung dari Dr. Dwi Adi Purnama, S.T., dosen Teknik Industri UII, yang mendampingi tim selama pengembangan inovasi.

Harapan dan Pesan

Bagi tim, kemenangan ini tidak menjadi akhir perjalanan. Sebaliknya, pencapaian tersebut menjadi langkah awal menuju tahap yang lebih besar. Melalui proses panjang yang mereka lalui, tim mempelajari pentingnya empati, keberanian, serta kepercayaan terhadap ide yang dikembangkan.

“Pada awalnya, beberapa pihak sempat meragukan ide ini. Namun pada akhirnya, kami menyadari bahwa jika bukan kami yang percaya pada produk yang kami kembangkan,  siapa lagi?” cerita Arrouf.

Sebagai penutup, tim menyampaikan pesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu untuk terjun dalam kompetisi dan inovasi. Secara khusus, mereka menekankan pentingnya memahami akar permasalahan sebelum merancang solusi.

“Lakukan empatisasi masalah dengan baik. Jangan sampai solusi yang dibuat hanya jadi produk ‘gado-gado’, tapi harus benar-benar fit dengan masalah dan market yang ada. Do it with full dedication.”

Dengan demikian, prestasi ini membuktikan bahwa inovasi yang berangkat dari empati dan keberanian mampu membawa mahasiswa Teknik Industri UII melangkah lebih jauh. Tidak hanya dalam ajang kompetisi, tetapi juga dalam menjawab permasalahan nyata di masyarakat.

Syawarani Gayatri

Yogyakarta, 11 November 2025 – Zahid Anugrah Muzaffar Rana, a student of the Industrial Engineering Program at the Faculty of Industrial Technology (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), has been selected as a Google Student Ambassador 2025 after passing a highly competitive selection process. Google Indonesia selected participants on November 9–11, 2025 to introduce AI technologies, including the Gemini platform, to campuses across Indonesia.

Journey Through the Google Student Ambassador Selection Process

Throughout the rigorous selection stages, Zahid completed multiple challenges. In the initial phase, he created digital content demonstrating how Gemini can support students in accomplishing academic tasks. He then submitted an interview video highlighting his communication skills, personality, and potential contributions as a Google Student Ambassador. Despite limited preparation time, he made the most of every opportunity. He produced weekly content, improved his prompt-making skills, and joined self-development bootcamps hosted by Google and Dicoding.

The selection period coincided with his community service program (KKN), which required him to manage time efficiently and find suitable locations to record his interview video. Zahid also received continuous support from his mother, who provided learning materials, information, and motivation throughout the process.

From more than 12,000 applicants representing 750 universities, Zahid successfully earned a spot as one of the Google Student Ambassador 2025 award recipients. He expressed his gratitude for the opportunity and encouraged fellow students to pursue new challenges bravely.

“Don’t be afraid to try. No matter how many competitors you have, what matters most is the courage to start, because we never know where our opportunities will come from,” he said.

Zahid uses his Google Student Ambassador role to promote AI in engineering and industrial problem solving. He plans to organize workshops and sharing sessions on utilizing Gemini to support decision making and innovation in academic environments. Through these initiatives, he hopes to expand technological literacy within his department and inspire other students to innovate in the digital era.

Kaila Bilbina M.S

Yogyakarta, 11 November 2025 – Zahid Anugrah Muzaffar Rana merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Zahid berhasil meraih Penghargaan Google Student Ambassador Batch 2025 setelah melalui rangkaian seleksi yang sangat ketat. Dalam program yang diselenggarakan Google Indonesia pada 9-11 November 2025 tersebut, para peserta dipilih secara cermat untuk menentukan mahasiswa yang akan menjadi duta pengenalan teknologi kecerdasan buatan, terutama platform Gemini, di berbagai komunitas kampus di seluruh Indonesia.

Perjalanan Selama Seleksi Google Student Ambassador

Selama mengikuti proses seleksi yang sangat kompetitif, Zahid menyelesaikan berbagai tantangan yang diberikan. Pada tahap awal, ia membuat konten yang menunjukkan cara memanfaatkan Gemini untuk membantu menyelesaikan tugas perkuliahan. Setelah itu, ia mengirimkan video wawancara yang menjelaskan kemampuan komunikasi, kepribadian, serta kontribusi yang dapat ia tawarkan sebagai calon ambassador. Meskipun ia memulai persiapan dengan terbatas, Zahid tetap mengoptimalkan setiap peluang. Saat resmi terpilih menjadi ambassador, ia memproduksi konten mingguan, mengasah kemampuan membuat prompt yang efektif, dan mengikuti bootcamp pengembangan diri dari Google dan Dicoding.

Selama seleksi, Zahid menghadapi tantangan karena prosesnya berlangsung bersamaan dengan aktivitas KKN. Ia mencari waktu luang di tengah agenda desa dan menemukan lokasi yang layak untuk merekam video wawancara. Ia juga mendapatkan dukungan penuh dari ibunya yang aktif mengirimkan informasi, referensi belajar, serta motivasi, sehingga ia dapat menjalani proses seleksi dengan baik.

Diantara lebih dari 12 ribu pendaftar yang berasal dari 750 perguruan tinggi, Zahid berhasil menjadi salah satu mahasiswa yang terpilih sebagai Google Student Ambassador 2025. Ia menyampaikan rasa syukur atas kesempatan tersebut dan mengajak mahasiswa lain untuk berani mencoba berbagai peluang.

“Jangan takut mencoba. Tidak masalah seberapa banyak pesaingnya, yang penting berani memulai, karena kita tidak pernah tahu di mana letak rezeki kita,” ujarnya.

Sebagai mahasiswa Teknik Industri, Zahid berkomitmen untuk memanfaatkan perannya sebagai Google Student Ambassador 2025 untuk mendorong penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam pengembangan solusi industri. Ia berencana mengadakan workshop dan sesi berbagi mengenai pemanfaatan Gemini, sehingga mahasiswa dapat memahami bagaimana AI dapat mendukung pendekatan rekayasa dan pengambilan keputusan. Melalui kontribusi tersebut, ia berharap dapat memperluas wawasan teknologi di lingkungan Prodi Teknik Industri sekaligus mendorong mahasiswa lain untuk berinovasi di era digital.

Kaila Bilbina M.S