Mahasiswa Teknik Industri UII Raih Prestasi di Logistics National Competition 2025
Yogyakarta, 11 Mei 2026 – Empat mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia, yaitu Zahid Anugrah Muzaffar Rana, Inggil Tahta Haritza, Azhar Anargya Aryasatya, dan Atiqoh Fairuz Hamidah berhasil meraih prestasi pada ajang Logistics National Competition (LNC) 2025. Kompetisi tingkat nasional tersebut mengangkat tema “Humanitarian Logistics in Crisis: Youth Solutions for Emergency Response and Recovery” yang berfokus pada solusi logistik kebencanaan di daerah 3T, seperti Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan seleksi proposal pada 26 Mei hingga 26 Juni 2025 dan dilanjutkan dengan babak final pada 7 Juli 2025. Dalam perlombaan tersebut, tim berhasil memperoleh peringkat 1 pada tahap proposal dan meraih peringkat 4 nasional pada tahap akhir kompetisi. Melalui ide yang dikembangkan, tim menawarkan inovasi distribusi bantuan yang lebih efektif guna mendukung proses penanganan dan pemulihan pasca bencana di wilayah terpencil Indonesia.
Strategi dan Kerja Sama Tim Jadi Kunci Keberhasilan
Dalam mengikuti Logistics National Competition (LNC) 2025, tim “Bentar Lagi Nyari” melakukan berbagai persiapan. Tim mulai dari menyusun proposal hingga berlatih presentasi untuk babak final. Setiap anggota memiliki tugas sesuai kemampuan dan fokus masing-masing. Zahid bertanggung jawab pada bagian latar belakang, analisis, dan KPI program. Inggil berfokus pada pengembangan solusi secara mendalam. Azhar mengerjakan bagian penjadwalan dan finansial. Sementara itu, Atiqoh berfokus pada identifikasi masalah dan pengembangan solusi pendukung. Di tengah kesibukan perkuliahan semester enam, tim tetap mengatur waktu dengan baik. Mereka juga menyelesaikan setiap tahap lomba secara maksimal hingga berhasil meraih prestasi tingkat nasional.
Pengalaman dan Pembelajaran dari Logistics National Competition 2025
Selama mengikuti kompetisi tersebut, tim memperoleh banyak pengalaman baru, khususnya dalam bidang logistik kemanusiaan dan penanganan distribusi bantuan di daerah 3T. Selain menambah wawasan, kompetisi ini juga melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, dan pemecahan masalah dalam tim. Zahid menyampaikan bahwa proses yang dijalani selama lomba memberikan pelajaran berharga bagi seluruh anggota tim. Menurutnya, mahasiswa tidak perlu ragu untuk mencoba berbagai ajang perlombaan.
“Coba semua lomba dan jangan menyerah untuk ikut berbagai kompetisi,” ujar Zahid.
Melalui pencapaian ini, tim berharap mahasiswa lain semakin termotivasi untuk berani mencoba dan aktif mengikuti kompetisi tingkat nasional.
Albin M Wiryawan







