Kuliah Praktisi Teknik Industri UII: Kaizen and Layout Optimization Practical Industrial Engineering Approach

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan kuliah praktisi untuk mata kuliah Perancangan Fasilitas. Acara ini mengangkat topik “Kaizen and Layout Optimization: Practical Industrial Engineering Approach” dan berlangsung secara luring pada Sabtu (20/12). Kuliah praktisi terlaksana dalam dua sesi, yaitu pada pukul 09.00–12.00 WIB serta pukul 13.00–16.00 WIB yang bertempat di Auditorium FTI Lantai 3. Materi perkuliahan ini memiliki tujuan memberikan peserta pemahaman mengenai praktik terbaik dalam penerapan Kaizen dan optimasi tata letak.

Rahmalia Yunita selaku Master of Ceremony membuka acara tepat pada waktunya di kedua sesi. Kemudian Rahmalia melanjutkan acara dengan memperkenalkan narasumber kuliah praktisi, Ori Rabowo. Beliau merupakan Senior Operational Excellence Manager at Kimberly-Clark dan memiliki pengetahuan mendalam terkait Kaizen dan Layout Optimization.

Perbaikan Lokal yang Berpengaruh Kompleks

Ori membuka sesi pemaparan dengan menekankan bahwa perbaikan dalam dunia Teknik Industri tidak dapat dilakukan secara parsial atau berfokus pada satu proses. Dalam konteks Kaizen dan layout optimization, ia menjelaskan bahwa setiap keputusan perbaikan harus dilihat secara menyeluruh. Hal ini dikarenakan sistem industri saling terhubung antara proses, kapasitas, layout, dan demand. Perbaikan lokal yang tidak didukung oleh analisis end-to-end justru berpotensi menciptakan permasalahan baru pada sistem.

Ori juga mencontohkan studi kasus pengurangan jumlah mesin sebagai bentuk efisiensi operasional. Secara lokal, keputusan tersebut bernilai tepat karena meningkatkan utilisasi mesin dan menurunkan biaya. Akan tetapi terdapat efek samping adanya tekanan pada sumber daya manusia. Hal ini dikarenakan data belum terstandarisasi dan analisis demand tidak dilakukan secara matang.

“Artinya 3 mesin itu bakal dibuang atau dijual. Ternyata data miningnya belum standar. Pas bulan ini demand nya naik, mesin udah dikurangin, orang juga udah dipotong. Kewalahan jadinya. Efeknya? Malah butuh tambahan overtime.” Jelasnya.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa optimasi proses yang hanya berfokus pada efisiensi lokal dapat berisiko di bagian lain, seperti peningkatan beban kerja dan overtime. Ori menegaskan bahwa Kaizen dan Optimisasi Layout bukan sekadar melakukan improvement, tetapi memastikan bahwa perbaikan tersebut selaras dengan aliran proses, supply chain, serta kebutuhan sistem secara menyeluruh.

Penyelesaian Studi Kasus

Setelah pemaparan materi, peserta terbagi dalam kelompok besar untuk memecahkan dua studi kasus. Studi kasus pertama membahas optimasi layout pabrik Global Print Solution Indonesia. Peserta menganalisis Operation Process Chart (OPC) dan merancang ulang tata letak produksi melalui Activity Relationship Chart (ARC). Studi kasus kedua berfokus pada optimasi distribusi PT. Cetak Kreatif. Peserta menghitung occupancy rate, clustering stores, dan biaya transportasi dengan kapasitas truk tertentu. Setiap anggota kelompok bekerja sama untuk mengidentifikasi masalah dan menemukan solusi sesuai dengan tekniknya.

Setelah semua kelompok selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil dan solusi yang mereka dapatkan. Presentasi ini memuat adanya berbagai perspektif karena setiap kelompok memiliki pendekatan berbeda. Dengan ini, memungkinkan peserta belajar dari metode optimasi yang beragam. Sesi ini memperkaya pemahaman peserta tentang aplikasi nyata Kaizen dan layout optimization di industri.

Dengan demikian, kuliah praktisi ini memberikan pengetahuan tersendiri bagi mahasiswa Teknik Industri UII. Peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengintegrasikan dan mengaplikasikan pada kasus industri. Acara kuliah praktisi berakhir dengan sesi foto bersama narasumber dan seluruh peserta dan dengan harapan ilmu dapat diterapkan dalam jenjang akademik atau karir berikutnya.

Nisrina Nur Masrefa