,

Teknik Industri Perkenalkan Keunggulan Program Studi di Expo FTI 2026

Yogyakarta, 6-12 April 2026 – Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan EXPO FTI 2026 di Pakuwon Mall Yogyakarta sebagai ajang promosi akademik kepada masyarakat luas. Kegiatan ini menghadirkan berbagai program studi, dengan kontribusi aktif dari Teknik Industri dalam memperkenalkan keilmuan dan praktik pembelajarannya. Acara ini melibatkan mahasiswa serta pengunjung dari kalangan pelajar hingga umum. Rangkaian kegiatan berlangsung selama satu minggu dengan konsep interaktif melalui booth dan talkshow. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman menyeluruh mengenai Teknik Industri serta menarik minat calon mahasiswa melalui pendekatan yang aplikatif. 

Kegiatan Booth Teknik Industri di EXPO FTI

Pada area booth EXPO FTI, mahasiswa Teknik Industri berperan aktif dalam menyampaikan informasi kepada pengunjung mengenai keilmuan, fasilitas, serta prospek karier. Pengunjung dapat melihat berbagai media informasi serta berinteraksi langsung dengan mahasiswa untuk memahami penerapan Teknik Industri dalam kehidupan nyata. Interaksi ini membantu pengunjung memahami bahwa Teknik Industri memiliki cakupan luas dan relevan dengan kebutuhan industri modern.

Talkshow Interaktif 

Talkshow Teknik Industri UII dalam rangkaian EXPO FTI 2026

Dalam rangkaian talkshow, Teknik Industri UII menghadirkan perwakilan mahasiswa dari berbagai latar belakang, termasuk asisten laboratorium dan mahasiswa International Program. Mereka memperkenalkan kegiatan akademik, praktikum laboratorium, serta berbagai program yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa.

Selain membagikan pengalaman sebagai mahasiswa, para asisten laboratorium membahas berbagai aspek keilmuan dan fasilitas laboratorium sebagai bentuk pengenalan yang aplikatif dan informatif. Gerren Satrio Hariyudho menjelaskan mengenai Laboratorium DSKE, mulai dari kegiatan praktikum, fasilitas, hingga penerapan ergonomi dalam dunia kerja. Ia juga memaparkan penggunaan alat handgrip dynamometer sebagai salah satu instrumen analisis kemampuan fisik manusia. 

“Melalui pengenalan Laboratorium DSKE dan keilmuan ergonomi, kami ingin menunjukkan bahwa Teknik Industri tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Gerren. 

Ia menambahkan bahwa peran asisten laboratorium menjadi salah satu keunggulan dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa.

Sementara itu, Bimi Wirabumi menjelaskan mengenai peran laboratorium sistem manufaktur dalam menunjang pembelajaran praktis mahasiswa Teknik Industri. Ia menekankan bahwa fasilitas yang tersedia memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam memahami proses produksi dan sistem industri. 

“Tujuan kami hadir dalam EXPO ini adalah untuk memperkenalkan Teknik Industri UII kepada masyarakat luas, khususnya melalui fasilitas laboratorium yang lengkap dan mendukung pembelajaran praktis,” ujar Bimi.

Secara keseluruhan, EXPO FTI 2026 dinilai menjadi media yang efektif dalam memperkenalkan keunggulan akademik sekaligus meningkatkan minat calon mahasiswa terhadap Teknik Industri UII.

 

Kaila Bilbina M.S