Yogyakarta, 30 November 2025 – Sang Adji Paco Labib, Afiana Saputri, dan Pradita Nur Maulidina merupakan Mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia yang mengikuti Industrial National Competition (INCO) 2025 yaitu sebuah perlombaan berskala nasional. Himpunan Mahasiswa Teknik Industri FTI Universitas Muslim Indonesia (UMI) menyelenggarakan kegiatan ini pada 28-30 November 2025 dan melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. INCO 2025 mengusung tema “Sustainable Product Design Innovation for Human Well-Being and Optimal Ergonomics.” Melalui kompetisi ini, mahasiswa menampilkan gagasan desain produk yang ramah lingkungan dan ergonomis. Kegiatan ini bertujuan mendorong lahirnya inovasi yang memperhatikan keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan nilai ekonomi.

Ajang INCO 2025 Perkuat Peran Mahasiswa dalam Inovasi Desain Industri

Untuk mendukung tujuan kompetisi tersebut, panitia INCO 2025 menyusun tahapan lomba secara terstruktur dan sistematis. Peserta mengawali rangkaian kegiatan dengan pendaftaran dan pengumpulan abstrak karya ilmiah. Setelah lolos seleksi abstrak, peserta melanjutkan ke tahap penyusunan dan pengumpulan full karya yang mencakup proposal lengkap, desain produk, dan poster. Panitia kemudian menetapkan finalis dan mengadakan technical meeting sebagai persiapan tahap akhir. Pada tahap final, para finalis mempresentasikan ide produk mereka secara langsung di hadapan dewan juri. Proses penilaian menitikberatkan pada aspek inovasi, keberlanjutan, dan kesesuaian desain dengan prinsip ergonomi. 

“Jangan ragu untuk mencoba dan mengikuti lomba, meskipun merasa belum sepenuhnya siap. Proses persiapan dan pengalaman yang didapat jauh lebih berharga dibandingkan hasil akhir. Dengan kemauan untuk belajar, bekerja sama, dan berani keluar dari zona nyaman, dengan mengikuti lomba dapat menjadi sarana pengembangan diri yang sangat bermanfaat,”ujar Dita.

Selama mengikuti rangkaian lomba tersebut, peserta melakukan persiapan melalui diskusi tim, studi literatur, dan pembagian tugas yang jelas. Tim mengatur waktu secara disiplin agar persiapan lomba tetap berjalan seiring dengan kegiatan akademik. Komunikasi terbuka menjadi kunci dalam menyatukan berbagai gagasan dan sudut pandang antaranggota. Melalui proses ini, peserta memperoleh pengalaman berharga dalam kompetisi tingkat nasional. Selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, keikutsertaan dalam INCO 2025 juga memperluas jejaring serta menumbuhkan motivasi untuk terus berinovasi.

Kaila Bilbina M.S

Yogyakarta, 29 Oktober 2025 – Masayu Nafisa Sinanding Ndaru, bersama Rajab Bullah Anggara Nasution, Natasya Dyah Anggraini, dan Muhammad Faurel Keisya Zubair, mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia (UII), berhasil mengikuti Seminar Nasional Teknologi dan Informatika (SNATIF) 2025 secara offline yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik, Universitas Muria Kudus. Mahasiswa dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan ilmiah berskala nasional ini melalui SNATIF 2025 dengan mempresentasikan serta mendiskusikan karya ilmiah di bidang teknologi dan informatika. Dalam kegiatan tersebut, tim Masayu mengangkat topik analisis pengaruh kepuasan dan kepercayaan terhadap loyalitas pelanggan pada salah satu resto ayam nusantara. Penelitian tersebut menggunakan metode regresi linear dan berhasil dipublikasikan pada Jurnal SITECH: Sistem Informasi dan Teknologi, Universitas Muria Kudus yang terindeks SINTA 4. Publikasi tersebut dapat diakses pada link https://jurnal.umk.ac.id/index.php/sitech/article/view/16046

Proses Persiapan dan Pelaksanaan

Keikutsertaan dalam SNATIF 2025 berawal dari tugas mata kuliah Tata Tulis Ilmiah yang kemudian tim kembangkan menjadi naskah jurnal. Dengan arahan dosen pengampu, Sayyidah Maulidatul Afraah, S.T., M.T. dan Didin Novianto, S.T., M.LSCM., tim menyempurnakan tulisan tersebut sesuai kaidah penulisan ilmiah dan menyusun ulang makalah agar sesuai dengan kaidah penulisan jurnal ilmiah. Tahapan kegiatan meliputi penyusunan naskah, pembuatan bahan presentasi dalam bentuk power point, serta pengumpulan berkas kepada panitia. Para peserta melaksanakan presentasi karya ilmiah secara daring pada 29 Oktober 2025. Seluruh proses tersebut memberikan pengalaman akademik yang berharga bagi tim.

Tantangan, Kolaborasi, dan Capaian

Tim penulis menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan waktu serta minimnya pengalaman dalam penulisan jurnal ilmiah. Perbedaan kesibukan masing-masing anggota tim juga sempat menghambat proses pengerjaan. Untuk mengatasinya, tim memaksimalkan pertemuan tatap muka agar dapat berdiskusi dan mengerjakan naskah secara bersama-sama. Kekompakan tim menjadi faktor penting dalam penyelesaian naskah tepat waktu. Melalui SNATIF 2025 ini, tim memperoleh sertifikat serta kesempatan menerbitkan karya ilmiah terindeks SINTA 4.

“Kerjakan tugas dengan sungguh-sungguh, karena peluang besar bisa berawal dari sana. Kenali minat keilmuan dan ikuti kegiatan yang mendukungnya,” ujar Masayu.

Dengan mengikuti SNATIF 2025, mahasiswa Teknik Industri UII memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat komitmen dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang mampu bersaing secara nasional dan mendukung kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Kaila Bilbina M.S

Zahid Anugrah Muzaffar Rana merupakan mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknik Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Al-Azhar Islamic Centre (AIC) Essay Competition 2025. Kompetisi ini terselenggara secara regional di Daerah Istimewa Yogyakarta dan melibatkan peserta dari berbagai universitas. Kegiatan berlangsung pada 16–25 September 2025, dengan pengumuman pemenang pada 25 Oktober 2025. Dengan mengangkat tema mengenai tantangan “Eksploitasi Berlebihan Terhadap Sumber Daya Alam serta Urgensi Pengelolaan yang Berkelanjutan”, Zahid berfokus mengambil sub-tema “Evaluasi Kebijakan SDA di Indonesia”. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Industri UII mampu berkontribusi pada isu sosial dan kebijakan publik.

Perjalanan Kompetisi dari Ide hingga Raih Juara 1

Dalam Al-Azhar Islamic Centre (AIC) Essay Competition 2025, Zahid mengikuti seluruh alur kompetisi mulai dari pendaftaran hingga pengumpulan essay. Selanjutnya, juri menilai setiap essay yang terkumpul untuk menentukan karya terbaik berdasarkan kualitas penilaian tertinggi. Pada kesempatan ini, Zahid memilih mengangkat topik mengenai rekayasa ulang tata kelola sumber daya alam di Indonesia berdasarkan masalah yang ada dan mengubahnya ke dalam suatu framework kerja terstruktur bernama Eco-Justice Enforcement Model.   

Selama masa persiapan, Zahid terdesak oleh waktu karena padatnya aktivitas lain yang sedang dijalani. Pengambilan ide mulai ia rumuskan pada H-3 menjelang tenggat sehingga menyisakan waktu singkat untuk mengembangkan argumen dan membenarkan struktur tulisan. Adanya motivasi untuk mencoba yang terbaik membuat Zahid harus memanfaatkan waktu istirahat malam untuk menuntaskan tulisan. Di tengah kelelahan, dukungan orang tua membuat Zahid tetap fokus dan konsisten, disertai pesan dari kedua orang tuanya, “Kamu harus kerjakan dan selesaikan apa yang kamu mulai.”. Dengan dukungan orang tua dan konsistensi kuat, Zahid sukses menaklukkan AIC Essay Competition 2025 sebagai peraih Juara 1.

Pesan dan Kesan atas Peraihan Prestasinya

Zahid menilai pencapaian ini sebagai pengalaman yang sangat berharga dan membanggakan. Ia menekankan bahwa banyak peserta dari bidang ilmu yang secara akademik relevan mengikuti kompetisi tersebut, sehingga pencapaian terasa lebih istimewa. Melalui kompetisi ini, Zahid memperoleh wawasan baru terkait perubahan serta evaluasi kebijakan sosial di Indonesia yang masih memerlukan peningkatan. Ia juga mendorong mahasiswa lain untuk tidak ragu mencoba dan berani melangkah dalam setiap kesempatan.

“Jangan pernah takut untuk mencoba, mulai dahulu agar nanti bisa berkembang di kemudian hari.” ungkapnya. 

Langkah berani yang Zahid lalui menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba hal baru dapat membuka berbagai peluang yang sebelumnya sama sekali tidak terpikirkan. Harapan Zahid dalam perjalanannya ini dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk tidak pernah ragu dalam mengambil kesempatan.

Nisrina Nur Masrefa

Mahasiswa Industri Raih Juara 1 di LEVITASI FTI UII dengan inovasi Food Waste

Prestasi membanggakan kembali datang dari mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII). Kali ini, tim mahasiswa Teknik Industri berhasil meraih Juara 1 dalam ajang LEVITASI FTI UII 2025 (Lomba Teknologi dan Inovasi). Lembaga Mahasiswa Eksekutif FTI UII menyelenggarakan kegiatan ini sebagai lomba teknologi dan inovasi. Dengan capaian tersebut, mahasiswa Teknik Industri UII kembali menunjukkan eksistensinya dalam bidang inovasi dan teknologi.

BIOPELTER: Biomass Pellet Converter

Dalam konteks kompetisi tersebut, tim yang terdiri dari tiga mahasiswa ini memilih sub-tema Circular Economy & Waste Management. Melalui pendekatan tersebut, mereka menghadirkan inovasi bertajuk BIOPELTER. Secara sederhana, BIOPELTER berfungsi mengonversi limbah makanan menjadi pelet biomassa yang masyarakat manfaatkan sebagai pakan hewan.

Berangkat dari fakta lapangan, data menunjukkan bahwa food waste masih mendominasi sampah nasional. Oleh karena itu, tim menemukan celah besar dalam sistem pengelolaan limbah organik yang berbagai pihak belum menangani secara optimal. Kondisi inilah yang kemudian mendorong tim untuk mengembangkan inovasi BIOPELTER.

“Selama masyarakat sering membiarkan atau membakar foodwaste. Oleh karena itu, inovasi ini memberikan second life cycle bagi food waste dengan mengolahnya menjadi material pelet. Selanjutnya, masyarakat dapat menjual pelet tersebut ke Bank Sampah,” jelas Arrouf, salah satu anggota tim.

Tim merancang BIOPELTER dengan harapan mampu membantu penataan pengolahan food waste sekaligus memberi dampak ekonomi pada masyarakat.

Perjalanan di Balik BIOPELTER

Dibalik keberhasilan tersebut, Arrouf membagikan cerita di balik proses pengembangan inovasi BIOPELTER. Pada kenyataannya, perjalanan lomba tidak lepas dari berbagai tantangan teknis yang mengharuskan tim terus belajar dan beradaptasi.

“Dalam prosesnya, kami harus menyesuaikan dan mempelajari banyak hal teknis dari inovasi yang hendak dibangun. Tapi kami berhasil melewati seluruh tantangan tersebut dengan konsistensi, ketekunan, dan kerja sama tim yang solid,” ujar Arrouf.

Selain itu, tim menerapkan Agile Method untuk menyempurnakan produk. Melalui pendekatan tersebut, proses pengembangan menjadi lebih fleksibel dan adaptif. Tak hanya itu, selama proses pengerjaan, tim mendapatkan pendampingan langsung dari Dr. Dwi Adi Purnama, S.T., dosen Teknik Industri UII, yang mendampingi tim selama pengembangan inovasi.

Harapan dan Pesan

Bagi tim, kemenangan ini tidak menjadi akhir perjalanan. Sebaliknya, pencapaian tersebut menjadi langkah awal menuju tahap yang lebih besar. Melalui proses panjang yang mereka lalui, tim mempelajari pentingnya empati, keberanian, serta kepercayaan terhadap ide yang dikembangkan.

“Pada awalnya, beberapa pihak sempat meragukan ide ini. Namun pada akhirnya, kami menyadari bahwa jika bukan kami yang percaya pada produk yang kami kembangkan,  siapa lagi?” cerita Arrouf.

Sebagai penutup, tim menyampaikan pesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu untuk terjun dalam kompetisi dan inovasi. Secara khusus, mereka menekankan pentingnya memahami akar permasalahan sebelum merancang solusi.

“Lakukan empatisasi masalah dengan baik. Jangan sampai solusi yang dibuat hanya jadi produk ‘gado-gado’, tapi harus benar-benar fit dengan masalah dan market yang ada. Do it with full dedication.”

Dengan demikian, prestasi ini membuktikan bahwa inovasi yang berangkat dari empati dan keberanian mampu membawa mahasiswa Teknik Industri UII melangkah lebih jauh. Tidak hanya dalam ajang kompetisi, tetapi juga dalam menjawab permasalahan nyata di masyarakat.

Syawarani Gayatri

Yogyakarta, 11 November 2025 – Zahid Anugrah Muzaffar Rana, a student of the Industrial Engineering Program at the Faculty of Industrial Technology (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), has been selected as a Google Student Ambassador 2025 after passing a highly competitive selection process. Google Indonesia selected participants on November 9–11, 2025 to introduce AI technologies, including the Gemini platform, to campuses across Indonesia.

Journey Through the Google Student Ambassador Selection Process

Throughout the rigorous selection stages, Zahid completed multiple challenges. In the initial phase, he created digital content demonstrating how Gemini can support students in accomplishing academic tasks. He then submitted an interview video highlighting his communication skills, personality, and potential contributions as a Google Student Ambassador. Despite limited preparation time, he made the most of every opportunity. He produced weekly content, improved his prompt-making skills, and joined self-development bootcamps hosted by Google and Dicoding.

The selection period coincided with his community service program (KKN), which required him to manage time efficiently and find suitable locations to record his interview video. Zahid also received continuous support from his mother, who provided learning materials, information, and motivation throughout the process.

From more than 12,000 applicants representing 750 universities, Zahid successfully earned a spot as one of the Google Student Ambassador 2025 award recipients. He expressed his gratitude for the opportunity and encouraged fellow students to pursue new challenges bravely.

“Don’t be afraid to try. No matter how many competitors you have, what matters most is the courage to start, because we never know where our opportunities will come from,” he said.

Zahid uses his Google Student Ambassador role to promote AI in engineering and industrial problem solving. He plans to organize workshops and sharing sessions on utilizing Gemini to support decision making and innovation in academic environments. Through these initiatives, he hopes to expand technological literacy within his department and inspire other students to innovate in the digital era.

Kaila Bilbina M.S

Yogyakarta, 11 November 2025 – Zahid Anugrah Muzaffar Rana merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Zahid berhasil meraih Penghargaan Google Student Ambassador Batch 2025 setelah melalui rangkaian seleksi yang sangat ketat. Dalam program yang diselenggarakan Google Indonesia pada 9-11 November 2025 tersebut, para peserta dipilih secara cermat untuk menentukan mahasiswa yang akan menjadi duta pengenalan teknologi kecerdasan buatan, terutama platform Gemini, di berbagai komunitas kampus di seluruh Indonesia.

Perjalanan Selama Seleksi Google Student Ambassador

Selama mengikuti proses seleksi yang sangat kompetitif, Zahid menyelesaikan berbagai tantangan yang diberikan. Pada tahap awal, ia membuat konten yang menunjukkan cara memanfaatkan Gemini untuk membantu menyelesaikan tugas perkuliahan. Setelah itu, ia mengirimkan video wawancara yang menjelaskan kemampuan komunikasi, kepribadian, serta kontribusi yang dapat ia tawarkan sebagai calon ambassador. Meskipun ia memulai persiapan dengan terbatas, Zahid tetap mengoptimalkan setiap peluang. Saat resmi terpilih menjadi ambassador, ia memproduksi konten mingguan, mengasah kemampuan membuat prompt yang efektif, dan mengikuti bootcamp pengembangan diri dari Google dan Dicoding.

Selama seleksi, Zahid menghadapi tantangan karena prosesnya berlangsung bersamaan dengan aktivitas KKN. Ia mencari waktu luang di tengah agenda desa dan menemukan lokasi yang layak untuk merekam video wawancara. Ia juga mendapatkan dukungan penuh dari ibunya yang aktif mengirimkan informasi, referensi belajar, serta motivasi, sehingga ia dapat menjalani proses seleksi dengan baik.

Diantara lebih dari 12 ribu pendaftar yang berasal dari 750 perguruan tinggi, Zahid berhasil menjadi salah satu mahasiswa yang terpilih sebagai Google Student Ambassador 2025. Ia menyampaikan rasa syukur atas kesempatan tersebut dan mengajak mahasiswa lain untuk berani mencoba berbagai peluang.

“Jangan takut mencoba. Tidak masalah seberapa banyak pesaingnya, yang penting berani memulai, karena kita tidak pernah tahu di mana letak rezeki kita,” ujarnya.

Sebagai mahasiswa Teknik Industri, Zahid berkomitmen untuk memanfaatkan perannya sebagai Google Student Ambassador 2025 untuk mendorong penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam pengembangan solusi industri. Ia berencana mengadakan workshop dan sesi berbagi mengenai pemanfaatan Gemini, sehingga mahasiswa dapat memahami bagaimana AI dapat mendukung pendekatan rekayasa dan pengambilan keputusan. Melalui kontribusi tersebut, ia berharap dapat memperluas wawasan teknologi di lingkungan Prodi Teknik Industri sekaligus mendorong mahasiswa lain untuk berinovasi di era digital.

Kaila Bilbina M.S

A team of three Industrial Engineering students from UII won the 2025 LNC.

Mahasiswa Program Studi Teknik Industrii, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII), kembali menorehkan prestasi gemilang. Tim yang terdiri dari Ahmad Arro’uf Sulfuadi, Rajab Bullah Anggara Nasution, dan Muhammad Mahdy Fadhlullah meraih Juara 2 kategori Study Case dalam Logistic National Competition (LNC) 2025, yang berlangsung pada 26 Juni–7 Juli 2025. Prodi Teknik Logistik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)  menyelenggarakan kompetisi ini dengan fokus pada solusi logistik kemanusiaan, khususnya penyaluran bantuan ke daerah bencana.

Persiapan dan Tantangan dalam Bidang Logistik

Kesuksesan tim tidak lepas dari persiapan yang terstruktur meskipun waktunya singkat. Ketua tim, Ahmad Arro’uf, menjelaskan bahwa pembagian peran dilakukan dengan jelas agar setiap anggota dapat fokus pada keahliannya masing-masing Dengan kerja sama ini, tim mampu menyusun solusi yang relevan, empatik, dan realistis. 

“Dalam merancang solusi, kami berusaha menghadirkan ide yang relevan dengan empati pada penyelenggara, serta aspek implementasi yang realistis, namun tetap membawa unsur kebaruan,” ujar Arro’uf.

Lebih lanjut, meski sudah mempersiapkan diri, tim tetap menghadapi tantangan besar. Pengalaman yang masih minim dalam bidang bidang logistik kebencanaan dan ketidakpastian kondisi darurat menjadi penyebab utama. Oleh karena itu, dukungan dari dosen Teknik Industri UII, Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc., menjadi kunci. Beliau membimbing tim memahami perspektif lapangan sehingga mereka bisa merancang solusi yang lebih tepat sasaran dan menyampaikan presentasi dengan lancar.

Kesan dan Pesan

Bagi Arrouf dan tim, Pengalaman mengikuti LNC 2025 memberikan pengalaman baru, terutama terkait penerapan teori Teknik Industri di dunia nyata. 

“Kami banyak belajar mengenai perbedaan manajemen logistik dalam dunia industri dengan logistik kemanusiaan. Perbedaan ini membuka wawasan kami tentang bagaimana cara menerapkan keilmuan Teknik Industri pada realitas masyarakat,” jelas Arro’uf.

Menutup ceritanya, Arro’uf turut membagikan tips bagi mahasiswa yang ingin mengikuti ajang serupa. Ia menekankan pentingnya memiliki empati dan kemampuan melihat persoalan dari berbagai sudut pandang. 

“Ide besar tanpa rencana realistis hanya akan menjadi ide. Sebaliknya, ide sederhana dengan implementasi yang tepat bisa memberi dampak besar,” tutupnya.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Industri UII mampu mengubah teori menjadi solusi nyata. Mereka juga menunjukkan kontribusi nyata keilmuan Teknik Industri untuk isu kemanusiaan.

Syawarani Gayatri

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Mereka berhasil unjuk kemampuan dengan meraih Silver Medal dalam ajang bergengsi AGREETION (Agritech Research and Entrepreneur Innovation) 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya. Kompetisi ini berfokus pada pengembangan Business Plan, yang mencakup beberapa tahapan seperti penyusunan Business Model Canvas (BMC), penulisan proposal, hingga sesi pitching di hadapan dewan juri.

Dalam ajang tersebut, Ferdian Anugrah Pratama bersama dua rekannya yang juga mahasiswa Teknik Industri UII, Ahmad Arro’uf Sulfuadi dan Muhammad Imam Baihaqi, mengusung proyek berjudul “CORNOVA: Recycled Paper Innovation from Corn Husk and Paper Waste.” Proyek ini menawarkan inovasi produk kertas daur ulang berbahan dasar kulit jagung dan limbah kertas dengan pendekatan ekonomi sirkular.

“Produk ini ditujukan untuk menggantikan penggunaan plastik dan kertas konvensional, khususnya di wilayah DI Yogyakarta. Model bisnisnya juga melibatkan kemitraan dengan petani jagung, bank sampah, dan UMKM, serta mengusung konsep community engagement,” jelas Ferdian.

Ia menambahkan bahwa proyek ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengurangi beban sampah di TPA, khususnya wilayah Yogyakarta, melalui implementasi ekonomi sirkular.

Perjalanan Persiapan Lomba

Dalam proses persiapannya, Ferdian menjelaskan bahwa tim mereka melakukan berbagai tahapan mulai dari brainstorming masalah dan solusi, memastikan keseimbangan antara problem and solution fit, hingga melakukan riset product-market fit untuk mengukur potensi pasar dan keberlanjutan produk.

“Kami juga harus menguji apakah ide kami benar-benar dibutuhkan pasar. Salah satu cara yang kami lakukan adalah membuat pilot project dan berkonsultasi langsung dengan dosen pembimbing,” ungkapnya.

Tim ini mendapatkan bimbingan langsung dari Dr. Dwi Adi Purnama, S.T., dosen Teknik Industri UII, yang turut membantu dalam proses brainstorming dan pengembangan ide selama perlombaan berlangsung.

Di akhir wawancara, Ferdian mengungkapkan bahwa mengikuti lomba ini terasa menyenangkan sekaligus cukup menantang, terutama karena berskala internasional. Hal ini memberinya kesempatan untuk melatih kemampuan bahasa Inggris secara intens. Lebih lanjut, Ferdian turut menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti jejak serupa.

“Jangan menyerah hanya karena satu kali kegagalan. Satu ide mungkin gagal di satu kesempatan, tetapi bisa jadi lebih baik di kesempatan lain,” tutupnya.

Selamat kepada Ferdian dan tim! Teruslah ciptakan produk inovatif yang berkelanjutan untuk lingkungan serta masyarakat.

Syawarani Gayatri

Prestasi gemilang kembali diraih oleh mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia. Kali ini, kabar membanggakan datang dari bidang desain, dimana Akmal Faiq Fadhillah Hidayat berhasil meraih juara 3 dalam lomba desain twibbon yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). lomba tersebut, yang digelar pada 13 Mei 2025, merupakan bagian dari rangkaian acara ulang tahun Himpunan Mahasiswa Perancis UNY, La Fête Hiper 2025.

Perjalanan Lomba Akmal

Dalam ceritanya, Akmal mengungkapkan bahwa lomba desain ini bukanlah pengalaman pertamanya. Pada tahun sebelumnya, ia juga pernah mengikuti lomba serupa. Berkaca dari pengalaman tersebut, kali ini ia kembali berpartisipasi dengan persiapan yang lebih matang dan tekad yang semakin kuat. Kombinasi ini membuatnya mampu menghasilkan karya yang mampu meraih juara

Meski sempat ragu selama proses berlangsung, Akmal mengakui bahwa ia tetap mencoba melangkah berkat dukungan dan motivasi dari orang-orang di sekitarnya. Dukungan positif tersebut membuatnya lebih percaya diri dan terus berkarya.

“Saya sempat meragukan diri untuk mengikuti kegiatan ini, tapi dorongan positif dari orang-orang terdekat yang selalu memberi semangat dan keyakinan dalam setiap proses benar-benar membantu saya,” ungkap Akmal. Berangkat dari dorongan tersebut, ia akhirnya mantap melangkah maju dan terus berproses dalam perlombaan.

Lebih lanjut, Akmal menyampaikan kebahagiaannya atas pengalaman yang telah diperoleh. Menurutnya, lomba ini tidak hanya menjadi wadah untuk mengasah kemampuan pribadi, tetapi juga kesempatan untuk mengharumkan nama Universitas Islam Indonesia serta menjalin relasi dengan mahasiswa dari berbagai institusi. 

Menutup obrolan, Akmal memberikan pesan kepada rekan-rekan mahasiswa agar tidak mudah ragu dan terus berjuang dalam menghadapi setiap tantangan. Ia meyakini bahwa setiap proses pasti akan ada hasilnya.

Oleh karena itu, capaian yang diraih oleh Akmal mencerminkan semangat dan dedikasi dalam mengembangkan potensi di bidang yang diminati. Tekad dan komitmennya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus percaya pada proses dan konsisten dalam berkarya.

Syawarani Gayatri

Mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim mahasiswa Industri UII meraih Juara 1 dalam EGSA Essay Competition 2024 yang diselenggarakan oleh Environmental Geography Student Association (EGSA), Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka memenangkan kompetisi dengan esai berjudul WIJAYA: Waste-To-Energy Initiative For Jogja and Allied Actions, yang mengusung solusi inovatif dalam upaya mewujudkan Net Zero Emission (NZE) 2060.

Kompetisi esai ini mengajak mahasiswa untuk menuangkan gagasan dan inovasi terkait isu lingkungan, dengan tema “Sinergitas Pentahelix dalam Mewujudkan Komitmen Indonesia Net Zero Emission 2060.” Dalam proses persiapannya, tim melakukan riset mendalam, brainstorming, serta analisis berbasis framework yang komprehensif. Mereka juga mengintegrasikan konsep pentahelix sebagai solusi strategis dalam mencapai target NZE 2060.

Perjalanan Tim

Salah satu anggota tim, Rangga, mengungkapkan bahwa dalam penyusunan esai mereka berkolaborasi dengan mahasiswa Teknik Kimia UII. Lebih lanjut, ia menjelaskan, “Kami juga bersama dengan mahasiswa prodi lain karena merasa topik ini berhubungan dengan expertise-nya. Meskipun Teknik Industri menerapkan pendekatan yang holistik, kami tetap berkolaborasi dengan disiplin ilmu lain. Hal ini guna memperkaya referensi solusi yang lebih inovatif,” jelasnya.

Rangga juga memberikan tips bagi mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi serupa. Menurutnya, penting untuk menentukan tujuan sejak awal serta fokus pada pengembangan ide. Peserta juga perlu memanfaatkan feedback dari lomba sebelumnya sebagai bahan evaluasi. Ia juga menekankan pentingnya memilih rekan yang memiliki antusiasme tinggi sehingan dapat menjadi bekal tambahan dalam berkompetisi.

Prestasi Lainnya

Mahasiswa Teknik Industri UII lainnya kembali meraih prestasi membanggakan dalam Policy Case Competition: Crafting Innovative Policies to Advance Sustainable Energy Initiatives in Yogyakarta dengan SRE UGM x New Energy Nexus Indonesia sebagai penyelenggara. Tim yang terdiri dari tiga mahasiswa Teknik Industri UII berhasil meraih posisi Top 5 serta penghargaan Best Presentation dengan proposal berjudul MERAPI: Membangun Energi Ramah dan Pertumbuhan Inklusif. Proposal ini menawarkan inovasi pengembangan energi terbarukan di Yogyakarta.

Prestasi ini menunjukan kemampuan mahasiswa Teknik Industri UII bersaing dalam tingkat nasional. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, mereka berkontribusi dalam pemikiran strategis terkait isu lingkungan dan keberlanjutan. Selamat kepada seluruh tim yang telah berjuang!

Berikut merupakan daftar nama Mahasiswa Teknik Industri yang Tergabung dalam Tim:

NoCompetitionNameNIMAchievement
1.EGSA Essay Competition 2024Rangga Pamungkas Putradharma225222841st Place
Zahid Anugrah Muzaffar Rana22522100
2.Policy Case Competition: Crafting Innovative Policies to Advance Sustainable Energy Initiatives in YogyakartaAzhar Anargya Aryasatya22522332TOP 5 & Best Presentation
Arkan Abbad Falah Wibowo22522231
Rangga Pamungkas Putradharma22522284

Syawarani Gayatri