Suasana semangat antusias memenuhi Gedung KH. Mas Mansur, Universitas Islam Indonesia (UII), saat ratusan siswa SMA mengikuti kegiatan “Sehari Menjadi Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (19/06) ini menjadi salah satu upaya FTI dalam memperkenalkan program studi perkuliahan kepada calon mahasiswa sejak dini, termasuk Program Studi S1 Teknik Industri. 

Salah satu mahasiswa aktif Teknik Industri UII, Dinda Meilia Rhepon, turut berpartisipasi sebagai pembawa acara (MC), menambah nuansa kekeluargaan dan kebanggaan tersendiri. Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Jurusan Teknik Industri, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. Dalam sambutannya, Dr. Imam menekankan pentingnya memperluas wawasan rekayasa dan manajemen sejak bangku SMA. Ia juga menyampaikan bahwa Teknik Industri UII tidak hanya berfokus pada aspek teknis, namun juga mempersiapkan mahasiswanya menjadi pemimpin yang adaptif dan inovatif. 

“Kami tidak hanya mencetak teknokrat, tetapi calon-calon pemimpin bangsa. Teknik Industri adalah jembatan antara teknologi dan pengambilan keputusan,” tegasnya. 

Siswa SMA Menyentuh Dunia Teknik Industri 

Usai sesi pembukaan, para peserta dibagi ke dalam beberapa mini class sesuai jurusan, termasuk Teknik Industri. Kelas ini diisi dengan materi bertema Supply Chain dan Design Thinking yang sukses menarik perhatian para siswa. Salah satu peserta, Goldiano L.K. Syafi Divinyaru dari SMA Negeri 1 Ngaglik, mengaku sangat antusias karena bisa memahami bagaimana produk dirancang, diuji kelayakan, hingga sampai ke tangan konsumen. 

“Saya jadi tahu bagaimana pentingnya proses memilih supplier hingga distribusi produk. Ini membuka wawasan baru tentang dunia industri,” ungkapnya. 

Goldiano juga mengaku takjub terhadap kegiatan mahasiswa Teknik Industri UII yang ternyata sangat aktif, baik dalam proyek internal maupun kolaborasi global. “Awalnya saya belum tahu apakah Teknik Industri UII dan mahasiswanya aktif atau tidak. Tapi setelah melihat langsung, saya jadi tahu bahwa Teknik Industri UII bahkan telah menjalin banyak kerja sama baik dengan pihak dalam maupun luar negeri. Itu membuat kami kaget sekaligus kagum,” tambahnya.

Hal serupa dirasakan oleh Naura, siswi asal Bantul. Ia mengaku semakin tertarik dengan dunia Teknik Industri setelah mengikuti kegiatan ini.

“Menurut saya, Teknik Industri itu luas, lapangan kerjanya fleksibel, dan saya jadi makin tertarik untuk mengenal lebih jauh dunia Teknik Industri,” ujarnya.

Sesi Laboratorium Tour

Lebih lanjut, usai sesi mini class, para peserta diajak mengikuti campus tour dan lab tour ke berbagai fasilitas Teknik Industri yang berada di lingkungan FTI UII. Sepanjang kegiatan tersebut, antusiasme peserta tampak jelas dari tingginya rasa ingin tahu mereka terhadap dunia laboratorium dan aktivitas praktik mahasiswa Teknik Industri.

Selain memperkenalkan UII dan Program Studi Teknik Industri secara lebih mendalam, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan ketertarikan serta membangun motivasi siswa dalam mengenal dunia perguruan tinggi. Teknik Industri UII mendorong para siswa yang mengikuti program ini untuk lebih percaya diri dan yakin dalam memilih jalur studi yang sesuai dengan minat dan potensi mereka.

Syawarani Gayatri

Pada Jumat (20/06), mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) melaksanakan kunjungan industri ke PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk serta PT Ungaran Sari Garment. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Pengendalian dan Penjaminan Mutu, yang bertujuan memberikan pengalaman langsung terkait implementasi sistem mutu di dunia industri. Kunjungan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengamati secara nyata bagaimana teori pengendalian mutu diterapkan dalam praktik, khususnya dalam proses produksi dan quality assurance.

PT Sido Muncul: Dari Penyimpanan hingga Pengemasan

Dalam kunjungan ke PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, mahasiswa mengamati langsung proses penyimpanan dan pengecekan kemasan yang menjaga standar kualitas sejak tahap awal, mulai dari pengolahan bahan hingga pengepakan kemasan primer, sekunder, dan tersier.

Mereka juga mengunjungi fasilitas laboratorium dan divisi Research and Development (R&D) untuk mempelajari proses pengujian bahan sebelum masuk ke tahap produksi. Di sana, mahasiswa mempelajari metode pengendalian mutu seperti inspeksi awal, uji mikrobiologi, kontrol kemasan, hingga penggunaan sensor otomatis untuk mendeteksi ketidaksesuaian.

Sebagai penutup, mahasiswa mengikuti sesi diskusi bersama tim Quality Assurance (QA). Tim QA memaparkan penerapan sistem kendali mutu di setiap tahap produksi, menjelaskan upaya menjaga konsistensi kualitas, serta strategi menangani potensi penyimpangan.

PT Ungaran Sari Garment: Otomasi, Lean System, dan Pengendalian Mutu Tekstil

PT Ungaran Sari Garment, salah satu produsen pakaian ekspor terbesar di Indonesia, memproduksi untuk merek global seperti Uniqlo, Tommy Hilfiger, dan Calvin Klein. Dalam kunjungan industri ini, mahasiswa Teknik Industri UII mengamati secara langsung penerapan pengendalian mutu di lingkungan kerja tekstil yang padat karya dan menerapkan sistem lean manufacturing.

Mahasiswa menyusuri area produksi mulai dari pemotongan kain hingga tahap finishing. Mereka mempelajari sistem kerja efisien di lini produksi serta mengamati proses pengawasan mutu di setiap titik. Tim Quality Control juga menunjukkan secara langsung bagaimana mereka menangani produk yang tidak memenuhi standar melalui prosedur sistematis.

Selama kunjungan, mahasiswa berdiskusi dengan pihak perusahaan mengenai strategi pengendalian mutu, pembagian tugas antar departemen, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam operasional. Kegiatan ini memperluas wawasan mahasiswa terhadap praktik mutu di industri tekstil dan memperdalam pemahaman mereka terhadap teori yang dipelajari di kelas.

Syawarani Gayatri

Pada Jum’at (13/06) Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Webinar Nasional Bulanan bertajuk “Adaptasi Ergonomi dan K3 dalam Sistem Kerja Modern Berbasis Digital”. Kegiatan ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya peran ergonomi dan keselamatan kerja (K3). Tujuannya adalah untuk menghadapi perubahan besar era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

Syawarani Gayatri sebagai Master of Ceremony menyambut peserta pukul 09.30 WIB secara daring. Distian Pingkan Lumi, mahasiswa Teknik Industri UII, bertugas memandu jalannya sesi materi dan diskusi selanjutnya.

Perkenalan Narasumber

Webinar kali ini menghadirkan narasumber Atyanti Dyah Prabaswari, S.T., M.Sc. Beliau merupakan dosen Prodi Teknik Industri yang berfokus pada bidang Ergonomi dan Human Factor Engineering. Dengan latar belakang keahlian tersebut, topik webinar mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja sangat relevan untuk beliau bawakan.

Melalui pengalaman yang luar biasa, Atyanti menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 Program Studi Teknik Industri, Universitas Gadjah Mada. Pada tahun 2018 hingga 2022, beliau menjabat sebagai Kepala Laboratorium Desain Sistem Kerja dan Ergonomi (DSK&E). Selain itu, sejak 2019 hingga saat ini, beliau juga mendapat kepercayaan sebagai Ketua Redaksi Pelaksana Journal of Appropriate Technology for Community Services.

Selanjutnya, Atyanti Dyah Prabaswari, S.T., M.Sc. menjelaskan bahwa industri 5.0 tidak hanya menitikberatkan pada teknologi, tetapi juga menempatkan manusia sebagai pusat perhatian.

“Kita tidak bisa menghindari perkembangan teknologi. Tantangannya bukan pada hilangnya pekerjaan, melainkan pada bagaimana kita menguasai teknologi untuk menciptakan pekerjaan baru yang lebih bermakna dan aman,” ujarnya.

Beliau memaparkan berbagai studi kasus kecelakaan kerja wilayah Indonesia yang terjadi akibat lemahnya implementasi budaya K3. Kemudian, beliau memberikan contoh kasus-kasus di Morowali dan pelabuhan bongkar muat sebagai gambaran nyata lemahnya sistem keselamatan kerja. Menurutnya, untuk mengurangi angka kecelakaan dengan merancang teknologi terintegrasi AI, IoT, dan sistem otomatisasi  secara ergonomis.

Sesi Tanya-Jawab

Selanjutnya memasuki sesi diskusi interaktif. Salah satu peserta menyampaikan kekhawatiran tentang “ilusi kontrol” — kondisi ketika manusia terlalu bergantung pada teknologi yang berpotensi menurunkan kewaspadaan dan menyebabkan kecelakaan. Menanggapi hal tersebut, Atyanti menekankan pentingnya continuous improvement dan management review dalam setiap organisasi.

“Kita harus memastikan sistem teknologi selalu dievaluasi dan diperbaiki melalui tinjauan manajemen secara berkala,” tegasnya.

Pada akhir sesi, Atyanti menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi yang adaptif terhadap teknologi. Ia mendorong para peserta untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi melalui analisis data dan desain interaksi manusia-komputer yang lebih baik.

Kesimpulannya bahwa adaptasi terhadap teknologi harus berlaku tanpa menghilangkan peran manusia, namun dengan mengubah fokus pekerjaan dari operasional ke manajerial. Dengan antusiasme peserta yang tinggi, panitia mengumumkan bahwa webinar selanjutnya akan digelar pada bulan Juli 2025, menghadirkan narasumber ahli lainnya dari bidang manajemen sains.

Rani Novalentina

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mengadakan webinar nasional pada Jum’at (16/05) yang bertema Supply Chain Performance Measurement System: From Evolution to Future Research. Kegiatan ini menghadirkan Vembri Noor Helia, S.T., M.T. sebagai narasumber utama. Beliau merupakan dosen dan peneliti dengan spesialisasi dalam bidang sistem produksi dan rantai pasok.

Webinar dimulai pukul 09.00 WIB dan dipandu oleh Distian Pingkan Lumi sebagai moderator. Setelah pembukaan dan perkenalan narasumber, acara berlanjut dengan penyampaian materi oleh Vembri Noor Helia. Ia memaparkan hasil studi literatur sistematis mengenai pengukuran kinerja dalam sistem rantai pasok.

Penjelasan Materi

Dalam pemaparannya, Vembri mengangkat pentingnya pengukuran kinerja sebagai fondasi dalam perbaikan berkelanjutan. Ia mengutip prinsip-prinsip manajemen kualitas dari Deming yang menekankan bahwa,

“kita tidak bisa memperbaiki sesuatu yang tidak kita ukur”.

Selanjutnya, beliau membahas definisi dan cakupan Supply Chain Performance Measurement System (SCPMS), termasuk evolusinya dari pendekatan konvensional hingga modern, dengan menyoroti integrasi aspek keberlanjutan dan teknologi digital.

Topik SCPMS penting karena semakin kompleksnya rantai pasok global saat ini yang menuntut perusahaan untuk berkolaborasi dan beradaptasi secara cepat. Pengukuran kinerja tidak hanya berlaku secara internal, tetapi juga antar-aktor dalam rantai pasok, termasuk supplier, distributor, hingga konsumen akhir.

“Dengan transformasi digital dan tekanan global terhadap praktik bisnis berkelanjutan, sistem pengukuran kinerja yang terintegrasi menjadi kebutuhan mendesak,” jelas Vembri.

Beliau menjelaskan bahwa SCPMS tidak hanya berfungsi untuk mengukur efisiensi internal perusahaan, tetapi juga mengintegrasikan kinerja antar-aktor dalam rantai pasok. Dalam pemaparannya, ia menyebut siklus hidup SCPMS yang terdiri dari empat fase utama: perancangan, implementasi, penggunaan, dan evaluasi.

Paparan juga mencakup hasil systematic literature review dari 78 artikel internasional selama dua dekade terakhir. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan SCPMS telah mengalami perkembangan signifikan, terutama dengan semakin banyaknya integrasi metode analitik canggih, keberlanjutan, dan transformasi digital.

Sesi Diskusi

Sesi diskusi berlangsung aktif. Beberapa pertanyaan dari peserta mengangkat isu-isu terkini, seperti Pengaruh transformasi digital terhadap pengukuran kinerja rantai pasok, tantangan rebound effect dalam green supply chain, hingga pertanyaan terkait contoh judul tugas akhir yang relevan dengan tema SCPMS.

Vembri mencontohkan integrasi data real-time manufaktur dan ritel sebagai contoh pengukuran kinerja digital. Sementara untuk rebound effect, ia menyarankan penggunaan risk identification dan pendekatan sustainability circular model sebagai solusi strategis.

Webinar berakhir dengan ajakan kepada mahasiswa untuk menjadikan tema Supply Chain Performance Measurement Systems sebagai topik tugas akhir dan penelitian lanjutan, mengingat potensi aplikasinya yang luas di berbagai sektor industri.

Rani Novalentina

Pada Jum’at (25/04)  Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), kembali mengisi Web Seminar (Webinar) nasional bertajuk Inform Decision Making on Prediction of Spare Part Requirement Based on Machine Learning Approach pada bulan April 2025. Program Studi S1 Teknik Industri UII secara rutin menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bagian dari agenda bulanan. Seri National Monthly Webinar terbuka untuk peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

Muhammad Imam Baihaqi selaku MC pada acara kali ini membuka webinar pada pukul 09.00 WIB. Setelah sambutan dan pembacaan susunan acara selanjutnya, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne UII, kemudian sesi foto bersama seluruh peserta. Adapun Zahwa Putri Aghniya yang menjadi moderator akan menemani selama 2 jam ke depan.

Zahwa memperkenalkan narasumber utama, Ir. Winda Nurcahyo, ST., M.Eng., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., yang saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Teknik Industri UII. Beliau memiliki reputasi sebagai pakar manajemen aset dan aktif dalam berbagai kegiatan pelatihan dan penelitian tingkat nasional maupun internasional.

Pemaparan Materi

Selanjutnya, Winda menjelaskan keterkaitan antara teknik industri dan manajemen aset dalam konteks sistem integral, yang terdiri dari manusia, material, informasi, peralatan, dan energi. Menurutnya, prediksi kebutuhan spare part sangat krusial dalam menjaga performa aset perusahaan, terutama pada sektor migas dan energi.

“Kita harus melihat aset tidak hanya sebagai benda mati, tetapi sebagai bagian dari sistem integral yang terdiri dari manusia, material, informasi, peralatan, dan energi,” ungkap Winda.

Ia juga memaparkan penelitian terbarunya bersama alumni UII, Rizky Wijaya, mengenai pemanfaatan data pembelian spare part pada industri migas untuk memprediksi kebutuhan di masa mendatang menggunakan pendekatan machine learning.

Setelah itu, Winda memaparkan hasil penelitian yang dilakukan bersama alumni UII, Rizky Wijaya, mengenai penggunaan metode machine learning untuk memprediksi kebutuhan spare part berdasarkan data pembelian di industri oil and gas. Penelitian ini berhasil mendapatkan penghargaan Best Paper Award dalam konferensi IEOM di Australia tahun 2023.

Melalui analisis clustering dan association rules, mereka mampu mengidentifikasi pola pembelian dan hubungan antar spare part yang sering dibeli bersamaan. Hasil ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam merencanakan pengadaan spare part secara lebih efisien dan menghindari kerugian akibat downtime mesin.

Sesi Tanya-Jawab

Setelah pemaparan materi, moderator membuka sesi tanya jawab untuk peserta. Salah satu peserta, Theofilus Bayu dari Universitas PGRI Yogyakarta, mempertanyakan keterkaitan antara prediktif maintenance dengan manajemen aset. Menjawab hal itu, Winda menjelaskan bahwa pemilihan strategi maintenance (preventif, korektif, atau prediktif) akan berdampak langsung pada biaya, risiko, dan kinerja aset. 

“Strategi yang tepat harus dipilih berdasarkan klasifikasi criticality dari masing-masing mesin dan didukung oleh analisis lifecycle cost,” jelasnya.

Terakhir, Aghni menutup webinar dengan ajakan kepada peserta untuk terus mengikuti seri webinar bulanan Teknik Industri UII yang akan datang. Mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebagai ruang diskusi dan pembelajaran lintas kampus dan lintas industri. Acara ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memberikan solusi aplikatif berbasis teknologi bagi dunia industri untuk Indonesia.

Rani Novalentina

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Mereka berhasil unjuk kemampuan dengan meraih Silver Medal dalam ajang bergengsi AGREETION (Agritech Research and Entrepreneur Innovation) 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya. Kompetisi ini berfokus pada pengembangan Business Plan, yang mencakup beberapa tahapan seperti penyusunan Business Model Canvas (BMC), penulisan proposal, hingga sesi pitching di hadapan dewan juri.

Dalam ajang tersebut, Ferdian Anugrah Pratama bersama dua rekannya yang juga mahasiswa Teknik Industri UII, Ahmad Arro’uf Sulfuadi dan Muhammad Imam Baihaqi, mengusung proyek berjudul “CORNOVA: Recycled Paper Innovation from Corn Husk and Paper Waste.” Proyek ini menawarkan inovasi produk kertas daur ulang berbahan dasar kulit jagung dan limbah kertas dengan pendekatan ekonomi sirkular.

“Produk ini ditujukan untuk menggantikan penggunaan plastik dan kertas konvensional, khususnya di wilayah DI Yogyakarta. Model bisnisnya juga melibatkan kemitraan dengan petani jagung, bank sampah, dan UMKM, serta mengusung konsep community engagement,” jelas Ferdian.

Ia menambahkan bahwa proyek ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengurangi beban sampah di TPA, khususnya wilayah Yogyakarta, melalui implementasi ekonomi sirkular.

Perjalanan Persiapan Lomba

Dalam proses persiapannya, Ferdian menjelaskan bahwa tim mereka melakukan berbagai tahapan mulai dari brainstorming masalah dan solusi, memastikan keseimbangan antara problem and solution fit, hingga melakukan riset product-market fit untuk mengukur potensi pasar dan keberlanjutan produk.

“Kami juga harus menguji apakah ide kami benar-benar dibutuhkan pasar. Salah satu cara yang kami lakukan adalah membuat pilot project dan berkonsultasi langsung dengan dosen pembimbing,” ungkapnya.

Tim ini mendapatkan bimbingan langsung dari Dr. Dwi Adi Purnama, S.T., dosen Teknik Industri UII, yang turut membantu dalam proses brainstorming dan pengembangan ide selama perlombaan berlangsung.

Di akhir wawancara, Ferdian mengungkapkan bahwa mengikuti lomba ini terasa menyenangkan sekaligus cukup menantang, terutama karena berskala internasional. Hal ini memberinya kesempatan untuk melatih kemampuan bahasa Inggris secara intens. Lebih lanjut, Ferdian turut menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti jejak serupa.

“Jangan menyerah hanya karena satu kali kegagalan. Satu ide mungkin gagal di satu kesempatan, tetapi bisa jadi lebih baik di kesempatan lain,” tutupnya.

Selamat kepada Ferdian dan tim! Teruslah ciptakan produk inovatif yang berkelanjutan untuk lingkungan serta masyarakat.

Syawarani Gayatri

Prestasi gemilang kembali diraih oleh mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia. Kali ini, kabar membanggakan datang dari bidang desain, dimana Akmal Faiq Fadhillah Hidayat berhasil meraih juara 3 dalam lomba desain twibbon yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). lomba tersebut, yang digelar pada 13 Mei 2025, merupakan bagian dari rangkaian acara ulang tahun Himpunan Mahasiswa Perancis UNY, La Fête Hiper 2025.

Perjalanan Lomba Akmal

Dalam ceritanya, Akmal mengungkapkan bahwa lomba desain ini bukanlah pengalaman pertamanya. Pada tahun sebelumnya, ia juga pernah mengikuti lomba serupa. Berkaca dari pengalaman tersebut, kali ini ia kembali berpartisipasi dengan persiapan yang lebih matang dan tekad yang semakin kuat. Kombinasi ini membuatnya mampu menghasilkan karya yang mampu meraih juara

Meski sempat ragu selama proses berlangsung, Akmal mengakui bahwa ia tetap mencoba melangkah berkat dukungan dan motivasi dari orang-orang di sekitarnya. Dukungan positif tersebut membuatnya lebih percaya diri dan terus berkarya.

“Saya sempat meragukan diri untuk mengikuti kegiatan ini, tapi dorongan positif dari orang-orang terdekat yang selalu memberi semangat dan keyakinan dalam setiap proses benar-benar membantu saya,” ungkap Akmal. Berangkat dari dorongan tersebut, ia akhirnya mantap melangkah maju dan terus berproses dalam perlombaan.

Lebih lanjut, Akmal menyampaikan kebahagiaannya atas pengalaman yang telah diperoleh. Menurutnya, lomba ini tidak hanya menjadi wadah untuk mengasah kemampuan pribadi, tetapi juga kesempatan untuk mengharumkan nama Universitas Islam Indonesia serta menjalin relasi dengan mahasiswa dari berbagai institusi. 

Menutup obrolan, Akmal memberikan pesan kepada rekan-rekan mahasiswa agar tidak mudah ragu dan terus berjuang dalam menghadapi setiap tantangan. Ia meyakini bahwa setiap proses pasti akan ada hasilnya.

Oleh karena itu, capaian yang diraih oleh Akmal mencerminkan semangat dan dedikasi dalam mengembangkan potensi di bidang yang diminati. Tekad dan komitmennya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus percaya pada proses dan konsisten dalam berkarya.

Syawarani Gayatri

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar pembekalan bagi calon wisudawan periode April 2025 pada Kamis (24/4). Mengusung tema “Plan Your Professional Journey with Purpose,” kegiatan ini berlangsung di Ruang Lab. IPO, Gedung Laboratorium FTI. Pembekalan ini menjadi agenda terakhir yang diberikan prodi sebelum mahasiswa resmi diwisuda. Melalui kegiatan tersebut, calon wisudawan dibekali kesiapan untuk menyandang gelar sarjana dan menghadapi dunia profesional.

Kegiatan diawali dengan sesi foto bersama antara para calon wisudawan dan dosen Teknik Industri yang kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh M. Imam Baihaqi selaku MC. Pada kesempatan ini, Annisa Uswatun Khasanah, S.T., M.Sc., hadir mewakili dosen untuk menyampaikan sambutan. Beliau mengungkapkan rasa bangga atas capaian para calon wisudawan serta menitipkan pesan untuk terus berbagi inspirasi dan semangat positif kepada sesama. “Segala hal baik yang dirasakan, mohon disebarkan,” pesannya, seraya menutup sambutan dengan doa dan harapan terbaik bagi seluruh calon wisudawan.

Career Coaching 

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi Career Coaching bersama praktisi dari Direktorat Pengemabangan Karir & Alumni, Walid Jumlad, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Dalam sesi ini, para calon wisudawan diajak memahami dunia kerja masa kini yang semakin dinamis dan tanpa batas ruang fisik. Mereka juga diingatkan untuk membawa nilai lebih sebagai insan Ulil Albab di dunia profesional. Selain membahas tren karier dan tips menghadapi persaingan, sesi ini dilengkapi dengan bedah CV milik salah satu peserta. Dengan demikian, para peserta dapat belajar secara langsung bagaimana menyusun CV yang ringkas, kuat, dan menarik di mata perekrut.

Sesi Pembekalan Profesi Lulusan Teknik Industri UII

Setekag sesi coaching, acara dilanjutkan dengan sharing session bersama alumni Teknik Industri UII, Digdoyo Oktapriandi, S.T., M.T., CIPM. Beliau merupakan seorang profesional yang kini berkarir di WG PLC sebagai Customer Experience Quality Auditor untuk kawasan Asia Pasifik, EMEA (Europe, Middle East, Africa), dan North America. Dalam sesi ini, Digdoyo berbagi pengalaman tentang perjalanan kariernya, mulai dari berkuliah hingga sukses berkarir secara global. Dalam sharing tersebut, ia menekankan pentingnya membangun CV yang kuat, pengalaman berorganisasi selama kuliah, serta kesiapan untuk mengambil peluang internasional. Ia mengingatkan bahwa memiliki jejaring yang luas sangat penting dalam dunia profesional saat ini. 

Lebih lanjut, Digdoyo memberikan pesan bagi calon wisudawan, khususnya dalam menghadapi masa transisi menuju dunia kerja. Ia mengingatkan untuk selalu memiliki motivasi diri yang tinggi dan menjunjung prinsip continuous improvement. “Peningkatan sedikit setiap hari itu lebih baik daripada peningkatan langsung banyak. Lakukan improvement 1% tiap hari,” ujarnya. Dengan memiliki mindset ini, ia percaya para wisudawan akan mampu berkembang dan menjadi berkualitas di dunia profesional. 

Secara keseluruhan, kegiatan pembekalan ini diharapkan dapat memberikan bekal bagi calon wisudawan dalam melangkah menuju masa depan mereka. Selamat kepada seluruh calon wisudawan. Teruslah terbang semakin tinggi!

Berikut merupakan nama para calon wisudawan:

NIMNama
18522200IRWAN NASRULHIELMY
19522313MUHAMMAD DAFFA NUGRAHA
20522341INTAN PERMATA WINDA PURBA
20522041BAGUS AULIA RAHMAN
20522054MUHAMMAD IVAN HIDAYAT
20522062FADHIL ADYUTA PRAWESTA
20522082SAYID ALI MADANI
20522084FERDIAN AMANDA PUTRA
20522088ALVIN MAULANA
20522094MUHAMMAD RIZKY AULIANSYAH
20522095ILZAM FAUZI
20522127DONNY RINDASYAH SURYONOPUTRO
20522157ADITYA DWI JULLYAN
20522212DZULFIKAR DEWANTARA
20522224RIZKY PAMBUDI
20522253AHMAD BAYU PRASETYO
20522257MOHAMAD PARHAN SAHRUDIN
20522369M. ZIKRA ZIZO ALFIETA
21522041MHD.HAFIZ AL-FARISI NST
21522288ANINDA SAGITA NURLAILA

Syawarani Gayatri

Pada (21/02) Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan workshop bertajuk Mastering CV, Social Media & Tools: Kickstart to Your Career Success! Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium DSK&E dan diikuti oleh 10 mahasiswa. Workshop dimulai pada pukul 13.45 WIB.

Workshop ini menghadirkan Vicky Caneca, S.T., MBA, yang merupakan Chief Executive Officer (CEO) MyMedica.id serta Chief Operating Officer (COO) Caneca Food Factory (FMCG & Retail), sebagai pembicara utama. Dalam sesi tersebut, beliau memanggil peserta satu per satu ke ruangan terpisah untuk mensimulasikan wawancara kerja. Sebelumnya, peserta diminta membawa Curriculum Vitae (CV) yang kemudian akan diulas secara mendetail.

Selain membahas penyusunan CV dan simulasi wawancara kerja, workshop ini juga menyoroti pentingnya membangun personal branding di era digital. Vicky menekankan bahwa rekam jejak digital, terutama melalui platform seperti LinkedIn, dapat menjadi faktor penentu dalam menarik perhatian perekrut. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk lebih aktif dalam mengelola citra profesional mereka serta memperluas jaringan melalui platform digital.

Di sesi selanjutnya, Vicky memberikan pemaparan lebih mendalam mengenai strategi membuat CV yang menarik dan sesuai standar Human Resource Department (HRD) perusahaan. Beliau juga membagikan kiat dalam mengoptimalkan profil LinkedIn, termasuk cara menampilkan pengalaman, keterampilan, serta membangun koneksi yang relevan dengan industri yang diminati.

Ratih Dianingtyas Kurnia, S.T., Ph.D., selaku dosen perwakilan program studi, mengawasi jalannya acara dan menyampaikan harapannya terhadap kegiatan ini. “Pertemuan pertama ini merupakan langkah awal dalam memperkenalkan acara kepada mahasiswa. Jika mendapatkan respons positif, kegiatan ini akan berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.

Workshop ini memberikan wawasan bagi mahasiswa dalam menyusun CV yang baik sebelum kelulusan. Dengan adanya sesi ini, mahasiswa dapat memahami pengalaman serta sertifikasi yang perlu disertakan agar lebih kompetitif di dunia kerja.

Rani Novalentina

Mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim mahasiswa Industri UII meraih Juara 1 dalam EGSA Essay Competition 2024 yang diselenggarakan oleh Environmental Geography Student Association (EGSA), Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka memenangkan kompetisi dengan esai berjudul WIJAYA: Waste-To-Energy Initiative For Jogja and Allied Actions, yang mengusung solusi inovatif dalam upaya mewujudkan Net Zero Emission (NZE) 2060.

Kompetisi esai ini mengajak mahasiswa untuk menuangkan gagasan dan inovasi terkait isu lingkungan, dengan tema “Sinergitas Pentahelix dalam Mewujudkan Komitmen Indonesia Net Zero Emission 2060.” Dalam proses persiapannya, tim melakukan riset mendalam, brainstorming, serta analisis berbasis framework yang komprehensif. Mereka juga mengintegrasikan konsep pentahelix sebagai solusi strategis dalam mencapai target NZE 2060.

Perjalanan Tim

Salah satu anggota tim, Rangga, mengungkapkan bahwa dalam penyusunan esai mereka berkolaborasi dengan mahasiswa Teknik Kimia UII. Lebih lanjut, ia menjelaskan, “Kami juga bersama dengan mahasiswa prodi lain karena merasa topik ini berhubungan dengan expertise-nya. Meskipun Teknik Industri menerapkan pendekatan yang holistik, kami tetap berkolaborasi dengan disiplin ilmu lain. Hal ini guna memperkaya referensi solusi yang lebih inovatif,” jelasnya.

Rangga juga memberikan tips bagi mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi serupa. Menurutnya, penting untuk menentukan tujuan sejak awal serta fokus pada pengembangan ide. Peserta juga perlu memanfaatkan feedback dari lomba sebelumnya sebagai bahan evaluasi. Ia juga menekankan pentingnya memilih rekan yang memiliki antusiasme tinggi sehingan dapat menjadi bekal tambahan dalam berkompetisi.

Prestasi Lainnya

Mahasiswa Teknik Industri UII lainnya kembali meraih prestasi membanggakan dalam Policy Case Competition: Crafting Innovative Policies to Advance Sustainable Energy Initiatives in Yogyakarta dengan SRE UGM x New Energy Nexus Indonesia sebagai penyelenggara. Tim yang terdiri dari tiga mahasiswa Teknik Industri UII berhasil meraih posisi Top 5 serta penghargaan Best Presentation dengan proposal berjudul MERAPI: Membangun Energi Ramah dan Pertumbuhan Inklusif. Proposal ini menawarkan inovasi pengembangan energi terbarukan di Yogyakarta.

Prestasi ini menunjukan kemampuan mahasiswa Teknik Industri UII bersaing dalam tingkat nasional. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, mereka berkontribusi dalam pemikiran strategis terkait isu lingkungan dan keberlanjutan. Selamat kepada seluruh tim yang telah berjuang!

Berikut merupakan daftar nama Mahasiswa Teknik Industri yang Tergabung dalam Tim:

NoCompetitionNameNIMAchievement
1.EGSA Essay Competition 2024Rangga Pamungkas Putradharma225222841st Place
Zahid Anugrah Muzaffar Rana22522100
2.Policy Case Competition: Crafting Innovative Policies to Advance Sustainable Energy Initiatives in YogyakartaAzhar Anargya Aryasatya22522332TOP 5 & Best Presentation
Arkan Abbad Falah Wibowo22522231
Rangga Pamungkas Putradharma22522284

Syawarani Gayatri