Dosen Teknik Industri Universitas Islam Indonesia melaksanakan pelatihan keterampilan komunikasi psikologis bersama Astadaya Consulting pada Senin hingga Selasa (23-24/10) di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dosen terhadap aspek psikologis dan kesehatan mental mahasiswa.

Pelatihan ini dibuka oleh Bapak Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc., selaku Ketua Jurusan Teknik Industri, yang menyampaikan harapannya bahwa agenda ini akan memberikan manfaat bagi para dosen dalam memahami dan membantu mahasiswa yang menghadapi kesulitan selama perkuliahan. Langkah ini dianggap penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kondisi psikologis mahasiswa.

Pelatihan ini dimulai dengan beberapa permainan kelompok yang menyenangkan, sebagai langkah awal untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya memahami perspektif mahasiswa. Menurut kesimpulan dari pemateri Bapak Muhammad Hidayat, S.Psi., M.Psi, bahwa sebagai praktik terbaik, daripada menghakimi, lebih baik mencari tahu terlebih dahulu latar belakang yang menyebabkan mahasiswa mengalami kesulitan. Tujuannya adalah agar kita dapat memberikan bantuan psikologis yang lebih baik kepada mahasiswa.

Selanjutnya, para dosen juga menerima materi mengenai sosiometri, sebuah metode untuk mengukur perasaan individu dengan cara memberikan persentase perasaan mereka. Pendekatan ini membantu peserta mengenali dan memahami lebih baik perasaan mereka sendiri, sekaligus membangun rasa empati dan toleransi di antara mereka. Hal tersebut harapannya dapat diterapkan dalam memahami perasaan para mahasiswanya.

Kemudian, para dosen terlibat dalam sesi Coaching Point of You, sebuah pendekatan yang menggunakan kartu-kartu khusus berisi gambar, kata-kata, dan pertanyaan yang dirancang untuk merangsang refleksi dan pemahaman diri. Dalam sesi ini, dosen mengambil kartu-kartu yang telah disiapkan dan membukanya dengan ekspresi yang spontan. Ini membantu mereka merenungkan isu-isu pribadi atau profesional, serta memperoleh wawasan yang lebih dalam tentang diri mereka sendiri.

Hypnosis In Teaching, menjadi pembuka untuk kegiatan hari kedua. Konsep hypnosis in teaching adalah penggunaan hipnosis atau hipnoterapi dalam proses pembelajaran dan pengajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Teknik hipnosis digunakan untuk memfasilitasi pemahaman, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan konsentrasi dalam konteks pembelajaran.

Penting untuk dicatat bahwa penggunaan hipnosis harus selalu dilakukan oleh para profesional terlatih dan bersifat sukarela. Melalui pemahaman konsep ini, para dosen diingatkan akan pentingnya kompetensi dan komunikasi dalam konteks pendidikan.

Lebih lanjut, sesi acara Hypnosis In Teaching yang dibawakan oleh Bayu Satriyo Wicaksono, S.E., M. Psi., menegaskan bahwa terdapat sebuah figur otoritas yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Figur otoritas ini dapat membawa sisi positif maupun negatif. Misalnya seorang siswa yang aktif dalam konotasi negatif, seperti aktif tawuran. Kemungkinan siswa tersebut mengerti bahwa tawuran adalah sesuatu yang buruk, tetapi ia tetap melakukannya karena merasa yang dapat menerima dirinya hanyalah teman-teman tawurannya itu. Jadi, teman yang terlibat tawuran merupakan sebuah figur otoritas yang mempengaruhi tingkah laku siswa tersebut.

Lalu, sesi acara Therapeutic Communication diawali dengan permainan menyangkut komunikasi yang fungsinya dapat mereduksi konflik dan situasi negatif sehingga hubungan yang baik pun terjalin, terlebih untuk dosen dengan mahasiswa. Penggunaan metode Sandwich Feedback Method (SFM) dalam komunikasi ini berfungsi untuk memberi feedback yang membangun pada seseorang secara sopan dan tidak menyakiti hati.

Selain itu, implementasi dari Sign of Trust juga dapat dilakukan oleh dosen saat mengajar di kelas. Sign of Trust ini merupakan tanda-tanda kepercayaan terhadap seseorang yang telah dikenali. Tanda kepercayaan ini akan terlihat ketika mahasiswa selalu memperhatikan dan mengikuti arah gerakan dosen saat mengajarkan materi dengan mata yang berbinar-binar.

Selama pelatihan berlangsung, antusiasme para dosen sangat terasa. Pelatihan ini diharapkan akan memberikan dampak positif dalam mendukung kesejahteraan mahasiswa dan kualitas pembelajaran di Teknik Industri Universitas Islam Indonesia.

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia menerima anjangsana dari Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) yang dihadiri oleh Ketua Program Studi S1 Teknik Industri sendiri, Nunung Agus Firmansyah, S.T., M.T., dan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) oleh Muhammad Qurthuby, S.T., M.T selaku Ketua Program Studi Teknik Industri, beserta Satriardi, S.T., M.Eng., pada (7/10). Agenda tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang Dekanat Lantai 2 Gedung KH Mas Mansur.

Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. selaku Ketua Jurusan Teknik Industri UII didampingi Amarria Dila Sari, S.T., M.Eng. selaku Sekretaris Program Studi Program Sarjana, Ira Promasanti Rachmadewi, Ir., M.Eng. selaku Sekretaris Program Studi Program Internasional, Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D. sebagai Ketua Program Studi Program Magister, serta Atyanti Dyah Prabaswari, S.T., M.Sc. sebagai Manajer Administrasi Keilmuan.

Tak hanya itu, Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc. selaku Kepala Laboratorium Sistem Manufaktur Terintegrasi, Annisa Uswatun Khasanah, S.T., M.Sc. selaku Kepala Laboratorium Data Mining, Elanjati Worldailmi, ST, MSc sebagai Kepala Laboratorium Pemodelan dan Simulasi Industri, Danang Setiawan, S.T., M.T. sebagai Kepala Laboratorium Enterprise Resource Planning, dan Wahyudhi Sutrisno, S.T., M.M., M.T. sebagai Kepala Laboratorium Inovasi dan Pengembangan Organisasi turut berpartisipasi dalam kunjungan tersebut.

 

Kegiatan benchmarking ini diisi dengan acara berdiskusi mengenai Kurikulum OBE dan MBKM yang terdapat di TI UII. Sejalan dengan itu, mahasiswa UII mempunyai kewajiban untuk memenuhi Satuan Kredit Partisipasi (SKP) dalam rangka mengasah dan meningkatkan soft skill yang dimiliki. Kemudian, pada MBKM mahasiswa juga dapat mengikuti banyak program yang ada, misalnya Sertifikasi atau Coaching Clinic dengan topik yang sangat update yaitu Mental Health, dan masih banyak lagi.

Kemudian, dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Capstone Design dari TI UII sendiri yang terdapat pada mata kuliah Perancangan Sistem Industri Terpadu (PSIT). Pada setiap pelaksanaan mata kuliah tersebut merujuk pada panduan lomba kewirausahaan maupun start-up yang nantinya dapat dikirimkan ke Inkubator Bisnis dan Inovasi Bersama (IBISMA) atau bahkan ke perlombaan internasional.

Terakhir, acara dipungkasi dengan kunjungan ke seluruh laboratorium dengan pendampingan dari kepala laboratorium masing-masing.

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia menerima agenda benchmarking dari Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Udayana (UNUD). Acara tersebut dilaksanakan dalam rangka menginisiasi kolaborasi guna memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan TI UNUD. Kunjungan pada (3/10) itu berlangsung di Ruang Dekanat Lantai 2 KH Mas Mansur.

Ketua Program Studi Program Sarjana, Ir. Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM. beserta Amarria Dila Sari, S.T., M.Eng., Sekretaris Program Studi Program Sarjana, terlihat menghadiri dan menyambut perwakilan dosen dari UNUD, Dr. Anak Agung Istri Agung Sri Komaladewi, S.T., M.T.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Komaladewi bertanya mengenai penyusunan RPS yang ada di TI UII karena TI UNUD merupakan prodi yang belum lama berdiri sehingga belum dapat melakukan tracer study. “Mungkin bisa mencari TI lain atau kalau di Udayana itu kira-kira Teknik Industri akan masuk ke ranah mana.” tutur Dila.

Di samping itu, Ridwan menambahkan, “Kalau kita lihat dari falsafah keilmuannya, ya. Teknik Industri itu sebenarnya bicara manusia atau mesin, ada material. Material dengan mesin yang nggak ada manusianya itu bukan TI, tapi kalau manusia dengan mesin atau manusia dengan material itu bidangnya TI. Nah berarti dia akan berinteraksi dengan manusia, berinteraksi dengan material, atau berinteraksi dengan mesin, kira-kira value yang general apa. Kalau kita bikin value general, nampaknya akan lebih aman ketika lulusan kita mau kemana pun.” jelasnya.

Ridwan dan Dila juga menyarankan mengenai pengadaan mata kuliah pilihan, seperti Triz for Product Design karena dilihat dari lokasi, Bali merupakan tempat yang kaya akan industri kreatif sehingga Universitas Udayana dapat berkerja sama dengan UKM disana. Agenda pada pagi hari itu ditutup dengan kunjungan seluruh laboratorium TI UII sekaligus simulasi penggunaan fasilitas-fasilitas yang dapat digunakan saat praktikum pada Laboratorium Sistem Manufaktur Terintegrasi dan Laboratorium Desain Sistem Kerja dan Ergonomi.

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia menerima kunjungan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada (3/10). Acara digelar dalam rangka menguatkan tali persahabatan sekaligus saling tukar pikiran mengenai manajemen program magister dan doktor antar universitas. Studi banding yang diikuti oleh 43 orang rombongan itu dilaksanakan secara luring di ruang kelas 04.04, Lantai 4, Gedung KH Mas Mansur.

Kunjungan pada sore hari tersebut disambut secara langsung oleh Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FTI UII, Dr. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc. Sejalan dengan itu, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc., selaku Ketua Jurusan Program Studi Teknik Industri juga hadir untuk memberi sepatah dua patah kata. “Tentunya nanti mohon kita bisa saling berbagi,” ucapnya. Beliau juga mengungkapkan bahwa ITS merupakan salah satu acuan perguruan tinggi dalam pembuatan Program S3 TI UII.

Atyanti Dyah Prabaswari, S.T., M.Sc., Manajer Administrasi Keilmuan Program Magister, Joko Sulistio, S.T., M.Sc., M.T, Dr. Qurtubi, S.T., M.T., serta Danang Setiawan, S.T., M.T. tampak mendampingi jalannya acara tersebut.

Prof. Iwan Vanany, S.T., M.T., Ph.D., IPU., selaku perwakilan dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS mengapresiasi karena kunjungan dari ITS diterima dengan tangan terbuka oleh TI UII. “Kemari, kita sebenarnya lebih mengarah ke silaturahmi. Kami punya banyak alumni yang berada di UII. Kami harap alumni kami bisa berperan dalam kemajuan UII sendiri,” ungkapnya.

Lalu, Ir. Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D. IPM, selaku Ketua Program Studi Program Magister menambahkan dengan menjelaskan berbagai fasilitas dan keunikan yang ada di UII. Salah satunya candi yang terletak di Perpustakaan Pusat UII, Gedung Moh. Hatta. Keunikan tersebut bahkan telah mendapatkan penghargaan dari pemerintah.

Selanjutnya, terdapat sesi acara penyerahan simbolis yang diwakili oleh Prof. Iwan Vanany, S.T., M.T., Ph.D., IPU. selaku perwakilan dari ITS dan Dr. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc. selaku perwakilan dari UII. Kemudian, acara dilanjutkan dengan foto bersama dan mengunjungi laboratorium-laboratorium yang ada di TI UII.

Program Studi Teknik Industri menyelenggarakan kuliah umum dengan tajuk “Project Management Goes to Campus” pada (2/10). Acara tersebut merupakan sebuah kolaborasi antara Project Management Institute Indonesia Chapter (PMIIC) dengan Fakultas Teknologi Industri UII. Kegiatan yang dilangsungkan secara hybrid itu bertempat Auditorium FTI UII dan Zoom Meeting dan diikuti oleh ratusan mahasiswa.

Agenda tersebut dipandu oleh MC, Anggun Galuh Puspita Ningtyas dengan membacakan seluruh susunan acara. Kemudian, Ketua Program Studi Teknik Industri Program Sarjana, Ir. Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM. membuka dengan mengungkapkan bahwa acara tersebut merupakan suatu momen yang sangat langka nan luar biasa berharga bagi mahasiswa.

“Seperti yang kita ketahui, landscape pendidikan di Indonesia banyak berubah, ya. Jadi mas menteri kita itu sekarang menggalakkan mahasiswa belajar di luar kampus. Itulah kenapa prodi kita pun sama, memfasilitasi sampai maksimum 20 sks untuk adik-adik sekalian belajar di luar kampus. Nah, salah satu tujuannya adalah supaya terjadi link and match, apa yang dipelajari di kampus dengan apa yang terjadi di industri.”

Selanjutnya, sambutan dari perwakilan PMIIC, Raisyuli Indria, MT., PMP, PMI-ACP. Beliau menyampaikan bahwa antara PMI Indonesia Chapter dan UII telah menjalin kerja sama yang erat terkait bidang project management. Hal tersebut ditunjukkan dengan UII yang aktif menjadi partisipan dalam acara PMC (Project Management Challenge). Beliau berharap dengan adanya acara tersebut dapat memberi wawasan praktis bagi mahasiswa mengenai keilmuan manajemen, seperti mengatur resources dalam project management. Sesi acara selanjutnya adalah penyerahan token penghargaan dari PMIIC untuk UII dan foto bersama para audiens.

Apa itu Manajemen Proyek?

Sesi acara dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai Pengantar Manajemen Proyek oleh Wisnu Suryo Pratomo, MT., PMP. Beliau menerangkan definisi, faktor, manfaat, kelompok proses, dan area pengetahuan dari manajemen proyek. Beliau menekankan bahwa proyek tidak selalu berorientasi pada profit. “Proyek itu bukan cuma sekadar soal untung. Tapi apasih proyek itu? Proyek itu adalah sesuatu hal upaya yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu makanya itu sementara, ada start ada finish untuk menghasilkan sesuatu. Apakah produk, apakah itu layanan atau services, atau sesuatu yang unik.” ucapnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa ada 2 hal yang pasti terjadi dalam perjalanan mengerjakan proyek, yaitu konflik dan ketidakpastian. Konflik terjadi karena banyaknya perbedaan isi kepala dari orang-orang yang terlibat dalam proyek. Ketidakpastian, misalnya cuaca, juga akan menghalangi kelancaran pergerakan proyek. Meskipun demikian, PMI telah menerbitkan PMBOK (Project Management Body of Knowledge), yaitu panduan yang memberikan kerangka kerja, prinsip-prinsip, dan praktik terbaik dalam manajemen proyek.

Sapa Lebih Dekat Project Management Institute

Bayu Waseso, S. Kom, M. Kom., selaku Board Member of Membership Department memperkenalkan PMI sebagai organisasi non-profit yang telah memiliki lebih dari 680.000 member dengan 208 negara yang tergabung di dalamnya. Saat ini PMI Indonesia Chapter sendiri telah memiliki 1.065 member dengan 3 branch yang berada di Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya.

Beliau memberi tahu beberapa program dari PMI yang dapat diikuti, seperti Project Management Challenge (PMC), Project Management Workshops, Scheduled Trainings, dan In-House Training. Selain itu, beliau juga memperkenalkan seminar yang diberi nama Symex (Symposium and Exhibition on Project Management) yang telah secara rutin dilaksanakan. Terakhir, acara tersebut ditutup secara langsung oleh MC.

Kondisi bisnis di Indonesia saat ini tidak bisa diam dan mengalami perubahan yang sangat cepat. Oleh karena itu, kiat-kiat pemasaran adalah salah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan bagi UMKM. Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia melaksanakan pendampingan UMKM pada (2/10). Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Laboratorium Data Mining tersebut dihadiri sebanyak 8 pelaku usaha.

Acara sebagai bentuk pengabdian dosen kepada masyarakat itu dibuka dengan beberapa prakata dari Annisa Uswatun Khasanah, S.T., M.Sc., selaku MC. Kemudian, dilanjutkan dengan pemaparan materi dengan topik Strategi Marketing yang disampaikan oleh Yuli Agusti Rochman, S.T., M.Eng. dan Digital Marketing oleh Joko Sulistio, S.T., M.Sc., M.T.

Sustainability Marketing Strategy

Yuli Agusti Rochman, S.T., M.Eng. selaku pemateri pertama menyampaikan terdapat salah satu trik pemasaran adalah strategi solusi. Misalnya, usaha produksi kue yang awalnya hanya membuat kue hantaran memberikan sebuah solusi berupa kue ulang tahun bagi orang-orang yang akan merayakan hari kelahirannya. Hal tersebut dapat menjadi sebuah awalan untuk penerapan strategi pemasaran berkelanjutan yang sesuai dengan segmentasi pasar.

Beliau menjelaskan bahwa segmentasi pasar akan mempengaruhi keluaran produk dan harganya. “Bicara tentang harga bukan hanya HPP, tapi kalau kita extend, kita perluas itu bicara tentang strateginya mau seperti apa. Nanti disambungkan dengan target market-nya, kemudian disambungkan dengan produk.” ucapnya. Hal tersebut merupakan sebuah implementasi dari supply chain yang akan membawa strategi usaha kepada problem selling agar usaha terus berkembang dan bertahan lama. Penting bagi UMKM untuk memahami dan mengembangkan ide produk serta pelayanan sesuai target market usahanya.

Selain itu, Yuli juga menuturkan bahwa konten yang sama tetapi dikemas secara berbeda dapat menjadi value produk tersendiri bagi customer. Srategi pemasaran jangka panjang juga dapat dikenalkan melalui edukasi dengan membangun awareness. Contohnya penjualan lotis berbasis manfaat dari buah yang digunakan, seperti buah pepaya yang dapat mencegah glukoma mata pada orang lanjut usia. Jadi, adanya misi sosial dalam pemasaran produk dapat menarik minat customer.

Mengenal Digital Marketing Lebih Dalam

Joko Sulistio, S.T., M.Sc., M.T. sebagai pemateri 2 mengungkapkan digital marketing merupakan pemasaran dengan saluran digital baik online maupun offline. Penggunaan gambar dan suara melalui media sinar adalah salah satu contoh saluran digital offline. Kemudian, untuk saluran digital online terdapat 5 macam mekanismenya, yaitu Search Engine Optimization (SEO) dengan membuat website, Pay per Click menaruh iklan pada platform lain misal Facebook Ads, Content Marketing dengan membuat blog/vlog, Social Media Marketing menggunakan sosial media yang seperti WhatsApp, dan Marketplace Marketing menggunakan platform seperti Shopee, Tokopedia, dan lain sebagainya.

Joko juga mengungkapkan bahwa banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari pengaplikasian digital marketing bagi UMKM. Yang pertama ada Customer Intention. Jadi nanti ada intensi untuk kembali dalam tanda kutip memelihara hubungan yang baik dengan konsumen. Terus nanti ada Analytics. Jadi dari data-data yang kita dapatkan itu kemudian diotak-atik pakai data mining, pakai text mining sehingga kita punya pengetahuan, punya rasa saling memiliki antara kita dengan konsumen kita. Ada Reach atau jangkauan yang luas. Terus yang terakhir itu adalah untuk edukasi. Jadi kadang-kadang produk atau solusi yang kita tawarkan tidak terpikir dulu oleh konsumen jadi kita perlu edukasi.” tuturnya.

Kemudian, beliau mengutarakan bahwa pembahasan lebih mengarah pada pengaplikasian Social Media Marketing. Saat ini terdapat 4 platform yang memiliki milyaran pengguna sebagai sarana Social Media Marketing, yaitu Facebook, WhatsApp, Instagram, dan TikTok. Pelaku UMKM hanya tinggal memilih ingin memakai platform yang mana untuk menjajakan produknya. Beliau juga memberi sebuah contoh dengan menguliti fitur-fitur yang ada di WhatsApp Business sebagai media digital marketing. 

Acara tersebut diakhiri dengan evaluasi jalannya usaha pemilik UMKM selama ini dan tukar pikiran mengenai produk UMKM kepada pemateri yang kemudian dilanjutkan untuk sesi foto bersama. 

Dalam membangun perusahaan yang dapat berjalan dengan optimal sangat perlu adanya komunikasi dan kerja sama yang baik antar pekerjanya. Hal tersebut harus ditanamkan lagi pada fresh graduate. Oleh karena itu, Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia melaksanakan pembekalan bagi calon wisudawan pada Rabu (27/09). Acara tersebut dilakukan secara offline yang bertempat di Learning Space 2 FTI UII dan diikuti oleh 47 calon wisudawan Teknik Industri.

Acara tersebut dimulai dengan pembukaan oleh Lulu Riesta Nugroho sebagai MC. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UII secara bersama-sama. Setelahnya, acara diteruskan dengan pelantunan kalam ilahi oleh Pardiya, S.T.

Kalimat pengantar disampaikan oleh Amarria Dila Sari, S.T., M.Sc selaku Sekretaris Program Studi Teknik Industri Program Sarjana. Beliau merasa sangat bangga sekaligus terharu dengan lulusan-lulusan dari angkatan 2016 sampai 2019. Beliau juga berpesan agar calon wisudawan selalu bermanfaat dimanapun ia berpijak.

“Harapannya kelak ketika sudah menjadi alumni, menjadi alumni yang selalu menebar manfaat dimanapun berada. Semoga ilmunya juga berkah dan jangan lupa almamater, jaga nama baik almamater.” sampainya.

Acara pada siang hari tersebut dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Nugroho Adhi Wijaya sebagai pembekalan untuk wisudawan Teknik Industri. Beliau mengungkapkan adanya SKA (Skill, Knowledge, and Attitude) dalam dunia kerja untuk membuktikan seseorang mampu atau tidak melakukan pekerjaannya secara maksimal. Saat ini yang menjadi tantangan berat adalah bagian attitude.

“Sekali lagi teman-teman, yang selama ini saya alami di dunia HR, tantangan fresh graduate adalah berbicara masalah attitude-nya. Mereka belum siap berkomunikasi dan berkolaborasi. Kadang nih tantangannya itu dengan lintas generasi misalnya, sama orang yang generasinya tidak hanya generasi saya tapi diatas dan diatas saya lagi. Itu ada tantangannya, lho, bagaimana cara kita berkomunikasi.”

Nugroho juga memberikan tips yang bisa dilakukan oleh fresh graduate saat mencari pekerjaan, yaitu membuat target diri 1 hingga 10 tahun kedepan, membuat perencanaan dan langkah kedepan, dan membuat portfolio, relasi, dan ilmu. Kemudian ia juga memberikan tips untuk fresh graduate di dunia kerja, yaitu mengasah soft skill, membangun karakter, dan menjadi problem solver. Lalu fresh graduate harus menjadikan peluang dari situasi sulit dan menjadikan kesempatan ketika ada tantangan. Selanjutnya melakukan evaluasi dan perbaiki kualitas diri agar semakin bisa berkembang.

Pemberian apresiasi untuk peraih IPK tertinggi dilakukan oleh Ir. Muhammad Ridwan Andi Purnomo, ST, MSc, Ph.D, IPM, selaku Ketua Program Studi Teknik Industri FTI UII dengan menyerahkan plakat simbolis kepada Maulisna Ayu Ariyanti dan Khairunnisa Nurul Istiqomah yang keduanya meraih IPK 3,86 sekaligus MC memberi beberapa kalimat pungkasan yang kemudian diikuti dengan sesi foto bersama calon wisudawan, dosen, dan narasumber.

Karir yang cemerlang dimulai dari banyaknya ilmu yang didapat dari pembelajaran maupun pengalaman. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mengikuti sebuah program untuk mendapatkan gambaran tugas kerja yang terjun langsung ke lapangan. Dengan program magang, mahasiswa dapat melatih keterampilan dan profesionalisme kinerjanya untuk menghadapi dunia kerja nyata.

Misalnya, mengikuti Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Batch 4 dengan penempatan di PT. Dharma Electrindo Manufacturing Cirebon yang diikuti oleh Dayvia Sulistiani, salah satu mahasiswa Teknik Industri angkatan 2019. PT. Dharma Electrindo Manufacturing Cirebon merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufacturing otomotive yang memproduksi wiring harness dan komponen elektrik lainnya.

Pada program magang tersebut, Dayvia mengisi posisi PPIC (Perancangan Produksi dan Inventory Control) dengan kegiatan yang berlangsung pada tanggal 16 Februari-30 Juni 2023 secara luring. Ia mendapat wawasan yang berlimpah khususnya mengenai industri manufaktur, perencanaan produksi, dan alur warehouse raw material di PT. Dharma Electrindo Manufaktur Cirebon. Selama proses magang, Ia membuat proyek ‘Perancangan Digitalisasi Pick to Light System pada Warehouse Raw Material PT. Dharma Electrindo Manufacturing.’

Ia juga menyampaikan banyak pengetahuan yang didapatkan dari program magang tersebut, seperti Toyota Production System (TPS), Peningkatan Proses Industri Manufaktur Supply Chain Management, Perencanaan Produksi, dan Pengetahuan Produk & Proses pada perusahaan manufaktur.

Selain Dayvia, terdapat juga Rafif Dzaki Muhammad yang berkesempatan mengikuti kegiatan Magang Merdeka Kampus Merdeka Batch 4 di PT United Tractors Tbk pada posisi Data Management. PT United Tractors Tbk atau UT merupakan salah satu anak usaha dari PT Astra International Tbk sebagai pemegang saham mayoritas yang terkemuka di Indonesia dengan jangkauan layanan melalui enam pilar bisnis, yaitu Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan Batubara, Pertambangan Emas, Industri Konstruksi dan Energi. UT berdiri pada 13 Oktober 1972 dengan menjadi distributor alat berat ternama di Indonesia seperti Komatsu, Scania, Bomag, UD Trucks, dan Tadano.

Selama menjalani masa magang, Rafif mengerjakan beberapa proyek baik proyek utama maupun proyek sampingan. Proyek utama yang Ia kerjakan adalah melakukan pengolahan data dan dashboard pada UT Smart yang merupakan platform pembelajaran untuk pengembangan karyawan UT dengan dukungan software Microsoft Excel dan Microsoft Power BI. Selain itu, Ia juga mengerjakan proyek sampingan berupa improvisasi tampilan UT Smart dengan software Figma bersama tim UI/UX dan proyek educulture yang mengutamakan nilai-nilai kebhinekaan.

Menurut Rafif, dengan mengikuti program magang tersebut dapat mengembangkan potensi diri, keterampilan individu, serta memberikan gambaran karir ke depannya. Selain itu, bekerja sama secara tim dengan orang baru juga dapat membangun prinsip Agile.

Sejalan dengan Rafif, Agung Arief Gunawan, mahasiswa Teknik Industri angkatan 2019 juga ikut serta dalam program MBKM di PT United Tractors Tbk. Disana Ia mengerjakan 2 proyek sekaligus, yaitu Change Management Hybrid Working Method dan Guidance Business Process. Untuk tugas dari proyek Management Hybrid Working Method adalah merevisi guidance hybrid working dan video hybrid working. Kemudian, untuk proyek Guidance Business Process adalah membuat guidance mengenai business process. Selain mengerjakan proyek, Ia juga mengikuti kegiatan di luar proyek, seperti acara sharing is caring yang diisi oleh intern dan mentor, serta executive sharing.

Berkat kegiatan magang, Ia berkembang menjadi pribadi yang lebih disiplin, melatih public speaking, dan melatih berpikir kritis. Melalui program tersebut, Ia juga mendapatkan pengalaman baru dan bertemu orang-orang baru yang friendly di PT United Tractors Tbk.

Industrial Competitiveness merupakan faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara dan kelangsungan bisnis perusahaan. Diperlukan kerja sama yang apik dari sektor swasta dan pemerintah, serta investasi dalam inovasi, pendidikan, dan infrastruktur. Oleh karena itu, Program Magister Teknik Industri dan Program Doktoral Rekayasa Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia menggelar kuliah umum dengan tema Peran Supply Chain Management dalam Peningkatan Industrial Competitiveness pada (16/09) secara daring menggunakan platform Zoom Meeting.

Acara yang diikuti sekitar 80 partisipan itu dibuka oleh Ratna Agil Apriani, S.T. sebagai MC dan pemutaran video sambutan Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. selaku Rektor Universitas Islam Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa banyak sekali tren yang berubah pada bidang Teknik Industri maupun Rekayasa Industri sehingga mahasiswa harus adaptif dengan perkembangan yang telah terjadi.

“Sangat mungkin bidang garap Teknik Industri harus menyesuaikan diri. Misalnya, kita akan berhadapan dengan integrasi teknologi informasi dengan manusia. Ada robot kolaboratif yang mendukung kerja manusia sehingga lebih efisien, lebih aman. Atau misalnya kita juga mendengar, mengikuti perkembangan yang ada, Technology Manufacturing Addictive dengan printer 3D dengan beragam bahan yang itu akan menjadikan proses manufaktur lebih efisien dan fleksibel.” tuturnya.

Kemudian, acara dilanjut dengan sekapur sirih fasilitas-fasilitas yang telah dipersiapkan untuk menunjang pembelajaran mahasiswa S2 dan S3 oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU, ASEAN.Eng. sekaligus membuka acara pada pagi hari itu. Beliau berharap lengkapnya sarana dapat meningkatkan kualitas pendidikan agar lulusan bisa bersaing di pasar bebas.

“Bagi S3 ini adalah filosofi keilmuan jadi ada teori-teori baru yang bisa bapak ibu terapkan nanti di dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di masyarakat. Oleh karena itu, maka siapkan topik-topik bapak ibu sekalian, adik-adik semua disini, bagaimana topik-topik thesis maupun disertasi yang kiranya nanti bisa bermanfaat bagi masyarakat. Sebuah penelitian yang baik itu bukan hanya tataran dokumen yang baik tapi sebuah penelitian yang baik adalah penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.”

Green Supply Chain Management dengan SCOR 14

Sesi pemaparan materi dipandu secara langsung oleh Atyanti Dyah Prabaswari, S.T., M.Sc. sebagai moderator yang diisi oleh Prof. Dr. Ir. Elisa Kusrini, MT, CPIM, CSCP, SCOR-P selaku Ketua Program Studi Rekayasa Industri Program Doktoral FTI UII dengan judul Improving Sustainability Supply Chain Performance Using Digital SCOR 14 Model. Salah satu materi yang disampaikan adalah pentingnya Green Supply Chain dengan memperhatikan dampak lingkungan yang wajib dipenuhi perusahaan karena untuk menjalankan perusahaan tidak hanya profit, tetapi isu sosial atau lingkungan juga harus dipikirkan.

“GSCM mengintegrasikan aspek-aspek environmental di dalam aspek business. Salah satu model menggunakan SCOR dimana sudah terbukti digunakan oleh banyak industri untuk mendefinisikan Supply Chain Scope Process. SCOR model menggambarkan aktivitas bisnis yang berhubungan dengan bagaimana memuaskan customer demand. Nah disitu melibatkan orkestra, semacam bermain musik. Jadi bagaimana mereka mengatur mengkoordinasikan seluruh pelaku supply chain mulai dari perencanaan, pemesanan, pengadaan, transform (proses mentransformasi atau pembuatan), kemudian fullfill. Fullfill itu me-deliver, kemudian juga termasuk return.” ucapnya.

Kelebihan dari penerapan SCOR adalah adanya hirarki yang berfungsi untuk menilai environmental yang telah disediakan oleh perusahaan. Apabila hasilnya kurang baik maka SCOR dapat mengubah ke dalam aktivitas yang lebih detail, misalnya pada proses source, transform, maupun return. Penilaian ini biasa disebut sebagai root cause analysis.

Implementasi Supply Chain dalam Bidang Kesehatan

Lalu, materi kedua diutarakan oleh Dr. Ir. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc selaku Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FTI UII dengan topik Supply Chain Collaboration in Healthcare. Beliau mengungkapkan betapa susahnya mendapat pasokan kantong darah karena adanya ketidakpastian yang sulit dikontrol. Contohnya terdapat kasus pasien membutuhkan darah dengan rhesus negatif, tetapi tidak bisa dipenuhi karena hanya ada darah dengan rhesus positif walaupun dari golongan darah yang sama.

Beliau mengemukakan, “Kita tahu betul bahwa shortage darah itu dapat mengakibatkan kematian dari pasien yang membutuhkan. Maka perlu sekali kita merancang bagaimana supply chain di healthcare management ini kita bisa kontrol, bisa kita kendalikan, sehingga ini punya manfaat yang besar buat kemanusiaan.” ujarnya. Benefit dari pengelolaan kantong darah yang sangat kompleks dengan model kolaborasi tersebut dapat meningkatkan service level dan pendapatan antar blood bank.

Selanjutnya, terdapat sesi diskusi dengan para mahasiswa dengan salah satu pertanyaannya mengenai teori dalam pengolahan sampah yang merupakan kebalikan dari supply chain. Elisa menjawab bahwa dalam SCOR, proses tersebut akan masuk ke dalam return karena menerapkan reverse logistic yang aliran materialnya dari downstraint menuju upstraint. Lebih lanjut Agus menambahkan, “Selama ada aliran material, informasi, nilai keuangan maka bisa didekati dengan SCM, Circular Economy.”

Terdapat juga pembahasan mengenai cara mengetahui perusahaan telah mengaplikasikan supply chain dengan baik dan benar. Kedua narasumber sepakat dengan menjawab bahwa hal tersebut dapat dilihat dari Sustainability Report yang dibuka oleh perusahaan untuk publik. Laporan ini berisi hal-hal yang material, yaitu seluruh hal yang berdampak pada proses bisnis mereka.

Kuliah umum ditutup dengan sesi dokumentasi oleh MC yang kemudian dilanjutkan penjelasan mengenai UIIGateway bagi mahasiswa baru S2 dan S3 oleh Kepala Divisi Administrasi Akademik, Nurlatifah Risti Julianingrum, S.E.

Program Studi Teknik Industri, Program Magister dan Program Studi Rekayasa Industri Program Doktor selenggarakan Kuliah Umum

Video; Sambutan Prof. Fathul Wahid., S.T., M.Sc., Ph.D – Rektor Universitas Islam Indonesia 

Narasumber:
Prof. Dr. Ir. Elisa Kusrini, MT, CPIM, CSCP, SCOR-P – Improving Sustainability Supply Chain Management using Digital SCOR 14

• Dr. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc – Supply Chain Collaboration in Healthcare Industry