Tag Archive for: Seminar

The Industrial Modeling and Simulation Laboratory (DELSIM), Industrial Engineering, Faculty of Industrial Technology (FTI), Islamic University of Indonesia (UII) held Seminar #2 offline on Friday (05/12) with the topic “The Role of System Simulation in Modern Industrial Decision-Making”. A total of 62 participants attended this event. This event aimed to provide insight to students and participants regarding the application of system simulation to solve complex industrial problems and support strategic decision-making in companies.

Demas Rakha Freeporta and Bintang Nairah Yuan served as the Master of Ceremony (MC) and opened the seminar at 08.00 WIB. After the opening, the two MCs led the participants in singing the Indonesian national anthem, Indonesia Raya, and the UII anthem. Daffa Allamsyah delivered a speech as the DELSIM Lab Assistant Coordinator. Next, Didin Dwi Novianto, S.T., M.LSCM., delivered a speech as a representative of UII lecturers. Before entering the material session, the MC introduced Amanda Trixie Alsyaviar as the seminar moderator.

Amanda then introduced the speaker for this seminar, Wahyu Kurniawan, S.T., MBA., M.Sc., CISCP. Wahyu actively teaches at Jenderal Achmad Yani University in Yogyakarta and has nearly ten years of experience in an industry with a CAGR growth rate of approximately 78.9% between 2016 and 2020. This professional experience has shaped his expertise in logistics and supply chain management, business development, financial analysis, feasibility studies, and business and financial reporting.

When and Why Choose Simulation?

Wahyu opened the presentation by explaining the importance of selecting the right timing for using simulation to solve industrial problems. He emphasized that not all problems require simulation therefore, the chosen method must match the problem’s complexity. In operations research, there are three levels of methods. First, exact methods such as the simplex method address well-structured problems. Second, probabilistic methods or metaheuristics handle problems with moderate complexity. Finally, simulation supports problems with high levels of complexity and uncertainty.

“There is a hierarchy in which a problem can be solved by various approaches. Simulation is used when we are dealing with complex problems,” he said.

Wahyu continued by providing several criteria for recognizing complex problems, such as high data variability and the number of variables in a system. To clarify this point, Wahyu presented a project he is currently conducting. The project involved transporting sludge waste from 451 oil drilling wells with unstable production levels. Through this example, Wahyu showed the fluctuating data variation and the large number of transportation points prevented effective mathematical modeling, so researchers used simulation to solve the problem.

Interactive Discussion Session

During the discussion session, participants actively discussed how industries apply simulation and how transportation cost uncertainty influences decision making. They raised issues about production scheduling instability in the beverage industry and compared alternative solutions. Participants also asked researchers to clarify model validation in job shop studies and to explain methods for identifying root causes, setting priorities, and choosing effective problem-solving strategies.

To clarify this, Wahyu explained that shipping line simulation offers a flexible approach to evaluating transportation uncertainty across various operational scenarios. Furthermore, he addressed job shop research by describing makespan as an optimization parameter in metaheuristics. In addition, Wahyu emphasized the need to retest optimization results through simulation to ensure real world effectiveness. Finally, he highlighted the importance of identifying root causes before determining improvement alternatives.

In conclusion, this discussion session emphasized the role of simulation beyond mere technical analysis. Simulation helps to understand the overall behavior of systems in complex and uncertain conditions. Participants showed great enthusiasm during the discussion session. These insights encouraged participants to continue developing their analytical skills and utilizing simulation in more accurate and efficient decision making.

Nisrina Nur Masrefa

Lab. Pemodelan dan Simulasi Industri (DELSIM), Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Seminar #2 yang berlangsung secara luring pada Jumat (05/12) dengan mengangkat topikThe Role of System Simulation in Modern Industrial Decision-Making. Sebanyak 62 peserta menghadiri kegiatan ini. Acara ini bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa dan peserta terkait penerapan simulasi sistem untuk menyelesaikan permasalahan industri yang kompleks serta mendukung pengambilan keputusan strategis di perusahaan.

Demas Rakha Freeporta dan Bintang Nairah Yuan bertugas sebagai Master of Ceremony (MC) dan membuka seminar tepat pukul 08.00 WIB. Setelah pembukaan, kedua MC memimpin peserta dalam menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Himne UII. Daffa Allamsyah menyampaikan sambutan sebagai Koordinator Asisten Lab. DELSIM. Selanjutnya, Didin Dwi Novianto, S.T., M.LSCM., menyampaikan sambutan sebagai perwakilan dosen UII. Sebelum memasuki sesi materi, MC memperkenalkan Amanda Trixie Alsyaviar sebagai moderator seminar.

Amanda kemudian memperkenalkan pembicara pada seminar kali ini yaitu Wahyu Kurniawan, S.T., MBA., M.Sc., CISCP.,. Wahyu aktif mengajar di Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta dan memiliki pengalaman hampir sepuluh tahun di industri dengan pertumbuhan CAGR periode 2016–2020 sekitar 78,9%. Pengalaman profesional tersebut dapat membentuk keahliannya dalam bidang logistik dan manajemen rantai pasok, pengembangan bisnis, analisis keuangan, studi kelayakan, serta pelaporan bisnis dan keuangan.

Kapan dan Mengapa Memilih Simulasi?

Wahyu membuka sesi pemaparan materi dengan menjelaskan pentingnya menentukan waktu yang tepat dalam menggunakan metode simulasi untuk menyelesaikan permasalahan industri. Beliau menekankan bahwa tidak semua permasalahan memerlukan simulasi, sehingga pemilihan metode harus menyesuaikan tingkat kompleksitas masalah. Dalam riset operasi, terdapat penggunaan tiga tingkatan metode. Metode tersebut yaitu exact method seperti simplex untuk masalah terstruktur, probabilistic method atau metaheuristik untuk masalah dengan kompleksitas sedang, dan simulasi untuk masalah dengan tingkat kompleksitas dan ketidakpastian tinggi.

“Ada hirarkinya bahwa sebuah problem itu bisa terselesaikan oleh berbagai pendekatan. Simulasi terpakai ketika kita berhadapan dengan problem kompleks.” Ungkapnya.

Wahyu melanjutkan dengan memberikan beberapa kriteria untuk mengenali problem kompleks seperti tingginya variabilitas data dan banyaknya variabel dalam suatu sistem. Beliau memberikan contoh sesuai dengan proyek yang sedang beliau kerjakan. Proyek dengan kasus pengangkutan limbah lumpur dari 451 titik sumur pengeboran minyak dengan tingkat produksi tidak stabil. Variasi data yang fluktuatif serta banyaknya titik pengangkutan menyulitkan penerapan pemodelan matematis dan menjadikan simulasi sebagai solusi pemecahan masalah tersebut.

Sesi Diskusi Interaktif

Pada sesi diskusi, peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan simulasi dalam dunia industri. Berbagai pertanyaan tersebut meliputi ketidakpastian biaya transportasi pada perusahaan yang dipengaruhi fluktuasi harga bahan bakar dan bagaimana proses validasi model dilakukan, mengenai penelitian bertema job shop yang memadukan discrete event simulation dan metode metaheuristik. Pertanyaan terkait ketidakstabilan penjadwalan produksi pada industri minuman dan pemilihan solusi terbaik. Peserta juga menanyakan metode yang tepat untuk mengidentifikasi akar permasalahan industri, menentukan prioritas, dan memilih pendekatan pemecahan masalah yang paling efektif.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Wahyu menjelaskan bahwa ketidakpastian dalam transportasi menggunakan shipping line simulasi menjadi solusi yang lebih fleksibel untuk mengevaluasi berbagai skenario operasional. Selain itu, Wahyu merespons pertanyaan terkait penelitian job shop dengan menjelaskan bahwa makespan dapat dijadikan parameter optimasi pada metaheuristik, kemudian diuji kembali melalui simulasi untuk memastikan efektivitasnya di kondisi sebenarnya, serta pentingnya mengidentifikasi akar masalah sebelum menentukan alternatif perbaikan.

Sesi diskusi ini menegaskan peran simulasi yang melampaui analisis teknis semata. Simulasi membantu memahami perilaku sistem secara menyeluruh dalam kondisi yang kompleks dan tidak pasti. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama sesi diskusi. Wawasan tersebut mendorong peserta terus mengembangkan kemampuan analitis dan memanfaatkan simulasi dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat dan efisien.

Nisrina Nur Masrefa

Mahasiswa Teknik Industri Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang “Kongres X & Seminar Nasional Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) 2024”. Acara ini berlangsung pada (8-10/8) di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.

Muhammad Alif Basyariah, perwakilan Teknik Industri UII yang merupakan asisten Laboratorium Desain Sistem Kerja dan Ergonomi (DSKE), mempresentasikan paper berjudul “Perancangan Jok Pengendara Mobil Otomatis yang Dapat Mendeteksi Kelelahan dan Stres Pengendara Melalui Pendekatan Ergonomi”. Penelitian tersebut mengangkat solusi inovatif dalam menciptakan desain jok mobil ergonomis dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), guna meningkatkan kenyamanan dan kemudahan pengemudi dalam berkendara. Paper ini merupakan pengembangan dari poster dan esai yang berhasil dipresentasikan pada ajang Ergo Camp.

Alif menceritakan proses yang dilaluinya, mulai dari menyusun paper, mempersiapkan jurnal untuk publikasi, hingga melakukan berbagai latihan presentasi. Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi dengan tim Big Project, yang terdiri dari rekan-rekan Alif, Hadi Ramadhan, Aji Adianta Firjatullah, dan Reyhandi Rachmad Fadila Wicaksono. Tak hanya itu, Alif juga berada dalam bimbingan Chancard Basumerda S.T., M.Sc., dosen Teknik Industri UII bidang Ergonomi. 

“Bangga ya. Karena juga baru pertama kali mewakili ke Konferensi Ergonomi Tingkat Nasional juga. Kemudian ketemu orang-orang hebat juga. Para dosen terkemuka dari univ-univ besar, serta pakar-pakar ergonomi. Jadi dapat banyak insight berharga lah kesannya,” ujar Alif.  

Ia juga memberikan pesan semangat kepada mahasiswa lainnya. “Tanamkan rasa ingin tahu dan rasa ingin mencapai sesuatu. Jadi gimana kalian tuh bisa mendapatkan sesuatu dari rasa tersebut.  Nah, selanjutnya, gimana kalian siapinnya. Terus mengimbangi dengan manajemen waktu yang baik sih, karena salah satu faktor mungkin ya buat mahasiswa sekarang kan bagi waktunya yang susah.”

Prestasi ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa Teknik Industri UII dalam pengembangan keilmuan ergonomi dan teknologi. Semoga pencapaian ini menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan mengharumkan nama universitas dalam kancah nasional maupun internasional.

Salwa Nur Rahma

Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mengadakan pembekalan wisuda pada Jumat (29/11). Acara yang bertema “Charting Your Career Path: Building the Skills for Career Success” ini bertempat di ruang audiovisual 1.01 FTI UII dan dihadiri oleh 53 calon wisudawan. Dalam kegiatan tersebut, alumni serta perwakilan Direktorat Pengembangan Karir & Alumni (DPKA) UII diundang untuk mengajak para wisudawan mempersiapkan langkah karier setelah meraih gelar sarjana.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan dokumentasi bersama para calon wisudawan dengan Ketua Program Studi Teknik Industri, pemateri, dan perwakilan dosen. Tepat pukul 13.00 WIB, Akmal Faiq selaku pemandu acara membuka acara dengan membacakan basmallah. Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UII secara bersama-sama. Sambutan disampaikan oleh Ketua Program Studi Teknik Industri, Ir. Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan motivasi kepada para calon wisudawan.

“Jadi, ada beberapa yang saya masih ingat wajahnya mulai dari saat pendadaran hingga sidang skripsi. Suatu yang luar biasa teman-teman bisa sampai di titik ini. Selamat atas pencapaiannya, semoga menjadi awal dari perjalanan yang penuh berkah di masa depan!” ungkap beliau.

Sesi Materi Pembekalan Wisuda

Materi Persiapan Karier: Dari Ekspetasi Dunia Kerja hingga Startegi STAR

Memasuki mata acara inti, materi pertama dibawakan oleh Mohamad Iqbal, S.T., CSCA., CPLM., alumni Teknik Industri UII yang kini menjabat sebagai Head of Sea Freight (Domestic) di Meratus Group. Beliau menyampaikan wawasan mengenai dunia kerja, khususnya di sektor logistik, ekspektasi perusahaan terhadap lulusan baru, serta memberikan tips bagi calon wisudawan untuk memulai karir melalui program yang ditawarkan oleh perusahaan.

“Rekan-rekan dapat memulai karier dengan mengikuti program yang disediakan perusahaan. Program ini biasanya mencakup pelatihan intensif, penugasan lintas divisi, dan evaluasi untuk mendapatkan posisi permanen, yang dapat mendukung pengembangan karier Anda,” ungkapnya

Sesi berikutnya diisi oleh Walid Jumlad, S.Psi., Psikolog dari DPKA UII. Beliau membuka materi dengan berdiskusi mengenai keunggulan utama seorang sarjana yang meliputi pola pikir terstruktur, kemampuan berpikir kritis, dan penyelesaian masalah kompleks.

Lulusan S1 berada pada level 6 dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), mencakup kemampuan analisis dan manajerial. Diharapkan, lulusan mampu menunjukkan kepemimpinan, bekerja dalam tim, percaya diri, dan berani mengambil inisiatif dalam dunia kerja nanti,” jelasnya.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya mempersiapkan CV dan wawancara sebagai langkah awal persiapan karier. CV harus mampu menarik perhatian dalam 7 detik pertama agar perekrut tertarik untuk membaca lebih lanjut. Sedangkan untuk tahap wawancara, calon wisudawan diimbau untuk menjaga sikap positif sejak memasuki lingkungan kerja. Strategi STAR (Situation, Task, Action, Result, Learning) juga direkomendasikan untuk menjawab pertanyaan wawancara secara sistematis. 

Selanjutnya, acara pembekalan wisuda diakhir dengan hangat melalui sesi tanya jawab. 

Apresiasi tinggi kepada seluruh calon wisudawan, selamat mengukir kisah hebat di jenjang berikutnya!

Daftar Wisudawan Batch II Teknik Industri FTI UII

NIMNAMA WISUDAWAN
18522038ACHMED RIDHO SIREGAR
18522240ADITYA NASYADID BASYA
19522066AGUNG RAHMAT MAULANA
22913032AHMAD WAFIQ
20522324ALFAN HAIKAL FAKHRUROZI
20522340ANNISA RESTIA DWIANDRA
20522126ANNISA ROHMAH
20522333APRILLIA ROSALIND ANN SOPHIE
20522078ARDELIA MAHSAMIA
20522227ARDITA MAHARANI HANDOKO
22913090ASIH SUPRAPTI
20522312AYU OKTAMARISKA PUTRI
20522240BAGAS SRI HARJONO
19522262BINTANG ARYA SETA
20522138BRILLIANA ALMERIA HASNA
17522201CAESALPINIA PRIHASWARI
20522129DEDE FIRMANSYAH
18522120DELPI RAHMADANI
20522254DEVITA BETHARI CAHYANINGRUM WISNU PUTRI
20522275DHIMAS QAMARIEL NABILLA HAFIDZ
20525128ERDHO PRASETYO
20522361ERIANDA PERDANA
20522335FAIHA SAJIDAH SALMA
20522246FAIRUZ RAFIF
20522270FAISAL ALDY SANTOSA
19522337FAJAR HIDAYAT
20522288FARHAN AJI PRADANA
20523144FARIDAH AMALIYAH
20522300FATTYA ANISA
20522155FAUZIAH RISMA DAMAYANTI
20522053GHALIB KRISNA BOMANTARA
20522122GHINA SYARIFAH NAFIAH
20522308HANIF AULIA AKBAR
20933003HASANUDDIN
20522177HELMI FURQON DWI SAPUTRA
20522318HELMY PRADANA INDRAYANTO
20522276HUSEN FADHOLI
20522322IBNU FATA FAJRIANSYAH
20522151IQBAL HILAL MUJAFAR
20421101ISYA AKBAR FADLY
20522266JIHAN YUMNA SALSA
19522234KINTAN DAMAYANTI
20522274MILLA FADHILA SAID
20522358MOHAMMAD ALIMU ALMADANI
22913039MUH BADRANI
20522215MUHAMAD FAUZAN AKMAL
20522013MUHAMMAD DAFFA SABILLY FARHAN
22913010MUHAMMAD FAKHRI AMAL
20522112MUHAMMAD FAKHRI RAYHAN SAPUTRA
20522354MUHAMMAD FARHAN HARAHAP
18522337MUHAMMAD HAKIMI LUTHFIANTO WISNU MURTI
20522183MUHAMMAD HILDO AQILLAH TJ
22913052MUHAMMAD MUKROMIN
18522074MUHAMMAD NATSIR SATRIA WIBOWO
20525140MUHAMMAD RAIHAN
20522085MUHAMMAD ZAEDAN ALIF
20522281MULTI ADITAMA
20522310NABILLA ERI YULIANA PUTRI
20522106NOVANDA ANGGI SATRIO PANGESTU
20522018NOVIANA DANTRI TASLIMAH
22913053NUR ROHMAH NOVIANI
20522278NURDIYANA SOFI
20522265PRAYOGA PRIMA HERMAWAN
20522080PUTRI YANDA AULIA
22913013RANA DZAHABIYYAH
20522357RIFDHA ADELIA NISRINA
19522339RIZAL MIFTAHUL HUDA
20522264RIZKI
20522256RUDY AHMAD SYARIF
20522258RUHUL IZZAH MARHANUDDIN
19522287RYAN PRAMUDYA
20522378SAFLINA HANSA SAHIDA
20522352SALSABILA ANNISA BAIKI
20522158SATRIO NABIEL NURCAHYO
20522272SHELGI TITIAN RIZKY
20522218TAMARA HANUM ULINNUHA
20522331TANIA SEPHIA AZZAHRA DAMANIK
20522367TIARA FEBIAN
20522320WAHYU DWI NURHIDAYAT
20522198ZAHRA NASYWARI FIRDANTARA

Opening Seminar

The seminar series ‘UII Talk Series’ returned on Monday (15/07) at the Theatrical Room, Prof. Dr. Sardjito Public Lecture Building, UII. The Directorate of Partnership or International Affairs Office of UII collaborated with PT Pamapersada Nusantara as a resource person in the seminar which was divided into three sessions. Vice Rector for Networking & Entrepreneurship Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D., also attended the opening of this seminar. PT Pamapersada brought speakers from the Recruitment & Selection Head, Hendra Maraden, S.Psi, and Recruitment & Selection Analyst, Arika Zulfitri Karim, S. Psi, who discussed the topic of Maintaining Work Productivity Amid Modern Challenges in the Mining Industry. As for lecturers from the Industrial Engineering Study Programme, Bambang Suratno, MT, ST, Ph.D., who will review academic perspectives on productivity improvement with Seven Tools and New Seven Tools. This activity invites UII students so that they can enrich their knowledge and expand their professional network.

The event started at 08.30 WIB with Rani Septyani as the MC and Putri Dwi Annisa, S.T, M.Sc., as the moderator. It was opened with the recitation of Quran verses by Muhammad Arsil Arsor from the Ahwal Syakhsiyah Study Program, the presentation of PT Pamapersada Nusantara’s profile, as well as remarks from Ir. Wiryono Raharjo. In his speech, he expected UII students to strengthen the alumni network, “I think, this is a prospect for all of you in the future to enter this world. Because especially from Industrial Technology (FTI), yes. I think there can be a lot of discussion, but hopefully it can be a good start for the collaboration of Universitas Islam Indonesia with PT Pamapersada and hopefully among the participants can hang in there, so that it can strengthen the UII alumni network in the mining world” he said. Furthermore, the handover of souvenirs and documentation with the participants.

Session 1: Building Culture to Increase Productivity in Mining Contractor Industry Challenges

Maintaining Work Productivity Amidst Modern Challenges in the Mining Industry

In this first session, Hendra Maraden, S.Psi, from the Recruitment & Selection Head will present Building Culture to Increase Productivity in Mining Contractor Industry Challenges. In the mining sector, the company has become the largest production mining contractor in the world that produces more than one billion BCM (Bank Cubic Meter). With the increasing prospects of this company, PT Pamapersada is more selective in managing human resources by paying attention to the company’s system.  Realizing that people come and go, the company built an integrated system, “To be a big company, besides people, we must have a strong system. It must be systematized because people come and go, but the system must keep running” he said. To increase the productivity of its employees, the company is digitizing, namely the PAMA Integrated System which provides the needs of workers.

That way, PT Pamapersada Nusantara proves its productivity by moving forward from what was previously only a heavy equipment rental business to a mining contractor that has been integrated with various operating points. Not only in terms of improved systems, but the company also opens space for employees to develop, such as holding hobby clubs and receiving constructive suggestions for the company. Then, the moderator gave directions to enter the question and answer session.

Session 2: Flow of Recruitment Process in Mining Companies

Pembahasan Produktivitas Kerja

Next, Arika Zulfitri Karim, S.Psi, from the Recruitment & Selection Analyst field, explained the flow of the recruitment process at PT Pamapersada Nusantara. The company supports its employees to work productively and innovatively with synergy between employees and management. With the number of employees reaching 30 thousand, the company continues to improve its functions. The recruitment team is actively looking for the best seeds to maintain the company’s value. “Well, before PAMA people are finally productive, we must first look for people whose DNA is the same as PAMA. Therefore, we recruit ourselves who ultimately have to look for people like that where we have our own criteria,” he said. 

He also advised potential applicants to understand the essence of the company before applying. Arika explained that the flow of the application process at PT Pamapersada is different for D3 and S1, and mentioned the preparation and qualifications required by applicants.

Session 3: Seven Tools and New Seven Tools

Then, Bambang Suratno, MT, ST, Ph.D., as a lecturer from the Industrial Engineering Study Programme started the third session which will review academic perspectives on increasing productivity with Seven Tools and New Seven Tools. The digitalisation carried out by PT Pamapersada Nusantara requires the concept of supporting tools in analyzing related data. Seven Tools are statistical equipment used to solve work problems and seek improvements in work results and processes that are usually needed. Then, he explained that understanding seven tools can help adjust which tools are right for ideas in problem solving. Then there are the New Seven Tools that are commonly used for office management, such as analyzing risks in companies.

He said that these two methods complement each other, ‘So, the two Seven Tools complement each other, which initially (Old Seven Tools) was used more for production related to numerical data. If the new one (New Seven Tools) is to the upper management problem,’ he explained.  Furthermore, it was explained that in its use, the latest Seven Tools were used at the beginning of the research, then numerical data was sought using the old Seven Tools. 

The third session ended after a short question and answer session from the participants to the speakers and continued with the closing of this seminar series by the MC. From this meeting, it is hoped that it can increase the productivity of UII students, as well as add insight to participants and help prepare themselves for a better work environment.

Rani Novalentina

Opening Seminar

Ragam seminar “UII Talk Series” kembali hadir pada Senin (15/07) di ruang Teatrikal, Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, UII. Direktorat Kemitraan atau Kantor Urusan Internasional UII bekerja sama dengan PT. Pamapersada Nusantara sebagai narasumber dalam seminar yang dibagi menjadi tiga sesi. Wakil Rektor bidang Kemitraan & Kewirausahaan Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D., turut hadir dalam pembukaan seminar ini. PT. Pamapersada membawa narasumber dari bidang Recruitment & Selection Head, Hendra Maraden, S.Psi., dan bidang Recruitment & Selection Analyst, Arika Zulfitri Karim, S. Psi., yang membahas topik Menjaga Produktivitas Kerja di Tengah Tantangan Modern Dunia Industri Tambang. Adapun dosen dari Program Studi Teknik Industri Ir. Bambang Suratno, MT., ST., Ph.D., yang akan mengulas perspektif akademis mengenai peningkatan produktivitas dengan Seven Tools and New Seven Tools. Kegiatan ini mengundang mahasiswa UII sehingga dapat memperkaya pengetahuan dan memperluas jaringan profesional.

Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan Rani Septyani sebagai MC dan Putri Dwi Annisa, S.T, M.Sc., selaku moderator. Dibuka dengan pembacaan ayat Al-Qur’an oleh Muhammad Arsil Arsor dari Program Studi Ahwal Syakhsiyah, penayangan profilisasi PT. Pamapersada Nusantara, sekaligus kata sambutan dari Ir. Wiryono Raharjo. Dalam sambutannya, beliau mengharapkan mahasiswa UII dapat menguatkan jaringan alumni, “Saya kira, ini menjadi prospek adek-adek sekalian ke depan untuk masuk ke dunia ini. Karna terutama dari Teknologi Industri (FTI), ya. Saya kira bisa banyak diskusi, tapi mudah-mudahan bisa menjadi awal yang baik bagi kerjasama Universitas Islam Indonesia dengan PT. Pamapersada dan mudah-mudahan di antara para peserta bisa nyantol kesana, sehingga bisa menguatkan jaringan alumni UII di dunia pertambangan.” ucapnya. Selanjutnya, penyerahan cinderamata dan dokumentasi bersama peserta.

Sesi 1: Building Culture to Increase Productivity in Mining Contractor Industry Challenges

 

Pada sesi satu, Hendra Maraden, S.Psi., akan memaparkan materi Building Culture to Increase Productivity in Mining Contractor Industry Challenges. Dalam bidang pertambangan, perusahaan ini telah menjadi kontraktor pertambangan produksi terbesar di dunia yang menghasilkan lebih dari satu milyar BCM (Bank Cubic Meter). Dengan semakin meningkatnya prospek perusahaan ini menjadikan PT. Pamapersada lebih selektif dalam pengelolaan sumberdaya manusia dengan memperhatikan sistem perusahaan.  Menyadari bahwa manusia datang dan pergi, perusahaan membangun sistem yang telah terintegrasi, “Untuk menjadi sebuah perusahaan besar, selain people, kita harus mempunyai sistem yang kuat. Harus disistematisasi karena orang datang dan pergi, tapi sistem harus tetap berjalan.” ujarnya. Untuk meningkatkan produktivitas karyawannya, perusahaan melakukan digitalisasi, yaitu PAMA Integrated System yang menyediakan kebutuhan pekerja.

Dengan begitu, PT. Pamapersada Nusantara membuktikan produktivitasnya dengan melangkah maju dari yang sebelumnya hanya bisnis rental alat berat menjadi kontraktor tambang yang telah terintegrasi dengan berbagai titik operasi. Tidak hanya dari segi sistem yang ditingkatkan, namun perusahan tersebut juga membuka ruang untuk karyawan dapat berkembang, seperti mengadakan club hobi dan menerima saran membangun untuk perusahaan.

Sesi 2: Alur Proses Rekrutmen Pada Perusahaan Tambang

Pembahasan Produktivitas Kerja

Selanjutnya, Arika Zulfitri Karim, S.Psi., dari bidang Recruitment & Selection Analyst, menjelaskan alur proses rekrutmen di PT. Pamapersada Nusantara. Perusahaan ini mendukung karyawannya untuk bekerja secara produktif dan inovatif dengan sinergi antara karyawan dan manajemen. Dengan jumlah karyawan mencapai 30 ribu, perusahaan terus meningkatkan fungsi-fungsinya. Tim rekrutmen aktif mencari bibit terbaik untuk mempertahankan nilai perusahaan. “Nah, sebelum pada akhirnya insan PAMA ini produktif, pasti awal mulanya kita mencari orang-orang yang DNA-nya sama dengan PAMA. Maka dari itu, kami rekrutmen sendirilah yang pada akhirnya harus mencari orang-orang yang seperti itu dimana kami mempunyai kriteria sendiri-sendiri” ujarnya. 

Beliau juga menyarankan calon pelamar untuk memahami esensi perusahaan sebelum melamar. Arika menjelaskan bahwa alur proses melamar di PT. Pamapersada berbeda untuk D3 dan S1, serta menyebutkan persiapan dan kualifikasi yang dibutuhkan pelamar.

Sesi 3: Seven Tools and New Seven Tools

Kemudian, Ir. Bambang Suratno, MT., ST., Ph.D., selaku dosen dari Program Studi Teknik Industri mengulas perspektif akademis mengenai peningkatan produktivitas dengan Seven Tools and New Seven Tools. Digitalisasi yang diusung  PT. Pamapersada Nusantara memerlukan konsep tools pendukung dalam menganalisis data-data terkait. Seven Tools merupakan perlengkapan statistis yang digunakan untuk memecahkan masalah pekerjaan dan mengusahakan perbaikan hasil dan proses kerja yang biasanya dibutuhkan. Kemudian, beliau menjelaskan bahwa dengan memahami seven tools dapat membantu menyesuaikan alat mana yang tepat untuk ide dalam pemecahan masalah. Lalu ada New Seven Tools yang umumnya digunakan untuk manajemen kantor, seperti menganalisis risiko pada perusahaan.

Beliau mengatakan bahwa kedua metode ini saling melengkapi, ”Jadi, kedua Seven Tools saling tu melengkapi yang awalnya (Old Seven Tools) dipakai lebih kepada produksi yang berkaitan dengan data numerik. Kalo yang new (New Seven Tools) ke permasalahan manajemen ke atas” Paparnya.  Lebih lanjut, dijelaskan dalam penggunaannya Seven Tools terbaru digunakan pada awal penelitian, kemudian dicari data numeriknya menggunakan Seven Tools yang lama. 

Sesi ketiga berakhir setelah tanya jawab singkat dari peserta kepada narasumber dan dilanjutkan penutupan seminar seri ini oleh MC. Dari pertemuan ini, harapannya dapat meningkatkan produktivitas mahasiswa UII, serta menambah wawasan peserta dan membantu mempersiapkan diri ke lingkungan kerja yang lebih baik.

Rani Novalentina

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Berdasarkan Surat Edaran Ketua Program Studi Sarjana Teknik Industri Tentang Pelaksanaan Seminar Progras & Pendadaran Nomor: 252/Kaprodi.TI.S1/60/Prodi.TI.S1/IX/2023, Diumumkan kepada mahasiswa Prodi Teknik Industri UII yang sedang dan akan melaksanakan Tugas Akhir:

  1. Mahasiswa diwajibkan untuk melakukan pendaftaran proses Tugas Akhir melalui tautan https://ta.fit.uii.ac.id/
  2. Semua mahasiswa yang sudah key-in TA wajib mengisi data pada SIM TA selama belum melakukan pendadaran
  3. Keseluruhan proses yang berkaitan dengan tugas akhir, baik terkait upload outline, kode bayar, upload bukti pembayaran, pemilihan dosen pembimbing, progres penelitian, seminar progres, jadwal pendadaran, dan surat pendadaran akan dijadikan satu pintu melalui SIM TA
  4. Mahasiswa wajib melaksanakan seminar progres dengan ketentuan sebagai berikut:
    a) Mahasiswa wajib mendaftar seminar progres sebelum ujian pendadaran
    b) Seminar progres mulai berlaku per tanggal 11 September 2023
    c) Seminar progres berlaku bagi mahasiswa yang sedang melaksanakan TA, dengan batas cut-off 10 September, bagi mahasiswa yang sudah mendaftar pendadaran per 10 September tidak diwajibkan untuk melaksanakan seminar progres
    d) Syarat seminar Progres minimal sudah mengerjakan bab 1-3
    e) Seminar progres dilaksanakan secara daring
    f) Mahasiswa mengajukan permohonan seminar progres sesuai kesepakatan dengan dosen pembimbing
    g) Penjadwalan seminar progres sesuai kesepakatan dengan dosen pembimbing Tugas Akhir

Demikian pengumuman ini agar menjadi perhatian.
 Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh