Tag Archive for: Teknik Industri UII

The Industrial Engineering Study Program, Faculty of Industrial Technology (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), once again organized a webinar on Friday, 28 November 2025. As part of its academic activities, the committee conducted a national monthly webinar via Zoom Meeting. The webinar carried the theme “On Time and On Track: Time Management for University Students.” It addressed common academic challenges faced by university students.

Anindya Mayrela Ika Putri moderated the webinar. Distian Pingkan Lumi served as the Master of Ceremony (MC). Meanhwile, The organizing committee appointed Suci Miranda, S.T., M.Sc. as the main speaker. Overall, students from various semesters joined the webinar to improve their awareness of effective time management throughout their academic journey.

The event began with the reading of the agenda, followed by the singing of the Indonesian national anthem Indonesia Raya and the UII Hymn, as well as a group photo session. Afterward, the moderator introduced the speaker by presenting her academic background and professional experience in the field of Industrial Engineering before proceeding to the main presentation session.

Time Management as the Key to Success

During the main session, Suci Miranda delivered time management strategies. She encouraged students to view their academic journey as an academic project. She explained that university studies involve clear targets, structured stages, and specific deadlines. According to her, students need early academic planning to ensure a more focused and effective learning process.

Suci also highlighted the use of project management principles in managing coursework, academic activities, and final projects or theses.

“If students view their studies as a project, they will find it easier to set goals, organize stages, and anticipate potential risks that may arise during their academic journey,” 

She further stated that time management goes beyond scheduling and includes risk management and self-competency development. Therefore, Suci encouraged students to continuously develop supporting skills to remain productive and complete their studies on time.

Discussion and Expert Responses

Meanwhile, the session continued with an interactive discussion. One participant asked about the effectiveness of working on the Internship Program (Kuliah Praktik/KP) and the Final Project or Thesis (Tugas Akhir/TA) simultaneously. In response, Suci Miranda explained that KP and TA generally follow different workflows.

However, students may continue the topic of their KP as the basis for their TA research. She emphasized that careful planning and intensive communication with academic supervisors are key factors in managing time and academic workload effectively.

Encouraging Effective Study Time Management

As a closing remarks, Suci encouraged students to manage their study time wisely through careful planning and self-discipline.

“Good time management helps students stay focused, organized, and complete their studies according to their targets,”

After the presentation and discussion sessions concluded, participants were asked to complete the attendance form. The event was then officially closed by the Master of Ceremony (MC).

Albin M Wiryawan

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan webinar pada Jumat, 28 November 2025 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang merupakan bagian dari webinar bulanan nasional ini mengangkat tema “On Time and On Track: Time Management for University Students” yang relevan dengan tantangan akademik mahasiswa. Webinar dipandu oleh Anindya Mayrela Ika Putri selaku moderator dan Distian Pingkan Lumi sebagai Master of Ceremony (MC), dengan menghadirkan Suci Miranda, S.T., M.Sc., sebagai narasumber utama. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai semester untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan waktu selama masa studi.

Acara dibuka dengan pembacaan susunan kegiatan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UII, serta sesi foto bersama. Setelah itu, moderator memperkenalkan narasumber dengan memaparkan profil akademik serta pengalaman profesionalnya di bidang Teknik Industri sebelum memasuki sesi pemaparan materi utama.

Manajemen Waktu sebagai Kunci Keberhasilan

Dalam sesi utama, Suci Miranda memaparkan strategi manajemen waktu dengan mengajak mahasiswa memandang perkuliahan sebagai sebuah proyek akademik. Ia menjelaskan bahwa studi memiliki target, tahapan, serta batas waktu yang perlu dikelola secara terencana. Menurutnya, mahasiswa perlu menyusun perencanaan studi sejak dini agar proses perkuliahan berjalan lebih terarah.

Suci juga menekankan bahwa prinsip project management dapat membantu mahasiswa mengelola tugas perkuliahan, kegiatan akademik, hingga penyusunan tugas akhir.

“Jika studi dipandang sebagai sebuah proyek, maka mahasiswa akan lebih mudah menetapkan target, mengatur tahapan, serta mengantisipasi risiko yang mungkin muncul selama perkuliahan,”

Ia menambahkan bahwa manajemen waktu tidak hanya berkaitan dengan penyusunan jadwal, tetapi juga mencakup pengelolaan risiko dan pengembangan kompetensi diri. Oleh karena itu, Suci mendorong mahasiswa untuk terus mengasah keterampilan pendukung agar tetap produktif dan mampu menyelesaikan studi tepat waktu.

Diskusi dan Tanggapan Ahli

Peserta kemudian melanjutkan kegiatan dengan sesi diskusi interaktif. Salah satu peserta mengajukan pertanyaan mengenai efektivitas pengerjaan Kuliah Praktik (KP) dan Tugas Akhir (TA) secara bersamaan. Menanggapi pertanyaan tersebut, Suci Miranda menjelaskan bahwa KP dan TA memiliki alur pengerjaan yang berbeda.

Namun, mahasiswa tetap dapat melanjutkan tema KP sebagai dasar penelitian TA. Ia menegaskan bahwa perencanaan yang matang serta komunikasi intensif dengan dosen pembimbing menjadi kunci utama dalam mengelola waktu dan beban akademik.

Ajakan Mengelola Waktu Studi Secara Efektif

Sebagai penutup, Suci mengajak mahasiswa untuk bijak mengelola waktu selama masa studi dengan perencanaan yang matang dan kedisiplinan diri.

“Manajemen waktu yang baik akan membantu mahasiswa tetap fokus, terarah, dan menyelesaikan studi sesuai target.”

Setelah sesi pemaparan dan diskusi berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan pengisian presensi oleh peserta. Acara kemudian secara resmi ditutup oleh Master of Ceremony (MC).

Albin M Wiryawan

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kuliah praktisi mata kuliah Manajemen Proyek bertemakan “Project Quality Management” yang berlangsung secara daring pada Sabtu (06/12). Acara ini bertujuan untuk memberikan mahasiswa dan peserta mengenai praktik terbaik dalam mengelola kualitas proyek secara efektif dan profesional. Dengan menghadirkan narasumber praktisi yang merupakan akademisi berpengalaman, kuliah praktisi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih terkait dengan teori project management dengan implementasi nyata di dunia industri.

Nisrina Nur Masrefa selaku Master of Ceremony membuka acara tepat pada pukul 13.00 WIB yang selanjutnya merupakan sesi foto bersama. Moderator Sekar Hutami Melati Giri melanjutkan acara dengan memperkenalkan narasumber kuliah praktisi, Bintoro Wisnuputro. Beliau merupakan Senior Project Management Office (PMO) di Pertamina sejak 2020 dan tentunya memiliki pengetahuan mendalam tentang Project Quality Management yang akan dibahas.

Mengapa Produk Berkualitas Tinggi Belum Tentu Grade Tinggi?

Bintoro membuka sesi pemaparan dengan membahas perbedaan antara quality dan grade dalam project management. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kedua konsep memiliki makna berbeda meskipun sama-sama berkaitan dengan standar produk atau layanan. Quality berfokus pada pemenuhan ekspektasi pelanggan, sedangkan grade menunjukkan tingkatan atau klasifikasi produk.

“Sesuatu yang grade nya rendah, itu belum tentu tidak berkualitas. Sebaliknya, sesuatu yang kualitasnya rendah, itu belum tentu grade nya juga rendah. Bisa jadi grade nya tinggi.” Ungkapnya.

Bintoro melanjutkan dengan memberikan ilustrasi yang mudah dipahami menggunakan contoh kopi sachet dan kopi V60 di cafe. Kopi sachet ber-grade rendah tetap berkualitas tinggi karena menjaga konsistensi penyajian. Kopi V60 berbiji premium menjadi berkualitas rendah ketika barista mengabaikan SOP. Melalui ilustrasi ini, menunjukkan bahwa quality dalam project management bergantung pada pemenuhan ekspektasi pelanggan, bukan harga atau grade.

Bintoro menegaskan bahwa detail kecil yang terabaikan sering memicu kegagalan kualitas. Tragedi NASA membuktikan hal tersebut ketika tim gagal menguji O-ring pada suhu rendah hingga menyebabkan ledakan. Lebih lanjut, Bintoro mengulas berbagai teori dan filosofi quality management pada Pertamina dan perusahaan manufaktur Jepang. Pemaparan tersebut menekankan pentingnya pencegahan, analisis biaya kualitas, serta keterlibatan organisasi dalam peningkatan kualitas berkelanjutan.

Sesi Tanya Jawab

Pada sesi tanya jawab, peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi dari  project quality management dalam praktik industri. Para peserta menyampaikan berbagai pertanyaan, mulai dari punch list minor dan kondisi tanpa punch list pasca pre-mechanical completion hingga penanganan masalah major. Selain itu, peserta mengajukan pertanyaan terkait quality issue di lapangan serta mekanisme persetujuan change request pada proyek berskala besar.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Bintoro menjelaskan bahwa ketika tidak ada punch list, proyek langsung masuk tahap finishing. Tetapi tim akan memperbaiki punch list minor, sedangkan punch list major memerlukan perhitungan ulang dan pembongkaran. Beliau juga menegaskan bahwa quality management merupakan proses end-to-end yang saling berkaitan dari perencanaan hingga eksekusi, sehingga kegagalan di lapangan bisa berasal dari miss kalkukasi di tahap perencanaan. Terkait change request, beliau menyampaikan bahwa change request hanya berlaku untuk perubahan dalam proyek yang sedang berjalan dengan persetujuan pihak berwenang. Sedangkan proyek lama yang menghadapi kondisi baru termasuk new project atau upgrading project yang harus melalui siklus penuh.

Sesi dan kuliah praktik ini berakhir dengan pemberian insight yang reflektif oleh Bintoro terkait project management yang memiliki penerapan sangat luas di berbagai bidang. Dengan antusiasme yang ditunjukkan peserta selama berlangsungnya kuliah praktisi, diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dalam menerapkan quality management dan mempersiapkan diri berkontribusi dalam proyek industri.

Nisrina Nur Masrefa

Zahid Anugrah Muzaffar Rana merupakan mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknik Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Al-Azhar Islamic Centre (AIC) Essay Competition 2025. Kompetisi ini terselenggara secara regional di Daerah Istimewa Yogyakarta dan melibatkan peserta dari berbagai universitas. Kegiatan berlangsung pada 16–25 September 2025, dengan pengumuman pemenang pada 25 Oktober 2025. Dengan mengangkat tema mengenai tantangan “Eksploitasi Berlebihan Terhadap Sumber Daya Alam serta Urgensi Pengelolaan yang Berkelanjutan”, Zahid berfokus mengambil sub-tema “Evaluasi Kebijakan SDA di Indonesia”. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Industri UII mampu berkontribusi pada isu sosial dan kebijakan publik.

Perjalanan Kompetisi dari Ide hingga Raih Juara 1

Dalam Al-Azhar Islamic Centre (AIC) Essay Competition 2025, Zahid mengikuti seluruh alur kompetisi mulai dari pendaftaran hingga pengumpulan essay. Selanjutnya, juri menilai setiap essay yang terkumpul untuk menentukan karya terbaik berdasarkan kualitas penilaian tertinggi. Pada kesempatan ini, Zahid memilih mengangkat topik mengenai rekayasa ulang tata kelola sumber daya alam di Indonesia berdasarkan masalah yang ada dan mengubahnya ke dalam suatu framework kerja terstruktur bernama Eco-Justice Enforcement Model.   

Selama masa persiapan, Zahid terdesak oleh waktu karena padatnya aktivitas lain yang sedang dijalani. Pengambilan ide mulai ia rumuskan pada H-3 menjelang tenggat sehingga menyisakan waktu singkat untuk mengembangkan argumen dan membenarkan struktur tulisan. Adanya motivasi untuk mencoba yang terbaik membuat Zahid harus memanfaatkan waktu istirahat malam untuk menuntaskan tulisan. Di tengah kelelahan, dukungan orang tua membuat Zahid tetap fokus dan konsisten, disertai pesan dari kedua orang tuanya, “Kamu harus kerjakan dan selesaikan apa yang kamu mulai.”. Dengan dukungan orang tua dan konsistensi kuat, Zahid sukses menaklukkan AIC Essay Competition 2025 sebagai peraih Juara 1.

Pesan dan Kesan atas Peraihan Prestasinya

Zahid menilai pencapaian ini sebagai pengalaman yang sangat berharga dan membanggakan. Ia menekankan bahwa banyak peserta dari bidang ilmu yang secara akademik relevan mengikuti kompetisi tersebut, sehingga pencapaian terasa lebih istimewa. Melalui kompetisi ini, Zahid memperoleh wawasan baru terkait perubahan serta evaluasi kebijakan sosial di Indonesia yang masih memerlukan peningkatan. Ia juga mendorong mahasiswa lain untuk tidak ragu mencoba dan berani melangkah dalam setiap kesempatan.

“Jangan pernah takut untuk mencoba, mulai dahulu agar nanti bisa berkembang di kemudian hari.” ungkapnya. 

Langkah berani yang Zahid lalui menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba hal baru dapat membuka berbagai peluang yang sebelumnya sama sekali tidak terpikirkan. Harapan Zahid dalam perjalanannya ini dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk tidak pernah ragu dalam mengambil kesempatan.

Nisrina Nur Masrefa

Yogyakarta, 11 November 2025 – Zahid Anugrah Muzaffar Rana merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Zahid berhasil meraih Penghargaan Google Student Ambassador Batch 2025 setelah melalui rangkaian seleksi yang sangat ketat. Dalam program yang diselenggarakan Google Indonesia pada 9-11 November 2025 tersebut, para peserta dipilih secara cermat untuk menentukan mahasiswa yang akan menjadi duta pengenalan teknologi kecerdasan buatan, terutama platform Gemini, di berbagai komunitas kampus di seluruh Indonesia.

Perjalanan Selama Seleksi Google Student Ambassador

Selama mengikuti proses seleksi yang sangat kompetitif, Zahid menyelesaikan berbagai tantangan yang diberikan. Pada tahap awal, ia membuat konten yang menunjukkan cara memanfaatkan Gemini untuk membantu menyelesaikan tugas perkuliahan. Setelah itu, ia mengirimkan video wawancara yang menjelaskan kemampuan komunikasi, kepribadian, serta kontribusi yang dapat ia tawarkan sebagai calon ambassador. Meskipun ia memulai persiapan dengan terbatas, Zahid tetap mengoptimalkan setiap peluang. Saat resmi terpilih menjadi ambassador, ia memproduksi konten mingguan, mengasah kemampuan membuat prompt yang efektif, dan mengikuti bootcamp pengembangan diri dari Google dan Dicoding.

Selama seleksi, Zahid menghadapi tantangan karena prosesnya berlangsung bersamaan dengan aktivitas KKN. Ia mencari waktu luang di tengah agenda desa dan menemukan lokasi yang layak untuk merekam video wawancara. Ia juga mendapatkan dukungan penuh dari ibunya yang aktif mengirimkan informasi, referensi belajar, serta motivasi, sehingga ia dapat menjalani proses seleksi dengan baik.

Diantara lebih dari 12 ribu pendaftar yang berasal dari 750 perguruan tinggi, Zahid berhasil menjadi salah satu mahasiswa yang terpilih sebagai Google Student Ambassador 2025. Ia menyampaikan rasa syukur atas kesempatan tersebut dan mengajak mahasiswa lain untuk berani mencoba berbagai peluang.

“Jangan takut mencoba. Tidak masalah seberapa banyak pesaingnya, yang penting berani memulai, karena kita tidak pernah tahu di mana letak rezeki kita,” ujarnya.

Sebagai mahasiswa Teknik Industri, Zahid berkomitmen untuk memanfaatkan perannya sebagai Google Student Ambassador 2025 untuk mendorong penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam pengembangan solusi industri. Ia berencana mengadakan workshop dan sesi berbagi mengenai pemanfaatan Gemini, sehingga mahasiswa dapat memahami bagaimana AI dapat mendukung pendekatan rekayasa dan pengambilan keputusan. Melalui kontribusi tersebut, ia berharap dapat memperluas wawasan teknologi di lingkungan Prodi Teknik Industri sekaligus mendorong mahasiswa lain untuk berinovasi di era digital.

Kaila Bilbina M.S

 

Pengenalan Acara dan Profil Narasumber

Pada Jumat (31/10/2025), Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan webinar nasional secara daring melalui Zoom Meeting. Acara ini mengusung tema “Antara Fokus atau Relaksasi dalam Dunia Gaming” dengan menghadirkan Ratih Dianingtyas Kurnia, S.T., Ph.D. Sebagai narasumber utama. Sekar Hutami sebagai Master of Ceremony (MC) dan Zahra Rafida memandu jalannya diskusi sebagai moderator. Mahasiswa dan dosen mengikuti kegiatan ini ya untuk memahami lebih dalam mengenai aspek ergonomi, kesehatan mental, dan performa kognitif dalam aktivitas bermain game, termasuk bagaimana kebiasaan bermain game dapat mempengaruhi tubuh dan kemampuan fokus seseorang.

Acara dibuka dengan pembacaan susunan kegiatan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UII, lalu sesi foto bersama. Setelah itu, moderator memperkenalkan narasumber dan memaparkan profilnya, yang mencakup pengalaman penelitian di bidang ergonomi dan analisis beban kerja mental.

Fokus atau Relaksasi? Ini Kata Ahli

Dalam sesi penyampaian materi, Ratih Dianingtyas Kurnia menjelaskan bagaimana aktivitas bermain game dapat mempengaruhi tingkat fokus dan relaksasi seseorang. Ia juga menyoroti pentingnya memahami hubungan antara beban kerja fisik dan mental yang muncul selama bermain game, terutama pada jenis permainan yang menuntut konsentrasi tinggi.

Ratih memaparkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi, game tidak selalu berdampak negatif seperti stigma yang sering melekat. Ia menilai game mampu melatih kemampuan otak dalam pemecahan masalah dan pengelolaan stres, selama dilakukan secara seimbang. Ia menambahkan bahwa durasi bermain, postur tubuh, serta intensitas permainan menjadi faktor penting yang mempengaruhi kesehatan fisik maupun mental pemain. “Bermain game bisa menjadi cara untuk fokus sekaligus relaks, asalkan kita tahu batas dan tetap menjaga keseimbangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ratih menguraikan hasil penelitiannya yang menunjukkan bahwa pemain game kompetitif seperti Valorant atau Dota menghadapi beban kerja mental tinggi karena tuntutan performa dan konsentrasi intens. Sebaliknya, game kasual lebih memberikan efek relaksasi meskipun tetap menuntut perhatian tertentu. Dari sisi fisiologis, aktivitas gaming dapat menjaga keseimbangan gelombang otak dalam batas wajar jika pemain mengatur durasi dan intensitas dengan baik. Ratih turut mengingatkan pentingnya melakukan micro break setiap 15–20 menit serta menerapkan prinsip ergonomi dalam pengaturan tempat duduk, pencahayaan, dan penggunaan perangkat.

Diskusi Interaktif dengan Peserta

Dalam sesi tanya jawab, peserta berdiskusi tentang durasi istirahat ideal saat bermain game dan penggunaan alat bantu seperti back support. Ratih menjelaskan bahwa alat bantu dapat membantu posisi duduk, tetapi tidak menggantikan kebutuhan tubuh untuk bergerak dan melakukan peregangan ringan. Ia menegaskan bahwa tubuh memiliki batas adaptasi terhadap posisi statis, sehingga gerakan dinamis seperti peregangan dan berjalan singkat sangat dibutuhkan.

Ajakan Bermain Game Secara Bijak

Sebagai penutup, Ratih mengajak peserta untuk bermain game secara bijak, tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai sarana menjaga keseimbangan fisik dan mental. Ia menekankan bahwa game dapat meningkatkan fokus dan membantu relaksasi jika dilakukan dengan kesadaran diri dan pengaturan waktu yang tepat.

“Video game bisa menjadi sarana positif bila dimainkan dengan cerdas, tidak berlebihan, dan tetap menjaga kesehatan tubuh.”

Kegiatan kemudian diakhiri dengan pengisian presensi serta penutupan oleh MC.

Albin M Wiryawan

Yogyakarta, 26 Juni 2025 — Alumni Teknik Industri (TI), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) memberikan impact dari pengalaman berharga mereka. Melalui Reuni Akbar Jurusan Teknik Industri, IKATI merancang Talkshow yang menghadirkan empat narasumber. Dengan mengusung tema “Dari Kita (Alumni) untuk Kita (Alumni & Mahasiswa) dengan harapan alumni dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa TI FTI UII. Acara ini terlaksana di ruang Audiovisual gedung K.H. Mas Mansur, FTI UII. Kegiatan ini juga sebagai bentuk pembekalan calon wisudawan periode Juni 2025.

Pembuka

Rangga Pamungkas dan Zahwa Putri Aghniya sebagai Master of Ceremony membuka acara pada pukul 08.00 WIB. Acara hari pertama rangkaian Reuni Akbar ini menghadirkan Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. sebagai perwakilan Jurusan TI untuk memberikan sambutan. Selanjutnya, pembukaan oleh Ketua Pelaksana acara Digdoyo Oktapriandi, S.T, M.T, CIPM.

Pemaparan materi akan berlangsung selama dua sesi dengan dua moderator. Moderator pertama, Nur Laily, Haryanti, S.T., M.T. akan menemani narasumber dan peserta.

Peluang Karir: Take off & Landing dalam Menaklukan Peluang Karir di Era Industry 5.0 

Pemaparan narasumber sesi pertama Talkshow 

Narasumber pertama dari alumni TI angkatan 2003, Ir. Ilham Bashirudin, S.T., IPM. Beliau saat ini menjabat sebagai President of Human Resources dari PT Krakatau Posco. Perusahaan tersebut berdiri sejak tahun 2010. PT Krakatau Posco merupakan perusahaan patungan antara produsen baja terkemuka dunia, POSCO dan PT Krakatau Steel.

Kemudian, Ia menjelaskan bahwa Teknik Industri lahir sebagai jurusan yang berfokus menyelesaikan masalah dari berbagai sisi. Penyelesaian TI dapat melalui pendekatan psikologi, ekonomi, dan tentunya lingkup industri. Ilham juga memberikan analogi “memasak air panas” yang terjadi sebab-akibat. Namun, dalam TI harus mencari sebab-akibat yang bisa saja tidak umum.

Hal tersebut akan berguna dalam aplikasi pada lingkungan kerja. Permasalahan yang tidak terpikirkan dapat muncul kapan saja, sehingga lulusan TI nantinya harus bisa mengendalikan masalah yang timbul. Ilham mengatakan hal ini merupakan peluang dan tidak perlu merasa takut terhadap masalah yang timbul.

“Kalau masuk kubangan itu jangan hanya dapat kotornya (masalah) saja. Tapi, pastikan juga dapat lele (untung)” Sebutnya.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan insight tentang dunia profesional, tetapi juga menjadi bentuk nyata dari kontribusi alumni untuk membekali adik tingkatnya dalam menapaki karier.

Selanjutnya, Aditya Cahya Ramdani, S.T., alumni angkatan 2013 yang kini berkarir di PT Kawan Lama Group dengan jabatan Continuous Improvement & Culture Management Analyst. Beliau membawakan topik seputar kesiapan karier dalam dunia kerja melalui pendekatan yang ringan dan interaktif.

Aditya memulai dengan permainan berhitung sederhana yang menyiratkan pentingnya memahami pola dalam dunia profesional.

“Sama seperti permainan, dunia kerja juga punya pola. Yang bukan akan tergantikan oleh AI, melainkan yang tidak mampu beradaptasi dan memanfaatkannya,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa dalam proses rekrutmen, perusahaan tidak hanya mencari kandidat dengan kemampuan teknis, tetapi juga yang sesuai dengan budaya kerja mereka. Aditya memberikan wawasan tentang pentingnya culture fit, teknik wawancara dengan metode STAR (Situation, Task, Action, Result), serta memahami karakteristik DISC dalam forum diskusi kelompok.

Sukses Berkarya: Yang Muda Untuk Berkarya

Memasuki sesi kedua, Putri Dwi Annisa S.T., yang merupakan dosen sekaligus alumni TI angkatan 2010. Beliau memandu sesi kedua bersama narasumber alumni TI dengan prestasi gemilang lainnya.

Narasumber ketiga, Galih Febianto, S.T., alumni angkatan 2008 yang kini terkenal sebagai founder dari Resmi Pangan Indonesia, yang mencangkup Serabine Indonesia, Miesyapi, dan Kopi Resmi. Mengawali sesinya, Galih membuka topik “Bagaimana Kalau Tidak Tau Mau Kemana?” Ia menceritakan fase ketika menunggu wisuda dengan pertanyaan-pertanyaan dalam benaknya, seperti “Ingin jadi apa?”, “Bagaimana setelah wisuda?”, hingga mempertanyakan jalan hidupnya.

Kemudian, ia membagikan cara menguraikan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Langkah pertama adalah fokus “membuang apa yang harus dibuang” dan kedua fokus “tidak ingin jadi apa“. Galih berpendapat bahwa apa yang kita bisa dan orang lain tidak bisa merupakan bagian dari panggilan hidup. Berdasarkan pendapatnya, panggilan hidup bisa berupa skill yang dari setiap manusia.

“Saya yakin jika saya selalu melakukan yang saya sukai secara konsisten, mungkin 3-4 tahun ga ada uangnya. Tapi jika saya ahli pada bidang itu, uang yang mendatangi saya.” ungkap Galih.

Dengan hanya menyukai sesuatu tidak akan mendatangkan uang, tapi menjadi ahli dari sana dapat mendatangkan uang.

Sesi kedua berakhir dengan narasumber keempat, Akbar Daffa Raharja, S.T., alumni angkatan 2017. Akbar Daffa merupakan founder dari Akar Kreasi Nuswantara. Ia kini mengelola tiga lini usaha berbasis riset dan teknologi: Akar Nusantara, Agronesia, dan brand FnB Tuti Fruity. Beliau juga merupakan Chief Technical Officer PT Agronesia Multi Resources.

Akbar memaparkan tentang pentingnya riset, kolaborasi, dan crystal clear vision dalam membangun bisnis. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara agraris, namun minim dukungan teknologi dan kebijakan.

Selanjutnya, sesi tanya jawab menutupi acara kali ini. Peserta terlihat antusias menggali perspektif baru baik dari dunia industri maupun wirausaha. Acara ini memberi inspirasi dan menggambarkan secara nyata dunia pasca-kampus yang akan para lulusan Teknik Industri UII hadapi.

Take the risk. Karena bisa jadi ide yang kamu tunda, besok akan orang lain,” tutup Akbar dengan penuh semangat.

Penutup

Pada akhir acara, panitia menyerahkan cinderamata sebagai bentuk apresiasi kepada keempat narasumber. Sesi foto bersama seluruh peserta, moderator, dan alumni menjadi penanda berakhirnya acara secara resmi.

Talkshow kali ini menjadi pembuka rangkaian Reuni Akbar IKATI 2025 yang akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Lebih dari sekadar nostalgia alumni, acara ini menjadi ajang transfer pengalaman, memperkuat jejaring, dan membangun sinergi berkelanjutan antara alumni dan civitas akademika Teknik Industri UII.

Rani Novalentina

Pada (23/01) Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) memberikan pembekalan karier bagi mahasiswa tingkat akhir yang diselenggarakan di Learning Space 2 pada Gedung KH. Mas Mansur. Acara ini bertujuan untuk memberikan wawasan serta motivasi kepada 14 calon lulusan yang hadir dalam menghadapi dunia kerja yang kompetitif.

Dalam kesempatan tersebut, Annisa Uswatun Khasanah S.T., M.Sc. selaku Sekretaris Program Studi Teknik Industri menyampaikan salam dari Kaprodi yang berhalangan hadir. Beliau menitipkan pesan kepada seluruh peserta agar tetap semangat dalam meniti karir setelah menyelesaikan studi. 

“Momen kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari kehidupan sosial yang sesungguhnya. Setelah lulus, pertanyaan yang akan sering muncul bukan lagi soal tempat kuliah, melainkan pekerjaan, penghasilan, dan kemandirian finansial,” pesan Sekprodi.

Acara ini menjadi bagian dari program rutin yang diadakan setiap menjelang wisuda Mahasiswa, di mana para alumni berbagi pengalaman serta kiat sukses menghadapi dunia kerja. Tahun ini, pembekalan diberikan oleh Vicky Caneca, S.T., MBA, alumni angkatan 2015 yang telah merintis sebagai CEO MyMedica.id. Dalam sesi berbagi, Vicky membagikan pengalaman serta strategi yang bisa diterapkan dalam proses mencari pekerjaan dan menghadapi tantangan di dunia profesional.

Para calon wisudawan diingatkan bahwa dunia kerja memiliki tantangan tersendiri, di mana ketahanan mental dan kesiapan diri menjadi kunci utama. Tidak sedikit lulusan baru yang mengalami kesulitan beradaptasi hingga akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dalam hitungan bulan. Oleh karena itu, mereka dihimbau untuk berpikir matang sebelum mengambil keputusan besar terkait pekerjaan.

Sebagai penutup, seluruh peserta didorong untuk tetap berjuang menghadapi tantangan yang ada serta menjadikan setiap pengalaman sebagai proses pembelajaran. Dengan tekad dan kerja keras, diharapkan mereka dapat meraih kesuksesan di dunia profesional.

Acara ini ditutup dengan doa dan harapan agar para lulusan diberikan kemudahan dalam meniti karir. Dengan adanya program ini, diharapkan mahasiswa lebih siap menghadapi realitas dunia kerja dan mampu bersaing di industri masing-masing.

Rani Novalentina

UII Industrial Engineering students once again made proud achievements in the “X Congress & National Seminar of the Indonesian Ergonomics Association (PEI) 2024”. The event took place on (8-10/8) at Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.

Muhammad Alif Basyariah, a representative of UII Industrial Engineering who is an assistant of the Work System Design and Ergonomics Laboratory (DSKE), presented a paper entitled “Ergonomic Car Seat Design with AI Integration”. The research raised innovative solutions in creating ergonomic car seat designs by utilizing artificial intelligence (AI) technology, in order to increase the comfort and convenience of drivers in driving. This paper is a development of posters and essays that were successfully presented at the Ergo Camp event.

Alif shared the process he went through, from drafting the paper, preparing the journal for publication, to doing various presentation exercises. This research is the result of collaboration with the Big Project team, which consists of Alif’s colleagues, Hadi Ramadhan, Aji Adianta Firjatullah, and Reyhandi Rachmad Fadila Wicaksono. Not only that, Alif was also under the guidance of Chancard Basumerda, a lecturer in UII Industrial Engineering in the field of Ergonomics. 

“I am proud. Because it is also the first time to be the representative for the National Ergonomics Conference too. Then meet great people too. Leading lecturers at major universities, as well as ergonomics experts. So I got a lot of valuable insight,” said Alif.

He also gave a message of encouragement to other students. “Grow a sense of curiosity and a sense of wanting to achieve something. So how can you get something from that feeling.  Well, then, how do you prepare for it. Continue to be balanced with good time management anyway, because one of the factors may be that it is difficult for students now.”

This achievement is proof of the contribution of UII Industrial Engineering students in the development of ergonomics and technology. Hopefully this achievement will inspire other students to continue working and make the university proud in the national and international levels.

Salwa Nur Rahma

Mahasiswa Teknik Industri Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang “Kongres X & Seminar Nasional Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) 2024”. Acara ini berlangsung pada (8-10/8) di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.

Muhammad Alif Basyariah, perwakilan Teknik Industri UII yang merupakan asisten Laboratorium Desain Sistem Kerja dan Ergonomi (DSKE), mempresentasikan paper berjudul “Perancangan Jok Pengendara Mobil Otomatis yang Dapat Mendeteksi Kelelahan dan Stres Pengendara Melalui Pendekatan Ergonomi”. Penelitian tersebut mengangkat solusi inovatif dalam menciptakan desain jok mobil ergonomis dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), guna meningkatkan kenyamanan dan kemudahan pengemudi dalam berkendara. Paper ini merupakan pengembangan dari poster dan esai yang berhasil dipresentasikan pada ajang Ergo Camp.

Alif menceritakan proses yang dilaluinya, mulai dari menyusun paper, mempersiapkan jurnal untuk publikasi, hingga melakukan berbagai latihan presentasi. Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi dengan tim Big Project, yang terdiri dari rekan-rekan Alif, Hadi Ramadhan, Aji Adianta Firjatullah, dan Reyhandi Rachmad Fadila Wicaksono. Tak hanya itu, Alif juga berada dalam bimbingan Chancard Basumerda S.T., M.Sc., dosen Teknik Industri UII bidang Ergonomi. 

“Bangga ya. Karena juga baru pertama kali mewakili ke Konferensi Ergonomi Tingkat Nasional juga. Kemudian ketemu orang-orang hebat juga. Para dosen terkemuka dari univ-univ besar, serta pakar-pakar ergonomi. Jadi dapat banyak insight berharga lah kesannya,” ujar Alif.  

Ia juga memberikan pesan semangat kepada mahasiswa lainnya. “Tanamkan rasa ingin tahu dan rasa ingin mencapai sesuatu. Jadi gimana kalian tuh bisa mendapatkan sesuatu dari rasa tersebut.  Nah, selanjutnya, gimana kalian siapinnya. Terus mengimbangi dengan manajemen waktu yang baik sih, karena salah satu faktor mungkin ya buat mahasiswa sekarang kan bagi waktunya yang susah.”

Prestasi ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa Teknik Industri UII dalam pengembangan keilmuan ergonomi dan teknologi. Semoga pencapaian ini menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan mengharumkan nama universitas dalam kancah nasional maupun internasional.

Salwa Nur Rahma