Tag Archive for: Teknik Industri UII

Ahmad Arro’uf Sulfuadi merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) yang berhasil meraih Juara 3 dalam International Student Symposium 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh ASEAN School of Business Network (ASBN) pada Agustus 2025. Arro’uf mengikuti cabang lomba esai dengan sub-tema “Green Economy and AI: Opportunities and Challenges”. Arro’uf mengangkat gagasan tentang integrasi AI dalam manajemen energi terbarukan berskala kawasan ASEAN. Ia melakukan pendekatan benchmarking dari terobosan ASEAN Power Grid yang digagas oleh ACE (ASEAN Center for Energy). Ia juga memetakan bagaimana integrasi AI dapat membuka batas-batas antarnegara secara lebih efisien. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Industri UII mampu berkontribusi pada diskusi isu global pada tingkat internasional.

Dari Riset Mendalam hingga Kompetisi Final Internasional

Kompetisi ini terdiri dari dua tahap, yakni tahap penyisihan dan babak final yang melibatkan peserta dari berbagai negara pada tingkat internasional. Kompetisi ini bersifat individu sehingga Arro’uf mengerjakan seluruh prosesnya sendiri dengan ritme pelan dan terukur. Dalam prosesnya, ia menempatkan diri selayaknya seorang konsultan pengambil kebijakan. Ia menyajikan data riil terkait potensi energi terbarukan pada setiap negara pionir ASEAN. Ia juga merancang implementasi energy exchange dapat berjalan otomatis melalui AI yang terautorisasi oleh APC.

Arro’uf mendalami topik melalui kajian literatur terkait penerapan AI pada manajemen energi skala makro. Ia juga menonton berbagai podcast dan video tentang bagaimana kegunaan AI dalam manajemen energi pada tingkat perusahaan. Dari situ, ia mulai berpikir jika teknologi tersebut dapat dikembangkan untuk digunakan dalam skala yang lebih luas.

Tantangan terbesar Arro’uf dalam kompetisi ini ialah menyajikan gagasan yang inovatif tetapi tetap rasional. Ia harus menyeimbangkan antara potensi implementasi AI dalam energy exchange dengan realita resistensi kebijakan dan perbedaan keterbukaan masing-masing negara. Dengan kegigihannya, Arro’uf berhasil lolos sebagai finalis dari 10 peserta internasional dan meraih Juara 3 pada sesi final.

Esai sebagai Ruang Bersuara dan Bertukar Gagasan

Pada babak final, Arro’uf berkesempatan menyaksikan ide-ide menarik dari peserta negara lain. Peserta dari Vietnam mengangkat jalur distribusi ekonomi di Sungai Mekong, sementara peserta dari Thailand membahas kereta listrik sebagai solusi transportasi berkelanjutan. Pengalaman ini membuka wawasannya bahwa isu ini dapat didekati dari sudut pandang yang beragam di setiap negara.

Arro’uf menilai pencapaian ini sebagai pengalaman yang sangat berharga, terutama karena idenya sempat ia ragukan sendiri saat tahap awal. Ia mendorong mahasiswa lain untuk tidak ragu menuangkan gagasan mereka melalui esai. Arro’uf menilai esai sebagai tempat yang fleksibel karena memungkinkan siapa pun menuangkan ide seluas-luasnya selama terdapat dukungan data yang riil dan rasional.

“So, essay menurutku wadah yang bagus untuk bersuara tentang idemu!” ungkap Arro’uf.

Arro’uf juga menegaskan bahwa gagasan yang terasa terlalu jauh untuk diimplementasikan bisa jadi justru dibutuhkan oleh mereka yang sudah memiliki kapasitas untuk mewujudkannya. Langkah berani Arro’uf membuktikan bahwa keberanian menyampaikan ide besar dapat membawa mahasiswa Indonesia bersuara hingga ke kancah internasional.

Nisrina Nur Masrefa

Rajab Bullah Anggara Nasution, Akbar Muntaqo, Nugraheni Novita Hutami, dan Fathia Aqila Zatadini merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Mereka berhasil meraih Bronze Medal pada INDES 2025. International Invention, Innovation and Design Competition (INDES) 2025 merupakan ajang kompetisi inovasi dan desain yang mempertemukan berbagai ide kreatif dalam bentuk produk atau karya inovatif. Kegiatan ini berlangsung pada 26 Juni 2025 dan berfokus pada aspek inovasi, penemuan, serta desain produk.

Dalam kompetisi ini, tim mengembangkan ECOBARA STOVE, yaitu inovasi insinerator ramah lingkungan yang dirancang untuk mendukung pengelolaan limbah secara lebih efisien. Proyek ini berperan sebagai pengelolaan sampah dengan merancang alat pembakaran sampah yang lebih ramah lingkungan dan bermanfaat. Prestasi ini membuktikan mahasiswa Teknik Industri UII mampu menghadirkan solusi permasalahan lingkungan melalui inovasi.

Dari Diskusi Tim hingga Final Presentasi 

Tahapan lomba bermulai dari penyusunan ide dan konsep produk bersama seluruh anggota tim. Persiapan mencakup pencarian referensi tentang insinerator dan pengelolaan sampah. Selain itu, tim melakukan penyusunan konsep ECOBARA STOVE serta pembuatan materi presentasi dan media pendukung. Tahapan ini terlaksana dengan pembagian tugas sesuai kemampuan masing-masing anggota tim.

Tantangan terbesar tim adalah membagi waktu, menyatukan ide antaranggota, dan menjelaskan konsep insinerator agar juri mudah memahaminya. Tim mengatasinya melalui komunikasi yang baik, pembagian tugas yang jelas, serta evaluasi bersama sebelum hari pelaksanaan. Dengan kegigihan dan kekompakkan antar anggota, tim kemudian mepresentasikan karya ini. Juri menilai karya berdasarkan aspek inovasi, kreativitas, manfaat, dan kesesuaian tema hingga akhirnya tim berhasil meraih Bronze Medal.

Pengalaman Berharga Menuju Bronze Medal

Bagi Rajab yang merupakan salah satu anggota tim, INDES 2025 menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan ide inovatif, membangun kerja sama tim, dan melatih kepercayaan diri saat mempresentasikan karya. Proses yang telah terlalui bersama meninggalkan pesan pentingnya saling mendengarkan pendapat dan menyelesaikan kendala secara bersama. Kebersamaan tim menjadi kunci dari pencapaian kemenangan Bronze Medal yang mereka raih.

“Jangan takut mencoba mengikuti lomba. Dari lomba seperti ini, kita bisa mendapat pengalaman, menambah wawasan, melatih kerja sama, dan meningkatkan rasa percaya diri. Yang penting berani memulai, mau belajar, dan tetap semangat selama prosesnya,” ujar Rajab.

Rajab juga menegaskan bahwa ide sederhana dapat menjadi karya yang bermanfaat jika kita mengembangkannya dengan kesungguhan. Keberanian tim ini membuktikan bahwa inovasi yang berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan mampu bersaing pada ranah internasional.

Nisrina Nur Masrefa

Ahmad Arro’uf Sulfuadi, Ferdian Anugrah Pratama, dan Muhammad Imam Baihaqi merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Mereka berhasil meraih prestasi pada Sustainable Innovations Essay Competition (SINEC) 2025. Tim ini menjadi finalis, meraih penghargaan Most Implementative Idea (Bronze Medal) hingga publikasi karya dalam jurnal IASSF. SINEC merupakan kompetisi esai ilmiah tingkat nasional yang berfokus pada inovasi dan solusi berkelanjutan. Kompetisi ini mendorong mahasiswa dan pelajar menciptakan gagasan kreatif menghadapi tantangan lingkungan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan teknologi. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 9 dan 10 Agustus 2025 di Yogyakarta.

Pada kegiatan SINEC, tim mengambil isu lingkungan dan keberlanjutan melalui karya berjudul Development of NARA Biodegradable Journaling Books as a Circular Economy-Based Solution for Sustainable Lifestyle Transformation and Social Empowerment. Karya tersebut membahas pengembangan jurnal biodegradable yang terbuat dari limbah kulit jagung dan kertas daur ulang. Berbasis circular economy, produk ini dirancang sebagai solusi gaya hidup berkelanjutan yang mendukung pemberdayaan sosial petani lokal.

Riset Mendalam Jadi Fondasi Karya NARA

Rangkaian SINEC 2025 diawali dengan pendaftaran dan pengiriman esai pada 7 April–31 Mei 2025. Selanjutnya terdapat tahap penjurian, hingga puncaknya pada babak final di Yogyakarta. Persiapan untuk kompetisi ini membutuhkan usaha yang cukup besar. Tim menyusun riset mendalam terkait sustainable product development, circular economy, dan Voice of Customer (VoC). Tim juga melakukan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa di D.I.Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan guna memahami kebutuhan pengguna terhadap produk journaling berkelanjutan.

Proses persiapan juga mencakup pengembangan konsep produk NARA, pembuatan poster ilmiah, penyusunan artikel ilmiah, hingga latihan presentasi. Setiap anggota tim menjalankan peran sesuai keahliannya, dari penyusunan konsep dan metodologi hingga penyampaian presentasi saat lomba berlangsung. Selama proses ini, tim mendapat arahan dan masukan dari dosen pembimbing, yaitu Dr. Dwi Adi Purnama, S.T.,.

Integrasikan Keberlanjutan dan Kebutuhan Pengguna, Tantangan Terbesar Tim

Tantangan terbesar tim terletak pada upaya mempertemukan aspek keberlanjutan lingkungan dengan kebutuhan produk bagi penggunanya. Tim mempertimbangkan aspek agar NARA tidak sekadar ramah lingkungan. Akan tetapi juga benar-benar menarik dan sesuai kebutuhan mahasiswa sebagai target pengguna. Tantangan tim lainnya ada pada proses penyusunan artikel ilmiah. Prosesnya menuntut ketelitian ekstra dalam penelusuran referensi serta pembangunan argumen akademik.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim melakukan berbagai solusi yang memungkinkan. Seperti melakukan komunikasi terbuka, pembagian tugas, diskusi rutin, dan revisi berkala. Selain itu, konsultasi dengan dosen pembimbing dan mentor penelitian turut membantu penyempurnaan karya. Kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan tidak hanya meraih Bronze Medal, karya mereka pun lolos untuk diterbitkan pada jurnal IASSSF. Capaian tersebut menjadi pengalaman berharga bagi tim dalam mengasah kemampuan akademik dan penyusunan karya ilmiah.

Bangga Bertemu Ide-Ide Kreatif dari Berbagai Daerah

Bagi tim, SINEC 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang berkembang yang penuh pengalaman berharga. Bertemu dengan peserta dari berbagai daerah yang membawa ide baru menjadi salah satu momen paling berkesan selama kompetisi. Kompetisi ini juga memperluas wawasan akademik dan memperkuat kepercayaan diri mereka dalam menyampaikan gagasan ilmiah. Salah satu anggota tim, Ferdian, memberikan pesan yang mengalir dari pengalaman pribadinya.

“Jangan takut untuk mencoba ikut lomba, karena setiap proses yang dijalani akan selalu membawa pengalaman dan pelajaran baru. Tidak harus langsung hebat untuk memulai, tetapi harus berani memulai untuk bisa berkembang,” ungkap Ferdian.

Langkah berani tim ini menjadi bukti bahwa keberanian mencoba dapat membuka peluang yang sebelumnya tidak terpikirkan. Harapannya, perjalanan mereka di SINEC 2025 dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk tidak pernah ragu mengambil kesempatan.

Nisrina Nur Masrefa

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan kuliah praktisi untuk mata kuliah Perancangan Fasilitas. Acara ini mengangkat topik “Kaizen and Layout Optimization: Practical Industrial Engineering Approach” dan berlangsung secara luring pada Sabtu (20/12). Kuliah praktisi terlaksana dalam dua sesi, yaitu pada pukul 09.00–12.00 WIB serta pukul 13.00–16.00 WIB yang bertempat di Auditorium FTI Lantai 3. Materi perkuliahan ini memiliki tujuan memberikan peserta pemahaman mengenai praktik terbaik dalam penerapan Kaizen dan optimasi tata letak.

Rahmalia Yunita selaku Master of Ceremony membuka acara tepat pada waktunya di kedua sesi. Kemudian Rahmalia melanjutkan acara dengan memperkenalkan narasumber kuliah praktisi, Ori Rabowo. Beliau merupakan Senior Operational Excellence Manager at Kimberly-Clark dan memiliki pengetahuan mendalam terkait Kaizen dan Layout Optimization.

Perbaikan Lokal yang Berpengaruh Kompleks

Ori membuka sesi pemaparan dengan menekankan bahwa perbaikan dalam dunia Teknik Industri tidak dapat dilakukan secara parsial atau berfokus pada satu proses. Dalam konteks Kaizen dan layout optimization, ia menjelaskan bahwa setiap keputusan perbaikan harus dilihat secara menyeluruh. Hal ini dikarenakan sistem industri saling terhubung antara proses, kapasitas, layout, dan demand. Perbaikan lokal yang tidak didukung oleh analisis end-to-end justru berpotensi menciptakan permasalahan baru pada sistem.

Ori juga mencontohkan studi kasus pengurangan jumlah mesin sebagai bentuk efisiensi operasional. Secara lokal, keputusan tersebut bernilai tepat karena meningkatkan utilisasi mesin dan menurunkan biaya. Akan tetapi terdapat efek samping adanya tekanan pada sumber daya manusia. Hal ini dikarenakan data belum terstandarisasi dan analisis demand tidak dilakukan secara matang.

“Artinya 3 mesin itu bakal dibuang atau dijual. Ternyata data miningnya belum standar. Pas bulan ini demand nya naik, mesin udah dikurangin, orang juga udah dipotong. Kewalahan jadinya. Efeknya? Malah butuh tambahan overtime.” Jelasnya.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa optimasi proses yang hanya berfokus pada efisiensi lokal dapat berisiko di bagian lain, seperti peningkatan beban kerja dan overtime. Ori menegaskan bahwa Kaizen dan Optimisasi Layout bukan sekadar melakukan improvement, tetapi memastikan bahwa perbaikan tersebut selaras dengan aliran proses, supply chain, serta kebutuhan sistem secara menyeluruh.

Penyelesaian Studi Kasus

Setelah pemaparan materi, peserta terbagi dalam kelompok besar untuk memecahkan dua studi kasus. Studi kasus pertama membahas optimasi layout pabrik Global Print Solution Indonesia. Peserta menganalisis Operation Process Chart (OPC) dan merancang ulang tata letak produksi melalui Activity Relationship Chart (ARC). Studi kasus kedua berfokus pada optimasi distribusi PT. Cetak Kreatif. Peserta menghitung occupancy rate, clustering stores, dan biaya transportasi dengan kapasitas truk tertentu. Setiap anggota kelompok bekerja sama untuk mengidentifikasi masalah dan menemukan solusi sesuai dengan tekniknya.

Setelah semua kelompok selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil dan solusi yang mereka dapatkan. Presentasi ini memuat adanya berbagai perspektif karena setiap kelompok memiliki pendekatan berbeda. Dengan ini, memungkinkan peserta belajar dari metode optimasi yang beragam. Sesi ini memperkaya pemahaman peserta tentang aplikasi nyata Kaizen dan layout optimization di industri.

Dengan demikian, kuliah praktisi ini memberikan pengetahuan tersendiri bagi mahasiswa Teknik Industri UII. Peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengintegrasikan dan mengaplikasikan pada kasus industri. Acara kuliah praktisi berakhir dengan sesi foto bersama narasumber dan seluruh peserta dan dengan harapan ilmu dapat diterapkan dalam jenjang akademik atau karir berikutnya.

Nisrina Nur Masrefa

Pancasila bukan sekadar teori bagi civitas akademika akademika Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia yang hanya mereka ingat setiap memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni. Momen bersejarah tersebut justru menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur bangsa harus diimplementasikan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari. Sejarah UII sendiri memiliki ikatan yang sangat kuat dengan dasar negara ini. Para tokoh pendiri kampus kita merupakan bagian dari arsitek utama perumus Pancasila.

Di lingkungan Kampus Terpadu Sleman, kampus mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan agar berjalan selaras dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, kita merawat momentum sejarah ini bukan sebagai rutinitas tahunan. Pancasila hadir sebagai kompas moral bagi mahasiswa Teknik Industri dan rumpun FTI lainnya dalam menghadapi tantangan global. Di era digital saat ini, tantangan terbesar nyata terlihat dari cara kita mengelola arus data dan informasi di media sosial. Hal ini kemudian melahirkan urgensi akan pentingnya etika komunikasi digital.

Etika Komunikasi Digital Sebagai Fondasi Utama Nilai Persatuan

Proses pengimplementasian nilai-nilai Pancasila tersebut diwujudkan secara nyata melalui penerapan etika komunikasi digital yang ketat di ruang siber. Mahasiswa Teknik Industri yang akrab dengan perancangan sistem dan tata kelola data menerapkan metode penyaringan informasi (filtering process) secara berlapis sebelum menyebarkan suatu berita. Karakter intelektual Ulil Albab memandu komunitas akademik kampus ini untuk selalu menyampaikan opini secara santun. Opini tersebut harus rasional serta berbasis pada validitas fakta. Melalui sistem kendali informasi yang mandiri ini, mereka berhasil meredam potensi gangguan (noise). Sistem ini menyaring ujaran kebencian, hoaks, ataupun provokasi digital yang berisiko memicu konflik horizontal. Semangat Pancasila dalam upaya preventif masif tersebut efektif membendung misinformasi sekaligus mengoptimalkan stabilitas dan keutuhan NKRI. 

Merajut Persatuan dalam Kebinekaan Sosial Kampus 

Fakultas Teknologi Industri

Selain di ranah digital, perwujudan roh persatuan dan pengamalan nilai Pancasila juga diaplikasikan melalui kolaborasi nyata dalam ekosistem pembelajaran dan interaksi sosial harian di kampus. Mahasiswa perantauan dari berbagai penjuru wilayah nusantara hingga mahasiswa internasional saling membaur. Mereka berkumpul tanpa memandang perbedaan suku, ras, maupun latar belakang budaya.

Jihan, mahasiswa Teknik Industri UII asal Riau, membagikan pandangannya mengenai dinamika pergaulan di kampus. 

“Sebagai anak rantau, saya merasa diterima dengan baik di lingkungan kampus. Perbedaan asal daerah tidak menjadi pembatas untuk berteman maupun bekerja sama, sehingga saya bisa beradaptasi dengan nyaman dan berkembang bersama teman-teman lainnya,” ujarnya. 

Senada dengan hal tersebut, Yaser, mahasiswa internasional kelas International Program (IP) Teknik Industri UII asal Yaman, juga merasakan langsung atmosfer inklusif tersebut. Dosen maupun rekan sesama mahasiswa memperlakukannya secara setara tanpa diskriminasi di lingkungan kampus sebagai wujud toleransi Pancasila.

“Meskipun terkadang saya masih merasa sedikit kesulitan dalam situasi sosial karena adanya kendala bahasa, secara keseluruhan saya sangat menikmati pengalaman belajar di sini karena semua orang sangat terbuka dan suportif,” ungkap Yaser.

Lewat suasana kampus yang saling mendukung seperti ini, pihak fakultas berhasil menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi semua orang. Perbedaan asal daerah maupun negara justru membuat hubungan pertemanan di Teknik Industri dan rumpun FTI lainnya menjadi semakin harmonis.

 

Kaila Bilbina M.S

Yogyakarta, April 6-12, 2026 – The Department of Industrial Engineering, Faculty of Industrial Technology, Universitas Islam Indonesia (UII) successfully held the EXPO FTI 2026. Located at Pakuwon Mall Yogyakarta, this week-long event served as a major academic promotion platform for the general public. Various study programs participated in the exhibition, with Industrial Engineering EXPO FTI contributors actively introducing their academic curriculum and practical learning methods. The event successfully engaged students, youths, and general visitors through an interactive concept. Ultimately, this exhibition aimed to provide a comprehensive understanding of the major while attracting prospective students through an applicable approach.

Engaging Visitors Through the Industrial Engineering EXPO FTI Booth

At the booth area, students took an active role in sharing information with visitors. They shared deep insights regarding academic disciplines, campus facilities, and future career prospects. Visitors also explored various informative media and interacted directly with current students to understand real-world applications. This direct interaction effectively helped visitors realize that the Industrial Engineering EXPO FTI presentation covers a broad spectrum and remains highly relevant to modern industrial needs.

Insightful Academic Talk Shows by Industrial Engineering UII

As part of the talk show series, UII presented student representatives from various backgrounds, including laboratory assistants and International Program students. They introduced academic activities, laboratory practicums, and various programs designed to support student competence development. In addition to sharing their student experiences, the laboratory assistants actively introduced scientific concepts and the practical benefits of their facilities.

Gerren Satrio Hariyudho explained the Design of Work Systems and Ergonomics (DSKE) Laboratory. He covered everything from practicum activities and facilities to the application of ergonomics in the workplace. Furthermore, he demonstrated the use of a handgrip dynamometer, which serves as an instrument to analyze human physical capabilities.

“Through the introduction of the DSKE Laboratory and ergonomics, we want to show that Industrial Engineering is not just theoretical. It is highly applicable and relevant to workforce needs,” Gerren stated.

He also added that the role of lab assistants is a key advantage in supporting student competency.

On the other hand, Bimi Wirabumi explained the crucial role of the Manufacturing Systems Laboratory in supporting practical learning for students. He emphasized that the available facilities provide real-world experience for students to grasp production processes and industrial systems.

“Our main goal at this EXPO is to introduce Industrial Engineering UII to the wider community, especially through our complete laboratory facilities that fully support hands-on learning,” Bimi explained.

Overall, the Industrial Engineering EXPO FTI activities proved to be an effective medium to showcase academic excellence. At the same time, it successfully boosted prospective students’ interest in joining the university.

Kaila Bilbina M.S

The Industrial Engineering Study Program, Faculty of Industrial Technology (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), once again organized a webinar on Friday, 28 November 2025. As part of its academic activities, the committee conducted a national monthly webinar via Zoom Meeting. The webinar carried the theme “On Time and On Track: Time Management for University Students.” It addressed common academic challenges faced by university students.

Anindya Mayrela Ika Putri moderated the webinar. Distian Pingkan Lumi served as the Master of Ceremony (MC). Meanhwile, The organizing committee appointed Suci Miranda, S.T., M.Sc. as the main speaker. Overall, students from various semesters joined the webinar to improve their awareness of effective time management throughout their academic journey.

The event began with the reading of the agenda, followed by the singing of the Indonesian national anthem Indonesia Raya and the UII Hymn, as well as a group photo session. Afterward, the moderator introduced the speaker by presenting her academic background and professional experience in the field of Industrial Engineering before proceeding to the main presentation session.

Time Management as the Key to Success

During the main session, Suci Miranda delivered time management strategies. She encouraged students to view their academic journey as an academic project. She explained that university studies involve clear targets, structured stages, and specific deadlines. According to her, students need early academic planning to ensure a more focused and effective learning process.

Suci also highlighted the use of project management principles in managing coursework, academic activities, and final projects or theses.

“If students view their studies as a project, they will find it easier to set goals, organize stages, and anticipate potential risks that may arise during their academic journey,” 

She further stated that time management goes beyond scheduling and includes risk management and self-competency development. Therefore, Suci encouraged students to continuously develop supporting skills to remain productive and complete their studies on time.

Discussion and Expert Responses

Meanwhile, the session continued with an interactive discussion. One participant asked about the effectiveness of working on the Internship Program (Kuliah Praktik/KP) and the Final Project or Thesis (Tugas Akhir/TA) simultaneously. In response, Suci Miranda explained that KP and TA generally follow different workflows.

However, students may continue the topic of their KP as the basis for their TA research. She emphasized that careful planning and intensive communication with academic supervisors are key factors in managing time and academic workload effectively.

Encouraging Effective Study Time Management

As a closing remarks, Suci encouraged students to manage their study time wisely through careful planning and self-discipline.

“Good time management helps students stay focused, organized, and complete their studies according to their targets,”

After the presentation and discussion sessions concluded, participants were asked to complete the attendance form. The event was then officially closed by the Master of Ceremony (MC).

Albin M Wiryawan

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan webinar pada Jumat, 28 November 2025 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang merupakan bagian dari webinar bulanan nasional ini mengangkat tema “On Time and On Track: Time Management for University Students” yang relevan dengan tantangan akademik mahasiswa. Webinar dipandu oleh Anindya Mayrela Ika Putri selaku moderator dan Distian Pingkan Lumi sebagai Master of Ceremony (MC), dengan menghadirkan Suci Miranda, S.T., M.Sc., sebagai narasumber utama. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai semester untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan waktu selama masa studi.

Acara dibuka dengan pembacaan susunan kegiatan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UII, serta sesi foto bersama. Setelah itu, moderator memperkenalkan narasumber dengan memaparkan profil akademik serta pengalaman profesionalnya di bidang Teknik Industri sebelum memasuki sesi pemaparan materi utama.

Manajemen Waktu sebagai Kunci Keberhasilan

Dalam sesi utama, Suci Miranda memaparkan strategi manajemen waktu dengan mengajak mahasiswa memandang perkuliahan sebagai sebuah proyek akademik. Ia menjelaskan bahwa studi memiliki target, tahapan, serta batas waktu yang perlu dikelola secara terencana. Menurutnya, mahasiswa perlu menyusun perencanaan studi sejak dini agar proses perkuliahan berjalan lebih terarah.

Suci juga menekankan bahwa prinsip project management dapat membantu mahasiswa mengelola tugas perkuliahan, kegiatan akademik, hingga penyusunan tugas akhir.

“Jika studi dipandang sebagai sebuah proyek, maka mahasiswa akan lebih mudah menetapkan target, mengatur tahapan, serta mengantisipasi risiko yang mungkin muncul selama perkuliahan,”

Ia menambahkan bahwa manajemen waktu tidak hanya berkaitan dengan penyusunan jadwal, tetapi juga mencakup pengelolaan risiko dan pengembangan kompetensi diri. Oleh karena itu, Suci mendorong mahasiswa untuk terus mengasah keterampilan pendukung agar tetap produktif dan mampu menyelesaikan studi tepat waktu.

Diskusi dan Tanggapan Ahli

Peserta kemudian melanjutkan kegiatan dengan sesi diskusi interaktif. Salah satu peserta mengajukan pertanyaan mengenai efektivitas pengerjaan Kuliah Praktik (KP) dan Tugas Akhir (TA) secara bersamaan. Menanggapi pertanyaan tersebut, Suci Miranda menjelaskan bahwa KP dan TA memiliki alur pengerjaan yang berbeda.

Namun, mahasiswa tetap dapat melanjutkan tema KP sebagai dasar penelitian TA. Ia menegaskan bahwa perencanaan yang matang serta komunikasi intensif dengan dosen pembimbing menjadi kunci utama dalam mengelola waktu dan beban akademik.

Ajakan Mengelola Waktu Studi Secara Efektif

Sebagai penutup, Suci mengajak mahasiswa untuk bijak mengelola waktu selama masa studi dengan perencanaan yang matang dan kedisiplinan diri.

“Manajemen waktu yang baik akan membantu mahasiswa tetap fokus, terarah, dan menyelesaikan studi sesuai target.”

Setelah sesi pemaparan dan diskusi berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan pengisian presensi oleh peserta. Acara kemudian secara resmi ditutup oleh Master of Ceremony (MC).

Albin M Wiryawan

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kuliah praktisi mata kuliah Manajemen Proyek bertemakan “Project Quality Management” yang berlangsung secara daring pada Sabtu (06/12). Acara ini bertujuan untuk memberikan mahasiswa dan peserta mengenai praktik terbaik dalam mengelola kualitas proyek secara efektif dan profesional. Dengan menghadirkan narasumber praktisi yang merupakan akademisi berpengalaman, kuliah praktisi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih terkait dengan teori project management dengan implementasi nyata di dunia industri.

Nisrina Nur Masrefa selaku Master of Ceremony membuka acara tepat pada pukul 13.00 WIB yang selanjutnya merupakan sesi foto bersama. Moderator Sekar Hutami Melati Giri melanjutkan acara dengan memperkenalkan narasumber kuliah praktisi, Bintoro Wisnuputro. Beliau merupakan Senior Project Management Office (PMO) di Pertamina sejak 2020 dan tentunya memiliki pengetahuan mendalam tentang Project Quality Management yang akan dibahas.

Mengapa Produk Berkualitas Tinggi Belum Tentu Grade Tinggi?

Bintoro membuka sesi pemaparan dengan membahas perbedaan antara quality dan grade dalam project management. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kedua konsep memiliki makna berbeda meskipun sama-sama berkaitan dengan standar produk atau layanan. Quality berfokus pada pemenuhan ekspektasi pelanggan, sedangkan grade menunjukkan tingkatan atau klasifikasi produk.

“Sesuatu yang grade nya rendah, itu belum tentu tidak berkualitas. Sebaliknya, sesuatu yang kualitasnya rendah, itu belum tentu grade nya juga rendah. Bisa jadi grade nya tinggi.” Ungkapnya.

Bintoro melanjutkan dengan memberikan ilustrasi yang mudah dipahami menggunakan contoh kopi sachet dan kopi V60 di cafe. Kopi sachet ber-grade rendah tetap berkualitas tinggi karena menjaga konsistensi penyajian. Kopi V60 berbiji premium menjadi berkualitas rendah ketika barista mengabaikan SOP. Melalui ilustrasi ini, menunjukkan bahwa quality dalam project management bergantung pada pemenuhan ekspektasi pelanggan, bukan harga atau grade.

Bintoro menegaskan bahwa detail kecil yang terabaikan sering memicu kegagalan kualitas. Tragedi NASA membuktikan hal tersebut ketika tim gagal menguji O-ring pada suhu rendah hingga menyebabkan ledakan. Lebih lanjut, Bintoro mengulas berbagai teori dan filosofi quality management pada Pertamina dan perusahaan manufaktur Jepang. Pemaparan tersebut menekankan pentingnya pencegahan, analisis biaya kualitas, serta keterlibatan organisasi dalam peningkatan kualitas berkelanjutan.

Sesi Tanya Jawab

Pada sesi tanya jawab, peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi dari  project quality management dalam praktik industri. Para peserta menyampaikan berbagai pertanyaan, mulai dari punch list minor dan kondisi tanpa punch list pasca pre-mechanical completion hingga penanganan masalah major. Selain itu, peserta mengajukan pertanyaan terkait quality issue di lapangan serta mekanisme persetujuan change request pada proyek berskala besar.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Bintoro menjelaskan bahwa ketika tidak ada punch list, proyek langsung masuk tahap finishing. Tetapi tim akan memperbaiki punch list minor, sedangkan punch list major memerlukan perhitungan ulang dan pembongkaran. Beliau juga menegaskan bahwa quality management merupakan proses end-to-end yang saling berkaitan dari perencanaan hingga eksekusi, sehingga kegagalan di lapangan bisa berasal dari miss kalkukasi di tahap perencanaan. Terkait change request, beliau menyampaikan bahwa change request hanya berlaku untuk perubahan dalam proyek yang sedang berjalan dengan persetujuan pihak berwenang. Sedangkan proyek lama yang menghadapi kondisi baru termasuk new project atau upgrading project yang harus melalui siklus penuh.

Sesi dan kuliah praktik ini berakhir dengan pemberian insight yang reflektif oleh Bintoro terkait project management yang memiliki penerapan sangat luas di berbagai bidang. Dengan antusiasme yang ditunjukkan peserta selama berlangsungnya kuliah praktisi, diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dalam menerapkan quality management dan mempersiapkan diri berkontribusi dalam proyek industri.

Nisrina Nur Masrefa

Zahid Anugrah Muzaffar Rana merupakan mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknik Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Al-Azhar Islamic Centre (AIC) Essay Competition 2025. Kompetisi ini terselenggara secara regional di Daerah Istimewa Yogyakarta dan melibatkan peserta dari berbagai universitas. Kegiatan berlangsung pada 16–25 September 2025, dengan pengumuman pemenang pada 25 Oktober 2025. Dengan mengangkat tema mengenai tantangan “Eksploitasi Berlebihan Terhadap Sumber Daya Alam serta Urgensi Pengelolaan yang Berkelanjutan”, Zahid berfokus mengambil sub-tema “Evaluasi Kebijakan SDA di Indonesia”. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Industri UII mampu berkontribusi pada isu sosial dan kebijakan publik.

Perjalanan Kompetisi dari Ide hingga Raih Juara 1

Dalam Al-Azhar Islamic Centre (AIC) Essay Competition 2025, Zahid mengikuti seluruh alur kompetisi mulai dari pendaftaran hingga pengumpulan essay. Selanjutnya, juri menilai setiap essay yang terkumpul untuk menentukan karya terbaik berdasarkan kualitas penilaian tertinggi. Pada kesempatan ini, Zahid memilih mengangkat topik mengenai rekayasa ulang tata kelola sumber daya alam di Indonesia berdasarkan masalah yang ada dan mengubahnya ke dalam suatu framework kerja terstruktur bernama Eco-Justice Enforcement Model.   

Selama masa persiapan, Zahid terdesak oleh waktu karena padatnya aktivitas lain yang sedang dijalani. Pengambilan ide mulai ia rumuskan pada H-3 menjelang tenggat sehingga menyisakan waktu singkat untuk mengembangkan argumen dan membenarkan struktur tulisan. Adanya motivasi untuk mencoba yang terbaik membuat Zahid harus memanfaatkan waktu istirahat malam untuk menuntaskan tulisan. Di tengah kelelahan, dukungan orang tua membuat Zahid tetap fokus dan konsisten, disertai pesan dari kedua orang tuanya, “Kamu harus kerjakan dan selesaikan apa yang kamu mulai.”. Dengan dukungan orang tua dan konsistensi kuat, Zahid sukses menaklukkan AIC Essay Competition 2025 sebagai peraih Juara 1.

Pesan dan Kesan atas Peraihan Prestasinya

Zahid menilai pencapaian ini sebagai pengalaman yang sangat berharga dan membanggakan. Ia menekankan bahwa banyak peserta dari bidang ilmu yang secara akademik relevan mengikuti kompetisi tersebut, sehingga pencapaian terasa lebih istimewa. Melalui kompetisi ini, Zahid memperoleh wawasan baru terkait perubahan serta evaluasi kebijakan sosial di Indonesia yang masih memerlukan peningkatan. Ia juga mendorong mahasiswa lain untuk tidak ragu mencoba dan berani melangkah dalam setiap kesempatan.

“Jangan pernah takut untuk mencoba, mulai dahulu agar nanti bisa berkembang di kemudian hari.” ungkapnya. 

Langkah berani yang Zahid lalui menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba hal baru dapat membuka berbagai peluang yang sebelumnya sama sekali tidak terpikirkan. Harapan Zahid dalam perjalanannya ini dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk tidak pernah ragu dalam mengambil kesempatan.

Nisrina Nur Masrefa