Najma Tsakiba merupakan mahasiswi Teknik Industri angkatan 2025, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Selama satu tahun pertama perkuliahan, ia telah meraih berbagai prestasi pada tingkat internal maupun eksternal kampus. Salah satunya adalah Juara 1 ASTRANAUTS 2026 pada Idea Track Business Case FINATRA (FIFGROUP).
ASTRANAUTS merupakan kompetisi inovasi digital dan konferensi teknologi berskala nasional dari PT Astra International Tbk. Program tahunan ini menjadi wadah bagi peserta untuk menghadirkan ide dan solusi inovatif terhadap tantangan bisnis nyata. Pada kesempatan tersebut, Najma bergabung dalam Tim Yu Ai Ai bersama empat mahasiswa Informatika UII, yaitu Muhammad Lutfi Syarif, Rakha Dzikra Guevara, Afwan Aditya Saputra, dan Madina Nurbaiti. Dalam tim, Najma dipercaya sebagai Chief Marketing Officer (CMO), sementara anggota lainnya mengisi posisi CEO, COO, CTO, dan CFO.
Merancang FINATRA NEXUS hingga Menembus Babak Final
Tantangan yang dihadapi Tim Yu Ai Ai berasal dari FINATRA (FIFGROUP), layanan pembiayaan produktif bagi UMKM yang ingin memperluas jangkauan dan meningkatkan market share. Berangkat dari tantangan tersebut, kelima anggota tim menggagas FINATRA NEXUS, sebuah platform perangkat lunak yang dirancang untuk membantu memperluas jangkauan FINATRA kepada para pelaku UMKM. Setiap anggota menjalankan peran sesuai bidang masing-masing, termasuk Najma yang bertanggung jawab pada sisi marketing sebagai Chief Marketing Officer (CMO).
Sebagai satu-satunya anggota tim dari Teknik Industri, Najma menerapkan ilmu yang telah ia peroleh untuk mendukung proses pengembangan solusi. Ia juga berkolaborasi dengan rekan-rekan dari Informatika agar ide yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan business case sekaligus memiliki aspek teknis yang mendukung. Proses tersebut tidak berlangsung singkat. Tim Yu Ai Ai harus melewati serangkaian revisi dan persiapan sebelum berhasil menjadi salah satu dari 36 finalis dari lebih dari 500 proposal nasional.
Pencapaian tersebut membawa Tim Yu Ai Ai menuju babak final yang berlangsung pada Menara Astra, Jakarta. Pada kesempatan tersebut, mereka menyampaikan FINATRA NEXUS sebagai solusi atas tantangan para juri profesional. Perjalanan panjang tersebut akhirnya berbuah hasil ketika Tim Yu Ai Ai berhasil meraih Juara 1 dan membawa pulang piala kemenangan ke Yogyakarta.
Belajar Beradaptasi dari Kompetisi Pertama
Bagi Najma, perjalanan menuju kemenangan juga menjadi proses belajar yang tidak terlepas dari tantangan. ASTRANAUTS 2026 merupakan kompetisi Business Case pertama yang ia ikuti. Ia perlu beradaptasi dengan alur dan teknis kompetisi, sekaligus memahami pendekatan yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan bisnis. Ketika menghadapi kebingungan atau kesulitan, Najma memilih untuk berani bertanya dan berdiskusi dengan rekan satu tim agar permasalahan dapat segera teratasi.
“ASTRANAUTS ini merupakan kompetisi Business Case pertama saya, jadi saya harus cepat beradaptasi dengan alur kompetisi, teknis, dan pitfall yang ada. Kalau ada yang membuat saya bingung, saya berusaha berani bertanya kepada teman-teman satu tim supaya masalahnya bisa segera terselesaikan,” ujar Najma.
Pengalaman tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Najma untuk menerapkan ilmu Teknik Industri dalam situasi yang lebih nyata. Bagi Najma, optimisme, kemampuan adaptasi dengan cepat, dan kerja sama tim sebagai tiga hal yang paling utama dalam pencapaian tim. Di tengah persiapan kompetisi, ia juga tetap menempatkan akademik sebagai prioritas utama dan mengatur kegiatannya menggunakan Google Calendar agar seluruh agenda dapat berjalan secara teratur.
Membawa Pulang Pengalaman dan Inspirasi

Selain piala, ASTRANAUTS 2026 memberikan pengalaman berharga bagi Najma melalui kesempatan membangun koneksi dengan mahasiswa berbagai perguruan tinggi. Saat berada di Menara Astra, ia bertemu mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Pengalaman tersebut memperluas wawasannya sekaligus memperkuat keyakinannya bahwa setiap insan memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersinar.
Bagi Najma, pencapaian tersebut memiliki makna yang lebih dari sekadar memenangkan kompetisi. Ia memiliki dua motivasi utama dalam mengikuti kompetisi, salah satunya adalah keinginannya untuk terus berkembang dan menuntut ilmu.
“Terdapat dua hal yang menjadi motivasi utama saya. Pertama, motivasi untuk menjadi muslimah yang dapat mengimplementasikan konsep insan ulil albab berupa dzikrullah dan fikr dengan menggunakan kemampuan yang saya miliki untuk terus berkembang dan menuntut ilmu,” ungkap Najma.
Pencapaian ini juga menjadi bagian dari upayanya mewujudkan target yang telah ia susun dalam vision board 2026. Ia mempersembahkan keberhasilan tersebut untuk kedua orang tuanya sekaligus menjadikannya sebagai pengingat untuk terus berkembang dan berani mencoba hal-hal baru.
“Kesempatan akan datang kepada mereka yang siap dan berani untuk mencoba melawan segala keterbatasannya,” pesan Najma.
Nisrina Nur Masrefa





















