Ahmad Arro’uf Sulfuadi merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) yang berhasil meraih Juara 3 dalam International Student Symposium 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh ASEAN School of Business Network (ASBN) pada Agustus 2025. Arro’uf mengikuti cabang lomba esai dengan sub-tema “Green Economy and AI: Opportunities and Challenges”. Arro’uf mengangkat gagasan tentang integrasi AI dalam manajemen energi terbarukan berskala kawasan ASEAN. Ia melakukan pendekatan benchmarking dari terobosan ASEAN Power Grid yang digagas oleh ACE (ASEAN Center for Energy). Ia juga memetakan bagaimana integrasi AI dapat membuka batas-batas antarnegara secara lebih efisien. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Industri UII mampu berkontribusi pada diskusi isu global pada tingkat internasional.

Dari Riset Mendalam hingga Kompetisi Final Internasional

Kompetisi ini terdiri dari dua tahap, yakni tahap penyisihan dan babak final yang melibatkan peserta dari berbagai negara pada tingkat internasional. Kompetisi ini bersifat individu sehingga Arro’uf mengerjakan seluruh prosesnya sendiri dengan ritme pelan dan terukur. Dalam prosesnya, ia menempatkan diri selayaknya seorang konsultan pengambil kebijakan. Ia menyajikan data riil terkait potensi energi terbarukan pada setiap negara pionir ASEAN. Ia juga merancang implementasi energy exchange dapat berjalan otomatis melalui AI yang terautorisasi oleh APC.

Arro’uf mendalami topik melalui kajian literatur terkait penerapan AI pada manajemen energi skala makro. Ia juga menonton berbagai podcast dan video tentang bagaimana kegunaan AI dalam manajemen energi pada tingkat perusahaan. Dari situ, ia mulai berpikir jika teknologi tersebut dapat dikembangkan untuk digunakan dalam skala yang lebih luas.

Tantangan terbesar Arro’uf dalam kompetisi ini ialah menyajikan gagasan yang inovatif tetapi tetap rasional. Ia harus menyeimbangkan antara potensi implementasi AI dalam energy exchange dengan realita resistensi kebijakan dan perbedaan keterbukaan masing-masing negara. Dengan kegigihannya, Arro’uf berhasil lolos sebagai finalis dari 10 peserta internasional dan meraih Juara 3 pada sesi final.

Esai sebagai Ruang Bersuara dan Bertukar Gagasan

Pada babak final, Arro’uf berkesempatan menyaksikan ide-ide menarik dari peserta negara lain. Peserta dari Vietnam mengangkat jalur distribusi ekonomi di Sungai Mekong, sementara peserta dari Thailand membahas kereta listrik sebagai solusi transportasi berkelanjutan. Pengalaman ini membuka wawasannya bahwa isu ini dapat didekati dari sudut pandang yang beragam di setiap negara.

Arro’uf menilai pencapaian ini sebagai pengalaman yang sangat berharga, terutama karena idenya sempat ia ragukan sendiri saat tahap awal. Ia mendorong mahasiswa lain untuk tidak ragu menuangkan gagasan mereka melalui esai. Arro’uf menilai esai sebagai tempat yang fleksibel karena memungkinkan siapa pun menuangkan ide seluas-luasnya selama terdapat dukungan data yang riil dan rasional.

“So, essay menurutku wadah yang bagus untuk bersuara tentang idemu!” ungkap Arro’uf.

Arro’uf juga menegaskan bahwa gagasan yang terasa terlalu jauh untuk diimplementasikan bisa jadi justru dibutuhkan oleh mereka yang sudah memiliki kapasitas untuk mewujudkannya. Langkah berani Arro’uf membuktikan bahwa keberanian menyampaikan ide besar dapat membawa mahasiswa Indonesia bersuara hingga ke kancah internasional.

Nisrina Nur Masrefa

Rajab Bullah Anggara Nasution, Akbar Muntaqo, Nugraheni Novita Hutami, dan Fathia Aqila Zatadini merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Mereka berhasil meraih Bronze Medal pada INDES 2025. International Invention, Innovation and Design Competition (INDES) 2025 merupakan ajang kompetisi inovasi dan desain yang mempertemukan berbagai ide kreatif dalam bentuk produk atau karya inovatif. Kegiatan ini berlangsung pada 26 Juni 2025 dan berfokus pada aspek inovasi, penemuan, serta desain produk.

Dalam kompetisi ini, tim mengembangkan ECOBARA STOVE, yaitu inovasi insinerator ramah lingkungan yang dirancang untuk mendukung pengelolaan limbah secara lebih efisien. Proyek ini berperan sebagai pengelolaan sampah dengan merancang alat pembakaran sampah yang lebih ramah lingkungan dan bermanfaat. Prestasi ini membuktikan mahasiswa Teknik Industri UII mampu menghadirkan solusi permasalahan lingkungan melalui inovasi.

Dari Diskusi Tim hingga Final Presentasi 

Tahapan lomba bermulai dari penyusunan ide dan konsep produk bersama seluruh anggota tim. Persiapan mencakup pencarian referensi tentang insinerator dan pengelolaan sampah. Selain itu, tim melakukan penyusunan konsep ECOBARA STOVE serta pembuatan materi presentasi dan media pendukung. Tahapan ini terlaksana dengan pembagian tugas sesuai kemampuan masing-masing anggota tim.

Tantangan terbesar tim adalah membagi waktu, menyatukan ide antaranggota, dan menjelaskan konsep insinerator agar juri mudah memahaminya. Tim mengatasinya melalui komunikasi yang baik, pembagian tugas yang jelas, serta evaluasi bersama sebelum hari pelaksanaan. Dengan kegigihan dan kekompakkan antar anggota, tim kemudian mepresentasikan karya ini. Juri menilai karya berdasarkan aspek inovasi, kreativitas, manfaat, dan kesesuaian tema hingga akhirnya tim berhasil meraih Bronze Medal.

Pengalaman Berharga Menuju Bronze Medal

Bagi Rajab yang merupakan salah satu anggota tim, INDES 2025 menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan ide inovatif, membangun kerja sama tim, dan melatih kepercayaan diri saat mempresentasikan karya. Proses yang telah terlalui bersama meninggalkan pesan pentingnya saling mendengarkan pendapat dan menyelesaikan kendala secara bersama. Kebersamaan tim menjadi kunci dari pencapaian kemenangan Bronze Medal yang mereka raih.

“Jangan takut mencoba mengikuti lomba. Dari lomba seperti ini, kita bisa mendapat pengalaman, menambah wawasan, melatih kerja sama, dan meningkatkan rasa percaya diri. Yang penting berani memulai, mau belajar, dan tetap semangat selama prosesnya,” ujar Rajab.

Rajab juga menegaskan bahwa ide sederhana dapat menjadi karya yang bermanfaat jika kita mengembangkannya dengan kesungguhan. Keberanian tim ini membuktikan bahwa inovasi yang berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan mampu bersaing pada ranah internasional.

Nisrina Nur Masrefa

Ahmad Arro’uf Sulfuadi, Ferdian Anugrah Pratama, dan Muhammad Imam Baihaqi merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Mereka berhasil meraih prestasi pada Sustainable Innovations Essay Competition (SINEC) 2025. Tim ini menjadi finalis, meraih penghargaan Most Implementative Idea (Bronze Medal) hingga publikasi karya dalam jurnal IASSF. SINEC merupakan kompetisi esai ilmiah tingkat nasional yang berfokus pada inovasi dan solusi berkelanjutan. Kompetisi ini mendorong mahasiswa dan pelajar menciptakan gagasan kreatif menghadapi tantangan lingkungan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan teknologi. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 9 dan 10 Agustus 2025 di Yogyakarta.

Pada kegiatan SINEC, tim mengambil isu lingkungan dan keberlanjutan melalui karya berjudul Development of NARA Biodegradable Journaling Books as a Circular Economy-Based Solution for Sustainable Lifestyle Transformation and Social Empowerment. Karya tersebut membahas pengembangan jurnal biodegradable yang terbuat dari limbah kulit jagung dan kertas daur ulang. Berbasis circular economy, produk ini dirancang sebagai solusi gaya hidup berkelanjutan yang mendukung pemberdayaan sosial petani lokal.

Riset Mendalam Jadi Fondasi Karya NARA

Rangkaian SINEC 2025 diawali dengan pendaftaran dan pengiriman esai pada 7 April–31 Mei 2025. Selanjutnya terdapat tahap penjurian, hingga puncaknya pada babak final di Yogyakarta. Persiapan untuk kompetisi ini membutuhkan usaha yang cukup besar. Tim menyusun riset mendalam terkait sustainable product development, circular economy, dan Voice of Customer (VoC). Tim juga melakukan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa di D.I.Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan guna memahami kebutuhan pengguna terhadap produk journaling berkelanjutan.

Proses persiapan juga mencakup pengembangan konsep produk NARA, pembuatan poster ilmiah, penyusunan artikel ilmiah, hingga latihan presentasi. Setiap anggota tim menjalankan peran sesuai keahliannya, dari penyusunan konsep dan metodologi hingga penyampaian presentasi saat lomba berlangsung. Selama proses ini, tim mendapat arahan dan masukan dari dosen pembimbing, yaitu Dr. Dwi Adi Purnama, S.T.,.

Integrasikan Keberlanjutan dan Kebutuhan Pengguna, Tantangan Terbesar Tim

Tantangan terbesar tim terletak pada upaya mempertemukan aspek keberlanjutan lingkungan dengan kebutuhan produk bagi penggunanya. Tim mempertimbangkan aspek agar NARA tidak sekadar ramah lingkungan. Akan tetapi juga benar-benar menarik dan sesuai kebutuhan mahasiswa sebagai target pengguna. Tantangan tim lainnya ada pada proses penyusunan artikel ilmiah. Prosesnya menuntut ketelitian ekstra dalam penelusuran referensi serta pembangunan argumen akademik.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim melakukan berbagai solusi yang memungkinkan. Seperti melakukan komunikasi terbuka, pembagian tugas, diskusi rutin, dan revisi berkala. Selain itu, konsultasi dengan dosen pembimbing dan mentor penelitian turut membantu penyempurnaan karya. Kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan tidak hanya meraih Bronze Medal, karya mereka pun lolos untuk diterbitkan pada jurnal IASSSF. Capaian tersebut menjadi pengalaman berharga bagi tim dalam mengasah kemampuan akademik dan penyusunan karya ilmiah.

Bangga Bertemu Ide-Ide Kreatif dari Berbagai Daerah

Bagi tim, SINEC 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang berkembang yang penuh pengalaman berharga. Bertemu dengan peserta dari berbagai daerah yang membawa ide baru menjadi salah satu momen paling berkesan selama kompetisi. Kompetisi ini juga memperluas wawasan akademik dan memperkuat kepercayaan diri mereka dalam menyampaikan gagasan ilmiah. Salah satu anggota tim, Ferdian, memberikan pesan yang mengalir dari pengalaman pribadinya.

“Jangan takut untuk mencoba ikut lomba, karena setiap proses yang dijalani akan selalu membawa pengalaman dan pelajaran baru. Tidak harus langsung hebat untuk memulai, tetapi harus berani memulai untuk bisa berkembang,” ungkap Ferdian.

Langkah berani tim ini menjadi bukti bahwa keberanian mencoba dapat membuka peluang yang sebelumnya tidak terpikirkan. Harapannya, perjalanan mereka di SINEC 2025 dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk tidak pernah ragu mengambil kesempatan.

Nisrina Nur Masrefa

The Manufacturing Systems Laboratory (SIMAN), Industrial Engineering Study Program, Faculty of Industrial Technology (FTI), Islamic University of Indonesia (UII), held the 2025 Facility Design Big Project EXPO on Thursday (18/12). This event was the culmination of a series of practical sessions for the Facility Design (PF) course. A total of 63 teams of Industrial Engineering students from FTI UII showcased their best proposals at this event. The participants presented various innovative and applicable factory and MSME layout designs. They integrated facility design theory with real world industrial conditions. These proposals resulted in efficient and optimal solutions to increase productivity.

Academic Innovation

The event featured an exhibition and assessment of student innovations in the form of prototype layouts, which were evaluated directly by SIMAN Laboratory assistants. One of the most interesting works was that of the TD-9 group. This team redesigned the factory layout for the ginger extractor production process to make it more efficient and structured. The layout was changed because the initial layout was deemed suboptimal. This resulted in longer distances, increased time, and higher material handling costs.

This innovation was based on in-depth research and observation of the actual conditions at the factory. The TD-9 team mentioned that limited space, varying component sizes, and the number of work stations were the main challenges in designing an efficient layout.

“We want to improve the production flow of the ginger extractor machine to make it more organized and linear. The main focus is to reduce material transfer distances, reduce material handling costs, and optimize the proximity between work stations,” explained Helda Noor Prameswari, as the team representative.

The proposed layout is capable of creating a neater production flow and significantly reducing material handling costs. Layout evaluation process is also supported by software, making the results more measurable and objective. Helda’s team hopes that this proposed layout can serve as a reference for factories in organizing their production areas in a neater, more efficient, and safer manner. Layout can be implemented gradually according to the conditions of the factory without requiring major changes to existing facilities.

Words from the Organizing Committee

From the committee’s side, Dinda Meilia Rhepon, SIMAN Laboratory assistant and PIC for this activity, expressed her enthusiasm for the participants. Dinda also shared her impressions of preparing for the EXPO. She particularly enjoyed the process of finalizing the details of the expo. There are from selecting vendors, choosing backdrop and gate designs, to coordinating with fellow SIMAN lab assistants.

“Although the SIMAN Laboratory has frequently held the Gamtek EXPO every year, the Facility Design EXPO is something new for the SIMAN Laboratory assistants, so it actually presents its own challenges,” she said.

Dinda expressed her high hopes that this EXPO would have a long-term impact on the participants. She hopes that the participants can apply the knowledge gained during the practicum and EXPO, both during their work practicum and when they enter the workforce. She also hopes that the EXPO can run smoothly next year.

“Hopefully, next year’s EXPO will be even more lively and inspiring for the assistants and participants in the future!” she said.

Visitor Experiences and Messages

The 2025 Facility Design Expo received positive feedback from visitors. One of the visitors was Nilam Atika Sari, a student at the Faculty of Industrial Technology. She expressed her excitement, saying she felt motivated by the enthusiasm and ambition of the EXPO participants, which was evident in the attractive models they had created.

Nilam also emphasized that this EXPO event serves as a learning platform for visualizing and presenting analyses, calculations, and recommendations to others. She also views this event as an opportunity to practice pitching or convincing clients in the future. In closing, she hopes that future EXPO events will be even more lively.

“Hopefully, it will be even more lively, not just from FTI students but even beyond,” she said.

Thus, the 2025 Facility Design EXPO is a testament to the ability of FTI UII Industrial Engineering students to apply layout theory in the real world. Various layout designs demonstrate their ability to analyze, their creativity, and their readiness to present innovative and applicable facility design solutions for development in the industrial sector.

Nisrina Nur Masrefa

Laboratorium Sistem Manufaktur (SIMAN), Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), menggelar EXPO Big Project Perancangan Fasilitas 2025 pada Kamis (18/12). Kegiatan ini merupakan bagian klimaks dari rangkaian praktikum mata kuliah Perancangan Fasilitas (PF). Sebanyak 63 tim mahasiswa Teknik Industri FTI UII memamerkan karya usulan terbaik mereka dalam acara ini. Para peserta menampilkan berbagai rancangan tata letak pabrik dan UMKM yang inovatif dan aplikatif. Mereka mengintegrasikan teori perancangan fasilitas dengan kondisi nyata di dunia industri. Usulan tersebut menghasilkan solusi yang efisien dan optimal untuk meningkatkan produktivitas.

Inovasi Mahasiswa

Acara mencangkup dengan sesi pameran dan penilaian karya inovasi mahasiswa berupa prototype layout. Asisten Laboratorium SIMAN memberikan penilaian secara langsung terhadap setiap karya. Salah satu karya yang menarik merupakan karya dari kelompok TD-9. Tim ini merancang ulang tata letak pabrik untuk proses produksi mesin pengekstrak jahe agar lebih efisien dan terstruktur. Tim tersebut melakukan perancangan ulang karena layout awal belum optimal. Hal ini berdampak pada jarak perpindahan menjadi lebih panjang, adanya peningkatan waktu, dan naiknya biaya material handling.

Inovasi ini berdasarkan analisis penelitian dan pengamatan yang mendalam terhadap kondisi nyata di lapangan pada pabrik tersebut. Tim TD-9 menyebutkan bahwa keterbatasan luas area, variasi ukuran komponen dan jumlah stasiun kerja menjadi tantangan utama dalam merancang layout yang efisien.

“Kami ingin memperbaiki aliran produksi mesin pengekstrak jahe agar lebih teratur dan linier. Fokus utamanya adalah mengurangi jarak perpindahan material, menekan ongkos material handling, serta mengoptimalkan hubungan kedekatan antar stasiun kerja,” jelas Helda Noor Prameswari, sebagai perwakilan tim.

Layout usulan yang dihasilkan mampu menciptakan alur produksi yang lebih rapi dan menurunkan ongkos material handling secara signifikan. Proses evaluasi layout juga didukung penggunaan software sehingga hasilnya lebih terukur dan objektif. Tim berharap usulan layout ini dapat menjadi acuan bagi pabrik dalam menata area produksi secara lebih rapi, efisien dan aman. Penerapan layout dapat dilakukan secara bertahap sesuai kondisi pabrik tanpa memerlukan perubahan besar pada fasilitas yang sudah ada.

Tanggapan dari Panitia Penyelenggara

Dari sisi panitia, Dinda Meilia Rhepon, asisten Laboratorium SIMAN sekaligus PIC kegiatan ini mengungkapkan antusiasme peserta terlihat sangat baik. Dinda juga membagikan kesannya dalam melakukan persiapan EXPO. Terlebih pada proses melengkapi detail-detail EXPO, mulai dari pemilihan vendor, memilih desain backdrop dan gate, hingga berkoordinasi bersama sesama asisten lab SIMAN.

“Walaupun lab SIMAN sudah sering melaksanakan EXPO Gamtek setiap tahunnya, tapi EXPO Perancangan Fasilitas adalah hal yang baru bagi asisten Lab SIMAN, jadi sebenernya punya tantangan sendiri.” Ujarnya.

Dinda menyampaikan harapan besar agar EXPO ini memberikan dampak jangka panjang bagi para praktikan. Dinda berharap para praktikan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama praktikum dan EXPO, baik saat menjalani kerja praktik maupun ketika terjun ke dunia pekerjaan. Ia juga mengharapkan agar expo dapat dijalankan secara lancar pada tahun berikutnya.

“Semoga EXPO tahun selanjutnya lebih meriah dan semangat terus buat asisten ke depannya serta praktikan!” pesannya.

Kesan dan Pesan dari Pengunjung

Expo Perancangan Fasilitas 2025 mendapat apresiasi yang positif dari para pengunjung. Salah satu pengunjung tersebut ialah Nilam Atika Sari mahasiswa Fakultas Teknologi Industri. Ia mengungkapkan kegembiraannya, karena merasa termotivasi melihat antusiasme dan ambisi peserta EXPO terlihat dari maket yang dibuat menarik.

Nilam juga menekankan acara EXPO ini sebagai pembelajaran untuk menjadi wadah belajar memvisualisasikan dan mempresentasikan analisis, perhitungan, serta rekomendasi kepada orang lain. Ia juga menilai acara ini sebagai kesempatan latihan untuk melakukan pitching atau meyakinkan client di masa mendatang. Akhir kata, Ia berharap agar EXPO di masa mendatang dapat lebih meriah.

“Harapannya, semoga lebih ramai lagi, bukan dari mahasiswa FTI saja bahkan sampai keluar” ujarnya.

Dengan demikian, EXPO Perancangan Fasilitas 2025 merupakan pembuktian kemampuan mahasiswa Teknik Industri FTI UII dalam penerapan teori tata letak di dunia nyata. Berbagai rancangan layout menggambarkan kemampuan menganalisis, kreativitas, serta kesiapan menghadirkan solusi perancangan fasilitas yang inovatif dan aplikatif bagi perkembangan di sektor industri.

Nisrina Nur Masrefa

Yogyakarta, 6-12 April 2026 – Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan EXPO FTI 2026 di Pakuwon Mall Yogyakarta sebagai ajang promosi akademik kepada masyarakat luas. Kegiatan ini menghadirkan berbagai program studi, dengan kontribusi aktif dari Teknik Industri dalam memperkenalkan keilmuan dan praktik pembelajarannya. Acara ini melibatkan mahasiswa serta pengunjung dari kalangan pelajar hingga umum. Rangkaian kegiatan berlangsung selama satu minggu dengan konsep interaktif melalui booth dan talkshow. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman menyeluruh mengenai Teknik Industri serta menarik minat calon mahasiswa melalui pendekatan yang aplikatif. 

Kegiatan Booth Teknik Industri di EXPO FTI

Pada area booth EXPO FTI, mahasiswa Teknik Industri berperan aktif dalam menyampaikan informasi kepada pengunjung mengenai keilmuan, fasilitas, serta prospek karier. Pengunjung dapat melihat berbagai media informasi serta berinteraksi langsung dengan mahasiswa untuk memahami penerapan Teknik Industri dalam kehidupan nyata. Interaksi ini membantu pengunjung memahami bahwa Teknik Industri memiliki cakupan luas dan relevan dengan kebutuhan industri modern.

Talkshow Interaktif 

Talkshow Teknik Industri UII dalam rangkaian EXPO FTI 2026

Dalam rangkaian talkshow, Teknik Industri UII menghadirkan perwakilan mahasiswa dari berbagai latar belakang, termasuk asisten laboratorium dan mahasiswa International Program. Mereka memperkenalkan kegiatan akademik, praktikum laboratorium, serta berbagai program yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa.

Selain membagikan pengalaman sebagai mahasiswa, para asisten laboratorium membahas berbagai aspek keilmuan dan fasilitas laboratorium sebagai bentuk pengenalan yang aplikatif dan informatif. Gerren Satrio Hariyudho menjelaskan mengenai Laboratorium DSKE, mulai dari kegiatan praktikum, fasilitas, hingga penerapan ergonomi dalam dunia kerja. Ia juga memaparkan penggunaan alat handgrip dynamometer sebagai salah satu instrumen analisis kemampuan fisik manusia. 

“Melalui pengenalan Laboratorium DSKE dan keilmuan ergonomi, kami ingin menunjukkan bahwa Teknik Industri tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Gerren. 

Ia menambahkan bahwa peran asisten laboratorium menjadi salah satu keunggulan dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa.

Sementara itu, Bimi Wirabumi menjelaskan mengenai peran laboratorium sistem manufaktur dalam menunjang pembelajaran praktis mahasiswa Teknik Industri. Ia menekankan bahwa fasilitas yang tersedia memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam memahami proses produksi dan sistem industri. 

“Tujuan kami hadir dalam EXPO ini adalah untuk memperkenalkan Teknik Industri UII kepada masyarakat luas, khususnya melalui fasilitas laboratorium yang lengkap dan mendukung pembelajaran praktis,” ujar Bimi.

Secara keseluruhan, EXPO FTI 2026 dinilai menjadi media yang efektif dalam memperkenalkan keunggulan akademik sekaligus meningkatkan minat calon mahasiswa terhadap Teknik Industri UII.

 

Kaila Bilbina M.S

Ahmad Arro’uf Sulfuadi, a student of the Industrial Engineering Study Program at Universitas Islam Indonesia. He won 1st Place in the Undergraduate Student Paper Competition Sponsored by SIEMENS at the 7th Asia Pacific Conference on Industrial Engineering and Operations Management (APIEOM 2026). The conference was held on March 25–27, 2026, in Bangkok, Thailand.

APIEOM 2026 is an international conference that brings together students, academics, and industrial engineering practitioners from various countries. Furthermore, this achievement marks a proud milestone for the Industrial Engineering Study Program at UII and highlights its growing presence on the international stage.

Journey to APIEOM 2026

 Before participating in APIEOM 2026, Ahmad and his teammate, Muhamad Salimudin Paripurna, conducted research at a bakpia manufacturing facility. The facility is located in the Kraton area of Yogyakarta. Under the supervision of Dr. Dwi Adi Purnama, the research was developed into a scientific paper.

After going through several stages of writing, revision, and submission, the paper was successfully selected for presentation at APIEOM 2026. Moreover, one of the biggest challenges faced by the team was learning new concepts that had not yet been covered in their coursework while ensuring that the research offered sufficient novelty. In addition, due to budget limitations, Ahmad attended the conference in Bangkok as the team’s representative.

Valuable Experience and International Exposure

Participating in APIEOM 2026 provided Ahmad with valuable opportunities to enhance both his academic capabilities and international network. Through this experience, he met and exchanged ideas with students, researchers, and academics from different countries.

The experience also helped him improve his English communication skills and broaden his understanding of current developments in Industrial Engineering worldwide. Additionally, Ahmad hopes that more students will take advantage of opportunities to develop themselves through competitions and academic activities.

“Keep trying and seize every opportunity. While you are still a student, gain as much experience as possible because every opportunity can become a valuable lesson for the future,” Ahmad said.

It is hoped that Ahmad’s achievement at APIEOM 2026 will inspire other UII Industrial Engineering students to continue striving for excellence, develop their potential, and confidently pursue opportunities at both national and international levels.

Kaila Bilbina M.S

Mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia, Ahmad Arro’uf Sulfuadi, berhasil meraih Juara 1 kategori Undergraduate Student Paper Competition Sponsored by SIEMENS dalam ajang 7th Asia Pacific Conference on Industrial Engineering and Operational Management (APIEOM) 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 25- 27 Maret 2026 di Bangkok, Thailand. Kompetisi ini merupakan bagian dari konferensi internasional yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan praktisi Teknik Industri dari berbagai negara. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Teknik Industri UII di tingkat internasional.

Proses Menuju Kompetisi Internasional  

Sebelum mengikuti kompetisi, Ahmad bersama rekannya, Muhamad Salimudin Paripurna, melakukan penelitian di pabrik bakpia pathok kawasan Kraton Yogyakarta. Penelitian tersebut kemudian dikembangkan menjadi paper ilmiah dengan bimbingan Dr. Dwi Adi Purnama. Setelah melalui proses penyusunan, revisi, dan submisi paper, karya tersebut berhasil lolos hingga tahap presentasi kompetisi. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah mempelajari berbagai materi baru yang belum diperoleh di perkuliahan serta memastikan penelitian memiliki unsur kebaruan (novelty). Selain itu, keterbatasan anggaran membuat Ahmad menjadi perwakilan tim yang hadir secara langsung di Bangkok.

Pengalaman Berharga di APIEOM 2026

APIEOM 2026 memberikan pengalaman berharga bagi Ahmad, baik dalam mengembangkan kemampuan akademik maupun memperluas jaringan internasional. Melalui konferensi tersebut, ia berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan mahasiswa, peneliti, serta akademisi dari berbagai negara. Pengalaman tersebut juga menjadi sarana untuk melatih kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris dan menambah wawasan mengenai perkembangan ilmu Teknik Industri di tingkat global. Ahmad berharap semakin banyak mahasiswa yang berani memanfaatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan diri melalui kompetisi dan kegiatan akademik.

“Semangat untuk terus mencoba dan mengambil kesempatan. Selagi masih menjadi mahasiswa, perbanyak pengalaman karena setiap kesempatan yang datang dapat menjadi pembelajaran yang berharga untuk masa depan,” pesan Ahmad.

Prestasi yang diraih Ahmad diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Teknik Industri UII lainnya untuk terus berprestasi, mengembangkan potensi diri, serta berani mengambil peluang di tingkat nasional maupun internasional. 

Kaila Bilbina M.S

Zahid Anugrah Muzaffar Rana, a student of the Industrial Engineering Department, Faculty of Industrial Technology, Universitas Islam Indonesia , secured 4th place in the 2025 Outstanding Student Selection (PILMAPRES) at Universitas Islam Indonesia. The competition was held from February 2025 until the final round on March 17–18, 2025. More than 20 undergraduate students from various faculties across UII participated in the event. The selection process assessed students based on their outstanding achievements, SDG-based creative ideas, English presentation skills, and verification interviews. Zahid was the only representative from the Faculty of Industrial Technology in the competition. The final results were announced on May 10, 2025, and his achievement brought pride to the Faculty of Industrial Technology at UII.

UII Industrial Engineering Student Demonstrates Excellence in PILMAPRES

According to Zahid, the selection process provided him with many valuable experiences. Throughout the competition, he had to prepare various documents and complete several assessment stages simultaneously. He compiled a portfolio of achievements, developed an SDG-based creative idea, and practiced for presentations and interviews. He also received extensive guidance from his academic supervisors. Their support helped him face each stage of the selection process with greater confidence.

A Student’s Journey to PILMAPRES

Through this achievement, Zahid hopes that other students will be encouraged to seize opportunities for growth and embrace new challenges.

“Be brave enough to try anything and never delay opportunities to compete while learning new things,” Zahid said.

This achievement is expected to inspire other Industrial Engineering Student UII representatives to continuously improve their competencies, develop creative ideas, and participate in academic and non-academic competitions at both national and international levels. In addition to bringing pride to the Industrial Engineering Department, this accomplishment reflects UII students’ commitment to developing their potential and making positive contributions to society.

Kaila Bilbina M.S

Mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia Zahid Anugrah Muzaffar Rana berhasil meraih peringkat 4 dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Universitas Islam Indonesia Tahun 2025. Kompetisi yang diselenggarakan sejak Februari 2025 hingga babak final pada 17-18 Maret 2025 ini diikuti lebih dari 20 mahasiswa program sarjana dari berbagai fakultas di Universitas Islam Indonesia. Ajang tersebut berfokus pada seleksi mahasiswa berprestasi melalui penilaian capaian unggulan, gagasan kreatif berbasis SDGs, presentasi bahasa Inggris, serta wawancara verifikasi. Zahid menjadi satu-satunya perwakilan dari Fakultas Teknologi Industri dalam kompetisi tersebut. Hasil akhir diumumkan pada 10 Mei 2025 dengan Zahid berhasil menorehkan prestasi membanggakan bagi FTI UII.

Mahasiswa Teknik Industri UII Tunjukkan Prestasi di PILMAPRES 

Menurut Zahid, proses seleksi memberinya banyak pengalaman berharga. Selama kompetisi, ia harus mempersiapkan berbagai dokumen dan tahapan penilaian secara bersamaan. Ia menyusun formulir capaian unggulan, mengembangkan gagasan kreatif berbasis SDGs, serta berlatih presentasi dan wawancara.

Ia juga memperoleh banyak arahan dari dosen pembimbing. Dukungan tersebut membantunya menghadapi setiap tahapan seleksi dengan lebih percaya diri.

Perjalanan Mahasiswa Menuju PILMAPRES

Melalui pencapaian ini, Zahid berharap mahasiswa lainnya berani mengambil kesempatan untuk berkembang dan mencoba berbagai tantangan baru.

“Berani mencoba apa pun itu dan jangan pernah menunda kesempatan yang ada untuk bertanding bersamaan dengan belajar hal baru,” pesan Zahid.

Prestasi yang diraih oleh mahasiswa Teknik Industri UII ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, mengembangkan ide kreatif, serta berkontribusi dalam berbagai ajang prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Selain membawa kebanggaan bagi Program Studi Teknik Industri, capaian ini juga menunjukkan komitmen mahasiswa UII dalam mengembangkan potensi diri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. 

Kaila Bilbina M.S