Menjadi mahasiswa berprestasi bukanlah sesuatu yang dapat dicapai dalam waktu singkat. Berbagai pengalaman, capaian, dan proses yang dibangun sejak awal masa perkuliahan menjadi bekal penting untuk mengikuti PILMAPRES UII 2026. Hal tersebut menjadi bagian dari perjalanan Ahmad Arro’uf Sulfuadi, mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) yang berhasil meraih Juara 3 PILMAPRES UII 2026.

Diselenggarakan pada Maret 2026, PILMAPRES UII merupakan bagian dari seleksi universitas untuk mengikuti kompetisi mahasiswa berprestasi yang diselenggarakan oleh Direktorat Belmawa Kemdiktisaintek. Dalam prosesnya, mahasiswa dinilai melalui beberapa aspek, yaitu 10 Capaian Unggulan, Gagasan Kreatif, dan kemampuan Bahasa Inggris.

Membangun Capaian Sejak Awal Perkuliahan

Bagi Ahmad, persiapan PILMAPRES tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Berbagai capaian yang dikumpulkan untuk mengikuti ajang tersebut telah dibangun sejak dirinya menjadi mahasiswa baru di UII.

Dari berbagai pengalaman yang dimiliki, Ahmad kemudian memilih 10 capaian terbaik dengan kategori yang beragam, mulai dari kejuaraan, publikasi, rekognisi, hingga pengalaman dalam organisasi dan karier.

Sementara itu, persiapan Gagasan Kreatif (GK) mulai dilakukan sejak awal Januari 2026. Gagasan tersebut disusun melalui refleksi terhadap perjalanan Ahmad sebagai mahasiswa sejak 2023.

“Persiapan PILMAPRES tidak bisa dilakukan dalam semalam. Proses mengumpulkan Capaian Unggulan sudah saya lakukan sejak menjadi mahasiswa baru di UII.”

Seleksi PILMAPRES diawali dari tingkat fakultas. Setelah melalui proses tersebut, tiga besar fakultas kemudian bersaing pada tingkat universitas untuk memperebutkan posisi tiga besar.

Menghadapi Tantangan dengan Waktu Terbatas

Salah satu tantangan yang dihadapi Ahmad adalah proses administrasi yang harus diselesaikan dalam waktu tiga hari. Setelah menunggu lebih dari dua bulan untuk mengetahui hasil seleksi fakultas, Ahmad kemudian melakukan komunikasi langsung dengan Wakil Dekan KKA FTI, Dr. Arif Hidayat, S.T., M.T.

Dari proses tersebut, Ahmad mendapatkan amanah untuk menjadi wakil FTI dalam ajang PILMAPRES tingkat universitas. Dengan tenggat waktu yang singkat, berbagai kebutuhan seleksi harus segera dipersiapkan.

Dengan waktu persiapan yang terbatas, Ahmad harus segera menjadwalkan tes CEPT CILACS tanpa persiapan khusus sekaligus menyelesaikan tantangan video berbahasa Inggris berdurasi lima menit.

Dalam proses persiapannya, Ahmad juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Dr. Arif Hidayat, S.T., M.T. membantunya mendapatkan HKI sebagai tambahan Capaian Unggulan, sedangkan Dr. Dwi Adi Purnama, S.T. selaku dosen pendamping Gagasan Kreatif memberikan masukan agar gagasan yang disusun menjadi lebih komprehensif dan realistis untuk diimplementasikan.

Dukungan juga datang dari teman-teman yang turut membantu Ahmad mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk mengikuti ajang tersebut.

Perjalanan dan Refleksi di PILMAPRES UII 2026

Daftar PILMAPRES UII 2026

Berbagai proses tersebut akhirnya membawa Ahmad meraih Juara 3 PILMAPRES UII 2026. Namun, pencapaian tersebut tidak hanya dimaknai sebagai sebuah penghargaan.

Bagi Ahmad, mengikuti PILMAPRES menjadi kesempatan untuk mengevaluasi diri sekaligus merefleksikan kembali berbagai pengalaman yang telah dilalui selama menjadi mahasiswa. Predikat sebagai mahasiswa berprestasi juga menjadi tanggung jawab moral untuk terus menunjukkan sikap yang baik tanpa kehilangan jati diri.

“Saya memaknainya sebagai bahan evaluasi untuk merefleksikan kembali perjalanan yang telah saya lalui. Selain itu, pencapaian ini juga menjadi tanggung jawab moral bagi saya untuk bersikap sebagai seorang mahasiswa berprestasi tanpa kehilangan jati diri.”

Ke depan, Ahmad berharap semakin banyak mahasiswa dari bidang Sains dan Teknologi (SAINTEK), khususnya FTI, yang berani mengikuti PILMAPRES. Menurutnya, mahasiswa berprestasi tidak harus selalu berasal dari bidang Sosial Humaniora (SOSHUM).

“Mahasiswa berprestasi tidak harus selalu berasal dari bidang Sosial Humaniora. Saya yakin FTI sebagai bagian dari SAINTEK memiliki potensi besar untuk berprestasi di ajang PILMAPRES.”

Menjelang PILMAPRES UII 2027, Ahmad juga mengajak mahasiswa FTI yang tertarik mengikuti ajang tersebut untuk tidak ragu berdiskusi dan mempersiapkan diri sejak dini.

Perjalanan di PILMAPRES UII 2026 menunjukkan bahwa prestasi tidak dibangun dalam semalam. Berbagai capaian, pengalaman, gagasan, dan proses pengembangan diri yang dibangun selama masa perkuliahan menjadi bekal penting untuk berani mengambil kesempatan dan menghadapi tantangan di tingkat universitas.

 

Kaila Bilbina M.S

When you hear the word ergonomics, you might think about comfortable sitting positions, proper desk height, or how to lift objects to avoid injury. However, ergonomics encompasses much more than that. The DSKE Lab is a learning space that examines how humans interact with their work, tools, technology, and environment to ensure that systems operate more safely, comfortably, effectively, and efficiently.

The DSKE Lab, or Work System Design and Ergonomics Laboratory, is located in the Industrial Engineering, Faculty of Industrial Technology, Islamic University of Indonesia (UII). This laboratory serves as a learning and research space where students can understand the relationship between humans and work systems while developing solutions oriented toward human needs.

Learning at the UII DSKE Lab: From Understanding the Human Body to Designing Work Systems

Anatomi dan Fisiologi

Before designing a work system, students must first understand who will use the system humans. Therefore, learning begins with an understanding of the human body, its capabilities, and its limitations.

Through Anatomy and Physiology, students learn about various systems in the human body, including the cardiovascular, respiratory, musculoskeletal, and nervous systems, as well as physiology and metabolism. Learning also covers the five senses, how humans receive and process information, and the concept of human error. This understanding forms the basis for examining how physical conditions and human capabilities can influence work activities.

After understanding human characteristics, students then study ergonomics. At this stage, learning begins to focus on the relationship between humans, their work, and their environment. Topics include anthropometry, human physiology, physical and mental workload, the physical work environment, prevention of musculoskeletal disorders, and cognitive ergonomics. Students also study displays and controls, reaction speed, manual material handling, and an introduction to macro ergonomics.

This understanding is then applied to the Measurement and Design of Work Systems. Students learn how work systems can be analyzed and designed based on data. The material includes work measurement methods such as time study and work sampling, motion economy, work maps, indirect labor measurement, tool design, physical work environment design, and usability.

At this stage, students do not stop at the analysis process. They also learn to implement and evaluate work system designs. One way to apply this knowledge is through a major assignment, which can then be developed and presented at events such as an expo.

Meanwhile, the Occupational Safety and Health (OHS) aspect complements students’ understanding of how work systems can operate safely. Students learn basic OHS concepts, potential hazards, risks, causes of workplace accidents, and various hazard identification and analysis methods, such as JSA (Job Safety Analysis), HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control), HAZOP (Hazard and Operability Study), FTA (Fault Tree Analysis), and FMEA (Failure Mode and Effects Analysis). Learning also covers risk assessment, hazard control, OHS management systems, accident investigation, and the importance of communication and safety culture.

Thus, learning in the DSKE field is not limited to a single aspect. Students learn to understand people, analyze jobs, design systems, and ensure the safety of those systems for their users.

Learning Through Practicals, Simulations, and Technology

Driving Simulator

One of the things that makes learning in the laboratory engaging is the opportunity to connect theory with hands-on experience. The DSKE Lab has various facilities to support student learning, practical work, and research activities.

In addition to classrooms and assistant rooms, there is a tool room that can be used for studying and developing various academic activities. The DSKE Lab also has a Driving Simulator that can be used to simulate driving activities.

There is also a climate room that allows students to study the physical work environment in a controlled setting. Various conditions, such as lighting, temperature, noise, and vibration, can be incorporated into learning activities and experiments. This facility allows students to more clearly understand how environmental conditions affect humans during activities.

Alat Lab DSKE

Technology is also an important part of learning and research activities. The DSKE Lab has various devices, including an eye tracker, Galvanic Skin Response (GSR), Muse Headband EEG, 5-in-1 environmental meter, spirometer, and Oculus virtual reality equipment.

These tools help students collect data from various aspects of human behavior and environmental conditions. For example, an eye tracker can be used to study visual attention, while devices such as GSR and EEG can support research related to physiological responses and human activities.

The use of these technologies demonstrates that ergonomics is not limited to direct observation. Technological advancements allow for increasingly diverse approaches to measuring and researching human behavior and responses.

From the Laboratory to Solving Real-Life Problems

DSKE Lab

The knowledge learned in the DSKE Lab is closely related to everyday life, from uncomfortable chairs and fatigue caused by repetitive work to difficulties understanding applications and noisy, hot, or poorly lit work environments. Through an ergonomics perspective, students learn to identify problems, understand their causes, take measurements, and design solutions that meet human needs.

This is crucial for Industrial Engineering students because a good system must not only be effective and efficient but also consider human capabilities, limitations, safety, and comfort. This becomes especially relevant in the era of Society 5.0, when technology is increasingly integrated into everyday life and needs to be designed to work in harmony with humans.

This experience was also felt directly by one of the DSKE Lab alumni, Devoni, who is now working as a QHSE professional at PT Samudera Indonesia Tbk.

“As an alumnus now working as a QHSE, I’ve experienced firsthand how my experience at the DSKE Lab has significantly contributed to my career. The learning and experience I gained as a laboratory assistant are closely tied to my current position, as the disciplines fall within the same field.”

Through learning and research, the DSKE Lab provides a space for students to understand that humans are a vital part of every system. Ultimately, the goal of ergonomics is to create systems that are not only effective and efficient but also safe, healthy, comfortable, and optimized for humans.

 

Kaila Bilbina M.S

Ketika mendengar kata ergonomi, mungkin yang terlintas adalah posisi duduk yang nyaman, meja dengan ketinggian yang sesuai, atau cara mengangkat barang agar tidak menyebabkan cedera. Padahal, ergonomi memiliki cakupan yang jauh lebih luas. Lab DSKE menjadi salah satu ruang pembelajaran yang mempelajari bagaimana manusia berinteraksi dengan pekerjaan, alat, teknologi, dan lingkungan di sekitarnya agar sebuah sistem dapat berjalan dengan lebih aman, nyaman, efektif, dan efisien.

Lab DSKE, atau Laboratorium Desain Sistem Kerja dan Ergonomi, berada di lingkungan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII). Laboratorium ini menjadi ruang pembelajaran dan penelitian bagi mahasiswa untuk memahami hubungan antara manusia dan sistem kerja sekaligus mengembangkan solusi yang berorientasi pada kebutuhan manusia.

Pembelajaran di Lab DSKE UII: Dari Memahami Tubuh Manusia hingga Merancang Sistem Kerja

Sebelum merancang sebuah sistem kerja, mahasiswa perlu memahami terlebih dahulu siapa yang akan menggunakan sistem tersebut, yaitu manusia. Karena itu, pembelajaran dimulai dari pemahaman mengenai tubuh, kemampuan, dan keterbatasan manusia.

Melalui Biologi, mahasiswa mempelajari berbagai sistem dalam tubuh manusia, mulai dari sistem kardiovaskular, respirasi, muskuloskeletal, dan saraf hingga fisiologi serta sistem metabolisme. Pembelajaran juga mencakup pancaindra, bagaimana manusia menerima dan memproses informasi, serta konsep human error. Pemahaman ini menjadi dasar untuk melihat bagaimana kondisi tubuh dan kemampuan manusia dapat memengaruhi aktivitas kerja.

Setelah memahami karakteristik manusia, mahasiswa kemudian mempelajari Ergonomika. Pada tahap ini, pembelajaran mulai diarahkan pada hubungan antara manusia dengan pekerjaan dan lingkungan. Topiknya mencakup antropometri, fisiologi manusia, beban kerja fisik dan mental, lingkungan kerja fisik, pencegahan gangguan otot rangka, hingga ergonomika kognitif. Mahasiswa juga mempelajari display and controls, kecepatan reaksi, manual material handling, serta pengantar ergonomika makro.

Pemahaman tersebut kemudian diterapkan dalam Pengukuran dan Perancangan Sistem Kerja. Mahasiswa belajar bagaimana suatu sistem kerja dapat dianalisis dan dirancang berdasarkan data. Materinya meliputi pengukuran waktu kerja seperti time study dan work sampling, studi ekonomi gerakan, peta kerja, pengukuran kerja tidak langsung, tools design, perancangan lingkungan kerja fisik, hingga usabilitas.

Pada tahap ini, mahasiswa tidak hanya berhenti pada proses analisis. Mereka juga belajar mengimplementasikan dan mengevaluasi rancangan sistem kerja. Salah satu bentuk penerapannya dapat dilakukan melalui tugas besar yang kemudian dikembangkan dan dipresentasikan dalam kegiatan seperti expo.

Sementara itu, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melengkapi pemahaman mahasiswa mengenai bagaimana sistem kerja dapat berjalan dengan aman. Mahasiswa mempelajari konsep dasar K3, potensi bahaya, risiko, penyebab kecelakaan kerja, hingga berbagai metode identifikasi dan analisis bahaya seperti JSA, HIRARC, HAZOP, FTA, dan FMEA. Pembelajaran juga mencakup penilaian risiko, pengendalian bahaya, sistem manajemen K3, investigasi kecelakaan, serta pentingnya komunikasi dan budaya keselamatan.

Dengan demikian, pembelajaran di bidang DSKE tidak berdiri pada satu aspek saja. Mahasiswa belajar memahami manusia, menganalisis pekerjaan, merancang sistem, sekaligus memastikan sistem tersebut aman bagi penggunanya.

Belajar melalui Praktikum, Simulasi, dan Teknologi

Salah satu hal yang membuat pembelajaran di laboratorium menjadi menarik adalah kesempatan untuk menghubungkan teori dengan pengalaman secara langsung. Lab DSKE memiliki berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan pembelajaran, praktikum, maupun penelitian mahasiswa.

Selain ruang kelas dan ruang asisten, tersedia ruang alat yang dapat digunakan untuk mempelajari dan mengembangkan berbagai kegiatan akademik. Lab DSKE juga memiliki Driving Simulator yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi aktivitas berkendara.

Ada pula ruang iklim yang memungkinkan mahasiswa mempelajari kondisi lingkungan kerja fisik dalam situasi yang dapat dikendalikan. Berbagai kondisi seperti pencahayaan, suhu, kebisingan, dan getaran dapat menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran maupun eksperimen. Dengan adanya fasilitas tersebut, mahasiswa dapat melihat secara lebih nyata bagaimana lingkungan dapat memengaruhi manusia ketika melakukan suatu aktivitas.

Alat Lab DSKE

Teknologi juga menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran dan penelitian. Lab DSKE memiliki berbagai perangkat seperti eye tracker, Galvanic Skin Response (GSR), Muse Headband EEG, 5 in 1 environmental meter, spirometer, dan virtual reality Oculus.

Peralatan tersebut dapat membantu mahasiswa mengumpulkan data dari berbagai aspek manusia dan lingkungan. Misalnya, eye tracker dapat digunakan untuk mempelajari perhatian visual, sedangkan perangkat seperti GSR dan EEG dapat mendukung penelitian yang berkaitan dengan respons fisiologis maupun aktivitas manusia.

Pemanfaatan teknologi tersebut menunjukkan bahwa ergonomi tidak hanya berbicara tentang pengamatan secara langsung. Perkembangan teknologi memungkinkan proses pengukuran dan penelitian mengenai manusia dilakukan dengan pendekatan yang semakin beragam.

Dari Laboratorium untuk Menjawab Permasalahan Nyata

DSKE Lab

Ilmu yang dipelajari di Lab DSKE sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari ketidaknyamanan menggunakan kursi, kelelahan akibat pekerjaan berulang, kesulitan memahami aplikasi, hingga kondisi lingkungan kerja yang bising, panas, atau kurang terang. Melalui perspektif ergonomi, mahasiswa belajar mengidentifikasi masalah, memahami penyebabnya, melakukan pengukuran, dan merancang solusi yang sesuai dengan kebutuhan manusia.

Hal ini penting bagi mahasiswa Teknik Industri karena sistem yang baik tidak hanya harus efektif dan efisien, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan, keterbatasan, keamanan, dan kenyamanan manusia. Terlebih di era Society 5.0, teknologi semakin banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga perlu dirancang agar dapat bekerja selaras dengan manusia.

Pengalaman tersebut juga dirasakan langsung oleh salah satu alumni Lab DSKE, Devoni, yang kini berkarier sebagai QHSE di PT Samudera Indonesia Tbk.

“Sebagai alumni yang kini bekerja sebagai QHSE, saya merasakan langsung bagaimana pengalaman di Lab DSKE memberi kontribusi besar bagi karier saya. Pembelajaran dan pengalaman menjadi asisten laboratorium sangat berikatan erat dengan posisi saya saat ini, karena keilmuannya berada di dalam satu rumpun yang sama.”

Melalui pembelajaran dan penelitian, Lab DSKE menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa manusia merupakan bagian penting dalam setiap sistem. Pada akhirnya, tujuan ergonomi adalah menciptakan sistem yang tidak hanya efektif dan efisien, tetapi juga aman, sehat, nyaman, dan optimal bagi manusia.

 

Kaila Bilbina M.S

Kesempatan untuk mendapatkan pengalaman akademik internasional menjadi salah satu langkah yang dapat membuka peluang baru bagi mahasiswa. Hal tersebut dimanfaatkan oleh sejumlah mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) angkatan 2024, di antaranya Natasya Dyah Anggraini, Na’ila Nashif Al Hazami, Hafidz Abdurrahman, Iqra Azzahra Ibrahim, Fauzan Zain, dan Hana Alyadhia Loso, yang berhasil lolos dalam program double degree TI 2026.

Program ini menjadi kesempatan baru bagi mahasiswa angkatan 2024 karena merupakan program double degree yang pertama kali dibuka untuk angkatan tersebut. Sebagai salah satu peserta, Natasya akan menempuh pembelajaran di bidang Robotics Engineering di NXU. Meskipun berbeda bidang secara spesifik dari jurusan asalnya, Teknik Industri dan Robotics Engineering memiliki keterkaitan erat dalam dunia industri, khususnya pada pengembangan teknologi dan proses manufaktur. Pembelajaran di NXU sendiri akan lebih berfokus pada aspek hard manufacturing.

Berawal dari Informasi Pembukaan Program

Program Double Degree

Natasya mengetahui program double degree TI x NXU melalui grup resmi angkatan 2024 yang dipandu oleh dosen. Kesempatan tersebut langsung menarik perhatiannya karena dinilai dapat memperluas peluang pengembangan karier di masa depan.

Informasi mengenai program tersebut diperoleh Natasya sekitar November 2024, saat dirinya masih berada di semester satu. Untuk dapat lolos seleksi, ia dan rekan-rekannya harus melewati proses penyeleksian yang mempertimbangkan kemampuan bahasa Inggris serta capaian akademik.

Proses tersebut tentu memiliki tantangan tersendiri. Salah satu hal yang sempat menjadi kekhawatiran Natasya adalah kemampuan bahasa Inggris, terutama pada aspek speaking. Ia mengaku lebih percaya diri dalam writing karena memiliki ketertarikan pada kegiatan menulis, tetapi masih jarang melatih kemampuan berbicara. Selain itu, waktu persiapan yang tergolong singkat membuat keputusan untuk mendaftar terasa cukup menantang.

“Saya cukup percaya diri di bagian writing karena kebetulan suka menulis. Hanya saja, saya jarang melatih kemampuan speaking. Selain itu, dengan timeline yang sangat singkat, keputusan untuk ikut ini terasa cukup nekat bagi saya,” ungkap Natasya.

Meski demikian, kekhawatiran tersebut tidak menghalangi langkahnya. Setelah dinyatakan lolos bersama empat rekannya dalam program Double Degree TI 2026, berbagai persiapan mulai dimaksimalkan mulai dari meningkatkan kemampuan bahasa Inggris melalui aplikasi interaktif, mengikuti kelas bahasa Mandarin, hingga mempersiapkan berkas administrasi.

Mengembangkan Ketertarikan pada Automation dan Electrical

Bagi Natasya, mengikuti program double degree UII bukan sekadar tentang pengalaman belajar di luar negeri. Program ini menjadi wadah untuk mendalami bidang yang semakin menarik minatnya, yaitu automation dan electrical.

Pembelajaran Robotics Engineering di NXU diharapkan memberikan pemahaman manufaktur yang lebih mendalam. Di samping target akademik, Natasya juga fokus mempersiapkan kemampuan bahasa Mandarin untuk mempermudah proses adaptasinya di lingkungan baru. Perbedaan kultur belajar antara Indonesia dan China menjadi salah satu dinamika yang paling ia nantikan.

Di sisi lain, tantangan emosional tetap ada. Natasya mengaku belum pernah merantau dalam jarak yang jauh, sehingga proses adaptasi budaya serta penguasaan bahasa Mandarin menjadi fokus persiapan utamanya sebelum berangkat.

Membangun Perspektif Global untuk Masa Depan

Melalui program double degree TI x NXU ini, Natasya berharap dapat membangun perspektif global yang lebih kuat, baik secara akademik maupun profesional. Pengalaman ini juga diharapkan membuka jejaring internasional dan peluang baru di masa depan. Baginya, pengalaman belajar di lingkungan internasional bukan hanya tentang mengikuti pendidikan di negara lain, tetapi juga tentang belajar beradaptasi, mengembangkan kemampuan, dan mengenal perspektif yang berbeda.

Kepada mahasiswa angkatan 2025 yang tertarik mengikuti program serupa, Natasya berpesan agar mulai mempersiapkan diri sejak dini, terutama dalam kemampuan bahasa Inggris dan capaian akademik.

“Kalau teman-teman tertarik untuk ikut, latih terus kemampuan bahasa Inggrisnya dan pastikan untuk selalu mempertahankan IPK,” ungkapnya.

Keikutsertaan Natasya beserta teman-temannya dalam program ini menjadi bukti komitmen mahasiswa UII dalam bersaing di kancah global. Pengalaman lintas disiplin di bidang Robotics Engineering, kesempatan mengenal kultur akademik China, serta proses membangun kemampuan bahasa dan network internasional menjadi bagian dari perjalanan yang diharapkan dapat mendukung langkah mereka di masa depan.

Mahasiswa Double Degree Teknik Industri 2026

ParticipantStudent ID
Hana Alyadhia Loso24522058
Fauzan Zain24522070
Iqra Azzahra Ibrahim24522165
Hafizd Abdurrahman24522190
Natasya Dyah Anggraini24522227
Nai'la Nashif Al Hazami24522228

Kaila Bilbina M.S

Bagi sebagian mahasiswa, organisasi kemahasiswaan mungkin identik dengan kegiatan di lingkungan kampus. Namun, melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), mahasiswa memiliki kesempatan untuk terjun langsung ke masyarakat dan ikut berkontribusi dalam mengembangkan potensi yang ada di desa.

PPK Ormawa merupakan program yang bertujuan meningkatkan kapasitas mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui program pemberdayaan desa. Salah satu program yang dijalankan tahun ini adalah Program Desa Cerdas di Desa Ngawis, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul

Mengembangkan Potensi Kakao Desa Ngawis

Desa Ngawis dipilih karena memiliki potensi kakao yang cukup besar. Melalui program ini, tim berupaya mengolah kakao menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan nilai ekonomi. Harapannya, pengembangan tersebut dapat membuka peluang baru sekaligus membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Melalui konsep Desa Cerdas, masyarakat didorong untuk mengembangkan potensi tersebut menjadi berbagai produk yang dapat terus dikembangkan setelah program selesai.

Sasaran utama program meliputi kepala desa dan kepala dusun, kelompok tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta karang taruna. Kelompok-kelompok tersebut diharapkan dapat menjadi pihak yang melanjutkan dan mengembangkan program secara berkelanjutan.

Belajar dari Teori hingga Praktik

Pelaksanaan diawali dengan survei dan identifikasi potensi serta kebutuhan masyarakat. Setelah itu, tim memberikan edukasi melalui empat pojok literasi, yaitu Pojok Literasi Hilir, Digital, Sirkular, dan Entrepreneur Family. Masyarakat tidak hanya menerima teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pengolahan dan pengembangan produk.

Hasilnya, masyarakat mulai mampu mengolah kakao menjadi cokelat pasta dan cokelat bubuk, serta memanfaatkan kulit kakao menjadi teh kulit kakao. Limbah juga dimanfaatkan melalui pembuatan mineral block untuk mendukung kebutuhan protein ternak. Dari sisi digital, masyarakat mulai mampu membuat dan mengelola akun Shopee dan TikTok untuk memasarkan produk, sehingga pengembangan kakao tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pemanfaatan limbah dan pemasaran.

Pengalaman Terjun ke Masyarakat

Dalam pelaksanaannya, program ini tidak hanya menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menjalankan kegiatan, tetapi juga untuk belajar dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Masyarakat Desa Ngawis yang ramah, terbuka, dan menyambut program dengan hangat turut memberikan pengalaman berharga bagi tim selama berada di lapangan.

Seperti yang disampaikan salah satu mahasiswa Teknik Industri UII Muhammad Imam Baihaqi, selaku ketua tim PPK Ormawa Ngawis,

“keberhasilan sebuah program bukan hanya tentang bagaimana kita menjalankannya, tetapi juga bagaimana kita membangun komunikasi, memahami kebutuhan masyarakat, dan bekerja bersama mereka.” 

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa komunikasi dan pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan program pemberdayaan.

Dampak Program bagi Masyarakat 

Masyarakat Desa Ngawis mulai mampu mengolah kakao menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti cokelat pasta, cokelat bubuk, dan teh kulit kakao. Selain itu, pemanfaatan limbah melalui mineral block serta pengelolaan pemasaran melalui Shopee dan TikTok menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat dan potensi ekonomi dari program yang dijalankan.

Ke depannya, program ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas serta berkelanjutan bagi masyarakat. PPK Ormawa juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat dan menerapkan ilmu yang diperoleh. Seperti pesan Haqi,

 “jangan ragu untuk mencoba dan ikut terlibat,” 

karena melalui program ini mahasiswa dapat membangun pengalaman sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi desa.

Albin M Wiryawan

Expo Big Project 2026

Yogyakarta, 13-17 Juli 2026 — Laboratorium Desain Sistem Kerja dan Ergonomi (DSKE), Program Studi Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia (UII), sukses menyelenggarakan rangkaian Big Project PPSK 2026. Kegiatan ini menjadi puncak pembelajaran mata kuliah PPSK yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempresentasikan dan mengembangkan hasil proyek yang telah dikerjakan selama satu semester.

Mengusung tema “Ergonomic Innovation for Human Technology System in the Era of Society 5.0”, rangkaian Big Project PPSK 2026 terdiri atas Presentasi , Expo, hingga Final Presentation. Selain menjadi bagian dari proses penilaian, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa Teknik Industri UII untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreativitas, serta pemecahan masalah melalui penerapan prinsip ergonomi dan teknologi.

Presentasi Big Project Menjadi Tahap Penilaian Awal

Presentasi BIg Project 2026

Rangkaian Big Project PPSK 2026 diawali dengan presentasi yang melibatkan 38 tim dari seluruh kelas yang dilaksanakan pada 13-15 Juli 2026. Pada tahap ini, setiap tim mempresentasikan hasil proyek yang telah dikembangkan selama satu semester di hadapan dosen juri.

Mahasiswa memaparkan berbagai aspek proyek, mulai dari latar belakang permasalahan, proses perancangan, metode yang digunakan, hingga solusi yang dihasilkan. Setiap proyek juga diarahkan untuk menjawab permasalahan yang berkaitan dengan ergonomi dan sistem manusia-teknologi sesuai dengan tema Big Project PPSK 2026.

Sesi presentasi kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan, masukan, dan evaluasi dari dosen. Tahap ini menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus penilaian awal sebelum mahasiswa melanjutkan ke tahap expo dan final presentation.

Big Project Expo Tampilkan Inovasi Mahasiswa di Hall FTI UII

Produk Expo

Memasuki hari keempat, pada 16 Juli 2026, seluruh tim mengikuti Expo Big Project yang diselenggarakan di Hall Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII. Pada kegiatan ini, mahasiswa menampilkan berbagai hasil inovasi dalam bentuk produk, prototipe, maupun media pendukung yang telah dikembangkan selama proses pembelajaran.

Selama expo berlangsung, pengunjung dapat mengunjungi berbagai stan dan berdiskusi secara langsung dengan peserta mengenai konsep, manfaat, serta implementasi dari inovasi yang dipamerkan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk memperkenalkan hasil proyek, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dalam menjelaskan dan mempertahankan ide yang telah mereka kembangkan.

Selain sebagai wadah berbagi ide dan pengalaman, Expo Big Project juga menjadi bagian dari proses penilaian. Dosen melakukan evaluasi terhadap proyek berdasarkan berbagai aspek, seperti inovasi, penerapan prinsip ergonomi, kualitas penyajian, serta relevansi solusi yang ditawarkan terhadap kebutuhan di era Society 5.0.

Final Presentation dan Pengumuman Pemenang Tutup Big Project PPSK 2026

Final Presentation PPSK 2026

Rangkaian Big Project PPSK 2026 ditutup melalui Final Presentation yang diselenggarakan pada 17 Juli 2026 di Auditorium FTI UII. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen, asisten laboratorium, serta seluruh praktikan mata kuliah PPSK sebagai bentuk apresiasi terhadap proses dan hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan selama satu semester.

Pada tahap final presentation, tujuh tim terbaik atau Top 7 Finalists mempresentasikan proyek unggulan mereka di hadapan dosen juri. Setiap tim menyampaikan inovasi yang dikembangkan, mulai dari permasalahan yang diangkat, proses perancangan, hingga manfaat dan potensi implementasi solusi yang ditawarkan. Presentasi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sebagai bagian dari penilaian akhir.

Setelah seluruh finalis menyelesaikan presentasi, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan kepada tim terbaik. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas, inovasi, dan dedikasi mahasiswa dalam menghasilkan solusi yang mengintegrasikan prinsip ergonomi dan teknologi untuk menjawab tantangan di era Society 5.0.

Fathan, perwakilan tim peraih Grand Champion Big Project PPSK 2026, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini memberikan pengalaman pembelajaran yang berharga, khususnya dalam proses berinovasi dan merancang solusi berbasis ergonomika.

“Alhamdulillah, Big Project PPSK 2026 menjadi salah satu fase pembelajaran yang berharga bagi saya untuk berinovasi dan merancang solusi terhadap permasalahan ergonomika dalam kehidupan sehari-hari. Proses ini tentunya tidak terlepas dari bimbingan para asisten khususnya asisten E-183 dan E-186 yang selalu mendukung timkami untuk terus berkarya dan berinovasi. Semoga Big Project PPSK 2027 dapat menghadirkan ide dan inovasi yang semakin keren, serta menjadi pengalaman yang berkesan bagi teman-teman yang akan menjalaninya.”

Rangkaian Big Project PPSK 2026 menjadi gambaran bagaimana proses pembelajaran dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide menjadi sebuah inovasi yang mampu menjawab permasalahan nyata. Melalui presentasi, expo, dan final presentation, mahasiswa tidak hanya ditantang untuk menghasilkan solusi, tetapi juga belajar menyampaikan, mempertahankan, dan mengembangkan ide secara kolaboratif.

Dengan berakhirnya Big Project PPSK 2026, diharapkan pengalaman dan inovasi yang telah dihasilkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaksanaan Big Project PPSK 2027 serta mendorong mahasiswa untuk terus menghadirkan solusi ergonomi yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi.

#HumanizeYourself

ACHIEVEMENTKODE KELOMPOKNAMANIMNAMA PRODUK
Grand ChampionD1Fathan Rasikh Abudh24522060Smarthelm 2.0
Hana Alyadhia Loso24522058
Muhammad Ababil Al Murtadlo24522080
Natasya Dyah Anggraini24522227
1st Runner UpA1Willdan Adinata24522014Smart Medicine Box
Aqila Marzaqah Putri Sidharta24522025
Rizqy Noor Hakim24522062
Nasywa Salsabila24522063
Marcella Aulia P.24522221
2nd Runner UpB2Rajab Bullah Anggara Nasution24522254Archipop
Atsaal Zacky Zainurrahman24522128
Naufal Hanif Caesarian24522152
Adhana Khanahara Susanto24522194
Iqra Azzahra Ibrahim24522165
3rd Runner UpIP1Kynan Khairan Ramadhan24522254Devisia
Ednaya Avarielle S.24522128
Septiana Ayu A.24522152
4th Runner UpD6Acmad Chavid Nurdien24522057Smart Gas Cabinet
Akhtar Faiz Gibran24522033
Praba Aryasuta Nugraha24522017
Prabawa Satriyajati Wiyoto24522026
Final PresentationB4Nayla Aninda Kirana24522003Smart Bag
Sakura Holly Oceania Wibowo24522160
Rana Amirah Haidar Amru24522167
Jingga Larissa Praharsini24522209
Final PresentationA3Hanif Ramadhani Hauzan24522099Carevia
Rafeyfa Shaula Asyla24522200
Sekar Hutami Melati Giri24522204
Nisrina Kaysa Ramadhani24522212

Kaila Bilbina M.S

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), menyelenggarakan EXPO Perancangan Sistem Industri Terpadu (PSIT) pada Jumat (17/7). Acara ini berlangsung di Hall FTI UII mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Dua orang MC yang membuka dan membersamai acara ini yaitu Akmal Faiq Fadhillah Hidayat dan Bintang Nairah Yuan. Dalam rangkaian acaranya, sambutan turut disampaikan oleh Sekretaris Program Studi yaitu, Dr. Sri Indrawati, S.T., M.Eng., dan Koordinator EXPO PSIT 2026 yaitu Sayyidah Maulidatul Afraah, S.T., M.T. Matakuliah EXPO PSIT pada tahun ini memiliki tema terkait transportasi, dengan mengangkat judul “Transportasi sebagai Sistem Industri: Integrasi Operasi, Infrastruktur, dan Layanan”.

Dari Proses Pembelajaran hingga Karya: Pandangan Dosen tentang EXPO PSIT

Rangkaian mata kuliah PSIT ini diampu oleh delapan dosen Teknik Industri FTI UII. Dosen-dosen tersebut ialah Dr. Joko Sulistio, S.T., M.T., M.Sc.; Dr. Harwati, S.T., M.T.; Ratih Dianingtyas, S.T., Ph.D.; Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc.; Wahyudi Sutrisno, S.T., M.M.; Dr. Ir. Yuli Agusti Rochman, S.T., M.Eng., IPU.; Dr. Dwi Adi Purnama, S.T.; serta Sayyidah Maulidatul Afraah, S.T., M.T. Kedelapan dosen ini secara bersama-sama membimbing mahasiswa mulai dari tahap perancangan hingga proses akhir dalam EXPO PSIT. 

Salah satu dosen pengampu yaitu Ratih Dianingtyas Kurnia, S.T., Ph.D., turut membagikan pandangannya mengenai pelaksanaan pembelajaran hingga EXPO PSIT ini. Beliau menjelaskan bahwa PSIT secara umum dikenal sebagai Capstone Design, yaitu tahap puncak dari seluruh proses pembelajaran mahasiswa Teknik Industri. Menurutnya, istilah “Capstone” sendiri menggambarkan hasil akhir dari apa yang telah dipelajari mahasiswa selama menempuh perkuliahan, dan hasil dari proses belajar itu pada akhirnya ditunjukkan lewat karya yang dipamerkan di acara ini.

Capstone itu istilahnya, cap kan artinya topi, jadi ini semacam puncaknya. Selama beberapa semester teman-teman belajar, nah hasilnya nanti akan terlihat pada capstone ini,” jelasnya.

Terkait pemilihan tema, Ratih menerangkan bahwa topik Capstone Design memang berganti setiap tahunnya, seperti pengelolaan sampah dan pemberdayaan UMKM pada tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, transportasi terpilih karena merupakan isu yang krusial meski sering terlewat dari perhatian banyak orang. Padahal isu terkait transportasi sendiri memiliki kedekatan dengan keseharian semua orang. Oleh karenanya, penting bagi mahasiswa untuk peka terhadap kebutuhan dan kepentingan kruisial yang belum banyak terdapat pada sektor transportasi ini.

Dari sisi persiapan, Ratih mengakui adanya tantangan karena kemampuan dan pengalaman mahasiswa yang beragam. Meski hasil karya berbeda-beda, ia lebih mengapresiasi proses mahasiswa dalam memahami dan menerapkan ilmu yang telah mahasiswa pelajari. Menurutnya, EXPO PSIT menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana mahasiswa mampu menerapkan ilmu Teknik Industri sekaligus menjadi bekal dalam menghadapi tugas akhir. Selama pendampingan, Ratih juga merasa senang dapat berinteraksi dan mengenal setiap kelompok lebih dekat, serta terkesan melihat antusiasme mahasiswa saat menjelaskan prototype yang mereka buat. Meski cukup menantang, ia menilai pengalaman mendampingi mahasiswa dalam EXPO PSIT tetap menjadi pengalaman yang seru dan berkesan. 

Antusiasme dan Apresiasi Peserta

Peserta EXPO PSIT juga turut merasakan antusiasme itu sendiri. Salah satunya yaitu Chika Tri Anisa, mahasiswa dari kelompok D6, yang mengaku senang dapat menyaksikan langsung berbagai karya inovatif dari sesama mahasiswa. Menurutnya, banyak wawasan baru yang ia dapatkan, terutama mengenai potensi penerapan teknologi pada sistem transportasi, seperti sistem perparkiran maupun pengaturan lampu lalu lintas.

Pada kelompoknya sendiri turut memamerkan sistem parkir pintar untuk salah satu pusat perbelanjaan di Yogyakarta yang sering mengalami kepadatan pengunjung. Sistem tersebut memberikan rekomendasi slot parkir terdekat melalui dashboard dan dilengkapi indikator LED, dengan warna merah untuk slot terisi dan hijau untuk slot kosong, sehingga pengunjung tidak perlu berkeliling mencari tempat parkir. Dalam EXPO ini Ia juga melihat bahwa penerapan ilmu Teknik Industri ternyata tidak hanya berkaitan dengan manufaktur. Tetapi juga berperan pada sektor transportasi untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan kenyamanan pengguna.

“Saya jadi lebih tahu bahwa ilmu Teknik Industri tidak hanya berkaitan dengan manufaktur, tetapi juga memiliki penerapan pada berbagai bidang, termasuk transportasi.” Ujar Chika.

Untuk ke depannya, ia berharap EXPO serupa dapat terus terselenggara secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak industri. Menurutnya, keterlibatan industri dapat memberikan masukan langsung sekaligus membuka peluang bagi karya mahasiswa untuk penerapan dalam dunia nyata. Melalui EXPO PSIT 2026, mahasiswa Teknik Industri FTI UII menunjukkan kemampuan dalam menerapkan ilmu yang telah mahasiswa pelajari untuk menghasilkan berbagai solusi dalam bidang transportasi. 

Kehadiran Pakar dari Luar Universitas

EXPO PSIT tahun ini turut menghadirkan sejumlah pakar dari luar universitas untuk memberikan penilaian sekaligus wawasan tambahan bagi mahasiswa. Penilaian ini terlaksana pada ruang sidang FTI UII. Pakar yang hadir antara lain Hanna Pertiwi dari PT MRT Indonesia, serta Khansadinah Nahdah W. dan Evak Nurwakhid, A.Md., yang keduanya berasal dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II D.I. Yogyakarta.

Hanna Pertiwi menyampaikan apresiasinya atas kesempatan dari Teknik Industri UII untuk terlibat langsung dalam penilaian sekaligus berdiskusi dengan mahasiswa. Ia mengaku pengalaman ini sangat berkesan baginya, karena dapat berdiskusi dan mencoba langsung berbagai karya inovatif yang mahasiswa hasilkan. Menurutnya, ide-ide yang ada tidak hanya segar dan memiliki nilai jual, tetapi juga cukup relevan untuk mengimplementasikan dalam dunia nyata.

Hanna mengharapkan inovasi ini dapat terus berkembang dan meluas, termasuk melalui kolaborasi lintas program studi. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menambah wawasan mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga mendapat pengalaman praktis dalam mengembangkan dan menerapkan ide. Pengalaman tersebut menurutnya dapat menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja. Hanna berpesan agar mahasiswa terus berkarya, belajar, dan berkolaborasi untuk memberikan kontribusi nyata dalam dunia kerja dan Indonesia.

“Teruslah berkarya, tetap haus akan ilmu dan perkuat kolaborasi demi Indonesia yang lebih maju. Kami tunggu kontribusi rekan-rekan Mahasiswa dalam dunia kerja ya.” Pesan Hanna.

Momen Penghargaan Karya Terbaik

Salah satu agenda yang menarik perhatian dalam EXPO PSIT adalah dalam pengumuman kelompok terbaik. Pengumuman ini terlaksana pada Auditorium FTI UII setelah adanya kuliah umum pada hari yang sama. Termasuk predikat juara 2 pada tahun ini dengan kelompok D4 sebagai peraih juara tersebut. Khansa Safira Retyaputri merupakan salah satu anggota kelompok yang membagikan pengalaman dalam momen ini. Ia mengaku tidak menyangka timnya bisa meraih posisi tersebut, mengingat menurutnya inovasi dari kelompok-kelompok lain juga tidak kalah menarik. Meski begitu, ia bersyukur atas kesempatan yang ada sehingga kelompoknya dapat meraih juara 2.

“Tidak menyangka, karena jujur inovasi kelompok lain juga keren semua, jadi alhamdulillah sih mendapat kesempatan jadi juara 2” Ucap Khansa.

Pada kelompok D4 sendiri mengembangkan inovasi bernama Blind Spot Information System. Inovasi ini sistem pendukung keselamatan yang membantu pengemudi truk memantau area blind spot atau titik buta di sekitar kendaraan. Menurut Khansa, keberhasilan timnya meraih juara 2 didukung oleh relevansi solusi dengan permasalahan nyata serta kesiapan prototype dalam menunjukkan kinerja sensor ultrasonik. Ia berharap EXPO PSIT ke depan dapat terus berkembang dengan menghadirkan lebih banyak inovasi dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan dunia industri.

NoKategoriNama KelompokNama AnggotaNIM Anggota
1Juara ISIGAPBadr Aldeen Abdulrahman Yahya Ahmed Al-Khazan23522258
2Juara ISIGAPMuhammad Mahdy Fadhlullah23522282
3Juara ISIGAPPrabaswara Mahameru Wangid23522037
4Juara IID4Muhammad Yusuf Fadilah23522059
5Juara IID4Khansa Safira Retyaputri23522149
6Juara IID4Muh. Rizky Nabila Akbar23522151
7Juara IID4Alan Bayu Kusuma23522266
8Juara IIIC7Rif’at Fayyazhuda Putra23522212
9Juara IIIC7Muhammad Arief Dzikri23522231
10Juara IIIC7Rizky Arya Putra23522152
11Best PrototypeE8Alby Gifari23522232
12Best PrototypeE8Syawarani Gayatri23522122
13Best PrototypeE8Teuku M Rafi Prayogi23522005
14Best PresentationF7Yurcel Listya Artamevia Dewi23522215
15Best PresentationF7Azura Keisha Dzakia Atallah23522275
16Best PresentationF7Ahmad Ali Aji23522288
17Best IdeaA5Nisrina Nur Masrefa23522101
18Best IdeaA5Muhammad Faqih Al-Ikhsan23522111
19Best IdeaA5Rasendria Bhamakerti23522263
20Best IdeaA5Anindya Mayrela Ika Putri23522268
21Best PosterB4Bimi Wirabumi23522020
22Best PosterB4Silvi Andriyani23522194
23Best PosterB4Alim Hidayaturrohman23522296
24People’s Choice AwardF4Elviana Dewi Khusna23522092
25People’s Choice AwardF4Muhammad Revi Yuliansyah23522157
26People’s Choice AwardF4Zifa Aulia Ningrum23522264
27People’s Choice AwardF4Gerren Satrio Hariyudho23522262

Nisrina Nur Masrefa

International Competition: IDEATHON 2026 @UII

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) menghadirkan International Competition: IDEATHON 2026 @UII. Kegiatan ini merupakan sebuah kompetisi tingkat internasional yang menjadi wadah bagi mahasiswa dan recent graduates untuk menunjukkan ide serta hasil penelitian di bidang Teknik Industri ke panggung internasional.

Mengusung tema “Smart, Safe, and Sustainable Innovation”, IDEATHON 2026 mengajak peserta untuk menghadirkan berbagai gagasan inovatif yang dapat menjawab permasalahan di dunia industri melalui tiga pilihan subtema, yaitu Human Factors, Ergonomics, and Safety Engineering; Smart Manufacturing and Sustainable Supply Chain Systems; serta Industrial Operations, Systems, and Management. Kompetisi ini terbuka bagi mahasiswa aktif jenjang Bachelor, Master, dan Doctoral serta recent graduates yang menyelesaikan sidang dalam 12 bulan terakhir. 

IDEATHON 2026 hadir sebagai pengembangan dari konsep kompetisi presentasi penelitian yang sebelumnya telah diwujudkan melalui ajang 3MT (Three Minute Thesis) yang diselenggarakan pada tahun 2026. Jika 3MT menjadi wadah bagi peserta untuk menyampaikan penelitian secara singkat, padat, dan menarik, IDEATHON 2026 membawa semangat tersebut ke tingkat yang lebih luas melalui kompetisi berskala internasional. 

Poster IDEATHON 2026 @UII

 

3 MINUTES TO MAKE AN IMPACT!

Menariknya, dalam kompetisi ini peserta ditantang untuk mengemas penelitian dalam satu research infographic slide dan menyampaikannya melalui video presentasi maksimal 3 menit. Dalam waktu singkat tersebut, peserta perlu menyampaikan permasalahan, tujuan, metode, hasil, hingga dampak penelitian secara jelas, padat, dan menarik.  Lebih lanjut, bagi peserta yang lolos dan menjadi finalis akan mempresentasikan hasil penelitian secara langsung dihadapan dewan juri.

Tak hanya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan penelitian ke audiens yang lebih luas, IDEATHON 2026 juga menawarkan total prize pool sebesar IDR 20 MILLION untuk kategori Bachelor, Master, dan Doctoral. Terlebih lagi, pendaftaran kompetisi ini GRATIS!

SIAP MENUNJUKAN PENELITAN MU?

Bagi kamu yang punya penelitian atau gagasan inovatif, ini saatnya bawa penelitian mu ke panggung internasional! 

Registration: 31 July – 21 August 2026
Stage 1 Selection: 21 – 24 August 2026
Shortlisted Announcement: 24 August 2026

Final Presentation: 8 September 2026

 

Jangan lewatkan kesempatan ini! Mark your calendar and get ready to join!

Registration: s.id/IDEATHON2026 (FREE REGISTRATION!)
Guideline: s.id/IDEATHON2026Guideline
Contact Person: 0857-2594-4630 (Kak Devy)

Your research deserves to be seen. Your idea deserves to make an impact.
Bring your research to the international stage with IDEATHON 2026!

 

Syawarani Gayatri

10 Mahasiswa dan 2 Dosen Teknik Industri UII mengikuti kegiatan SAP ACC APAC 2026

Asisten Laboratorium ERP SAP, Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) berkesempatan mengikuti SAP Academic Community Conference APAC 2026: “SAP Students Engagement Event with Partner” yang diselenggarakan di Kampus BINUS Alam Sutera, pada Jumat (17/7). Kegiatan ini diikuti oleh 10 mahasiswa Teknik Industri UII dan 2 dosen Teknik Industri UII, yaitu Dr. Ir. Yuli Agusti Rochman, S.T., M.Eng., IPU dan Ir. Bambang Suratno, S.T., M.T., Ph.D., IPM. Selain menghadiri konferensi, para dosen juga mengikuti rangkaian pelatihan yang telah berlangsung sejak Senin (13/7).

Kesempatan tersebut hadir karena Teknik Industri UII merupakan bagian dari SAP University Alliance. Melalui kerja sama ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan akademik dan pengembangan kompetensi yang diselenggarakan oleh SAP dan mitra industrinya. Salah satunya adalah SAP ACC APAC 2026, yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, praktisi, dan mitra industri untuk mengenal lebih dekat perkembangan teknologi serta peluang karier di dalam ekosistem SAP

Hands-on Practice SAP S/4HANA Cloud

Sesi Hands-On S/4HANA Cloud (S4C) Sandbox

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti beberapa rangkaian agenda yang memberikan pengalaman langsung maupun wawasan mengenai penerapan SAP di dunia industri. Salah satu agenda yang diikuti adalah hands-on practice, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengeksplorasi Business Builders, SAP Learning Hub Student Edition, dan S/4HANA Cloud (S4C) Sandbox melalui akses training SAP

Bagi mahasiswa Teknik Industri UII, sesi ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan pengalaman praktik SAP yang telah diperoleh sebelumnya di kampus. Melalui praktik mata kuliah Enterprise Resource Planning (ERP) yang dinaungi oleh Laboratorium ERP SAP UII, mahasiswa telah mendapatkan pengalaman hands-on modul SAP. Oleh karena itu, kesempatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi lebih jauh berbagai platform dan fitur secara langsung. 

SAP Partner Panel Sessions dan Partner Booth & Networking 

Sesi Pengenalan Dari Senior Solution Advisor at SAP Asia Pasific

Tidak hanya memperoleh pengalaman praktik, peserta juga diajak mengenal penerapan SAP di dunia kerja melalui Partner Panel Sessions bersama perwakilan perusahaan mitra. Kemudian dilanjutkan dengan Partner Booth & Networking. Pada sesi ini, mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan mitra industri sekaligus menggali informasi mengenai peluang karier di bidang SAP.

Merupakan Privilege bagi Mahasiswa Teknik Industri UII

Mahasiswa Teknik Industri Menyampaikan Kesan dan Pesan Mengikuti Kegiatan

Berbagai pengalaman yang diperoleh selama kegiatan tersebut menjadi hal yang berkesan bagi asisten Laboratorium ERP UII. Salah satu asisten yang mengikuti kegiatan, Siti Ramadhani, menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan yang diperoleh 

“Saya merasa sangat grateful karena Teknik Industri UII merupakan bagian dari SAP University Alliances, sehingga kami bisa mendapatkan kesempatan seperti ini. Melalui kegiatan ini kami bisa mengeksplorasi SAP lebih jauh dengan akses training yang eksklusif.”

Sejalan dengan pengalaman tersebut, asisten lainnya, Rafif Fadilah, turut menyampaikan kesan dan harapannya setelah mengikuti kegiatan.

“Kegiatannya sangat seru karena mendapatkan banyak insight baru, terutama mengenai dunia kerja dan perkembangan SAP di industri. Semoga ke depannya mahasiswa dan laboratorium bisa lebih banyak mengikuti kegiatan seperti ini. Sehingga, kami mendapatkan ilmu dan pengalaman yang lebih banyak.”

Pengalaman ini menjadi salah satu langkah bagi mahasiswa untuk memperluas kompetensi sekaligus memahami penerapannya di dunia industri. Harapannya, hal ini dapat menjadi bekal bagi lulusan Teknik Industri UII untuk siap berkontribusi dalam ekosistem industri berbasis teknologi digital. 

Syawarani Gayatri

Jumat (26/06/2026) – Program Studi Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kegiatan kunjungan industri TI UII ke PT Marifood di Kawasan Industri Candi, Semarang. Mahasiswa angkatan 2024 mengikuti agenda tahunan untuk memperdalam pemahaman praktis yang berkaitan erat dengan mata kuliah Pengendalian dan Penjaminan Mutu. Para Dosen mendampingi seluruh peserta agar mereka dapat mengorelasikan teori perkuliahan dengan realitas di pabrik secara langsung. Pihak manajemen perusahaan menyambut hangat kedatangan rombongan akademisi ini di aula utama sebelum tur fasilitas dimulai. Kunjungan industri ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa agar mengetahui proses kerja di industri manufaktur dari pengolahan bahan mentah hingga menjadi barang jadi. 

Eksplorasi Produksi dalam Kunjungan Industri TI UII

Kegiatan dimulai dengan melakukan tur ke area pabrik untuk melihat langsung proses pengemasan produk menggunakan mesin otomatis. Setelah selesai melihat lantai produksi, para mahasiswa kembali ke aula utama dan seluruh peserta dipersilakan mencoba berbagai produk PT Marifood, mulai dari minuman hingga makanannya. Kunjungan industri TI UII ini terasa semakin berkesan karena beberapa peserta berkesempatan langsung mengikuti sesi testing produk yang belum rilis. 

“Ini menjadi pengalaman baru yang sangat berbeda dan berharga selama masa perkuliahan, semoga kegiatan seperti ini semakin banyak ke depannya,” ucap Sekar.

Agenda edukatif ini diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan berupa figura foto bersama mahasiswa dari pihak manajemen Marifood. 

Keseruan Rekreasi di Saloka Theme Park

Mahasiswa Teknik Industri di Saloka Theme Park

Setelah seluruh rangkaian agenda formal di pabrik selesai, para mahasiswa melanjutkan perjalanan ke Saloka Theme Park Semarang. Momen ini menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk melepas penat sejenak setelah seharian belajar di lapangan. Suasana di taman rekreasi terbesar di Jawa Tengah tersebut berlangsung sangat seru dan menjadi wadah yang pas untuk mempererat kebersamaan serta keakraban dengan teman seangkatan sebelum akhirnya harus kembali ke Yogyakarta. Para mahasiswa berharap kegiatan edukatif sekaligus rekreatif seperti ini dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya. 

“Suasananya seru banget dan jadi momen yang pas untuk refreshing sekaligus menambah kebersamaan dengan teman-teman seangkatan. Semoga ke depannya kegiatan seperti ini bisa terus diadakan karena memberikan pengalaman yang nggak terlupakan “, ungkap Salsa.

Melalui kombinasi kegiatan akademik di PT Marifood dan momen kebersamaan di Saloka, kunjungan industri TI UII kali ini sukses membekali mahasiswa angkatan 2024 dengan wawasan industri yang nyata sekaligus kenangan masa kuliah yang berkesan. 

 

Kaila Bilbina M.S