Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kuliah praktisi mata kuliah Manajemen Proyek bertemakan “Project Quality Management” yang berlangsung secara daring pada Sabtu (06/12). Acara ini bertujuan untuk memberikan mahasiswa dan peserta mengenai praktik terbaik dalam mengelola kualitas proyek secara efektif dan profesional. Dengan menghadirkan narasumber praktisi yang merupakan akademisi berpengalaman, kuliah praktisi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih terkait dengan teori project management dengan implementasi nyata di dunia industri.

Nisrina Nur Masrefa selaku Master of Ceremony membuka acara tepat pada pukul 13.00 WIB yang selanjutnya merupakan sesi foto bersama. Moderator Sekar Hutami Melati Giri melanjutkan acara dengan memperkenalkan narasumber kuliah praktisi, Bintoro Wisnuputro. Beliau merupakan Senior Project Management Office (PMO) di Pertamina sejak 2020 dan tentunya memiliki pengetahuan mendalam tentang Project Quality Management yang akan dibahas.

Mengapa Produk Berkualitas Tinggi Belum Tentu Grade Tinggi?

Bintoro membuka sesi pemaparan dengan membahas perbedaan antara quality dan grade dalam project management. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kedua konsep memiliki makna berbeda meskipun sama-sama berkaitan dengan standar produk atau layanan. Quality berfokus pada pemenuhan ekspektasi pelanggan, sedangkan grade menunjukkan tingkatan atau klasifikasi produk.

“Sesuatu yang grade nya rendah, itu belum tentu tidak berkualitas. Sebaliknya, sesuatu yang kualitasnya rendah, itu belum tentu grade nya juga rendah. Bisa jadi grade nya tinggi.” Ungkapnya.

Bintoro melanjutkan dengan memberikan ilustrasi yang mudah dipahami menggunakan contoh kopi sachet dan kopi V60 di cafe. Kopi sachet ber-grade rendah tetap berkualitas tinggi karena menjaga konsistensi penyajian. Kopi V60 berbiji premium menjadi berkualitas rendah ketika barista mengabaikan SOP. Melalui ilustrasi ini, menunjukkan bahwa quality dalam project management bergantung pada pemenuhan ekspektasi pelanggan, bukan harga atau grade.

Bintoro menegaskan bahwa detail kecil yang terabaikan sering memicu kegagalan kualitas. Tragedi NASA membuktikan hal tersebut ketika tim gagal menguji O-ring pada suhu rendah hingga menyebabkan ledakan. Lebih lanjut, Bintoro mengulas berbagai teori dan filosofi quality management pada Pertamina dan perusahaan manufaktur Jepang. Pemaparan tersebut menekankan pentingnya pencegahan, analisis biaya kualitas, serta keterlibatan organisasi dalam peningkatan kualitas berkelanjutan.

Sesi Tanya Jawab

Pada sesi tanya jawab, peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi dari  project quality management dalam praktik industri. Para peserta menyampaikan berbagai pertanyaan, mulai dari punch list minor dan kondisi tanpa punch list pasca pre-mechanical completion hingga penanganan masalah major. Selain itu, peserta mengajukan pertanyaan terkait quality issue di lapangan serta mekanisme persetujuan change request pada proyek berskala besar.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Bintoro menjelaskan bahwa ketika tidak ada punch list, proyek langsung masuk tahap finishing. Tetapi tim akan memperbaiki punch list minor, sedangkan punch list major memerlukan perhitungan ulang dan pembongkaran. Beliau juga menegaskan bahwa quality management merupakan proses end-to-end yang saling berkaitan dari perencanaan hingga eksekusi, sehingga kegagalan di lapangan bisa berasal dari miss kalkukasi di tahap perencanaan. Terkait change request, beliau menyampaikan bahwa change request hanya berlaku untuk perubahan dalam proyek yang sedang berjalan dengan persetujuan pihak berwenang. Sedangkan proyek lama yang menghadapi kondisi baru termasuk new project atau upgrading project yang harus melalui siklus penuh.

Sesi dan kuliah praktik ini berakhir dengan pemberian insight yang reflektif oleh Bintoro terkait project management yang memiliki penerapan sangat luas di berbagai bidang. Dengan antusiasme yang ditunjukkan peserta selama berlangsungnya kuliah praktisi, diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dalam menerapkan quality management dan mempersiapkan diri berkontribusi dalam proyek industri.

Nisrina Nur Masrefa

Lab. Pemodelan dan Simulasi Industri (DELSIM), Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Seminar #2 yang berlangsung secara luring pada Jumat (05/12) dengan mengangkat topikThe Role of System Simulation in Modern Industrial Decision-Making. Sebanyak 62 peserta menghadiri kegiatan ini. Acara ini bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa dan peserta terkait penerapan simulasi sistem untuk menyelesaikan permasalahan industri yang kompleks serta mendukung pengambilan keputusan strategis di perusahaan.

Demas Rakha Freeporta dan Bintang Nairah Yuan bertugas sebagai Master of Ceremony (MC) dan membuka seminar tepat pukul 08.00 WIB. Setelah pembukaan, kedua MC memimpin peserta dalam menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Himne UII. Daffa Allamsyah menyampaikan sambutan sebagai Koordinator Asisten Lab. DELSIM. Selanjutnya, Didin Dwi Novianto, S.T., M.LSCM., menyampaikan sambutan sebagai perwakilan dosen UII. Sebelum memasuki sesi materi, MC memperkenalkan Amanda Trixie Alsyaviar sebagai moderator seminar.

Amanda kemudian memperkenalkan pembicara pada seminar kali ini yaitu Wahyu Kurniawan, S.T., MBA., M.Sc., CISCP.,. Wahyu aktif mengajar di Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta dan memiliki pengalaman hampir sepuluh tahun di industri dengan pertumbuhan CAGR periode 2016–2020 sekitar 78,9%. Pengalaman profesional tersebut dapat membentuk keahliannya dalam bidang logistik dan manajemen rantai pasok, pengembangan bisnis, analisis keuangan, studi kelayakan, serta pelaporan bisnis dan keuangan.

Kapan dan Mengapa Memilih Simulasi?

Wahyu membuka sesi pemaparan materi dengan menjelaskan pentingnya menentukan waktu yang tepat dalam menggunakan metode simulasi untuk menyelesaikan permasalahan industri. Beliau menekankan bahwa tidak semua permasalahan memerlukan simulasi, sehingga pemilihan metode harus menyesuaikan tingkat kompleksitas masalah. Dalam riset operasi, terdapat penggunaan tiga tingkatan metode. Metode tersebut yaitu exact method seperti simplex untuk masalah terstruktur, probabilistic method atau metaheuristik untuk masalah dengan kompleksitas sedang, dan simulasi untuk masalah dengan tingkat kompleksitas dan ketidakpastian tinggi.

“Ada hirarkinya bahwa sebuah problem itu bisa terselesaikan oleh berbagai pendekatan. Simulasi terpakai ketika kita berhadapan dengan problem kompleks.” Ungkapnya.

Wahyu melanjutkan dengan memberikan beberapa kriteria untuk mengenali problem kompleks seperti tingginya variabilitas data dan banyaknya variabel dalam suatu sistem. Beliau memberikan contoh sesuai dengan proyek yang sedang beliau kerjakan. Proyek dengan kasus pengangkutan limbah lumpur dari 451 titik sumur pengeboran minyak dengan tingkat produksi tidak stabil. Variasi data yang fluktuatif serta banyaknya titik pengangkutan menyulitkan penerapan pemodelan matematis dan menjadikan simulasi sebagai solusi pemecahan masalah tersebut.

Sesi Diskusi Interaktif

Pada sesi diskusi, peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan simulasi dalam dunia industri. Berbagai pertanyaan tersebut meliputi ketidakpastian biaya transportasi pada perusahaan yang dipengaruhi fluktuasi harga bahan bakar dan bagaimana proses validasi model dilakukan, mengenai penelitian bertema job shop yang memadukan discrete event simulation dan metode metaheuristik. Pertanyaan terkait ketidakstabilan penjadwalan produksi pada industri minuman dan pemilihan solusi terbaik. Peserta juga menanyakan metode yang tepat untuk mengidentifikasi akar permasalahan industri, menentukan prioritas, dan memilih pendekatan pemecahan masalah yang paling efektif.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Wahyu menjelaskan bahwa ketidakpastian dalam transportasi menggunakan shipping line simulasi menjadi solusi yang lebih fleksibel untuk mengevaluasi berbagai skenario operasional. Selain itu, Wahyu merespons pertanyaan terkait penelitian job shop dengan menjelaskan bahwa makespan dapat dijadikan parameter optimasi pada metaheuristik, kemudian diuji kembali melalui simulasi untuk memastikan efektivitasnya di kondisi sebenarnya, serta pentingnya mengidentifikasi akar masalah sebelum menentukan alternatif perbaikan.

Sesi diskusi ini menegaskan peran simulasi yang melampaui analisis teknis semata. Simulasi membantu memahami perilaku sistem secara menyeluruh dalam kondisi yang kompleks dan tidak pasti. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama sesi diskusi. Wawasan tersebut mendorong peserta terus mengembangkan kemampuan analitis dan memanfaatkan simulasi dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat dan efisien.

Nisrina Nur Masrefa

(Yogyakarta)—Kegiatan ERP TALKS kembali digelar pada Minggu (21/12) secara online melalui platform Zoom. Kegiatan ini merupakan agenda tahun yang diselenggarakan oleh Laboratorium Enterprise Resource Planning (ERP) Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia. Dalam kegiatan ini dihadirkan sesi sharing session bidang keilmuan ERP yang mengundang para alumni. Berbeda dari tahun sebelumnya, ERP TALKS 2025 mengangkat tema “The Essential Role of HCM Consultants in Supporting Business Value Creation”.

Melalui tema tersebut, kegiatan ini mengajak audiens mengenal lebih dekat profesi ERP Consultant, khususnya dalam penerapan Human Capital Management (HCM). Sejalan dengan fokus tersebut, Nur Abdillah Bagus Prakoso hadir sebagai narasumber. Ia merupakan alumni Teknik Industri UII yang saat ini berkarier sebagai Oracle HCM Functional Consultant di PT Tree Solutions.

Sesi sharing dibuka dengan pemaparan singkat perjalanan akademik dan profesional narasumber. Nur Abdillah Bagus membagikan pengalamannya sejak menjadi asisten Laboratorium ERP hingga terlibat langsung dalam implementasi sistem HCM di berbagai perusahaan.

Peran Konsultan HCM dalam penerapan HCIS

Memasuki sesi utama, narasumber mengajak audience memahami pergeseran trend pengelolaan sumber daya manusia. Nur Abdillah Bagus menekankan bahwa organisasi saat ini tidak lagi memandang karyawan sebagai sekadar biaya operasional, melainkan sebagai investasi strategis jangka panjang. 

Human capital saat ini menjadi aset utama perusahaan dalam menciptakan nilai bisnis jangka panjang. Hal ini melandasi pentingnya penerapan Human Capital Information System (HCIS) dalam perusahaan. ,” jelasnya.

Lebih lanjut beliau menjelaskan terkait integrasi proses bisnis yang ada dalam HCM. Yang mana, setiap proses tersebut menghasilkan data analisis untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen.

Sebagai penutup materi, narasumber menegaskan bahwa peran HCM Consultant tidak hanya terbatas pada konfigurasi sistem. Lebih dari itu, seorang konsultan bertanggung jawab untuk menerjemahkan kebutuhan bisnis ke dalam fitur HCIS serta memberikan rekomendasi perbaikan. Sehingga implementasi ERP benar-benar memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

“Seorang konsultan harus mampu memahami proses bisnis, menganalisis kebutuhan klien, dan mengomunikasikan solusi secara tepat, bukan hanya menguasai fitur sistem,” ujarnya.

Diskusi Interaktif

Suasana ERP TALKS semakin hidup saat sesi tanya jawab berlangsung. Para peserta aktif berdiskusi mengenai profesi ERP Consultant dan penerapan HCIS. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari indikator keberhasilan implementasi HCIS hingga keterampilan yang perlu dipersiapkan untuk berkarier di bidang ERP. Menanggapi hal tersebut, Nur Abdillah Bagus membagikan pandangannya, 

“Pemahaman proses bisnis, kemampuan analisis, serta keterampilan komunikasi menjadi hal yang jauh lebih penting dibandingkan sekadar menghafal fitur sistem.” 

ERP Talks ini tidak hanya memberikan wawasan teknis, tetapi juga membuka sudut pandang baru bagi mahasiswa mengenai bagaimana teknologi ERP, khususnya bidang HCM, dapat berkontribusi langsung dalam penciptaan nilai bisnis. 

Syawarani Gayatri

Kuntoro Bismo, alumni sekaligus pembicara pada kuliah praktisi

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menghadirkan kegiatan Kuliah Praktisi  pada Sabtu (22/11). Kuliah Praktisi kali ini membawakan tema “Projeck Risk Management“. Mahasiswa Teknik Industri UII turut hadir meramaikan kegiatan ini yang merupakan bagian pembelajaran. Kuliah berlangsung secara daring melalui platfrom Zoom Meeting.

Pada kuliah praktisi kali ini, Program Studi Teknik Industri UII menghadirkan Bintoro Wisnuputro sebagai narasumber. Ia merupakan alumni Teknik Industri UII yang saat ini berprofesi sebagai Project Management Specialist. Sepanjang kariernya, Bintoro telah menangani berbagai proyek di dunia profesional. Melalui pemaparannya, ia mengajak mahasiswa memahami manajemen risiko proyek, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga dari pengalaman praktik di lapangan.

Hubungan antara Projek dan Resiko

Pembicara menjelaskan tentang Risk Management Process Flow Diagram

Dalam pemaparannya, Beliau menjelaskan bahwa risiko merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah proyek. Oleh sebab itu, setiap proyek memerlukan perencanaan risiko yang matang agar tujuan proyek dapat tercapai secara efektif dan efisien. Ia juga menekankan pentingnya proses identifikasi risiko sejak tahap awal, analisis dampak risiko, hingga penentuan strategi mitigasi yang tepat.

“Kunci dari manajemen risiko proyek adalah kesiapan. Risiko tidak selalu bisa dihindari, tetapi dapat dikelola dengan baik,” ungkap Beliau.

Sesi Diskusi Interaktif

Pembelaharan seputar bagaimana menghandle resiko yang terjadi dalam suatu projek

Selain pemaparan materi, panitia mengemas kegiatan ini secara interaktif. Pada akhir acara, sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif. Para peserta mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari penerapan risk register, peran manajer proyek dalam pengendalian risiko, hingga tantangan manajemen risiko pada proyek modern.

Program Studi Teknik Industri UII secara rutin menyelenggarakan kuliah praktisi sebagai bagian dari penguatan pembelajaran. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga mendapatkan wawasan langsung dari para profesional. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami penerapan ilmu perkuliahan sekaligus mengenali tantangan nyata di dunia kerja.

Syawarani Gayatri

 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Workshop Instrumen Akreditasi & Kurikulum BKSTI 2025. Ajang akbar ini merupakan kegiatan tahunan yang digelar oleh Badan Kerja Sama Teknik Industri (BKSTI) Pusat. Pada tahun ini pelaksanaannya bekerja sama dengan BKSTI Korwil DIY dan mempercayakan TI UII sebagai tuan rumah pelaksana. Workshop berlangsung pada (01/11) di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. M. Sardjito UII.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara akademisi nasional yang menyampaikan materi terkait pembelajaran di bidang Teknik Industri. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran dosen-dosen Teknik Industri dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia

Workshop Instrumen Akreditasi Teknik Industri

Bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan di ruang Teaterikal GKU UII, rangkaian pembukaan Workshop pun dimulai. Setelah itu, acara berlanjut ke sesi pertama. Pada sesi ini, hadir Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, dosen sekaligus Dekan FTI UII. Sebagai pengantar, beliau membuka sesi dengan menjelaskan perannya sebagai anggota Dewan Eksekutif LAM Teknik. Selanjutnya, beliau membawakan materi berjudul “Sinkronisasi Visi Keilmuan dengan Kurikulum, SDM, dan Tri Dharma Perguruan Tinggi”.

Dalam penyampaiannya, Prof. Hari menekankan secara aktif bahwa keselarasan visi keilmuan, strategi pengembangan dosen, dan mutu tridharma harus berjalan beriringan. Menurutnya, ketiga aspek tersebut bukan sekadar konsep, tetapi fondasi penting untuk mencapai akreditasi unggul. Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pencapaian akreditasi tidak bergantung pada dokumen semata. Sebaliknya, institusi harus menunjukkan bukti nyata bahwa visi keilmuan, kurikulum, serta kualitas pelaksanaan tridharma benar-benar selaras dan konsisten.

“Untuk sampai pada akreditasi unggul tidak hanya ditentukan oleh dokumen, tetapi juga harus ada keselarasan nyata antara visi keilmuan, kurikulum, serta kualitas pelaksanaan tridharma yang konsisten,” tegas beliau.

Sosialisasi Revisi Kurikulum Inti BKSTI 2025

Setelah materi instrumen akreditasi, kegiatan berlanjut dengan sesi sosialisasi revisi Kurikulum Inti BKSTI 2025. Materi ini disampaikan langsung oleh Ketua Tim Kurikulum BKSTI, Dr. Andi Cakravastia Arisaputra Raja, S.T., M.T. Pada sesi pemaparannya, beliau memberikan arah baru bagi perguruan tinggi untuk menyesuaikan capaian pembelajaran, struktur kurikulum, dan penguatan kompetensi lulusan agar selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan keilmuan.

“Tidak berubah secara keseluruhan namun, terdapat beberapa tambahan. Harapannya susunan kurikulum ini dapat memastikan bahwa lulusan Teknik Industri tetap relevan, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri masa depan,” jelas beliau

Sharing Session: Capstone Design sebagai Tugas Akhir

Melengkapi diskusi kurikulum, Ir. Taufik, S.T., M.M., Ph.D., IPM, Ketua Program Studi Teknik Industri BINUS, turut menyampaikan materi terkait integrasi Capstone Design sebagai bentuk Tugas Akhir. Pada sesi sharing tersebut, beliau memaparkan langkah-langkah implementasi. Beliau juga menjelaskan berbagai tantangan yang muncul dalam proses penerapannya. Selain itu, beliau menguraikan mekanisme pelaksanaan model proyek akhir yang dapat mahasiswa jalankan.

Beliau menambahkan bahwa mahasiswa akan menguji pemahaman mereka secara menyeluruh ketika memilih topik ini. Mahasiswa akan memulai dari tahap perancangan. Mereka kemudian akan melanjutkan hingga tahap penyelesaian permasalahan nyata.

“Ketika mahasiswa memilih Capstone Design sebagai Tugas Akhir, mereka harus membuktikan kompetensinya melalui proses perancangan hingga penyelesaian masalah nyata di lapangan,” ungkap beliau.

Workshop RPS & Assessment Mata Kuliah Paralel

Pada sesi siang hari, peserta kembali melanjutkan rangkaian acara dengan mengikuti Workshop RPS & Assessment. Dalam sesi ini, panitia mengarahkan peserta untuk fokus pada penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), penetapan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), perumusan strategi pembelajaran aktif, serta perancangan asesmen berbasis kompetensi. Untuk memaksimalkan proses belajar, panitia kemudian membagi kegiatan menjadi dua kelas paralel.

Pada kelas pertama, kegiatan berfokus pada Mata Kuliah Ergonomi. Kelas menghadirkan Ir. Ardiayanto, S.T., M.Sc., Ph.D., AEP., IPM., Kepala Laboratorium Ergonomika FT UGM sekaligus Wakil Ketua Perhimpunan Ergonomi Indonesia, sebagai pembicara. Selama paparannya, beliau menjelaskan pendekatan-pendekatan ergonomi yang relevan untuk perancangan RPS dan asesmen berbasis kompetensi.

Sementara itu, kelas kedua membahas Mata Kuliah Pengendalian Kualitas bersama Dr. Eng. Ir. Oke Oktavianti, Ketua Departemen Teknik Industri Universitas Brawijaya sekaligus Lead Auditor ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018. Dalam sesi ini, beliau menguraikan strategi penyusunan RPS dan asesmen yang selaras dengan standar mutu dan kebutuhan kompetensi mahasiswa.

Teknik Industri UII untuk Peningkatan Kualitas Mutu bidang TI Indonesia

Selanjutnya, rangkaian acara ditutup dengan coffee break sore yang diwarnai cengkerama hangat antara para akademisi. Melalui perannya sebagai tuan rumah, Teknik Industri UII menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung penguatan mutu pendidikan tinggi di bidang Teknik Industri. Kegiatan ini membuka ruang kolaborasi bagi seluruh akademisi Teknik Industri untuk bersama-sama mendorong peningkatan kualitas dan mutu bidang TI di Indonesia.

Syawarani Gayatri

Alumni TI berfoto bersama dalam malam puncak Reuni Akbar

Yogyakarta, June 26–28, 2025 — The Industrial Engineering Alumni Association (IKATI) of the Islamic University of Indonesia (UII) is once again holding the 2025 UII Industrial Engineering Grand Reunion with the theme “From Us (Alumni) for Us (Alumni and Students)”. The three-day event, held at the K.H. Mas Mansur Building, Faculty of Industrial Technology (FTI) UII, serves as a gathering for alumni, students, and the academic community of UII Industrial Engineering across generations.

IKATI, established in 2000, was pioneered by Muhammad Syaifudin Zuhry (class of 1982) along with fellow UII Industrial Engineering alumni from various regions. Since its inception, IKATI has been actively strengthening its network through professional forums, social activities, and intergenerational collaboration.

Day One: Alumni Talk Show and Graduation Briefing

Pemaparan narasumber sesi pertama Talkshow

The first day consisted of a talk show and graduation briefing featuring alumni from various batches as guest speakers. This activity was divided into two sessions.

The first session carried the theme “Career Opportunities: Take Off & Landing in Conquering Opportunities in the Industry 5.0 Era” with guest speaker Ir. Ilham Bashirudin, S.T., IPM. (alumnus of the class of 2003) presenting a paper titled “The Need for Now: Thriving in a Human Tech Workplace,” together with Aditya Cahya Ramdani, S.T. (alumnus of the class of 2013).

The second session, themed “Successful Work: Young People at Work,” featured Galih Febianto, S.T. (class of 2008) and Akbar Daffa Raharja, S.T. (class of 2017) as speakers. In closing the session, Akbar passionately advised,

“Take the risk, because the idea you postpone today might be taken by someone else tomorrow.”

The first day’s activities concluded at 12:00 PM with the presentation of souvenirs.

Day Two: Campus Nostalgia and Pilgrimage

The second day, Friday (6/27), was filled with the Journey Through the Lab activity, where UII Industrial Engineering alumni explored the campus laboratories, which are now more modern and representative.

Then, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN.Eng., Dean of FTI and alumnus, expressed his hope that alumni meetings would be held regularly. He emphasized that alumni are important assets who can help develop study programs, share experiences, and open up job opportunities for students.

“Many of our alumni have become entrepreneurs or founded companies, so this network is very valuable,” he said.

Next, alumni and lecturers walked to Embung Pelangi to visit the graves of campus heroes. Joint prayers, flower offerings, and water sprinkling became symbols of respect. The orange evening sky added to the solemn atmosphere, leaving a deep impression and strengthening solidarity across generations.

Day Three: IKATI Meeting and Reunion Gala Night

The final day marked the culmination of the entire IKATI 2025 Grand Reunion event series. In the morning, the IKATI National Meeting was held at the K.H. Mas Mansur Auditorium, discussing plans for future work programs and alumni collaboration.

In the evening, activities continued with a lively Reunion Gala Dinner along Jl. Islamika. Each Industrial Engineering laboratory opened exhibition booths, showcasing student work and documentation of activities. The main stage featured various entertainment performances by alumni and students, creating a warm and nostalgic atmosphere. Then, the Chairman of IKATI, Ir. Ilham Bashirudin, S.T., IPM., expressed his gratitude for the success of the event.

“Alhamdulillah, this Grand Reunion series went smoothly. This is a remarkable moment because alumni from S1, S2, to S3 can gather and share the same vision to advance the Industrial Engineering department,” he said.

He emphasized that alumni play a vital role in strengthening the connection between academia and the professional world. He hopes that young alumni will become more active in IKATI activities. According to him, IKATI is a platform for all alumni to participate, help, and share information, including job opportunities. In the future, activities such as seminars and job fairs are expected to be held regularly to strengthen networking and collaboration among alumni.

The atmosphere became even more lively when Muhammad Syaifudin Zuhry, S.T., one of the senior alumni, was present to enjoy the performances. He considered this reunion event to be very memorable and inspiring.

“Overall, this event was excellent, very good, creative, and touching. Moments like this are extraordinary and must continue,” he said.

He also gave a message to students to continue completing their studies and carry on the spirit of previous alumni.

Closing

After the entire series of events ended, Digdoyo Oktapriandi, S.T, M.T, CIPM, as the chairperson of the 2025 Grand Reunion, expressed his pride in the solidarity of the committee and all participants. He hoped that young alumni would become more active in IKATI.

“IKATI is a forum for all of us. Let’s be active, help each other, and share information, including job opportunities. In the future, we want to continue holding activities such as seminars and job fairs,” he said.

In closing, the 2025 IKATI Grand Reunion became a strong symbol of togetherness and cross-generational collaboration. Through the spirit of “From Us for Us,” UII Industrial Engineering alumni demonstrated their commitment to continue contributing to the development of science, professional networks, and the value of togetherness in their beloved alma mater.

Rani Novalentina

Alumni TI berfoto bersama dalam malam puncak Reuni Akbar

Yogyakarta, 26–28 Juni 2025 — Ikatan Alumni Teknik Industri (IKATI), Universitas Islam Indonesia (UII), kembali menggelar Reuni Akbar Teknik Industri UII 2025 bertema “Dari Kita (Alumni) untuk Kita (Alumni dan Mahasiswa)”. Kegiatan tiga hari yang berlangsung di Gedung K.H. Mas Mansur, Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII, menjadi ajang silaturahmi lintas generasi antara alumni, mahasiswa, dan civitas akademika Teknik Industri UII.

IKATI yang berdiri sejak tahun 2000 dipelopori oleh Muhammad Syaifudin Zuhry (angkatan 1982) bersama rekan-rekan alumni Teknik Industri UII dari berbagai daerah. Sejak awal, IKATI aktif mempererat jaringan melalui forum profesional, kegiatan sosial, dan kolaborasi antar generasi.

Hari Pertama: Talkshow Alumni dan Pembekalan Wisuda

Rangkaian hari pertama merupakan talkshow dan pembekalan wisuda yang menghadirkan alumni lintas angkatan sebagai narasumber. Kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi.

Sesi pertama mengusung tema “Peluang Karir: Take Off & Landing dalam Menaklukkan Peluang di Era Industri 5.0” dengan narasumber Ir. Ilham Bashirudin, S.T., IPM. (alumni angkatan 2003) yang membawakan materi berjudul “The Need for Now: Thriving in a Human Tech Workplace”, bersama Aditya Cahya Ramdani, S.T. (alumni angkatan 2013).

Sesi kedua bertema “Sukses Berkarya: Yang Muda untuk Berkarya” menghadirkan Galih Febianto, S.T. (alumni angkatan 2008) dan Akbar Daffa Raharja, S.T. (alumni angkatan 2017) sebagai narasumber. Dalam penutup sesi, Akbar berpesan dengan penuh semangat, 

Take the risk, karena bisa jadi ide yang kamu tunda, besok sudah diambil orang lain.”

Rangkaian kegiatan hari pertama berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan penyerahan cinderamata.

Hari Kedua: Nostalgia Kampus dan Ziarah

Hari kedua, Jumat (27/6), diisi dengan kegiatan Journey Through the Lab, di mana alumni Teknik Industri UII menjelajahi laboratorium kampus yang kini lebih modern dan representatif.

Kemudian, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN.Eng., Dekan FTI sekaligus alumni, menyampaikan harapan agar rutin menggelar pertemuan alumni. Ia menekankan bahwa alumni adalah aset penting yang dapat membantu pengembangan program studi, berbagi pengalaman, dan membuka peluang kerja bagi mahasiswa. 

“Banyak alumni kita yang sudah menjadi pengusaha atau mendirikan perusahaan, sehingga jaringan ini sangat bernilai,” ujarnya.

Selanjutnya, alumni dan dosen berjalan menuju Embung Pelangi untuk ziarah makam pahlawan kampus. Doa bersama, tabur bunga, dan siraman air menjadi simbol penghormatan. Langit sore yang jingga menambah khidmat suasana, meninggalkan kesan mendalam sekaligus memperkuat solidaritas lintas generasi.

Hari Ketiga: Rapat IKATI dan Malam Puncak Reuni

Hari terakhir menjadi puncak dari seluruh rangkaian acara Reuni Akbar IKATI 2025. Pagi harinya, berlangsung Rapat IKATI Nasional di Auditorium K.H. Mas Mansur yang membahas rencana program kerja dan arah kolaborasi alumni ke depan.

Malam harinya, kegiatan berlanjut dengan Gala Dinner Reuni yang berlangsung meriah di sepanjang Jl. Islamika. Setiap laboratorium Teknik Industri membuka stand pameran, menampilkan karya dan dokumentasi kegiatan mahasiswa. Panggung utama menampilkan berbagai hiburan dari alumni dan mahasiswa, menciptakan suasana hangat dan penuh nostalgia.

Kemudian, Ketua IKATI, Ir. Ilham Bashirudin, S.T., IPM., mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan penyelenggaraan acara. 

“Alhamdulillah, rangkaian Reuni Akbar ini berjalan lancar. Ini menjadi momentum luar biasa karena alumni S1, S2, hingga S3 bisa bersilaturahmi dan punya visi yang sama untuk memajukan jurusan Teknik Industri,” ujarnya. 

Ia menekankan bahwa peran alumni sangat penting dalam memperkuat koneksi antara dunia akademik dan dunia kerja. Harapannya, para alumni muda semakin aktif dalam kegiatan IKATI. Menurutnya, IKATI merupakan wadah bagi seluruh alumni untuk saling berpartisipasi, membantu, dan berbagi informasi, termasuk peluang kerja. Ke depan, kegiatan seperti seminar dan job fair diharapkan terus digelar secara rutin untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi antar alumni.

Suasana semakin semarak ketika Muhammad Syaifudin Zuhry, S.T, salah satu alumni senior, turut hadir menikmati penampilan pentas. Ia menilai acara reuni kali ini sangat berkesan dan inspiratif. 

“Secara keseluruhan acara ini ekselen, sangat bagus, kreatif, dan menyentuh. Momentum seperti ini luar biasa dan harus berlanjut,” tuturnya. 

Ia juga memberi pesan kepada mahasiswa untuk terus menyelesaikan studi dan meneruskan semangat alumni sebelumnya.

Penutup

Setelah seluruh rangkaian acara berakhir, Digdoyo Oktapriandi, S.T, M.T, CIPM, selaku ketua pelaksana Reuni Akbar 2025, menyampaikan rasa bangga atas kekompakan panitia dan seluruh peserta. Ia berharap para alumni muda semakin aktif di IKATI.

“IKATI ini wadah kita semua. Ayo aktif, saling membantu, dan berbagi informasi, termasuk peluang kerja. Ke depan kami ingin terus mengadakan kegiatan seperti seminar dan job fair,” ujarnya.

Sebagai penutup, Reuni Akbar IKATI 2025 menjadi simbol kuat kebersamaan dan kolaborasi lintas generasi. Melalui semangat “Dari Kita untuk Kita”, alumni Teknik Industri UII menunjukkan komitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan keilmuan, jaringan profesional, dan nilai kebersamaan di lingkungan almamater tercinta.

Rani Novalentina

Yogyakarta, 26 Juni 2025 — Alumni Teknik Industri (TI), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) memberikan impact dari pengalaman berharga mereka. Melalui Reuni Akbar Jurusan Teknik Industri, IKATI merancang Talkshow yang menghadirkan empat narasumber. Dengan mengusung tema “Dari Kita (Alumni) untuk Kita (Alumni & Mahasiswa) dengan harapan alumni dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa TI FTI UII. Acara ini terlaksana di ruang Audiovisual gedung K.H. Mas Mansur, FTI UII. Kegiatan ini juga sebagai bentuk pembekalan calon wisudawan periode Juni 2025.

Pembuka

Rangga Pamungkas dan Zahwa Putri Aghniya sebagai Master of Ceremony membuka acara pada pukul 08.00 WIB. Acara hari pertama rangkaian Reuni Akbar ini menghadirkan Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. sebagai perwakilan Jurusan TI untuk memberikan sambutan. Selanjutnya, pembukaan oleh Ketua Pelaksana acara Digdoyo Oktapriandi, S.T, M.T, CIPM.

Pemaparan materi akan berlangsung selama dua sesi dengan dua moderator. Moderator pertama, Nur Laily, Haryanti, S.T., M.T. akan menemani narasumber dan peserta.

Peluang Karir: Take off & Landing dalam Menaklukan Peluang Karir di Era Industry 5.0 

Pemaparan narasumber sesi pertama Talkshow 

Narasumber pertama dari alumni TI angkatan 2003, Ir. Ilham Bashirudin, S.T., IPM. Beliau saat ini menjabat sebagai President of Human Resources dari PT Krakatau Posco. Perusahaan tersebut berdiri sejak tahun 2010. PT Krakatau Posco merupakan perusahaan patungan antara produsen baja terkemuka dunia, POSCO dan PT Krakatau Steel.

Kemudian, Ia menjelaskan bahwa Teknik Industri lahir sebagai jurusan yang berfokus menyelesaikan masalah dari berbagai sisi. Penyelesaian TI dapat melalui pendekatan psikologi, ekonomi, dan tentunya lingkup industri. Ilham juga memberikan analogi “memasak air panas” yang terjadi sebab-akibat. Namun, dalam TI harus mencari sebab-akibat yang bisa saja tidak umum.

Hal tersebut akan berguna dalam aplikasi pada lingkungan kerja. Permasalahan yang tidak terpikirkan dapat muncul kapan saja, sehingga lulusan TI nantinya harus bisa mengendalikan masalah yang timbul. Ilham mengatakan hal ini merupakan peluang dan tidak perlu merasa takut terhadap masalah yang timbul.

“Kalau masuk kubangan itu jangan hanya dapat kotornya (masalah) saja. Tapi, pastikan juga dapat lele (untung)” Sebutnya.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan insight tentang dunia profesional, tetapi juga menjadi bentuk nyata dari kontribusi alumni untuk membekali adik tingkatnya dalam menapaki karier.

Selanjutnya, Aditya Cahya Ramdani, S.T., alumni angkatan 2013 yang kini berkarir di PT Kawan Lama Group dengan jabatan Continuous Improvement & Culture Management Analyst. Beliau membawakan topik seputar kesiapan karier dalam dunia kerja melalui pendekatan yang ringan dan interaktif.

Aditya memulai dengan permainan berhitung sederhana yang menyiratkan pentingnya memahami pola dalam dunia profesional.

“Sama seperti permainan, dunia kerja juga punya pola. Yang bukan akan tergantikan oleh AI, melainkan yang tidak mampu beradaptasi dan memanfaatkannya,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa dalam proses rekrutmen, perusahaan tidak hanya mencari kandidat dengan kemampuan teknis, tetapi juga yang sesuai dengan budaya kerja mereka. Aditya memberikan wawasan tentang pentingnya culture fit, teknik wawancara dengan metode STAR (Situation, Task, Action, Result), serta memahami karakteristik DISC dalam forum diskusi kelompok.

Sukses Berkarya: Yang Muda Untuk Berkarya

Memasuki sesi kedua, Putri Dwi Annisa S.T., yang merupakan dosen sekaligus alumni TI angkatan 2010. Beliau memandu sesi kedua bersama narasumber alumni TI dengan prestasi gemilang lainnya.

Narasumber ketiga, Galih Febianto, S.T., alumni angkatan 2008 yang kini terkenal sebagai founder dari Resmi Pangan Indonesia, yang mencangkup Serabine Indonesia, Miesyapi, dan Kopi Resmi. Mengawali sesinya, Galih membuka topik “Bagaimana Kalau Tidak Tau Mau Kemana?” Ia menceritakan fase ketika menunggu wisuda dengan pertanyaan-pertanyaan dalam benaknya, seperti “Ingin jadi apa?”, “Bagaimana setelah wisuda?”, hingga mempertanyakan jalan hidupnya.

Kemudian, ia membagikan cara menguraikan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Langkah pertama adalah fokus “membuang apa yang harus dibuang” dan kedua fokus “tidak ingin jadi apa“. Galih berpendapat bahwa apa yang kita bisa dan orang lain tidak bisa merupakan bagian dari panggilan hidup. Berdasarkan pendapatnya, panggilan hidup bisa berupa skill yang dari setiap manusia.

“Saya yakin jika saya selalu melakukan yang saya sukai secara konsisten, mungkin 3-4 tahun ga ada uangnya. Tapi jika saya ahli pada bidang itu, uang yang mendatangi saya.” ungkap Galih.

Dengan hanya menyukai sesuatu tidak akan mendatangkan uang, tapi menjadi ahli dari sana dapat mendatangkan uang.

Sesi kedua berakhir dengan narasumber keempat, Akbar Daffa Raharja, S.T., alumni angkatan 2017. Akbar Daffa merupakan founder dari Akar Kreasi Nuswantara. Ia kini mengelola tiga lini usaha berbasis riset dan teknologi: Akar Nusantara, Agronesia, dan brand FnB Tuti Fruity. Beliau juga merupakan Chief Technical Officer PT Agronesia Multi Resources.

Akbar memaparkan tentang pentingnya riset, kolaborasi, dan crystal clear vision dalam membangun bisnis. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara agraris, namun minim dukungan teknologi dan kebijakan.

Selanjutnya, sesi tanya jawab menutupi acara kali ini. Peserta terlihat antusias menggali perspektif baru baik dari dunia industri maupun wirausaha. Acara ini memberi inspirasi dan menggambarkan secara nyata dunia pasca-kampus yang akan para lulusan Teknik Industri UII hadapi.

Take the risk. Karena bisa jadi ide yang kamu tunda, besok akan orang lain,” tutup Akbar dengan penuh semangat.

Penutup

Pada akhir acara, panitia menyerahkan cinderamata sebagai bentuk apresiasi kepada keempat narasumber. Sesi foto bersama seluruh peserta, moderator, dan alumni menjadi penanda berakhirnya acara secara resmi.

Talkshow kali ini menjadi pembuka rangkaian Reuni Akbar IKATI 2025 yang akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Lebih dari sekadar nostalgia alumni, acara ini menjadi ajang transfer pengalaman, memperkuat jejaring, dan membangun sinergi berkelanjutan antara alumni dan civitas akademika Teknik Industri UII.

Rani Novalentina

Sharing Session Alumni bidang PPIC

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan Sharing Alumni pada Minggu (10/8). Dengan tema “Global Career Pathways for Industrial Engineers: How to Become a PPIC Specialist Abroad,” acara ini menghadirkan Muhammad Taufiq Sulistia, S.T., sebagai pembicara. Beliau merupakan perwakilan Ikatan Alumni Teknik Industri (IKATI). Kini ia merupakan bagian dari Pinehill Arabia Food Ltd, Arab Saudi sebagai Asisten Manajer. Mahasiswa dan alumni mengikuti kegiatan ini dengan antusias untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai perjalanan karier dalam bidang Production Planning and Inventory Control (PPIC) pada kancah internasional.

Memasuki sesi diskusi, Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc., dosen Teknik Industri UII, memandu acara sebagai moderator. Pada kesempatan itu, Taufiq membagikan perjalanan kariernya hingga akhirnya memperoleh kesempatan bekerja pada perusahaan multinasional terkhusus industri makanan. Ia menekankan bahwa pengalaman kerja di Indonesia memberikan bekal penting sebelum ia melanjutkan karier ke Arab Saudi.

“Awalnya saya juga berangkat dari posisi staf biasa di Indonesia. Namun pengalaman selama dalam bidang produksi dan perencanaan memberikan peluang untuk melangkah ke level internasional,” ujar Taufiq.

SESI TANYA JAWAB KARIR BIDANG PPIC

Taufiq Sulistia, Alumni UII yang kini bekerja sebagai PPIC Specialist di Saudi Arabia

Selain membagikan perjalanan karier, Taufiq juga menyoroti tantangan bekerja dalam lingkungan global. Ia menjelaskan bagaimana ia beradaptasi dengan budaya kerja baru dan memenuhi standar internasional dalam sistem produksi. Taufiq juga menceritakan pengalaman sehari-hari sebagai PPIC Specialist, mulai dari menjalankan tugas hingga menanggung berbagai tanggung jawab.

Setelah sesi materi, suasana tanya jawab berlangsung hangat dan interaktif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan, terutama tentang tips dan strategi meniti karier global seperti yang ia jalani. Salah satu peserta menanyakan peluang untuk menempuh jalur karier serupa. Menanggapi pertanyaan itu, Taufiq menekankan pentingnya persiapan matang, mulai dari mengenali minat pribadi hingga memahami kualifikasi yang dunia industri tuntut saat ini, khususnya pada bidang PPIC.

Menutup acara, Taufiq menyampaikan pesan agar mahasiswa dan alumni Teknik Industri UII terus mengasah kompetensi. Ia menekankan perlunya penguasaan bahasa, kemampuan analisis, serta pemahaman sistem ERP sebagai kunci keberhasilan dalam pekerjaan PPIC. Melalui sharing session ini, peserta semakin terdorong untuk menyiapkan diri dalam menghadapi peluang karier global bidang teknik industri.

Syawarani Gayatri

LSebanyak 62 kelompok mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) memamerkan berbagai inovasi produk unggulan dalam EXPO Big Project RSKE 2025 yang digelar di Hall FTI UII pada Jumat (25/07). Mengusung tema “Innovation of Multifunctional and Sustainable Design for Easy Life and Eco Friendly”, kegiatan ini menjadi puncak dari mata kuliah Rekayasa Sistem Kerja Ergonomis (RSKE). Lebih dari sekedar pameran, EXPO ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi nyata lewat rancangan produk yang berbasis prinsip Sustainability, Ergonomics, dan Multifunction.

Acara dibuka secara resmi oleh Ulvi Sakinah dan Gerren Satrio Hariyudho selaku MC dari pihak penyelenggara, yakni Laboratorium Desain Sistem Kerja dan Ergonomi (DSK&E). Selanjutnya, suasana kegiatan semakin khidmat berkat pembacaan doa, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Dekan FTI UII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU, ASEAN.Eng.

Dalam sambutannya, Beliau berbagi harapan agar EXPO ini menjadi ruang melatih mahasiswa agar tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu bersaing secara praktik di dunia kerja.

Menurutnya, “Expo ini bukan sekadar ajang tugas akhir mata kuliah, tetapi merupakan langkah awal bagi mahasiswa untuk menjadi inovator yang peka terhadap permasalahan di lingkungan sekitar serta mampu memberikan solusi melalui pendekatan teknologi dan ergonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Inovasi Mahasiswa

Acara dilanjutkan dengan pameran karya inovasi mahasiswa berupa prototype yang dinilai langsung oleh dewan juri. Salah satu yang menarik perhatian adalah karya dari kelompok D12, yang berhasil meraih gelar Best Innovation 1. Tim ini menciptakan traktor inovatif untuk memperbaiki postur kerja petani agar lebih ergonomis sehingga dapat mengurangi risiko cedera. Tak hanya itu, produk ini juga mengusung konsep sustainable design dengan memanfaatkan bahan ramah lingkungan. Selain itu, produk ini dilengkapi panel surya dan baterai lithium sebagai sumber energi alternatif.

Menariknya, ide ini berawal dari pengalaman salah satu anggota tim yang melihat langsung postur kerja petani di lingkungannya yang kurang tepat. Dari situ muncul keinginan untuk memberi solusi nyata bagi para pekerja di sektor pertanian. Lebih dari itu, inovasi ini juga diangkat untuk membangkitkan ketertarikan generasi muda terhadap dunia pertanian. 

“Kami ingin menciptakan sesuatu yang bukan hanya berguna, tapi juga mengajak Gen Z agar kembali peduli pada dunia pertanian,” ujar Hammam Rizqullah Maulana, selaku perwakilan tim.

Kata Mereka tentang EXPO RSKE 2025

Selain dihadiri mahasiswa Teknik Industri UII, expo ini juga terbuka untuk umum. Salah satu pengunjung adalah Maisya Thara Lail, mahasiswa Ilmu Komunikasi. Ia mengaku terkesan dengan inovasi yang ditampilkan. 

“Keren banget, jujur. Aku sendiri nggak punya latar belakang di bidang seperti ini, jadi menurutku luar biasa para mahasiswa TI bisa mewujudkan ide jadi prototype yang nyata kayak gini,” ujarnya.

Maisya juga berharap expo serupa dapat digelar kembali di tahun-tahun mendatang. Sementara itu, Felix Rasyada Rafif selaku ketua pelaksana menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas terselenggaranya EXPO BIG PROJECT RSKE 2025.

“Sebagai perwakilan Lab, saya sangat bangga dengan angkatan 2023 selaku peserta expo tahun ini. Produk yang mereka buat benar-benar inovatif, kreatif, dan variatif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Felix juga berharap agar karya-karya mahasiswa tidak berhenti sampai pada ajang ini saja. Sebaliknya, ia mendorong agar inovasi tersebut terus dikembangkan dan bahkan bisa dibawa ke tingkat kompetisi yang lebih tinggi. Di sisi lain, ia juga mengapresiasi antusiasme tinggi dari para pengunjung yang memadati area expo, serta keaktifan para peserta dalam mempresentasikan produk mereka secara langsung kepada pengunjung.

Achievement

Dengan demikian, berbagai produk inovatif yang dipresentasikan menjadi bukti semangat inovasi generasi muda Teknik Industri FTI UII. Tak hanya menunjukkan kemampuan akademik, para mahasiswa juga menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu masyarakat serta komitmen untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, sebagai bentuk apresiasi, panitia EXPO RSKE 2025 turut memberikan penghargaan kepada beberapa kelompok dengan karya terbaik. Adapun daftar kelompok yang berhasil meraih penghargaan dalam EXPO tahun ini adalah sebagai berikut:

AchievementKode KelompokNamaNIM
Best Innovation 1D12Scheva Ghifara Derossi23522214
Hammam Rizqullah Maulana23522236
Muhammad Zaki Hosam Daifullah23522153
R. Nabila Wirda Ayuningtyas23522150
Best Innovation 2D10Nasywa Ar Ridho23522300
Alan Bayu Kusuma23522266
Rahmalia Yunita23522105
Elviana Dewi Khusna23522092
Best Innovation 3B3Ferdian Anugrah Pratama23522251
Muhammad Afif Yusfian23522278
Ahmad Arro'uf Sulfuadi23522279
Gani Luthfi Marzuq23522301
Best Innovation 4E2Sang Adji Paco Labib23522168
Muetya Azzahra23522233
⁠Muhammad Wildan Itsna Asyifa23522209
Ersa Alviani23522221
Best ExpoA9Rofiq Burhan23522228
Muhammad Naufal Akbar23522229
Reza Anugrah Putra Ramadhan23522242
Best PresentationIP 1M Rifky Habibi Zulfy23522276
Badr Aldeen Al-khazan23522258
Jean De Dieu Habumuremyi23522259
Adiyasa Bagus Wicaksana23522053
Best PrototypeC10Ilham Nugraha Adi Susanto22522295
Aditya Zakki Nugroho22522315
Herdias Maulana22522339
Rian Adi Nugraha22522021

Syawarani Gayatri