Tag Archive for: alumni

(Yogyakarta)—Kegiatan ERP TALKS kembali digelar pada Minggu (21/12) secara online melalui platform Zoom. Kegiatan ini merupakan agenda tahun yang diselenggarakan oleh Laboratorium Enterprise Resource Planning (ERP) Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia. Dalam kegiatan ini dihadirkan sesi sharing session bidang keilmuan ERP yang mengundang para alumni. Berbeda dari tahun sebelumnya, ERP TALKS 2025 mengangkat tema “The Essential Role of HCM Consultants in Supporting Business Value Creation”.

Melalui tema tersebut, kegiatan ini mengajak audiens mengenal lebih dekat profesi ERP Consultant, khususnya dalam penerapan Human Capital Management (HCM). Sejalan dengan fokus tersebut, Nur Abdillah Bagus Prakoso hadir sebagai narasumber. Ia merupakan alumni Teknik Industri UII yang saat ini berkarier sebagai Oracle HCM Functional Consultant di PT Tree Solutions.

Sesi sharing dibuka dengan pemaparan singkat perjalanan akademik dan profesional narasumber. Nur Abdillah Bagus membagikan pengalamannya sejak menjadi asisten Laboratorium ERP hingga terlibat langsung dalam implementasi sistem HCM di berbagai perusahaan.

Peran Konsultan HCM dalam penerapan HCIS

Memasuki sesi utama, narasumber mengajak audience memahami pergeseran trend pengelolaan sumber daya manusia. Nur Abdillah Bagus menekankan bahwa organisasi saat ini tidak lagi memandang karyawan sebagai sekadar biaya operasional, melainkan sebagai investasi strategis jangka panjang. 

Human capital saat ini menjadi aset utama perusahaan dalam menciptakan nilai bisnis jangka panjang. Hal ini melandasi pentingnya penerapan Human Capital Information System (HCIS) dalam perusahaan. ,” jelasnya.

Lebih lanjut beliau menjelaskan terkait integrasi proses bisnis yang ada dalam HCM. Yang mana, setiap proses tersebut menghasilkan data analisis untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen.

Sebagai penutup materi, narasumber menegaskan bahwa peran HCM Consultant tidak hanya terbatas pada konfigurasi sistem. Lebih dari itu, seorang konsultan bertanggung jawab untuk menerjemahkan kebutuhan bisnis ke dalam fitur HCIS serta memberikan rekomendasi perbaikan. Sehingga implementasi ERP benar-benar memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

“Seorang konsultan harus mampu memahami proses bisnis, menganalisis kebutuhan klien, dan mengomunikasikan solusi secara tepat, bukan hanya menguasai fitur sistem,” ujarnya.

Diskusi Interaktif

Suasana ERP TALKS semakin hidup saat sesi tanya jawab berlangsung. Para peserta aktif berdiskusi mengenai profesi ERP Consultant dan penerapan HCIS. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari indikator keberhasilan implementasi HCIS hingga keterampilan yang perlu dipersiapkan untuk berkarier di bidang ERP. Menanggapi hal tersebut, Nur Abdillah Bagus membagikan pandangannya, 

“Pemahaman proses bisnis, kemampuan analisis, serta keterampilan komunikasi menjadi hal yang jauh lebih penting dibandingkan sekadar menghafal fitur sistem.” 

ERP Talks ini tidak hanya memberikan wawasan teknis, tetapi juga membuka sudut pandang baru bagi mahasiswa mengenai bagaimana teknologi ERP, khususnya bidang HCM, dapat berkontribusi langsung dalam penciptaan nilai bisnis. 

Syawarani Gayatri

(Yogyakarta) — ERP TALKS returned on Sunday (11/21) as an online event held via Zoom. This annual program is organized by the Enterprise Resource Planning (ERP) Laboratory of Industrial Engineering, Faculty of Industrial Technology, Universitas Islam Indonesia. The event featured a sharing session on ERP-related expertise, bringing alumni back to share their professional insights. Unlike previous years, ERP TALKS 2025 carried the theme “The Essential Role of HCM Consultants in Supporting Business Value Creation“.  This theme invited participants to take a closer look at the profession of ERP Consultants, particularly in the field of Human Capital Management (HCM). In line with this topic, Nur Abdillah Bagus Prakoso, an Industrial Engineering alumnus of UII, joined as the keynote speaker. He currently works as an Oracle HCM Functional Consultant at PT Tree Solutions.

The session opened with a brief overview of the speaker’s academic and professional journey. He shared his experience starting as an assistant at the ERP Laboratory before eventually becoming directly involved in HCM system implementations across various companies.

The Role of HCM Consultants in HCIS Implementation

As the discussion moved into the main session, Nur Abdillah Bagus explained the shifting trends in human resource management. He emphasized that organizations today no longer treat employees merely as operational costs. Instead, companies increasingly position human capital as a long-term strategic investment.

“Human capital has become a company’s primary asset in creating long-term business value. This is what underlines the importance of implementing a Human Capital Information System (HCIS),” he explained.

Furthermore, he highlighted how HCM integrates various business processes within an organization. Each integrated process generates analytical data that directly supports managerial decision-making. Toward the end of the session, he stressed that HCM Consultants play a role far beyond system configuration. Consultants translate business needs into HCIS features and provide improvement recommendations to ensure that ERP implementation delivers real added value.

“A consultant must understand business processes, analyze client needs, and communicate solutions effectively—not just master system features,” he added.

Interactive Discussion

The atmosphere became even more engaging during the Q&A session. Participants enthusiastically discussed careers as ERP Consultants and the practical application of HCIS. Questions ranged from indicators of successful HCIS implementation to essential skills needed to pursue a career in ERP.

Responding to these questions, Nur Abdillah Bagus shared his perspective: “Understanding business processes, strong analytical skills, and effective communication are far more important than simply memorizing system features.”

Overall, ERP TALKS 2025 provided not only technical insights but also a practical perspective how ERP technology especially in the HCM domain can directly contribute to business value creation.

Syawarani Gayatri

Kuntoro Bismo, alumni sekaligus pembicara pada kuliah praktisi

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menghadirkan kegiatan Kuliah Praktisi  pada Sabtu (22/11). Kuliah Praktisi kali ini membawakan tema “Projeck Risk Management“. Mahasiswa Teknik Industri UII turut hadir meramaikan kegiatan ini yang merupakan bagian pembelajaran. Kuliah berlangsung secara daring melalui platfrom Zoom Meeting.

Pada kuliah praktisi kali ini, Program Studi Teknik Industri UII menghadirkan Bintoro Wisnuputro sebagai narasumber. Ia merupakan alumni Teknik Industri UII yang saat ini berprofesi sebagai Project Management Specialist. Sepanjang kariernya, Bintoro telah menangani berbagai proyek di dunia profesional. Melalui pemaparannya, ia mengajak mahasiswa memahami manajemen risiko proyek, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga dari pengalaman praktik di lapangan.

Hubungan antara Projek dan Resiko

Pembicara menjelaskan tentang Risk Management Process Flow Diagram

Dalam pemaparannya, Beliau menjelaskan bahwa risiko merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah proyek. Oleh sebab itu, setiap proyek memerlukan perencanaan risiko yang matang agar tujuan proyek dapat tercapai secara efektif dan efisien. Ia juga menekankan pentingnya proses identifikasi risiko sejak tahap awal, analisis dampak risiko, hingga penentuan strategi mitigasi yang tepat.

“Kunci dari manajemen risiko proyek adalah kesiapan. Risiko tidak selalu bisa dihindari, tetapi dapat dikelola dengan baik,” ungkap Beliau.

Sesi Diskusi Interaktif

Pembelaharan seputar bagaimana menghandle resiko yang terjadi dalam suatu projek

Selain pemaparan materi, panitia mengemas kegiatan ini secara interaktif. Pada akhir acara, sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif. Para peserta mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari penerapan risk register, peran manajer proyek dalam pengendalian risiko, hingga tantangan manajemen risiko pada proyek modern.

Program Studi Teknik Industri UII secara rutin menyelenggarakan kuliah praktisi sebagai bagian dari penguatan pembelajaran. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga mendapatkan wawasan langsung dari para profesional. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami penerapan ilmu perkuliahan sekaligus mengenali tantangan nyata di dunia kerja.

Syawarani Gayatri

Kuntoro Bismo, alumni sekaligus pembicara pada kuliah praktisi

The Industrial Engineering Study Program, Faculty of Industrial Technology (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) once again held a Practitioner Lecture on Saturday (November 22). On this occasion, the lecture carried the theme “Project Risk Management.” Industrial Engineering students from UII actively participated in the event, which forms an integral part of the learning process. Moreover, the lecture was conducted online via the Zoom Meeting platform, allowing broader student engagement.

In this practitioner lecture, the Industrial Engineering Study Program at UII welcomed Bintoro Wisnuputro as the guest speaker. He is an alumnus of Industrial Engineering UII who currently works as a Project Management Specialist. Throughout his professional career, Bintoro has managed a wide range of projects across various industries. Through his presentation, he encouraged students to understand project risk management not only from a theoretical perspective, but also through practical experiences encountered directly in the field.

The Relationship Between Projects and Risk

Pembicara menjelaskan tentang Risk Management Process Flow Diagram

During his presentation, Bintoro explained that risk represents an inseparable element of any project. Therefore, every project requires careful and structured risk planning to ensure that project objectives can be achieved effectively and efficiently. In addition, he emphasized the importance of conducting early risk identification, followed by risk impact analysis, and ultimately selecting appropriate mitigation strategies.

“The key to project risk management is preparedness. Risks cannot always be avoided, but they can be managed effectively,” Bintoro stated.

Interactive Discussion Session

Pembelaharan seputar bagaimana menghandle resiko yang terjadi dalam suatu projek

In addition to the main presentation, the organizing committee designed the event to be interactive. Towards the end of the session, an active discussion and question-and-answer segment took place. During this session, participants raised various questions, ranging from the implementation of risk registers, the role of project managers in risk control, to the challenges of risk management in modern projects.

Furthermore, the Industrial Engineering Study Program at UII regularly organizes practitioner lectures as part of its learning enhancement efforts. Through this activity, students not only study theoretical concepts in the classroom, but also gain direct insights from industry professionals. As a result, students are expected to better understand the practical application of their academic knowledge, while simultaneously recognizing the real challenges of the professional world.

Syawarani Gayatri

Alumni TI berfoto bersama dalam malam puncak Reuni Akbar

Yogyakarta, June 26–28, 2025 — The Industrial Engineering Alumni Association (IKATI) of the Islamic University of Indonesia (UII) is once again holding the 2025 UII Industrial Engineering Grand Reunion with the theme “From Us (Alumni) for Us (Alumni and Students)”. The three-day event, held at the K.H. Mas Mansur Building, Faculty of Industrial Technology (FTI) UII, serves as a gathering for alumni, students, and the academic community of UII Industrial Engineering across generations.

IKATI, established in 2000, was pioneered by Muhammad Syaifudin Zuhry (class of 1982) along with fellow UII Industrial Engineering alumni from various regions. Since its inception, IKATI has been actively strengthening its network through professional forums, social activities, and intergenerational collaboration.

Day One: Alumni Talk Show and Graduation Briefing

Pemaparan narasumber sesi pertama Talkshow

The first day consisted of a talk show and graduation briefing featuring alumni from various batches as guest speakers. This activity was divided into two sessions.

The first session carried the theme “Career Opportunities: Take Off & Landing in Conquering Opportunities in the Industry 5.0 Era” with guest speaker Ir. Ilham Bashirudin, S.T., IPM. (alumnus of the class of 2003) presenting a paper titled “The Need for Now: Thriving in a Human Tech Workplace,” together with Aditya Cahya Ramdani, S.T. (alumnus of the class of 2013).

The second session, themed “Successful Work: Young People at Work,” featured Galih Febianto, S.T. (class of 2008) and Akbar Daffa Raharja, S.T. (class of 2017) as speakers. In closing the session, Akbar passionately advised,

“Take the risk, because the idea you postpone today might be taken by someone else tomorrow.”

The first day’s activities concluded at 12:00 PM with the presentation of souvenirs.

Day Two: Campus Nostalgia and Pilgrimage

The second day, Friday (6/27), was filled with the Journey Through the Lab activity, where UII Industrial Engineering alumni explored the campus laboratories, which are now more modern and representative.

Then, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN.Eng., Dean of FTI and alumnus, expressed his hope that alumni meetings would be held regularly. He emphasized that alumni are important assets who can help develop study programs, share experiences, and open up job opportunities for students.

“Many of our alumni have become entrepreneurs or founded companies, so this network is very valuable,” he said.

Next, alumni and lecturers walked to Embung Pelangi to visit the graves of campus heroes. Joint prayers, flower offerings, and water sprinkling became symbols of respect. The orange evening sky added to the solemn atmosphere, leaving a deep impression and strengthening solidarity across generations.

Day Three: IKATI Meeting and Reunion Gala Night

The final day marked the culmination of the entire IKATI 2025 Grand Reunion event series. In the morning, the IKATI National Meeting was held at the K.H. Mas Mansur Auditorium, discussing plans for future work programs and alumni collaboration.

In the evening, activities continued with a lively Reunion Gala Dinner along Jl. Islamika. Each Industrial Engineering laboratory opened exhibition booths, showcasing student work and documentation of activities. The main stage featured various entertainment performances by alumni and students, creating a warm and nostalgic atmosphere. Then, the Chairman of IKATI, Ir. Ilham Bashirudin, S.T., IPM., expressed his gratitude for the success of the event.

“Alhamdulillah, this Grand Reunion series went smoothly. This is a remarkable moment because alumni from S1, S2, to S3 can gather and share the same vision to advance the Industrial Engineering department,” he said.

He emphasized that alumni play a vital role in strengthening the connection between academia and the professional world. He hopes that young alumni will become more active in IKATI activities. According to him, IKATI is a platform for all alumni to participate, help, and share information, including job opportunities. In the future, activities such as seminars and job fairs are expected to be held regularly to strengthen networking and collaboration among alumni.

The atmosphere became even more lively when Muhammad Syaifudin Zuhry, S.T., one of the senior alumni, was present to enjoy the performances. He considered this reunion event to be very memorable and inspiring.

“Overall, this event was excellent, very good, creative, and touching. Moments like this are extraordinary and must continue,” he said.

He also gave a message to students to continue completing their studies and carry on the spirit of previous alumni.

Closing

After the entire series of events ended, Digdoyo Oktapriandi, S.T, M.T, CIPM, as the chairperson of the 2025 Grand Reunion, expressed his pride in the solidarity of the committee and all participants. He hoped that young alumni would become more active in IKATI.

“IKATI is a forum for all of us. Let’s be active, help each other, and share information, including job opportunities. In the future, we want to continue holding activities such as seminars and job fairs,” he said.

In closing, the 2025 IKATI Grand Reunion became a strong symbol of togetherness and cross-generational collaboration. Through the spirit of “From Us for Us,” UII Industrial Engineering alumni demonstrated their commitment to continue contributing to the development of science, professional networks, and the value of togetherness in their beloved alma mater.

Rani Novalentina

Alumni TI berfoto bersama dalam malam puncak Reuni Akbar

Yogyakarta, 26–28 Juni 2025 — Ikatan Alumni Teknik Industri (IKATI), Universitas Islam Indonesia (UII), kembali menggelar Reuni Akbar Teknik Industri UII 2025 bertema “Dari Kita (Alumni) untuk Kita (Alumni dan Mahasiswa)”. Kegiatan tiga hari yang berlangsung di Gedung K.H. Mas Mansur, Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII, menjadi ajang silaturahmi lintas generasi antara alumni, mahasiswa, dan civitas akademika Teknik Industri UII.

IKATI yang berdiri sejak tahun 2000 dipelopori oleh Muhammad Syaifudin Zuhry (angkatan 1982) bersama rekan-rekan alumni Teknik Industri UII dari berbagai daerah. Sejak awal, IKATI aktif mempererat jaringan melalui forum profesional, kegiatan sosial, dan kolaborasi antar generasi.

Hari Pertama: Talkshow Alumni dan Pembekalan Wisuda

Rangkaian hari pertama merupakan talkshow dan pembekalan wisuda yang menghadirkan alumni lintas angkatan sebagai narasumber. Kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi.

Sesi pertama mengusung tema “Peluang Karir: Take Off & Landing dalam Menaklukkan Peluang di Era Industri 5.0” dengan narasumber Ir. Ilham Bashirudin, S.T., IPM. (alumni angkatan 2003) yang membawakan materi berjudul “The Need for Now: Thriving in a Human Tech Workplace”, bersama Aditya Cahya Ramdani, S.T. (alumni angkatan 2013).

Sesi kedua bertema “Sukses Berkarya: Yang Muda untuk Berkarya” menghadirkan Galih Febianto, S.T. (alumni angkatan 2008) dan Akbar Daffa Raharja, S.T. (alumni angkatan 2017) sebagai narasumber. Dalam penutup sesi, Akbar berpesan dengan penuh semangat, 

Take the risk, karena bisa jadi ide yang kamu tunda, besok sudah diambil orang lain.”

Rangkaian kegiatan hari pertama berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan penyerahan cinderamata.

Hari Kedua: Nostalgia Kampus dan Ziarah

Hari kedua, Jumat (27/6), diisi dengan kegiatan Journey Through the Lab, di mana alumni Teknik Industri UII menjelajahi laboratorium kampus yang kini lebih modern dan representatif.

Kemudian, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN.Eng., Dekan FTI sekaligus alumni, menyampaikan harapan agar rutin menggelar pertemuan alumni. Ia menekankan bahwa alumni adalah aset penting yang dapat membantu pengembangan program studi, berbagi pengalaman, dan membuka peluang kerja bagi mahasiswa. 

“Banyak alumni kita yang sudah menjadi pengusaha atau mendirikan perusahaan, sehingga jaringan ini sangat bernilai,” ujarnya.

Selanjutnya, alumni dan dosen berjalan menuju Embung Pelangi untuk ziarah makam pahlawan kampus. Doa bersama, tabur bunga, dan siraman air menjadi simbol penghormatan. Langit sore yang jingga menambah khidmat suasana, meninggalkan kesan mendalam sekaligus memperkuat solidaritas lintas generasi.

Hari Ketiga: Rapat IKATI dan Malam Puncak Reuni

Hari terakhir menjadi puncak dari seluruh rangkaian acara Reuni Akbar IKATI 2025. Pagi harinya, berlangsung Rapat IKATI Nasional di Auditorium K.H. Mas Mansur yang membahas rencana program kerja dan arah kolaborasi alumni ke depan.

Malam harinya, kegiatan berlanjut dengan Gala Dinner Reuni yang berlangsung meriah di sepanjang Jl. Islamika. Setiap laboratorium Teknik Industri membuka stand pameran, menampilkan karya dan dokumentasi kegiatan mahasiswa. Panggung utama menampilkan berbagai hiburan dari alumni dan mahasiswa, menciptakan suasana hangat dan penuh nostalgia.

Kemudian, Ketua IKATI, Ir. Ilham Bashirudin, S.T., IPM., mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan penyelenggaraan acara. 

“Alhamdulillah, rangkaian Reuni Akbar ini berjalan lancar. Ini menjadi momentum luar biasa karena alumni S1, S2, hingga S3 bisa bersilaturahmi dan punya visi yang sama untuk memajukan jurusan Teknik Industri,” ujarnya. 

Ia menekankan bahwa peran alumni sangat penting dalam memperkuat koneksi antara dunia akademik dan dunia kerja. Harapannya, para alumni muda semakin aktif dalam kegiatan IKATI. Menurutnya, IKATI merupakan wadah bagi seluruh alumni untuk saling berpartisipasi, membantu, dan berbagi informasi, termasuk peluang kerja. Ke depan, kegiatan seperti seminar dan job fair diharapkan terus digelar secara rutin untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi antar alumni.

Suasana semakin semarak ketika Muhammad Syaifudin Zuhry, S.T, salah satu alumni senior, turut hadir menikmati penampilan pentas. Ia menilai acara reuni kali ini sangat berkesan dan inspiratif. 

“Secara keseluruhan acara ini ekselen, sangat bagus, kreatif, dan menyentuh. Momentum seperti ini luar biasa dan harus berlanjut,” tuturnya. 

Ia juga memberi pesan kepada mahasiswa untuk terus menyelesaikan studi dan meneruskan semangat alumni sebelumnya.

Penutup

Setelah seluruh rangkaian acara berakhir, Digdoyo Oktapriandi, S.T, M.T, CIPM, selaku ketua pelaksana Reuni Akbar 2025, menyampaikan rasa bangga atas kekompakan panitia dan seluruh peserta. Ia berharap para alumni muda semakin aktif di IKATI.

“IKATI ini wadah kita semua. Ayo aktif, saling membantu, dan berbagi informasi, termasuk peluang kerja. Ke depan kami ingin terus mengadakan kegiatan seperti seminar dan job fair,” ujarnya.

Sebagai penutup, Reuni Akbar IKATI 2025 menjadi simbol kuat kebersamaan dan kolaborasi lintas generasi. Melalui semangat “Dari Kita untuk Kita”, alumni Teknik Industri UII menunjukkan komitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan keilmuan, jaringan profesional, dan nilai kebersamaan di lingkungan almamater tercinta.

Rani Novalentina

Yogyakarta, 26 Juni 2025 — Alumni Teknik Industri (TI), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) memberikan impact dari pengalaman berharga mereka. Melalui Reuni Akbar Jurusan Teknik Industri, IKATI merancang Talkshow yang menghadirkan empat narasumber. Dengan mengusung tema “Dari Kita (Alumni) untuk Kita (Alumni & Mahasiswa) dengan harapan alumni dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa TI FTI UII. Acara ini terlaksana di ruang Audiovisual gedung K.H. Mas Mansur, FTI UII. Kegiatan ini juga sebagai bentuk pembekalan calon wisudawan periode Juni 2025.

Pembuka

Rangga Pamungkas dan Zahwa Putri Aghniya sebagai Master of Ceremony membuka acara pada pukul 08.00 WIB. Acara hari pertama rangkaian Reuni Akbar ini menghadirkan Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. sebagai perwakilan Jurusan TI untuk memberikan sambutan. Selanjutnya, pembukaan oleh Ketua Pelaksana acara Digdoyo Oktapriandi, S.T, M.T, CIPM.

Pemaparan materi akan berlangsung selama dua sesi dengan dua moderator. Moderator pertama, Nur Laily, Haryanti, S.T., M.T. akan menemani narasumber dan peserta.

Peluang Karir: Take off & Landing dalam Menaklukan Peluang Karir di Era Industry 5.0 

Pemaparan narasumber sesi pertama Talkshow 

Narasumber pertama dari alumni TI angkatan 2003, Ir. Ilham Bashirudin, S.T., IPM. Beliau saat ini menjabat sebagai President of Human Resources dari PT Krakatau Posco. Perusahaan tersebut berdiri sejak tahun 2010. PT Krakatau Posco merupakan perusahaan patungan antara produsen baja terkemuka dunia, POSCO dan PT Krakatau Steel.

Kemudian, Ia menjelaskan bahwa Teknik Industri lahir sebagai jurusan yang berfokus menyelesaikan masalah dari berbagai sisi. Penyelesaian TI dapat melalui pendekatan psikologi, ekonomi, dan tentunya lingkup industri. Ilham juga memberikan analogi “memasak air panas” yang terjadi sebab-akibat. Namun, dalam TI harus mencari sebab-akibat yang bisa saja tidak umum.

Hal tersebut akan berguna dalam aplikasi pada lingkungan kerja. Permasalahan yang tidak terpikirkan dapat muncul kapan saja, sehingga lulusan TI nantinya harus bisa mengendalikan masalah yang timbul. Ilham mengatakan hal ini merupakan peluang dan tidak perlu merasa takut terhadap masalah yang timbul.

“Kalau masuk kubangan itu jangan hanya dapat kotornya (masalah) saja. Tapi, pastikan juga dapat lele (untung)” Sebutnya.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan insight tentang dunia profesional, tetapi juga menjadi bentuk nyata dari kontribusi alumni untuk membekali adik tingkatnya dalam menapaki karier.

Selanjutnya, Aditya Cahya Ramdani, S.T., alumni angkatan 2013 yang kini berkarir di PT Kawan Lama Group dengan jabatan Continuous Improvement & Culture Management Analyst. Beliau membawakan topik seputar kesiapan karier dalam dunia kerja melalui pendekatan yang ringan dan interaktif.

Aditya memulai dengan permainan berhitung sederhana yang menyiratkan pentingnya memahami pola dalam dunia profesional.

“Sama seperti permainan, dunia kerja juga punya pola. Yang bukan akan tergantikan oleh AI, melainkan yang tidak mampu beradaptasi dan memanfaatkannya,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa dalam proses rekrutmen, perusahaan tidak hanya mencari kandidat dengan kemampuan teknis, tetapi juga yang sesuai dengan budaya kerja mereka. Aditya memberikan wawasan tentang pentingnya culture fit, teknik wawancara dengan metode STAR (Situation, Task, Action, Result), serta memahami karakteristik DISC dalam forum diskusi kelompok.

Sukses Berkarya: Yang Muda Untuk Berkarya

Memasuki sesi kedua, Putri Dwi Annisa S.T., yang merupakan dosen sekaligus alumni TI angkatan 2010. Beliau memandu sesi kedua bersama narasumber alumni TI dengan prestasi gemilang lainnya.

Narasumber ketiga, Galih Febianto, S.T., alumni angkatan 2008 yang kini terkenal sebagai founder dari Resmi Pangan Indonesia, yang mencangkup Serabine Indonesia, Miesyapi, dan Kopi Resmi. Mengawali sesinya, Galih membuka topik “Bagaimana Kalau Tidak Tau Mau Kemana?” Ia menceritakan fase ketika menunggu wisuda dengan pertanyaan-pertanyaan dalam benaknya, seperti “Ingin jadi apa?”, “Bagaimana setelah wisuda?”, hingga mempertanyakan jalan hidupnya.

Kemudian, ia membagikan cara menguraikan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Langkah pertama adalah fokus “membuang apa yang harus dibuang” dan kedua fokus “tidak ingin jadi apa“. Galih berpendapat bahwa apa yang kita bisa dan orang lain tidak bisa merupakan bagian dari panggilan hidup. Berdasarkan pendapatnya, panggilan hidup bisa berupa skill yang dari setiap manusia.

“Saya yakin jika saya selalu melakukan yang saya sukai secara konsisten, mungkin 3-4 tahun ga ada uangnya. Tapi jika saya ahli pada bidang itu, uang yang mendatangi saya.” ungkap Galih.

Dengan hanya menyukai sesuatu tidak akan mendatangkan uang, tapi menjadi ahli dari sana dapat mendatangkan uang.

Sesi kedua berakhir dengan narasumber keempat, Akbar Daffa Raharja, S.T., alumni angkatan 2017. Akbar Daffa merupakan founder dari Akar Kreasi Nuswantara. Ia kini mengelola tiga lini usaha berbasis riset dan teknologi: Akar Nusantara, Agronesia, dan brand FnB Tuti Fruity. Beliau juga merupakan Chief Technical Officer PT Agronesia Multi Resources.

Akbar memaparkan tentang pentingnya riset, kolaborasi, dan crystal clear vision dalam membangun bisnis. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara agraris, namun minim dukungan teknologi dan kebijakan.

Selanjutnya, sesi tanya jawab menutupi acara kali ini. Peserta terlihat antusias menggali perspektif baru baik dari dunia industri maupun wirausaha. Acara ini memberi inspirasi dan menggambarkan secara nyata dunia pasca-kampus yang akan para lulusan Teknik Industri UII hadapi.

Take the risk. Karena bisa jadi ide yang kamu tunda, besok akan orang lain,” tutup Akbar dengan penuh semangat.

Penutup

Pada akhir acara, panitia menyerahkan cinderamata sebagai bentuk apresiasi kepada keempat narasumber. Sesi foto bersama seluruh peserta, moderator, dan alumni menjadi penanda berakhirnya acara secara resmi.

Talkshow kali ini menjadi pembuka rangkaian Reuni Akbar IKATI 2025 yang akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Lebih dari sekadar nostalgia alumni, acara ini menjadi ajang transfer pengalaman, memperkuat jejaring, dan membangun sinergi berkelanjutan antara alumni dan civitas akademika Teknik Industri UII.

Rani Novalentina

Sharing Session Alumni bidang PPIC

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan Sharing Alumni pada Minggu (10/8). Dengan tema “Global Career Pathways for Industrial Engineers: How to Become a PPIC Specialist Abroad,” acara ini menghadirkan Muhammad Taufiq Sulistia, S.T., sebagai pembicara. Beliau merupakan perwakilan Ikatan Alumni Teknik Industri (IKATI). Kini ia merupakan bagian dari Pinehill Arabia Food Ltd, Arab Saudi sebagai Asisten Manajer. Mahasiswa dan alumni mengikuti kegiatan ini dengan antusias untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai perjalanan karier dalam bidang Production Planning and Inventory Control (PPIC) pada kancah internasional.

Memasuki sesi diskusi, Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc., dosen Teknik Industri UII, memandu acara sebagai moderator. Pada kesempatan itu, Taufiq membagikan perjalanan kariernya hingga akhirnya memperoleh kesempatan bekerja pada perusahaan multinasional terkhusus industri makanan. Ia menekankan bahwa pengalaman kerja di Indonesia memberikan bekal penting sebelum ia melanjutkan karier ke Arab Saudi.

“Awalnya saya juga berangkat dari posisi staf biasa di Indonesia. Namun pengalaman selama dalam bidang produksi dan perencanaan memberikan peluang untuk melangkah ke level internasional,” ujar Taufiq.

SESI TANYA JAWAB KARIR BIDANG PPIC

Taufiq Sulistia, Alumni UII yang kini bekerja sebagai PPIC Specialist di Saudi Arabia

Selain membagikan perjalanan karier, Taufiq juga menyoroti tantangan bekerja dalam lingkungan global. Ia menjelaskan bagaimana ia beradaptasi dengan budaya kerja baru dan memenuhi standar internasional dalam sistem produksi. Taufiq juga menceritakan pengalaman sehari-hari sebagai PPIC Specialist, mulai dari menjalankan tugas hingga menanggung berbagai tanggung jawab.

Setelah sesi materi, suasana tanya jawab berlangsung hangat dan interaktif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan, terutama tentang tips dan strategi meniti karier global seperti yang ia jalani. Salah satu peserta menanyakan peluang untuk menempuh jalur karier serupa. Menanggapi pertanyaan itu, Taufiq menekankan pentingnya persiapan matang, mulai dari mengenali minat pribadi hingga memahami kualifikasi yang dunia industri tuntut saat ini, khususnya pada bidang PPIC.

Menutup acara, Taufiq menyampaikan pesan agar mahasiswa dan alumni Teknik Industri UII terus mengasah kompetensi. Ia menekankan perlunya penguasaan bahasa, kemampuan analisis, serta pemahaman sistem ERP sebagai kunci keberhasilan dalam pekerjaan PPIC. Melalui sharing session ini, peserta semakin terdorong untuk menyiapkan diri dalam menghadapi peluang karier global bidang teknik industri.

Syawarani Gayatri

The Industrial Engineering Department, Faculty of Industrial Technology (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), held another graduation preparation session on Friday (11/29). Themed “Charting Your Career Path: Building the Skills for Career Success,” the event took place in the audiovisual room 1.01 of FTI UII and was attended by 53 prospective graduates. Alumni and representatives from the Directorate of Career Development & Alumni (DPKA) UII were invited to encourage graduates to prepare for their career journey after earning their degrees.

The event began with a group photo of prospective graduates alongside the Head of the Industrial Engineering Department, speakers, and faculty representatives. At precisely 1:00 PM WIB, Akmal Faiq, the master of ceremonies, opened the event with a recitation of basmallah. This was followed by the singing of Indonesia Raya and the UII Hymn. The next agenda was a welcome speech by the Head of the Industrial Engineering Department, Ir. Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., who congratulated and gave opening remarks to the prospective graduates.

“There are a few faces I still recognize, from thesis defenses to final exams. It’s extraordinary that you’ve reached this point. Congratulations on your achievements, and may this be the beginning of a blessed journey in the future!” he expressed.

Sesi Materi Pembekalan Wisuda

Career Preparation Materials: From Workplace Expectations to the STAR Strategy

The main session began with a presentation by Mohamad Iqbal, S.T., CSCA., CPLM., an alumnus of UII’s Industrial Engineering program who now serves as the Head of Sea Freight (Domestic) at Meratus Group. He shared insights about the professional world, especially in the logistics sector, the expectations companies have for new graduates, and tips for entering the workforce through company-offered programs.

“You can kickstart your career by participating in programs provided by companies. These programs typically include intensive training, cross-divisional assignments, and evaluations to secure a permanent position, which will support your career development,” he explained.

The next session was delivered by Walid Jumlad, S.Psi., a psychologist from DPKA UII. He began his presentation by discussing the primary strengths of a university graduate, including structured thinking, critical thinking skills, and complex problem-solving abilities.

“Undergraduate graduates are at level 6 of the Indonesian National Qualification Framework (KKNI), encompassing analytical and managerial capabilities. Graduates are expected to demonstrate leadership, teamwork, confidence, and the courage to take initiative in the workplace,” he stated.

He also emphasized the importance of preparing CVs and interviews as the initial steps in career preparation. A CV should capture attention within the first seven seconds to engage recruiters. As for interviews, prospective graduates were advised to maintain a positive demeanor from the moment they enter the workplace. The STAR (Situation, Task, Action, Result, Learning) strategy was recommended for systematically answering interview questions.

The afternoon event concluded warmly with a Q&A session.
High appreciation goes out to all prospective graduates—best wishes in crafting remarkable stories in your new journey!

List of Batch II Graduates from Industrial Engineering, FTI UII

Below is the list of Batch II graduates from Industrial Engineering, FTI UII:

NIMNAMA WISUDAWAN
18522038ACHMED RIDHO SIREGAR
18522240ADITYA NASYADID BASYA
19522066AGUNG RAHMAT MAULANA
22913032AHMAD WAFIQ
20522324ALFAN HAIKAL FAKHRUROZI
20522340ANNISA RESTIA DWIANDRA
20522126ANNISA ROHMAH
20522333APRILLIA ROSALIND ANN SOPHIE
20522078ARDELIA MAHSAMIA
20522227ARDITA MAHARANI HANDOKO
22913090ASIH SUPRAPTI
20522312AYU OKTAMARISKA PUTRI
20522240BAGAS SRI HARJONO
19522262BINTANG ARYA SETA
20522138BRILLIANA ALMERIA HASNA
17522201CAESALPINIA PRIHASWARI
20522129DEDE FIRMANSYAH
18522120DELPI RAHMADANI
20522254DEVITA BETHARI CAHYANINGRUM WISNU PUTRI
20522275DHIMAS QAMARIEL NABILLA HAFIDZ
20525128ERDHO PRASETYO
20522361ERIANDA PERDANA
20522335FAIHA SAJIDAH SALMA
20522246FAIRUZ RAFIF
20522270FAISAL ALDY SANTOSA
19522337FAJAR HIDAYAT
20522288FARHAN AJI PRADANA
20523144FARIDAH AMALIYAH
20522300FATTYA ANISA
20522155FAUZIAH RISMA DAMAYANTI
20522053GHALIB KRISNA BOMANTARA
20522122GHINA SYARIFAH NAFIAH
20522308HANIF AULIA AKBAR
20933003HASANUDDIN
20522177HELMI FURQON DWI SAPUTRA
20522318HELMY PRADANA INDRAYANTO
20522276HUSEN FADHOLI
20522322IBNU FATA FAJRIANSYAH
20522151IQBAL HILAL MUJAFAR
20421101ISYA AKBAR FADLY
20522266JIHAN YUMNA SALSA
19522234KINTAN DAMAYANTI
20522274MILLA FADHILA SAID
20522358MOHAMMAD ALIMU ALMADANI
22913039MUH BADRANI
20522215MUHAMAD FAUZAN AKMAL
20522013MUHAMMAD DAFFA SABILLY FARHAN
22913010MUHAMMAD FAKHRI AMAL
20522112MUHAMMAD FAKHRI RAYHAN SAPUTRA
20522354MUHAMMAD FARHAN HARAHAP
18522337MUHAMMAD HAKIMI LUTHFIANTO WISNU MURTI
20522183MUHAMMAD HILDO AQILLAH TJ
22913052MUHAMMAD MUKROMIN
18522074MUHAMMAD NATSIR SATRIA WIBOWO
20525140MUHAMMAD RAIHAN
20522085MUHAMMAD ZAEDAN ALIF
20522281MULTI ADITAMA
20522310NABILLA ERI YULIANA PUTRI
20522106NOVANDA ANGGI SATRIO PANGESTU
20522018NOVIANA DANTRI TASLIMAH
22913053NUR ROHMAH NOVIANI
20522278NURDIYANA SOFI
20522265PRAYOGA PRIMA HERMAWAN
20522080PUTRI YANDA AULIA
22913013RANA DZAHABIYYAH
20522357RIFDHA ADELIA NISRINA
19522339RIZAL MIFTAHUL HUDA
20522264RIZKI
20522256RUDY AHMAD SYARIF
20522258RUHUL IZZAH MARHANUDDIN
19522287RYAN PRAMUDYA
20522378SAFLINA HANSA SAHIDA
20522352SALSABILA ANNISA BAIKI
20522158SATRIO NABIEL NURCAHYO
20522272SHELGI TITIAN RIZKY
20522218TAMARA HANUM ULINNUHA
20522331TANIA SEPHIA AZZAHRA DAMANIK
20522367TIARA FEBIAN
20522320WAHYU DWI NURHIDAYAT
20522198ZAHRA NASYWARI FIRDANTARA

Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mengadakan pembekalan wisuda pada Jumat (29/11). Acara yang bertema “Charting Your Career Path: Building the Skills for Career Success” ini bertempat di ruang audiovisual 1.01 FTI UII dan dihadiri oleh 53 calon wisudawan. Dalam kegiatan tersebut, alumni serta perwakilan Direktorat Pengembangan Karir & Alumni (DPKA) UII diundang untuk mengajak para wisudawan mempersiapkan langkah karier setelah meraih gelar sarjana.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan dokumentasi bersama para calon wisudawan dengan Ketua Program Studi Teknik Industri, pemateri, dan perwakilan dosen. Tepat pukul 13.00 WIB, Akmal Faiq selaku pemandu acara membuka acara dengan membacakan basmallah. Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UII secara bersama-sama. Sambutan disampaikan oleh Ketua Program Studi Teknik Industri, Ir. Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan motivasi kepada para calon wisudawan.

“Jadi, ada beberapa yang saya masih ingat wajahnya mulai dari saat pendadaran hingga sidang skripsi. Suatu yang luar biasa teman-teman bisa sampai di titik ini. Selamat atas pencapaiannya, semoga menjadi awal dari perjalanan yang penuh berkah di masa depan!” ungkap beliau.

Sesi Materi Pembekalan Wisuda

Materi Persiapan Karier: Dari Ekspetasi Dunia Kerja hingga Startegi STAR

Memasuki mata acara inti, materi pertama dibawakan oleh Mohamad Iqbal, S.T., CSCA., CPLM., alumni Teknik Industri UII yang kini menjabat sebagai Head of Sea Freight (Domestic) di Meratus Group. Beliau menyampaikan wawasan mengenai dunia kerja, khususnya di sektor logistik, ekspektasi perusahaan terhadap lulusan baru, serta memberikan tips bagi calon wisudawan untuk memulai karir melalui program yang ditawarkan oleh perusahaan.

“Rekan-rekan dapat memulai karier dengan mengikuti program yang disediakan perusahaan. Program ini biasanya mencakup pelatihan intensif, penugasan lintas divisi, dan evaluasi untuk mendapatkan posisi permanen, yang dapat mendukung pengembangan karier Anda,” ungkapnya

Sesi berikutnya diisi oleh Walid Jumlad, S.Psi., Psikolog dari DPKA UII. Beliau membuka materi dengan berdiskusi mengenai keunggulan utama seorang sarjana yang meliputi pola pikir terstruktur, kemampuan berpikir kritis, dan penyelesaian masalah kompleks.

Lulusan S1 berada pada level 6 dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), mencakup kemampuan analisis dan manajerial. Diharapkan, lulusan mampu menunjukkan kepemimpinan, bekerja dalam tim, percaya diri, dan berani mengambil inisiatif dalam dunia kerja nanti,” jelasnya.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya mempersiapkan CV dan wawancara sebagai langkah awal persiapan karier. CV harus mampu menarik perhatian dalam 7 detik pertama agar perekrut tertarik untuk membaca lebih lanjut. Sedangkan untuk tahap wawancara, calon wisudawan diimbau untuk menjaga sikap positif sejak memasuki lingkungan kerja. Strategi STAR (Situation, Task, Action, Result, Learning) juga direkomendasikan untuk menjawab pertanyaan wawancara secara sistematis. 

Selanjutnya, acara pembekalan wisuda diakhir dengan hangat melalui sesi tanya jawab. 

Apresiasi tinggi kepada seluruh calon wisudawan, selamat mengukir kisah hebat di jenjang berikutnya!

Daftar Wisudawan Batch II Teknik Industri FTI UII

NIMNAMA WISUDAWAN
18522038ACHMED RIDHO SIREGAR
18522240ADITYA NASYADID BASYA
19522066AGUNG RAHMAT MAULANA
22913032AHMAD WAFIQ
20522324ALFAN HAIKAL FAKHRUROZI
20522340ANNISA RESTIA DWIANDRA
20522126ANNISA ROHMAH
20522333APRILLIA ROSALIND ANN SOPHIE
20522078ARDELIA MAHSAMIA
20522227ARDITA MAHARANI HANDOKO
22913090ASIH SUPRAPTI
20522312AYU OKTAMARISKA PUTRI
20522240BAGAS SRI HARJONO
19522262BINTANG ARYA SETA
20522138BRILLIANA ALMERIA HASNA
17522201CAESALPINIA PRIHASWARI
20522129DEDE FIRMANSYAH
18522120DELPI RAHMADANI
20522254DEVITA BETHARI CAHYANINGRUM WISNU PUTRI
20522275DHIMAS QAMARIEL NABILLA HAFIDZ
20525128ERDHO PRASETYO
20522361ERIANDA PERDANA
20522335FAIHA SAJIDAH SALMA
20522246FAIRUZ RAFIF
20522270FAISAL ALDY SANTOSA
19522337FAJAR HIDAYAT
20522288FARHAN AJI PRADANA
20523144FARIDAH AMALIYAH
20522300FATTYA ANISA
20522155FAUZIAH RISMA DAMAYANTI
20522053GHALIB KRISNA BOMANTARA
20522122GHINA SYARIFAH NAFIAH
20522308HANIF AULIA AKBAR
20933003HASANUDDIN
20522177HELMI FURQON DWI SAPUTRA
20522318HELMY PRADANA INDRAYANTO
20522276HUSEN FADHOLI
20522322IBNU FATA FAJRIANSYAH
20522151IQBAL HILAL MUJAFAR
20421101ISYA AKBAR FADLY
20522266JIHAN YUMNA SALSA
19522234KINTAN DAMAYANTI
20522274MILLA FADHILA SAID
20522358MOHAMMAD ALIMU ALMADANI
22913039MUH BADRANI
20522215MUHAMAD FAUZAN AKMAL
20522013MUHAMMAD DAFFA SABILLY FARHAN
22913010MUHAMMAD FAKHRI AMAL
20522112MUHAMMAD FAKHRI RAYHAN SAPUTRA
20522354MUHAMMAD FARHAN HARAHAP
18522337MUHAMMAD HAKIMI LUTHFIANTO WISNU MURTI
20522183MUHAMMAD HILDO AQILLAH TJ
22913052MUHAMMAD MUKROMIN
18522074MUHAMMAD NATSIR SATRIA WIBOWO
20525140MUHAMMAD RAIHAN
20522085MUHAMMAD ZAEDAN ALIF
20522281MULTI ADITAMA
20522310NABILLA ERI YULIANA PUTRI
20522106NOVANDA ANGGI SATRIO PANGESTU
20522018NOVIANA DANTRI TASLIMAH
22913053NUR ROHMAH NOVIANI
20522278NURDIYANA SOFI
20522265PRAYOGA PRIMA HERMAWAN
20522080PUTRI YANDA AULIA
22913013RANA DZAHABIYYAH
20522357RIFDHA ADELIA NISRINA
19522339RIZAL MIFTAHUL HUDA
20522264RIZKI
20522256RUDY AHMAD SYARIF
20522258RUHUL IZZAH MARHANUDDIN
19522287RYAN PRAMUDYA
20522378SAFLINA HANSA SAHIDA
20522352SALSABILA ANNISA BAIKI
20522158SATRIO NABIEL NURCAHYO
20522272SHELGI TITIAN RIZKY
20522218TAMARA HANUM ULINNUHA
20522331TANIA SEPHIA AZZAHRA DAMANIK
20522367TIARA FEBIAN
20522320WAHYU DWI NURHIDAYAT
20522198ZAHRA NASYWARI FIRDANTARA