Tag Archive for: FTI

Serah Terima Mahasiswa Magang Batch XIX

Pada Senin (02/09), mahasiswa Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menghadiri acara serah terima mahasiswa magang di kantor PT Yamaha Indonesia. Program magang ini merupakan bagian dari kerja sama antara PT Yamaha Indonesia dan Prodi Teknik Industri FTI UII, yang sudah lama terjalin. Melalui kerja sama ini, mahasiswa yang lolos seleksi magang jalur kemitraan dapat mengikuti program tersebut. Pada batch ke XIX, Prodi Teknik Industri FTI UII mengirimkan tujuh mahasiswanya untuk magang.

Acara serah terima ini didampingi oleh beberapa dosen Prodi Teknik Industri FTI UII, yaitu Wahyudhi Sutrisno, S.T., M.M., M.T., Ir. Muchamad Sugarindra, S.T., M.T.I., IPM., dan Elanjati Worldailmi, S.T., M.Sc. Selain itu, Sekretaris Jurusan Dr. Taufiq Immawan, S.T., M.M. juga hadir dan memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Dr. Taufiq menyampaikan pesan agar para mahasiswa tetap semangat dan memaksimalkan potensi diri selama magang di PT Yamaha Indonesia. Pesan ini sejalan dengan harapan Vice President PT Yamaha Indonesia, Samsudin, yang juga menekankan pentingnya menjaga semangat dan kesehatan selama menjalani program magang.

Adapun, Audiamara Vinka menyampaikan harapannya sebagai dari salah satu pemagang “Harapan saya dengan mengikuti magang dapat membuka pandangan bagaimana dunia kerja berjalan dan dapat memberikan kontribusi yang baik kepada perusahaan dengan kemampuan yang saya miliki” ucapnya.


Serah terima ini juga menandai selesainya program magang batch XVIII yang telah berlangsung selama enam bulan. Hal ini sekaligus untuk melaksanakan Pendadaran di perusahaan tersebut. Para mahasiswa yang telah menyelesaikan magang diharapkan mampu mengembangkan keterampilan mereka berdasarkan pengalaman yang diperoleh selama program ini. Selain itu, program magang jalur kemitraan ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan industri akan tenaga kerja yang kompeten di bidangnya.

Zahra Nasywari Firdantara, salah satu mahasiswa magang di PT Yamaha Indonesia, mengungkapkan bahwa magang di perusahaan tersebut sangat berharga karena memberikan pemahaman mendalam tentang penerapan ilmu industri di lapangan. Di divisi Production Engineering, Zahra menerapkan konsep Value Stream Mapping (VSM) untuk menganalisis inventory, lead time, line balancing, barang defect, study time, dan work sampling guna mengidentifikasi waste dan meningkatkan produktivitas dengan metode perbaikan (kaizen).

Ia menambahkan bahwa proyek yang dikerjakan selama magang juga bisa digunakan sebagai bahan Kerja Praktik (KP) dan Tugas Akhir (TA). “Jadi, kita tidak perlu repot-repot mencari data lagi karena semuanya sudah sejalan dengan proyek magang,” tambahnya. “Magang di Yamaha itu worth it banget, karena kita jadi lebih paham tentang ilmu industri. Kalau di perkuliahan kita hanya tahu materinya saja, di sini kita bisa memahami materinya sekaligus aplikasinya di lapangan,” ujar Zahra.

Ia juga menekankan pentingnya kesabaran dan komunikasi untuk menjelaskan konsep tersebut dan bekerja sama dalam proyek perbaikan. Pengalamannya menunjukkan pentingnya persiapan, pemahaman ilmu, dan keterampilan interpersonal untuk memaksimalkan kesempatan magang dan mengembangkan diri di industri.

Rani Novalentina

On Friday (16/07), the Department of Industrial Engineering, Faculty of Industrial Technology (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) held a discussion related to the needs of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) and Small and Medium Industries (SMIs) in the Sleman area. This activity is the first step in the establishment of the UMKM Academy by the Department of Industrial Engineering UII by collaborating with the Sleman Regency Government’s Industry and Trade Office (Disperindag).

The event was officially opened by the Head of the Department of Industrial Engineering FTI UII, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. Also present at the opening of the event were the Head of Disperindag, Dra. Raden Rara Mae Rusmi Suryaningsih, Associate Expert Instructor from Disperindag Sleman Herry Murthala, Vice Dean Dr. Ir. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc., IPU, and Prof. Dr. Ir. Elisa Kusrini, MT, CPIM, CSCP, SCOR-P. 

In his speech, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. said “We (IT FTI UII) will help you in developing any business that needs help. Later, students can also help.” He hopes that this discussion can encourage economic growth through MSMEs and SMEs in the Sleman area.

The discussion involved 50 representatives of MSMEs and SMEs from various sectors divided into eight FGD groups. Lecturers of the Industrial Engineering Department of FTI UII accompanied each group, providing direction and assistance to develop the business. Then, UMKM and IKM representatives will convey the problems and training they need.

Elanjati Worldailmi, S.T., M.Sc., lecturer of IT FTI UII said “So this is the forerunner and the first step by establishing a partnership first with Disperindag. We map by inviting and calling SMEs and SMEs in the Sleman area. and in clusters per field with accompanying lecturers.” He further explained that all problems will be followed up by providing the necessary training.

The Department of Industrial Engineering FTI UII established the UMKM Academy to provide concrete support for MSMEs and SMEs in Sleman. This program aims to help MSMEs and SMEs develop through continuous assistance from academics. The department also collaborates with Sleman’s Trade Department to support local economic empowerment. 

Dra. Raden Rara Mae Rusmi Suryaningsih said “So, the government synergizes with universities to assist Sleman Regency MSME players so that they are more competitive. So what assistance is needed by MSME players.” Furthermore, she expressed her hope that Sleman Regency MSMEs can continue to consistently run their businesses.

Herry Murthala said that today’s discussion was very useful for SMEs in increasing collaboration between Rumah Kreatif Sleman and the Department of Industrial Engineering FTI UII to explore problems and find solutions. He hopes that this meeting can encourage synergy between SMEs and the Department of Industrial Engineering FTI UII in research and mentoring, especially in product development.

Then, as for Ilham, a representative of IKM from Zatra, said his impression, that this discussion was quite informative and weighty by telling the business profile and what obstacles were faced. He also hopes that other MSMEs can have the same opportunity.

Opens Discussion on Assistance for the Needs of MSMEs and SMEs

The UMKM Academy is a strategic step to map and develop the potential of MSMEs and SMEs in Sleman, with a focus on increasing the competence and competitiveness of business actors at the regional and national levels. Furthermore, the discussion ended with a group photo session.

Rani Novalentina

Pada Jum’at (16/07) Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan diskusi terkait kebutuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) di wilayah Sleman. Kegiatan ini menjadi langkah awal pembentukan Akademi UMKM oleh Jurusan Teknik Industri UII dengan menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Kabupaten Sleman.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Teknik Industri FTI UII, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. Turut hadir dalam pembukaan acara tersebut, Kepala Disperindag, Dra. Raden Rara Mae Rusmi Suryaningsih, Penyuluh Ahli Madya dari Disperindag Sleman Herry Murthala, Wakil Dekan Dr. Ir. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc., IPU., serta Prof. Dr. Ir. Elisa Kusrini, MT, CPIM, CSCP, SCOR-P. 

Dalam sambutannya, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. mengatakan “Kami (TI FTI UII) akan membantu bapak-ibu dalam mengembangkan bisnis apa pun yang perlu dibantu. Nanti juga, dapat dibantu oleh mahasiswa.” Beliau berharap diskusi ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui UMKM maupun IKM wilayah Sleman.

Diskusi ini melibatkan 50 perwakilan UMKM dan IKM dari berbagai sektor yang terbagi dalam delapan kelompok FGD. Dosen Jurusan Teknik Industri FTI UII mendampingi setiap kelompok, memberikan arahan dan pendampingan untuk mengembangkan usaha. Kemudian, Perwakilan UMKM dan IKM akan menyampaikan masalah serta pelatihan yang mereka butuhkan.

Elanjati Worldailmi, S.T., M.Sc., dosen TI FTI UII mengatakan “Jadi ini, cikal bakal dan langkah awal dengan menjalin rekanan dulu dengan Disperindag. Kita memetakan dengan cara mengundang dan memanggil  IKM dan UMKM di area Sleman. dan di cluster perbidang dengan dosen yang dampingi.” lebih lanjut beliau menerangkan bahwa semua permasalahan akan ditindaklanjuti dengan pemberian pelatihan yang diperlukan.

Jurusan Teknik Industri FTI UII membentuk Akademi UMKM untuk memberikan dukungan konkret bagi UMKM dan IKM di Sleman. Program ini bertujuan membantu UMKM dan IKM berkembang melalui pendampingan berkelanjutan dari akademisi. Oleh karena itu,  Jurusan juga bekerja sama dengan Disperindag Sleman untuk mendukung pemberdayaan ekonomi lokal. 

Dra. Raden Rara Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan “Jadi, pemerintah bersinergi dengan perguruan tinggi untuk mendampingi para pelaku UMKM Kabupaten Sleman agar mereka lebih berdaya saing. Sehingga pendampingan apa sih yang dibutuhkan oleh para pelaku UMKM.” Lebih lanjut, beliau menyatakan harapannya terkait UMKM Kabupaten Sleman untuk dapat terus konsisten menjalankan Usahanya.

Herry Murthala menyampaikan bahwa diskusi hari ini sangat bermanfaat bagi pelaku IKM dalam meningkatkan kolaborasi antara Rumah Kreatif Sleman dan Jurusan Teknik Industri FTI UII untuk menggali permasalahan dan mencari solusinya. Beliau berharap pertemuan ini dapat mendorong sinergi antara pelaku IKM dan Jurusan Teknik Industri FTI UII dalam riset dan pendampingan, khususnya dalam pengembangan produk.

Kemudian, adapun Ilham perwakilan IKM dari Zatra mengatakan kesannya, bahwa diskusi ini cukup informatif dan berbobot dengan menceritakan profil usaha dan kendala apa saja yang dihadapi. Beliau pun berharap UMKM lainnya dapat memiliki kesempatan yang sama.

Diskusi Pendampingan UMKM

Akademi UMKM ini menjadi langkah strategis untuk memetakan dan mengembangkan potensi UMKM dan IKM di Sleman, dengan fokus pada peningkatan kompetensi serta daya saing para pelaku usaha di tingkat regional maupun nasional. Selanjutnya, diskusi diakhiri dengan sesi foto bersama.

Rani Novalentina

Opening Seminar

The seminar series ‘UII Talk Series’ returned on Monday (15/07) at the Theatrical Room, Prof. Dr. Sardjito Public Lecture Building, UII. The Directorate of Partnership or International Affairs Office of UII collaborated with PT Pamapersada Nusantara as a resource person in the seminar which was divided into three sessions. Vice Rector for Networking & Entrepreneurship Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D., also attended the opening of this seminar. PT Pamapersada brought speakers from the Recruitment & Selection Head, Hendra Maraden, S.Psi, and Recruitment & Selection Analyst, Arika Zulfitri Karim, S. Psi, who discussed the topic of Maintaining Work Productivity Amid Modern Challenges in the Mining Industry. As for lecturers from the Industrial Engineering Study Programme, Bambang Suratno, MT, ST, Ph.D., who will review academic perspectives on productivity improvement with Seven Tools and New Seven Tools. This activity invites UII students so that they can enrich their knowledge and expand their professional network.

The event started at 08.30 WIB with Rani Septyani as the MC and Putri Dwi Annisa, S.T, M.Sc., as the moderator. It was opened with the recitation of Quran verses by Muhammad Arsil Arsor from the Ahwal Syakhsiyah Study Program, the presentation of PT Pamapersada Nusantara’s profile, as well as remarks from Ir. Wiryono Raharjo. In his speech, he expected UII students to strengthen the alumni network, “I think, this is a prospect for all of you in the future to enter this world. Because especially from Industrial Technology (FTI), yes. I think there can be a lot of discussion, but hopefully it can be a good start for the collaboration of Universitas Islam Indonesia with PT Pamapersada and hopefully among the participants can hang in there, so that it can strengthen the UII alumni network in the mining world” he said. Furthermore, the handover of souvenirs and documentation with the participants.

Session 1: Building Culture to Increase Productivity in Mining Contractor Industry Challenges

Maintaining Work Productivity Amidst Modern Challenges in the Mining Industry

In this first session, Hendra Maraden, S.Psi, from the Recruitment & Selection Head will present Building Culture to Increase Productivity in Mining Contractor Industry Challenges. In the mining sector, the company has become the largest production mining contractor in the world that produces more than one billion BCM (Bank Cubic Meter). With the increasing prospects of this company, PT Pamapersada is more selective in managing human resources by paying attention to the company’s system.  Realizing that people come and go, the company built an integrated system, “To be a big company, besides people, we must have a strong system. It must be systematized because people come and go, but the system must keep running” he said. To increase the productivity of its employees, the company is digitizing, namely the PAMA Integrated System which provides the needs of workers.

That way, PT Pamapersada Nusantara proves its productivity by moving forward from what was previously only a heavy equipment rental business to a mining contractor that has been integrated with various operating points. Not only in terms of improved systems, but the company also opens space for employees to develop, such as holding hobby clubs and receiving constructive suggestions for the company. Then, the moderator gave directions to enter the question and answer session.

Session 2: Flow of Recruitment Process in Mining Companies

Pembahasan Produktivitas Kerja

Next, Arika Zulfitri Karim, S.Psi, from the Recruitment & Selection Analyst field, explained the flow of the recruitment process at PT Pamapersada Nusantara. The company supports its employees to work productively and innovatively with synergy between employees and management. With the number of employees reaching 30 thousand, the company continues to improve its functions. The recruitment team is actively looking for the best seeds to maintain the company’s value. “Well, before PAMA people are finally productive, we must first look for people whose DNA is the same as PAMA. Therefore, we recruit ourselves who ultimately have to look for people like that where we have our own criteria,” he said. 

He also advised potential applicants to understand the essence of the company before applying. Arika explained that the flow of the application process at PT Pamapersada is different for D3 and S1, and mentioned the preparation and qualifications required by applicants.

Session 3: Seven Tools and New Seven Tools

Then, Bambang Suratno, MT, ST, Ph.D., as a lecturer from the Industrial Engineering Study Programme started the third session which will review academic perspectives on increasing productivity with Seven Tools and New Seven Tools. The digitalisation carried out by PT Pamapersada Nusantara requires the concept of supporting tools in analyzing related data. Seven Tools are statistical equipment used to solve work problems and seek improvements in work results and processes that are usually needed. Then, he explained that understanding seven tools can help adjust which tools are right for ideas in problem solving. Then there are the New Seven Tools that are commonly used for office management, such as analyzing risks in companies.

He said that these two methods complement each other, ‘So, the two Seven Tools complement each other, which initially (Old Seven Tools) was used more for production related to numerical data. If the new one (New Seven Tools) is to the upper management problem,’ he explained.  Furthermore, it was explained that in its use, the latest Seven Tools were used at the beginning of the research, then numerical data was sought using the old Seven Tools. 

The third session ended after a short question and answer session from the participants to the speakers and continued with the closing of this seminar series by the MC. From this meeting, it is hoped that it can increase the productivity of UII students, as well as add insight to participants and help prepare themselves for a better work environment.

Rani Novalentina

Opening Seminar

Ragam seminar “UII Talk Series” kembali hadir pada Senin (15/07) di ruang Teatrikal, Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, UII. Direktorat Kemitraan atau Kantor Urusan Internasional UII bekerja sama dengan PT. Pamapersada Nusantara sebagai narasumber dalam seminar yang dibagi menjadi tiga sesi. Wakil Rektor bidang Kemitraan & Kewirausahaan Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D., turut hadir dalam pembukaan seminar ini. PT. Pamapersada membawa narasumber dari bidang Recruitment & Selection Head, Hendra Maraden, S.Psi., dan bidang Recruitment & Selection Analyst, Arika Zulfitri Karim, S. Psi., yang membahas topik Menjaga Produktivitas Kerja di Tengah Tantangan Modern Dunia Industri Tambang. Adapun dosen dari Program Studi Teknik Industri Ir. Bambang Suratno, MT., ST., Ph.D., yang akan mengulas perspektif akademis mengenai peningkatan produktivitas dengan Seven Tools and New Seven Tools. Kegiatan ini mengundang mahasiswa UII sehingga dapat memperkaya pengetahuan dan memperluas jaringan profesional.

Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan Rani Septyani sebagai MC dan Putri Dwi Annisa, S.T, M.Sc., selaku moderator. Dibuka dengan pembacaan ayat Al-Qur’an oleh Muhammad Arsil Arsor dari Program Studi Ahwal Syakhsiyah, penayangan profilisasi PT. Pamapersada Nusantara, sekaligus kata sambutan dari Ir. Wiryono Raharjo. Dalam sambutannya, beliau mengharapkan mahasiswa UII dapat menguatkan jaringan alumni, “Saya kira, ini menjadi prospek adek-adek sekalian ke depan untuk masuk ke dunia ini. Karna terutama dari Teknologi Industri (FTI), ya. Saya kira bisa banyak diskusi, tapi mudah-mudahan bisa menjadi awal yang baik bagi kerjasama Universitas Islam Indonesia dengan PT. Pamapersada dan mudah-mudahan di antara para peserta bisa nyantol kesana, sehingga bisa menguatkan jaringan alumni UII di dunia pertambangan.” ucapnya. Selanjutnya, penyerahan cinderamata dan dokumentasi bersama peserta.

Sesi 1: Building Culture to Increase Productivity in Mining Contractor Industry Challenges

 

Pada sesi satu, Hendra Maraden, S.Psi., akan memaparkan materi Building Culture to Increase Productivity in Mining Contractor Industry Challenges. Dalam bidang pertambangan, perusahaan ini telah menjadi kontraktor pertambangan produksi terbesar di dunia yang menghasilkan lebih dari satu milyar BCM (Bank Cubic Meter). Dengan semakin meningkatnya prospek perusahaan ini menjadikan PT. Pamapersada lebih selektif dalam pengelolaan sumberdaya manusia dengan memperhatikan sistem perusahaan.  Menyadari bahwa manusia datang dan pergi, perusahaan membangun sistem yang telah terintegrasi, “Untuk menjadi sebuah perusahaan besar, selain people, kita harus mempunyai sistem yang kuat. Harus disistematisasi karena orang datang dan pergi, tapi sistem harus tetap berjalan.” ujarnya. Untuk meningkatkan produktivitas karyawannya, perusahaan melakukan digitalisasi, yaitu PAMA Integrated System yang menyediakan kebutuhan pekerja.

Dengan begitu, PT. Pamapersada Nusantara membuktikan produktivitasnya dengan melangkah maju dari yang sebelumnya hanya bisnis rental alat berat menjadi kontraktor tambang yang telah terintegrasi dengan berbagai titik operasi. Tidak hanya dari segi sistem yang ditingkatkan, namun perusahan tersebut juga membuka ruang untuk karyawan dapat berkembang, seperti mengadakan club hobi dan menerima saran membangun untuk perusahaan.

Sesi 2: Alur Proses Rekrutmen Pada Perusahaan Tambang

Pembahasan Produktivitas Kerja

Selanjutnya, Arika Zulfitri Karim, S.Psi., dari bidang Recruitment & Selection Analyst, menjelaskan alur proses rekrutmen di PT. Pamapersada Nusantara. Perusahaan ini mendukung karyawannya untuk bekerja secara produktif dan inovatif dengan sinergi antara karyawan dan manajemen. Dengan jumlah karyawan mencapai 30 ribu, perusahaan terus meningkatkan fungsi-fungsinya. Tim rekrutmen aktif mencari bibit terbaik untuk mempertahankan nilai perusahaan. “Nah, sebelum pada akhirnya insan PAMA ini produktif, pasti awal mulanya kita mencari orang-orang yang DNA-nya sama dengan PAMA. Maka dari itu, kami rekrutmen sendirilah yang pada akhirnya harus mencari orang-orang yang seperti itu dimana kami mempunyai kriteria sendiri-sendiri” ujarnya. 

Beliau juga menyarankan calon pelamar untuk memahami esensi perusahaan sebelum melamar. Arika menjelaskan bahwa alur proses melamar di PT. Pamapersada berbeda untuk D3 dan S1, serta menyebutkan persiapan dan kualifikasi yang dibutuhkan pelamar.

Sesi 3: Seven Tools and New Seven Tools

Kemudian, Ir. Bambang Suratno, MT., ST., Ph.D., selaku dosen dari Program Studi Teknik Industri mengulas perspektif akademis mengenai peningkatan produktivitas dengan Seven Tools and New Seven Tools. Digitalisasi yang diusung  PT. Pamapersada Nusantara memerlukan konsep tools pendukung dalam menganalisis data-data terkait. Seven Tools merupakan perlengkapan statistis yang digunakan untuk memecahkan masalah pekerjaan dan mengusahakan perbaikan hasil dan proses kerja yang biasanya dibutuhkan. Kemudian, beliau menjelaskan bahwa dengan memahami seven tools dapat membantu menyesuaikan alat mana yang tepat untuk ide dalam pemecahan masalah. Lalu ada New Seven Tools yang umumnya digunakan untuk manajemen kantor, seperti menganalisis risiko pada perusahaan.

Beliau mengatakan bahwa kedua metode ini saling melengkapi, ”Jadi, kedua Seven Tools saling tu melengkapi yang awalnya (Old Seven Tools) dipakai lebih kepada produksi yang berkaitan dengan data numerik. Kalo yang new (New Seven Tools) ke permasalahan manajemen ke atas” Paparnya.  Lebih lanjut, dijelaskan dalam penggunaannya Seven Tools terbaru digunakan pada awal penelitian, kemudian dicari data numeriknya menggunakan Seven Tools yang lama. 

Sesi ketiga berakhir setelah tanya jawab singkat dari peserta kepada narasumber dan dilanjutkan penutupan seminar seri ini oleh MC. Dari pertemuan ini, harapannya dapat meningkatkan produktivitas mahasiswa UII, serta menambah wawasan peserta dan membantu mempersiapkan diri ke lingkungan kerja yang lebih baik.

Rani Novalentina

Penerimaan Mahasiswa Baru Program Doktor Rekayasa Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) – Semester Ganjil 2023/2024

PERSYARATAN UMUM

Calon Mahasiswa Program Doktor Rekayasa Industri FTI UII harus memenuhi persyaratan-persyaratan, sebagai berikut:

KELENGKAPAN DOKUMEN persyaratan, terdiri dari:

  1. Ijazah/bukti kelulusan dari tahapan pendidikan sebelumnya (S1/D4 dan S2*)
  2. Transkrip dari tahapan pendidikan sebelumnya (S1/D4 dan S2*)
  3. Rekomendasi dari 2 (dua) orang (dosen atau atasan)
  4. Hasil TOELF atau CEPT (jika sudah ada)
  5. Hasil TPA (jika sudah ada)
  6. Bukti Pembayaran Biaya Pendaftaran
  7. Scan KTP
  8. Pas Foto (warna)
  9. Curriculum Vitae (dan rekam jejak publikasi)
  10. Proposal rencana penelitian

 SELEKSI WAWANCARA, dengan gambaran materi, diantaranya :

  • Motivasi
  • Arah Penelitian
  • Wawasan (khususnya terkait pemahaman bidang)
  • Pengalaman dalam Kerja Kelompok/Penelitian
  • Pendanaan/Sumber Biaya/Sponsor
  • Kendala Nonteknis (diluar proses belajar akademik dan berpotensi mempengaruhi keberhasilan calon mahasiswa)

 TANGGAL PENTING

  • Pendaftaran sd 31 Juli 2023
  • Seleksi : 7 sd 16 Agustus 2023
  • Pengumuman : 18 Agustus 2023
  • Registrasi Ulang : 21 sd 31 Agustus 2023
  • Kuliah Umum Perdana : 16 September 2023
  • Kelas Semester Ganjil : mulai 18 September 2023

 INFO DETAIL DAN PENDAFTARAN

Informasi lebih lanjut proses pendaftaran, silahkan kontak : [email protected]