Tag Archive for: Teknik Industri

Sharing Session Alumni bidang PPIC

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan Sharing Alumni pada Minggu (10/8). Dengan tema “Global Career Pathways for Industrial Engineers: How to Become a PPIC Specialist Abroad,” acara ini menghadirkan Muhammad Taufiq Sulistia, S.T., sebagai pembicara. Beliau merupakan perwakilan Ikatan Alumni Teknik Industri (IKATI). Kini ia merupakan bagian dari Pinehill Arabia Food Ltd, Arab Saudi sebagai Asisten Manajer. Mahasiswa dan alumni mengikuti kegiatan ini dengan antusias untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai perjalanan karier dalam bidang Production Planning and Inventory Control (PPIC) pada kancah internasional.

Memasuki sesi diskusi, Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc., dosen Teknik Industri UII, memandu acara sebagai moderator. Pada kesempatan itu, Taufiq membagikan perjalanan kariernya hingga akhirnya memperoleh kesempatan bekerja pada perusahaan multinasional terkhusus industri makanan. Ia menekankan bahwa pengalaman kerja di Indonesia memberikan bekal penting sebelum ia melanjutkan karier ke Arab Saudi.

“Awalnya saya juga berangkat dari posisi staf biasa di Indonesia. Namun pengalaman selama dalam bidang produksi dan perencanaan memberikan peluang untuk melangkah ke level internasional,” ujar Taufiq.

SESI TANYA JAWAB KARIR BIDANG PPIC

Taufiq Sulistia, Alumni UII yang kini bekerja sebagai PPIC Specialist di Saudi Arabia

Selain membagikan perjalanan karier, Taufiq juga menyoroti tantangan bekerja dalam lingkungan global. Ia menjelaskan bagaimana ia beradaptasi dengan budaya kerja baru dan memenuhi standar internasional dalam sistem produksi. Taufiq juga menceritakan pengalaman sehari-hari sebagai PPIC Specialist, mulai dari menjalankan tugas hingga menanggung berbagai tanggung jawab.

Setelah sesi materi, suasana tanya jawab berlangsung hangat dan interaktif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan, terutama tentang tips dan strategi meniti karier global seperti yang ia jalani. Salah satu peserta menanyakan peluang untuk menempuh jalur karier serupa. Menanggapi pertanyaan itu, Taufiq menekankan pentingnya persiapan matang, mulai dari mengenali minat pribadi hingga memahami kualifikasi yang dunia industri tuntut saat ini, khususnya pada bidang PPIC.

Menutup acara, Taufiq menyampaikan pesan agar mahasiswa dan alumni Teknik Industri UII terus mengasah kompetensi. Ia menekankan perlunya penguasaan bahasa, kemampuan analisis, serta pemahaman sistem ERP sebagai kunci keberhasilan dalam pekerjaan PPIC. Melalui sharing session ini, peserta semakin terdorong untuk menyiapkan diri dalam menghadapi peluang karier global bidang teknik industri.

Syawarani Gayatri

LSebanyak 62 kelompok mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) memamerkan berbagai inovasi produk unggulan dalam EXPO Big Project RSKE 2025 yang digelar di Hall FTI UII pada Jumat (25/07). Mengusung tema “Innovation of Multifunctional and Sustainable Design for Easy Life and Eco Friendly”, kegiatan ini menjadi puncak dari mata kuliah Rekayasa Sistem Kerja Ergonomis (RSKE). Lebih dari sekedar pameran, EXPO ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi nyata lewat rancangan produk yang berbasis prinsip Sustainability, Ergonomics, dan Multifunction.

Acara dibuka secara resmi oleh Ulvi Sakinah dan Gerren Satrio Hariyudho selaku MC dari pihak penyelenggara, yakni Laboratorium Desain Sistem Kerja dan Ergonomi (DSK&E). Selanjutnya, suasana kegiatan semakin khidmat berkat pembacaan doa, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Dekan FTI UII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU, ASEAN.Eng.

Dalam sambutannya, Beliau berbagi harapan agar EXPO ini menjadi ruang melatih mahasiswa agar tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu bersaing secara praktik di dunia kerja.

Menurutnya, “Expo ini bukan sekadar ajang tugas akhir mata kuliah, tetapi merupakan langkah awal bagi mahasiswa untuk menjadi inovator yang peka terhadap permasalahan di lingkungan sekitar serta mampu memberikan solusi melalui pendekatan teknologi dan ergonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Inovasi Mahasiswa

Acara dilanjutkan dengan pameran karya inovasi mahasiswa berupa prototype yang dinilai langsung oleh dewan juri. Salah satu yang menarik perhatian adalah karya dari kelompok D12, yang berhasil meraih gelar Best Innovation 1. Tim ini menciptakan traktor inovatif untuk memperbaiki postur kerja petani agar lebih ergonomis sehingga dapat mengurangi risiko cedera. Tak hanya itu, produk ini juga mengusung konsep sustainable design dengan memanfaatkan bahan ramah lingkungan. Selain itu, produk ini dilengkapi panel surya dan baterai lithium sebagai sumber energi alternatif.

Menariknya, ide ini berawal dari pengalaman salah satu anggota tim yang melihat langsung postur kerja petani di lingkungannya yang kurang tepat. Dari situ muncul keinginan untuk memberi solusi nyata bagi para pekerja di sektor pertanian. Lebih dari itu, inovasi ini juga diangkat untuk membangkitkan ketertarikan generasi muda terhadap dunia pertanian. 

“Kami ingin menciptakan sesuatu yang bukan hanya berguna, tapi juga mengajak Gen Z agar kembali peduli pada dunia pertanian,” ujar Hammam Rizqullah Maulana, selaku perwakilan tim.

Kata Mereka tentang EXPO RSKE 2025

Selain dihadiri mahasiswa Teknik Industri UII, expo ini juga terbuka untuk umum. Salah satu pengunjung adalah Maisya Thara Lail, mahasiswa Ilmu Komunikasi. Ia mengaku terkesan dengan inovasi yang ditampilkan. 

“Keren banget, jujur. Aku sendiri nggak punya latar belakang di bidang seperti ini, jadi menurutku luar biasa para mahasiswa TI bisa mewujudkan ide jadi prototype yang nyata kayak gini,” ujarnya.

Maisya juga berharap expo serupa dapat digelar kembali di tahun-tahun mendatang. Sementara itu, Felix Rasyada Rafif selaku ketua pelaksana menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas terselenggaranya EXPO BIG PROJECT RSKE 2025.

“Sebagai perwakilan Lab, saya sangat bangga dengan angkatan 2023 selaku peserta expo tahun ini. Produk yang mereka buat benar-benar inovatif, kreatif, dan variatif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Felix juga berharap agar karya-karya mahasiswa tidak berhenti sampai pada ajang ini saja. Sebaliknya, ia mendorong agar inovasi tersebut terus dikembangkan dan bahkan bisa dibawa ke tingkat kompetisi yang lebih tinggi. Di sisi lain, ia juga mengapresiasi antusiasme tinggi dari para pengunjung yang memadati area expo, serta keaktifan para peserta dalam mempresentasikan produk mereka secara langsung kepada pengunjung.

Achievement

Dengan demikian, berbagai produk inovatif yang dipresentasikan menjadi bukti semangat inovasi generasi muda Teknik Industri FTI UII. Tak hanya menunjukkan kemampuan akademik, para mahasiswa juga menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu masyarakat serta komitmen untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, sebagai bentuk apresiasi, panitia EXPO RSKE 2025 turut memberikan penghargaan kepada beberapa kelompok dengan karya terbaik. Adapun daftar kelompok yang berhasil meraih penghargaan dalam EXPO tahun ini adalah sebagai berikut:

AchievementKode KelompokNamaNIM
Best Innovation 1D12Scheva Ghifara Derossi23522214
Hammam Rizqullah Maulana23522236
Muhammad Zaki Hosam Daifullah23522153
R. Nabila Wirda Ayuningtyas23522150
Best Innovation 2D10Nasywa Ar Ridho23522300
Alan Bayu Kusuma23522266
Rahmalia Yunita23522105
Elviana Dewi Khusna23522092
Best Innovation 3B3Ferdian Anugrah Pratama23522251
Muhammad Afif Yusfian23522278
Ahmad Arro'uf Sulfuadi23522279
Gani Luthfi Marzuq23522301
Best Innovation 4E2Sang Adji Paco Labib23522168
Muetya Azzahra23522233
⁠Muhammad Wildan Itsna Asyifa23522209
Ersa Alviani23522221
Best ExpoA9Rofiq Burhan23522228
Muhammad Naufal Akbar23522229
Reza Anugrah Putra Ramadhan23522242
Best PresentationIP 1M Rifky Habibi Zulfy23522276
Badr Aldeen Al-khazan23522258
Jean De Dieu Habumuremyi23522259
Adiyasa Bagus Wicaksana23522053
Best PrototypeC10Ilham Nugraha Adi Susanto22522295
Aditya Zakki Nugroho22522315
Herdias Maulana22522339
Rian Adi Nugraha22522021

Syawarani Gayatri

Kegiatan Kelas Praktisi kembali hadir dalam agenda perkuliahan mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (FTI UII). Pada kesempatan kali ini, mahasiswa mata kuliah Manajemen Logistik berkesempatan untuk belajar dan berdiskusi langsung bersama Dr. Zaroni CISCP, CFMP, seorang Konsultan Senior Supply Chain Indonesia. Kuliah yang bertajuk “Respon Strategi Supply Chain & Logistik terhadap Dinamika Geopolitik Global Terkini” ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana kondisi geopolitik global mempengaruhi rantai pasok dan strategi logistik di berbagai sektor.

Dalam sesi ini, Dr. Zaroni mengajak mahasiswa untuk memahami pentingnya manajemen logistik sebagai bagian dari strategi bisnis UMKM. Mahasiswa juga diarahkan untuk mengasah kemampuan analisis operasional berbasis data dan konteks lokal. Selain itu, mereka diajak menyusun rencana strategis dengan pendekatan multidisipliner. Pendekatan ini mencakup berbagai aspek, seperti logistik, teknologi, sumber daya manusia, dan kemitraan.

“Kelas praktisi bersama Pak Zaroni memberi overview yang sangat insightful mengenai dunia logistik di berbagai sektor seperti pertanian, halal, hingga kemanusiaan. Kesempatan berdiskusi hingga presentasi membuka wawasan luas mengenai seluruh aspek dan faktor dari materi kuliah yang sudah disampaikan sebelumnya,” ujar Rangga, salah satu peserta kuliah.

Belajar Manajemen Logistik Lewat Studi Kasus

Tak hanya menjelaskan secara satu arah, beliau juga mengajak mahasiswa untuk terjun langsung mengkaji kasus-kasus yang berkaitan dengan topik perkuliahan. Pembahasan mencakup berbagai aspek strategis. Salah satunya adalah logistik untuk UMKM, yang berfokus pada perancangan strategi logistik terintegrasi guna mendukung pengembangan bisnis skala kecil agar lebih efisien dan kompetitif. Selanjutnya, mahasiswa membahas isu logistik perdesaan dengan mengkaji tantangan nyata dalam pemerataan akses pangan. Mereka melakukan kajian menggunakan pendekatan berbasis komunitas serta memanfaatkan teknologi sederhana yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan sosial masyarakat desa.

Pada konteks perkotaan, difokuskan pada kompleksitas last-mile delivery, yang menuntut inovasi berbasis teknologi, pengembangan infrastruktur cerdas, serta kolaborasi antara sektor publik dan swasta. Logistik halal juga menjadi topik penting dalam perkuliahan ini. Pembahasan difokuskan pada kebutuhan rantai pasok yang sesuai dengan prinsip syariah, di tengah persaingan global yang menuntut adanya regulasi yang jelas, sertifikasi, serta strategi diferensiasi berbasis nilai.

Selain itu, mahasiswa juga mendalami manajemen logistik kebencanaan. Bidang ini sangat krusial karena memerlukan strategi adaptif dalam menghadapi situasi darurat dan keterbatasan sumber daya. Tujuannya adalah agar bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi. Hasil dari kajian tersebut kemudian dipresentasikan oleh mahasiswa di dalam kelas. Selanjutnya, sesi diskusi dilakukan untuk membahas studi kasus dari masing-masing bidang.

From Theory to Real-World Insight

Kelas-kelas praktisi mendorong mahasiswa Teknik Industri UII untuk memahami materi secara praktis, tidak hanya secara teoritis. Melalui diskusi interaktif, kelas ini juga mengasah kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia industri nyata. Dengan kemampuan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengambil keputusan strategis dan menjadi problem solver yang adaptif dalam dunia nyata.

Syawarani Gayatri

Suasana semangat antusias memenuhi Gedung KH. Mas Mansur, Universitas Islam Indonesia (UII), saat ratusan siswa SMA mengikuti kegiatan “Sehari Menjadi Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (19/06) ini menjadi salah satu upaya FTI dalam memperkenalkan program studi perkuliahan kepada calon mahasiswa sejak dini, termasuk Program Studi S1 Teknik Industri. 

Salah satu mahasiswa aktif Teknik Industri UII, Dinda Meilia Rhepon, turut berpartisipasi sebagai pembawa acara (MC), menambah nuansa kekeluargaan dan kebanggaan tersendiri. Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Jurusan Teknik Industri, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. Dalam sambutannya, Dr. Imam menekankan pentingnya memperluas wawasan rekayasa dan manajemen sejak bangku SMA. Ia juga menyampaikan bahwa Teknik Industri UII tidak hanya berfokus pada aspek teknis, namun juga mempersiapkan mahasiswanya menjadi pemimpin yang adaptif dan inovatif. 

“Kami tidak hanya mencetak teknokrat, tetapi calon-calon pemimpin bangsa. Teknik Industri adalah jembatan antara teknologi dan pengambilan keputusan,” tegasnya. 

Siswa SMA Menyentuh Dunia Teknik Industri 

Usai sesi pembukaan, para peserta dibagi ke dalam beberapa mini class sesuai jurusan, termasuk Teknik Industri. Kelas ini diisi dengan materi bertema Supply Chain dan Design Thinking yang sukses menarik perhatian para siswa. Salah satu peserta, Goldiano L.K. Syafi Divinyaru dari SMA Negeri 1 Ngaglik, mengaku sangat antusias karena bisa memahami bagaimana produk dirancang, diuji kelayakan, hingga sampai ke tangan konsumen. 

“Saya jadi tahu bagaimana pentingnya proses memilih supplier hingga distribusi produk. Ini membuka wawasan baru tentang dunia industri,” ungkapnya. 

Goldiano juga mengaku takjub terhadap kegiatan mahasiswa Teknik Industri UII yang ternyata sangat aktif, baik dalam proyek internal maupun kolaborasi global. “Awalnya saya belum tahu apakah Teknik Industri UII dan mahasiswanya aktif atau tidak. Tapi setelah melihat langsung, saya jadi tahu bahwa Teknik Industri UII bahkan telah menjalin banyak kerja sama baik dengan pihak dalam maupun luar negeri. Itu membuat kami kaget sekaligus kagum,” tambahnya.

Hal serupa dirasakan oleh Naura, siswi asal Bantul. Ia mengaku semakin tertarik dengan dunia Teknik Industri setelah mengikuti kegiatan ini.

“Menurut saya, Teknik Industri itu luas, lapangan kerjanya fleksibel, dan saya jadi makin tertarik untuk mengenal lebih jauh dunia Teknik Industri,” ujarnya.

Sesi Laboratorium Tour

Lebih lanjut, usai sesi mini class, para peserta diajak mengikuti campus tour dan lab tour ke berbagai fasilitas Teknik Industri yang berada di lingkungan FTI UII. Sepanjang kegiatan tersebut, antusiasme peserta tampak jelas dari tingginya rasa ingin tahu mereka terhadap dunia laboratorium dan aktivitas praktik mahasiswa Teknik Industri.

Selain memperkenalkan UII dan Program Studi Teknik Industri secara lebih mendalam, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan ketertarikan serta membangun motivasi siswa dalam mengenal dunia perguruan tinggi. Teknik Industri UII mendorong para siswa yang mengikuti program ini untuk lebih percaya diri dan yakin dalam memilih jalur studi yang sesuai dengan minat dan potensi mereka.

Syawarani Gayatri

Pada Jum’at (13/06) Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Webinar Nasional Bulanan bertajuk “Adaptasi Ergonomi dan K3 dalam Sistem Kerja Modern Berbasis Digital”. Kegiatan ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya peran ergonomi dan keselamatan kerja (K3). Tujuannya adalah untuk menghadapi perubahan besar era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

Syawarani Gayatri sebagai Master of Ceremony menyambut peserta pukul 09.30 WIB secara daring. Distian Pingkan Lumi, mahasiswa Teknik Industri UII, bertugas memandu jalannya sesi materi dan diskusi selanjutnya.

Perkenalan Narasumber

Webinar kali ini menghadirkan narasumber Atyanti Dyah Prabaswari, S.T., M.Sc. Beliau merupakan dosen Prodi Teknik Industri yang berfokus pada bidang Ergonomi dan Human Factor Engineering. Dengan latar belakang keahlian tersebut, topik webinar mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja sangat relevan untuk beliau bawakan.

Melalui pengalaman yang luar biasa, Atyanti menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 Program Studi Teknik Industri, Universitas Gadjah Mada. Pada tahun 2018 hingga 2022, beliau menjabat sebagai Kepala Laboratorium Desain Sistem Kerja dan Ergonomi (DSK&E). Selain itu, sejak 2019 hingga saat ini, beliau juga mendapat kepercayaan sebagai Ketua Redaksi Pelaksana Journal of Appropriate Technology for Community Services.

Selanjutnya, Atyanti Dyah Prabaswari, S.T., M.Sc. menjelaskan bahwa industri 5.0 tidak hanya menitikberatkan pada teknologi, tetapi juga menempatkan manusia sebagai pusat perhatian.

“Kita tidak bisa menghindari perkembangan teknologi. Tantangannya bukan pada hilangnya pekerjaan, melainkan pada bagaimana kita menguasai teknologi untuk menciptakan pekerjaan baru yang lebih bermakna dan aman,” ujarnya.

Beliau memaparkan berbagai studi kasus kecelakaan kerja wilayah Indonesia yang terjadi akibat lemahnya implementasi budaya K3. Kemudian, beliau memberikan contoh kasus-kasus di Morowali dan pelabuhan bongkar muat sebagai gambaran nyata lemahnya sistem keselamatan kerja. Menurutnya, untuk mengurangi angka kecelakaan dengan merancang teknologi terintegrasi AI, IoT, dan sistem otomatisasi  secara ergonomis.

Sesi Tanya-Jawab

Selanjutnya memasuki sesi diskusi interaktif. Salah satu peserta menyampaikan kekhawatiran tentang “ilusi kontrol” — kondisi ketika manusia terlalu bergantung pada teknologi yang berpotensi menurunkan kewaspadaan dan menyebabkan kecelakaan. Menanggapi hal tersebut, Atyanti menekankan pentingnya continuous improvement dan management review dalam setiap organisasi.

“Kita harus memastikan sistem teknologi selalu dievaluasi dan diperbaiki melalui tinjauan manajemen secara berkala,” tegasnya.

Pada akhir sesi, Atyanti menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi yang adaptif terhadap teknologi. Ia mendorong para peserta untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi melalui analisis data dan desain interaksi manusia-komputer yang lebih baik.

Kesimpulannya bahwa adaptasi terhadap teknologi harus berlaku tanpa menghilangkan peran manusia, namun dengan mengubah fokus pekerjaan dari operasional ke manajerial. Dengan antusiasme peserta yang tinggi, panitia mengumumkan bahwa webinar selanjutnya akan digelar pada bulan Juli 2025, menghadirkan narasumber ahli lainnya dari bidang manajemen sains.

Rani Novalentina

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mengadakan webinar nasional pada Jum’at (16/05) yang bertema Supply Chain Performance Measurement System: From Evolution to Future Research. Kegiatan ini menghadirkan Vembri Noor Helia, S.T., M.T. sebagai narasumber utama. Beliau merupakan dosen dan peneliti dengan spesialisasi dalam bidang sistem produksi dan rantai pasok.

Webinar dimulai pukul 09.00 WIB dan dipandu oleh Distian Pingkan Lumi sebagai moderator. Setelah pembukaan dan perkenalan narasumber, acara berlanjut dengan penyampaian materi oleh Vembri Noor Helia. Ia memaparkan hasil studi literatur sistematis mengenai pengukuran kinerja dalam sistem rantai pasok.

Penjelasan Materi

Dalam pemaparannya, Vembri mengangkat pentingnya pengukuran kinerja sebagai fondasi dalam perbaikan berkelanjutan. Ia mengutip prinsip-prinsip manajemen kualitas dari Deming yang menekankan bahwa,

“kita tidak bisa memperbaiki sesuatu yang tidak kita ukur”.

Selanjutnya, beliau membahas definisi dan cakupan Supply Chain Performance Measurement System (SCPMS), termasuk evolusinya dari pendekatan konvensional hingga modern, dengan menyoroti integrasi aspek keberlanjutan dan teknologi digital.

Topik SCPMS penting karena semakin kompleksnya rantai pasok global saat ini yang menuntut perusahaan untuk berkolaborasi dan beradaptasi secara cepat. Pengukuran kinerja tidak hanya berlaku secara internal, tetapi juga antar-aktor dalam rantai pasok, termasuk supplier, distributor, hingga konsumen akhir.

“Dengan transformasi digital dan tekanan global terhadap praktik bisnis berkelanjutan, sistem pengukuran kinerja yang terintegrasi menjadi kebutuhan mendesak,” jelas Vembri.

Beliau menjelaskan bahwa SCPMS tidak hanya berfungsi untuk mengukur efisiensi internal perusahaan, tetapi juga mengintegrasikan kinerja antar-aktor dalam rantai pasok. Dalam pemaparannya, ia menyebut siklus hidup SCPMS yang terdiri dari empat fase utama: perancangan, implementasi, penggunaan, dan evaluasi.

Paparan juga mencakup hasil systematic literature review dari 78 artikel internasional selama dua dekade terakhir. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan SCPMS telah mengalami perkembangan signifikan, terutama dengan semakin banyaknya integrasi metode analitik canggih, keberlanjutan, dan transformasi digital.

Sesi Diskusi

Sesi diskusi berlangsung aktif. Beberapa pertanyaan dari peserta mengangkat isu-isu terkini, seperti Pengaruh transformasi digital terhadap pengukuran kinerja rantai pasok, tantangan rebound effect dalam green supply chain, hingga pertanyaan terkait contoh judul tugas akhir yang relevan dengan tema SCPMS.

Vembri mencontohkan integrasi data real-time manufaktur dan ritel sebagai contoh pengukuran kinerja digital. Sementara untuk rebound effect, ia menyarankan penggunaan risk identification dan pendekatan sustainability circular model sebagai solusi strategis.

Webinar berakhir dengan ajakan kepada mahasiswa untuk menjadikan tema Supply Chain Performance Measurement Systems sebagai topik tugas akhir dan penelitian lanjutan, mengingat potensi aplikasinya yang luas di berbagai sektor industri.

Rani Novalentina

On Friday (25/04), the Master’s Program in Industrial Engineering, Faculty of Industrial Technology (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), once again hosted a national webinar titled “Informed Decision Making on the Prediction of Spare Part Requirements Based on a Machine Learning Approach” in April 2025. The UII Industrial Engineering Undergraduate Program regularly organizes this event as part of its monthly agenda. The National Monthly Webinar series is open to participants from various regions across Indonesia.

Muhammad Imam Baihaqi, the MC for this event, opened the webinar at 9:00 AM WIB. Following the opening remarks and the reading of the agenda, the national anthem of Indonesia and the UII hymn were sung, followed by a group photo session with all participants. Zahwa Putri Aghniya, the moderator, will accompany the participants for the next two hours.

Zahwa introduced the main speaker, Ir. Winda Nurcahyo, ST., M.Eng., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., who currently serves as the Head of the Master’s Program in Industrial Engineering at UII. She is renowned as an expert in asset management and actively participates in various training and research activities at both national and international levels.

Presentation of Materials

Winda then explained the connection between industrial engineering and asset management within an integrated system comprising humans, materials, information, equipment, and energy. She emphasized that predicting spare part needs is crucial for maintaining a company’s asset performance, particularly in the oil and gas and energy sectors.

“We must view assets not merely as inanimate objects but as part of an integrated system comprising humans, materials, information, equipment, and energy,” Winda stated.

She also presented her latest research conducted with UII alumnus Rizky Wijaya on utilizing spare part purchase data in the oil and gas industry to predict future needs using a machine learning approach.

Following that, Winda presented the results of her research conducted with UII alumnus Rizky Wijaya on the use of machine learning methods to predict spare part needs based on purchase data in the oil and gas industry. This research won the Best Paper Award at the IEOM conference in Australia in 2023.

Through clustering analysis and association rules, they were able to identify purchasing patterns and relationships between spare parts that are often purchased together. These results are expected to help companies plan spare part procurement more efficiently and avoid losses due to machine downtime.

Q&A Session

After the presentation, the moderator opened the Q&A session for participants. One participant, Theofilus Bayu from PGRI University Yogyakarta, asked about the relationship between predictive maintenance and asset management. In response, Winda explained that the choice of maintenance strategy (preventive, corrective, or predictive) directly impacts costs, risks, and asset performance.

“The appropriate strategy must be chosen based on the criticality classification of each machine and supported by lifecycle cost analysis,” she explained.

Finally, Aghni concluded the webinar by encouraging participants to continue following the upcoming monthly webinar series by the Industrial Engineering Department at UII. Students can utilize this opportunity as a space for cross-campus and cross-industry discussion and learning. This event not only enriches academic knowledge but also provides technology-based practical solutions for the industrial sector in Indonesia.

Rani Novalentina

Pada Jum’at (25/04)  Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), kembali mengisi Web Seminar (Webinar) nasional bertajuk Inform Decision Making on Prediction of Spare Part Requirement Based on Machine Learning Approach pada bulan April 2025. Program Studi S1 Teknik Industri UII secara rutin menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bagian dari agenda bulanan. Seri National Monthly Webinar terbuka untuk peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

Muhammad Imam Baihaqi selaku MC pada acara kali ini membuka webinar pada pukul 09.00 WIB. Setelah sambutan dan pembacaan susunan acara selanjutnya, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne UII, kemudian sesi foto bersama seluruh peserta. Adapun Zahwa Putri Aghniya yang menjadi moderator akan menemani selama 2 jam ke depan.

Zahwa memperkenalkan narasumber utama, Ir. Winda Nurcahyo, ST., M.Eng., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., yang saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Teknik Industri UII. Beliau memiliki reputasi sebagai pakar manajemen aset dan aktif dalam berbagai kegiatan pelatihan dan penelitian tingkat nasional maupun internasional.

Pemaparan Materi

Selanjutnya, Winda menjelaskan keterkaitan antara teknik industri dan manajemen aset dalam konteks sistem integral, yang terdiri dari manusia, material, informasi, peralatan, dan energi. Menurutnya, prediksi kebutuhan spare part sangat krusial dalam menjaga performa aset perusahaan, terutama pada sektor migas dan energi.

“Kita harus melihat aset tidak hanya sebagai benda mati, tetapi sebagai bagian dari sistem integral yang terdiri dari manusia, material, informasi, peralatan, dan energi,” ungkap Winda.

Ia juga memaparkan penelitian terbarunya bersama alumni UII, Rizky Wijaya, mengenai pemanfaatan data pembelian spare part pada industri migas untuk memprediksi kebutuhan di masa mendatang menggunakan pendekatan machine learning.

Setelah itu, Winda memaparkan hasil penelitian yang dilakukan bersama alumni UII, Rizky Wijaya, mengenai penggunaan metode machine learning untuk memprediksi kebutuhan spare part berdasarkan data pembelian di industri oil and gas. Penelitian ini berhasil mendapatkan penghargaan Best Paper Award dalam konferensi IEOM di Australia tahun 2023.

Melalui analisis clustering dan association rules, mereka mampu mengidentifikasi pola pembelian dan hubungan antar spare part yang sering dibeli bersamaan. Hasil ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam merencanakan pengadaan spare part secara lebih efisien dan menghindari kerugian akibat downtime mesin.

Sesi Tanya-Jawab

Setelah pemaparan materi, moderator membuka sesi tanya jawab untuk peserta. Salah satu peserta, Theofilus Bayu dari Universitas PGRI Yogyakarta, mempertanyakan keterkaitan antara prediktif maintenance dengan manajemen aset. Menjawab hal itu, Winda menjelaskan bahwa pemilihan strategi maintenance (preventif, korektif, atau prediktif) akan berdampak langsung pada biaya, risiko, dan kinerja aset. 

“Strategi yang tepat harus dipilih berdasarkan klasifikasi criticality dari masing-masing mesin dan didukung oleh analisis lifecycle cost,” jelasnya.

Terakhir, Aghni menutup webinar dengan ajakan kepada peserta untuk terus mengikuti seri webinar bulanan Teknik Industri UII yang akan datang. Mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebagai ruang diskusi dan pembelajaran lintas kampus dan lintas industri. Acara ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memberikan solusi aplikatif berbasis teknologi bagi dunia industri untuk Indonesia.

Rani Novalentina

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Mereka berhasil unjuk kemampuan dengan meraih Silver Medal dalam ajang bergengsi AGREETION (Agritech Research and Entrepreneur Innovation) 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya. Kompetisi ini berfokus pada pengembangan Business Plan, yang mencakup beberapa tahapan seperti penyusunan Business Model Canvas (BMC), penulisan proposal, hingga sesi pitching di hadapan dewan juri.

Dalam ajang tersebut, Ferdian Anugrah Pratama bersama dua rekannya yang juga mahasiswa Teknik Industri UII, Ahmad Arro’uf Sulfuadi dan Muhammad Imam Baihaqi, mengusung proyek berjudul “CORNOVA: Recycled Paper Innovation from Corn Husk and Paper Waste.” Proyek ini menawarkan inovasi produk kertas daur ulang berbahan dasar kulit jagung dan limbah kertas dengan pendekatan ekonomi sirkular.

“Produk ini ditujukan untuk menggantikan penggunaan plastik dan kertas konvensional, khususnya di wilayah DI Yogyakarta. Model bisnisnya juga melibatkan kemitraan dengan petani jagung, bank sampah, dan UMKM, serta mengusung konsep community engagement,” jelas Ferdian.

Ia menambahkan bahwa proyek ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengurangi beban sampah di TPA, khususnya wilayah Yogyakarta, melalui implementasi ekonomi sirkular.

Perjalanan Persiapan Lomba

Dalam proses persiapannya, Ferdian menjelaskan bahwa tim mereka melakukan berbagai tahapan mulai dari brainstorming masalah dan solusi, memastikan keseimbangan antara problem and solution fit, hingga melakukan riset product-market fit untuk mengukur potensi pasar dan keberlanjutan produk.

“Kami juga harus menguji apakah ide kami benar-benar dibutuhkan pasar. Salah satu cara yang kami lakukan adalah membuat pilot project dan berkonsultasi langsung dengan dosen pembimbing,” ungkapnya.

Tim ini mendapatkan bimbingan langsung dari Dr. Dwi Adi Purnama, S.T., dosen Teknik Industri UII, yang turut membantu dalam proses brainstorming dan pengembangan ide selama perlombaan berlangsung.

Di akhir wawancara, Ferdian mengungkapkan bahwa mengikuti lomba ini terasa menyenangkan sekaligus cukup menantang, terutama karena berskala internasional. Hal ini memberinya kesempatan untuk melatih kemampuan bahasa Inggris secara intens. Lebih lanjut, Ferdian turut menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti jejak serupa.

“Jangan menyerah hanya karena satu kali kegagalan. Satu ide mungkin gagal di satu kesempatan, tetapi bisa jadi lebih baik di kesempatan lain,” tutupnya.

Selamat kepada Ferdian dan tim! Teruslah ciptakan produk inovatif yang berkelanjutan untuk lingkungan serta masyarakat.

Syawarani Gayatri

On (21/02) Industrial Engineering Study Program, Faculty of Industrial Technology, Universitas Islam Indonesia (UII) held a workshop entitled Mastering CV, Social Media & Tools: Kickstart to Your Career Success! This activity took place in the DSK&E Laboratory and was attended by 10 students. The workshop started at 13.45 WIB.

This workshop presented Vicky Caneca, S.T., MBA, who is the Chief Executive Officer (CEO) of MyMedica.id and Chief Operating Officer (COO) of Caneca Food Factory (FMCG & Retail), as the main speaker. In the session, he called participants one by one to a separate room to simulate a job interview. Previously, participants were asked to bring their Curriculum Vitae (CV) which would then be reviewed in detail.

In addition to discussing CV preparation and job interview simulations, the workshop also highlighted the importance of building personal branding in the digital era. Vicky emphasized that a digital track record, especially through platforms such as LinkedIn, can be a determining factor in attracting the attention of recruiters. Therefore, students are encouraged to be more active in managing their professional image and expanding their network through digital platforms.

In the next session, Vicky gave a more in-depth presentation on strategies to create an attractive CV that meets the standards of the company’s Human Resource Department (HRD). She also shared tips on optimizing your LinkedIn profile, including how to showcase your experience, skills, and build connections that are relevant to the industry you are interested in.

Ratih Dianingtyas Kurnia, S.T., Ph.D., as the representative lecturer of the study program, supervised the event and expressed her hopes for this activity. “This first meeting is the first step in introducing the event to students. If it gets a positive response, this activity will continue in the future,” he said.

This workshop provides insight for students in compiling a good CV before graduation. With this session, students can understand the experience and certifications that need to be included to be more competitive in the world of work.

Rani Novalentina