Tag Archive for: Teknik Industri

Peserta berfoto bersama dalam rangkaian mata acara Jejak TI

The Industrial Engineering Study Program, Faculty of Industrial Technology (FTI), Islamic University of Indonesia (UII) is once again holding its annual Industrial Engineering Creativity and Gathering Event (AKSI TI) 2025. The event will take place over three days, on December 14, 2025, and December 20–21, 2025, at the FTI UII Auditorium and Girikaton Campground.

AKSI TI 2025 carries the theme “Sailing in Harmony Towards the Port of Mahardika” as a symbol of togetherness in welcoming new students. This year, AKSI TI presents a different atmosphere with the participation of new students from the Engineering Management Study Program, which was officially opened in the 2025/2026 academic year and is still under the same department as Industrial Engineering.

Over 100 new students from both programs participated in the event. Through AKSI TI 2025, the organizing committee aimed to introduce the department environment and foster solidarity and a sense of community from the very start of the academic year.

Udaya Day

Peserta sedang mengajukan pertanyaan

The FTI UII Auditorium was the venue for the first day of AKSI TI 2025. The Opening Ceremony kicked off the series of activities with remarks from Bama as Chair of the AKSI TI 2025 Organizing Committee, Muhammad Arief Dzikri as Chair of the AKSI TI 2025 Steering Committee, Bayu Maulana as Chair of HMTI LEM FTI UII 2025/2026, Ir. Muhammad Ridwan Andi Purnomo, Ph.D., IPM., as Head of the Industrial Engineering Study Program, and Elanjati Worldailmi, S.T., M.Sc. as Head of the Engineering Management Study Program. The event was officially opened with the striking of a gong.

Kakak tingkat membagikan pengalamannya selama kuliah

On the first day, the committee also introduced the Industrial Engineering Student Association (HMTI LEM FTI UII) as a student organization. In addition, participants attended a seminar with Industrial Engineering alumnus Vicky Caneca, S.T., MBA, as Chief Executive Officer (CEO) of MyMedica.id. The series of activities was complemented by a session sharing experiences from seniors and alumni, as well as an introduction to the laboratory through the Lab Show event.

Madhya Day

Peserta ospek menunjukkan hasil prototypenya

The second day of AKSI TI 2025 took place at the Girikaton Campground for two days and one night. Participants took part in a fun camp with various activities that encouraged creativity and togetherness. One of the main agendas was to assign each group to design an innovation prototype, while representatives from each laboratory assessed the results on the last day.

Peserta berkumpul mengucapkan sumpah mahasiswa

A solemn atmosphere was present during the Inauguration event, when new students took the student oath together. The Chair of HMTI LEM FTI UII led the oath and presented HMTI uniforms as a symbol of welcoming new students into the HMTI LEM FTI UII family. The second day’s activities ended with a Rhythm Stage performance by Imunity Band.

Wasana Day

Peserta duduk di pemberhentian pos dalam mata acara Jejak TI

On the last day, participants will explore obstacles to reach seven available posts. The event Ngolah Otot Santai (Ngosan) or group exercise will start the day with a fun exploration to train teamwork among group members. Before going down to explore the Jelajah Asik Teknik Industri (Jejak TI) event, participants will have breakfast together first.

Pemukulan gong penutup acara AKSI TI 2025

The Closing Ceremony concludes the AKSI TI 2025 event, with the Chair of the OC, SC, HMTI, LEM, DPM, and Activity Coordinator Dian Janari, S.T., M.T., delivering their messages and hopes. As a symbolic gesture, a gong is struck to mark the end of AKSI TI 2025. The event concluded with the screening of an After Movie summarizing all the moments from Udaya Day, Madhya Day, to Wasana Day.

To conclude the AKSI TI 2025 series, the Chair of the AKSI TI 2025 Steering Committee, Muhammad Arief Dzikri, shared his impressions and messages regarding the implementation of this event. He considered AKSI TI 2025 to be a memorable and meaningful experience, not only as a department orientation activity, but also as a forum for instilling the values of togetherness and kinship.

“AKSI TI 2025 has been a very memorable experience for me. This event was not just an orientation for the department, but also instilled many values in each series of events. Alhamdulillah, all activities were well organized, ran smoothly, and were able to build a sense of solidarity and kinship between new students and the committee,” said Arief.

He hopes that AKSI TI can continue to grow and present fresher concepts in the coming years.

“Hopefully, AKSI TI in the future can be organized better, more innovatively, and creatively, and remain a memorable story in the future. Because Great Stories Are Made by Us,” he concluded.

Rani Novalentina

Peserta berfoto bersama dalam rangkaian mata acara Jejak TI

Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Ajang Kreativitas dan Silaturahmi Teknik Industri (AKSI TI) 2025. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yakni pada 14 Desember 2025 serta 20–21 Desember 2025, bertempat di Auditorium FTI UII dan Bumi Perkemahan Girikaton.

AKSI TI 2025 mengusung tema “Berlayar dalam Harmoni Menuju Dermaga Mahardika” sebagai simbol kebersamaan dalam menyambut mahasiswa baru. Tahun ini, AKSI TI menghadirkan nuansa berbeda dengan keikutsertaan mahasiswa baru Program Studi Manajemen Rekayasa yang resmi berjalan pada tahun ajaran 2025/2026 dan masih berada dalam satu naungan jurusan dengan Teknik Industri.

Lebih dari 120 mahasiswa baru dari kedua program studi mengikuti kegiatan ini. Melalui AKSI TI 2025, panitia berupaya memperkenalkan lingkungan jurusan serta membangun solidaritas dan semangat kebersamaan sejak awal masa perkuliahan.

Udaya Day

Peserta sedang mengajukan pertanyaan

Auditorium FTI UII menjadi lokasi pelaksanaan hari pertama AKSI TI 2025. Opening Ceremony mengawali rangkaian kegiatan dengan sambutan dari Rasendria Bhamakerti selaku Ketua Organizing Committee AKSI TI 2025, Muhammad Arief Dzikri selaku Ketua Steering Committee AKSI TI 2025, Bayu Maulana selaku Ketua HMTI LEM FTI UII 2024/2025, Ir. Muhammad Ridwan Andi Purnomo, Ph.D., IPM., selaku Ketua Program Studi Teknik Industri, serta Elanjati Worldailmi, S.T., M.Sc. selaku Ketua Program Studi Manajemen Rekayasa. Kemudian, pembukaan secara resmi melalui pemukulan gong.

Kakak tingkat membagikan pengalamannya selama kuliah

Pada hari pertama, panitia juga memperkenalkan Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI LEM FTI UII) sebagai wadah organisasi mahasiswa. Selain itu, peserta mengikuti seminar bersama alumni Teknik Industri, Vicky Caneca, S.T., MBA, selaku Chief Executive Officer (CEO) MyMedica.id. Rangkaian kegiatan dilengkapi dengan sesi berbagi pengalaman dari kakak tingkat dan alumni, serta pengenalan laboratorium melalui mata acara Lab Show.

Madhya Day

Peserta ospek menunjukkan hasil prototypenya

Bumi Perkemahan Girikaton merupakan tempat berlangsungnya hari kedua AKSI TI 2025 selama dua hari satu malam. Peserta mengikuti kemah ceria dengan beragam mata acara yang mendorong kreativitas dan kebersamaan. Salah satu agenda utama menugaskan setiap kelompok untuk merancang prototipe inovasi, sementara perwakilan dari masing-masing laboratorium melakukan penilaian terhadap hasil karya tersebut pada hari terakhir.

Peserta berkumpul mengucapkan sumpah mahasiswa

Suasana sakral hadir melalui mata acara Inaugurasi, ketika mahasiswa baru mengikrarkan sumpah mahasiswa secara bersama-sama. Ketua HMTI LEM FTI UII memimpin ikrar sekaligus memasangkan seragam HMTI sebagai simbol penyambutan mahasiswa baru ke dalam keluarga HMTI LEM FTI UII. Rangkaian kegiatan hari kedua berakhir dengan penampilan Rhythm Stage oleh Imunity Band.

Wasana Day

Peserta duduk di pemberhentian pos dalam mata acara Jejak TI

 

Hari terakhir, peserta akan menjelajahi rintangan untuk mencapai tujuh pos yang tersedia. Mata acara  Ngolah Otot Santai (Ngosan) atau senam bersama mengawali hari untuk penjelajahan menyenangkan untuk melatih kekompakan antar anggota kelompok. Sebelum turun menjelajah pada mata acara Jelajah Asik Teknik Industri (Jejak TI), peserta akan sarapan pagi bersama terlebih dahulu.

Closing Ceremony menutup acara AKSI TI 2025 dari Ketua OC, SC, HMTI, LEM, DPM, dan Penanggung Jawab Kegiatan Dian Janari, S.T., M.T. menyampaikan pesan serta harapan mereka. Sebagai simbolik, pemukulan gong menjadi penanda berakhirnya AKSI TI 2025. Pemutaran After Movie sebagai penutup acara yang merangkum seluruh momen dari Udaya Day, Madhya Day, hingga Wasana Day.

Pemukulan gong penutup acara AKSI TI 2025Sebagai penutup rangkaian AKSI TI 2025, Ketua Steering Committee AKSI TI 2025, Muhammad Arief Dzikri, menyampaikan kesan dan pesan atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai AKSI TI 2025 menjadi pengalaman yang berkesan dan bermakna. Tidak hanya sebagai kegiatan orientasi jurusan, tetapi juga sebagai wadah penanaman nilai kebersamaan dan kekeluargaan.

“AKSI TI 2025 menjadi salah satu pengalaman yang sangat berkesan bagi hidup saya. Kegiatan ini bukan sekadar orientasi jurusan, tetapi juga menanamkan banyak nilai dalam setiap rangkaian acaranya. Alhamdulillah, seluruh kegiatan tersusun dengan baik, berjalan lancar, serta mampu membangun rasa solidaritas dan kekeluargaan antara mahasiswa baru maupun panitia,” ujar Arief.

Ia berharap AKSI TI dapat terus berkembang dan menghadirkan konsep yang lebih segar pada tahun-tahun berikutnya.

“Semoga AKSI TI ke depannya dapat terselenggara dengan lebih baik, lebih inovatif, dan kreatif, serta terwujud cerita yang berkesan pada masa mendatang. Karena Cerita Hebat, Kita yang Buat,” tutupnya.

Rani Novalentina

The Industrial Engineering Study Program, Faculty of Industrial Technology (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), once again organized a webinar on Friday, 28 November 2025. As part of its academic activities, the committee conducted a national monthly webinar via Zoom Meeting. The webinar carried the theme “On Time and On Track: Time Management for University Students.” It addressed common academic challenges faced by university students.

Anindya Mayrela Ika Putri moderated the webinar. Distian Pingkan Lumi served as the Master of Ceremony (MC). Meanhwile, The organizing committee appointed Suci Miranda, S.T., M.Sc. as the main speaker. Overall, students from various semesters joined the webinar to improve their awareness of effective time management throughout their academic journey.

The event began with the reading of the agenda, followed by the singing of the Indonesian national anthem Indonesia Raya and the UII Hymn, as well as a group photo session. Afterward, the moderator introduced the speaker by presenting her academic background and professional experience in the field of Industrial Engineering before proceeding to the main presentation session.

Time Management as the Key to Success

During the main session, Suci Miranda delivered time management strategies. She encouraged students to view their academic journey as an academic project. She explained that university studies involve clear targets, structured stages, and specific deadlines. According to her, students need early academic planning to ensure a more focused and effective learning process.

Suci also highlighted the use of project management principles in managing coursework, academic activities, and final projects or theses.

“If students view their studies as a project, they will find it easier to set goals, organize stages, and anticipate potential risks that may arise during their academic journey,” 

She further stated that time management goes beyond scheduling and includes risk management and self-competency development. Therefore, Suci encouraged students to continuously develop supporting skills to remain productive and complete their studies on time.

Discussion and Expert Responses

Meanwhile, the session continued with an interactive discussion. One participant asked about the effectiveness of working on the Internship Program (Kuliah Praktik/KP) and the Final Project or Thesis (Tugas Akhir/TA) simultaneously. In response, Suci Miranda explained that KP and TA generally follow different workflows.

However, students may continue the topic of their KP as the basis for their TA research. She emphasized that careful planning and intensive communication with academic supervisors are key factors in managing time and academic workload effectively.

Encouraging Effective Study Time Management

As a closing remarks, Suci encouraged students to manage their study time wisely through careful planning and self-discipline.

“Good time management helps students stay focused, organized, and complete their studies according to their targets,”

After the presentation and discussion sessions concluded, participants were asked to complete the attendance form. The event was then officially closed by the Master of Ceremony (MC).

Albin M Wiryawan

Kuntoro Bismo, alumni sekaligus pembicara pada kuliah praktisi

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menghadirkan kegiatan Kuliah Praktisi  pada Sabtu (22/11). Kuliah Praktisi kali ini membawakan tema “Projeck Risk Management“. Mahasiswa Teknik Industri UII turut hadir meramaikan kegiatan ini yang merupakan bagian pembelajaran. Kuliah berlangsung secara daring melalui platfrom Zoom Meeting.

Pada kuliah praktisi kali ini, Program Studi Teknik Industri UII menghadirkan Bintoro Wisnuputro sebagai narasumber. Ia merupakan alumni Teknik Industri UII yang saat ini berprofesi sebagai Project Management Specialist. Sepanjang kariernya, Bintoro telah menangani berbagai proyek di dunia profesional. Melalui pemaparannya, ia mengajak mahasiswa memahami manajemen risiko proyek, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga dari pengalaman praktik di lapangan.

Hubungan antara Projek dan Resiko

Pembicara menjelaskan tentang Risk Management Process Flow Diagram

Dalam pemaparannya, Beliau menjelaskan bahwa risiko merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah proyek. Oleh sebab itu, setiap proyek memerlukan perencanaan risiko yang matang agar tujuan proyek dapat tercapai secara efektif dan efisien. Ia juga menekankan pentingnya proses identifikasi risiko sejak tahap awal, analisis dampak risiko, hingga penentuan strategi mitigasi yang tepat.

“Kunci dari manajemen risiko proyek adalah kesiapan. Risiko tidak selalu bisa dihindari, tetapi dapat dikelola dengan baik,” ungkap Beliau.

Sesi Diskusi Interaktif

Pembelaharan seputar bagaimana menghandle resiko yang terjadi dalam suatu projek

Selain pemaparan materi, panitia mengemas kegiatan ini secara interaktif. Pada akhir acara, sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif. Para peserta mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari penerapan risk register, peran manajer proyek dalam pengendalian risiko, hingga tantangan manajemen risiko pada proyek modern.

Program Studi Teknik Industri UII secara rutin menyelenggarakan kuliah praktisi sebagai bagian dari penguatan pembelajaran. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga mendapatkan wawasan langsung dari para profesional. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami penerapan ilmu perkuliahan sekaligus mengenali tantangan nyata di dunia kerja.

Syawarani Gayatri

 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Workshop Instrumen Akreditasi & Kurikulum BKSTI 2025. Ajang akbar ini merupakan kegiatan tahunan yang digelar oleh Badan Kerja Sama Teknik Industri (BKSTI) Pusat. Pada tahun ini pelaksanaannya bekerja sama dengan BKSTI Korwil DIY dan mempercayakan TI UII sebagai tuan rumah pelaksana. Workshop berlangsung pada (01/11) di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. M. Sardjito UII.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara akademisi nasional yang menyampaikan materi terkait pembelajaran di bidang Teknik Industri. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran dosen-dosen Teknik Industri dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia

Workshop Instrumen Akreditasi Teknik Industri

Bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan di ruang Teaterikal GKU UII, rangkaian pembukaan Workshop pun dimulai. Setelah itu, acara berlanjut ke sesi pertama. Pada sesi ini, hadir Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, dosen sekaligus Dekan FTI UII. Sebagai pengantar, beliau membuka sesi dengan menjelaskan perannya sebagai anggota Dewan Eksekutif LAM Teknik. Selanjutnya, beliau membawakan materi berjudul “Sinkronisasi Visi Keilmuan dengan Kurikulum, SDM, dan Tri Dharma Perguruan Tinggi”.

Dalam penyampaiannya, Prof. Hari menekankan secara aktif bahwa keselarasan visi keilmuan, strategi pengembangan dosen, dan mutu tridharma harus berjalan beriringan. Menurutnya, ketiga aspek tersebut bukan sekadar konsep, tetapi fondasi penting untuk mencapai akreditasi unggul. Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pencapaian akreditasi tidak bergantung pada dokumen semata. Sebaliknya, institusi harus menunjukkan bukti nyata bahwa visi keilmuan, kurikulum, serta kualitas pelaksanaan tridharma benar-benar selaras dan konsisten.

“Untuk sampai pada akreditasi unggul tidak hanya ditentukan oleh dokumen, tetapi juga harus ada keselarasan nyata antara visi keilmuan, kurikulum, serta kualitas pelaksanaan tridharma yang konsisten,” tegas beliau.

Sosialisasi Revisi Kurikulum Inti BKSTI 2025

Setelah materi instrumen akreditasi, kegiatan berlanjut dengan sesi sosialisasi revisi Kurikulum Inti BKSTI 2025. Materi ini disampaikan langsung oleh Ketua Tim Kurikulum BKSTI, Dr. Andi Cakravastia Arisaputra Raja, S.T., M.T. Pada sesi pemaparannya, beliau memberikan arah baru bagi perguruan tinggi untuk menyesuaikan capaian pembelajaran, struktur kurikulum, dan penguatan kompetensi lulusan agar selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan keilmuan.

“Tidak berubah secara keseluruhan namun, terdapat beberapa tambahan. Harapannya susunan kurikulum ini dapat memastikan bahwa lulusan Teknik Industri tetap relevan, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri masa depan,” jelas beliau

Sharing Session: Capstone Design sebagai Tugas Akhir

Melengkapi diskusi kurikulum, Ir. Taufik, S.T., M.M., Ph.D., IPM, Ketua Program Studi Teknik Industri BINUS, turut menyampaikan materi terkait integrasi Capstone Design sebagai bentuk Tugas Akhir. Pada sesi sharing tersebut, beliau memaparkan langkah-langkah implementasi. Beliau juga menjelaskan berbagai tantangan yang muncul dalam proses penerapannya. Selain itu, beliau menguraikan mekanisme pelaksanaan model proyek akhir yang dapat mahasiswa jalankan.

Beliau menambahkan bahwa mahasiswa akan menguji pemahaman mereka secara menyeluruh ketika memilih topik ini. Mahasiswa akan memulai dari tahap perancangan. Mereka kemudian akan melanjutkan hingga tahap penyelesaian permasalahan nyata.

“Ketika mahasiswa memilih Capstone Design sebagai Tugas Akhir, mereka harus membuktikan kompetensinya melalui proses perancangan hingga penyelesaian masalah nyata di lapangan,” ungkap beliau.

Workshop RPS & Assessment Mata Kuliah Paralel

Pada sesi siang hari, peserta kembali melanjutkan rangkaian acara dengan mengikuti Workshop RPS & Assessment. Dalam sesi ini, panitia mengarahkan peserta untuk fokus pada penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), penetapan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), perumusan strategi pembelajaran aktif, serta perancangan asesmen berbasis kompetensi. Untuk memaksimalkan proses belajar, panitia kemudian membagi kegiatan menjadi dua kelas paralel.

Pada kelas pertama, kegiatan berfokus pada Mata Kuliah Ergonomi. Kelas menghadirkan Ir. Ardiayanto, S.T., M.Sc., Ph.D., AEP., IPM., Kepala Laboratorium Ergonomika FT UGM sekaligus Wakil Ketua Perhimpunan Ergonomi Indonesia, sebagai pembicara. Selama paparannya, beliau menjelaskan pendekatan-pendekatan ergonomi yang relevan untuk perancangan RPS dan asesmen berbasis kompetensi.

Sementara itu, kelas kedua membahas Mata Kuliah Pengendalian Kualitas bersama Dr. Eng. Ir. Oke Oktavianti, Ketua Departemen Teknik Industri Universitas Brawijaya sekaligus Lead Auditor ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018. Dalam sesi ini, beliau menguraikan strategi penyusunan RPS dan asesmen yang selaras dengan standar mutu dan kebutuhan kompetensi mahasiswa.

Teknik Industri UII untuk Peningkatan Kualitas Mutu bidang TI Indonesia

Selanjutnya, rangkaian acara ditutup dengan coffee break sore yang diwarnai cengkerama hangat antara para akademisi. Melalui perannya sebagai tuan rumah, Teknik Industri UII menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung penguatan mutu pendidikan tinggi di bidang Teknik Industri. Kegiatan ini membuka ruang kolaborasi bagi seluruh akademisi Teknik Industri untuk bersama-sama mendorong peningkatan kualitas dan mutu bidang TI di Indonesia.

Syawarani Gayatri

Alumni TI berfoto bersama dalam malam puncak Reuni Akbar

Yogyakarta, 26–28 Juni 2025 — Ikatan Alumni Teknik Industri (IKATI), Universitas Islam Indonesia (UII), kembali menggelar Reuni Akbar Teknik Industri UII 2025 bertema “Dari Kita (Alumni) untuk Kita (Alumni dan Mahasiswa)”. Kegiatan tiga hari yang berlangsung di Gedung K.H. Mas Mansur, Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII, menjadi ajang silaturahmi lintas generasi antara alumni, mahasiswa, dan civitas akademika Teknik Industri UII.

IKATI yang berdiri sejak tahun 2000 dipelopori oleh Muhammad Syaifudin Zuhry (angkatan 1982) bersama rekan-rekan alumni Teknik Industri UII dari berbagai daerah. Sejak awal, IKATI aktif mempererat jaringan melalui forum profesional, kegiatan sosial, dan kolaborasi antar generasi.

Hari Pertama: Talkshow Alumni dan Pembekalan Wisuda

Rangkaian hari pertama merupakan talkshow dan pembekalan wisuda yang menghadirkan alumni lintas angkatan sebagai narasumber. Kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi.

Sesi pertama mengusung tema “Peluang Karir: Take Off & Landing dalam Menaklukkan Peluang di Era Industri 5.0” dengan narasumber Ir. Ilham Bashirudin, S.T., IPM. (alumni angkatan 2003) yang membawakan materi berjudul “The Need for Now: Thriving in a Human Tech Workplace”, bersama Aditya Cahya Ramdani, S.T. (alumni angkatan 2013).

Sesi kedua bertema “Sukses Berkarya: Yang Muda untuk Berkarya” menghadirkan Galih Febianto, S.T. (alumni angkatan 2008) dan Akbar Daffa Raharja, S.T. (alumni angkatan 2017) sebagai narasumber. Dalam penutup sesi, Akbar berpesan dengan penuh semangat, 

Take the risk, karena bisa jadi ide yang kamu tunda, besok sudah diambil orang lain.”

Rangkaian kegiatan hari pertama berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan penyerahan cinderamata.

Hari Kedua: Nostalgia Kampus dan Ziarah

Hari kedua, Jumat (27/6), diisi dengan kegiatan Journey Through the Lab, di mana alumni Teknik Industri UII menjelajahi laboratorium kampus yang kini lebih modern dan representatif.

Kemudian, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN.Eng., Dekan FTI sekaligus alumni, menyampaikan harapan agar rutin menggelar pertemuan alumni. Ia menekankan bahwa alumni adalah aset penting yang dapat membantu pengembangan program studi, berbagi pengalaman, dan membuka peluang kerja bagi mahasiswa. 

“Banyak alumni kita yang sudah menjadi pengusaha atau mendirikan perusahaan, sehingga jaringan ini sangat bernilai,” ujarnya.

Selanjutnya, alumni dan dosen berjalan menuju Embung Pelangi untuk ziarah makam pahlawan kampus. Doa bersama, tabur bunga, dan siraman air menjadi simbol penghormatan. Langit sore yang jingga menambah khidmat suasana, meninggalkan kesan mendalam sekaligus memperkuat solidaritas lintas generasi.

Hari Ketiga: Rapat IKATI dan Malam Puncak Reuni

Hari terakhir menjadi puncak dari seluruh rangkaian acara Reuni Akbar IKATI 2025. Pagi harinya, berlangsung Rapat IKATI Nasional di Auditorium K.H. Mas Mansur yang membahas rencana program kerja dan arah kolaborasi alumni ke depan.

Malam harinya, kegiatan berlanjut dengan Gala Dinner Reuni yang berlangsung meriah di sepanjang Jl. Islamika. Setiap laboratorium Teknik Industri membuka stand pameran, menampilkan karya dan dokumentasi kegiatan mahasiswa. Panggung utama menampilkan berbagai hiburan dari alumni dan mahasiswa, menciptakan suasana hangat dan penuh nostalgia.

Kemudian, Ketua IKATI, Ir. Ilham Bashirudin, S.T., IPM., mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan penyelenggaraan acara. 

“Alhamdulillah, rangkaian Reuni Akbar ini berjalan lancar. Ini menjadi momentum luar biasa karena alumni S1, S2, hingga S3 bisa bersilaturahmi dan punya visi yang sama untuk memajukan jurusan Teknik Industri,” ujarnya. 

Ia menekankan bahwa peran alumni sangat penting dalam memperkuat koneksi antara dunia akademik dan dunia kerja. Harapannya, para alumni muda semakin aktif dalam kegiatan IKATI. Menurutnya, IKATI merupakan wadah bagi seluruh alumni untuk saling berpartisipasi, membantu, dan berbagi informasi, termasuk peluang kerja. Ke depan, kegiatan seperti seminar dan job fair diharapkan terus digelar secara rutin untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi antar alumni.

Suasana semakin semarak ketika Muhammad Syaifudin Zuhry, S.T, salah satu alumni senior, turut hadir menikmati penampilan pentas. Ia menilai acara reuni kali ini sangat berkesan dan inspiratif. 

“Secara keseluruhan acara ini ekselen, sangat bagus, kreatif, dan menyentuh. Momentum seperti ini luar biasa dan harus berlanjut,” tuturnya. 

Ia juga memberi pesan kepada mahasiswa untuk terus menyelesaikan studi dan meneruskan semangat alumni sebelumnya.

Penutup

Setelah seluruh rangkaian acara berakhir, Digdoyo Oktapriandi, S.T, M.T, CIPM, selaku ketua pelaksana Reuni Akbar 2025, menyampaikan rasa bangga atas kekompakan panitia dan seluruh peserta. Ia berharap para alumni muda semakin aktif di IKATI.

“IKATI ini wadah kita semua. Ayo aktif, saling membantu, dan berbagi informasi, termasuk peluang kerja. Ke depan kami ingin terus mengadakan kegiatan seperti seminar dan job fair,” ujarnya.

Sebagai penutup, Reuni Akbar IKATI 2025 menjadi simbol kuat kebersamaan dan kolaborasi lintas generasi. Melalui semangat “Dari Kita untuk Kita”, alumni Teknik Industri UII menunjukkan komitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan keilmuan, jaringan profesional, dan nilai kebersamaan di lingkungan almamater tercinta.

Rani Novalentina

Yogyakarta, 26 Juni 2025 — Alumni Teknik Industri (TI), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) memberikan impact dari pengalaman berharga mereka. Melalui Reuni Akbar Jurusan Teknik Industri, IKATI merancang Talkshow yang menghadirkan empat narasumber. Dengan mengusung tema “Dari Kita (Alumni) untuk Kita (Alumni & Mahasiswa) dengan harapan alumni dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa TI FTI UII. Acara ini terlaksana di ruang Audiovisual gedung K.H. Mas Mansur, FTI UII. Kegiatan ini juga sebagai bentuk pembekalan calon wisudawan periode Juni 2025.

Pembuka

Rangga Pamungkas dan Zahwa Putri Aghniya sebagai Master of Ceremony membuka acara pada pukul 08.00 WIB. Acara hari pertama rangkaian Reuni Akbar ini menghadirkan Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. sebagai perwakilan Jurusan TI untuk memberikan sambutan. Selanjutnya, pembukaan oleh Ketua Pelaksana acara Digdoyo Oktapriandi, S.T, M.T, CIPM.

Pemaparan materi akan berlangsung selama dua sesi dengan dua moderator. Moderator pertama, Nur Laily, Haryanti, S.T., M.T. akan menemani narasumber dan peserta.

Peluang Karir: Take off & Landing dalam Menaklukan Peluang Karir di Era Industry 5.0 

Pemaparan narasumber sesi pertama Talkshow 

Narasumber pertama dari alumni TI angkatan 2003, Ir. Ilham Bashirudin, S.T., IPM. Beliau saat ini menjabat sebagai President of Human Resources dari PT Krakatau Posco. Perusahaan tersebut berdiri sejak tahun 2010. PT Krakatau Posco merupakan perusahaan patungan antara produsen baja terkemuka dunia, POSCO dan PT Krakatau Steel.

Kemudian, Ia menjelaskan bahwa Teknik Industri lahir sebagai jurusan yang berfokus menyelesaikan masalah dari berbagai sisi. Penyelesaian TI dapat melalui pendekatan psikologi, ekonomi, dan tentunya lingkup industri. Ilham juga memberikan analogi “memasak air panas” yang terjadi sebab-akibat. Namun, dalam TI harus mencari sebab-akibat yang bisa saja tidak umum.

Hal tersebut akan berguna dalam aplikasi pada lingkungan kerja. Permasalahan yang tidak terpikirkan dapat muncul kapan saja, sehingga lulusan TI nantinya harus bisa mengendalikan masalah yang timbul. Ilham mengatakan hal ini merupakan peluang dan tidak perlu merasa takut terhadap masalah yang timbul.

“Kalau masuk kubangan itu jangan hanya dapat kotornya (masalah) saja. Tapi, pastikan juga dapat lele (untung)” Sebutnya.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan insight tentang dunia profesional, tetapi juga menjadi bentuk nyata dari kontribusi alumni untuk membekali adik tingkatnya dalam menapaki karier.

Selanjutnya, Aditya Cahya Ramdani, S.T., alumni angkatan 2013 yang kini berkarir di PT Kawan Lama Group dengan jabatan Continuous Improvement & Culture Management Analyst. Beliau membawakan topik seputar kesiapan karier dalam dunia kerja melalui pendekatan yang ringan dan interaktif.

Aditya memulai dengan permainan berhitung sederhana yang menyiratkan pentingnya memahami pola dalam dunia profesional.

“Sama seperti permainan, dunia kerja juga punya pola. Yang bukan akan tergantikan oleh AI, melainkan yang tidak mampu beradaptasi dan memanfaatkannya,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa dalam proses rekrutmen, perusahaan tidak hanya mencari kandidat dengan kemampuan teknis, tetapi juga yang sesuai dengan budaya kerja mereka. Aditya memberikan wawasan tentang pentingnya culture fit, teknik wawancara dengan metode STAR (Situation, Task, Action, Result), serta memahami karakteristik DISC dalam forum diskusi kelompok.

Sukses Berkarya: Yang Muda Untuk Berkarya

Memasuki sesi kedua, Putri Dwi Annisa S.T., yang merupakan dosen sekaligus alumni TI angkatan 2010. Beliau memandu sesi kedua bersama narasumber alumni TI dengan prestasi gemilang lainnya.

Narasumber ketiga, Galih Febianto, S.T., alumni angkatan 2008 yang kini terkenal sebagai founder dari Resmi Pangan Indonesia, yang mencangkup Serabine Indonesia, Miesyapi, dan Kopi Resmi. Mengawali sesinya, Galih membuka topik “Bagaimana Kalau Tidak Tau Mau Kemana?” Ia menceritakan fase ketika menunggu wisuda dengan pertanyaan-pertanyaan dalam benaknya, seperti “Ingin jadi apa?”, “Bagaimana setelah wisuda?”, hingga mempertanyakan jalan hidupnya.

Kemudian, ia membagikan cara menguraikan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Langkah pertama adalah fokus “membuang apa yang harus dibuang” dan kedua fokus “tidak ingin jadi apa“. Galih berpendapat bahwa apa yang kita bisa dan orang lain tidak bisa merupakan bagian dari panggilan hidup. Berdasarkan pendapatnya, panggilan hidup bisa berupa skill yang dari setiap manusia.

“Saya yakin jika saya selalu melakukan yang saya sukai secara konsisten, mungkin 3-4 tahun ga ada uangnya. Tapi jika saya ahli pada bidang itu, uang yang mendatangi saya.” ungkap Galih.

Dengan hanya menyukai sesuatu tidak akan mendatangkan uang, tapi menjadi ahli dari sana dapat mendatangkan uang.

Sesi kedua berakhir dengan narasumber keempat, Akbar Daffa Raharja, S.T., alumni angkatan 2017. Akbar Daffa merupakan founder dari Akar Kreasi Nuswantara. Ia kini mengelola tiga lini usaha berbasis riset dan teknologi: Akar Nusantara, Agronesia, dan brand FnB Tuti Fruity. Beliau juga merupakan Chief Technical Officer PT Agronesia Multi Resources.

Akbar memaparkan tentang pentingnya riset, kolaborasi, dan crystal clear vision dalam membangun bisnis. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara agraris, namun minim dukungan teknologi dan kebijakan.

Selanjutnya, sesi tanya jawab menutupi acara kali ini. Peserta terlihat antusias menggali perspektif baru baik dari dunia industri maupun wirausaha. Acara ini memberi inspirasi dan menggambarkan secara nyata dunia pasca-kampus yang akan para lulusan Teknik Industri UII hadapi.

Take the risk. Karena bisa jadi ide yang kamu tunda, besok akan orang lain,” tutup Akbar dengan penuh semangat.

Penutup

Pada akhir acara, panitia menyerahkan cinderamata sebagai bentuk apresiasi kepada keempat narasumber. Sesi foto bersama seluruh peserta, moderator, dan alumni menjadi penanda berakhirnya acara secara resmi.

Talkshow kali ini menjadi pembuka rangkaian Reuni Akbar IKATI 2025 yang akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Lebih dari sekadar nostalgia alumni, acara ini menjadi ajang transfer pengalaman, memperkuat jejaring, dan membangun sinergi berkelanjutan antara alumni dan civitas akademika Teknik Industri UII.

Rani Novalentina

Sharing Session Alumni bidang PPIC

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan Sharing Alumni pada Minggu (10/8). Dengan tema “Global Career Pathways for Industrial Engineers: How to Become a PPIC Specialist Abroad,” acara ini menghadirkan Muhammad Taufiq Sulistia, S.T., sebagai pembicara. Beliau merupakan perwakilan Ikatan Alumni Teknik Industri (IKATI). Kini ia merupakan bagian dari Pinehill Arabia Food Ltd, Arab Saudi sebagai Asisten Manajer. Mahasiswa dan alumni mengikuti kegiatan ini dengan antusias untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai perjalanan karier dalam bidang Production Planning and Inventory Control (PPIC) pada kancah internasional.

Memasuki sesi diskusi, Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc., dosen Teknik Industri UII, memandu acara sebagai moderator. Pada kesempatan itu, Taufiq membagikan perjalanan kariernya hingga akhirnya memperoleh kesempatan bekerja pada perusahaan multinasional terkhusus industri makanan. Ia menekankan bahwa pengalaman kerja di Indonesia memberikan bekal penting sebelum ia melanjutkan karier ke Arab Saudi.

“Awalnya saya juga berangkat dari posisi staf biasa di Indonesia. Namun pengalaman selama dalam bidang produksi dan perencanaan memberikan peluang untuk melangkah ke level internasional,” ujar Taufiq.

SESI TANYA JAWAB KARIR BIDANG PPIC

Taufiq Sulistia, Alumni UII yang kini bekerja sebagai PPIC Specialist di Saudi Arabia

Selain membagikan perjalanan karier, Taufiq juga menyoroti tantangan bekerja dalam lingkungan global. Ia menjelaskan bagaimana ia beradaptasi dengan budaya kerja baru dan memenuhi standar internasional dalam sistem produksi. Taufiq juga menceritakan pengalaman sehari-hari sebagai PPIC Specialist, mulai dari menjalankan tugas hingga menanggung berbagai tanggung jawab.

Setelah sesi materi, suasana tanya jawab berlangsung hangat dan interaktif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan, terutama tentang tips dan strategi meniti karier global seperti yang ia jalani. Salah satu peserta menanyakan peluang untuk menempuh jalur karier serupa. Menanggapi pertanyaan itu, Taufiq menekankan pentingnya persiapan matang, mulai dari mengenali minat pribadi hingga memahami kualifikasi yang dunia industri tuntut saat ini, khususnya pada bidang PPIC.

Menutup acara, Taufiq menyampaikan pesan agar mahasiswa dan alumni Teknik Industri UII terus mengasah kompetensi. Ia menekankan perlunya penguasaan bahasa, kemampuan analisis, serta pemahaman sistem ERP sebagai kunci keberhasilan dalam pekerjaan PPIC. Melalui sharing session ini, peserta semakin terdorong untuk menyiapkan diri dalam menghadapi peluang karier global bidang teknik industri.

Syawarani Gayatri

LSebanyak 62 kelompok mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) memamerkan berbagai inovasi produk unggulan dalam EXPO Big Project RSKE 2025 yang digelar di Hall FTI UII pada Jumat (25/07). Mengusung tema “Innovation of Multifunctional and Sustainable Design for Easy Life and Eco Friendly”, kegiatan ini menjadi puncak dari mata kuliah Rekayasa Sistem Kerja Ergonomis (RSKE). Lebih dari sekedar pameran, EXPO ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi nyata lewat rancangan produk yang berbasis prinsip Sustainability, Ergonomics, dan Multifunction.

Acara dibuka secara resmi oleh Ulvi Sakinah dan Gerren Satrio Hariyudho selaku MC dari pihak penyelenggara, yakni Laboratorium Desain Sistem Kerja dan Ergonomi (DSK&E). Selanjutnya, suasana kegiatan semakin khidmat berkat pembacaan doa, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Dekan FTI UII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU, ASEAN.Eng.

Dalam sambutannya, Beliau berbagi harapan agar EXPO ini menjadi ruang melatih mahasiswa agar tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu bersaing secara praktik di dunia kerja.

Menurutnya, “Expo ini bukan sekadar ajang tugas akhir mata kuliah, tetapi merupakan langkah awal bagi mahasiswa untuk menjadi inovator yang peka terhadap permasalahan di lingkungan sekitar serta mampu memberikan solusi melalui pendekatan teknologi dan ergonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Inovasi Mahasiswa

Acara dilanjutkan dengan pameran karya inovasi mahasiswa berupa prototype yang dinilai langsung oleh dewan juri. Salah satu yang menarik perhatian adalah karya dari kelompok D12, yang berhasil meraih gelar Best Innovation 1. Tim ini menciptakan traktor inovatif untuk memperbaiki postur kerja petani agar lebih ergonomis sehingga dapat mengurangi risiko cedera. Tak hanya itu, produk ini juga mengusung konsep sustainable design dengan memanfaatkan bahan ramah lingkungan. Selain itu, produk ini dilengkapi panel surya dan baterai lithium sebagai sumber energi alternatif.

Menariknya, ide ini berawal dari pengalaman salah satu anggota tim yang melihat langsung postur kerja petani di lingkungannya yang kurang tepat. Dari situ muncul keinginan untuk memberi solusi nyata bagi para pekerja di sektor pertanian. Lebih dari itu, inovasi ini juga diangkat untuk membangkitkan ketertarikan generasi muda terhadap dunia pertanian. 

“Kami ingin menciptakan sesuatu yang bukan hanya berguna, tapi juga mengajak Gen Z agar kembali peduli pada dunia pertanian,” ujar Hammam Rizqullah Maulana, selaku perwakilan tim.

Kata Mereka tentang EXPO RSKE 2025

Selain dihadiri mahasiswa Teknik Industri UII, expo ini juga terbuka untuk umum. Salah satu pengunjung adalah Maisya Thara Lail, mahasiswa Ilmu Komunikasi. Ia mengaku terkesan dengan inovasi yang ditampilkan. 

“Keren banget, jujur. Aku sendiri nggak punya latar belakang di bidang seperti ini, jadi menurutku luar biasa para mahasiswa TI bisa mewujudkan ide jadi prototype yang nyata kayak gini,” ujarnya.

Maisya juga berharap expo serupa dapat digelar kembali di tahun-tahun mendatang. Sementara itu, Felix Rasyada Rafif selaku ketua pelaksana menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas terselenggaranya EXPO BIG PROJECT RSKE 2025.

“Sebagai perwakilan Lab, saya sangat bangga dengan angkatan 2023 selaku peserta expo tahun ini. Produk yang mereka buat benar-benar inovatif, kreatif, dan variatif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Felix juga berharap agar karya-karya mahasiswa tidak berhenti sampai pada ajang ini saja. Sebaliknya, ia mendorong agar inovasi tersebut terus dikembangkan dan bahkan bisa dibawa ke tingkat kompetisi yang lebih tinggi. Di sisi lain, ia juga mengapresiasi antusiasme tinggi dari para pengunjung yang memadati area expo, serta keaktifan para peserta dalam mempresentasikan produk mereka secara langsung kepada pengunjung.

Achievement

Dengan demikian, berbagai produk inovatif yang dipresentasikan menjadi bukti semangat inovasi generasi muda Teknik Industri FTI UII. Tak hanya menunjukkan kemampuan akademik, para mahasiswa juga menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu masyarakat serta komitmen untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, sebagai bentuk apresiasi, panitia EXPO RSKE 2025 turut memberikan penghargaan kepada beberapa kelompok dengan karya terbaik. Adapun daftar kelompok yang berhasil meraih penghargaan dalam EXPO tahun ini adalah sebagai berikut:

AchievementKode KelompokNamaNIM
Best Innovation 1D12Scheva Ghifara Derossi23522214
Hammam Rizqullah Maulana23522236
Muhammad Zaki Hosam Daifullah23522153
R. Nabila Wirda Ayuningtyas23522150
Best Innovation 2D10Nasywa Ar Ridho23522300
Alan Bayu Kusuma23522266
Rahmalia Yunita23522105
Elviana Dewi Khusna23522092
Best Innovation 3B3Ferdian Anugrah Pratama23522251
Muhammad Afif Yusfian23522278
Ahmad Arro'uf Sulfuadi23522279
Gani Luthfi Marzuq23522301
Best Innovation 4E2Sang Adji Paco Labib23522168
Muetya Azzahra23522233
⁠Muhammad Wildan Itsna Asyifa23522209
Ersa Alviani23522221
Best ExpoA9Rofiq Burhan23522228
Muhammad Naufal Akbar23522229
Reza Anugrah Putra Ramadhan23522242
Best PresentationIP 1M Rifky Habibi Zulfy23522276
Badr Aldeen Al-khazan23522258
Jean De Dieu Habumuremyi23522259
Adiyasa Bagus Wicaksana23522053
Best PrototypeC10Ilham Nugraha Adi Susanto22522295
Aditya Zakki Nugroho22522315
Herdias Maulana22522339
Rian Adi Nugraha22522021

Syawarani Gayatri

Kegiatan Kelas Praktisi kembali hadir dalam agenda perkuliahan mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (FTI UII). Pada kesempatan kali ini, mahasiswa mata kuliah Manajemen Logistik berkesempatan untuk belajar dan berdiskusi langsung bersama Dr. Zaroni CISCP, CFMP, seorang Konsultan Senior Supply Chain Indonesia. Kuliah yang bertajuk “Respon Strategi Supply Chain & Logistik terhadap Dinamika Geopolitik Global Terkini” ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana kondisi geopolitik global mempengaruhi rantai pasok dan strategi logistik di berbagai sektor.

Dalam sesi ini, Dr. Zaroni mengajak mahasiswa untuk memahami pentingnya manajemen logistik sebagai bagian dari strategi bisnis UMKM. Mahasiswa juga diarahkan untuk mengasah kemampuan analisis operasional berbasis data dan konteks lokal. Selain itu, mereka diajak menyusun rencana strategis dengan pendekatan multidisipliner. Pendekatan ini mencakup berbagai aspek, seperti logistik, teknologi, sumber daya manusia, dan kemitraan.

“Kelas praktisi bersama Pak Zaroni memberi overview yang sangat insightful mengenai dunia logistik di berbagai sektor seperti pertanian, halal, hingga kemanusiaan. Kesempatan berdiskusi hingga presentasi membuka wawasan luas mengenai seluruh aspek dan faktor dari materi kuliah yang sudah disampaikan sebelumnya,” ujar Rangga, salah satu peserta kuliah.

Belajar Manajemen Logistik Lewat Studi Kasus

Tak hanya menjelaskan secara satu arah, beliau juga mengajak mahasiswa untuk terjun langsung mengkaji kasus-kasus yang berkaitan dengan topik perkuliahan. Pembahasan mencakup berbagai aspek strategis. Salah satunya adalah logistik untuk UMKM, yang berfokus pada perancangan strategi logistik terintegrasi guna mendukung pengembangan bisnis skala kecil agar lebih efisien dan kompetitif. Selanjutnya, mahasiswa membahas isu logistik perdesaan dengan mengkaji tantangan nyata dalam pemerataan akses pangan. Mereka melakukan kajian menggunakan pendekatan berbasis komunitas serta memanfaatkan teknologi sederhana yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan sosial masyarakat desa.

Pada konteks perkotaan, difokuskan pada kompleksitas last-mile delivery, yang menuntut inovasi berbasis teknologi, pengembangan infrastruktur cerdas, serta kolaborasi antara sektor publik dan swasta. Logistik halal juga menjadi topik penting dalam perkuliahan ini. Pembahasan difokuskan pada kebutuhan rantai pasok yang sesuai dengan prinsip syariah, di tengah persaingan global yang menuntut adanya regulasi yang jelas, sertifikasi, serta strategi diferensiasi berbasis nilai.

Selain itu, mahasiswa juga mendalami manajemen logistik kebencanaan. Bidang ini sangat krusial karena memerlukan strategi adaptif dalam menghadapi situasi darurat dan keterbatasan sumber daya. Tujuannya adalah agar bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi. Hasil dari kajian tersebut kemudian dipresentasikan oleh mahasiswa di dalam kelas. Selanjutnya, sesi diskusi dilakukan untuk membahas studi kasus dari masing-masing bidang.

From Theory to Real-World Insight

Kelas-kelas praktisi mendorong mahasiswa Teknik Industri UII untuk memahami materi secara praktis, tidak hanya secara teoritis. Melalui diskusi interaktif, kelas ini juga mengasah kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia industri nyata. Dengan kemampuan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengambil keputusan strategis dan menjadi problem solver yang adaptif dalam dunia nyata.

Syawarani Gayatri