Semarang, June 26, 2026 – The Industrial Engineering Study Program at Universitas Islam Indonesia (UII) organized an industrial visit to PT Marifood, located in the Candi Industrial Estate, Semarang, as part of its commitment to providing students with practical industrial experience. The annual program involved Industrial Engineering students from the Class of 2024 and was designed to strengthen their understanding of concepts taught in the Quality Control and Quality Assurance course.

Accompanied by faculty members, the students explored how manufacturing theories are applied in real industrial settings. The UII industrial visit provided valuable exposure to production systems, quality assurance practices, and modern manufacturing operations, allowing students to connect classroom learning with industry practices.

UII Industrial Engineering Students Explore Manufacturing Processes at PT Marifood

The UII Industrial Visit began with a guided factory tour, where students observed the production process and learned how automated packaging systems improve efficiency and product quality. They gained firsthand knowledge of manufacturing workflows, from raw material processing to finished product packaging, while observing how quality standards are maintained throughout the production line.

Following the factory tour, the participants returned to the main hall and were invited to sample a variety of PT Marifood’s food and beverage products. Several students also had the exclusive opportunity to participate in a tasting session for products that have not yet been released to the public, making the experience even more memorable.

“This has been a completely new and valuable experience throughout my university life. I hope activities like this will continue to be organized in the future,” said Sekar.

The educational visit concluded with a token of appreciation presented by PT Marifood’s management in the form of a framed group photograph, commemorating the collaboration between the company and Universitas Islam Indonesia.

Strengthening Student Bonds at Saloka Theme Park

Mahasiswa Teknik Industri di Saloka Theme Park

After completing the academic agenda at PT Marifood, the students continued their journey to Saloka Theme Park in Semarang. The recreational visit provided an opportunity to relax after a full day of industrial learning while strengthening friendships and teamwork among classmates.

As the largest theme park in Central Java, Saloka offered an enjoyable environment where students could create lasting memories before returning to Yogyakarta. The combination of educational and recreational activities highlighted the importance of balancing academic development with student engagement.

“It was so much fun and the perfect opportunity to relax while strengthening our friendship with our classmates. I hope activities like this will continue because they provide unforgettable experiences,” said Salsa.

The industrial visit to PT Marifood and Saloka Theme Park successfully provided Industrial Engineering students from Universitas Islam Indonesia with valuable insights into modern manufacturing practices while fostering stronger relationships among their peers. Through direct exposure to industrial operations and quality management systems, students gained practical knowledge that complements their academic studies and prepares them for future careers in the manufacturing industry.

 

Kaila Bilbina M.S

Jumat (26/06/2026) – Program Studi Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kegiatan kunjungan industri TI UII ke PT Marifood di Kawasan Industri Candi, Semarang. Mahasiswa angkatan 2024 mengikuti agenda tahunan untuk memperdalam pemahaman praktis yang berkaitan erat dengan mata kuliah Pengendalian dan Penjaminan Mutu. Para Dosen mendampingi seluruh peserta agar mereka dapat mengorelasikan teori perkuliahan dengan realitas di pabrik secara langsung. Pihak manajemen perusahaan menyambut hangat kedatangan rombongan akademisi ini di aula utama sebelum tur fasilitas dimulai. Kunjungan industri ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa agar mengetahui proses kerja di industri manufaktur dari pengolahan bahan mentah hingga menjadi barang jadi. 

Eksplorasi Produksi dalam Kunjungan Industri TI UII

Kegiatan dimulai dengan melakukan tur ke area pabrik untuk melihat langsung proses pengemasan produk menggunakan mesin otomatis. Setelah selesai melihat lantai produksi, para mahasiswa kembali ke aula utama dan seluruh peserta dipersilakan mencoba berbagai produk PT Marifood, mulai dari minuman hingga makanannya. Kunjungan industri TI UII ini terasa semakin berkesan karena beberapa peserta berkesempatan langsung mengikuti sesi testing produk yang belum rilis. 

“Ini menjadi pengalaman baru yang sangat berbeda dan berharga selama masa perkuliahan, semoga kegiatan seperti ini semakin banyak ke depannya,” ucap Sekar.

Agenda edukatif ini diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan berupa figura foto bersama mahasiswa dari pihak manajemen Marifood. 

Keseruan Rekreasi di Saloka Theme Park

Mahasiswa Teknik Industri di Saloka Theme Park

Setelah seluruh rangkaian agenda formal di pabrik selesai, para mahasiswa melanjutkan perjalanan ke Saloka Theme Park Semarang. Momen ini menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk melepas penat sejenak setelah seharian belajar di lapangan. Suasana di taman rekreasi terbesar di Jawa Tengah tersebut berlangsung sangat seru dan menjadi wadah yang pas untuk mempererat kebersamaan serta keakraban dengan teman seangkatan sebelum akhirnya harus kembali ke Yogyakarta. Para mahasiswa berharap kegiatan edukatif sekaligus rekreatif seperti ini dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya. 

“Suasananya seru banget dan jadi momen yang pas untuk refreshing sekaligus menambah kebersamaan dengan teman-teman seangkatan. Semoga ke depannya kegiatan seperti ini bisa terus diadakan karena memberikan pengalaman yang nggak terlupakan “, ungkap Salsa.

Melalui kombinasi kegiatan akademik di PT Marifood dan momen kebersamaan di Saloka, kunjungan industri TI UII kali ini sukses membekali mahasiswa angkatan 2024 dengan wawasan industri yang nyata sekaligus kenangan masa kuliah yang berkesan. 

 

Kaila Bilbina M.S

Pancasila bukan sekadar teori bagi civitas akademika akademika Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia yang hanya mereka ingat setiap memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni. Momen bersejarah tersebut justru menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur bangsa harus diimplementasikan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari. Sejarah UII sendiri memiliki ikatan yang sangat kuat dengan dasar negara ini. Para tokoh pendiri kampus kita merupakan bagian dari arsitek utama perumus Pancasila.

Di lingkungan Kampus Terpadu Sleman, kampus mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan agar berjalan selaras dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, kita merawat momentum sejarah ini bukan sebagai rutinitas tahunan. Pancasila hadir sebagai kompas moral bagi mahasiswa Teknik Industri dan rumpun FTI lainnya dalam menghadapi tantangan global. Di era digital saat ini, tantangan terbesar nyata terlihat dari cara kita mengelola arus data dan informasi di media sosial. Hal ini kemudian melahirkan urgensi akan pentingnya etika komunikasi digital.

Etika Komunikasi Digital Sebagai Fondasi Utama Nilai Persatuan

Proses pengimplementasian nilai-nilai Pancasila tersebut diwujudkan secara nyata melalui penerapan etika komunikasi digital yang ketat di ruang siber. Mahasiswa Teknik Industri yang akrab dengan perancangan sistem dan tata kelola data menerapkan metode penyaringan informasi (filtering process) secara berlapis sebelum menyebarkan suatu berita. Karakter intelektual Ulil Albab memandu komunitas akademik kampus ini untuk selalu menyampaikan opini secara santun. Opini tersebut harus rasional serta berbasis pada validitas fakta. Melalui sistem kendali informasi yang mandiri ini, mereka berhasil meredam potensi gangguan (noise). Sistem ini menyaring ujaran kebencian, hoaks, ataupun provokasi digital yang berisiko memicu konflik horizontal. Semangat Pancasila dalam upaya preventif masif tersebut efektif membendung misinformasi sekaligus mengoptimalkan stabilitas dan keutuhan NKRI. 

Merajut Persatuan dalam Kebinekaan Sosial Kampus 

Fakultas Teknologi Industri

Selain di ranah digital, perwujudan roh persatuan dan pengamalan nilai Pancasila juga diaplikasikan melalui kolaborasi nyata dalam ekosistem pembelajaran dan interaksi sosial harian di kampus. Mahasiswa perantauan dari berbagai penjuru wilayah nusantara hingga mahasiswa internasional saling membaur. Mereka berkumpul tanpa memandang perbedaan suku, ras, maupun latar belakang budaya.

Jihan, mahasiswa Teknik Industri UII asal Riau, membagikan pandangannya mengenai dinamika pergaulan di kampus. 

“Sebagai anak rantau, saya merasa diterima dengan baik di lingkungan kampus. Perbedaan asal daerah tidak menjadi pembatas untuk berteman maupun bekerja sama, sehingga saya bisa beradaptasi dengan nyaman dan berkembang bersama teman-teman lainnya,” ujarnya. 

Senada dengan hal tersebut, Yaser, mahasiswa internasional kelas International Program (IP) Teknik Industri UII asal Yaman, juga merasakan langsung atmosfer inklusif tersebut. Dosen maupun rekan sesama mahasiswa memperlakukannya secara setara tanpa diskriminasi di lingkungan kampus sebagai wujud toleransi Pancasila.

“Meskipun terkadang saya masih merasa sedikit kesulitan dalam situasi sosial karena adanya kendala bahasa, secara keseluruhan saya sangat menikmati pengalaman belajar di sini karena semua orang sangat terbuka dan suportif,” ungkap Yaser.

Lewat suasana kampus yang saling mendukung seperti ini, pihak fakultas berhasil menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi semua orang. Perbedaan asal daerah maupun negara justru membuat hubungan pertemanan di Teknik Industri dan rumpun FTI lainnya menjadi semakin harmonis.

 

Kaila Bilbina M.S

Yogyakarta, November 30, 2025 – Sang Adji Paco Labib, Afiana Saputri, and Pradita Nur Maulidina, Students of the Industrial Engineering Study Program, Faculty of Industrial Technology, Universitas Islam Indonesia participated in the Industrial National Competition (INCO) 2025, a national level competition. The event was organized by the Industrial Engineering Student Association of the Faculty of Industrial Technology, Universitas Muslim Indonesia (UMI), and was held from November 28 to 30, 2025. INCO 2025 involved students from various universities across Indonesia. The competition carried the theme “Sustainable Product Design Innovation for Human Well Being and Optimal Ergonomics.” Through this competition, students presented environmentally friendly and ergonomic product design ideas. The event aimed to encourage innovation that balances human needs, environmental sustainability, and economic value.

INCO 2025 Strengthens the Role of Students in Industrial Design Innovation

To support the objectives of the competition, the INCO 2025 organizing committee designed the competition stages in a structured and systematic manner. Participants began the competition by registering and submitting abstracts of their scientific work. After passing the abstract selection stage, participants proceeded to prepare and submit full papers, which included complete proposals, product designs, and posters. The committee then selected the finalists and conducted a technical meeting to prepare for the final stage. During the final round, finalists presented their product ideas directly in front of the judging panel. The evaluation process emphasized innovation, sustainability, and the alignment of the designs with ergonomic principles.

“Do not hesitate to try and participate in competitions, even if you feel that you are not fully prepared. The preparation process and the experience gained are far more valuable than the final result. With the willingness to learn, collaborate, and step out of your comfort zone, participating in competitions can become a very beneficial means of self-development,”Dita said.

During the competition period, participants organized their preparation through discussions, literature reviews, and structured task allocation. The team managed their time consistently to keep competition activities aligned with academic responsibilities, while open communication helped team members combine different ideas and viewpoints. Through this process, participants gained valuable experience in a national level competition. In addition to enhancing critical and creative thinking skills, participation in INCO 2025 also expanded professional networks and fostered motivation to continue innovating.

Kaila Bilbina M.S

Yogyakarta, 30 November 2025 – Sang Adji Paco Labib, Afiana Saputri, dan Pradita Nur Maulidina merupakan Mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia yang mengikuti Industrial National Competition (INCO) 2025 yaitu sebuah perlombaan berskala nasional. Himpunan Mahasiswa Teknik Industri FTI Universitas Muslim Indonesia (UMI) menyelenggarakan kegiatan ini pada 28-30 November 2025 dan melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. INCO 2025 mengusung tema “Sustainable Product Design Innovation for Human Well-Being and Optimal Ergonomics.” Melalui kompetisi ini, mahasiswa menampilkan gagasan desain produk yang ramah lingkungan dan ergonomis. Kegiatan ini bertujuan mendorong lahirnya inovasi yang memperhatikan keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan nilai ekonomi.

Ajang INCO 2025 Perkuat Peran Mahasiswa dalam Inovasi Desain Industri

Untuk mendukung tujuan kompetisi tersebut, panitia INCO 2025 menyusun tahapan lomba secara terstruktur dan sistematis. Peserta mengawali rangkaian kegiatan dengan pendaftaran dan pengumpulan abstrak karya ilmiah. Setelah lolos seleksi abstrak, peserta melanjutkan ke tahap penyusunan dan pengumpulan full karya yang mencakup proposal lengkap, desain produk, dan poster. Panitia kemudian menetapkan finalis dan mengadakan technical meeting sebagai persiapan tahap akhir. Pada tahap final, para finalis mempresentasikan ide produk mereka secara langsung di hadapan dewan juri. Proses penilaian menitikberatkan pada aspek inovasi, keberlanjutan, dan kesesuaian desain dengan prinsip ergonomi. 

“Jangan ragu untuk mencoba dan mengikuti lomba, meskipun merasa belum sepenuhnya siap. Proses persiapan dan pengalaman yang didapat jauh lebih berharga dibandingkan hasil akhir. Dengan kemauan untuk belajar, bekerja sama, dan berani keluar dari zona nyaman, dengan mengikuti lomba dapat menjadi sarana pengembangan diri yang sangat bermanfaat,”ujar Dita.

Selama mengikuti rangkaian lomba tersebut, peserta melakukan persiapan melalui diskusi tim, studi literatur, dan pembagian tugas yang jelas. Tim mengatur waktu secara disiplin agar persiapan lomba tetap berjalan seiring dengan kegiatan akademik. Komunikasi terbuka menjadi kunci dalam menyatukan berbagai gagasan dan sudut pandang antaranggota. Melalui proses ini, peserta memperoleh pengalaman berharga dalam kompetisi tingkat nasional. Selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, keikutsertaan dalam INCO 2025 juga memperluas jejaring serta menumbuhkan motivasi untuk terus berinovasi.

Kaila Bilbina M.S

Yogyakarta, 29 Oktober 2025 – Masayu Nafisa Sinanding Ndaru, bersama Rajab Bullah Anggara Nasution, Natasya Dyah Anggraini, dan Muhammad Faurel Keisya Zubair, mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia (UII), berhasil mengikuti Seminar Nasional Teknologi dan Informatika (SNATIF) 2025 secara offline yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik, Universitas Muria Kudus. Mahasiswa dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan ilmiah berskala nasional ini melalui SNATIF 2025 dengan mempresentasikan serta mendiskusikan karya ilmiah di bidang teknologi dan informatika. Dalam kegiatan tersebut, tim Masayu mengangkat topik analisis pengaruh kepuasan dan kepercayaan terhadap loyalitas pelanggan pada salah satu resto ayam nusantara. Penelitian tersebut menggunakan metode regresi linear dan berhasil dipublikasikan pada Jurnal SITECH: Sistem Informasi dan Teknologi, Universitas Muria Kudus yang terindeks SINTA 4. Publikasi tersebut dapat diakses pada link https://jurnal.umk.ac.id/index.php/sitech/article/view/16046

Proses Persiapan dan Pelaksanaan

Keikutsertaan dalam SNATIF 2025 berawal dari tugas mata kuliah Tata Tulis Ilmiah yang kemudian tim kembangkan menjadi naskah jurnal. Dengan arahan dosen pengampu, Sayyidah Maulidatul Afraah, S.T., M.T. dan Didin Novianto, S.T., M.LSCM., tim menyempurnakan tulisan tersebut sesuai kaidah penulisan ilmiah dan menyusun ulang makalah agar sesuai dengan kaidah penulisan jurnal ilmiah. Tahapan kegiatan meliputi penyusunan naskah, pembuatan bahan presentasi dalam bentuk power point, serta pengumpulan berkas kepada panitia. Para peserta melaksanakan presentasi karya ilmiah secara daring pada 29 Oktober 2025. Seluruh proses tersebut memberikan pengalaman akademik yang berharga bagi tim.

Tantangan, Kolaborasi, dan Capaian

Tim penulis menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan waktu serta minimnya pengalaman dalam penulisan jurnal ilmiah. Perbedaan kesibukan masing-masing anggota tim juga sempat menghambat proses pengerjaan. Untuk mengatasinya, tim memaksimalkan pertemuan tatap muka agar dapat berdiskusi dan mengerjakan naskah secara bersama-sama. Kekompakan tim menjadi faktor penting dalam penyelesaian naskah tepat waktu. Melalui SNATIF 2025 ini, tim memperoleh sertifikat serta kesempatan menerbitkan karya ilmiah terindeks SINTA 4.

“Kerjakan tugas dengan sungguh-sungguh, karena peluang besar bisa berawal dari sana. Kenali minat keilmuan dan ikuti kegiatan yang mendukungnya,” ujar Masayu.

Dengan mengikuti SNATIF 2025, mahasiswa Teknik Industri UII memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat komitmen dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang mampu bersaing secara nasional dan mendukung kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Kaila Bilbina M.S

Kehidupan yang seiring waktu berubah ditambah dengan kedatangan pandemi yang tak terduga membuat kita bertahan di rumah tanpa melakukan aktifitas fisik yang seringkali dilakukan sebelumnya.

Menurut (Garcia, 2016) peningkatan perilaku ‘remain still’ telah menyebabkan berbagai penyakit seperti hipertensi dan obesitas yang pada gilirannya mempengaruhi umur panjang. Menghabiskan terlalu banyak waktu duduk di tempat kerja atau di rumah tidak hanya mengurangi kebugaran otot dan pernapasan tetapi juga meningkatkan nafsu makan dan membatasi keinginan untuk berpartisipasi dalam aktivitas. Tidak banyak bergerak dapat menyebabkan banyak gangguan pada tubuh. Sejatinya, melakukan aktivitas diluar pekerjaan seperti melakukan olahraga kecil dapat mengeluarkan hormon endorphins yang saat dilepaskan dapat membantu menghilangkan rasa sakit, mengurangi stres, dan dapat menyebabkan perasaan gembira. Singkatnya, hormon endorphins bisa membuat kita merasa sangat baik. Salah satu pengaruh tingkat produktivitas adalah feeling dari kita, karenanya dengan bergerak dapat membantu meningkatkan produktivitas kerja.

Adapun dalam Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Musyawarah Nasional Ulama tahun 1983 merumuskan kesehatan sebagai “ketahanan jasmaniah, ruhaniah, dan sosial yang manusia miliki sebagai karunia Allah yang wajib disyukuri dengan mengamalkan (tuntunanNya) dan memelihara serta mengembangkannya”. Dalam konteks kesehatan fisik, misalnya ditemukan sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya:

Sesungguhnya badanmu mempunyai hak atas dirimu. (HR. Bukhari)

Olahraga yang dianjurkan dalam Islam adalah memanah, berkuda, dan berenang yang ada dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, ada tiga macam olahraga yang diperintahkan oleh Nabi di mana beliau bersabda:

“Ajari anak-anakmu berenang, memanah, dan menunggang kuda.”

Namun menurut (Akbar, 2014) untuk beberapa kasus, olahraga yang disebutkan memiliki harga yang cukup mahal, karenanya untuk menjaga tubuh kita dapat dilakukan hanya dengan menambahkan beberapa kegiatan kecil ke dalam kebiasaan sehari-hari seperti:

  1. Jalan kaki sebelum bekerja, atau jalan-jalan minimal dua puluh menit setiap hari. Pilih berjalan kaki alih-alih lift atau eskalator. baik untuk postur tubuh, otot , dan sistem pernapasan.
  2. Sesekali dapat berekreasi ke alam sehingga tidak menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar.
  3. Mengganti junk food dengan buah yang akan membuat sedikit keinginan untuk memakan makanan ringan dan mentransfer lebih banyak nutrisi ke dalam tubuh.
  4. Melakukan penjadwalan tidur yang baik, mulai dari tujuh sampai sembilan jam.
  5. Bermain dengan keluarga atau hewan peliharaan, atau bergabung dengan tim olahraga. Ini tidak hanya memperkuat tubuh tetapi juga merangsang pikiran dan meningkatkan harga diri.

Sadarilah rutinitas harian kita untuk mendeteksi kebiasaan berbahaya dan menggantinya dengan yang lebih positif. Dengan melakukan perubahan kecil ini, kita dapat mulai memperbarui tubuh dan pikiran kita serta meningkatkan harapan hidup kita.

 

Penulis : Putri Shafira Carolina

Editor : Abdullah ‘Azzam, S.T., M.T

Sumber:

Akbar, A. (2014). Olahraga dalam perspektif hadis.

García, H., & Miralles, F. (2016). Ikigai: The Japanese secret to a long and happy life. Penguin.