Foto bersama Pengabdian KK Sispro

Teknik Industri UII melangsungkan program pengabdian masyarakat pada Jumat (22/03). Program ini merupakan kolaborasi antara Kelompok Keahlian Sispro & Supply Chain Management dengan Program Doktor Rekayasa Industri UII, yang melibatkan mahasiswa mereka.  Kegiatan berlangsung di Learning Space 2 FTI UII serta dihadiri oleh para dosen KK Sispro & SCM, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Sleman, mahasiswa program doktor, dan 10 perwakilan UMKM sektor batik dan kulit.

Baiq Putri selaku MC membuka rangkaian acara dengan melafazkan basmalah dan membacakan susunan acara. Kemudian, terdapat sambutan dari Ketua Jurusan Teknik Industri, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. “Kami akan memberi masukan sambil berdiskusi tentang apa yang terjadi. Sehingga nanti semoga ada hal yang bisa kami tindaklanjuti, seperti training dan lainnya,” ungkap beliau.

Selanjutnya, terdapat sambutan dari Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindag Kab. Sleman, Dwi Wulandari, ST, M.Ec. Dev. “Alhamdulillah dan terimakasih UII bisa bergandengan tangan dengan kami dalam meningkatkan produktivitas UMKM. Kami berharap UMKM yang akan menjadi mitra UII bisa bersinergi sebaik-baiknya dan mengimplementasikan ilmu dari program ini,” kata beliau.

Materi dan diskusi saat program pengabdian UMKM Batik dan Kulit

Lebih lanjut, acara masuk ke sesi utama yaitu penyampaian materi oleh Prof. Dr. Ir. Elisa Kusrini, MT, CPIM, CSCP, SCOR-P selaku Ketua Kelompok KK Sispro & SCM. Beliau mengenalkan tentang Inventory Management, Klasifikasi Material & Analisis ABC, dan Inventory Stock Opname.

Kemudian, terdapat pengenalan mengenai rencana jurusan Teknik Industri UII untuk membuka akademi UMKM oleh Dr. Taufiq Immawan, S.T., M.M., selaku direktur akademi. “Kami berencana membuat akademi UMKM untuk membantu dalam memecahkan permasalahan yang sering UMKM hadapi, baik secara manajemen maupun internal, seperti menjaga kualitas, inventory, dan sertifikasi,” sampai beliau.

Selanjutnya, acara kembali ke sesi penyampaian materi oleh beberapa dosen, antara lain Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc. mengenai penerapan metode 5S/5R, Ir. Vembri Noor Helia, S.T., M.T., IPM mengenai peningkatan kinerja rantai pasok, dan Feris Firdaus, S.Si., M.Sc. mengenai strategi yang dapat IKM/UKM terapkan sebagai upaya intervensi dari industri tradisional menuju IKM/UKM berkelanjutan.

Salwa Nur Rahma

acara desa binaan

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia kembali menjalankan program kerja pengabdian masyarakat Desa Binaan. Kegiatan berlangsung pada Senin (4/12) di Desa Sidorejo, Kec. Kemalang, Kab. Klaten. Pelaksanaan program pertama yang lalu adalah pemaparan potensi desa. Sedangkan, pelaksanaan kali ini adalah penindaklanjutan dengan pembentukan koperasi.

Pardiya S.T sebagai MC membuka rangkaian acara dengan melafazkan basmalah dan membacakan susunan acara. Kemudian, Yuli Agusti Rochman, S.T., M.Eng., sebagai perwakilan Teknik Industri menyampaikan sambutan. Beliau mengungkapkan rasa terima kasih karena sudah disambut dan masih diijinkan datang kembali untuk kedua kalinya. Lebih lanjut, beliau mengharapkan program ini bisa memberi manfaat dan berkontribusi untuk menyejahterakan masyarakat. “Kesejahteraan bukan hanya milik seseorang, tetapi milik bersama. Kehadiran koperasi ini adalah bagian dari menyejahterakan bersama.”

sambutan

Selanjutnya, Kepala Desa Sidorejo, Gatot menuturkan sambutannya. Beliau mengucapkan selamat datang dan harapannya atas program ini, “Kami berharap teman teman semua bisa mengikuti kegiatan hari ini sampai selesai, karena kegiatan ini tentunya akan membawa kesejahteraan bagi warga masyarakat. Kita ingin berkegiatan dengan positif sehingga hasilnya pun juga positif.”

Sambutan terakhir disampaikan oleh Jarot, Kepala Koperasi Desa Sidorejo. “Semoga pelatihan pada pagi hari ini bisa diterapkan. Harapannya dengan ada koperasi bisa bermanfaat untuk masyarakat luas, terutama masyarakat Sidorejo bisa menikmati hasil dari kegiatan koperasi,” tutur beliau.

Mata acara berikutnya adalah pemaparan materi oleh Alif Lukmanul Hakim  S. Fil., M. Phil.. Beliau membawakan materi pembuka berupa sejarah koperasi, pentingnya koperasi, serta prinsip koperasi. “Koperasi ini bisa membangkitkan dan menyejahterakan kepentingan bersama, karena memang koperasi ini sama rata sama rasa,” ungkap beliau sebagai penutup. Lebih lanjut, materi kedua disampaikan oleh Dr. Qurtubi, S.T., M.T. mengenai aspek koperasi, macam koperasi, serta sistem keuangan koperasi. Pemaparan materi terakhir, yaitu teknis pemasaran dan media sosial oleh Royhan.

Di sela-sela pemaparan materi, dilakukan sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan diajukan oleh Dian Janari S.T., M.T. yang menanyatakan terkait konsep dan tips dalam koperasi. “Konsep koperasi adalah ibadah, kita mengeluarkan dana, waktu, dan tenaga. Untuk tips sendiri adalah pemasaran internal, anggota koperasi terlebih dahulu harus senang,” rangkum beliau atas jawaban pemateri.

penyerahan akte koperasi

Sebagai penutup, dilakukan penyerahan akte koperasi dan dokumentasi antara pihak Desa Sidorejo dan Teknik Industri UII.

Salwa Nur Rahma

Program Studi Teknik Industri melangsungkan program pendampingan UMKM dengan topik perhitungan harga pokok produksi sebagai bentuk pengabdian dosen terhadap masyarakat. Acara yang bertempat di Learning Space 1 pada (04/08) itu diikuti oleh 7 tenant berbagai bidang UMKM mulai dari makanan hingga konveksi.

Acara tersebut diawali dengan sharing pengalaman oleh Annisa Uswatun Khasanah, S.T., M.Sc. menjelaskan tentang faktor dan alasan yang membuat packaging produk dianggap krusial. Di sisi lain, Yuli Agusti Rochman, S.T., M.Eng. berbagi informasi mengenai konsep lean di industri. Beliau menyampaikan pentingnya mengevaluasi jalannya usaha menggunakan konsep lean tersebut.

Selanjutnya, pemberian materi mengenai perhitungan HPP yang disampaikan langsung oleh Annisa Uswatun Khasanah, S.T., M.Sc.. Beliau menerangkan bahwa sebelum menentukan harga jual produk hendaklah menghitung harga pokok produksi dan harga pokok penjualan terlebih dahulu. Baru setelahnya bisa memperhitungkan harga jual produk untuk mendapat harga yang optimal.

“Harga pokok produksi itu gampangannya adalah biaya yang kita keluarkan untuk memproduksi begitu. Jadi dari bahan mentah sampai produk itu siap jual. Mungkin kalau brownies, nggih, dari mendatangkan tepung, telur, mentega, sampai jadi brownies yang sudah dipackaging, dikemas. Itu adalah harga pokok produksi.”

Di samping itu, beliau juga menyampaikan bahwa terdapat berbagai macam biaya yang berkontribusi pada perhitungan harga pokok produksi. Misalnya biaya bahan baku baik langsung maupun tidak langsung, biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung, dan juga biaya overhead.

Beliau memaparkan bahwa terdapat contoh template excel sederhana yang dapat diubah-ubah sendiri oleh peserta menyesuaikan usaha yang digeluti. Selain itu, beliau juga mempraktikan cara untuk menghitung harga pokok produksi menggunakan template yang telah disediakan. Akhir acara ini ditutup dengan diskusi aktif dan berbagi pengalaman singkat antar tenant yang hadir.

Harapannya program ini tidak hanya terhenti sampai disini saja, tetapi dapat berlanjut untuk melaksanakan pelatihan lainnya di kemudian hari. “Dimulai dari sini dan jangan sampai berakhir pada hari ini saja tapi tetap ada fasilitas mungkin dengan tema-tema yang berbeda.” ucap salah satu tenant yang hadir pada acara sore hari itu.

Program Studi Teknik Industri terus berupaya untuk mewujudkan kontribusi UII terhadap pengembangan masyarakat melalui berbagai program yang ditetapkan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian dosen digelar pada Kamis (03/08) dan diikuti oleh beberapa civitas akademika TI UII. Kegiatan yang bertempat di Desa Sidorejo, Kec. Kemalang, Kab. Klaten itu dibuka oleh Pardiya, S.T. sebagai MC dengan susunan acara yang pertama, yaitu sambutan oleh perwakilan dosen, Yuli Agusti Rochman, S.T., M.Eng.

Beliau memulai prakatanya dengan mengungkapkan rasa terima kasih kepada warga Desa Sidorejo. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sifatnya lebih kepada perkenalan akan kehadiran dosen di lingkungan masyarakat yang kemudian dapat mendengar aspirasi apa saja yang sebetulnya bisa kontribusikan untuk masyarakat. Dari sana lah civitas akademika bahu-membahu dan saling bekerja sama untuk mengembangkan apa yang sudah ada agar bisa maju bersama.

“Saya lihat di tembok ada program penanaman-penanaman toga. Nah, toga itu mau diwujudkan dalam bentuk seperti apa? Kolega kami itu ada juga yang sudah ekspor toga keluar negeri, yang dibutuhkan adalah konsistensi produksi. Mungkin nggak di desa sini bisa menghasilkan produk yang konsisten, jumlahnya banyak, kita ekspor misalnya seperti itu. Siapa yang berperan? bapak ibu yang berperan menghasilkan, teman kami yang eksportir, kami hanya sebagai jalan tengah. Kami yang menghubungkan seperti itu sehingga kemudian ada hubungan antara sumber dengan pasar.”

Selanjutnya, sambutan dituturkan oleh perwakilan dari Taman Nasional Gunung Merapi, Ahmadi. Beliau mengutarakan bahwa perlu interaksi dari berbagai pihak untuk mengoptimalkan peran taman nasional demi kesejahteraan masyarakat. “Kawasan konservasi taman nasional Gunung Merapi ini tidak serta merta hanya dikelola sendiri, pastinya nggak bisa sendiri. Harus ada kolaborasi dengan masyarakat sekitar, terutama yang berbatasan langsung.” ucapnya.

Setelahnya, penyampaian sambutan oleh Gatot, Kepala Desa Sidorejo. Beliau mengutarakan bahwa Desa Sidorejo menyambut kegiatan pengabdian dosen dengan tangan terbuka. Beliau juga berasa ke depannya seluruh pihak yang hadir bisa bersinergi untuk membangkitkan kembali kegiatan-kegiatan yang ada di Desa Sidorejo. “Karena jalannya sudah mulai baik mungkin nanti akan menghidupkan lagi wisata yang dulu tenar. Saya kira meskipun sudah tenggelam sekian tahun, InsyaAllah dengan kedatangan bapak ataupun ibu dari UII ini nanti bisa menggugah semangat warga masyarakat di Sidorejo ini.”

Kemudian, agenda penandatanganan perjanjian kerja sama antara Prodi Teknik Industri UII dengan Desa Sidorejo yang diwakili oleh Dian Janari, S.T., M.T. Dengan disahkannya surat MoU ini berarti TI UII dan Desa Sidorejo berdampingan menjalin sebuah ikatan erat untuk memberdayakan masyarakat melalui berbagai program pelatihan.

Susunan acara pada kegiatan pengabdian dosen tersebut dilanjutkan dengan pemaparan materi yang pertama mengenai Pengembangan Ekowisata Desa Sidorejo oleh Wahyudhi Sutrisno, S.T., M.M., M.T. Beliau menjabarkan mengenai prinsip-prinsip dasar ekowisata yang disertai contoh penerapannya secara konkret. Beliau juga memberi saran untuk meningkatkan experience wisatawan terhadap perkembangan ekowisata Desa Sidorejo.

Senada dengan itu disampaikan pula materi yang kedua mengenai Laporan Keuangan Laba Rugi dan Neraca oleh Dr. Qurtubi, S.T., M.T. Beliau menyampaikan betapa krusial peran dari adanya laporan keuangan Desa Sidorejo, mulai dari hal sederhana seperti nota-nota pembelian. Sementara itu, laporan keuangan juga menjadi hal yang pokok untuk pembayaran pajak.

Setelah sesi pemaparan selesai, rangkaian acara pengabdian diakhiri dengan diskusi dua arah antara warga desa bersama para dosen yang hadir pada kegiatan pagi hari tersebut.

Menurut Undang-undang Sampah No. 18 Tahun 2008, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sampah dibedakan menjadi dua, yaitu sampah anorganik dan organik. Sampah anorganik merupakan sampah yang sangat sulit untuk diurai sedangkan sampah organik merupakan sampah yang mudah terurai oleh dekomposer. Kedua jenis sampah tersebut berasal dari aktivitas manusia di berbagai tempat seperti halnya sampah rumah tangga, sampah sekolah, sampah pabrik, dan lain sebagainya. Jika sampah-sampah tersebut tidak diolah dengan benar maka dapat menimbulkan banyak permasalahan lingkungan terutama permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah organik, seperti bau tidak sedap yang dihasilkan dari proses pembusukan oleh organisme pengurai yaitu lalat. Ditambah munculnya bibit penyakit pada makanan yang berasal dari lalat pada tempat sampah.

Untuk mengurangi permasalahan tersebut perlu dilakukan pengolahan sampah organik dengan menjadikannya sebagai pupuk organik. Hal inilah yang dilakukan oleh salah satu Dosen Teknik Industri Universitas Islam Indonesia, Bapak Yuli Agusti Rochman S.T., M.Eng., beliau melakukan pengabdian masyarakat mengenai pengolahan sampah organik di TK Bina Anak Sholeh (BIAS) Palagan, Yogyakarta pada hari Sabtu, 14 Januari 2023 didampingi Bapak Bambang Suratno, S.T., M.T., Ph.D. dan dihadiri oleh general service dari TK SD Bina Anak Sholeh (BIAS). Pengabdian masyarakat tersebut mengenai pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik dengan bantuan organisme pengurai yaitu lalat tentara hitam. Berdasarkan Journal of Tropical Biology, “Lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (Hermetia illucens) diketahui dapat digunakan untuk mengolah berbagai macam limbah organik melalui proses konsumsi oleh larva. Salah satu hasil utama dari proses ini adalah biomasa tubuh yang kaya akan protein dan lemak” (Intan J Purba, 2021).

Pengelolaan sampah tersebut dilakukan dengan cara menyatukan dua buah ember yang disusun bertingkat (ember tumpuk). Ember tumpuk tersebut digunakan untuk mengolah sampah dengan bantuan larva Hi (Hermetia illucens) pada skala rumah tangga. Setelah itu, ember tumpuk diberi tempat untuk proses penetasan telur Larva Hi yang menggunakan potongan bambu 3 lapis dan diletakkan diatas mulut ember bertingkat tersebut. Larva Hi akan membantu proses pengomposan aerob dan mempercepat proses penguraian sampah organik di reaktor tumpuk. Reaktor ember tumpuk juga memungkinkan aliran lindi terpisah dan material padat sehingga menghasilkan pupuk cair.

Dengan adanya pengabdian masyarakat mengenai pengolahan sampah sekolah organik ini diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat untuk dapat lebih memahami mengenai pengolahan sampah sehingga dapat mengurangi permasalahan sampah yang ditimbulkan. Selain itu, diharapkan TK Bina Anak Sholeh (BIAS) Palagan, Yogyakarta menjadi pelopor pengolahan sampah organik sehingga sekolah lain dapat mencontoh kegiatan tersebut.

Sumber :
Intan J Purba, I. K. (2021). Pertumbuhan Larva Lalat Tentara Hitam (Hermetia Illucens) Dengan Pemberian Pakan Susu Kedaluwarsa Dan Alpukat. Journal of Tropical Biology, 89.

Indonesia sebagai negara Muslim terbesar yang mewakili 13% dari populasi Muslim global, adalah bagian integral dan sentral dari ekonomi Muslim yang semakin besar di seluruh dunia. Saat ini Indonesia menempati posisi pertama 10 besar negara yang mengkonsumsi makanan halal di dunia. Dalam satu dekade ke belakang, berwisata ke luar negeri telah menjadi sebuah lifestyle, terutama bagi kaum muda Indonesia. Mudahnya akses dan ketersediaan low-cost carrier maupun B&B yang on-budget menambah kemudahan bagi para kaum muda ini untuk dapat bepergian ke luar negeri. Namun demikian, banyak negara yang menjadi tujuan wisata adalah negara non-muslim, sehingga ketersediaan makanan halal maupun tempat ibadah menjadi permasalahan bagi sebagian orang.

Di beberapa negara dengan yang sering dikunjungi wisatawan muslim, perkembangan terus dilakukan dengan adanya pembangunan atau penyediaan tempat ibadah, yang biasanya digawangi oleh masyarakat muslim di negara tersebut. Demikian pula dengan bertambahnya restoran halal di tempat-tempat wisata. Sayangnya, masih banyak dari masyarakat muslim kita yang belum menyadari makna dari makanan halal tersebut. Lahir di negara muslim dengan 87% penduduknya muslim, membuat sebagian dari masyarakat kita menganggap bahwa seluruh daging selain babi yang dijual merupakan daging halal. Dengan anggapan yang sama, saat melancong ke luar negeri, mereka sering menggunakan kaca mata orang Indonesia. Padahal, sebagai negara non-muslim, sangat jelas bahwa daging yang dijual di supermarket maupun di restoran tanpa label halal, adalah tidak halal/haram.

Sebagai umat Islam, mengkonsumsi makanan halal dan baik (thayib) adalah perintah Allah yang harus dilaksanakan. Hal ini diperintahkan oleh Allah dalam Surat Al-Maidah: 88

وَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اَنْتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ

Dan makanlah makanan yang halal dan baik (thayib) dari apa yang telah dikaruniakan kepadamu dan bertakwalah kepada Allah dan beriman kepada-Nya.

Dengan demikian, mengkonsumsi makanan halal berdasarkan iman dan taqwa karena mengikuti perintah Allah adalah ibadah yang membawa pahala dan memberi kebaikan dunia dan akhirat. Perintah untuk mengkonsumsi makanan halal juga tertuang dalam Surat Al Baqarah: 168.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Adapun pembahasan mengenai halal dan haramnya makanan yang kita konsumsi, secara gamblang juga telah ditegaskan bahwa makanan dan minuman yang dilarang adalah: bangkai; darah; babi; hewan yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; dan khamr atau minuman yang memabukkan, sebagaimana dituliskan dalam Surat Al-Maidah: 3.

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوْذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيْحَةُ وَمَآ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْۗ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا بِالْاَزْلَامِۗ ذٰلِكُمْ فِسْقٌۗ اَلْيَوْمَ يَىِٕسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِۗ اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Banyak wisatawan Indonesia yang masih berpikir bahwa makanan non-halal hanya sebatas babi dan alcohol (minuman). Sayangnya, anggapan yang menggampangkan tersebut salah dan harus dikoreksi. Sedangkan di dalam Qur’an telah disebutkan juga bahwa daging yang tidak disembelih dengan menyebut nama Allah adalah masuk kategori haram. Demikian pula dengan makanan yang merupakan hasil turunan zat-zat haram tersebut. Misalnya shortening, gelatin, mirin, shoyu dengan kandungan alcohol, emulsifier, rum, dan lain sebagainya. Tentu saja, sebagai muslim, saat merencanakan perjalanan juga harus mempertimbangkan akan makan apa dan dimana untuk menjamin makanan yang dikonsumsi adalah halal. Apabila mau sedikit meluangkan waktu, kita bisa merencanakan itinerary dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut. Sayangnya, banyak juga yang mengganggap bahwa mencari makanan halal, namun tidak khas negara tujuan itu tidak sesuai dengan tujuan wisata itu sendiri, terutama yang bertujuan untuk wisata kuliner. Hal-hal tersebut sebenarnya sudah mulai dipikirkan oleh negara tujuan, misalnya Korea dan Jepang yang sudah mulai memperbanyak restoran halal, memberikan ijin untuk pengembangan tempat ibadah (yang harus sesuai dengan aturan bermasyarakat disana), dan membuat halal map yang dapat dipergunakan sebagai acuan dalam pembuatan itinerary.

Bagaimana kita dapat menjamin bahwa makanan yang kita konsumsi saat berwisata ke negara dengan jumlah muslim minoritas itu halal? Seperti halnya di Indonesia, di luar negeri pun terdapat Lembaga yang bertugas mengeluarkan label halal sesuai dengan syariat Islam. Dengan demikian, sebagai muslim kita dapat mencari makanan yang diberi label halal pada kemasannya atau pergi ke restoran yang telah mendapatkan sertifikasi halal dari Lembaga yang ada di negara tersebut. Untuk memudahkan pencarian, sebaiknya saat membuat itinerary juga mencari lokasi restoran halal yang ada di daerah wisata tujuan. Beberapa negara bahkan telah membuat aplikasi untuk mencari restoran halal. Selain itu, pergunakan gadget yang kita miliki seperti google translate untuk membantu menterjemahkan tulisan selain alphabet saat melakukan pengecekan bahan makanan yang dijual. Bagi yang berwisata dengan budget terbatas, membawa bekal makanan instant dari Indonesia juga merupakan opsi yang bisa dipilih. Namun perlu diperhatikan pula untuk alat masak yang disediakan pihak B&B atau sharehouse sangat mungkin terdapat kontaminasi makanan non-halal.

Semoga kita dapat lebih berhati-hati dalam memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi, terutama saat bepergian ke luar negeri. Mengkonsumsi makanan yang halal dapat membantu kita untuk senantiasa menjaga hati dan akal sehat, serta mendapatkan Ridha Allah SWT. Dengan mengkonsumsi makanan yang halal dan baik, Insya Allah kita akan selalu siap beramal-shalih.

 

 

Penulis

Meilinda F.N. Maghfiroh

Dosen Jurusan Teknik Industri

Kita semua pasti kalut saat menghadapi dua pilihan untuk memprioritaskan peluncuran produk baru yang telah melalui banyak riset atau mengumpulkan dana dan menundanya karena khawatir target waktu tidak akan tercapai. Atau mungkin sedang memikirkan keinginan pelanggan yang tak tahu cara mendeskripsikan apa sejatinya mereka inginkan? Mengenalkan model Kano sepertinya menjadi saran yang tepat pada situasi ini. Kano model atau Analisis Kano adalah sebuah teori untuk mengembangkan produk dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Let me brew you up a hot cup of this fascinating model 

Apa Itu Kano Model?

Noriaki Kano seorang profesor dari Tokyo University of Science mengenalkan model ini pertama kali pada tahun 1984. Model Kano berguna dalam memberikan bantuan yang berharga saat mengalami trade-off dalam tahap pengembangan produk dan jasa. Jika tidak dapat memenuhi persyaratan produk secara bersamaan karena alasan teknis atau keuangan, mengidentifikasi kriteria dapat dilakukan dengan mengetahui pengaruh terbesar terhadap kepuasan pelanggan. Kualitas produk atau jasa akan melahirkan kepuasan pelanggan, sedangkan berbagai aspek yang berkesinambungan dengan produk atau servisnya, seperti pembelian, penggunaan, hingga maitenance produk akan mempengaruhi user experience.

Apa Fungsi dari Kano Model?

  • Mengetahui lima kategori umum tentang kebutuhan pelanggan akan produk dan jasa. Tujuannya untuk meningkatkan dan memperhatikan agar tetap berada pada kompetisi pasar.
  • Memperlihatkan setiap lima kategori umum yang akan mempengaruhi kepuasan dan ketidakpuasan pelanggan
  • Memperlihatkan bagaimana dua kategori dapat meningkatkan atau menurunkan nilai dan satu kategori yang dapat menumbuhkan nilai baru 
  • Membantu perusahaan mengetahui kebutuhan dan keinginan pelanggan melebihi yang pelanggan ketahui.
  • Membantu perusahaan untuk mengetahui dan mengklasifikasi kebutuhan pelanggan potensial atau penambahan fitur  dalam pengembangan produk.

Bagaimana Cara Penggunaan Kano Model?

Model Kano mendorong profesional CX untuk mempertimbangkan bagaimana produk dan layanan perusahaan mereka berhubungan dengan kebutuhan pelanggan. Secara khusus, Model Kano menekankan perlunya memberikan perhatian khusus pada tiga bidang:

  • Must-have element atau elemen yang harus dimiliki yang merupakan persyaratan mendasar untuk memberikan produk atau layanan. Contonya, saat memesan kamar hotel, kita mengharapkan water-heater, pendingin ruangan, dan tempat tidur dengan seprei bersih sebagai minimum mutlak. 
  • Performance attributes atau atribut kinerja yang dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dengan menawarkan lebih besar, lebih baik atau lebih cepat. Contohnya, dengan mengetahui kamar hotel memiliki fasilitas broadband supercepat yang gratis dan TV HD, kita akan merasa senang.
  • Kualitas, properti, atau atribut yang berfungsi sebagai delighters yang melampaui harapan pelanggan. Contonya, kamar hotel telah menyediakan greeting-card beserta welcome drink juga snack nya

Namun, banyak perusahaan berfokus pada peningkatan atribut kinerja untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, dengan gagasan bahwa lebih banyak selalu lebih baik. Tetapi Model Kano menyatakan bahwa memiliki dan merasakan user-experience merupakan atribut yang paling mempengaruhi kepuasan pelanggan.

Sejatinya, memiliki atribut kinerja tersebut tidak akan mempengaruhi peningkatan kepuasan pelanggan. Namun jika tidak memilikinya, akan menyebabkan menurunya kepuasan yang didapatkan oleh pelanggan. Sedangkan user-experience yang baik akan menghasilkan kepuasan yang lebih tinggi dan saat pelanggan tidak mendapatkannya akan menyebabkan ketidakpuasan karena tidak pernah mengharapkannya.

 

Sumber: 

UX Ness. (2015, July). What is Kano Model. UXNess: https://www.uxness.in/2015/07/kano-model.html

Singh, A. (t.thn.). The Kano Model: Driving customer experience improvement. Verizon: https://www.verizon.com/business/resources/articles/driving-customer-experience-improvement-with-the-kano-model/

Mind Tools. (2018). Kano Model: Analysis Delivering Products That Will Delight. MindTools: https://www.mindtools.com/pages/article/newCT_97.htm

‘Azzam, A. (2021). Kano Model. Desa Ilmu: https://www.instagram.com/desailmu/

Ide adalah produk yang diperoleh dari proses panjang, berulang, penuh dengan kegagalan, dan perbaikan. Ide menjadi jembatan untuk dapat berpikir kreatif. Kedua hal ini penting karena membantu melihat masalah dan situasi dari perspektif baru. Kreativitas menjadi pendamping pikiran yang kritis. Karena menciptakan pemikiran adalah cara untuk mengembangkan solusi baru atau tidak ortodoks yang tidak sepenuhnya bergantung pada solusi masa lalu atau saat ini.

Jika kamu tidak bisa berpikir hal yang catchy untuk sebuah presentasi atau apapun dalam pekerjaan mu, coba berjalan. Cukup dengan mengelilingi ruangan atau berjalan keluar menghirup udara segar akan senantiasa meningkatkan kreatifitas dengan signifikan. Berjalan akan memicu tubuh untuk mengeluarkan hormon endorfin. Endorfin berinteraksi dengan reseptor di otak yang mengurangi persepsi rasa sakit, juga memicu perasaan positif dalam tubuh. Emosi positif secara kondusif untuk kreativitas karena memperluas pikiran dan meningkatkan tingkat fokus.

Banyak dari kita yang sudah mendengar bahwa olahraga, termasuk jalan kaki akan meningkatkan kemampuan berpikir, mulai dari kemampuan sesaat maupun yang akan bertahan lama. Beberapa penelitian yang menunjukan bahwa setelah berolahraga manusia akan mendapatkan nilai yang lebih baik dalam test memory dan executive function (tes kemampuan untuk membuat keputusan dan mengatur pikiran).

Demikian pula, olahraga telah lama dikaitkan dengan kreativitas. Menurut Dee (2021), artist dan penulis generasi milenial akan berjalan untuk menyegarkan pikiran disaat mencari ide. Selain untuk mendapatkan ide, berjalan juga menjadi sarana meredakan panic attack saat akan berhadapan dengan orang banyak, menghadiri acara besar, atau mendapat kabar menegangkan.

Menurut Oppezzo (2018), manusia dengan ide sebanyak yang mereka bisa dan harus memutuskan: Apakah ini kreatif atau tidak? Definisi kreativitas yang disukai banyak orang adalah “kebaruan yang sesuai” atau “appropriate novelty”. Dengan sesuatu yang sesuai dan harus realistis.

Here are some tips:

  1. Saat berjalan, mulai pikirkan dari hal yang makro. Berpikir dari setiap sudut pandang secara general akan memperluas sudut pandang dan mempertimbangkan kemungkinan dari sebuah kejadian. Kita akan mudah menemukan hubungan dari setiap elemen yang terlibat.
  2. Jika kamu lebih suka berlari daripada berjalan, lakukanlah dengan kecepatan yang membuat nyaman. Saat merasa nyaman dengan kecepatan berjalan, yang ada dalam pikiran bukan lagi tentang perjalanan namun apa ide yang ingin didapatkan atau masalah yang akan dipecahkan.
  3. Berjalan sejauh mungkin untuk mendapatkan ide yang lebih banyak. Salah satu kunci kreativitas adalah tidak mengunci ide pertama. Terus berjalan, berlanjut, dan menemukan ide baru, sampai meneguhkan hati memilih satu atau dua yang terbaik untuk dikejar.
  4. Jika khawatir karena tidak dapat menuliskannya, lakukan dengan merekam ide dengan berpura-pura berbicara dengan partner saat sedang brainstorming. Karena tindakan menuliskan ide bisa menjadi filter. Kita akan bertindak seperti, “Apakah ini cukup bagus untuk ditulis?” Jadi, bicaralah sebanyak yang Anda bisa, rekam, dan pikirkan nanti.
  5. Saat ide tidak kunjung datang, jangan berjalan dengan waktu yang panjang. Mengistirahatkan tubuh dan pikiran dapat menjadi pilihan saat dalam keadaan .

Sejatinya, ilmu tentang berjalan mengubah berbagai proses mental yang berhubungan dengan kreativitas karena meningkatkan suasana hati sebagai efek utamanya (Reynold, 2018).

 

Sources:

https://artsydee.com/how-to-get-ideas-for-drawing/

https://www.ted.com/talks/marily_oppezzo_want_to_be_more_creative_go_for_a_walk?language=en

Thrifting Culture, budaya lama yang menarik perhatian kawula muda.

Thrifting merupakan pop culture yang mendapat stigma buruk, kini popularitasnya kian meroket. Mengambil dari kata Thrive atau berkembang dan kata lain Thrifty atau penggunaan barang secara baik dan efisien.

Thrifting culture berkembang dari masa ke masa dengan sejarah yang beragam dari berbagai sumber. Menurut Thirft World (2020) produksi masal dan banyaknya pakaian lama yang terbuang menjadi penyebab terbentuknya ide thrifting. Pada 1897 Umat Kristiani Amerika mengumpulkan dan menjual kembali barang bekas untuk disumbangkan, kegiatan ini menjadi titik munculnya ide thifting.

Selama bertahun-tahun, thrift shop mulai bermunculan, mempekerjakan orang cacat dan bahkan menawarkan operasi layanan. “Pada saat yang sama, seiring pertumbuhan populasi perkotaan, ukuran tempat tinggal berkurang, begitu pula area di mana benda-benda yang tidak berguna dapat disimpan,” tulis Le Zotte. Peningkatan frekuensi perputaran barang rumah tangga terjadi dari industrialisasi. Kondisi ini disertai dengan lonjakan imigrasi, serta peningkatan permintaan produk bekas oleh orang Amerika.

Sejatinya, thrifting adalah kegiatan berburu barang-barang bekas yang digambarkan seperti mencari jarum ditumpukan jerami. Tapi, jangan salah Sob! Demi mendapatkan barang limited yang terjangkau, banyak juga yang rela melakukan war di e-commerce ataupun antri di thrift shop.

Thrift shop adalah wadah penampung  penjual barang bekas. Thrift shop membuka peluang bisnis baru di kalangan anak muda, dengan hanya mengeluarkan modal sedikit akan mendapatkan hasil yang berlimpah. Khususnya untuk merek dagang baju yang besar dan stok modelnya yang langka.

Di Indonesia thrift shop tersebar luas diberbagai daerah, mulai dari Bandung dengan pusat di Cimol (Cibadak Mall) dan Jakarta dengan Pasar Senen, Pasar Baru, Glondok Plaza, dan lain sebagainya yang menjadi rekomendasi tempat thrifting disana.

Dari segi bisnis, thrift shop menjadi ‘beken’ bermula dari wilayah pesisir laut (Sumatera, Batam, Kalimantan, dan Sulawesi) yang menjadi tempat masuknya barang impor (Voi, 2020). Beberapa tahun silam, alih-alih melabeli produk mereka sebagai ‘barang bekas’, penjual memasarkannya sebagai ‘barang impor’, hal ini dikarenakan stigma yang meluas dan masyarakat yang belum menyatu dengan budaya ini. Namun dewasa ini, masyarakat Indonesia mulai terbuka dan ikut memeriahkan thrifting culture.

Bisnis thrift shop menekan tingkat emisi industri fashion. Menutut United Nations Climate Change News (2019), perluasan sektor fashion sendiri menghasilkan 10% emisi gas rumah kaca karena rantai pasokan yang ekstensif dan penggunaan energi dalam produksi yang intensif. Menurut statistik dari 2018, sektor fashion menghasilkan 2,1 miliar ton CO2eq atau setara dengan 4% dari emisi karbon di seluruh dunia, dengan tiga negara industri terbesar, Prancis, Jerman, dan Inggris, menyumbang sebagian besar emisi.

Antara tahun 2000 dan 2014, sektor fashion tumbuh pada tingkat tercepat. Pabrikan memproduksi pakaian dua kali lebih banyak daripada 15 tahun yang lalu, sementara rata-rata pelanggan membeli 60% lebih banyak pakaian daripada 15 tahun yang lalu. Melansir dari dari UNEP (2021), sektor fashion menggunakan 93 miliar meter kubik air setiap tahun, dengan pewarnaan dan pemrosesan kain menyumbang sekitar 20% dari air limbah industri fashion secara global. Selain itu, industri fashion menyumbang 10% dari emisi karbon tahunan di seluruh dunia yang diperkirakan meningkat lebih dari 50% pada 2030.

Perkembangan zaman yang menyebabkan kerusakan merupakan hal yang salah terutama dalam ajaran Islam. Islam mengajarkan kita untuk melestarikan lingkungan dan melarang kita merusaknya (fasad). Al-fasad diungkapkan sebanyak 52 kali dalam Al-Qur’anul al-Karim, dengan berbagai macam dan variasi. Salah satunya dalam QS. Ar Rum ayat 41:

Tangan manusia telah menyebabkan kerusakan di darat dan di laut; Allah menghendaki agar manusia menderita sebagian (akibat) perbuatannya agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Fiqhul Bi’ah atau gerakan peduli lingkungan dalam agama Islam. Pada kenyataannya, budaya ini juga merupakan sunnah dasar Nabi Muhammad SAW, yang mendesak umat Islam untuk memiliki cukup, memakai pakaian polos, dan hanya mengungkapkan tanda-tanda kemakmuran materi mereka. Karenanya, melestarikan budaya thrifting dapat berimbas baik bagi manusia dan lingkungannya.

 

Reference:

https://thriftworld.com/blog/article/get-to-know-thrift-world

https://voi.id/en/bernas/20200/for-the-thrift-shops-historical-and-cultural-mission-used-clothes-should-not-be-expensive

https://www.unep.org/news-and-stories/story/putting-brakes-fast-fashion

procurement

Dewasa ini, diantara banyak wawasan ilmu yang muncul di era transformasi digital, banyak perusahaan yang mungkin pernah mengalami perubahan di lingkungan supplier yang mudah terganggu oleh peristiwa yang tidak terduga.

Dengan supplier, penting untuk perusahaan melakukan integrasi sepenuhnya ke dalam operasi, memikirkan kembali proses manajemen procurement dan purchasing serta mengadopsi teknologi yang terintegrasi agar dapat membantu menghadirkan keuntungan bisnis bagi perusahaan.

Procurement memiliki sabahat serupa’ yang disebut purchasing. Meski mirip, purchasing dan procurement sejatinya berbeda. Purchasing merupakan bagian dari procurement yang fungsinya lebih luas dan memiliki metode dan tujuan yang berbeda.

Procurement atau pengadaan merupakan umbrella term untuk proses yang dilakukan perusahaan dalam mendapatkan barang dan jasa dari vendor atau supplier. Proses yang termasuk didalamnya ketika perusahaan harus membeli material untuk produk yang akan dijual, perlengkapan kantor, ataupun jasa konsultasi atau dapat dikatakan semua yang yang dibutuhkan oleh sebuah bisnis dalam mencapai tujuannya. Procurement dimulai dari rantai pasok atau lebih dikenal dengan supply chain dan berakhir saat kebutuhan perusahaan terpenuhi dan atau telah menjalin hubungan baru dengan supplier lain.

Manajemen procurement yang berkinerja tinggi mendorong pertumbuhan dan ketahanan perusahaan dengan memfasilitasi kolaborasi internal dengan stakeholders, mengidentifikasi peluang, memperkuat kegesitan, efisiensi perusahaan, serta mengurangi risiko dan biaya. Procurement terdiri dari identifikasi kebutuhan, supplier, dan manajemen kontrak. Tujuannya adalah untuk mendapatkan hubungan jangka panjang dengan supplier yang searah dengan perusahaan dan dapat meningkatkan nilai kompetitif dari kualitas perusahaan. Itulah mengapa ini lebih diprioritaskan untuk memaksimalkan nilai kontrak, mitigasi risiko, dan kepatuhan supplier terhadap kontrak.

Tidak seperti procurement, purchasing lebih transaksional dan berfokus pada sasaran jangka pendek seperti melakukan transaksi yang efisien dan memastikan pasokan barang yang diperlukan tepat waktu dengan harga terendah. Hal ini bukan berarti menilai purchasing menjadi kurang berharga daripada procurement, keduanya tetap penting untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Departemen purchasing bertanggung jawab untuk pengadaan bahan baku dan sumber daya lainnya dengan harga terbaik, menangani dokumen pembelian, memastikan waktu pengiriman dari supplier, dan membuat kebijakan atau istilah kerennya MoU-an dengan vendor atau supplier.

Karenanya, dengan menyelaraskan dan mengoptimalkan kedua proses ini memungkinkan perusahaan untuk dapat menghindari pengeluaran yang tidak terkendali, komplikasi yang tidak terduga, dan menjamin kesuksesan bisnis perusahaan.

 

Sumber :

https://precoro.com/blog/procurement-vs-purchasing/

https://hbr.org/sponsored/2021/04/six-best-practices-for-elevating-procurement-at-your-organization?autocomplete=true

https://smallbusiness.chron.com/functions-purchasing-department-organization-158.html