Tag Archive for: Inovasi

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), menyelenggarakan EXPO Perancangan Sistem Industri Terpadu (PSIT) pada Jumat (17/7). Acara ini berlangsung di Hall FTI UII mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Dua orang MC yang membuka dan membersamai acara ini yaitu Akmal Faiq Fadhillah Hidayat dan Bintang Nairah Yuan. Dalam rangkaian acaranya, sambutan turut disampaikan oleh Sekretaris Program Studi yaitu, Dr. Sri Indrawati, S.T., M.Eng., dan Koordinator EXPO PSIT 2026 yaitu Sayyidah Maulidatul Afraah, S.T., M.T. Matakuliah EXPO PSIT pada tahun ini memiliki tema terkait transportasi, dengan mengangkat judul “Transportasi sebagai Sistem Industri: Integrasi Operasi, Infrastruktur, dan Layanan”.

Dari Proses Pembelajaran hingga Karya: Pandangan Dosen tentang EXPO PSIT

Rangkaian mata kuliah PSIT ini diampu oleh delapan dosen Teknik Industri FTI UII. Dosen-dosen tersebut ialah Dr. Joko Sulistio, S.T., M.T., M.Sc.; Dr. Harwati, S.T., M.T.; Ratih Dianingtyas, S.T., Ph.D.; Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc.; Wahyudi Sutrisno, S.T., M.M.; Dr. Ir. Yuli Agusti Rochman, S.T., M.Eng., IPU.; Dr. Dwi Adi Purnama, S.T.; serta Sayyidah Maulidatul Afraah, S.T., M.T. Kedelapan dosen ini secara bersama-sama membimbing mahasiswa mulai dari tahap perancangan hingga proses akhir dalam EXPO PSIT. 

Salah satu dosen pengampu yaitu Ratih Dianingtyas Kurnia, S.T., Ph.D., turut membagikan pandangannya mengenai pelaksanaan pembelajaran hingga EXPO PSIT ini. Beliau menjelaskan bahwa PSIT secara umum dikenal sebagai Capstone Design, yaitu tahap puncak dari seluruh proses pembelajaran mahasiswa Teknik Industri. Menurutnya, istilah “Capstone” sendiri menggambarkan hasil akhir dari apa yang telah dipelajari mahasiswa selama menempuh perkuliahan, dan hasil dari proses belajar itu pada akhirnya ditunjukkan lewat karya yang dipamerkan di acara ini.

Capstone itu istilahnya, cap kan artinya topi, jadi ini semacam puncaknya. Selama beberapa semester teman-teman belajar, nah hasilnya nanti akan terlihat pada capstone ini,” jelasnya.

Terkait pemilihan tema, Ratih menerangkan bahwa topik Capstone Design memang berganti setiap tahunnya, seperti pengelolaan sampah dan pemberdayaan UMKM pada tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, transportasi terpilih karena merupakan isu yang krusial meski sering terlewat dari perhatian banyak orang. Padahal isu terkait transportasi sendiri memiliki kedekatan dengan keseharian semua orang. Oleh karenanya, penting bagi mahasiswa untuk peka terhadap kebutuhan dan kepentingan kruisial yang belum banyak terdapat pada sektor transportasi ini.

Dari sisi persiapan, Ratih mengakui adanya tantangan karena kemampuan dan pengalaman mahasiswa yang beragam. Meski hasil karya berbeda-beda, ia lebih mengapresiasi proses mahasiswa dalam memahami dan menerapkan ilmu yang telah mahasiswa pelajari. Menurutnya, EXPO PSIT menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana mahasiswa mampu menerapkan ilmu Teknik Industri sekaligus menjadi bekal dalam menghadapi tugas akhir. Selama pendampingan, Ratih juga merasa senang dapat berinteraksi dan mengenal setiap kelompok lebih dekat, serta terkesan melihat antusiasme mahasiswa saat menjelaskan prototype yang mereka buat. Meski cukup menantang, ia menilai pengalaman mendampingi mahasiswa dalam EXPO PSIT tetap menjadi pengalaman yang seru dan berkesan. 

Antusiasme dan Apresiasi Peserta

Peserta EXPO PSIT juga turut merasakan antusiasme itu sendiri. Salah satunya yaitu Chika Tri Anisa, mahasiswa dari kelompok D6, yang mengaku senang dapat menyaksikan langsung berbagai karya inovatif dari sesama mahasiswa. Menurutnya, banyak wawasan baru yang ia dapatkan, terutama mengenai potensi penerapan teknologi pada sistem transportasi, seperti sistem perparkiran maupun pengaturan lampu lalu lintas.

Pada kelompoknya sendiri turut memamerkan sistem parkir pintar untuk salah satu pusat perbelanjaan di Yogyakarta yang sering mengalami kepadatan pengunjung. Sistem tersebut memberikan rekomendasi slot parkir terdekat melalui dashboard dan dilengkapi indikator LED, dengan warna merah untuk slot terisi dan hijau untuk slot kosong, sehingga pengunjung tidak perlu berkeliling mencari tempat parkir. Dalam EXPO ini Ia juga melihat bahwa penerapan ilmu Teknik Industri ternyata tidak hanya berkaitan dengan manufaktur. Tetapi juga berperan pada sektor transportasi untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan kenyamanan pengguna.

“Saya jadi lebih tahu bahwa ilmu Teknik Industri tidak hanya berkaitan dengan manufaktur, tetapi juga memiliki penerapan pada berbagai bidang, termasuk transportasi.” Ujar Chika.

Untuk ke depannya, ia berharap EXPO serupa dapat terus terselenggara secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak industri. Menurutnya, keterlibatan industri dapat memberikan masukan langsung sekaligus membuka peluang bagi karya mahasiswa untuk penerapan dalam dunia nyata. Melalui EXPO PSIT 2026, mahasiswa Teknik Industri FTI UII menunjukkan kemampuan dalam menerapkan ilmu yang telah mahasiswa pelajari untuk menghasilkan berbagai solusi dalam bidang transportasi. 

Kehadiran Pakar dari Luar Universitas

EXPO PSIT tahun ini turut menghadirkan sejumlah pakar dari luar universitas untuk memberikan penilaian sekaligus wawasan tambahan bagi mahasiswa. Penilaian ini terlaksana pada ruang sidang FTI UII. Pakar yang hadir antara lain Hanna Pertiwi dari PT MRT Indonesia, serta Khansadinah Nahdah W. dan Evak Nurwakhid, A.Md., yang keduanya berasal dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II D.I. Yogyakarta.

Hanna Pertiwi menyampaikan apresiasinya atas kesempatan dari Teknik Industri UII untuk terlibat langsung dalam penilaian sekaligus berdiskusi dengan mahasiswa. Ia mengaku pengalaman ini sangat berkesan baginya, karena dapat berdiskusi dan mencoba langsung berbagai karya inovatif yang mahasiswa hasilkan. Menurutnya, ide-ide yang ada tidak hanya segar dan memiliki nilai jual, tetapi juga cukup relevan untuk mengimplementasikan dalam dunia nyata.

Hanna mengharapkan inovasi ini dapat terus berkembang dan meluas, termasuk melalui kolaborasi lintas program studi. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menambah wawasan mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga mendapat pengalaman praktis dalam mengembangkan dan menerapkan ide. Pengalaman tersebut menurutnya dapat menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja. Hanna berpesan agar mahasiswa terus berkarya, belajar, dan berkolaborasi untuk memberikan kontribusi nyata dalam dunia kerja dan Indonesia.

“Teruslah berkarya, tetap haus akan ilmu dan perkuat kolaborasi demi Indonesia yang lebih maju. Kami tunggu kontribusi rekan-rekan Mahasiswa dalam dunia kerja ya.” Pesan Hanna.

Momen Penghargaan Karya Terbaik

Salah satu agenda yang menarik perhatian dalam EXPO PSIT adalah dalam pengumuman kelompok terbaik. Pengumuman ini terlaksana pada Auditorium FTI UII setelah adanya kuliah umum pada hari yang sama. Termasuk predikat juara 2 pada tahun ini dengan kelompok D4 sebagai peraih juara tersebut. Khansa Safira Retyaputri merupakan salah satu anggota kelompok yang membagikan pengalaman dalam momen ini. Ia mengaku tidak menyangka timnya bisa meraih posisi tersebut, mengingat menurutnya inovasi dari kelompok-kelompok lain juga tidak kalah menarik. Meski begitu, ia bersyukur atas kesempatan yang ada sehingga kelompoknya dapat meraih juara 2.

“Tidak menyangka, karena jujur inovasi kelompok lain juga keren semua, jadi alhamdulillah sih mendapat kesempatan jadi juara 2” Ucap Khansa.

Pada kelompok D4 sendiri mengembangkan inovasi bernama Blind Spot Information System. Inovasi ini sistem pendukung keselamatan yang membantu pengemudi truk memantau area blind spot atau titik buta di sekitar kendaraan. Menurut Khansa, keberhasilan timnya meraih juara 2 didukung oleh relevansi solusi dengan permasalahan nyata serta kesiapan prototype dalam menunjukkan kinerja sensor ultrasonik. Ia berharap EXPO PSIT ke depan dapat terus berkembang dengan menghadirkan lebih banyak inovasi dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan dunia industri.

NoKategoriNama KelompokNama AnggotaNIM Anggota
1Juara ISIGAPBadr Aldeen Abdulrahman Yahya Ahmed Al-Khazan23522258
2Juara ISIGAPMuhammad Mahdy Fadhlullah23522282
3Juara ISIGAPPrabaswara Mahameru Wangid23522037
4Juara IID4Muhammad Yusuf Fadilah23522059
5Juara IID4Khansa Safira Retyaputri23522149
6Juara IID4Muh. Rizky Nabila Akbar23522151
7Juara IID4Alan Bayu Kusuma23522266
8Juara IIIC7Rif’at Fayyazhuda Putra23522212
9Juara IIIC7Muhammad Arief Dzikri23522231
10Juara IIIC7Rizky Arya Putra23522152
11Best PrototypeE8Alby Gifari23522232
12Best PrototypeE8Syawarani Gayatri23522122
13Best PrototypeE8Teuku M Rafi Prayogi23522005
14Best PresentationF7Yurcel Listya Artamevia Dewi23522215
15Best PresentationF7Azura Keisha Dzakia Atallah23522275
16Best PresentationF7Ahmad Ali Aji23522288
17Best IdeaA5Nisrina Nur Masrefa23522101
18Best IdeaA5Muhammad Faqih Al-Ikhsan23522111
19Best IdeaA5Rasendria Bhamakerti23522263
20Best IdeaA5Anindya Mayrela Ika Putri23522268
21Best PosterB4Bimi Wirabumi23522020
22Best PosterB4Silvi Andriyani23522194
23Best PosterB4Alim Hidayaturrohman23522296
24People’s Choice AwardF4Elviana Dewi Khusna23522092
25People’s Choice AwardF4Muhammad Revi Yuliansyah23522157
26People’s Choice AwardF4Zifa Aulia Ningrum23522264
27People’s Choice AwardF4Gerren Satrio Hariyudho23522262

Nisrina Nur Masrefa

Ahmad Arro’uf Sulfuadi merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) yang berhasil meraih Juara 3 dalam International Student Symposium 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh ASEAN School of Business Network (ASBN) pada Agustus 2025. Arro’uf mengikuti cabang lomba esai dengan sub-tema “Green Economy and AI: Opportunities and Challenges”. Arro’uf mengangkat gagasan tentang integrasi AI dalam manajemen energi terbarukan berskala kawasan ASEAN. Ia melakukan pendekatan benchmarking dari terobosan ASEAN Power Grid yang digagas oleh ACE (ASEAN Center for Energy). Ia juga memetakan bagaimana integrasi AI dapat membuka batas-batas antarnegara secara lebih efisien. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Industri UII mampu berkontribusi pada diskusi isu global pada tingkat internasional.

Dari Riset Mendalam hingga Kompetisi Final Internasional

Kompetisi ini terdiri dari dua tahap, yakni tahap penyisihan dan babak final yang melibatkan peserta dari berbagai negara pada tingkat internasional. Kompetisi ini bersifat individu sehingga Arro’uf mengerjakan seluruh prosesnya sendiri dengan ritme pelan dan terukur. Dalam prosesnya, ia menempatkan diri selayaknya seorang konsultan pengambil kebijakan. Ia menyajikan data riil terkait potensi energi terbarukan pada setiap negara pionir ASEAN. Ia juga merancang implementasi energy exchange dapat berjalan otomatis melalui AI yang terautorisasi oleh APC.

Arro’uf mendalami topik melalui kajian literatur terkait penerapan AI pada manajemen energi skala makro. Ia juga menonton berbagai podcast dan video tentang bagaimana kegunaan AI dalam manajemen energi pada tingkat perusahaan. Dari situ, ia mulai berpikir jika teknologi tersebut dapat dikembangkan untuk digunakan dalam skala yang lebih luas.

Tantangan terbesar Arro’uf dalam kompetisi ini ialah menyajikan gagasan yang inovatif tetapi tetap rasional. Ia harus menyeimbangkan antara potensi implementasi AI dalam energy exchange dengan realita resistensi kebijakan dan perbedaan keterbukaan masing-masing negara. Dengan kegigihannya, Arro’uf berhasil lolos sebagai finalis dari 10 peserta internasional dan meraih Juara 3 pada sesi final.

Esai sebagai Ruang Bersuara dan Bertukar Gagasan

Pada babak final, Arro’uf berkesempatan menyaksikan ide-ide menarik dari peserta negara lain. Peserta dari Vietnam mengangkat jalur distribusi ekonomi di Sungai Mekong, sementara peserta dari Thailand membahas kereta listrik sebagai solusi transportasi berkelanjutan. Pengalaman ini membuka wawasannya bahwa isu ini dapat didekati dari sudut pandang yang beragam di setiap negara.

Arro’uf menilai pencapaian ini sebagai pengalaman yang sangat berharga, terutama karena idenya sempat ia ragukan sendiri saat tahap awal. Ia mendorong mahasiswa lain untuk tidak ragu menuangkan gagasan mereka melalui esai. Arro’uf menilai esai sebagai tempat yang fleksibel karena memungkinkan siapa pun menuangkan ide seluas-luasnya selama terdapat dukungan data yang riil dan rasional.

“So, essay menurutku wadah yang bagus untuk bersuara tentang idemu!” ungkap Arro’uf.

Arro’uf juga menegaskan bahwa gagasan yang terasa terlalu jauh untuk diimplementasikan bisa jadi justru dibutuhkan oleh mereka yang sudah memiliki kapasitas untuk mewujudkannya. Langkah berani Arro’uf membuktikan bahwa keberanian menyampaikan ide besar dapat membawa mahasiswa Indonesia bersuara hingga ke kancah internasional.

Nisrina Nur Masrefa

Ahmad Arro’uf Sulfuadi, Ferdian Anugrah Pratama, dan Muhammad Imam Baihaqi merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Mereka berhasil meraih prestasi pada Sustainable Innovations Essay Competition (SINEC) 2025. Tim ini menjadi finalis, meraih penghargaan Most Implementative Idea (Bronze Medal) hingga publikasi karya dalam jurnal IASSF. SINEC merupakan kompetisi esai ilmiah tingkat nasional yang berfokus pada inovasi dan solusi berkelanjutan. Kompetisi ini mendorong mahasiswa dan pelajar menciptakan gagasan kreatif menghadapi tantangan lingkungan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan teknologi. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 9 dan 10 Agustus 2025 di Yogyakarta.

Pada kegiatan SINEC, tim mengambil isu lingkungan dan keberlanjutan melalui karya berjudul Development of NARA Biodegradable Journaling Books as a Circular Economy-Based Solution for Sustainable Lifestyle Transformation and Social Empowerment. Karya tersebut membahas pengembangan jurnal biodegradable yang terbuat dari limbah kulit jagung dan kertas daur ulang. Berbasis circular economy, produk ini dirancang sebagai solusi gaya hidup berkelanjutan yang mendukung pemberdayaan sosial petani lokal.

Riset Mendalam Jadi Fondasi Karya NARA

Rangkaian SINEC 2025 diawali dengan pendaftaran dan pengiriman esai pada 7 April–31 Mei 2025. Selanjutnya terdapat tahap penjurian, hingga puncaknya pada babak final di Yogyakarta. Persiapan untuk kompetisi ini membutuhkan usaha yang cukup besar. Tim menyusun riset mendalam terkait sustainable product development, circular economy, dan Voice of Customer (VoC). Tim juga melakukan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa di D.I.Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan guna memahami kebutuhan pengguna terhadap produk journaling berkelanjutan.

Proses persiapan juga mencakup pengembangan konsep produk NARA, pembuatan poster ilmiah, penyusunan artikel ilmiah, hingga latihan presentasi. Setiap anggota tim menjalankan peran sesuai keahliannya, dari penyusunan konsep dan metodologi hingga penyampaian presentasi saat lomba berlangsung. Selama proses ini, tim mendapat arahan dan masukan dari dosen pembimbing, yaitu Dr. Dwi Adi Purnama, S.T.,.

Integrasikan Keberlanjutan dan Kebutuhan Pengguna, Tantangan Terbesar Tim

Tantangan terbesar tim terletak pada upaya mempertemukan aspek keberlanjutan lingkungan dengan kebutuhan produk bagi penggunanya. Tim mempertimbangkan aspek agar NARA tidak sekadar ramah lingkungan. Akan tetapi juga benar-benar menarik dan sesuai kebutuhan mahasiswa sebagai target pengguna. Tantangan tim lainnya ada pada proses penyusunan artikel ilmiah. Prosesnya menuntut ketelitian ekstra dalam penelusuran referensi serta pembangunan argumen akademik.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim melakukan berbagai solusi yang memungkinkan. Seperti melakukan komunikasi terbuka, pembagian tugas, diskusi rutin, dan revisi berkala. Selain itu, konsultasi dengan dosen pembimbing dan mentor penelitian turut membantu penyempurnaan karya. Kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan tidak hanya meraih Bronze Medal, karya mereka pun lolos untuk diterbitkan pada jurnal IASSSF. Capaian tersebut menjadi pengalaman berharga bagi tim dalam mengasah kemampuan akademik dan penyusunan karya ilmiah.

Bangga Bertemu Ide-Ide Kreatif dari Berbagai Daerah

Bagi tim, SINEC 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang berkembang yang penuh pengalaman berharga. Bertemu dengan peserta dari berbagai daerah yang membawa ide baru menjadi salah satu momen paling berkesan selama kompetisi. Kompetisi ini juga memperluas wawasan akademik dan memperkuat kepercayaan diri mereka dalam menyampaikan gagasan ilmiah. Salah satu anggota tim, Ferdian, memberikan pesan yang mengalir dari pengalaman pribadinya.

“Jangan takut untuk mencoba ikut lomba, karena setiap proses yang dijalani akan selalu membawa pengalaman dan pelajaran baru. Tidak harus langsung hebat untuk memulai, tetapi harus berani memulai untuk bisa berkembang,” ungkap Ferdian.

Langkah berani tim ini menjadi bukti bahwa keberanian mencoba dapat membuka peluang yang sebelumnya tidak terpikirkan. Harapannya, perjalanan mereka di SINEC 2025 dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk tidak pernah ragu mengambil kesempatan.

Nisrina Nur Masrefa

Laboratorium Sistem Manufaktur (SIMAN), Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), menggelar EXPO Big Project Perancangan Fasilitas 2025 pada Kamis (18/12). Kegiatan ini merupakan bagian klimaks dari rangkaian praktikum mata kuliah Perancangan Fasilitas (PF). Sebanyak 63 tim mahasiswa Teknik Industri FTI UII memamerkan karya usulan terbaik mereka dalam acara ini. Para peserta menampilkan berbagai rancangan tata letak pabrik dan UMKM yang inovatif dan aplikatif. Mereka mengintegrasikan teori perancangan fasilitas dengan kondisi nyata di dunia industri. Usulan tersebut menghasilkan solusi yang efisien dan optimal untuk meningkatkan produktivitas.

Inovasi Mahasiswa

Acara mencangkup dengan sesi pameran dan penilaian karya inovasi mahasiswa berupa prototype layout. Asisten Laboratorium SIMAN memberikan penilaian secara langsung terhadap setiap karya. Salah satu karya yang menarik merupakan karya dari kelompok TD-9. Tim ini merancang ulang tata letak pabrik untuk proses produksi mesin pengekstrak jahe agar lebih efisien dan terstruktur. Tim tersebut melakukan perancangan ulang karena layout awal belum optimal. Hal ini berdampak pada jarak perpindahan menjadi lebih panjang, adanya peningkatan waktu, dan naiknya biaya material handling.

Inovasi ini berdasarkan analisis penelitian dan pengamatan yang mendalam terhadap kondisi nyata di lapangan pada pabrik tersebut. Tim TD-9 menyebutkan bahwa keterbatasan luas area, variasi ukuran komponen dan jumlah stasiun kerja menjadi tantangan utama dalam merancang layout yang efisien.

“Kami ingin memperbaiki aliran produksi mesin pengekstrak jahe agar lebih teratur dan linier. Fokus utamanya adalah mengurangi jarak perpindahan material, menekan ongkos material handling, serta mengoptimalkan hubungan kedekatan antar stasiun kerja,” jelas Helda Noor Prameswari, sebagai perwakilan tim.

Layout usulan yang dihasilkan mampu menciptakan alur produksi yang lebih rapi dan menurunkan ongkos material handling secara signifikan. Proses evaluasi layout juga didukung penggunaan software sehingga hasilnya lebih terukur dan objektif. Tim berharap usulan layout ini dapat menjadi acuan bagi pabrik dalam menata area produksi secara lebih rapi, efisien dan aman. Penerapan layout dapat dilakukan secara bertahap sesuai kondisi pabrik tanpa memerlukan perubahan besar pada fasilitas yang sudah ada.

Tanggapan dari Panitia Penyelenggara

Dari sisi panitia, Dinda Meilia Rhepon, asisten Laboratorium SIMAN sekaligus PIC kegiatan ini mengungkapkan antusiasme peserta terlihat sangat baik. Dinda juga membagikan kesannya dalam melakukan persiapan EXPO. Terlebih pada proses melengkapi detail-detail EXPO, mulai dari pemilihan vendor, memilih desain backdrop dan gate, hingga berkoordinasi bersama sesama asisten lab SIMAN.

“Walaupun lab SIMAN sudah sering melaksanakan EXPO Gamtek setiap tahunnya, tapi EXPO Perancangan Fasilitas adalah hal yang baru bagi asisten Lab SIMAN, jadi sebenernya punya tantangan sendiri.” Ujarnya.

Dinda menyampaikan harapan besar agar EXPO ini memberikan dampak jangka panjang bagi para praktikan. Dinda berharap para praktikan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama praktikum dan EXPO, baik saat menjalani kerja praktik maupun ketika terjun ke dunia pekerjaan. Ia juga mengharapkan agar expo dapat dijalankan secara lancar pada tahun berikutnya.

“Semoga EXPO tahun selanjutnya lebih meriah dan semangat terus buat asisten ke depannya serta praktikan!” pesannya.

Kesan dan Pesan dari Pengunjung

Expo Perancangan Fasilitas 2025 mendapat apresiasi yang positif dari para pengunjung. Salah satu pengunjung tersebut ialah Nilam Atika Sari mahasiswa Fakultas Teknologi Industri. Ia mengungkapkan kegembiraannya, karena merasa termotivasi melihat antusiasme dan ambisi peserta EXPO terlihat dari maket yang dibuat menarik.

Nilam juga menekankan acara EXPO ini sebagai pembelajaran untuk menjadi wadah belajar memvisualisasikan dan mempresentasikan analisis, perhitungan, serta rekomendasi kepada orang lain. Ia juga menilai acara ini sebagai kesempatan latihan untuk melakukan pitching atau meyakinkan client di masa mendatang. Akhir kata, Ia berharap agar EXPO di masa mendatang dapat lebih meriah.

“Harapannya, semoga lebih ramai lagi, bukan dari mahasiswa FTI saja bahkan sampai keluar” ujarnya.

Dengan demikian, EXPO Perancangan Fasilitas 2025 merupakan pembuktian kemampuan mahasiswa Teknik Industri FTI UII dalam penerapan teori tata letak di dunia nyata. Berbagai rancangan layout menggambarkan kemampuan menganalisis, kreativitas, serta kesiapan menghadirkan solusi perancangan fasilitas yang inovatif dan aplikatif bagi perkembangan di sektor industri.

Nisrina Nur Masrefa

Mahasiswa Industri Raih Juara 1 di LEVITASI FTI UII dengan inovasi Food Waste

Prestasi membanggakan kembali datang dari mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII). Kali ini, tim mahasiswa Teknik Industri berhasil meraih Juara 1 dalam ajang LEVITASI FTI UII 2025 (Lomba Teknologi dan Inovasi). Lembaga Mahasiswa Eksekutif FTI UII menyelenggarakan kegiatan ini sebagai lomba teknologi dan inovasi. Dengan capaian tersebut, mahasiswa Teknik Industri UII kembali menunjukkan eksistensinya dalam bidang inovasi dan teknologi.

BIOPELTER: Biomass Pellet Converter

Dalam konteks kompetisi tersebut, tim yang terdiri dari tiga mahasiswa ini memilih sub-tema Circular Economy & Waste Management. Melalui pendekatan tersebut, mereka menghadirkan inovasi bertajuk BIOPELTER. Secara sederhana, BIOPELTER berfungsi mengonversi limbah makanan menjadi pelet biomassa yang masyarakat manfaatkan sebagai pakan hewan.

Berangkat dari fakta lapangan, data menunjukkan bahwa food waste masih mendominasi sampah nasional. Oleh karena itu, tim menemukan celah besar dalam sistem pengelolaan limbah organik yang berbagai pihak belum menangani secara optimal. Kondisi inilah yang kemudian mendorong tim untuk mengembangkan inovasi BIOPELTER.

“Selama masyarakat sering membiarkan atau membakar foodwaste. Oleh karena itu, inovasi ini memberikan second life cycle bagi food waste dengan mengolahnya menjadi material pelet. Selanjutnya, masyarakat dapat menjual pelet tersebut ke Bank Sampah,” jelas Arrouf, salah satu anggota tim.

Tim merancang BIOPELTER dengan harapan mampu membantu penataan pengolahan food waste sekaligus memberi dampak ekonomi pada masyarakat.

Perjalanan di Balik BIOPELTER

Dibalik keberhasilan tersebut, Arrouf membagikan cerita di balik proses pengembangan inovasi BIOPELTER. Pada kenyataannya, perjalanan lomba tidak lepas dari berbagai tantangan teknis yang mengharuskan tim terus belajar dan beradaptasi.

“Dalam prosesnya, kami harus menyesuaikan dan mempelajari banyak hal teknis dari inovasi yang hendak dibangun. Tapi kami berhasil melewati seluruh tantangan tersebut dengan konsistensi, ketekunan, dan kerja sama tim yang solid,” ujar Arrouf.

Selain itu, tim menerapkan Agile Method untuk menyempurnakan produk. Melalui pendekatan tersebut, proses pengembangan menjadi lebih fleksibel dan adaptif. Tak hanya itu, selama proses pengerjaan, tim mendapatkan pendampingan langsung dari Dr. Dwi Adi Purnama, S.T., dosen Teknik Industri UII, yang mendampingi tim selama pengembangan inovasi.

Harapan dan Pesan

Bagi tim, kemenangan ini tidak menjadi akhir perjalanan. Sebaliknya, pencapaian tersebut menjadi langkah awal menuju tahap yang lebih besar. Melalui proses panjang yang mereka lalui, tim mempelajari pentingnya empati, keberanian, serta kepercayaan terhadap ide yang dikembangkan.

“Pada awalnya, beberapa pihak sempat meragukan ide ini. Namun pada akhirnya, kami menyadari bahwa jika bukan kami yang percaya pada produk yang kami kembangkan,  siapa lagi?” cerita Arrouf.

Sebagai penutup, tim menyampaikan pesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu untuk terjun dalam kompetisi dan inovasi. Secara khusus, mereka menekankan pentingnya memahami akar permasalahan sebelum merancang solusi.

“Lakukan empatisasi masalah dengan baik. Jangan sampai solusi yang dibuat hanya jadi produk ‘gado-gado’, tapi harus benar-benar fit dengan masalah dan market yang ada. Do it with full dedication.”

Dengan demikian, prestasi ini membuktikan bahwa inovasi yang berangkat dari empati dan keberanian mampu membawa mahasiswa Teknik Industri UII melangkah lebih jauh. Tidak hanya dalam ajang kompetisi, tetapi juga dalam menjawab permasalahan nyata di masyarakat.

Syawarani Gayatri