Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), menyelenggarakan EXPO Perancangan Sistem Industri Terpadu (PSIT) pada Jumat (17/7). Acara ini berlangsung di Hall FTI UII mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Dua orang MC yang membuka dan membersamai acara ini yaitu Akmal Faiq Fadhillah Hidayat dan Bintang Nairah Yuan. Dalam rangkaian acaranya, sambutan turut disampaikan oleh Sekretaris Program Studi yaitu, Dr. Sri Indrawati, S.T., M.Eng., dan Koordinator EXPO PSIT 2026 yaitu Sayyidah Maulidatul Afraah, S.T., M.T. Matakuliah EXPO PSIT pada tahun ini memiliki tema terkait transportasi, dengan mengangkat judul “Transportasi sebagai Sistem Industri: Integrasi Operasi, Infrastruktur, dan Layanan”.
Dari Proses Pembelajaran hingga Karya: Pandangan Dosen tentang EXPO PSIT
Rangkaian mata kuliah PSIT ini diampu oleh delapan dosen Teknik Industri FTI UII. Dosen-dosen tersebut ialah Dr. Joko Sulistio, S.T., M.T., M.Sc.; Dr. Harwati, S.T., M.T.; Ratih Dianingtyas, S.T., Ph.D.; Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc.; Wahyudi Sutrisno, S.T., M.M.; Dr. Ir. Yuli Agusti Rochman, S.T., M.Eng., IPU.; Dr. Dwi Adi Purnama, S.T.; serta Sayyidah Maulidatul Afraah, S.T., M.T. Kedelapan dosen ini secara bersama-sama membimbing mahasiswa mulai dari tahap perancangan hingga proses akhir dalam EXPO PSIT.
Salah satu dosen pengampu yaitu Ratih Dianingtyas Kurnia, S.T., Ph.D., turut membagikan pandangannya mengenai pelaksanaan pembelajaran hingga EXPO PSIT ini. Beliau menjelaskan bahwa PSIT secara umum dikenal sebagai Capstone Design, yaitu tahap puncak dari seluruh proses pembelajaran mahasiswa Teknik Industri. Menurutnya, istilah “Capstone” sendiri menggambarkan hasil akhir dari apa yang telah dipelajari mahasiswa selama menempuh perkuliahan, dan hasil dari proses belajar itu pada akhirnya ditunjukkan lewat karya yang dipamerkan di acara ini.
“Capstone itu istilahnya, cap kan artinya topi, jadi ini semacam puncaknya. Selama beberapa semester teman-teman belajar, nah hasilnya nanti akan terlihat pada capstone ini,” jelasnya.
Terkait pemilihan tema, Ratih menerangkan bahwa topik Capstone Design memang berganti setiap tahunnya, seperti pengelolaan sampah dan pemberdayaan UMKM pada tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, transportasi terpilih karena merupakan isu yang krusial meski sering terlewat dari perhatian banyak orang. Padahal isu terkait transportasi sendiri memiliki kedekatan dengan keseharian semua orang. Oleh karenanya, penting bagi mahasiswa untuk peka terhadap kebutuhan dan kepentingan kruisial yang belum banyak terdapat pada sektor transportasi ini.
Dari sisi persiapan, Ratih mengakui adanya tantangan karena kemampuan dan pengalaman mahasiswa yang beragam. Meski hasil karya berbeda-beda, ia lebih mengapresiasi proses mahasiswa dalam memahami dan menerapkan ilmu yang telah mahasiswa pelajari. Menurutnya, EXPO PSIT menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana mahasiswa mampu menerapkan ilmu Teknik Industri sekaligus menjadi bekal dalam menghadapi tugas akhir. Selama pendampingan, Ratih juga merasa senang dapat berinteraksi dan mengenal setiap kelompok lebih dekat, serta terkesan melihat antusiasme mahasiswa saat menjelaskan prototype yang mereka buat. Meski cukup menantang, ia menilai pengalaman mendampingi mahasiswa dalam EXPO PSIT tetap menjadi pengalaman yang seru dan berkesan.
Antusiasme dan Apresiasi Peserta

Peserta EXPO PSIT juga turut merasakan antusiasme itu sendiri. Salah satunya yaitu Chika Tri Anisa, mahasiswa dari kelompok D6, yang mengaku senang dapat menyaksikan langsung berbagai karya inovatif dari sesama mahasiswa. Menurutnya, banyak wawasan baru yang ia dapatkan, terutama mengenai potensi penerapan teknologi pada sistem transportasi, seperti sistem perparkiran maupun pengaturan lampu lalu lintas.
Pada kelompoknya sendiri turut memamerkan sistem parkir pintar untuk salah satu pusat perbelanjaan di Yogyakarta yang sering mengalami kepadatan pengunjung. Sistem tersebut memberikan rekomendasi slot parkir terdekat melalui dashboard dan dilengkapi indikator LED, dengan warna merah untuk slot terisi dan hijau untuk slot kosong, sehingga pengunjung tidak perlu berkeliling mencari tempat parkir. Dalam EXPO ini Ia juga melihat bahwa penerapan ilmu Teknik Industri ternyata tidak hanya berkaitan dengan manufaktur. Tetapi juga berperan pada sektor transportasi untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan kenyamanan pengguna.
“Saya jadi lebih tahu bahwa ilmu Teknik Industri tidak hanya berkaitan dengan manufaktur, tetapi juga memiliki penerapan pada berbagai bidang, termasuk transportasi.” Ujar Chika.
Untuk ke depannya, ia berharap EXPO serupa dapat terus terselenggara secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak industri. Menurutnya, keterlibatan industri dapat memberikan masukan langsung sekaligus membuka peluang bagi karya mahasiswa untuk penerapan dalam dunia nyata. Melalui EXPO PSIT 2026, mahasiswa Teknik Industri FTI UII menunjukkan kemampuan dalam menerapkan ilmu yang telah mahasiswa pelajari untuk menghasilkan berbagai solusi dalam bidang transportasi.
Kehadiran Pakar dari Luar Universitas

EXPO PSIT tahun ini turut menghadirkan sejumlah pakar dari luar universitas untuk memberikan penilaian sekaligus wawasan tambahan bagi mahasiswa. Penilaian ini terlaksana pada ruang sidang FTI UII. Pakar yang hadir antara lain Hanna Pertiwi dari PT MRT Indonesia, serta Khansadinah Nahdah W. dan Evak Nurwakhid, A.Md., yang keduanya berasal dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II D.I. Yogyakarta.
Hanna Pertiwi menyampaikan apresiasinya atas kesempatan dari Teknik Industri UII untuk terlibat langsung dalam penilaian sekaligus berdiskusi dengan mahasiswa. Ia mengaku pengalaman ini sangat berkesan baginya, karena dapat berdiskusi dan mencoba langsung berbagai karya inovatif yang mahasiswa hasilkan. Menurutnya, ide-ide yang ada tidak hanya segar dan memiliki nilai jual, tetapi juga cukup relevan untuk mengimplementasikan dalam dunia nyata.
Hanna mengharapkan inovasi ini dapat terus berkembang dan meluas, termasuk melalui kolaborasi lintas program studi. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menambah wawasan mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga mendapat pengalaman praktis dalam mengembangkan dan menerapkan ide. Pengalaman tersebut menurutnya dapat menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja. Hanna berpesan agar mahasiswa terus berkarya, belajar, dan berkolaborasi untuk memberikan kontribusi nyata dalam dunia kerja dan Indonesia.
“Teruslah berkarya, tetap haus akan ilmu dan perkuat kolaborasi demi Indonesia yang lebih maju. Kami tunggu kontribusi rekan-rekan Mahasiswa dalam dunia kerja ya.” Pesan Hanna.
Momen Penghargaan Karya Terbaik

Salah satu agenda yang menarik perhatian dalam EXPO PSIT adalah dalam pengumuman kelompok terbaik. Pengumuman ini terlaksana pada Auditorium FTI UII setelah adanya kuliah umum pada hari yang sama. Termasuk predikat juara 2 pada tahun ini dengan kelompok D4 sebagai peraih juara tersebut. Khansa Safira Retyaputri merupakan salah satu anggota kelompok yang membagikan pengalaman dalam momen ini. Ia mengaku tidak menyangka timnya bisa meraih posisi tersebut, mengingat menurutnya inovasi dari kelompok-kelompok lain juga tidak kalah menarik. Meski begitu, ia bersyukur atas kesempatan yang ada sehingga kelompoknya dapat meraih juara 2.
“Tidak menyangka, karena jujur inovasi kelompok lain juga keren semua, jadi alhamdulillah sih mendapat kesempatan jadi juara 2” Ucap Khansa.
Pada kelompok D4 sendiri mengembangkan inovasi bernama Blind Spot Information System. Inovasi ini sistem pendukung keselamatan yang membantu pengemudi truk memantau area blind spot atau titik buta di sekitar kendaraan. Menurut Khansa, keberhasilan timnya meraih juara 2 didukung oleh relevansi solusi dengan permasalahan nyata serta kesiapan prototype dalam menunjukkan kinerja sensor ultrasonik. Ia berharap EXPO PSIT ke depan dapat terus berkembang dengan menghadirkan lebih banyak inovasi dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan dunia industri.
| No | Kategori | Nama Kelompok | Nama Anggota | NIM Anggota |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Juara I | SIGAP | Badr Aldeen Abdulrahman Yahya Ahmed Al-Khazan | 23522258 |
| 2 | Juara I | SIGAP | Muhammad Mahdy Fadhlullah | 23522282 |
| 3 | Juara I | SIGAP | Prabaswara Mahameru Wangid | 23522037 |
| 4 | Juara II | D4 | Muhammad Yusuf Fadilah | 23522059 |
| 5 | Juara II | D4 | Khansa Safira Retyaputri | 23522149 |
| 6 | Juara II | D4 | Muh. Rizky Nabila Akbar | 23522151 |
| 7 | Juara II | D4 | Alan Bayu Kusuma | 23522266 |
| 8 | Juara III | C7 | Rif’at Fayyazhuda Putra | 23522212 |
| 9 | Juara III | C7 | Muhammad Arief Dzikri | 23522231 |
| 10 | Juara III | C7 | Rizky Arya Putra | 23522152 |
| 11 | Best Prototype | E8 | Alby Gifari | 23522232 |
| 12 | Best Prototype | E8 | Syawarani Gayatri | 23522122 |
| 13 | Best Prototype | E8 | Teuku M Rafi Prayogi | 23522005 |
| 14 | Best Presentation | F7 | Yurcel Listya Artamevia Dewi | 23522215 |
| 15 | Best Presentation | F7 | Azura Keisha Dzakia Atallah | 23522275 |
| 16 | Best Presentation | F7 | Ahmad Ali Aji | 23522288 |
| 17 | Best Idea | A5 | Nisrina Nur Masrefa | 23522101 |
| 18 | Best Idea | A5 | Muhammad Faqih Al-Ikhsan | 23522111 |
| 19 | Best Idea | A5 | Rasendria Bhamakerti | 23522263 |
| 20 | Best Idea | A5 | Anindya Mayrela Ika Putri | 23522268 |
| 21 | Best Poster | B4 | Bimi Wirabumi | 23522020 |
| 22 | Best Poster | B4 | Silvi Andriyani | 23522194 |
| 23 | Best Poster | B4 | Alim Hidayaturrohman | 23522296 |
| 24 | People’s Choice Award | F4 | Elviana Dewi Khusna | 23522092 |
| 25 | People’s Choice Award | F4 | Muhammad Revi Yuliansyah | 23522157 |
| 26 | People’s Choice Award | F4 | Zifa Aulia Ningrum | 23522264 |
| 27 | People’s Choice Award | F4 | Gerren Satrio Hariyudho | 23522262 |
Nisrina Nur Masrefa













