Tag Archive for: Inovasi

Ahmad Arro’uf Sulfuadi, Ferdian Anugrah Pratama, dan Muhammad Imam Baihaqi merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII). Mereka berhasil meraih prestasi pada Sustainable Innovations Essay Competition (SINEC) 2025. Tim ini menjadi finalis, meraih penghargaan Most Implementative Idea (Bronze Medal) hingga publikasi karya dalam jurnal IASSF. SINEC merupakan kompetisi esai ilmiah tingkat nasional yang berfokus pada inovasi dan solusi berkelanjutan. Kompetisi ini mendorong mahasiswa dan pelajar menciptakan gagasan kreatif menghadapi tantangan lingkungan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan teknologi. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 9 dan 10 Agustus 2025 di Yogyakarta.

Pada kegiatan SINEC, tim mengambil isu lingkungan dan keberlanjutan melalui karya berjudul Development of NARA Biodegradable Journaling Books as a Circular Economy-Based Solution for Sustainable Lifestyle Transformation and Social Empowerment. Karya tersebut membahas pengembangan jurnal biodegradable yang terbuat dari limbah kulit jagung dan kertas daur ulang. Berbasis circular economy, produk ini dirancang sebagai solusi gaya hidup berkelanjutan yang mendukung pemberdayaan sosial petani lokal.

Riset Mendalam Jadi Fondasi Karya NARA

Rangkaian SINEC 2025 diawali dengan pendaftaran dan pengiriman esai pada 7 April–31 Mei 2025. Selanjutnya terdapat tahap penjurian, hingga puncaknya pada babak final di Yogyakarta. Persiapan untuk kompetisi ini membutuhkan usaha yang cukup besar. Tim menyusun riset mendalam terkait sustainable product development, circular economy, dan Voice of Customer (VoC). Tim juga melakukan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa di D.I.Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan guna memahami kebutuhan pengguna terhadap produk journaling berkelanjutan.

Proses persiapan juga mencakup pengembangan konsep produk NARA, pembuatan poster ilmiah, penyusunan artikel ilmiah, hingga latihan presentasi. Setiap anggota tim menjalankan peran sesuai keahliannya, dari penyusunan konsep dan metodologi hingga penyampaian presentasi saat lomba berlangsung. Selama proses ini, tim mendapat arahan dan masukan dari dosen pembimbing, yaitu Dr. Dwi Adi Purnama, S.T.,.

Integrasikan Keberlanjutan dan Kebutuhan Pengguna, Tantangan Terbesar Tim

Tantangan terbesar tim terletak pada upaya mempertemukan aspek keberlanjutan lingkungan dengan kebutuhan produk bagi penggunanya. Tim mempertimbangkan aspek agar NARA tidak sekadar ramah lingkungan. Akan tetapi juga benar-benar menarik dan sesuai kebutuhan mahasiswa sebagai target pengguna. Tantangan tim lainnya ada pada proses penyusunan artikel ilmiah. Prosesnya menuntut ketelitian ekstra dalam penelusuran referensi serta pembangunan argumen akademik.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim melakukan berbagai solusi yang memungkinkan. Seperti melakukan komunikasi terbuka, pembagian tugas, diskusi rutin, dan revisi berkala. Selain itu, konsultasi dengan dosen pembimbing dan mentor penelitian turut membantu penyempurnaan karya. Kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan tidak hanya meraih Bronze Medal, karya mereka pun lolos untuk diterbitkan pada jurnal IASSSF. Capaian tersebut menjadi pengalaman berharga bagi tim dalam mengasah kemampuan akademik dan penyusunan karya ilmiah.

Bangga Bertemu Ide-Ide Kreatif dari Berbagai Daerah

Bagi tim, SINEC 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang berkembang yang penuh pengalaman berharga. Bertemu dengan peserta dari berbagai daerah yang membawa ide baru menjadi salah satu momen paling berkesan selama kompetisi. Kompetisi ini juga memperluas wawasan akademik dan memperkuat kepercayaan diri mereka dalam menyampaikan gagasan ilmiah. Salah satu anggota tim, Ferdian, memberikan pesan yang mengalir dari pengalaman pribadinya.

“Jangan takut untuk mencoba ikut lomba, karena setiap proses yang dijalani akan selalu membawa pengalaman dan pelajaran baru. Tidak harus langsung hebat untuk memulai, tetapi harus berani memulai untuk bisa berkembang,” ungkap Ferdian.

Langkah berani tim ini menjadi bukti bahwa keberanian mencoba dapat membuka peluang yang sebelumnya tidak terpikirkan. Harapannya, perjalanan mereka di SINEC 2025 dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk tidak pernah ragu mengambil kesempatan.

Nisrina Nur Masrefa

Laboratorium Sistem Manufaktur (SIMAN), Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII), menggelar EXPO Big Project Perancangan Fasilitas 2025 pada Kamis (18/12). Kegiatan ini merupakan bagian klimaks dari rangkaian praktikum mata kuliah Perancangan Fasilitas (PF). Sebanyak 63 tim mahasiswa Teknik Industri FTI UII memamerkan karya usulan terbaik mereka dalam acara ini. Para peserta menampilkan berbagai rancangan tata letak pabrik dan UMKM yang inovatif dan aplikatif. Mereka mengintegrasikan teori perancangan fasilitas dengan kondisi nyata di dunia industri. Usulan tersebut menghasilkan solusi yang efisien dan optimal untuk meningkatkan produktivitas.

Inovasi Mahasiswa

Acara mencangkup dengan sesi pameran dan penilaian karya inovasi mahasiswa berupa prototype layout. Asisten Laboratorium SIMAN memberikan penilaian secara langsung terhadap setiap karya. Salah satu karya yang menarik merupakan karya dari kelompok TD-9. Tim ini merancang ulang tata letak pabrik untuk proses produksi mesin pengekstrak jahe agar lebih efisien dan terstruktur. Tim tersebut melakukan perancangan ulang karena layout awal belum optimal. Hal ini berdampak pada jarak perpindahan menjadi lebih panjang, adanya peningkatan waktu, dan naiknya biaya material handling.

Inovasi ini berdasarkan analisis penelitian dan pengamatan yang mendalam terhadap kondisi nyata di lapangan pada pabrik tersebut. Tim TD-9 menyebutkan bahwa keterbatasan luas area, variasi ukuran komponen dan jumlah stasiun kerja menjadi tantangan utama dalam merancang layout yang efisien.

“Kami ingin memperbaiki aliran produksi mesin pengekstrak jahe agar lebih teratur dan linier. Fokus utamanya adalah mengurangi jarak perpindahan material, menekan ongkos material handling, serta mengoptimalkan hubungan kedekatan antar stasiun kerja,” jelas Helda Noor Prameswari, sebagai perwakilan tim.

Layout usulan yang dihasilkan mampu menciptakan alur produksi yang lebih rapi dan menurunkan ongkos material handling secara signifikan. Proses evaluasi layout juga didukung penggunaan software sehingga hasilnya lebih terukur dan objektif. Tim berharap usulan layout ini dapat menjadi acuan bagi pabrik dalam menata area produksi secara lebih rapi, efisien dan aman. Penerapan layout dapat dilakukan secara bertahap sesuai kondisi pabrik tanpa memerlukan perubahan besar pada fasilitas yang sudah ada.

Tanggapan dari Panitia Penyelenggara

Dari sisi panitia, Dinda Meilia Rhepon, asisten Laboratorium SIMAN sekaligus PIC kegiatan ini mengungkapkan antusiasme peserta terlihat sangat baik. Dinda juga membagikan kesannya dalam melakukan persiapan EXPO. Terlebih pada proses melengkapi detail-detail EXPO, mulai dari pemilihan vendor, memilih desain backdrop dan gate, hingga berkoordinasi bersama sesama asisten lab SIMAN.

“Walaupun lab SIMAN sudah sering melaksanakan EXPO Gamtek setiap tahunnya, tapi EXPO Perancangan Fasilitas adalah hal yang baru bagi asisten Lab SIMAN, jadi sebenernya punya tantangan sendiri.” Ujarnya.

Dinda menyampaikan harapan besar agar EXPO ini memberikan dampak jangka panjang bagi para praktikan. Dinda berharap para praktikan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama praktikum dan EXPO, baik saat menjalani kerja praktik maupun ketika terjun ke dunia pekerjaan. Ia juga mengharapkan agar expo dapat dijalankan secara lancar pada tahun berikutnya.

“Semoga EXPO tahun selanjutnya lebih meriah dan semangat terus buat asisten ke depannya serta praktikan!” pesannya.

Kesan dan Pesan dari Pengunjung

Expo Perancangan Fasilitas 2025 mendapat apresiasi yang positif dari para pengunjung. Salah satu pengunjung tersebut ialah Nilam Atika Sari mahasiswa Fakultas Teknologi Industri. Ia mengungkapkan kegembiraannya, karena merasa termotivasi melihat antusiasme dan ambisi peserta EXPO terlihat dari maket yang dibuat menarik.

Nilam juga menekankan acara EXPO ini sebagai pembelajaran untuk menjadi wadah belajar memvisualisasikan dan mempresentasikan analisis, perhitungan, serta rekomendasi kepada orang lain. Ia juga menilai acara ini sebagai kesempatan latihan untuk melakukan pitching atau meyakinkan client di masa mendatang. Akhir kata, Ia berharap agar EXPO di masa mendatang dapat lebih meriah.

“Harapannya, semoga lebih ramai lagi, bukan dari mahasiswa FTI saja bahkan sampai keluar” ujarnya.

Dengan demikian, EXPO Perancangan Fasilitas 2025 merupakan pembuktian kemampuan mahasiswa Teknik Industri FTI UII dalam penerapan teori tata letak di dunia nyata. Berbagai rancangan layout menggambarkan kemampuan menganalisis, kreativitas, serta kesiapan menghadirkan solusi perancangan fasilitas yang inovatif dan aplikatif bagi perkembangan di sektor industri.

Nisrina Nur Masrefa

Mahasiswa Industri Raih Juara 1 di LEVITASI FTI UII dengan inovasi Food Waste

Prestasi membanggakan kembali datang dari mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII). Kali ini, tim mahasiswa Teknik Industri berhasil meraih Juara 1 dalam ajang LEVITASI FTI UII 2025 (Lomba Teknologi dan Inovasi). Lembaga Mahasiswa Eksekutif FTI UII menyelenggarakan kegiatan ini sebagai lomba teknologi dan inovasi. Dengan capaian tersebut, mahasiswa Teknik Industri UII kembali menunjukkan eksistensinya dalam bidang inovasi dan teknologi.

BIOPELTER: Biomass Pellet Converter

Dalam konteks kompetisi tersebut, tim yang terdiri dari tiga mahasiswa ini memilih sub-tema Circular Economy & Waste Management. Melalui pendekatan tersebut, mereka menghadirkan inovasi bertajuk BIOPELTER. Secara sederhana, BIOPELTER berfungsi mengonversi limbah makanan menjadi pelet biomassa yang masyarakat manfaatkan sebagai pakan hewan.

Berangkat dari fakta lapangan, data menunjukkan bahwa food waste masih mendominasi sampah nasional. Oleh karena itu, tim menemukan celah besar dalam sistem pengelolaan limbah organik yang berbagai pihak belum menangani secara optimal. Kondisi inilah yang kemudian mendorong tim untuk mengembangkan inovasi BIOPELTER.

“Selama masyarakat sering membiarkan atau membakar foodwaste. Oleh karena itu, inovasi ini memberikan second life cycle bagi food waste dengan mengolahnya menjadi material pelet. Selanjutnya, masyarakat dapat menjual pelet tersebut ke Bank Sampah,” jelas Arrouf, salah satu anggota tim.

Tim merancang BIOPELTER dengan harapan mampu membantu penataan pengolahan food waste sekaligus memberi dampak ekonomi pada masyarakat.

Perjalanan di Balik BIOPELTER

Dibalik keberhasilan tersebut, Arrouf membagikan cerita di balik proses pengembangan inovasi BIOPELTER. Pada kenyataannya, perjalanan lomba tidak lepas dari berbagai tantangan teknis yang mengharuskan tim terus belajar dan beradaptasi.

“Dalam prosesnya, kami harus menyesuaikan dan mempelajari banyak hal teknis dari inovasi yang hendak dibangun. Tapi kami berhasil melewati seluruh tantangan tersebut dengan konsistensi, ketekunan, dan kerja sama tim yang solid,” ujar Arrouf.

Selain itu, tim menerapkan Agile Method untuk menyempurnakan produk. Melalui pendekatan tersebut, proses pengembangan menjadi lebih fleksibel dan adaptif. Tak hanya itu, selama proses pengerjaan, tim mendapatkan pendampingan langsung dari Dr. Dwi Adi Purnama, S.T., dosen Teknik Industri UII, yang mendampingi tim selama pengembangan inovasi.

Harapan dan Pesan

Bagi tim, kemenangan ini tidak menjadi akhir perjalanan. Sebaliknya, pencapaian tersebut menjadi langkah awal menuju tahap yang lebih besar. Melalui proses panjang yang mereka lalui, tim mempelajari pentingnya empati, keberanian, serta kepercayaan terhadap ide yang dikembangkan.

“Pada awalnya, beberapa pihak sempat meragukan ide ini. Namun pada akhirnya, kami menyadari bahwa jika bukan kami yang percaya pada produk yang kami kembangkan,  siapa lagi?” cerita Arrouf.

Sebagai penutup, tim menyampaikan pesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu untuk terjun dalam kompetisi dan inovasi. Secara khusus, mereka menekankan pentingnya memahami akar permasalahan sebelum merancang solusi.

“Lakukan empatisasi masalah dengan baik. Jangan sampai solusi yang dibuat hanya jadi produk ‘gado-gado’, tapi harus benar-benar fit dengan masalah dan market yang ada. Do it with full dedication.”

Dengan demikian, prestasi ini membuktikan bahwa inovasi yang berangkat dari empati dan keberanian mampu membawa mahasiswa Teknik Industri UII melangkah lebih jauh. Tidak hanya dalam ajang kompetisi, tetapi juga dalam menjawab permasalahan nyata di masyarakat.

Syawarani Gayatri