Tag Archive for: universitas islam indonesia

Industrial Engineering Study Program, Faculty of Industrial Technology (FIT) Universitas Islam Indonesia (UII) held an online “sharing session” on Thursday (05/09) with the title “Tips & Tricks to Get Scholarships and Study Abroad.” This event presented one of the lecturers of the Industrial Engineering Study Program at FTI UII, Mrs. Suci Miranda, S.T., M.Sc., as a resource person who will leave for doctoral studies abroad.

A total of 20 participants attended to listen to the sharing session which was held at 13.15 WIB. Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc., was present as the moderator for this sharing session. This webinar began with a resource person who shared her personal data and experience when she decided to continue her studies abroad through the LPDP scholarship route.

LPDP, or Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, is a non-echelon work unit under the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia that manages education funds in accordance with the mandate of the Minister of Finance Regulation Number 252 of 2010. In addition, Mrs. Suci Miranda also explained how to apply for this program. She emphasized always practicing and trying to get TOEFL and IELTS scores according to the required standards.

Ms. Suci Miranda, S.T., M.Sc., emphasized preparing the necessary document requirements at least a year before applying for the LPDP program. Within a year of preparation, prospective applicants can compile portfolios and achievements to be included in the CV (Curriculum Vitae) as complementary documents.

sharing session

Furthermore, she shared her experience when she joined the LPDP and PPAN programs that supported her master’s studies. This experience became a valuable moment for her to try out various opportunities available, as well as expand her network with students from various countries. “The opportunities that have been given, such as becoming an Awardee or whatever, should be celebrated. Celebrate by making sure that every step, every choice we make will have positive consequences for us,” she said. She meant that every achievement should be commemorated and appreciated.

A question-and-answer session ended this sharing of tips and tricks for winning scholarships abroad. Searching for information from various sources such as websites and social media is key to preparing oneself optimally.

Rani Novalentina

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan “sharing session” secara daring pada Kamis (05/09) dengan tajuk “Tips & Trik Raih Beasiswa dan Kuliah di Luar Negeri”. Acara ini menghadirkan salah satu dosen Prodi Teknik Industri FTI UII, Ibu Suci Miranda, S.T., M.Sc. sebagai narasumber yang akan berangkat  studi S3 di luar negeri.

Sebanyak 20 peserta hadir untuk mendengarkan sesi berbagi yang diadakan pukul 13.15 WIB. Ibu Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc.,  hadir menjadi moderator pada sharing session ini. Webinar ini diawali dengan narasumber yang menceritakan data diri dan pengalamannya ketika memutuskan untuk melanjutkan studi ke luar negeri melalui jalur beasiswa LPDP. 

LPDP atau Lembaga Pengelola Dana Pendidikan adalah satuan kerja non eselon di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang mengelola dana pendidikan sesuai amanat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252 Tahun 2010. Selain itu, ibu Suci Miranda juga menjelaskan bagaimana tahapan mendaftar pada program ini. Beliau menekankan untuk selalu berlatih dan mencoba untuk mendapatkan skor TOEFL dan IELTS sesuai persyaratan yang diminta.

Ibu Suci Miranda, S.T., M.Sc., menegaskan untuk mempersiapkan persyaratan dokumen yang diperlukan setidaknya setahun sebelum mendaftar program LPDP. Dalam setahun persiapan, calon pendaftar dapat menyusun portofolio maupun pencapaian untuk dimasukkan ke dalam CV (Curriculum Vitae) sebagai pelengkap dokumen.

Lebih lanjut, beliau berbagi pengalamannya saat mengikuti program LPDP dan PPAN yang mendukung studi S2-nya. Pengalaman ini menjadi momen berharga beliau untuk mencoba berbagai peluang yang tersedia, sekaligus memperluas jaringan dengan pelajar dari berbagai negara. “Kesempatan yang telah diberikan, seperti menjadi Awardee atau apapun, patut dirayakan. Dirayakan dengan cara memastikan tiap langkah, tiap pilihan yang kita ambil akan membuat konsekuensi positif buat kita,” ungkapannya.  Ia bermaksud setiap pencapaian harus diperingati dan dihargai. 

Sesi tanya jawab mengakhiri sesi berbagi tips dan trik meraih beasiswa di luar negeri kali ini. Banyak mencari informasi dari berbagai sumber seperti website hingga sosial media menjadi kunci dalam mempersiapkan diri secara maksimal.  

Rani Novalentina

On Saturday (24/08), the Doctor of Industrial Engineering (DRI) Study Program at the Faculty of Industrial Technology (FIT) Universitas Islam Indonesia (UII) successfully held its first sharing session. Featured the Head of the DRI UII Student Association, Dr. (cand). Ahmad Padhil, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., as speaker, the sharing session talked about Tips and Tricks for S3 Study at Doctor of Industrial Engineering, FTI UII. This activity took place online through a zoom meeting with 28 participants participating in it.

The event began at 09:00 WIB, with the MC greeting the participants enthusiastically. Following a quick introduction by the MC, the event moved on to the main agenda, which was the material delivery session. In his presentation, Ahmad Padhil discussed  several aspects related to the scheme and life of S3 lectures at DRI FTI UII, ranging from the curriculum, the number of credits, and the activities.

“In terms of aims and systems at UII, the Industrial Engineering Doctoral program’s courses are divided into progress activities that we will accomplish. This period lasts from the beginning to the end,  which is the sixth semester”, he stated, starting off a conversation regarding the flow of lectures and numerous activities throughout the semester.

tips and tricks for studying for program doctor

Furthermore, he went through the S3 lecture method at DRI FTI UII, which offers numerous benefits to students. One example is the attendance system, which is integrated with UII Connect and allows students to fulfill academic commitments without needing to be physically present on campus. This allows for more flexibility and support for students who have structural responsibilities and other duties during the lecture session. Additionally, doctoral students have access to campus residential. DRI FTI UII also actively hosts and participates in a variety of activities, including competitions, international webinars, and collaboration with external organizations.

“Alhamdulillah we have a considerable number of activities at DRI.  Even though we work online, when we do get to Jogja, those activities can be carried out productively and to the fullest,” he said.

As the Q&A session began, Ahmad Padhil, a member of the first cohort of  DRI FTI UII students shared study tips by answering questions from the attending academic peers. The sharing session event ended with a group photo session.

Syawarani Gayatri

Program Studi Rekayasa Industri Program Doktor Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia ( DRI UII) sukses mengadakan sharing session perdana pada Sabtu (24/08). Menghadirkan Ketua Himpunan Mahasiswa DRI UII, Dr (cand). Ir. Ahmad Padhil, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., sebagai narasumber, kegiatan sharing session ini membahas seputar Tips & Trik Kuliah S3 di Program Doktor Rekayasa Industri FTI UII. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui zoom meeting dengan 28 partisipan di dalamnya.

Sharing session dimulai pada pukul 09:00 WIB oleh MC yang menyapa peserta dengan hangat. Kemudian kegiatan memasuki agenda utama yaitu penyampaian materi. Dalam presentasinya, beliau mengulas berbagai aspek terkait skema dan kehidupan perkuliahan S3 di DRI FTI UII, mulai dari kurikulum, jumlah SKS, hingga aktivitas yang ada.

“Secara target dan sistem di UII, pada program Doktor Rekayasa Industri, mata kuliah dipecah menjadi kegiatan-kegiatan progres yang akan kita lakukan. Tahapan ini berlangsung dari awal hingga menuju selesai yaitu semester 6,“ ungkap beliau membuka pembahasan mengenai alur perkuliahan.

Sharing Session: Tips dan Trik Kuliah S3

Lebih lanjut beliau mengulik sistem perkuliahan S3 di DRI FTI UII yang memberikan banyak manfaat bagi mahasiswanya. Salah satu contohnya adalah sistem kehadiran yang terintegrasi dengan UII Connect sehingga mahasiswa dapat memenuhi kewajiban akademis tanpa perlu selalu hadir secara fisik di kampus. Hal ini memberikan keleluasaan dan dukungan bagi mahasiswa yang memiliki keterikatan struktural maupun tanggung jawab lain selama masa perkuliahan. Sebagai tambahan, terdapat fasilitas residensial kampus yang dapat digunakan oleh mahasiswa S3. DRI FTI UII juga aktif menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti lomba, webinar internasional, serta kegiatan kolaboratif lainnya bersama pihak eksternal.

“Nah, selain itu, kalau di DRI alhamdulillah kegiatannya lumayan banyak Bapak-Ibu. Padahal kita ini kerjanya secara daring, tapi sekali ke Jogja, kegiatan itu bisa secara produktif dilakukan dengan maksimal,” ujar beliau.

Memasuki sesi tanya jawab, Ahmad Padhil yang merupakan mahasiswa DRI FTI UII angkatan pertama ini membagikan tips perkuliahan dengan menjawab pertanyaan dari rekan-rekan akademisi yang hadir. Kegiatan siang itu ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.

Syawarani Gayatri

Serah Terima Mahasiswa Magang Batch XIX

On Monday (02/09), students of Industrial Engineering Study Program of Faculty of Industrial Technology (FIT) Universitas Islam Indonesia (UII) attended the handover ceremony of internship students at PT Yamaha Indonesia office. This internship program is part of the cooperation between PT Yamaha Indonesia and the Industrial Engineering Study Program of FTI UII, which has long been established. Through this cooperation, students who pass the partnership internship selection can join the program. In the XIX batch, Industrial Engineering Study Program FTI UII sent seven students for internship.

The handover ceremony was accompanied by several lecturers of Industrial Engineering Study Program FTI UII, namely Wahyudhi Sutrisno, S.T., M.M., M.T., Ir. Muchamad Sugarindra, S.T., M.T.I., IPM, and Elanjati Worldailmi, S.T., M.Sc. In addition, Department Secretary Dr. Taufiq Immawan, S.T., M.M. was also present and gave a speech. In his speech, Dr. Taufiq conveyed a message for the students to remain enthusiastic and maximize their potential during their internship at PT Yamaha Indonesia. This message is in line with the expectations of Vice President of PT Yamaha Indonesia, Samsudin, who also emphasized the importance of maintaining enthusiasm and health during the internship program.

Meanwhile, Audiamara Vinka expressed her hope as one of the interns “I hope that by participating in the internship, I can open my eyes to how the world of work works and can make a good contribution to the company with my abilities” she said.

Completion of The XVIII Batch Internship Program

This handover also marks the completion of the XVIII batch internship program which has lasted for six months. This is at the same time to carry out the Awareness Program at the company. The students who have completed the internship are expected to be able to develop their skills based on the experience gained during this program. In addition, this partnership internship program is expected to support the industry’s need for competent workers in their fields.

Zahra Nasywari Firdantara, one of the internship students at PT Yamaha Indonesia, revealed that the internship at the company was very valuable because it provided a deep understanding of the application of industrial knowledge in the field. In the Production Engineering division, Zahra applied the concept of Value Stream Mapping (VSM) to analyze inventory, lead time, line balancing, defect goods, study time, and work sampling in order to identify waste and increase productivity with the improvement method (kaizen). 

He added that the projects undertaken during the internship can also be used as material for Practical Work (KP) and Final Project (TA). “So, we don’t have to bother looking for data anymore because everything is in line with the internship project,” he added. “Internship at Yamaha is really worth it, because we understand more about industrial science. If in lectures we only know the material, here we can understand the material as well as its application in the field,” said Zahra. 

She also emphasized the importance of patience and communication to explain the concept and work together on repair projects. Her experience shows the importance of preparation, knowledge and interpersonal skills to maximize internship opportunities and develop yourself in the industry.

Rani Novalentina

Serah Terima Mahasiswa Magang Batch XIX

Pada Senin (02/09), mahasiswa Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menghadiri acara serah terima mahasiswa magang di kantor PT Yamaha Indonesia. Program magang ini merupakan bagian dari kerja sama antara PT Yamaha Indonesia dan Prodi Teknik Industri FTI UII, yang sudah lama terjalin. Melalui kerja sama ini, mahasiswa yang lolos seleksi magang jalur kemitraan dapat mengikuti program tersebut. Pada batch ke XIX, Prodi Teknik Industri FTI UII mengirimkan tujuh mahasiswanya untuk magang.

Acara serah terima ini didampingi oleh beberapa dosen Prodi Teknik Industri FTI UII, yaitu Wahyudhi Sutrisno, S.T., M.M., M.T., Ir. Muchamad Sugarindra, S.T., M.T.I., IPM., dan Elanjati Worldailmi, S.T., M.Sc. Selain itu, Sekretaris Jurusan Dr. Taufiq Immawan, S.T., M.M. juga hadir dan memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Dr. Taufiq menyampaikan pesan agar para mahasiswa tetap semangat dan memaksimalkan potensi diri selama magang di PT Yamaha Indonesia. Pesan ini sejalan dengan harapan Vice President PT Yamaha Indonesia, Samsudin, yang juga menekankan pentingnya menjaga semangat dan kesehatan selama menjalani program magang.

Adapun, Audiamara Vinka menyampaikan harapannya sebagai dari salah satu pemagang “Harapan saya dengan mengikuti magang dapat membuka pandangan bagaimana dunia kerja berjalan dan dapat memberikan kontribusi yang baik kepada perusahaan dengan kemampuan yang saya miliki” ucapnya.


Serah terima ini juga menandai selesainya program magang batch XVIII yang telah berlangsung selama enam bulan. Hal ini sekaligus untuk melaksanakan Pendadaran di perusahaan tersebut. Para mahasiswa yang telah menyelesaikan magang diharapkan mampu mengembangkan keterampilan mereka berdasarkan pengalaman yang diperoleh selama program ini. Selain itu, program magang jalur kemitraan ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan industri akan tenaga kerja yang kompeten di bidangnya.

Zahra Nasywari Firdantara, salah satu mahasiswa magang di PT Yamaha Indonesia, mengungkapkan bahwa magang di perusahaan tersebut sangat berharga karena memberikan pemahaman mendalam tentang penerapan ilmu industri di lapangan. Di divisi Production Engineering, Zahra menerapkan konsep Value Stream Mapping (VSM) untuk menganalisis inventory, lead time, line balancing, barang defect, study time, dan work sampling guna mengidentifikasi waste dan meningkatkan produktivitas dengan metode perbaikan (kaizen).

Ia menambahkan bahwa proyek yang dikerjakan selama magang juga bisa digunakan sebagai bahan Kerja Praktik (KP) dan Tugas Akhir (TA). “Jadi, kita tidak perlu repot-repot mencari data lagi karena semuanya sudah sejalan dengan proyek magang,” tambahnya. “Magang di Yamaha itu worth it banget, karena kita jadi lebih paham tentang ilmu industri. Kalau di perkuliahan kita hanya tahu materinya saja, di sini kita bisa memahami materinya sekaligus aplikasinya di lapangan,” ujar Zahra.

Ia juga menekankan pentingnya kesabaran dan komunikasi untuk menjelaskan konsep tersebut dan bekerja sama dalam proyek perbaikan. Pengalamannya menunjukkan pentingnya persiapan, pemahaman ilmu, dan keterampilan interpersonal untuk memaksimalkan kesempatan magang dan mengembangkan diri di industri.

Rani Novalentina

On Friday (16/07), the Department of Industrial Engineering, Faculty of Industrial Technology (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) held a discussion related to the needs of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) and Small and Medium Industries (SMIs) in the Sleman area. This activity is the first step in the establishment of the UMKM Academy by the Department of Industrial Engineering UII by collaborating with the Sleman Regency Government’s Industry and Trade Office (Disperindag).

The event was officially opened by the Head of the Department of Industrial Engineering FTI UII, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. Also present at the opening of the event were the Head of Disperindag, Dra. Raden Rara Mae Rusmi Suryaningsih, Associate Expert Instructor from Disperindag Sleman Herry Murthala, Vice Dean Dr. Ir. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc., IPU, and Prof. Dr. Ir. Elisa Kusrini, MT, CPIM, CSCP, SCOR-P. 

In his speech, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. said “We (IT FTI UII) will help you in developing any business that needs help. Later, students can also help.” He hopes that this discussion can encourage economic growth through MSMEs and SMEs in the Sleman area.

The discussion involved 50 representatives of MSMEs and SMEs from various sectors divided into eight FGD groups. Lecturers of the Industrial Engineering Department of FTI UII accompanied each group, providing direction and assistance to develop the business. Then, UMKM and IKM representatives will convey the problems and training they need.

Elanjati Worldailmi, S.T., M.Sc., lecturer of IT FTI UII said “So this is the forerunner and the first step by establishing a partnership first with Disperindag. We map by inviting and calling SMEs and SMEs in the Sleman area. and in clusters per field with accompanying lecturers.” He further explained that all problems will be followed up by providing the necessary training.

The Department of Industrial Engineering FTI UII established the UMKM Academy to provide concrete support for MSMEs and SMEs in Sleman. This program aims to help MSMEs and SMEs develop through continuous assistance from academics. The department also collaborates with Sleman’s Trade Department to support local economic empowerment. 

Dra. Raden Rara Mae Rusmi Suryaningsih said “So, the government synergizes with universities to assist Sleman Regency MSME players so that they are more competitive. So what assistance is needed by MSME players.” Furthermore, she expressed her hope that Sleman Regency MSMEs can continue to consistently run their businesses.

Herry Murthala said that today’s discussion was very useful for SMEs in increasing collaboration between Rumah Kreatif Sleman and the Department of Industrial Engineering FTI UII to explore problems and find solutions. He hopes that this meeting can encourage synergy between SMEs and the Department of Industrial Engineering FTI UII in research and mentoring, especially in product development.

Then, as for Ilham, a representative of IKM from Zatra, said his impression, that this discussion was quite informative and weighty by telling the business profile and what obstacles were faced. He also hopes that other MSMEs can have the same opportunity.

Opens Discussion on Assistance for the Needs of MSMEs and SMEs

The UMKM Academy is a strategic step to map and develop the potential of MSMEs and SMEs in Sleman, with a focus on increasing the competence and competitiveness of business actors at the regional and national levels. Furthermore, the discussion ended with a group photo session.

Rani Novalentina

Pada Jum’at (16/07) Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan diskusi terkait kebutuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) di wilayah Sleman. Kegiatan ini menjadi langkah awal pembentukan Akademi UMKM oleh Jurusan Teknik Industri UII dengan menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Kabupaten Sleman.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Teknik Industri FTI UII, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. Turut hadir dalam pembukaan acara tersebut, Kepala Disperindag, Dra. Raden Rara Mae Rusmi Suryaningsih, Penyuluh Ahli Madya dari Disperindag Sleman Herry Murthala, Wakil Dekan Dr. Ir. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc., IPU., serta Prof. Dr. Ir. Elisa Kusrini, MT, CPIM, CSCP, SCOR-P. 

Dalam sambutannya, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. mengatakan “Kami (TI FTI UII) akan membantu bapak-ibu dalam mengembangkan bisnis apa pun yang perlu dibantu. Nanti juga, dapat dibantu oleh mahasiswa.” Beliau berharap diskusi ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui UMKM maupun IKM wilayah Sleman.

Diskusi ini melibatkan 50 perwakilan UMKM dan IKM dari berbagai sektor yang terbagi dalam delapan kelompok FGD. Dosen Jurusan Teknik Industri FTI UII mendampingi setiap kelompok, memberikan arahan dan pendampingan untuk mengembangkan usaha. Kemudian, Perwakilan UMKM dan IKM akan menyampaikan masalah serta pelatihan yang mereka butuhkan.

Elanjati Worldailmi, S.T., M.Sc., dosen TI FTI UII mengatakan “Jadi ini, cikal bakal dan langkah awal dengan menjalin rekanan dulu dengan Disperindag. Kita memetakan dengan cara mengundang dan memanggil  IKM dan UMKM di area Sleman. dan di cluster perbidang dengan dosen yang dampingi.” lebih lanjut beliau menerangkan bahwa semua permasalahan akan ditindaklanjuti dengan pemberian pelatihan yang diperlukan.

Jurusan Teknik Industri FTI UII membentuk Akademi UMKM untuk memberikan dukungan konkret bagi UMKM dan IKM di Sleman. Program ini bertujuan membantu UMKM dan IKM berkembang melalui pendampingan berkelanjutan dari akademisi. Oleh karena itu,  Jurusan juga bekerja sama dengan Disperindag Sleman untuk mendukung pemberdayaan ekonomi lokal. 

Dra. Raden Rara Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan “Jadi, pemerintah bersinergi dengan perguruan tinggi untuk mendampingi para pelaku UMKM Kabupaten Sleman agar mereka lebih berdaya saing. Sehingga pendampingan apa sih yang dibutuhkan oleh para pelaku UMKM.” Lebih lanjut, beliau menyatakan harapannya terkait UMKM Kabupaten Sleman untuk dapat terus konsisten menjalankan Usahanya.

Herry Murthala menyampaikan bahwa diskusi hari ini sangat bermanfaat bagi pelaku IKM dalam meningkatkan kolaborasi antara Rumah Kreatif Sleman dan Jurusan Teknik Industri FTI UII untuk menggali permasalahan dan mencari solusinya. Beliau berharap pertemuan ini dapat mendorong sinergi antara pelaku IKM dan Jurusan Teknik Industri FTI UII dalam riset dan pendampingan, khususnya dalam pengembangan produk.

Kemudian, adapun Ilham perwakilan IKM dari Zatra mengatakan kesannya, bahwa diskusi ini cukup informatif dan berbobot dengan menceritakan profil usaha dan kendala apa saja yang dihadapi. Beliau pun berharap UMKM lainnya dapat memiliki kesempatan yang sama.

Diskusi Pendampingan UMKM

Akademi UMKM ini menjadi langkah strategis untuk memetakan dan mengembangkan potensi UMKM dan IKM di Sleman, dengan fokus pada peningkatan kompetensi serta daya saing para pelaku usaha di tingkat regional maupun nasional. Selanjutnya, diskusi diakhiri dengan sesi foto bersama.

Rani Novalentina

The UII FTI Industrial Engineering Study Program hosted another National Monthly Webinar on Friday (02/8). The fourth national webinar, titled “Circular Product Design: Principles and Recent Advances,” featured Sri Indrawati, S.T., M.Eng., as the guest speaker. The webinar focused on the ideas and characteristics of circular product design for a more sustainable future. The event was attended by 62 people online via Zoom Meeting, including UII Industrial Engineering academics and members of the general public. Nada Putri Fauziyah, the MC, began the webinar series at 09:00 WIB. Furthermore, the moderator, Sayyidah Maulidatul Afraah, S.T., M.T., provided a quick introduction by reading the speakers’ CVs before starting the material session.

In her presentation, Sri Indrawati explained that the concept of circular economy emerged as a response to many issues raised by the linear economy’s “take, make, dispose” model. These issues encouraged the development of the circular economy, an economic model that promotes a wiser and more sustainable approach by reducing consumption while increasing resource reuse. 

“In this way, we can ensure that future generations still have access to the same wealth of resources,” she said. Sri Indrawati also explained how the circular economy changes the economic paradigm to “make, use, recycle.”

Furthermore, she mentioned that Circular Product Design is the process of designing products that can operate constantly in a closed cycle. It aims to increase the product’s life cycle by reducing waste and returning raw materials and components into the system as new resources. A product is considered circular if it can keep its value throughout its life cycle and fits certain characteristics, such as being reusable, recyclable, remanufactured, refurbished, or including recycled materials. Circular products that already exist in society include products without packaging, recharging stations, and MUD Jeans, a fashion brand that offers jeans made from 40% fabric waste.

Circular Product Design

In the end, she noted that research on circular products would continue to grow, as the three main strategies of circular products—slowing, closing, narrowing—can increase the potential of achieving the SDGs. The development of circular product innovation must continue in order to create economic opportunities and a more sustainable as well as better future. She hopes that the circular product principle will be developed not only theoretically, but also practically. The moderator wrapped up the webinar with a Q&A session about circular products that are already available in society.

Syawarani Gayatri

Program Studi Teknik Industri FTI UII kembali menyelenggarakan National Monthly Webinar pada Jumat (02/08). Mengusung tema “Desain Produk Sirkular: Prinsip dan Kemajuan Terkini,” webinar nasional keempat ini menghadirkan Sri Indrawati, S.T., M.Eng., sebagai narasumber. Webinar berfokus pada pembahasan prinsip dan karakteristik desain produk sirkular untuk mencapai masa depan yang berkelanjutan. Sebanyak 62 partisipan, termasuk akademisi Teknik Industri UII dan masyarakat umum, mengikuti kegiatan ini secara daring melalui Zoom Meeting. MC, Nada Putri Fauziyah membuka rangkaian webinar pada pukul 09.00 WIB. Selanjutnya, moderator, Sayyidah Maulidatul Afraah, S.T., M.T., memberikan pengantar singkat dengan membacakan CV narasumber sebelum memasuki sesi materi.

Dalam presentasinya, Sri Indrawati menjelaskan bahwa konsep ekonomi sirkular muncul sebagai respons terhadap berbagai masalah yang muncul dari konsep “take, make, dispose” pada ekonomi linear. Permasalahan ini mendorong berkembangnya pemikiran mengenai ekonomi sirkular, yaitu sebuah model ekonomi yang menawarkan pendekatan lebih bijaksana dan berkelanjutan dengan meminimalkan konsumsi dan memaksimalkan penggunaan ulang sumber daya. 

“Dengan cara ini, kita dapat memastikan generasi mendatang masih memiliki akses terhadap kekayaan sumber daya yang sama,” ujarnya. Beliau juga menjelaskan bahwa ekonomi sirkular mengubah paradigma ekonomi menjadi “make, use, recycle.”

Selanjutnya, beliau menjelaskan bahwa Circular Product Design merujuk pada perancangan produk yang dapat terus beroperasi dalam siklus tertutup. Hal ini bertujuan memperpanjang siklus hidup produk dengan meminimalkan limbah dan mengembalikan bahan baku serta komponen ke dalam sistem sebagai sumber daya baru. Produk dikatakan sebagai produk sirkular jika dapat mempertahankan value-nya sepanjang siklus hidup serta memenuhi karakteristik, seperti reusable, recyclable, remanufactured, refurbished, atau termasuk recycled product. Contoh produk sirkular yang telah ada di masyarakat meliputi produk tanpa kemasan, stasiun pengisian ulang, dan MUD Jeans, merek fashion yang menjual jeans dengan 40% bahannya berasal dari limbah kain jeans.

Circular Product Design

Sebagai penutup, Beliau menyampaikan bahwa penelitian mengenai produk sirkular akan terus berkembang, mengingat tiga strategi utama produk sirkular—slowing, closing, dan narrowing—dapat meningkatkan potensi tercapainya SDGs. Pengembangan inovasi produk sirkular perlu dilanjutkan untuk membuka peluang ekonomi serta mencapai masa depan yang berkelanjutan dan lebih baik. Beliau berharap prinsip produk sirkular tidak hanya berkembang dalam teori, tetapi juga dalam praktik. Moderator mengakhiri webinar dengan sesi tanya jawab yang membahas seputar produk sirkular yang sudah ada dalam masyarakat.

 Syawarani Gayatri