Tag Archive for: Food Waste

Mahasiswa Industri Raih Juara 1 di LEVITASI FTI UII dengan inovasi Food Waste

Prestasi membanggakan kembali datang dari mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia (UII). Kali ini, tim mahasiswa Teknik Industri berhasil meraih Juara 1 dalam ajang LEVITASI FTI UII 2025 (Lomba Teknologi dan Inovasi). Lembaga Mahasiswa Eksekutif FTI UII menyelenggarakan kegiatan ini sebagai lomba teknologi dan inovasi. Dengan capaian tersebut, mahasiswa Teknik Industri UII kembali menunjukkan eksistensinya dalam bidang inovasi dan teknologi.

BIOPELTER: Biomass Pellet Converter

Dalam konteks kompetisi tersebut, tim yang terdiri dari tiga mahasiswa ini memilih sub-tema Circular Economy & Waste Management. Melalui pendekatan tersebut, mereka menghadirkan inovasi bertajuk BIOPELTER. Secara sederhana, BIOPELTER berfungsi mengonversi limbah makanan menjadi pelet biomassa yang masyarakat manfaatkan sebagai pakan hewan.

Berangkat dari fakta lapangan, data menunjukkan bahwa food waste masih mendominasi sampah nasional. Oleh karena itu, tim menemukan celah besar dalam sistem pengelolaan limbah organik yang berbagai pihak belum menangani secara optimal. Kondisi inilah yang kemudian mendorong tim untuk mengembangkan inovasi BIOPELTER.

“Selama masyarakat sering membiarkan atau membakar foodwaste. Oleh karena itu, inovasi ini memberikan second life cycle bagi food waste dengan mengolahnya menjadi material pelet. Selanjutnya, masyarakat dapat menjual pelet tersebut ke Bank Sampah,” jelas Arrouf, salah satu anggota tim.

Tim merancang BIOPELTER dengan harapan mampu membantu penataan pengolahan food waste sekaligus memberi dampak ekonomi pada masyarakat.

Perjalanan di Balik BIOPELTER

Dibalik keberhasilan tersebut, Arrouf membagikan cerita di balik proses pengembangan inovasi BIOPELTER. Pada kenyataannya, perjalanan lomba tidak lepas dari berbagai tantangan teknis yang mengharuskan tim terus belajar dan beradaptasi.

“Dalam prosesnya, kami harus menyesuaikan dan mempelajari banyak hal teknis dari inovasi yang hendak dibangun. Tapi kami berhasil melewati seluruh tantangan tersebut dengan konsistensi, ketekunan, dan kerja sama tim yang solid,” ujar Arrouf.

Selain itu, tim menerapkan Agile Method untuk menyempurnakan produk. Melalui pendekatan tersebut, proses pengembangan menjadi lebih fleksibel dan adaptif. Tak hanya itu, selama proses pengerjaan, tim mendapatkan pendampingan langsung dari Dr. Dwi Adi Purnama, S.T., dosen Teknik Industri UII, yang mendampingi tim selama pengembangan inovasi.

Harapan dan Pesan

Bagi tim, kemenangan ini tidak menjadi akhir perjalanan. Sebaliknya, pencapaian tersebut menjadi langkah awal menuju tahap yang lebih besar. Melalui proses panjang yang mereka lalui, tim mempelajari pentingnya empati, keberanian, serta kepercayaan terhadap ide yang dikembangkan.

“Pada awalnya, beberapa pihak sempat meragukan ide ini. Namun pada akhirnya, kami menyadari bahwa jika bukan kami yang percaya pada produk yang kami kembangkan,  siapa lagi?” cerita Arrouf.

Sebagai penutup, tim menyampaikan pesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu untuk terjun dalam kompetisi dan inovasi. Secara khusus, mereka menekankan pentingnya memahami akar permasalahan sebelum merancang solusi.

“Lakukan empatisasi masalah dengan baik. Jangan sampai solusi yang dibuat hanya jadi produk ‘gado-gado’, tapi harus benar-benar fit dengan masalah dan market yang ada. Do it with full dedication.”

Dengan demikian, prestasi ini membuktikan bahwa inovasi yang berangkat dari empati dan keberanian mampu membawa mahasiswa Teknik Industri UII melangkah lebih jauh. Tidak hanya dalam ajang kompetisi, tetapi juga dalam menjawab permasalahan nyata di masyarakat.

Syawarani Gayatri

Mahasiswa Industri Raih Juara 1 di LEVITASI FTI UII dengan inovasi Food Waste

Another proud achievement comes from the Industrial Engineering students of the Faculty of Industrial Technology, Universitas Islam Indonesia (UII). This time, a team of Industrial Engineering students successfully secured 1st place at LEVITASI FTI UII 2025 (Technology and Innovation Competition), which was organized by the Student Executive Board of FTI UII. Through this achievement, the students once again demonstrated their excellence in innovation and technology.

BIOPELTER: Biomass Pellet Converter

BIOPELTER: merupakan alat yang mampu mengubah food waste menjadi pelet dengan nilai jual tinggi

Under the sub-theme Circular Economy & Waste Management, the three-member team introduced an innovation called BIOPELTER: a machine designed to convert food waste into biomass pellets that can be used as animal feed.

The idea was driven by data showing that food waste dominates national waste generation. Seeing this, the team identified a major gap in the current organic waste management system that has yet to be properly addressed.

“So far, food waste is often just left unused or even burned. Through this innovation, we want to give food waste a second life by turning it into pellet material that can be sold by waste banks,” explained Arrouf, one of the team members.

According to the team, BIOPELTER was designed not only to improve food waste processing but also to create economic value for the community.

The Journey Behind BIOPELTER

Arrouf also shared the story behind the development process. He revealed that the competition journey was filled with technical challenges that pushed the team to constantly learn and adapt.

“We had to adjust and learn many technical aspects of the innovation we were building. But we managed to get through it all with consistency, perseverance, and strong teamwork,” said Arrouf.

The team applied the Agile Method approach throughout the project, which helped them continuously refine the product. During the process, they also received guidance from Dr. Dwi Adi Purnama, S.T., a lecturer in Industrial Engineering at UII, who served as their supervising mentor.

Hopes and Messages

Mahasiswa Industri Raih Juara 1 di LEVITASI FTI UII dengan inovasi Food Waste

For the team, this win is not the final destination, but a starting point for something bigger. The long journey taught them the importance of empathy, courage, and believing in their own ideas.

“At first, some people doubted this idea. But if we don’t believe in the product we’re developing, then who will?” Arrouf shared.

Closing their journey at LEVITASI FTI UII 2025, the team encouraged other students not to hesitate in joining competitions and creating innovations.

“Empathize deeply with the problem. Don’t let your solution become just a ‘mixed’ product without clear direction. Make sure it truly fits the problem and the target market. Do it with full dedication.”

This achievement proves that innovation built on empathy and courage can take UII Industrial Engineering students further. Not only in competitions, but also in addressing real issues faced by society.

Syawarani Gayatri