Tag Archive for: Teknik Industri UII

Program Studi Teknik Industri UII melaksanakan monthly webinar dengan topik bahasan “Best Practice Enhacing Industrial System Through Dynamic Insight A Digital Twin Approach”. Program baru yang rencananya akan dilaksanakan rutin tiap bulannya ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada (10/5) dan dihadiri oleh 121 peserta umum, termasuk peserta dari luar UII dan luar DI Yogyakarta. Kegiatan ini menceritakan mengenai implementasi digital twin dalam berbagai sektor pada sistem industri. Peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana digital twin meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan sistem industri.

Anisa Nur Aini sebagai pemandu acara pada pagi hari itu menyambut seluruh peserta yang hadir dengan hangat. Ia menjelaskan susunan acara secara singkat sekaligus memperkenalkan moderator yang akan memimpin jalannya diskusi dalam webinar ini. Kemudian, Didin Dwi Novianto, S.T., M.LSCM., sebagai moderator memberi sedikit pengantar dengan membacakan CV dari narasumber. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa berbagai industri telah menerapkan konsep digital twin, termasuk manufaktur, transportasi, perawatan, kesehatan, dan rekonstruksi.

“Jadi, konsep digital twin ini keuntungannya adalah dapat membantu meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya dengan memberikan wawasan dan analitik secara digital.” ucapnya.

Apa itu Digital Twin?

Selanjutnya, sesi inti dari webinar tersebut ialah penyampaian materi oleh Ir. Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., Ketua Program Studi Program Sarjana Teknik Industri. Beliau menjelaskan digital twin adalah konsep yang menunjukkan physical object itu sebagai representasi secara visual dari prosesnya. Lalu, berlanjut melakukan simulasi dalam rangka untuk memperbaiki physical system. Oleh karenanya, ketika menerapkan konsep tersebut harus memahami bagaimana menduplikasi, membuat twin dari physical object-nya, memahami harus mengekstrak data apa saja, dan juga membutuhkan sensor apa saja.

“Kalau kita bicara industri, pasti akan bersinggungan dengan physical system, pabrik juga physical system. Sehingga kalau kita lihat, ya, physical system itu diambil datanya secara real-time, masuk ke sistem komputer, maksudnya simulasi dari physical system-nya, merupakan twin dari physical system-nya. Kemudian, setelah data itu real-time terambil, maka pengambil keputusan dapat memperbaiki sistem secara real-time juga.” urainya.

Salah satu penerapan digital twin adalah pick and place system dalam smart manufacturing. Teori ini memungkinkan sistem tersebut terintegrasi dengan database yang ada pada departemen marketing. Fungsinya dapat mengontrol gerakan konveyor sehingga tidak bergerak secara statis yang terkadang mengakibatkan overstock maupun understock. Dalam hal itu, ketika demand sedang tinggi maka speed pada koveyor dapat bertambah secara otomatis sehingga dapat memproduksi lebih banyak. Sebaliknya, ketika demand rendah maka speed konveyor akan melambat menyesuaikan jumlah permintaan yang ada. Terakhir, sesi Q&A dan foto bersama menjadi penutup dalam rangkaian webinar bulanan itu.

Audiamara Vinka

Industrial Engineering Study Program UII held a monthly webinar with the topic “Best Practice Enhacing Industrial System Through Dynamic Insight A Digital Twin Approach”. The new program, which is planned to be held regularly every month, was held online through Zoom Meeting on (10/5) and was attended by 121 general participants, including participants from outside UII and outside Yogyakarta. This activity tells about the implementation of the digital twin in various sectors of the industrial system. Participants were able to gain a deeper understanding of how the digital twin improves efficiency and effectiveness in the management of industrial systems.

Anisa Nur Aini as the host of the morning program warmly welcomed all participants who attended. She briefly explained the schedule of the event and introduced the moderator who would lead the discussion in this webinar. Then, Didin Dwi Novianto, S.T., M.LSCM., as the moderator gave a little introduction by reading the CVs of the speakers. In addition, he also said that various industries have implemented the digital twin concept, including manufacturing, transportation, healthcare, and reconstruction.

“So, the advantage of this digital twin concept is that it can help increase productivity and reduce costs by providing digital insights and analytics.” he said.

What is Digital Twin?

Furthermore, the core session of the webinar was the delivery of material by Ir. Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., Head of the Industrial Engineering Undergraduate Program. He explained that digital twin is a concept that shows the physical object as a visual representation of the process. Then, continue to simulate in order to improve the physical system. Therefore, when applying the concept, you must understand how to duplicate, make a twin of the physical object, understand what data to extract, and also need any sensors.

“If we talk about industry, it will definitely intersect with the physical system, the factory is also a physical system. So if we look at it, yes, the physical system is taken real-time data, entered into the computer system, meaning the simulation of the physical system, is the twin of the physical system. Then, after the real-time data is retrieved, the decision maker can improve the system in real-time as well,” he explained.

One application of the digital twin is the pick and place system in smart manufacturing. This theory allows the system to be integrated with the database in the marketing department. Its function is to control the movement of the conveyor so that it does not move statically, which sometimes results in overstock or understock. In that case, when demand is high, the speed on the conveyor can increase automatically so that it can produce more. Conversely, when demand is low, the conveyor speed will slow down to adjust the amount of demand. Finally, a Q&A session and group photo session concluded the monthly webinar series.

Audiamara Vinka

Industrial Engineering UII is proud to receive an announcement that 6 of its students passed PKM 2024 funding. This success is a clear proof of the dedication and hard work of the students in developing creative and innovative ideas that benefit the community. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) is an event that supports the development of the potential of Indonesian students in applying science and technology for the progress of the nation. This competition is the initial stage towards the Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) to compete with other universities for awards and make achievements. Industrial Engineering UII students who passed are divided into 4 groups with 3 different schemes, namely PKM-K, PKM-RE, and PKM-RSH.

One of the students who became the head of the PKM team that passed the funding, Mumtaz Fahd Rifmawan MS., felt overwhelming happiness for this achievement. “I feel very happy and grateful to Allah because this is my first experience to participate in PKM and it immediately passed to the funding stage. I would also like to thank my fellow team members who have struggled together in preparing the proposal,” he said. In order to achieve this achievement, he said not to forget to intend seriously and ask for blessings from parents.

Of course, he hopes and dreams with his team to be able to qualify for PIMNAS. Meanwhile, in the process of preparing the proposal, Mumtaz also received a lot of input to improve the proposal from his supervisor. In fact, thanks to this, his team can be even more active in discussions and brainstorming to get the best solution.

On this occasion, Ir. Ali Parkhan, M.T., expressed his joy for his students’ achievements. “The feeling is like a parent towards their child, if their child has an achievement, they are happy. But actually it is the students themselves who really play a role. Many IE students are already great, not their mentors,” he said. Then, he also hopes that all students who qualify for PKM 2024 funding can return home with a victory medal. This achievement is also an inspiration for other students to continue to develop their potential and creativity. 

Here is the list of students who passed the 2024 Student Creativity Program (PKM) funding:

NumberSchemeNameNIMProposal Title
1PKM-KAndi Nurulyunisa Permata Sari Pettalolo22522327Glasses Smart Patch Sebagai Prevention System Miopia dan Hipermetropia Terintegrasi Internet of Things Berbasis Website
2Mumtaz Fahd Rifmawan MS. 22522307Multipin Salep: Inovasi Salep Ekstrak Kalanchoe Pinnata dan Jatropha Multifida dengan Aroma Jasmine Sebagai Terapi Luka Menggunakan Strategi Grassroots Campaign
3Andi Muh Khaidir Resqullah Langgara22522198
4M. Arif Fadhillah22522223
5PKM-REDewi Nurmalina22522321Inovasi Metode Untuk Deteksi Merkuri Dalam Kosmetik Secara Cepat dan Akurat dengan Sensor Berbasis SPCE-AuNPs
6PKM-RSHRafi Abyaz Hanif22522323Pengaruh Perbedaan Musik Instrumental dan Musik Vokal pada Genre Jazz terhadap Aktivitas Kelistrikan Area Broca

Audiamara Vinka

Program Studi Teknik Industri UII bangga menerima pengumuman bahwa 6 mahasiswanya lolos pendanaan PKM 2024. Keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras para mahasiswa dalam mengembangkan ide-ide kreatif nan inovatif yang bermanfaat bagi mayarakat. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan ajang yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa Indonesia dalam menerapkan ilmu dan teknologi untuk kemajuan bangsa. Perlombaan ini merupakan tahap awal menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) untuk bersaing dengan universitas lain memperebutkan penghargaan dan mengukir prestasi. Mahasiswa Teknik Industri UII yang lolos terbagi ke dalam 4 kelompok dengan 3 skema yang berbeda-beda, yakni PKM-K, PKM-RE, dan PKM-RSH.

Salah satu mahasiswa yang menjadi ketua dalam tim PKM yang lolos pendanaan, Mumtaz Fahd Rifmawan MS., merasakan kebahagiaan yang membuncah atas pencapaiannya ini. “Rasanya, sih, pasti sangat senang dan bersyukur kepada Allah karena ini merupakan pengalaman pertama untuk ikut PKM dan langsung lolos ke tahap pendanaan. Tidak lupa juga aku ingin berterima kasih kepada teman-teman anggota tim yang sudah berjuang bersama dalam penyusunan proposal.” ujarnya. Demi mencapai prestasi ini, Ia menyampaikan jangan lupa untuk berniat dengan sungguh-sungguh dan meminta doa restu dari orang tua.

Tentu saja, ia berharap dan bermimpi bersama timnya untuk dapat lolos ke PIMNAS. Sementara itu, dalam proses penyusunan proposal, Mumtaz juga mendapat banyak masukan untuk perbaikan proposal dari dosen pembimbingnya. Nyatanya, berkat hal tersebut, timnya dapat lebih giat lagi melakukan diskusi dan brainstorming untuk mendapatkan solusi terbaik.

Pada kesempatan ini, Ir. Ali Parkhan, M.T., mengungkapkan rasa suka citanya akan prestasi yang mahasiswanya raih. “Perasaannya seperti orang tua terhadap anaknya, kalau anaknya berprestasi senang, ya. Tetapi sebetulnya itu yang sangat berperan mahasiswa sendiri. Banyak mahasiswa TI yang sudah hebat, bukan pembimbingnya.” ucapnya. Kemudian, beliau berharap seluruh mahasiswa yang lolos pendanaan PKM 2024 dapat pulang membawa medali kemenangan. Pencapaian ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan kreativitas mereka.

Berikut daftar mahasiswa yang lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2024:

NoSkemaNamaNIMJudul Proposal
1PKM-KAndi Nurulyunisa Permata Sari Pettalolo22522327Glasses Smart Patch Sebagai Prevention System Miopia dan Hipermetropia Terintegrasi Internet of Things Berbasis Website
2Mumtaz Fahd Rifmawan MS. 22522307Multipin Salep: Inovasi Salep Ekstrak Kalanchoe Pinnata dan Jatropha Multifida dengan Aroma Jasmine Sebagai Terapi Luka Menggunakan Strategi Grassroots Campaign
3Andi Muh Khaidir Resqullah Langgara22522198
4M. Arif Fadhillah22522223
5PKM-REDewi Nurmalina22522321Inovasi Metode Untuk Deteksi Merkuri Dalam Kosmetik Secara Cepat dan Akurat dengan Sensor Berbasis SPCE-AuNPs
6PKM-RSHRafi Abyaz Hanif22522323Pengaruh Perbedaan Musik Instrumental dan Musik Vokal pada Genre Jazz terhadap Aktivitas Kelistrikan Area Broca

Audiamara Vinka

Program Studi Teknik Industri UII akan mengadakan National Monthly Webinar pada bulan Mei hingga Desember 2024 bersama dosen-dosen Teknik Industri UII yang memiliki keahlian dan pengalaman yang mumpuni. Para peserta nantinya akan mendapat suguhan ilmu dan wawasan pada masing-masing kelompok keahliannya. Acara ini terbuka untuk mahasiswa program sarjana, magister, doktor, dan masyarakat umum yang tertarik dengan ilmu Teknik Industri.

Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dalam webinar yang penuh manfaat ini.
Segera catat tanggal dan waktunya agar tidak ketinggalan informasi yang berharga ini.

Zoom Meeting              :  http://bit.ly/WebinarTI2024

Guna memperdalam ilmu praktik mengenai lean, Program Studi Teknik Industri Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan kuliah umum dengan tajuk “Lean/Total Industrial Engineering Basic, Standardized Work & Low Cost (Automation) Improvement”. Acara tersebut mengundang alumni yang saat ini menjabat sebagai Kakaricho Dept Manufacturing Engineer & TIE pada PT. Denso Manufacturing Indonesia, yakni Nur Kholiq, S.T. Kegiatan pagi hari itu dilaksanakan pada Sabtu (4/5) dan bertempat di Ruang Kelas 2.14 FTI UII yang dihadiri sebanyak 22 Mahasiswa Teknik Industri UII. Nada Putri Fauziyah selaku MC memulai dengan mempersilakan Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc., Perwakilan dari Prodi Teknik Industri untuk menguraikan sambutannya. Beliau menyampaikan bahwa agenda kali ini merupakan sambungan kerja sama dari tahun lalu.

“Nah, tahun ini adalah lanjutannya. Materinya akan sedikit berbeda mungkin. Semoga dapat bermanfaat.” ujarnya.

Lean/Total Industrial Engineering Basic

Selanjutnya, memasuki pemaparan materi oleh Nur Kholiq, S.T., mengenai Basic Production System in Automotive, yakni Toyota Production System (TPS) yang memiliki 3 pilar berupa Just In Time, Jidouka, dan Abnormality. Toyota Production System (TPS) adalah sistem produksi yang bertujuan untuk menghilangkan pemborosan (waste) demi mencapai efisiensi. Sistem ini menerapkan profit concept berupa monopoly era, local competition era, dan global competition era.

Pertalite mungkin bulan depan hilang adanya pertamax, kita beli nggak? Beli. Berapapun harganya kita tetap beli, itu monopoly era. Yang kedua, local competition era. Jadi, untuk meningkatkan profit-nya, kita kurangin cost-nya. Contohnya harganya sama karena kalau harganya tidak sama berantem, nih, orang pasar, nih. Nah, yang terakhir ini global competition era. Biayanya kita turunkan, profit-nya kita naiknya, tapi masih di bawah harga yang sebelumnya.” paparnya.

Kemudian, terdapat istilah Mura Muri Muda yang artinya sebuah ketidakteraturan akan membebani suatu pekerjaan sehingga menyebabkan pemborosan. Pemborosan ini merupakan seluruh pekerjaan yang tidak memberikan nilai tambah pada produk. Dengan demikian, saat terjadi pemborosan biaya produksi yang dihasilkan semakin tinggi.

Standardized Work

Materi selanjutnya mengenai standarisasi dalam suatu pekerjaan. Kholiq menuturkan bahwa terdapat standarisasi tertulis dan tidak tertulis. Standarisasi tertulis merupakan standar yang telah dibakukan oleh masing-masing perusahaan. Sedangkan, standarisasi tidak tertulis ialah standar yang telah dianggap budaya. Selain itu, terdapat tiga faktor penting dalam standar kerja, yaitu takt time, urutan kerja, dan standard stock dalam proses. Ketiganya akan mempengaruhi terjadinya overtime (lembur) maupun idle time (waktu menunggu).

Low Cost (Automation) Improvement

Terakhir, terdapat materi mengenai low cost automation menggunakan konsep Karakuri Kaizen. Karakuri Kaizen merupakan pendekatan dalam manajemen material yang memanfaatkan gaya gravitasi, penggunaan tuas dan engsel, serta memanfaatkan prinsip inersia untuk memindahkan barang. Keuntungan prinsip dari Negeri Sakura itu dapat mengurangi jam kerja dan biaya yang produksi perusahaan. Implementasi dari konsep ini salah satunya ada pada proses perpindahan kotak kosong secara manual yang kemudian berganti memanfaatkan per (spring) sehingga meminimalkan waktu tunggu. Sementara itu, foto bersama antara narasumber dengan peserta merupakan sesi penutup agenda kuliah umum mengenai konsep lean ini.

Audiamara Vinka

Direktur Utama PT PLN menyampaikan materi

Industrial Engineering UII held a public lecture for Master of Industrial Engineering and Doctor of Industrial Engineering on Saturday (04/05). The public lecture entitled “Implementation of SCM: Ensuring the Availability of Primary Energy Supply in Indonesia” took place online via Zoom Meeting.

Rektor UII memberikan sambutan saat kuliah umum

Ratna Agil as the MC opened the series of events by reciting basmalah and reading the order of the program. Then, there was a video presentation of UII’s profile and UII’s hymn. Furthermore, there was a speech by the Rector of UII, Prof. Fathul Wahid, ST., M.Sc., Ph.D. “We will get inspiring stories and experiences from PT PLN, which has been distributing primary energy in Indonesia. Hopefully, we can apply these good practices in other contexts.”

Furthermore, the event entered the main session, which was the delivery of material by the President Director of PT PLN Energi Primer Indonesia, Ir. Iwan Agung Firstantara, S.T, M.M, IPU, ASEAN ENG. In this session, the Head of the Master of Industrial Engineering Program, Ir. Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D, IPM guided as moderator. He started the session by reading the speakers’ backgrounds. After that, there was a video profile of PT PLN EPI.

Narasumber menerangkan materi

To carry out the mandate as a Primary Energy Sub-Holding, PLN EPI contributes and value creation for the reliability and efficiency of the electricity primary energy supply chain. First, as Security of Supply. PLN EPI becomes a consolidator of primary energy procurement to balance supply & demand and create supply chain efficiency. Furthermore, it ensures that the primary energy supply chain is well managed through robust processes, supporting regulations, and reliable capabilities. Second, as Value Creation. PLN EPI maintains the efficiency of the primary energy supply chain from upstream to downstream, develops the primary energy supply chain, and becomes energy transition leadership.

After the presentation, the moderator led a discussion and Q&A session with the participants. Furthermore, the event was finalized with a joint documentation session.

Salwa Nur Rahma

Direktur Utama PT PLN menyampaikan materi

Teknik Industri UII menggelar kuliah umum bagi Magister Teknik Industri dan Doktor Rekayasa Industri pada Sabtu (04/05). Kuliah umum yang bertajuk “Implementasi SCM: Memastikan Ketersediaan Pasokan Energi Primer di Indonesia” tersebut berlangsung secara daring via Zoom Meeting.

Rektor UII memberikan sambutan saat kuliah umum

Ratna Agil selaku MC membuka rangkaian acara dengan melafazkan basmalah dan membacakan susunan acara. Kemudian, terdapat penayangan video profilisasi UII dan hymne UII. Selanjutnya, terdapat sambutan oleh Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, ST., M.Sc., Ph.D. “Kita akan mendapatkan cerita dan pengalaman yang menggugah dari PT PLN yang selama ini menyalurkan energi primer di Indonesia. Harapannya praktek-praktek baik tersebut bisa kita terapkan dalam konteks lain.”

Lebih lanjut, acara masuk ke sesi utama yaitu penyampaian materi oleh Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia, Ir. Iwan Agung Firstantara, S.T, M.M, IPU, ASEAN ENG. Dalam sesi ini, Ketua Program Magister Teknik Industri, Ir. Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D, IPM memandu sebagai moderator. Beliau mengawali sesi dengan membacakan latar belakang dari narasumber. Setelah itu, terdapat penampilan video profilisasi dari PT PLN EPI.

Narasumber menerangkan materi

Untuk mengemban amanah sebagai Sub-Holding Energi Primer, PLN EPI memberikan kontribusi dan value creation untuk keandalan dan efisiensi rantai pasok energi primer ketenagalistrikan. Pertama, sebagai Security of Supply. PLN EPI menjadi konsolidator pengadaan energi primer untuk menyeimbangkan supply & demand serta menciptakan efisiensi rantai pasokan. Selanjutnya, memastikan supply chain energi primer terkelola dengan baik melalui proses yang robust, regulasi yang mendukung, dan kapabilitas yang reliable. Kedua, sebagai Value Creation. PLN EPI menjaga efisiensi supply chain energi primer dari hulu ke hilir, mengembangkan rantai pasok energi primer, dan menjadi energy transition leadership.

Setelah penyampaian materi selesai, moderator memandu sesi diskusi dan tanya jawab dengan para peserta. Selanjutnya, acara tersebut dirampungkan dengan sesi dokumentasi bersama.

Salwa Nur Rahma

Foto bersama Pengabdian KK Sispro

Teknik Industri UII melangsungkan program pengabdian masyarakat pada Jumat (22/03). Program ini merupakan kolaborasi antara Kelompok Keahlian Sispro & Supply Chain Management dengan Program Doktor Rekayasa Industri UII, yang melibatkan mahasiswa mereka.  Kegiatan berlangsung di Learning Space 2 FTI UII serta dihadiri oleh para dosen KK Sispro & SCM, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Sleman, mahasiswa program doktor, dan 10 perwakilan UMKM sektor batik dan kulit.

Baiq Putri selaku MC membuka rangkaian acara dengan melafazkan basmalah dan membacakan susunan acara. Kemudian, terdapat sambutan dari Ketua Jurusan Teknik Industri, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. “Kami akan memberi masukan sambil berdiskusi tentang apa yang terjadi. Sehingga nanti semoga ada hal yang bisa kami tindaklanjuti, seperti training dan lainnya,” ungkap beliau.

Selanjutnya, terdapat sambutan dari Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindag Kab. Sleman, Dwi Wulandari, ST, M.Ec. Dev. “Alhamdulillah dan terimakasih UII bisa bergandengan tangan dengan kami dalam meningkatkan produktivitas UMKM. Kami berharap UMKM yang akan menjadi mitra UII bisa bersinergi sebaik-baiknya dan mengimplementasikan ilmu dari program ini,” kata beliau.

Materi dan diskusi saat program pengabdian UMKM Batik dan Kulit

Lebih lanjut, acara masuk ke sesi utama yaitu penyampaian materi oleh Prof. Dr. Ir. Elisa Kusrini, MT, CPIM, CSCP, SCOR-P selaku Ketua Kelompok KK Sispro & SCM. Beliau mengenalkan tentang Inventory Management, Klasifikasi Material & Analisis ABC, dan Inventory Stock Opname.

Kemudian, terdapat pengenalan mengenai rencana jurusan Teknik Industri UII untuk membuka akademi UMKM oleh Dr. Taufiq Immawan, S.T., M.M., selaku direktur akademi. “Kami berencana membuat akademi UMKM untuk membantu dalam memecahkan permasalahan yang sering UMKM hadapi, baik secara manajemen maupun internal, seperti menjaga kualitas, inventory, dan sertifikasi,” sampai beliau.

Selanjutnya, acara kembali ke sesi penyampaian materi oleh beberapa dosen, antara lain Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc. mengenai penerapan metode 5S/5R, Ir. Vembri Noor Helia, S.T., M.T., IPM mengenai peningkatan kinerja rantai pasok, dan Feris Firdaus, S.Si., M.Sc. mengenai strategi yang dapat IKM/UKM terapkan sebagai upaya intervensi dari industri tradisional menuju IKM/UKM berkelanjutan.

Salwa Nur Rahma

Program Studi Teknik Industri Universitas Islam Indonesia sambut anjangsana dari Institut Teknologi Garut (ITG) dengan tangan terbuka pada (18/3). Agenda ini dilaksanakan di Learning Space 2 dan dihadiri oleh 17 peserta. Kegiatan ini terlaksana dalam rangka meningkatkan pengelolaan laboratorium sehingga dapat mengoptimalkan jalannya pembelajaran. Dr. Taufiq Immawan, S.T., M.M., Sekretaris Jurusan Teknik Industri, Ir. Ira Promasanti Rachmadewi, M.Eng., Sekretaris Program Studi Program Internasional, Danang Setiawan, S.T., M.T., Kepala Laboratorium Enterprise Resources Planning (ERP), dan Elanjati Worldailmi., S.T., M.Sc., Kepala Laboratorium Pemodelan Simulasi Industri turut serta mendampingi acara pagi hari itu. Pada sisi lain, Anung Andi Hidayatullah, S.T., M.T., Ketua Program Studi Teknik Industri ITG, Encep Jianul Hayat, S.T., M.T., Kepala Biro Ketenagaan, Kemahasiswaan, dan Humas ITG, Anggun Nindy Fatliana, S.T., M.T., Kepala Laboratorium Computation and Basic Science ITG, serta beberapa asisten laboratorium mengikuti acara anjangsana itu.

Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc., Ketua Jurusan Teknik Industri menyambut hangat rombongan dari ITG. Beliau memberi pemahaman secara singkat mengenai pelaksanaan praktikum pada Teknik Industri UII. “Perlu saya sampaikan, kami itu tidak ada praktikum yang pisah SKS atau punya SKS khusus. Jadi, praktikum masuk di mata kuliah semua.” tuturnya. Sementara itu, Ir. Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D., IPM, Ketua Program Studi Teknik Industri Program Magister, menambahkan Teknik Industri ITG perlu memikirkan laboratorium selain untuk keperluan akademik. “Ada bagusnya juga nanti mulai di desain juga untuk laboratorium penelitian. Jadi, masing-masing bisa juga masuk sebagai asisten penelitian.” ujarnya. Lebih lanjut, Anung Andi Hidayatullah, S.T., M.T., Ketua Program Studi Teknik Industri ITG menanggapi dengan harapannya terhadap pengelolaan laboratorium Teknik Industri ITG. “Berkaca apakah asisten yang kami bentuk sudah sesuai, apakah ada software-software yang bisa kami kembangkan atau bagaimana, sih, sebenarnya laboratorium yang bekerja.” sampainya.

Profilisasi Teknik Industri dan Manajemen Laboratorium

Amarria Dila Sari, S.T., M.Sc., selaku Sekretaris Program Studi Program Sarjana, menjelaskan mulai dari sejarah, capaian lulusan, program magang maupun volunteer, hingga kesempatan untuk berkarier pada bidang kerja apa sebagai seorang lulusan Teknik Industri. Tak hanya itu, beliau juga menginformasikan bahwa mahasiswa Teknik Industri UII program reguler pada semester 1 atau semester 2 dapat berpindah ke program internasional. Sejalan dengan itu, terdapat pula mata kuliah bersertifikasi yang juga dapat menunjang kemampuan mahasiswa. “Kami ada mata kuliah bersertifikat, seperti nanti Pak Danang atau rekan-rekan dari Lab. ERP yang bisa bercerita. Jadi, mahasiswa itu lulus kemudian dapat sertifikasi SAP.” jelasnya.

Setelah sesi pengenalan profil Teknik Industri UII berakhir, kegiatan berlanjut dengan mengelilingi keenam laboratorium yang ada. Para asisten laboratorium baik UII maupun ITG sama-sama saling belajar dan berbagi mengenai pengalaman mereka dalam mengelola laboratorium. Para asisten laboratorium dari ITG juga aktif bertanya mengenai bagaimana perawatan mesin atau peralatan praktikum, serta tata laksana organisasinya. Mereka sangat menikmati waktunya saat berkunjung ke seluruh laboratorium Teknik Industri UII. “Seru dan fasilitasnya lengkap banget,” ungkap salah satu rombongan ITG.

Audiamara Vinka