Bertahan di Tengah Arus Modern

Menjaga iman di era modern menjadi tantangan di tengah perkembangan teknologi, gaya hidup, dan media sosial yang semakin memengaruhi kehidupan sehari-hari. Kemudahan teknologi dapat memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan bagi seorang Muslim untuk tetap berpegang pada nilai-nilai Islam. Dalam lingkungan pendidikan seperti Teknik Industri UII, mahasiswa juga menghadapi perkembangan tersebut sebagai bagian dari kehidupan akademik dan sosial.

Di tengah perubahan zaman, iman menjadi pegangan agar manusia tidak kehilangan arah. Mengikuti perkembangan zaman bukan berarti mengikuti semua tren, melainkan mampu memilih hal yang membawa kebaikan tanpa menjauhkan diri dari Allah.

Mengikuti Perkembangan Zaman Tanpa Kehilangan Iman

Islam tidak melarang umatnya untuk mengikuti perkembangan zaman. Seorang Muslim tetap dapat belajar, bekerja, bergaul, dan menggunakan teknologi selama tetap berada dalam nilai-nilai yang diridhai Allah.

Teknologi bahkan dapat menjadi sarana untuk belajar agama, menyebarkan kebaikan, dan memperluas wawasan. Penelitian “Enhancing Student Religiosity Through Islamic Content and Influencer Expertise: Social Media Contribution as Mediator” terhadap 180 mahasiswa Muslim menunjukkan adanya hubungan antara kualitas konten Islam di media sosial dan praktik religiusitas. Artinya, persoalannya bukan sekadar menggunakan teknologi atau tidak, tetapi bagaimana dan untuk apa teknologi tersebut digunakan. Media sosial dapat menjadi tempat menuntut ilmu dan berdakwah, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mencari validasi dan perhatian.

Tantangan Menjaga Iman di Era Modern

Kehidupan modern membuat seseorang semakin mudah melihat pencapaian, gaya hidup, dan kehidupan orang lain melalui media sosial. Tanpa disadari, hal tersebut dapat memicu kebiasaan membandingkan diri dan mencari pengakuan.

Hal ini juga dibahas dalam penelitian “Piety, Social Pressure, and Riya’: Religious Practices of Yogyakarta Urban Muslim Youth in Digital Media” mengenai pemuda Muslim urban di Yogyakarta. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa media digital dapat menjadi ruang untuk mengekspresikan kesalehan, tetapi juga menghadirkan tekanan sosial melalui jumlah likes dan pengikut.

Di sinilah iman berperan sebagai pengingat. Seorang Muslim perlu bertanya kepada diri sendiri: “Apakah yang aku lakukan benar-benar karena Allah, atau karena ingin dilihat dan diakui manusia?”

Dunia Hanya Sementara

Allah telah mengingatkan manusia mengenai hakikat kehidupan dunia dalam Al-Qur’an:

اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ەۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌ ۗوَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan, saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lalu menjadi hancur. Dan di akhirat ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” QS. Al-Ḥadīd [57]: 20

Ayat tersebut mengingatkan bahwa kehidupan dunia pada hakikatnya bersifat sementara. Apa yang hari ini terlihat begitu penting, suatu saat akan berlalu. Popularitas, jumlah pengikut, tren, penampilan, harta, dan berbagai pencapaian duniawi bukanlah ukuran akhir dari keberhasilan seorang manusia. Karena itu, dunia boleh dimiliki dan dimanfaatkan, tetapi jangan sampai membuat hati kehilangan tujuan utama. Zaman boleh berubah, tetapi iman tetap harus menjadi pegangan.

5 Cara Menjaga Iman di Era Modern

Bertahan di Tengah Arus Modern

Lantas, bagaimana cara seorang Muslim bertahan di tengah arus modern? Menjaga iman di era modern dapat dilakukan melalui beberapa langkah sederhana yang perlu diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, menjaga hubungan dengan Allah. Kesibukan dunia tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan ibadah. Salat, doa, membaca Al-Qur’an, dan mengingat Allah merupakan cara untuk menjaga hati agar tetap memiliki arah.

Kedua, memilih lingkungan yang baik. Pergaulan memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang berpikir dan bertindak. Teman yang baik dapat mengingatkan ketika lalai, menguatkan ketika lemah, dan mengajak kepada kebaikan.

Ketiga, bijak dalam menggunakan media sosial. Tidak semua informasi perlu dikonsumsi dan tidak semua tren harus diikuti. Seorang Muslim perlu belajar memilih konten yang memberikan manfaat serta menghindari hal-hal yang dapat merusak akhlak dan mengganggu ketenangan hati.

Keempat, menjaga keikhlasan. Ketika melakukan kebaikan, jangan sampai penilaian manusia menjadi tujuan utama. Apa yang dilakukan karena Allah tidak selalu harus mendapatkan pengakuan dari manusia.

Kelima, terus belajar. Perubahan zaman membutuhkan ilmu. Dengan ilmu agama dan pengetahuan yang memadai, seorang Muslim akan lebih mampu membedakan antara kemajuan yang membawa manfaat dan perubahan yang justru menjauhkan dari nilai-nilai Islam. Lingkungan pendidikan juga dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai yang mendukung kehidupan di era modern.

Zaman Boleh Berubah, Iman Jangan Sampai Hilang

Pada akhirnya, menjadi seorang Muslim di era modern bukan berarti harus menjauh dari perkembangan zaman. Justru seorang Muslim perlu mampu hidup di tengah perkembangan tersebut dengan tetap membawa nilai-nilai Islam. Menjaga iman di era modern bukan berarti menolak teknologi atau menghindari perubahan, tetapi mampu menggunakan perkembangan zaman secara bijak tanpa kehilangan arah hidup.

Zaman boleh berubah. Teknologi boleh berkembang. Cara manusia berkomunikasi boleh berganti. Namun, prinsip keimanan tetap menjadi pegangan.

Iman tidak mengharuskan kita meninggalkan zaman, tetapi mengajarkan kita untuk tidak kehilangan diri di dalamnya.

Dengan menjadikan dunia sebagai sarana untuk beribadah dan berbuat kebaikan, seorang Muslim dapat memanfaatkan perkembangan zaman tanpa membiarkan dirinya terseret oleh arusnya.

Sebab, tantangan terbesar bukanlah hidup di zaman yang semakin modern, melainkan tetap menjadi hamba Allah ketika dunia menawarkan begitu banyak hal yang dapat membuat kita lupa kepada-Nya.

Kaila Bilbina M.S.

Semarang, June 26, 2026 – The Industrial Engineering Study Program at Universitas Islam Indonesia (UII) organized an industrial visit to PT Marifood, located in the Candi Industrial Estate, Semarang, as part of its commitment to providing students with practical industrial experience. The annual program involved Industrial Engineering students from the Class of 2024 and was designed to strengthen their understanding of concepts taught in the Quality Control and Quality Assurance course.

Accompanied by faculty members, the students explored how manufacturing theories are applied in real industrial settings. The UII industrial visit provided valuable exposure to production systems, quality assurance practices, and modern manufacturing operations, allowing students to connect classroom learning with industry practices.

UII Industrial Engineering Students Explore Manufacturing Processes at PT Marifood

The UII Industrial Visit began with a guided factory tour, where students observed the production process and learned how automated packaging systems improve efficiency and product quality. They gained firsthand knowledge of manufacturing workflows, from raw material processing to finished product packaging, while observing how quality standards are maintained throughout the production line.

Following the factory tour, the participants returned to the main hall and were invited to sample a variety of PT Marifood’s food and beverage products. Several students also had the exclusive opportunity to participate in a tasting session for products that have not yet been released to the public, making the experience even more memorable.

“This has been a completely new and valuable experience throughout my university life. I hope activities like this will continue to be organized in the future,” said Sekar.

The educational visit concluded with a token of appreciation presented by PT Marifood’s management in the form of a framed group photograph, commemorating the collaboration between the company and Universitas Islam Indonesia.

Strengthening Student Bonds at Saloka Theme Park

Mahasiswa Teknik Industri di Saloka Theme Park

After completing the academic agenda at PT Marifood, the students continued their journey to Saloka Theme Park in Semarang. The recreational visit provided an opportunity to relax after a full day of industrial learning while strengthening friendships and teamwork among classmates.

As the largest theme park in Central Java, Saloka offered an enjoyable environment where students could create lasting memories before returning to Yogyakarta. The combination of educational and recreational activities highlighted the importance of balancing academic development with student engagement.

“It was so much fun and the perfect opportunity to relax while strengthening our friendship with our classmates. I hope activities like this will continue because they provide unforgettable experiences,” said Salsa.

The industrial visit to PT Marifood and Saloka Theme Park successfully provided Industrial Engineering students from Universitas Islam Indonesia with valuable insights into modern manufacturing practices while fostering stronger relationships among their peers. Through direct exposure to industrial operations and quality management systems, students gained practical knowledge that complements their academic studies and prepares them for future careers in the manufacturing industry.

 

Kaila Bilbina M.S

Jumat (26/06/2026) – Program Studi Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kegiatan kunjungan industri TI UII ke PT Marifood di Kawasan Industri Candi, Semarang. Mahasiswa angkatan 2024 mengikuti agenda tahunan untuk memperdalam pemahaman praktis yang berkaitan erat dengan mata kuliah Pengendalian dan Penjaminan Mutu. Para Dosen mendampingi seluruh peserta agar mereka dapat mengorelasikan teori perkuliahan dengan realitas di pabrik secara langsung. Pihak manajemen perusahaan menyambut hangat kedatangan rombongan akademisi ini di aula utama sebelum tur fasilitas dimulai. Kunjungan industri ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa agar mengetahui proses kerja di industri manufaktur dari pengolahan bahan mentah hingga menjadi barang jadi. 

Eksplorasi Produksi dalam Kunjungan Industri TI UII

Kegiatan dimulai dengan melakukan tur ke area pabrik untuk melihat langsung proses pengemasan produk menggunakan mesin otomatis. Setelah selesai melihat lantai produksi, para mahasiswa kembali ke aula utama dan seluruh peserta dipersilakan mencoba berbagai produk PT Marifood, mulai dari minuman hingga makanannya. Kunjungan industri TI UII ini terasa semakin berkesan karena beberapa peserta berkesempatan langsung mengikuti sesi testing produk yang belum rilis. 

“Ini menjadi pengalaman baru yang sangat berbeda dan berharga selama masa perkuliahan, semoga kegiatan seperti ini semakin banyak ke depannya,” ucap Sekar.

Agenda edukatif ini diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan berupa figura foto bersama mahasiswa dari pihak manajemen Marifood. 

Keseruan Rekreasi di Saloka Theme Park

Mahasiswa Teknik Industri di Saloka Theme Park

Setelah seluruh rangkaian agenda formal di pabrik selesai, para mahasiswa melanjutkan perjalanan ke Saloka Theme Park Semarang. Momen ini menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk melepas penat sejenak setelah seharian belajar di lapangan. Suasana di taman rekreasi terbesar di Jawa Tengah tersebut berlangsung sangat seru dan menjadi wadah yang pas untuk mempererat kebersamaan serta keakraban dengan teman seangkatan sebelum akhirnya harus kembali ke Yogyakarta. Para mahasiswa berharap kegiatan edukatif sekaligus rekreatif seperti ini dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya. 

“Suasananya seru banget dan jadi momen yang pas untuk refreshing sekaligus menambah kebersamaan dengan teman-teman seangkatan. Semoga ke depannya kegiatan seperti ini bisa terus diadakan karena memberikan pengalaman yang nggak terlupakan “, ungkap Salsa.

Melalui kombinasi kegiatan akademik di PT Marifood dan momen kebersamaan di Saloka, kunjungan industri TI UII kali ini sukses membekali mahasiswa angkatan 2024 dengan wawasan industri yang nyata sekaligus kenangan masa kuliah yang berkesan. 

 

Kaila Bilbina M.S

Pancasila bukan sekadar teori bagi civitas akademika akademika Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia yang hanya mereka ingat setiap memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni. Momen bersejarah tersebut justru menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur bangsa harus diimplementasikan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari. Sejarah UII sendiri memiliki ikatan yang sangat kuat dengan dasar negara ini. Para tokoh pendiri kampus kita merupakan bagian dari arsitek utama perumus Pancasila.

Di lingkungan Kampus Terpadu Sleman, kampus mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan agar berjalan selaras dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, kita merawat momentum sejarah ini bukan sebagai rutinitas tahunan. Pancasila hadir sebagai kompas moral bagi mahasiswa Teknik Industri dan rumpun FTI lainnya dalam menghadapi tantangan global. Di era digital saat ini, tantangan terbesar nyata terlihat dari cara kita mengelola arus data dan informasi di media sosial. Hal ini kemudian melahirkan urgensi akan pentingnya etika komunikasi digital.

Etika Komunikasi Digital Sebagai Fondasi Utama Nilai Persatuan

Proses pengimplementasian nilai-nilai Pancasila tersebut diwujudkan secara nyata melalui penerapan etika komunikasi digital yang ketat di ruang siber. Mahasiswa Teknik Industri yang akrab dengan perancangan sistem dan tata kelola data menerapkan metode penyaringan informasi (filtering process) secara berlapis sebelum menyebarkan suatu berita. Karakter intelektual Ulil Albab memandu komunitas akademik kampus ini untuk selalu menyampaikan opini secara santun. Opini tersebut harus rasional serta berbasis pada validitas fakta. Melalui sistem kendali informasi yang mandiri ini, mereka berhasil meredam potensi gangguan (noise). Sistem ini menyaring ujaran kebencian, hoaks, ataupun provokasi digital yang berisiko memicu konflik horizontal. Semangat Pancasila dalam upaya preventif masif tersebut efektif membendung misinformasi sekaligus mengoptimalkan stabilitas dan keutuhan NKRI. 

Merajut Persatuan dalam Kebinekaan Sosial Kampus 

Fakultas Teknologi Industri

Selain di ranah digital, perwujudan roh persatuan dan pengamalan nilai Pancasila juga diaplikasikan melalui kolaborasi nyata dalam ekosistem pembelajaran dan interaksi sosial harian di kampus. Mahasiswa perantauan dari berbagai penjuru wilayah nusantara hingga mahasiswa internasional saling membaur. Mereka berkumpul tanpa memandang perbedaan suku, ras, maupun latar belakang budaya.

Jihan, mahasiswa Teknik Industri UII asal Riau, membagikan pandangannya mengenai dinamika pergaulan di kampus. 

“Sebagai anak rantau, saya merasa diterima dengan baik di lingkungan kampus. Perbedaan asal daerah tidak menjadi pembatas untuk berteman maupun bekerja sama, sehingga saya bisa beradaptasi dengan nyaman dan berkembang bersama teman-teman lainnya,” ujarnya. 

Senada dengan hal tersebut, Yaser, mahasiswa internasional kelas International Program (IP) Teknik Industri UII asal Yaman, juga merasakan langsung atmosfer inklusif tersebut. Dosen maupun rekan sesama mahasiswa memperlakukannya secara setara tanpa diskriminasi di lingkungan kampus sebagai wujud toleransi Pancasila.

“Meskipun terkadang saya masih merasa sedikit kesulitan dalam situasi sosial karena adanya kendala bahasa, secara keseluruhan saya sangat menikmati pengalaman belajar di sini karena semua orang sangat terbuka dan suportif,” ungkap Yaser.

Lewat suasana kampus yang saling mendukung seperti ini, pihak fakultas berhasil menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi semua orang. Perbedaan asal daerah maupun negara justru membuat hubungan pertemanan di Teknik Industri dan rumpun FTI lainnya menjadi semakin harmonis.

 

Kaila Bilbina M.S

Yogyakarta, November 30, 2025 – Sang Adji Paco Labib, Afiana Saputri, and Pradita Nur Maulidina, Students of the Industrial Engineering Study Program, Faculty of Industrial Technology, Universitas Islam Indonesia participated in the Industrial National Competition (INCO) 2025, a national level competition. The event was organized by the Industrial Engineering Student Association of the Faculty of Industrial Technology, Universitas Muslim Indonesia (UMI), and was held from November 28 to 30, 2025. INCO 2025 involved students from various universities across Indonesia. The competition carried the theme “Sustainable Product Design Innovation for Human Well Being and Optimal Ergonomics.” Through this competition, students presented environmentally friendly and ergonomic product design ideas. The event aimed to encourage innovation that balances human needs, environmental sustainability, and economic value.

INCO 2025 Strengthens the Role of Students in Industrial Design Innovation

To support the objectives of the competition, the INCO 2025 organizing committee designed the competition stages in a structured and systematic manner. Participants began the competition by registering and submitting abstracts of their scientific work. After passing the abstract selection stage, participants proceeded to prepare and submit full papers, which included complete proposals, product designs, and posters. The committee then selected the finalists and conducted a technical meeting to prepare for the final stage. During the final round, finalists presented their product ideas directly in front of the judging panel. The evaluation process emphasized innovation, sustainability, and the alignment of the designs with ergonomic principles.

“Do not hesitate to try and participate in competitions, even if you feel that you are not fully prepared. The preparation process and the experience gained are far more valuable than the final result. With the willingness to learn, collaborate, and step out of your comfort zone, participating in competitions can become a very beneficial means of self-development,”Dita said.

During the competition period, participants organized their preparation through discussions, literature reviews, and structured task allocation. The team managed their time consistently to keep competition activities aligned with academic responsibilities, while open communication helped team members combine different ideas and viewpoints. Through this process, participants gained valuable experience in a national level competition. In addition to enhancing critical and creative thinking skills, participation in INCO 2025 also expanded professional networks and fostered motivation to continue innovating.

Kaila Bilbina M.S

Yogyakarta, 30 November 2025 – Sang Adji Paco Labib, Afiana Saputri, dan Pradita Nur Maulidina merupakan Mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia yang mengikuti Industrial National Competition (INCO) 2025 yaitu sebuah perlombaan berskala nasional. Himpunan Mahasiswa Teknik Industri FTI Universitas Muslim Indonesia (UMI) menyelenggarakan kegiatan ini pada 28-30 November 2025 dan melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. INCO 2025 mengusung tema “Sustainable Product Design Innovation for Human Well-Being and Optimal Ergonomics.” Melalui kompetisi ini, mahasiswa menampilkan gagasan desain produk yang ramah lingkungan dan ergonomis. Kegiatan ini bertujuan mendorong lahirnya inovasi yang memperhatikan keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan nilai ekonomi.

Ajang INCO 2025 Perkuat Peran Mahasiswa dalam Inovasi Desain Industri

Untuk mendukung tujuan kompetisi tersebut, panitia INCO 2025 menyusun tahapan lomba secara terstruktur dan sistematis. Peserta mengawali rangkaian kegiatan dengan pendaftaran dan pengumpulan abstrak karya ilmiah. Setelah lolos seleksi abstrak, peserta melanjutkan ke tahap penyusunan dan pengumpulan full karya yang mencakup proposal lengkap, desain produk, dan poster. Panitia kemudian menetapkan finalis dan mengadakan technical meeting sebagai persiapan tahap akhir. Pada tahap final, para finalis mempresentasikan ide produk mereka secara langsung di hadapan dewan juri. Proses penilaian menitikberatkan pada aspek inovasi, keberlanjutan, dan kesesuaian desain dengan prinsip ergonomi. 

“Jangan ragu untuk mencoba dan mengikuti lomba, meskipun merasa belum sepenuhnya siap. Proses persiapan dan pengalaman yang didapat jauh lebih berharga dibandingkan hasil akhir. Dengan kemauan untuk belajar, bekerja sama, dan berani keluar dari zona nyaman, dengan mengikuti lomba dapat menjadi sarana pengembangan diri yang sangat bermanfaat,”ujar Dita.

Selama mengikuti rangkaian lomba tersebut, peserta melakukan persiapan melalui diskusi tim, studi literatur, dan pembagian tugas yang jelas. Tim mengatur waktu secara disiplin agar persiapan lomba tetap berjalan seiring dengan kegiatan akademik. Komunikasi terbuka menjadi kunci dalam menyatukan berbagai gagasan dan sudut pandang antaranggota. Melalui proses ini, peserta memperoleh pengalaman berharga dalam kompetisi tingkat nasional. Selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, keikutsertaan dalam INCO 2025 juga memperluas jejaring serta menumbuhkan motivasi untuk terus berinovasi.

Kaila Bilbina M.S

Yogyakarta, 29 Oktober 2025 – Masayu Nafisa Sinanding Ndaru, bersama Rajab Bullah Anggara Nasution, Natasya Dyah Anggraini, dan Muhammad Faurel Keisya Zubair, mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia (UII), berhasil mengikuti Seminar Nasional Teknologi dan Informatika (SNATIF) 2025 secara offline yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik, Universitas Muria Kudus. Mahasiswa dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan ilmiah berskala nasional ini melalui SNATIF 2025 dengan mempresentasikan serta mendiskusikan karya ilmiah di bidang teknologi dan informatika. Dalam kegiatan tersebut, tim Masayu mengangkat topik analisis pengaruh kepuasan dan kepercayaan terhadap loyalitas pelanggan pada salah satu resto ayam nusantara. Penelitian tersebut menggunakan metode regresi linear dan berhasil dipublikasikan pada Jurnal SITECH: Sistem Informasi dan Teknologi, Universitas Muria Kudus yang terindeks SINTA 4. Publikasi tersebut dapat diakses pada link https://jurnal.umk.ac.id/index.php/sitech/article/view/16046

Proses Persiapan dan Pelaksanaan

Keikutsertaan dalam SNATIF 2025 berawal dari tugas mata kuliah Tata Tulis Ilmiah yang kemudian tim kembangkan menjadi naskah jurnal. Dengan arahan dosen pengampu, Sayyidah Maulidatul Afraah, S.T., M.T. dan Didin Novianto, S.T., M.LSCM., tim menyempurnakan tulisan tersebut sesuai kaidah penulisan ilmiah dan menyusun ulang makalah agar sesuai dengan kaidah penulisan jurnal ilmiah. Tahapan kegiatan meliputi penyusunan naskah, pembuatan bahan presentasi dalam bentuk power point, serta pengumpulan berkas kepada panitia. Para peserta melaksanakan presentasi karya ilmiah secara daring pada 29 Oktober 2025. Seluruh proses tersebut memberikan pengalaman akademik yang berharga bagi tim.

Tantangan, Kolaborasi, dan Capaian

Tim penulis menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan waktu serta minimnya pengalaman dalam penulisan jurnal ilmiah. Perbedaan kesibukan masing-masing anggota tim juga sempat menghambat proses pengerjaan. Untuk mengatasinya, tim memaksimalkan pertemuan tatap muka agar dapat berdiskusi dan mengerjakan naskah secara bersama-sama. Kekompakan tim menjadi faktor penting dalam penyelesaian naskah tepat waktu. Melalui SNATIF 2025 ini, tim memperoleh sertifikat serta kesempatan menerbitkan karya ilmiah terindeks SINTA 4.

“Kerjakan tugas dengan sungguh-sungguh, karena peluang besar bisa berawal dari sana. Kenali minat keilmuan dan ikuti kegiatan yang mendukungnya,” ujar Masayu.

Dengan mengikuti SNATIF 2025, mahasiswa Teknik Industri UII memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat komitmen dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang mampu bersaing secara nasional dan mendukung kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Kaila Bilbina M.S

Alumni TI berfoto bersama dalam malam puncak Reuni Akbar

Yogyakarta, 26–28 Juni 2025 — Ikatan Alumni Teknik Industri (IKATI), Universitas Islam Indonesia (UII), kembali menggelar Reuni Akbar Teknik Industri UII 2025 bertema “Dari Kita (Alumni) untuk Kita (Alumni dan Mahasiswa)”. Kegiatan tiga hari yang berlangsung di Gedung K.H. Mas Mansur, Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII, menjadi ajang silaturahmi lintas generasi antara alumni, mahasiswa, dan civitas akademika Teknik Industri UII.

IKATI yang berdiri sejak tahun 2000 dipelopori oleh Muhammad Syaifudin Zuhry (angkatan 1982) bersama rekan-rekan alumni Teknik Industri UII dari berbagai daerah. Sejak awal, IKATI aktif mempererat jaringan melalui forum profesional, kegiatan sosial, dan kolaborasi antar generasi.

Hari Pertama: Talkshow Alumni dan Pembekalan Wisuda

Rangkaian hari pertama merupakan talkshow dan pembekalan wisuda yang menghadirkan alumni lintas angkatan sebagai narasumber. Kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi.

Sesi pertama mengusung tema “Peluang Karir: Take Off & Landing dalam Menaklukkan Peluang di Era Industri 5.0” dengan narasumber Ir. Ilham Bashirudin, S.T., IPM. (alumni angkatan 2003) yang membawakan materi berjudul “The Need for Now: Thriving in a Human Tech Workplace”, bersama Aditya Cahya Ramdani, S.T. (alumni angkatan 2013).

Sesi kedua bertema “Sukses Berkarya: Yang Muda untuk Berkarya” menghadirkan Galih Febianto, S.T. (alumni angkatan 2008) dan Akbar Daffa Raharja, S.T. (alumni angkatan 2017) sebagai narasumber. Dalam penutup sesi, Akbar berpesan dengan penuh semangat, 

Take the risk, karena bisa jadi ide yang kamu tunda, besok sudah diambil orang lain.”

Rangkaian kegiatan hari pertama berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan penyerahan cinderamata.

Hari Kedua: Nostalgia Kampus dan Ziarah

Hari kedua, Jumat (27/6), diisi dengan kegiatan Journey Through the Lab, di mana alumni Teknik Industri UII menjelajahi laboratorium kampus yang kini lebih modern dan representatif.

Kemudian, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN.Eng., Dekan FTI sekaligus alumni, menyampaikan harapan agar rutin menggelar pertemuan alumni. Ia menekankan bahwa alumni adalah aset penting yang dapat membantu pengembangan program studi, berbagi pengalaman, dan membuka peluang kerja bagi mahasiswa. 

“Banyak alumni kita yang sudah menjadi pengusaha atau mendirikan perusahaan, sehingga jaringan ini sangat bernilai,” ujarnya.

Selanjutnya, alumni dan dosen berjalan menuju Embung Pelangi untuk ziarah makam pahlawan kampus. Doa bersama, tabur bunga, dan siraman air menjadi simbol penghormatan. Langit sore yang jingga menambah khidmat suasana, meninggalkan kesan mendalam sekaligus memperkuat solidaritas lintas generasi.

Hari Ketiga: Rapat IKATI dan Malam Puncak Reuni

Hari terakhir menjadi puncak dari seluruh rangkaian acara Reuni Akbar IKATI 2025. Pagi harinya, berlangsung Rapat IKATI Nasional di Auditorium K.H. Mas Mansur yang membahas rencana program kerja dan arah kolaborasi alumni ke depan.

Malam harinya, kegiatan berlanjut dengan Gala Dinner Reuni yang berlangsung meriah di sepanjang Jl. Islamika. Setiap laboratorium Teknik Industri membuka stand pameran, menampilkan karya dan dokumentasi kegiatan mahasiswa. Panggung utama menampilkan berbagai hiburan dari alumni dan mahasiswa, menciptakan suasana hangat dan penuh nostalgia.

Kemudian, Ketua IKATI, Ir. Ilham Bashirudin, S.T., IPM., mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan penyelenggaraan acara. 

“Alhamdulillah, rangkaian Reuni Akbar ini berjalan lancar. Ini menjadi momentum luar biasa karena alumni S1, S2, hingga S3 bisa bersilaturahmi dan punya visi yang sama untuk memajukan jurusan Teknik Industri,” ujarnya. 

Ia menekankan bahwa peran alumni sangat penting dalam memperkuat koneksi antara dunia akademik dan dunia kerja. Harapannya, para alumni muda semakin aktif dalam kegiatan IKATI. Menurutnya, IKATI merupakan wadah bagi seluruh alumni untuk saling berpartisipasi, membantu, dan berbagi informasi, termasuk peluang kerja. Ke depan, kegiatan seperti seminar dan job fair diharapkan terus digelar secara rutin untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi antar alumni.

Suasana semakin semarak ketika Muhammad Syaifudin Zuhry, S.T, salah satu alumni senior, turut hadir menikmati penampilan pentas. Ia menilai acara reuni kali ini sangat berkesan dan inspiratif. 

“Secara keseluruhan acara ini ekselen, sangat bagus, kreatif, dan menyentuh. Momentum seperti ini luar biasa dan harus berlanjut,” tuturnya. 

Ia juga memberi pesan kepada mahasiswa untuk terus menyelesaikan studi dan meneruskan semangat alumni sebelumnya.

Penutup

Setelah seluruh rangkaian acara berakhir, Digdoyo Oktapriandi, S.T, M.T, CIPM, selaku ketua pelaksana Reuni Akbar 2025, menyampaikan rasa bangga atas kekompakan panitia dan seluruh peserta. Ia berharap para alumni muda semakin aktif di IKATI.

“IKATI ini wadah kita semua. Ayo aktif, saling membantu, dan berbagi informasi, termasuk peluang kerja. Ke depan kami ingin terus mengadakan kegiatan seperti seminar dan job fair,” ujarnya.

Sebagai penutup, Reuni Akbar IKATI 2025 menjadi simbol kuat kebersamaan dan kolaborasi lintas generasi. Melalui semangat “Dari Kita untuk Kita”, alumni Teknik Industri UII menunjukkan komitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan keilmuan, jaringan profesional, dan nilai kebersamaan di lingkungan almamater tercinta.

Rani Novalentina

Yogyakarta, 26 Juni 2025 — Alumni Teknik Industri (TI), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) memberikan impact dari pengalaman berharga mereka. Melalui Reuni Akbar Jurusan Teknik Industri, IKATI merancang Talkshow yang menghadirkan empat narasumber. Dengan mengusung tema “Dari Kita (Alumni) untuk Kita (Alumni & Mahasiswa) dengan harapan alumni dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa TI FTI UII. Acara ini terlaksana di ruang Audiovisual gedung K.H. Mas Mansur, FTI UII. Kegiatan ini juga sebagai bentuk pembekalan calon wisudawan periode Juni 2025.

Pembuka

Rangga Pamungkas dan Zahwa Putri Aghniya sebagai Master of Ceremony membuka acara pada pukul 08.00 WIB. Acara hari pertama rangkaian Reuni Akbar ini menghadirkan Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. sebagai perwakilan Jurusan TI untuk memberikan sambutan. Selanjutnya, pembukaan oleh Ketua Pelaksana acara Digdoyo Oktapriandi, S.T, M.T, CIPM.

Pemaparan materi akan berlangsung selama dua sesi dengan dua moderator. Moderator pertama, Nur Laily, Haryanti, S.T., M.T. akan menemani narasumber dan peserta.

Peluang Karir: Take off & Landing dalam Menaklukan Peluang Karir di Era Industry 5.0 

Pemaparan narasumber sesi pertama Talkshow 

Narasumber pertama dari alumni TI angkatan 2003, Ir. Ilham Bashirudin, S.T., IPM. Beliau saat ini menjabat sebagai President of Human Resources dari PT Krakatau Posco. Perusahaan tersebut berdiri sejak tahun 2010. PT Krakatau Posco merupakan perusahaan patungan antara produsen baja terkemuka dunia, POSCO dan PT Krakatau Steel.

Kemudian, Ia menjelaskan bahwa Teknik Industri lahir sebagai jurusan yang berfokus menyelesaikan masalah dari berbagai sisi. Penyelesaian TI dapat melalui pendekatan psikologi, ekonomi, dan tentunya lingkup industri. Ilham juga memberikan analogi “memasak air panas” yang terjadi sebab-akibat. Namun, dalam TI harus mencari sebab-akibat yang bisa saja tidak umum.

Hal tersebut akan berguna dalam aplikasi pada lingkungan kerja. Permasalahan yang tidak terpikirkan dapat muncul kapan saja, sehingga lulusan TI nantinya harus bisa mengendalikan masalah yang timbul. Ilham mengatakan hal ini merupakan peluang dan tidak perlu merasa takut terhadap masalah yang timbul.

“Kalau masuk kubangan itu jangan hanya dapat kotornya (masalah) saja. Tapi, pastikan juga dapat lele (untung)” Sebutnya.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan insight tentang dunia profesional, tetapi juga menjadi bentuk nyata dari kontribusi alumni untuk membekali adik tingkatnya dalam menapaki karier.

Selanjutnya, Aditya Cahya Ramdani, S.T., alumni angkatan 2013 yang kini berkarir di PT Kawan Lama Group dengan jabatan Continuous Improvement & Culture Management Analyst. Beliau membawakan topik seputar kesiapan karier dalam dunia kerja melalui pendekatan yang ringan dan interaktif.

Aditya memulai dengan permainan berhitung sederhana yang menyiratkan pentingnya memahami pola dalam dunia profesional.

“Sama seperti permainan, dunia kerja juga punya pola. Yang bukan akan tergantikan oleh AI, melainkan yang tidak mampu beradaptasi dan memanfaatkannya,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa dalam proses rekrutmen, perusahaan tidak hanya mencari kandidat dengan kemampuan teknis, tetapi juga yang sesuai dengan budaya kerja mereka. Aditya memberikan wawasan tentang pentingnya culture fit, teknik wawancara dengan metode STAR (Situation, Task, Action, Result), serta memahami karakteristik DISC dalam forum diskusi kelompok.

Sukses Berkarya: Yang Muda Untuk Berkarya

Memasuki sesi kedua, Putri Dwi Annisa S.T., yang merupakan dosen sekaligus alumni TI angkatan 2010. Beliau memandu sesi kedua bersama narasumber alumni TI dengan prestasi gemilang lainnya.

Narasumber ketiga, Galih Febianto, S.T., alumni angkatan 2008 yang kini terkenal sebagai founder dari Resmi Pangan Indonesia, yang mencangkup Serabine Indonesia, Miesyapi, dan Kopi Resmi. Mengawali sesinya, Galih membuka topik “Bagaimana Kalau Tidak Tau Mau Kemana?” Ia menceritakan fase ketika menunggu wisuda dengan pertanyaan-pertanyaan dalam benaknya, seperti “Ingin jadi apa?”, “Bagaimana setelah wisuda?”, hingga mempertanyakan jalan hidupnya.

Kemudian, ia membagikan cara menguraikan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Langkah pertama adalah fokus “membuang apa yang harus dibuang” dan kedua fokus “tidak ingin jadi apa“. Galih berpendapat bahwa apa yang kita bisa dan orang lain tidak bisa merupakan bagian dari panggilan hidup. Berdasarkan pendapatnya, panggilan hidup bisa berupa skill yang dari setiap manusia.

“Saya yakin jika saya selalu melakukan yang saya sukai secara konsisten, mungkin 3-4 tahun ga ada uangnya. Tapi jika saya ahli pada bidang itu, uang yang mendatangi saya.” ungkap Galih.

Dengan hanya menyukai sesuatu tidak akan mendatangkan uang, tapi menjadi ahli dari sana dapat mendatangkan uang.

Sesi kedua berakhir dengan narasumber keempat, Akbar Daffa Raharja, S.T., alumni angkatan 2017. Akbar Daffa merupakan founder dari Akar Kreasi Nuswantara. Ia kini mengelola tiga lini usaha berbasis riset dan teknologi: Akar Nusantara, Agronesia, dan brand FnB Tuti Fruity. Beliau juga merupakan Chief Technical Officer PT Agronesia Multi Resources.

Akbar memaparkan tentang pentingnya riset, kolaborasi, dan crystal clear vision dalam membangun bisnis. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara agraris, namun minim dukungan teknologi dan kebijakan.

Selanjutnya, sesi tanya jawab menutupi acara kali ini. Peserta terlihat antusias menggali perspektif baru baik dari dunia industri maupun wirausaha. Acara ini memberi inspirasi dan menggambarkan secara nyata dunia pasca-kampus yang akan para lulusan Teknik Industri UII hadapi.

Take the risk. Karena bisa jadi ide yang kamu tunda, besok akan orang lain,” tutup Akbar dengan penuh semangat.

Penutup

Pada akhir acara, panitia menyerahkan cinderamata sebagai bentuk apresiasi kepada keempat narasumber. Sesi foto bersama seluruh peserta, moderator, dan alumni menjadi penanda berakhirnya acara secara resmi.

Talkshow kali ini menjadi pembuka rangkaian Reuni Akbar IKATI 2025 yang akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Lebih dari sekadar nostalgia alumni, acara ini menjadi ajang transfer pengalaman, memperkuat jejaring, dan membangun sinergi berkelanjutan antara alumni dan civitas akademika Teknik Industri UII.

Rani Novalentina

Foto bersama Pengabdian KK Sispro

Teknik Industri UII melangsungkan program pengabdian masyarakat pada Jumat (22/03). Program ini merupakan kolaborasi antara Kelompok Keahlian Sispro & Supply Chain Management dengan Program Doktor Rekayasa Industri UII, yang melibatkan mahasiswa mereka.  Kegiatan berlangsung di Learning Space 2 FTI UII serta dihadiri oleh para dosen KK Sispro & SCM, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Sleman, mahasiswa program doktor, dan 10 perwakilan UMKM sektor batik dan kulit.

Baiq Putri selaku MC membuka rangkaian acara dengan melafazkan basmalah dan membacakan susunan acara. Kemudian, terdapat sambutan dari Ketua Jurusan Teknik Industri, Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. “Kami akan memberi masukan sambil berdiskusi tentang apa yang terjadi. Sehingga nanti semoga ada hal yang bisa kami tindaklanjuti, seperti training dan lainnya,” ungkap beliau.

Selanjutnya, terdapat sambutan dari Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindag Kab. Sleman, Dwi Wulandari, ST, M.Ec. Dev. “Alhamdulillah dan terimakasih UII bisa bergandengan tangan dengan kami dalam meningkatkan produktivitas UMKM. Kami berharap UMKM yang akan menjadi mitra UII bisa bersinergi sebaik-baiknya dan mengimplementasikan ilmu dari program ini,” kata beliau.

Materi dan diskusi saat program pengabdian UMKM Batik dan Kulit

Lebih lanjut, acara masuk ke sesi utama yaitu penyampaian materi oleh Prof. Dr. Ir. Elisa Kusrini, MT, CPIM, CSCP, SCOR-P selaku Ketua Kelompok KK Sispro & SCM. Beliau mengenalkan tentang Inventory Management, Klasifikasi Material & Analisis ABC, dan Inventory Stock Opname.

Kemudian, terdapat pengenalan mengenai rencana jurusan Teknik Industri UII untuk membuka akademi UMKM oleh Dr. Taufiq Immawan, S.T., M.M., selaku direktur akademi. “Kami berencana membuat akademi UMKM untuk membantu dalam memecahkan permasalahan yang sering UMKM hadapi, baik secara manajemen maupun internal, seperti menjaga kualitas, inventory, dan sertifikasi,” sampai beliau.

Selanjutnya, acara kembali ke sesi penyampaian materi oleh beberapa dosen, antara lain Putri Dwi Annisa, S.T., M.Sc. mengenai penerapan metode 5S/5R, Ir. Vembri Noor Helia, S.T., M.T., IPM mengenai peningkatan kinerja rantai pasok, dan Feris Firdaus, S.Si., M.Sc. mengenai strategi yang dapat IKM/UKM terapkan sebagai upaya intervensi dari industri tradisional menuju IKM/UKM berkelanjutan.

Salwa Nur Rahma